• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A."

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Penelitian yang dilakukan menghasilkan dua hasil utama yaitu analisis permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan dan validasi media pembelajaran website BiTe. Analisis permasalahan pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahap yaitu analisis kebutuhan awal kepada siswa dan guru kelas XI MIPA melalui kuesioner dan wawancara, analisis perangkat pembelajaran materi jaringan tumbuhan, studi literatur kemudian data disajikan menggunakan metode statistika deskriptif. Penelitian dilakukan secara online dan semi offline dikarenakan adanya pemberlakuan pembelajaran jarak jauh.

Validasi media pembelajaran website BiTe dilakukan melalui penilaian produk website BiTe yang dibuat dan dikembangkan oleh peneliti sendiri oleh validator berupa ahli media, ahli materi dan praktisi biologi. Setelah divalidasi, website BiTe dujicobakan dalam skala kecil kepada kelas XI MIPA untuk mengetahui respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran yang telah dilakukan. Apabila hasil validasi memuaskan, website BiTe dapat dijadikan sebagai alternatif solusi pada permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan yang sedang dianalisis. Data hasil prosedur penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Hasil Penelitian Analisis Permasalahan Pembelajaran Materi Jaringan Tumbuhan

a. Studi Pendahuluan

Data yang dihasilkan dari studi pendahuluan adalah hasil coding kuesioner analisis kebutuhan awal siswa dan guru serta hasil wawancara mengenai permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan pada kelas XI MIPA yang telah mendapatkan materi tersebut. Kuesioner terdiri dari 13 pernyataan mengenai pembelajaran materi jaringan tumbuhan yang disebarkan secara online kepada 62 sampel siswa. Kuesioner penelitian dapat dilihat pada (lampiran 2). Beberapa aspek yang digunakan pada instrumen kuesioner penelitian adalah sarana pembelajaran, materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan media pembelajaran. Sementara

(2)

wawancara dilakukan kepada guru biologi kelas XI SMA yang merupakan praktisi biologi dan telah memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun mengajar materi jaringan tumbuhan. Hasil wawancara dapat dilihat pada (lampiran 5).

Hasil kuesioner dan wawancara dikelompokkan untuk menemukan pokok permasalahan yang terjadi di lapangan. Hasil pengelompokkan dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4. 1 Pengelompokkan Masalah Kuesioner dan Wawancara

No. Indikator Kuesioner Wawancara Masalah 1. Karakteristik

Materi

Kesulitan siswa memahami

keterkaitan antar konsep,

Kesulitan siswa mempelajari materi jaringan tumbuhan

Siswa mengalami kesulitan, Tingkat pemahaman siswa,

Konsep Materi Jaringan Tumbuhan yang sulit dipelajari oleh siswa

2. Model

Pembelajaran

Minat siswa dalam

menggunakan gawai sebagai saran

pembelajaran, Kelengkapan media

pembelajaran, Penggunaan gambar, warna dan video dalam media

Metode pembelajaran yang

digunakan guru, Media

pembelajaran alternatif, Penggunaan gawai,

Hasil belajar siswa rendah, Antusias siswa dalam

pembelajaran,

Terkendala alat bantu pembelajaran yang tidak memadai, metode pembelajaran kurang menarik, media kurang tepat

membantu pembelajaran, hasil belajar rendah, pembelajaran

(3)

Kondisi pembelajaran daring dan luring,

Kendala pembelajaran

jarak jauh menyebabkan kesulitan pembelajaran

Berdasarkan pengelompokkan masalah yang dilakukan diketahui bahwa permasalahan pembelajaran biologi yang ditemui adalah: konsep materi jaringan tumbuhan sulit dipahami oleh siswa, alat bantu pembelajaran belum memadai proses pembelajaran jaringan tumbuhan, metode pembelajaran dianggap belum mampu menarik perhatian siswa, media pembelajaran kurang tepat, hasil belajar masih rendah dan pembelajaran jarak jauh menjadi masalah baru pada materi jaringan tumbuhan.

b. Studi Literatur

Prosedur studi literatur bertujuan untuk mendapatkan referensi berupa teori yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dianalisis. Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan 10 penelitian sebelumnya pada rentang tahun 10 tahun terakhir. Topik pembahasan berupa permasalahan pembelajaran yang terjadi pada materi jaringan tumbuhan kelas XI SMA.

Hasil studi literatur dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4. 2 Hasil Studi Literatur Permasalahan Pembelajaran Materi Jaringan Tumbuhan

No. Penulis (Tahun)

Judul Penelitian

Permasalahan Solusi

1. (Sasmito et al., 2021)

Pemanfaatan Website Edukatif dengan Pembelajaran ARIAS pada Materi

Media

pembelajaran terbatas powerpoint menyebabkan hasil belajar rendah

Memanfaatkan website

edukatif dengan pembelajaran ARIAS

(4)

Struktur dan Fungsi

Jaringan Tumbuhan 2. (Gusti &

Syamsurizal, 2021)

Uji Validitas Booklet Struktur dan Fungsi

Jaringan Tumbuhan untuk Peserta Didik Kelas XI SMA/MA

Nilai UH 85,8% di bawah rata - rata, kesulitan memahami materi karena banyak istilah asing, materi terlalu banyak, objek tidak dapat dilihat secara

langsung

Mengembangka n media booklet struktur dan fungsi jaringan tumbuhan berisi gambar anatomi tumbuhan

3. (Kusumawati, 2016)

Identifikasi Kesulitan Belajar Materi Struktur- Fungsi Jaringan Tumbuhan pada Siswa SMA Negeri 3 Klaten Kelas XI Tahun Ajaran

2015/2016

Lebih banyak siswa

mendapat nilai di bawah KKM daripada di atas KKM,

Siswa kesulitan memahami struktur, fungsi dan hubungan antara

keduanya, Siswa kesulitan membedakan ciri - ciri

Mengidentifika si lebih dalam terkait

penyebab kesulitan yang dialami siswa dalam

menghadapi materi struktur dan fungsi jaringan

tumbuhan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar

(5)

jaringan

dewasa dengan meristem,

siswa pada tahun ajaran selanjutnya.

4. (Irani et al., 2020)

Miskonsepsi Materi

Biologi SMA dan

Hubungannya dengan Pemahaman Siswa

Semua buku Biologi SMA memiliki miskonsepsi yang

menyebabkan pengetahuan siswa tidak berkembang, Miskonsepsi materi struktur dan fungsi jaringan

tumbuhan pada buku teks pelajaran biologi sebesar 16%

Informasi kepada pembaca

5. (Susilawati et al., 2020)

Analisis Hambatan Pembelajaran Biologi Materi Jaringan Tumbuhan dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMA

Kurangnya buku dan sarana

prasarana pendukung, pelatihan guru terlalu singkat untuk K13, Media terbatas, Penilaian yang rumit pada K13

(6)

6. (Sartika et al., 2020)

Analisis Miskonsepsi Materi Jaringan Tumbuhan dan Jaringan Hewan Siswa Kelas XI di Jawa Timur

Miskonsepsi dalam mengaitkan struktur dan pemanfaatan jaringan tumbuhan, Miskonsepsi dalam mengaitkan struktur daun terhadap fungsi sebagai organ transpirasi, Miskonsepsi dalam konsep struktur

jaringan epidermis, Miskonsepsi memahami aktivitas jaringan pembentuk lingkaran tahun

Informasi untuk penelitian selanjutnya

7. (Kurniawati et al., 2015)

Analisis Perbandingan Bentuk Jaringan Pembuluh Trakea pada Preparat

Buku petunjuk praktikum hanya berisi tujuan, cara kerja dan alat baha praktikum tidak

Modul

(7)

Maserasi Berbagai Genus Piper Sebagai Sumber Belajar Biologi

dilengkapi analisa hasil preparat

sebagai contoh

8. (Halida &

Windyariani, 2019)

Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Penguasaan Konsep Siswa pada Materi Struktur Jaringan Tumbuhan dan Hewan Melalui Media Biology Quartet Card

Pembelajaran belum

mendukung student centered, materi jaringan tumbuhan memiliki banyak sub materi

sehingga kompleks, materi mikroskopis, pengalaman belajar kurang tepat membuat siswa kurang termotivasi sehingga penguasaan konsep rendah, materi banyak dan tidak menarik

Media Biology Quartet Card

(8)

9. (Nadia et al., 2020)

Analisis dan Rekonstruksi Komponen Penyusun Lembar Kerja Peserta Didik Struktur dan Fungsi

Jaringan Tumbuhan

Pedoman praktikum guru dan siswa kurang

berkualitas dan tidak sesuai standar yang ditetapkan, terdapat permasalahan dari aspek konseptual, praktikal serta kontruksi pengetahuan 10. (Khatijah &

Izwar, 2014)

Pengaruh Metode Group Investigasion dalam

Meningkatkan Hasil Belajar Materi

Struktur dan Fungsi

Jaringan Tumbuhan pada Siswa Kelas XI

SMAN 2

Meureubo

Rata - rata guru menggunakan satu metode pembelajaran dan bertahan dengan metode ceramah

sehingga siswa menyatakan bosan dengan metode

pembelajaran, hasil belajar siswa

menunjukkan 60% di bawah rata - rata

Penerapan metode pembelajaran Group Investiagtion

(9)

Berdasarkan studi literatur yang dilakukan diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan yang terjadi diantaranya yaitu: media pembelajaran terbatas, hasil belajar rendah, materi terlalu banyak, objek materi mikroskopis sehingga terkesan abstrak, siswa kesulitan memahami materi yang tidak dapat dibayangkan, buku teks pelajaran memiliki miskonsepsi yang besar, kurang sarana prasaran pendukung, guru belum memiliki pengalaman cukup pada kurikukulum 2013, miskonsepsi pemahaman struktur, jaringan dan hubungan keduanya pada tumbuhan, modul praktikum belum mengandung bagian analisis, pembelajaran masih teacher learning, kurangnya motivasi belajar siswa, permasalahan dari aspek konseptual, kontruksi dan pengetahuan materi jaringan tumbuahn, guru masih bertahan dengan satu metode tanpa memperhatikan karakteristik kelas.

c. Analisis Perangkat Pembelajaran 1) Analisis Materi

Analisis materi dilakukan untuk mengetahui karakteristik materi jaringan tumbuhan sebagai data yang digunakan dalam menganalisis permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan secara keseluruhan. Secara umum, materi jaringan tumbuhan terdiri dari dua pembahasan utama yaitu jaringan dewasa dan jaringan meristem. Kedua jaringan dijabarkan sebagai konsep konkret dan konsep abstrak.

Menurut analisis yang dilakukan diketahui bahwa siswa mengalami banyak miskonsepsi pada materi jaringan tumbuhan.

Miskonsepsi adalah terjadinya kesalahan konsep pada suatu topik yang menyebabkan perbedaan pemahaman dari yang seharusnya terjadi.

Analisis dilakukan dengan membandingkan materi pada studi literatur dan konten pada buku teks yang digunakan oleh siswa. Hasil analisis materi jaringan tumbuhan dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4. 3 Hasil Analisis Materi Jaringan Tumbuhan No. Permasalahan

(10)

1. Miskonsepsi pada keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dengan manfaatnya dalam kehidupan

2. Miskonsepsi mengenai struktur jaringan tumbuhan seperti jaringan epidermis

3. Miskonsepsi mengenai aktivitas jaringan sebagai konsep abstrak seperti aktivitas pembentuk lingkaran tahun

4. Siswa kesulitan mengaitkan struktur dengan fungsi jaringan tumbuhan

Selain miskonsepsi, materi jaringan tumbuhan diprediksi memiliki penyebab masalah yang berasal dari karakteristik materi itu sendiri. Menurut penelitian yang dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa materi jaringan tumbuhan dikatakan sebagai materi dengan karakteristik sulit. Hal tersebut dapat disebabkan oleh jumlah konsep konkret pada materi jaringan tumbuhan yang telihat seperti konsep abstrak sebagai contoh, morfologi jaringan epidermis pada daun yang dapat dilihat oleh mata tetapi menjadi seperti abstrak karena bersifat mikroskopis dan tidak sukar dilihat secara satu kesatuan utuh sebagai satu kesatuan individu tumbuhan. Menurut wawancara, siswa mengaku kesulitan membedakan setiap strukur jaringan apabila dihadapkan dengan soal. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa pemahaman siswa terhadap materi jaringan tumbuhan belum sempurna terbentuk.

Siswa cenderung menghafalkan materi tanpa memahami substansi sehingga apabila menemukan soal yang berbeda dengan buku teks mengalami kebingungan hingga menyebabkan hasil belajar rendah.

2) Analisis Buku Ajar

Analisis buku ajar dilakukan untuk mengetahui karakteristik buku teks pembelajaran dan buku praktikum siswa kelas XI SMA sebagai data yang digunakan untuk melengkapi analisis permasalahan pembelajaranmateri jaringan tumbuhan secara keseluruhan. Buku ajar merupakan buku yang digunakan untuk memahami materi yang sedang dipelajari. Buku ajar dapat berupa buku teks pelajaran maupun buku paduan praktikum yang memiliki peran penting dalam ketercapaian

(11)

kompetensi dasar. Buku teks pembelajaran diketahui belum memiliki konten argumentasi yang cukup untuk membantu siswa memiliki kemampuan berpikir kritis (Hamdiyah & Puspitawati, 2021). Sementara itu buku panduan praktikum diketahui belum memenuhi konten materi yang baik juga karena hanya berisi tujuan praktikum, alat dan bahan praktikum serta tata cara melakukan praktikum. Secara umum, buku praktikum belum memiliki soal analisis mengenai preparat jaringan yang sedang diamati.

Menurut beberapa penelitian ditemukan beberapa miskonsepsi pada buku teks terutama materi jaringan tumbuhan (Fajriana et al., 2017).

Presentase miskonsepsi pada sub pokok materi jaringan tumbuhan adalah jaringan penguat sebsar 4,7%, organ tumbuhan 7,79%, jaringan meristem 12,49%, jaringan epidermis 17,18% dan jaringan epidermis 43,76%. Presentase didapatkan melalui perhitungan dengan kriteria analisis. Miskonsepsi terjadi dalam bentuk kesalahan informasi, generalisasi yang berlebihan dan penyederhanaan yang berlebihan mengenai keseluruhan konsep jaringan tumbuhan.

3) Analisis Metode Pembelajaran

Analisis metode pembelajaran terdiri dari analisis model pembelajaran, media pembelajaran, RPP dan sarana prasarana yang digunakan dalam proses pembelajaran materi jaringan tumbuhan. Model pembelajaran merupakan kerangka prosedur pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan pada tempat penelitian adalah model pembelajaran ceramah atau teacher center. Pembelajaran berpusat kepada ceramah guru mengenai materi jarungan tumbuhan. Hal tersebut dikarenakan guru kurang memiliki inovasi untuk mengajar dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Analisis selanjutnya adalah Rencana Perangkatan Pembelajaran (RPP) untuk materi jaringan tumbuhan. Sekolah tempat penelitian tidak memiliki RPP sebagai salah satu bahan ajar yang seharusnya dimiliki

(12)

oleh guru. Menurut wawancara yang telah dilakukan, diketahui bahwa guru merasa tidak perlu lagi menggunakan RPP dikarenakan pengalaman mengajar yang telah lama dimiliki. Oleh karena itu, peneliti tidak bisa menganalisis RPP pada tempat penelitian. Fenomena ini merupakan kondisi tidak ideal yang menyebabkan evaluasi proses pembelajaran sukar dilakukan karena tidak ada jejak terstrukur.

Analisis selanjutnya adalah media pembelajaran sebagai alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan isi pembelajaran dengan cara yang menarik. Media pembelajaran sangat penting dalam membantu proses pembelajaran karena dapat menarik perhatian siswa. Media pembelajaran yang digunakan pada tempat penelitian adalah platform whatsapp dan youtube. Menurut wawancara yang dilakukan kepada guru biologi, hal tersebut dilakukan karena latar belakang ekonomi berbeda pada siswa yang menyebabkan tidak seluruh siswa memiliki smartphone yang dapat digunakan secara optimal serta guru merasa belum memiliki banyak pengalaman mengajar secara online (lampiran 5). Media pembelajaran yang tidak dinamis dan kurang menyesuaikan kondisi siswa menyebabkan pemahaman siswa terhadap materi jaringan tumbuhan terganggu. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil belajar rendah siswa pada materi jaringan tumbuhan dan hasil wawancara kepada siswa yang mengatakan bahwa pembelajaran menjadi kurang menarik dan membingungkan ketika proses pembelajaran berlangsung melalui grup whatsapp dan video dari Youtube.

Analisis sarana prasarana pada proses pembelajaran materi jaringa tumbuhan dapat dilihat melalui hasil wawancara kepada guru dan siswa.

Guru mengatakan bahwa terdapat dua kondisi yang diprediksi menjadi permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan. Pertama, pembelajaran secara luring praktikum hanya mengandalkan preparat seadanya serta mempelajari materi yang bergantung pada buku teks sehingga pengetahuan siswa terbatas. Selanjutnya, pembelajaran secara daring menyebabkan proses pembelajaran menjadi semakin sulit

(13)

dilakukan dengan optimal dikarenakan siswa tidak bisa mengakses laboratorium untuk melihat struktur jaringan tumbuhan secara langsung.

4) Analisis Soal

Analisis soal dilakukan untuk mengidentifikasi soal evaluasi yang selama ini digunakan sebagai penunjang pembelajaran materi jaringan tumbuhan. Soal materi jaringan tumbuhan terdiri dari pertanyaan mengenai konsep struktur jaringan tumbuhan, fungsi jaringan tumbuhan, aktivitas jaringan tumbuhan dan hubungan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Soal evaluasi seharusnya terdiri dari berbagai tingkatan taksonomi berpikir tingkat tinggi. Sebagian besar soal terdiri dari soal tipe C2 untuk pemahaman dan C3 untuk penerapan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penggunaan soal evaluasi pada materi jaringan tumbuhan belum memenuhi standar kompetensi materi.

Standar kompetensi materi jaringan tumbuhan adalah menganalisis dan menyajikan data dimana tipe soal yang seharusnya menjadi rerata adalah tipe soal C4 yaitu menganalisis dan menyajikan data. Faktor ketidaktepatan penggunaan soal seperti yang telah ditemukan dapat menjadi informasi faktor penyebab permasalahan pembelajaran.

2. Hasil Penelitian Validasi Media Pembelajaran Website BiTe

Proses pengembangan media pembelajaran website BiTe telah melewati analisis kebutuhan awal berupa penyebaran kuesioner kepada siswa dan wawancara kepada guru mengenai media pembelajaran yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran materi jaringan tumbuhan terutama pada pembelajaran jarak jauh akibat pandemi covid-19. Setelah melalukan analisis kebutuhan awal, dilanjutkan dengan tahapan pemilihan, perancangan hingga validasi sebagai berikut:

a. Pemilihan Media (Media Selection)

Media pembelajaran dikembangkan untuk membantu pembelajaran materi jaringan tumbuhan berupa website BiTe. Penamaan website berasal dari kata Biology Website yang disingkat menjadi BiTe. Pemilihan media website didasarkan hasil kuesioner analisis kebutuhan awal siswa dan guru.

(14)

Berdasarkan hasil analsisi kebutuhan awal diketahui bahwa media pembelajaran berupa website dibutuhkan keberadaannya untuk menjadi alternatif solusi atas permasalahan yang terjadi pada materi jaringan tumbuhan.

b. Pemilihan Format (Format Selection)

Format yang digunakan dalam media pembelajaran website BiTe merupakan rancangan peneliti berdasarkan studi literatur dan analisis kebutuhan awal siswa. Media dirancang menggunakan bahasa indonesia yang jelas dan jenis tulisan yang menyenangkan. Warna media pembelajaran menggunakan warna yang beragam dengan dominan hijau.

c. Rancangan Awal (Initial Design)

Rancangan awal media pembelajaran website BiTe adalah seperangkat sumber ajar yang disusun secara sistematis dan tidak monoton dalam bentuk tulisan, gambar dan warna pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Website BiTe didesain menggunakan canva.com dan googlesites sebagai alat utama dan googleform sebagai alat bantu angket dalam website BiTe. Website berisi 8 menu utama dan 2 menu pendukung berisi kesluruhan konten materi jaringan tumbuhan.

Kelebihan website BiTe yang dikembangkan adalah adanya beberapa menu menarik seperti tata cara praktikum sederhana dari rumah, pengetahuan mengenai kebermanfaatan struktur tumbuhan dalam kehidupan sehari – hari dan adanya contoh gambar asli yang lebih bervariasi mengenai macam – macam tumbuhan. Secara umum media pembelajaran website BiTe terdiri dari 8 menu utama, yaitu ‘Panduan’, ‘KI, KD, IPK &

Tujuan’, ‘Belajar Yuk!’, ‘Rangkuman’, ‘Forum Diskusi’, ‘Eksperimen Yuk!’, ‘Latihan Yuk!’, ‘Daftar Pustaka’ serta 1 menu pendukung yaitu

‘about BiTe’. Penjelasan mengenai detail konten pada website dijelaskan sebagai berikut:

1) Tampilan logo website

Tampilan logo website menginterpretasikan gambaran website secara umum yang dapat terlihat pada tab laman internet ketika pengguna mengakses website BiTe. Logo website dapat dilihat pada Gambar 4.1.

(15)

Gambar 4. 1 Logo Website BiTe

2) Halaman utama (Home)

Halaman utama website BiTe merupakan tampilan utama yang ditampilkan ketika pengguna mengakses alamat webiste. Halaman ini berisi beberapa tombol yang terhubung dengan beberapa menu utama lainnya.

Beberapa menu utama yaitu, Panduan, KI, KD, IPK & Tujuan, Belajar Yuk!, Rangkuman, Forum Diskusi, Eksperimen Yuk!, Latihan Yuk! serta Daftar Pustaka dan about BiTe. Tampilan halaman utama dapat dilihat pada Gambar 4.2

Gambar 4. 2 Tampilan Halaman Utama Website BiTe

3) Menu “Panduan”

Menu ini berisi panduan pengoperasian website BiTe untuk siswa dan guru. Secara umum, panduan berisi informasi ikon, infrormasi menu

(16)

dan cara pengoperasian website untuk pembelajaran materi jaringan tumbuhan. Tampilan menu panduan dapat dilihat pada Gambar 4.3

Gambar 4. 3 Tampilan Menu Panduan

4) Menu “KI, KD, IPK & Tujuan”

Menu ini berisi penjabaran Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Tujuan Pembelajaran sebagai pedoman proses pembelajaran biologi. Tampilan menu KI, KD, IPK

& Tujuan dapat dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4. 4 Tampilan Menu KI, KD, IPK & Tujuan

5) Menu “Belajar Yuk!”

(17)

Menu ini merupakan menu paling utama website BiTe dikarenakan berisi materi jaringan tumbuhan secara keseluruhan. Website BiTe didesain memiliki konten yang dapat meningkatkan kualitas berpikir kritis siswa sesuai dengan KD 3.3 pada materi jaringan tumbuhan. KD 3.3 mengharapkan siswa memiliki kemampuan untuk menganalisis keterkaitan hubungan sturktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Oleh sebab itu, peneliti memberikan variasi tingkatan soal untuk mengasah kemampuan analisis siswa. Contoh soal dapat dilihat pada Gambar 4.5.

Gambar 4. 5 Tampilan Variasi Tingkatan Soal

(18)

(19)

Selain soal evaluasi, terdapat video intemezzo pada tampilan utama sebagai apersepsi pembelajaran. Intermezzo dapat berperan pula sebagai pemancing pemahaman siswa terhadap sub materi yang akan dipelajari.

Selanjutnya, terdapat ‘menu materi’ berisi beberapa tombol yang menghubungkan pada peta konsep, macam jaringan tumbuhan, struktur organ tumbuhan, perbedaan dikotil dengan monokotil dan menu khusus untuk membahas fakta unik tumbuhan dalam kehidupan sehari - hari.

Menu khusus pada menu ‘belajar yuk’ merupakan salah satu kelebihan website BiTe untuk memberi wawasan luas pada siswa mengenai materi jaringan tumbuhan. Selain informasi berupa ringkasan penelitian sebelummnya, pada menu ini siswa juga diajak untuk berpikir aktif dan kritis mengenai permasalahan yang terjadi (Gambar 4.6). Setiap sub menu berisi penjelasan singkat, contoh gambar, video pembelajaran dan beberapa fakta menarik mengenai topik yang dibahas. Pemberian fitur berfungsi sebagai jawaban permasalahan pembelajaran yang telah dianalisis terhadap responden. Tampilan menu ‘belajar yuk!’ dapat dilihat pada Gambar 4.6.

Gambar 4. 6 Tampilan Menu Belajar Yuk!

(20)

6) Menu “Rangkuman”

Menu rangkuman berisi ringkasan materi yang telah dijabarkan pada menu sebelumnya. Pemberian menu rangkuman merupakan salah satu solusi untuk membantu siswa mendapatkan konsep pembelajaran berdasarkan hasil analisis kebutuhan awal. Tampilan menu rangkuman dapat dilihat pada Gambar 4.7.

Gambar 4. 7 Tampilan Menu Rangkuman

(21)

7) Menu “Forum Diskusi”

Menu ini memfasilitisi ruang diskusi dan interaksi antara guru dan siswa. Terdapat 2 kolom google form dengan 1 kolom timestamp sehingga guru bisa mengawasi sekaligus menjawab pertanyaan siswa apabila diperlukan. Kolom timestamp berguna untuk menampilkan aktivitas diskusi secara real time agar setiap pengakses website BiTe tidak tertinggal informasi. Tampilan menu forum diskusi dapat dilihat pada Gambar 4.8.

Gambar 4. 8 Tampilan Menu Forum Diskusi

8) Menu “Eksperimen Yuk”

Menu ini memfasilitasi kegiatan praktikum sederhana sebagai solusi pembelajaran secara daring. Praktikum sederhana dapat dilakukan dengan membuat mikroskop sederhana dengan tata cara yang telah disediakan.

(22)

Hasil praktikum dapat dikumpulkan pada link google drive yang telah disediakan. Tampilan menu “eksperimen yuk” dapat dilihat pada Gambar 4.9.

Gambar 4. 9 Tampilan Menu Eksperimen Yuk

Selain berisi langkah praktikum sederhana, menu praktikum juga dilengkapi analisis kelompok mengenai gambar preparat nyata dari pohon jati berupa trikoma daun jati. Pemberian contoh nyata diharapkan mampu memberikan wawasan baru yang lebih luas dan beragam kepada siswa.

Selain itu, diskusi yang dilakukan diharapkan mampu menjadi alat untuk melatih keterampilan analisis siswa sesuai dengan kompetensi dasar yang diterapkan dalam kurikulum 2013. Tampilan diskusi kelompok mengenai preparat pohon jati dapat dilihat pada Gambar 4.10.

Gambar 4. 10. Tampilan Diskusi Kelompok Preparat Pohon Jati

(23)

9) Menu “Latihan Yuk”

Menu ini merupakan ruang untuk evaluasi dan pengayaan. Terdapat dua submenu yaitu soal pilihan ganda berisi evaluasi utama pada website BiTe dan soal esai berisi soal pengayaan untuk menambah nilai siswa.

Tampilan menu “latihan yuk” dapat dilihat pada Gambar 4.10. Selain menambah nilai siswa, menu latihan yuk juga dapat dijadikan sebagai ruang untuk megasah kemapuan analisis dan penyajian data siswa sesuai kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. Tampilan soal dan evaluasi dapat dilihat pada Gambar 4.11.

Gambar 4. 11 Tampilan Menu Latihan Yuk

10) Menu “Daftar Pustaka”

Menu ini berisi daftar pustaka dari keseluruhan informasi yang terdapat dalam website BiTe. Beberapa gambar dan animasi tidak disertakan dalam daftar pustaka karena merupakan koleksi dan desain pribadi milik peneliti. Tampilan menu daftar pustaka dapat dilihat pada Gambar 4.12.

Gambar 4. 12 Tampilan Menu Daftar Pustaka

(24)

11) Menu About BiTe

Menu about BiTe merupakan ruang untuk identitas serta pengenalan singkat mengenai pengembangan website BiTe. Tampilan menu about BiTe dapat dilihat pada Gambar 4.13.

Gambar 4. 13 Tampilan Menu About BiTe

Tampilan lengkap website BiTe dapat dilihat pada (lampiran 8).

d. Hasil Validasi Website BiTe

Media pembelajaran website BiTe dinilai oleh seorang ahli materi, seorang ahli media dan seorang praktisi biologi. Validasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan website BiTe sehingga dapat menjadi alternatif solusi bagi permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan.

Instrumen penilaian validator merupakan adaptasi dan modifikasi jurnal

(25)

dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi media pembelajaran (Zunaidah & Amin, 2016).

1) Validasi Ahli Materi

Validasi materi media pembelajaran website BiTe dilakukan oleh ahli materi pada bidang tumbuhan. Ahli materi website BiTe merupakan seorang dosen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta yang merupakan magister alam bidang tumbuhan. Instrumen penilaian memiliki 4 pernyataan menggunakan jawaban skala Likert 1 - 4. Validasi mengacu pada kelengkapan isi, keakuratan materi, materi pendukung dan teknik penyajian materi. Hasil penilaian validasi materi website BiTe dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4. 4 Hasil Validasi Ahli Materi

No Indikator Butir Butir Penilaian Total

Skor 1. Kelengkapan

isi

Terdapat penjelasan karakteristik macam- macam jaringan meristem dan jaringan permanen

3

Terdapat penjelasan mengenai fungsi macam-macam jaringan meristem dan jaringan permanen

Terdapat penjelasan mengenai struktur jaringan pada organ akar, batang, daun pada tumbuhan monokotil

Terdapat penjelasan mengenai struktur jaringan pada organ akar, batang, daun pada tumbuhan dikotil

2. Keakuratan Materi

Konsep dan definisi yang disajikan tidak menimbulkan banyak tafsir

3 Kebenaran penyajian materi sesuai dengan fakta

Gambar dan video yang disajikan sesuai dengan topik materi

Ketepatan penggunaan istilah biologi dalam materi

3. Materi pendukung pembelajaran

Terdapat soal evaluasi yang sesuai dengan materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan

3

Gambar dan ilustrasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan relevan

(26)

Gambar atau video yang disajikan dapat membuka wawasan siswa untuk mengenal dan memahami materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan

Terdapat contoh atau fakta yang berkaitan dengan materi struktur dan jaringan tumbuhan

4. Teknik Penyajian Materi

Penyajian materi secara berurutan dan sistematis

3 Penyajian materi mencerminkan

keterkaitan isi

Penyajian materi antar bab dan subbab secara proporsional

Kesesuaian penggunaan ilustrasi dengan materi

Total skor Presentase (%)

12 75 %

Berdasarkan penilaian ahli materi diketahui bahwa website BiTe mendapat presentase sebesar 75%. Presentase ini menunjukkan bahwa materi pada media pembelajaran website BiTe termasuk dalam kategori layak. Kategori tersebut merupakan interpretasi dari tabel penilaian yang telah dimodifikasi dari jurnal pendidikan biologi indonesia (Zunaidah &

Amin, 2016).

Menurut ahli, materi pembelajaran website BiTe yang dikembangkan sudah layak dengan beberapa saran. Beberapa saran mengenai materi diantaranya adalah keterkaitan struktur dengan fungsi jaringan tumbuhan belum tersampaikan secara jelas, contohnya peran endodermis dengan karakteristik suberinya dalam pengangkutan air dan zat hara atau struktur parenkim di daun sebagai fungsi fotosintesis. Saran berikutnya adalah penjelasan hirarki organisasi dengan siklus hidup belum memberikan gambaran utuh terhadap struktur tumbuhan dan tahap – tahap pembentukannya. Saran terakhir adalah mengenai video yang ditampilkan lebih baik jika menggunakan produk sendiri.

2) Validasi Ahli Media

(27)

Validasi media dilakukan untuk memperoleh informasi kelayakan media berdasarkan penilaian ahli media melalui istrumen penilaian. Ahli media merupakan dosen Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi.

Validasi menggunakan instrumen pertanyaan berjumlah 9 dengan jawaban skala Likert 1 - 4. Validasi mengacu pada desain media, tata letak komponen, penggunaan teks, kualitas tampilan ilustrasi, kelengkapan isi media dan user interface website BiTe. Hasil penilaian media dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4. 5 Hasil Validasi Ahli Media

No. Kriteria Penilaian Skor

1. Desain media pembelajaran website BiTe 4 2. Tata letak komponen pada website BiTe 4 3. Teks yang diguankan pada website BiTe 3 4. Kualitas tampilan foto atau gambar pada website BiTe 3 5. Kelengkapan isi media pembelajaran website BiTe 4 6. Navigasi yang disajikan pada website BiTe 3 7. Petunjuk penggunaan pada website BiTe 4

8. Usabilitas pada website BiTe 4

9. Aksesibilitas pada website BiTe 3

Total Skor Presentase (%)

32 88%

Berdasarkan penilaian ahli media diketahui bahwa media pembelajaran website BiTe mendapatkan presentase sebesar 88%.

Presentase tersebut menunjukkan bahwa media website BiTe termasuk dalam kategori sangat layak. Kategori ini merupakan interpretasi dari interval data kuantitatif menjadi kualitatif. Hasil penilaian ahli media dapat dilihat pada (lampiran 9).

Menurut ahli media, website BiTe sudah sangat layak digunakan sebagai alternatif solusi permasalahan pembelajaran website BiTe.

(28)

Kelayakan memiliki beberapa saran diantaranya adalah mengenai konsistensi jenis font yang digunakan, penggunaan huruf kapital di awal kalimat dan kegunaan google form pada menu soal dan latihan.

3) Penilaian Guru Biologi

Validasi kelayakan media pembelajaran website BiTe telah menunjukkan hasil yang layak untuk materi dan sangat layak untuk tampilan media. Selanjutnya, diperlukan penilaian oleh praktisi biologi untuk mengetahui kebermanfaatan media di lapangan. Praktisi biologi merupakan seorang guru yang memiliki keahlian khusus pada mata pelajaran biologi. Penilaian website BiTe dilakukan oleh seorang guru Biologi SMA Negeri 8 Surakarta yang telah memiliki pengelaman mengajar lebih dari 15 tahun.. Hasil penilaian praktisi Biologi dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4. 6 Hasil Penilaian Praktisi Biologi

No. Aspek yang dinilai Skor

1. Materi yang disajikan sesuai dengan KI, KD dan tujuan pembelajaran

4 2. Materi yang disajikan jelas dan mudah dipahami 4 3. Materi yang disajikan dilengkapi dengan contoh-contoh

yang relevan dan kontekstual

4 4. Soal yang disajikan sesuai dengan Kompetensi Dasar 4 5. Kesesuaian gambar, video dan teks pada website BiTe

dengan materi jaringan tumbuhan

3 6. Materi yang disajikan menggunakan tata Bahasa Indonesia

yang baik dan benar

4 7. Bahasa yang digunakan dalam website BiTe komunikatif 4 8. Istilah yang digunakan dalam website BiTe ditulis secara

konsisten

4

9. Penulisan nama ilmiah tepat dan jelas 4

10. Tata letak tampilan website BiTe disusun dengan baik 3 11. Tampilan tombol dan petunjuk penggunaan website BiTe

ditampilkan dengan jelas

4 12. Teks pada website BiTe menggunakan font dan ukuran

yang sesuai

4 13. Pemilihan warna gambar, teks dalam media sudah tepat 3 14. Gambar, video, dan animasi yang ditampilkan menarik dan

memiliki ukuran yang proporsional

3 15. Penggunaan website BiTe membuat proses pembelajaran

menjadi lebih fleksibel

4

(29)

16. Website BiTe mempermudah guru dalam proses pembelajaran daring dan luring

4

17. Website BiTe menarik dan inovatif 4

Total Skor Presentase (%)

64 94%

Berdasarkan penilaian praktisi guru pada Tabel 4.6. diketahui bahwa website BiTe mendapatkan presentase sebesar 94%. Presentase tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran website BiTe sudah sangat layak dipergunakan sebagai alternatif solusi untuk permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan dalam pembelajaran jarak jauh melalui daring.

Kelayakan website BiTe memiliki saran oleh praktisi yaitu mengenai tata letak warna dan gambar yang terlihat sedikit kurang tepat. Secara keseluruhan, praktisi mengatakan bahwa website BiTe sudah sangat layak dan memenuhi substansi dasar dari pembelajaran biologi.

e. Hasil Respon Siswa Website BiTe

Media pembelajaran website BiTe yang telah divalidasi oleh para ahli diuji cobakan dalam skala kecil kepada sampel penelitian yaitu 62 siswa kelas XI. Uji coba dilakukan dengan menyebarkan googleform melalui platform whatsapp dikarenakan keterbatasan pembelajaran jarak jauh. Hasil reson siswa terhadap media pembelajaran website BiTe dapat dilihat pada Tabel 4.7.

Tabel 4. 7 Hasil Respon Siswa terhadap Website BiTe

45% 43% 34% 37% 36% 34% 31% 40% 58%56% 57% 66% 60% 64% 66% 69% 60% 42%

0% 0% 0% 3% 0% 0% 0% 0% 0%0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%

A B C D E F G H I

R E S P O N S I S W A T E R H A D A P W E B S I T E B I T E

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(30)

Berdasarkan Tabel 4.7 diketahui bahwa respon siswa terhadap pengembangan website BiTe pada materi jaringan tumbuhan telah diterima dengan sangat baik. Angket respon siswa berisi 9 pernyataan mengenai kelayakan website BiTe. Pernyataan respon siswa mengacu pada penggunaan ilustrasi yang menarik (A), tampilan yang menarik (B), penggunaan nama ilmiah yang tepat (C), fleksibilitas media (D), kemudahan informasi petunjuk pengoperasian (E), kebermanfaat media (F), penggunaan teks pada media (G), penggunaan contoh yang bervariasi (H) dan keterbacaan media (I). Rata - rata siswa menjawab sangat setuju sebesar 40% dan setuju sebesar 60% pada seluruh pernyataan positif yang diberikan oleh peneliti. Respon siswa dapat dikelompokkan dalam lima kategori yaitu sangat kuat apabila 80% ≤ N ≤ 100%, kuat apabila 60% ≤ N < 80%, cukup kuat 40% ≤ N < 60%, lemah apabila 20% ≤ N < 40% dan sangat lemah apabila < 20% (Safira et al., 2018). Hal tersebut menunjukkan bahwa rata - rata respon siswa terhadap media pembelajaran website BiTe telah baik.

(31)

B. Pembahasan

1. Hasil analisis Permasalahan Pembelajaran Materi Jaringan Tumbuhan

Analisis permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan pada penelitian ditemukan melalui studi pendahuluan berupa penyebaran kuesioner dan wawancara, studi literatur dengan mengumpulkan 10 artikel dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, analisis perangkat pembelajaran berupa materi, buku ajar, metode pembelajaran dan soal. Berdasarkan beberapa sumber data yang dilakukan diketahui bahwa materi jaringan tumbuhan memiliki beberapa masalah yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.

Menurut studi pendahuluan berupa jawaban dari analisis kebutuhan awal siswa dan hasil wawancara guru, diketahui bahwa materi jaringan tumbuhan ditemuhkan bermasalah pada aspek konsep materi, alat bantu pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan hasil belajar siswa. Apabila dikelompokkan, sebagian besar penyebab permasalahan pembelajaran disebabkan oleh faktor eksternal seperti karakteristik materi yang dianggap sulit, metode dan penggunaan media pembelajaran guru yang kurang tepat sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah.

Materi jaringan tumbuhan mempelajari struktur jaringan tumbuhan sebagai konsep konkret dan fungsi jaringan tumbuhan serta keterkaitan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan sebagai konsep abstrak (Kusumawati, 2016).

Menurut wawancara yang dilakukan kepada siswa dan guru, diketahui bahwa karakteristik objek materi yang mikroskopis dan tidak utuh menyebabkan seluruh konsep menjadi terlihat abstrak. Materi jaringan tumbuhan memiliki konten materi cukup banyak dengan bahasa latin seperti penamaan struktur penyusun jaringan tumbuhan yang beragam. Oleh sebab itu, siswa merasa materi jaringan tumbuhan menjadi pembelajaran yang sulit untuk dipahami.

Cara mengajar guru berperan besar dalam proses pembelajaran materi jaringan tumbuhan. Seorang guru diharuskan mampu memilih metode pembelajaran yang paling tepat dengan karakteristik kelasnya. Metode pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 terdiri dari berbagai macam pilihan

(32)

yang dapat disesuaikan oleh guru. Pemilihan metode pembelajaran yang benar berhubungan dengan pemilihan sarana prasaran yang tepat untuk membantu pembelajaran. Berdasarkan hasil belajar rendah siswa pada materi jaringan tumbuhan dapat diketahui bahwa siswa membutuhkan pembaharuan pada kegiatan belajar mengajar yang dapat menarik perhatian siswa sehingga mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Pemilihan metode pembelajaran yang benar dapat memberikan pembelajaran yang efektif kepada siswa.

Menurut studi literatur pada penelitian terdahulu, ditemukan permasalahan yang tidak jauh berbeda dengan hasil analisis melalui studi pendahuluan yaitu aspek materi dan perangkat pembelajaran yang digunakan.

Meskipun begitu ditemukan pula beberapa aspek permasalahan lain pada materi jaringan tumbuhan seperti miskonsepsi, kurangnya motivasi belajar siswa dan ketidaksiapan guru dalam mengajar. Ringkasan 10 penelitian sebelumnya telah memberikan beberapa solusi terhadap permasalahan pembelajaran yang terjadi seperti pengembangan website dengan pembelajaran ARIAS, pengembangan media booklet, pengembangan modul, pembuatan media biology quartet card dan penerapan metode pembelajaran group investigation.

Pemberian solusi terhadap permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peneliti memfokuskan perbaikan permasalahan pada aspek tertentu. Pengembangan website edukatif dengan metode pembelajaran ARIAS (Sasmito et al., 2021) menunjukkan bahwa peneliti berfokus pada perbaikan metode pembelajaran sehingga siswa mendapatkan materi jaringan tumbuhan yang sama dengan pengalaman belajar yang berbeda. Mengembangkan media pembelajaran seperti booklet, website dan kartu kuartet biologi menunjukkan bahwa peneliti memfokuskan penyelesain masalah pada aspek ketertarikan siswa.

Pembelajaran yang dibawakan dengan cara menarik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga berpengaruh baik pada hasil belajar siswa (Yumarlin, 2013).

(33)

Selanjutnya, analisis permasalahan pembelajaran dilihat dari aspek perangkat pembelajaran. Peneliti menganalisis empat hal utama yang digunakan sebagai perangkat pembelajaran pada materi jaringan tumbuhan.

Pertama adalah menganalis materi jaringan tumbuhan kelas XI SMA. Materi jaringan tumbuhan memiliki KD 3.3. dan 4.3 dimana siswa diharapkan memiliki kemapuan analisis dan penyajian data setelah mendapatkan materi tersebut. Akan tetapi, diketahui bahwa pembelajaran yang selama ini dilakukan belum menghasilkan kemampuan tersebut kepada siswa. Siswa masih terjebak dalam miskonsepsi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan sehingga dalam aspek kognitif belum tercapai. Kesukaran materi jaringan tumbuhan berupa objek materi yang mikroskopis, keterkaitan fungsi jaringan tumbuhan yang membingungkan, letak anatomi jaringan tumbuhan yang membingungkan bagi siswa dan nama latin yang terlalu beragam pada penamaan struktur jaringan tumbuhan menyebabkan siswa hanya menghafal konteks materi daripada memahami. Sesuai dengan tingkatan berpikir pada taksonomi, seseorang tidak dapat mencapai kemampuan menganalisis sebelum mampu memahami suatu objek terlebih dahulu.

Selanjutnya adalah analisis buku ajar untuk mengetahui permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan dilihat dari buku ajar yang digunakan.

Analisis buku ajar dilakukan dengan mereview beberapa artikel mengenai buku biologi SMA kelas XI. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa sebagian besar buku biologi memiliki miskonsepsi pada konten materi. Sebagai contoh, pengertian jaringan epidermis yang masih salah; gambar letak stomata yang tidak benar; dan contoh tipe berkas pengangkut yang tidak tepat. Selain miskonsepsi, diketahui pula bahwa konten isi dalam buku ajar berbentu modul praktikum belum berkembang dalam beberapa tahun berakhir. Hal tersebut menyebabkan pengetahuan siswa terbatas.

Analisis terakhir yaitu mengenai perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa model pembelajaran pada tempat penelitian masih berpusat kepada guru. Metode pembelajaran yang digunakan masih dengan motode ceramah dimana siswa hanya mendengarkan guru berbicara satu arah. Menurut

(34)

sebuah penelitian diketahui bahwa guru merasa kurang mendapatkan pendampingan dalam perubahan kurikulum 2013 (Susilawati et al., 2020). Hal tersebut menyebabkan guru dianggap kurang berinovasi dalam mengajar.

Berdasarkan uraian analisis di atas, dapat dikerucutkan beberapa aspek permasalahan pada pembelajaran materi jaringan tumbuhan yaitu faktor internal berupa motivasi belajar siswa yang kurang, kemampuan memahami pembelajaran yang belum terasah dengan baik yang dipengaruhi oleh latar belakang siswa, kepribadian dan sikap belajar siswa itu sendiri. Selain itu terdapat faktor eksternal berupa karakteristik materi yang sukar, penggunaan model pembelajaran, metode pembelajaran dan media pembelajaran yang kurang tepat serta saran prasarana yang kurang memadai. Ringkasan permasalahan pembelajaran materi jaringan tumbuhan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.8.

Tabel 4. 8 Ringkasan Analisis Permasalahan Pembelajaran Materi Jaringan Tumbuhan

No. Masalah Internal No. Masalah Eksternal

1. Motivasi belajar siswa rendah 1. Karakteristik materi yang sulit bagi siswa

2. Pemahaman siswa rendah 2. Model pembelajaran yang kurang tepat

3. Latar belakang siswa beragam 3. Metode pembelajaran yang tidak sesuai karakteristik kelas

4. Media pembelajaran yang kurang menarik

5. Sarana prasarana belum memenuhi kriteria

Berdasarkan Tabel 4.8. dapat diketahui bahwa faktor eksternal lebih banyak menyebabkan permasalahan pembelajaran pada materi jaringan tumbuhan. Hal tersebut membuktikan bahwa peran guru atau pendidik memiliki peran besar dalam proses pembelajaran. Guru memiliki kewenangan mengatur dan merencanakan kelas sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Motivasi belajar siswa, pemahaman siswa dan hasil belajar siswa dapat berubah ke arah lebih baik apabila guru dapat memilih langkah

(35)

pembelajaran yang sesuai dengan karateristik siswa. Oleh sebab itu, analisis permasalahan pembelajaran yang telah dilakukan ini diharapkan dapat meberikan informasi mengenai permasalahan pembelajaran sehingga dapat segera dicarikan solusinya.

2. Hasil Validasi Media Pembelajaran Website BiTe

Produk media pembelajaran website BiTe telah selesai dikembangkan.

Pengembangan website BiTe dilakukan dengan mengacu pada materi jaringan tumbuhan kelas XI SMA untuk membantu proses pembelajaran pada materi tersebut. Rancangan awal media didasarkan pada analisis kebutuhan awal siswa dan guru sehingga pengembangan website BiTe dibuat berdasarkan kebutuhan tempat penelitian. Website BiTe telah dinilai oleh para ahli serta diuji cobakan kepada siswa dan mendapatkan hasil yang baik dan layak untuk digunakan.

Validasi dilakukan menggunakan instrumen penilaian yang telah divalidasi sebelumnya untuk menjamin kualitas penilaian. Penilaian pada materi website BiTe menunjukkan hasil layak dengan presentase 75%. Hal tersebut membuktikan bahwa pemberian materi pada pengembangan media pembelajaran website BiTe telah sesuai dan layak untuk diberikan kepada siswa. Selanjutnya, penilaian tampilan aspek media website BiTe menunjukkan hasil sangat layak dengan presentase 88%. Hal ini membuktikan bahwa keseluruhan aspek media seperti yang disebutkan pada indikator penilaian telah sangat layak untuk dipergunakan oleh siswa. Selanjutnya, penilaian oleh praktisi biologi sebagai seseorang yang memiliki pengalaman secara langsung dengan pembelajaran biologi memberikan nilai sebesar 64 dari skor maksimal 68. Hal tersebut membuktikan bahwa website BiTe telah sangat layak untuk dipergunakan pada siswa. Beberapa saran dilakukan untuk perbaikan website BiTe tetapi tidak untuk penilaian ulang karena penelitian hanya terbatas pada pengembangan prototype media.

Penilaian media pembelajaran website hanya dilakukan oleh tiga ahli dikarenakan pengembangan terbatas pada uji coba skala kecil. Validator harus memiliki pengalaman minimal 5 tahun dengan minimal pendidikan strata 2 (Zunaidah & Amin, 2016). Validasi dari ketiga validator berfungsi sebagai penguat kelayakan media pembelajaran website BiTe sebelum dibagikan

(36)

kepada siswa. Pemberian validasi menyebabkan respon siswa pada website BiTe dapat diterima.

Website BiTe memiliki penampilan desain, font dan gambar yang berwarna untuk menarik perhatian siswa. Penggunaan alat bantu yang menarik dapat mengurangi rasa bosan siswa dalam mengikuti pembelajaran (Yumarlin, 2013). Website BiTe memanfaatkan fitur googlesites pada google untuk memudahkan akses pengguna baik guru dan siswa. Googlesites adalah sebuah fitur dalam laman google yang dapat diakses dengan mudah oleh siapapun.

Penggunaan googlesites tidak memerlukan data yang banyak sehingga siswa dapat tetap menghemat. Latar belakang ekonomi siswa yang berbeda tidak akan menjadi masalah dalam hal tersebut.

Konten materi website BiTe berisi materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan secara umum sesuai dengan pedoman kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mewajibkan siswa mampu berpikir kritis terutama pada mata pelajaran biologi yang memiliki ciri khusus berpikir ilmiah. Melalui website BiTe siswa diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis yang dibuktikan dengan kemampuan menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui latihan soal dengan tingkat kesulitan bertingkat yang terdapat pada menu “latihan yuk”. Selain itu, terdapat menu “praktikum sederhana” yang dapat membantu siswa berpikir kritis mengenai preparat nyata jaringan tumbuhan tepatnya trikoma dari daun pohon jati. Siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan guru apabila memerlukan diskusi melalui menu “forum diskusi” yang telah disediakan. Keseluruhan konten materi telah dibuktikan kelayakannya berdasarkan hasil penilaian ahli materi dan respon siswa.

Tampilan media pembelajaran website BiTe memiliki desain berwarna dan dipenuhi banyak gambar. Hal tersebut dilakukan untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari materi jaringan tumbuhan (Kuswanto & Radiansah, 2018). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa materi jaringan tumbuhan memiliki karakteristik yang sukar dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, pemberian warna dan ilustrasi baik gambar dan video diharapkan mampu memberikan pandangan baru kepada siswa bahwa mempelajari materi jaringan

(37)

tumbuhan dapat berjalan menyenangkan. Kelayakan tampilan media pembelajaran website BiTe telah dibuktikan melalui penilaian ahli media dan respon siswa pada uji coba skala kecil.

Hasil akhir pengembangan website BiTe telah diujicobakan dalam skala kecil kepada siswa dan mendapatkan respon mayoritas jawaban puas untuk kebermanfaatan website BiTe sesuai dengan indikator. Respon siswa dapat dijadikan sebagai acuan bahwa media website BiTe telah mengatasi permasalahan pembelajaran berdasarkan analisis kebutuhan awal dalam skala kecil (Daud & Rahmadana, 2015). Berikut merupakan penjelasan konten website BiTe berdasarkan masalah pembelajaran siswa yang didapatkan dari hasil analisis kebutuhan awal :

1) Solusi terhadap permasalahan karakteristik materi jaringan tumbuhan yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan memberikan video jaringan tumbuhan secara utuh, contoh gambar nyata dan bervariasi dan funfact mengenai submateri terkait untuk memperkuat pemahaman siswa (Gambar 4.14). Respon siswa terhadap menu ini adalah sangat puas dengan presentase lebih dari 50%.

Gambar 4. 14 Menu Khusus Website BiTe 1

(38)
(39)

2) Solusi terhadap permasalahan keterbatasan media berupa buku materi, power point dan preparat seadanya pada materi jaringan tumbuhan dengan memberi menu ‘around us’ untuk meningkatkan informasi siswa (Gambar 4.15). Respon siswa terhadap menu ini adalah sangat puas dengan presentase lebih dari 50%.

Gambar 4. 15 Menu Khusus Website BiTe 2

(40)

3) Solusi terhadap permasalahan metode ceramah selama pembelajaran daring berupa adanya menu ‘forum diskusi’, menu ‘praktikum sederhana’ dan pengembangan media website BiTe sendiri (Gambar 4.16.). Respon siswa terhadap menu ini adalah sangat puas dengan presentase lebih dari 50%.

Gambar 4. 16 Menu Khusus Website BiTe 3

(41)

Gambar

Gambar 4. 2 Tampilan Halaman Utama Website BiTe
Gambar 4. 3 Tampilan Menu Panduan
Gambar 4. 5 Tampilan Variasi Tingkatan Soal
Gambar 4. 6 Tampilan Menu Belajar Yuk!
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan seseorang bekerja maka berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang karena ketika seseorang bekerja maka terjadi kontak (sosialisasi) dengan partner kerjanya

Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan di atas, maka dapat dikatakan bahwa propaganda adalah suatu usaha yang sistematis dan terencana yang dilakukan

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecelakaan kerja (R = 0,003), dan pada tingkat pendidikan mempengaruhi secara signifikan

Tujuan pengembangan produk unggulan daerah melalui gerakan OVOP adalah mengembangkan produk unggulan daerah yang memiliki potensi pemasaran lokal maupun global, mengembangkan

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Caregiver Self-efficacy dengan

[r]

Perbedaan dari ketiga video profile tersebut dengan Perancangan Video Profil sebagai Media Informasi Pada Lorin Solo Hotel adalah dilihat dari konsep video dengan