• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN PERANCANGAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN PERANCANGAN 2.1 Tinjauan Umum

2.1.1 Sumber Literatur

Seluruh data didapat melalui beberapa narasumber dan website, berikut adalah sumber data yang saya gunakan:

- Interview dengan Bpk. Melvin Wangkar sebagai Direktur BPR Kredit Mandiri.

- Interview dengan Bpk Erik Natapradja sebagai Branch Development Manager BPR DPM Kredit Mandiri.

- Company profile BPR DPM Kredit Mandiri.

- Buku dan artikel yang ada hubungannya dengan materi yang dibahas.

- Website www.dpmkm.co.id

2.1.2 Logo Persusahaan

Gambar 1.1 Logo BPR DPM Kredit Mandiri

( Sumber: www.dpmkm.co.id )

(2)

Gambar di atas merupakan tampilan logo BPR DPM Kredit Mandiri. Logo ini menggunakan typeface Serif Constantia berwarna kuning dan putih, dan terdapat logogram berbentuk tangan dan koin emas. Logogram ini disebut ‘The Helping Hand’ yang memiliki makna untuk membantu mensejahterakan rakyat. Akan tetapi, logo BPR DPM Kredit Mandiri tersebut belum mencerminkan keunggulan dan citra dari BPR itu sendiri, dan adanya masalah pada konsistensi identitas.

2.1.3 Sejarah BPR DPM Kredit Mandiri

BPR DPM Kredit Mandiri adalah sebuah lembaga keuangan yang berdiri sejak Tahun 2007 dan terfokus untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan, serta menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia ke arah yang lebih baik. Dengan nilai dasar berupa: kejujuran, kerja keras, melakukan yang terbaik, dan kepuasan pelanggan. BPR DPM Kredit Mandiri siap melayani dan memudahkan nasabah bertransaksi perbankan. PT. BPR DPM Kredit Mandiri juga menyediakan jaringan 1 Kantor Pusat Operasional, 4 Kantor Cabang dan 4 Kantor Kas yang tersebar di seluruh wilayah Bekasi, Bogor , Karawang, Citeureup dan Tangerang Selatan. Untuk pelayanan transaksi Tabungan dan Setoran Kredit, nasabah dapat melakukan transaksi diseluruh jaringan Kantor tersebut dikarenakan PT. BPR DPM Kredit Mandiri telah memiliki sistem jaringan online diseluruh Jaringan kantornya.

Gambar 1.2 Website BPR DPM Kredit Mandiri

(3)

( Sumber: www.dpmkm.com)

Gambar 1.3 Kalender BPR DPM Kredit Mandiri

(Sumber:Devina Ciputra)

Gambar 1.4 Banner BPR DPM Kredit Mandiri

(4)

(Sumber: Devina Ciputra)

Gambar 1.5 Flyer BPR DPM Kredit Mandiri

( Sumber: Devina Ciputra)

Gambar 1.6 Visual

Post BPR DPM Kredit

Mandiri

(5)

(Sumber: www.dpmkm.com)

Gambar 1.7 Letter Head BPR DPM Kredit Mandiri

(Sumber: Devina Ciputra)

Gambar 1.8 Stationery BPR DPM Kredit Mandiri

(6)

(Sumber: Devina Ciputra)

2.1.4 Penghargaan yang Pernah Diterima

Gambar 1.8 Piagam BPR DPM Kredit Mandiri

(7)

(Sumber: Devina Ciputra)

2.1.5 Visi dan Misi Perusahaan

• Visi : Menjadi Bank Komunitas yang dipercaya dalam kemitraan dengan masyarakat.

• Misi : Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan komunitas dengan memberikan akses keuangan yang mudah.

2.1.6 Data Perusahaan

Nama: BPR DPM Kredit Mandiri

Tipe Perusahaan: Perbankan (Micro Financing)

Alamat: Bekasi, Bandung, Bogor, Karawang, BSD, Citeureup, Lippo Cikarang Bekasi Utara, Sindangbarang, Cikampek, Cibucil

2.1.7 Target Market 2.1.7.1 Geografis

Umum: Jabodetabek

Khusus: Masyarakat kota bekasi dan Tambun

2.1.7.2 Demografis Umur: 30-40

Jenis Kelamin: Laki-laki & Perempuan Kelas Sosial: C, B & A

2.1.7.3 Psikografis

• Pekerja Keras

(8)

• Wiraswasta

• Pedagang Kecil

2.1.8 Kompetitor / Pembanding

• BPR Intidana

Dalam rangka mendorong laju perkembangan usaha sektor UMKM serta sejalan dengan program Bank BPR Intidana Kredit Mikro dalam percepatan peningkatan kredit produktif, maka Bank BPR Intidana Kredit Mikro telah memberikan dukungannya melalui pemberian kredit kepada pelaku usaha UMKM, sebagaimana telah berjalan saat ini. Namun dalam rangka mengembangkan program pemberian kredit kepada sektor usaha riil tersebut, dimana perkembangan usahanya dimulai dari sektor usaha Mikro, yang diharapkan akan berkembang menjadi sektor usaha Kecil dan Menengah, maka Bank BPR Intidana Kredit Mikro bermaksud mengembangkan produk pemberian kredit kepada pelaku usaha Mikro melalui fasilitas pemberian kredit dengan persyaratan yang dapat terjangkau oleh pelaku Usaha Mikro.

Sasaran Bank BPR Intidana Kredit Mikro adalah segmen pasar kredit skala mikro yang masih memiliki potensi untuk dibiayai dengan kredit, seperti perorangan yang memiliki usaha didalam Sektor Ekonomi produktif.

Gambar 1.9 Logo BPR Intidana

( Sumber: www.intidana.com )

• BPR Sarana Utama Multidana

Visi dari Bank Perkreditan Rakyat yang terpercaya dan diakui kepeduliannya dalam membina usaha kecil dan mikro.

Misi BPR Sarana Utama Multidana akan senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan

(9)

terus berkembang bersama masyarakat dengan: Menyediakan dan memberikan pelayanan keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya golongan ekonomi lemah. Membangun kepercayaan masyarakat dengan pengelolaan bank yang prudent.

Menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman.

Gambar 2.0 BPR Sarana Utama Multidana

( Sumber: www.SUM.co.id )

2.2 Tinjauan Khusus

2.2.1 SWOT BPR DPM Kredit Mandiri Strength:

- Proses peminjaman yang berlangsung secara kekeluargaan.

- Proses pencairan dana yang cepat (2-3 hari).

- Teller dan Marketing yang ramah dan informatif.

- NPL ( Non Performing Loan) di bawah 5%.

- Sering masuk di dalam majalah Kontan & Infobank.

Weakness:

- Belum ada fasilitas ATM

- Tidak adanya konsistensi dalam penerapan logo.

- Belum tercerminnya citra kekeluargaan dan kejujuran pada logo BPR DPM Kredit Mandiri.

(10)

Opportunity:

- Pembukaan cabang baru sehingga memperluas jaringan dan menyatukan area jabodetabek.

- Pertumbuhan asset di atas 25% per tahun yang tergolong baik.

- Salah satu BPR yang sudah diakui dan mempunyai nama.

Threat:

- BPR dengan aset yang sama tapi memiliki fasilitas ATM.

- Identitas Visual yang kurang merepresentasikan BPR DPM Kredit Mandiri.

- Masih belum terlalu dikenal oleh masyarakat.

- Adanya ‘musim’ dimana peminjam terhambat dalam pembayaran kredit.

2.3 Tinjauan Teori 2.3.1 Teori Branding:

Amelia E.Maulana (2012 : 84) mengatakan bahwa suatu Brand yang sukses dapat diterima serta dinikmati dan menjadi teman baik oleh konsumennya. Prestasi brand tidak cukup diukur dari banyaknya brand itu dikenal dan banyaknya suatu pembeli.

Kesuksesan meraih jumlah konsumen dalam tahap menghitung jumlah konsumen baru menggambarkan kesuksesan transaksional, bukan relasional. Karena pada saat transaksi, yang terjadi adalah proses menjadikan konsumen menjadi teman.

Sedangkan menurut Alina Wheeler (2012:34-36) suatu Brand akan menjadi ideal dan efektif apabila memiliki faktor-faktor di bawah ini:

• Konsisten dan memberi image yang jelas dari sebuah perusahaan.

• Dapat memperlihatkan visi dan misi yang jelas dari perusahaan tersebut.

• Memiliki pembeda dan keunikan dibandingkan brand yang lain.

• Mudah dikenali dan memiliki arti yang tegas.

• Mampu bertahan di lingkungan yang selalu mengalami perubahan.

• Dapat mengekspresikan keunikan, kelebihan, visi derta tujuan dari perusahaan itu sendiri.

Pada kasus BPR DPM Kredit Mandiri ini, usaha untuk membangun citra perusahaan dilakukan dengan cara menampilkan keunikan dan sisi positifnya yaitu BPR yang ada untuk perubahan

(11)

yang lebih baik. Melalui identitas visual yang baru, diharapkan masyarakat dapat lebih percaya dan memilih BPR Kedit mandiri dibandingkan kompetitornya.

2.3.2 Teori Logo:

Noreen Morioka and Terry Stone Sean Adams (2004:12) mengatakan bahwa logo dapat dikatakan sukses jika logo tersebut dapat dibedakan dengan perusahaan lainnya, serta mampu mengkomunikasikan cerita dengan sejarah, kualitas, dan produk yang ditawarkan dengan jelas.

Menurut Millton Glaser (2005:27) logo adalah ‘kulit paling luar’ dari sebuah brand.

Sebuah logo dibangun dari 3 hal yang saling berhubungan dan berurutan, yaitu:

• Bentuk : Otak manusia cenderung jika melihat sesatu berdasarkan bentuknya.

•Warna : Penggunaan warna dapat memicu suatu emosi untuk menimbulkan perbedaan dari logo lain.

• Isi : Hal terakhir untuk menyempurnakan logo adalah isi, biasanya inisial atau nama dari brand itu sendiri.

Berangkat dari teori Alina Wheeler, Bentuk dan warna BPR Kredit Mandiri yang baru nanti, berasal dari gabungan elemen-elemen yang mewakili sisi positifnya, sehingga menghasilkan suatu bentuk yang baru.

Sedangkan berdasarkan dari teori Milton Glaser, Logo baru dari BPR Kredit Mandiri nanti terdiri dari logogram dan Logotype. Bentuk visual dari logogram merupakan bentuk simple yang berasal dari penggabungan bentuk matahari, manusia, dinamis & transparan. Warna kuning dan orange Logo berasal dari warna Matahari yang memberi kesan hangat, dan Isi dari Logotype adalah nama dari BPR Kredit Mandiri itu sendiri. Diharapkan Logo baru nanti dapat menjadi pembeda dibandingkan perusahaan lain.

2.3.3 Teori Tipografi

Menurut Danton Sihombing (2001:16) mengatakan bahwa typography identity terbagi menjadi 2 macam, yaitu logo (letter marks) dan tipografi yang digunakan dalam media-media aplikasi logo (corporate typeface/corporate typography). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, sehingga karakteristik huruf yang dipakai keduanya pun berbeda. Contohnya saja jika

(12)

sebuah logo menggunakan font Times New Roman, bukan berarti corporate typefacenya juga harus menggunakan Times New Roman.

Menurut Danton Sihombing (2001:18) Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sebuat tipografi, yaitu:

• Legibility : Huruf yang dipilih jelas bentuknya.

• Clarity : Huruf harus memperlihatkan kejelasan.

• Readibility : Huruf mudah dibaca.

• Visibility : Huruf mudah dilihat.

Marvin Bryan (1997:22) Penggunaan jenis typeface yang dipilih menimbulkan nilai estetika dan atmosfir yang berbeda-beda sebagai efek dari bentuk huruf yang bervariasi dan unik.

Sebagai contoh, adalah pemilihan typefaces untuk signage seperti billboard, banner, dan lain- lain. Pada sebuah billboard/papan iklan, tentunya kita menginginkan pesan yang ingin kita sampaikan dapat disampaikan dengan baik dengan ’kesan’ yang tepat. Maka pemilihan typeface untuk text iklan tersebut sebagai display sangat menentukan apakah kesan yang sampai ke pembaca sesuai yang kita inginkan atau tidak.

Marvin Bryan (1997:20) Penggunaan jenis typeface juga menentukan apakah kata atau kalimat yang tertera pada sebuah sign dapat dibaca atau tidak, oleh karena itu selain mempertimbangkan ukuran yang cukup dan alasan estetika yang muncul dari penggunaan typeface tersebut, penggunaan jenis typeface yang mudah dibaca atau lebih umum dan dijumpai orang lain lebih sering digunakan. Namun tentunya akan lebih baik dan memungkinkan bagi kita untuk membuat suatu karya atau signage yang bertujuan memberi informasi ke orang lain dengan typeface yang artistik dan readable, agar tidak mengurangi keefektifan dari sign itu sendiri

BPR Kredit Mandiri ini, menggunakan typeface Lato Family yang memenuhi kriteria pemilihan tipografi yang baik dari Danton Sihombing,. Saya menggunakannya karena terkesan stabil, perpotongan hurufnya yang tidak terlalu kaku, dan mudah dibaca.

(13)

2.3.4 Teori Warna

Warna meningkatkan brand recognition sebanyak 80%, menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Loyola, Chicago, Amerika. Karena itu warna yang tepat merupakan proses yang sangat penting dalam mendesain identitas visual. Untuk itu dibutuhkan riset yang mendalam menyangkut beberapa bidang, antara lain psikologi, budaya dan komunikasi.

Surianto Rustan (2010 : 24 ) Umumnya ada dua macam warna pada identitas visual, yaitu warna pada logo dan warna untuk corporate color / warna perusahaan. Adakalanya corporate color yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi desain menggunakan warna yang sama pada logo, namun ada juga yang memperluas jangkauan area warnanya.

Craig M Berger (2005 : 41) Elemen warna sangat berperan penting terhadap keberhasilan dan 
kemudahan sebuah sign dapat disadari keberadaannya atau tidak. Warna dapat diterapkan pada setiap elemen sign yang lain, seperti pada teks, simbol, dan background dari sign tersebut.
Penggunaan warna dalam suatu sign juga harus 
dipertimbangkan keefektifitasannya dalam hal pemilihan jenis warna. 
Salah satu aspek yang harus diperhatikan
dalam penggunaan warna untuk teks, symbol,
dan background dari suatu sign adalah kadar
kekontrastan yang cukup dari tiap-tiap elemen.
Pengggunaan warna yang cukup kontras adalah
cara yang paling sederhana dan efektif yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan Legibilitas
Sign. Penggunaan kontras
dalam menentukan pemilihan warna juga
berkaitan dengan cacat visual yang diderita
orang-orang tertentu. Ini dilakukan agar bagian-
bagian paling penting dalam sign tersebut tetap dapat terlihat dengan mudah dan menarik perhatian, sehingga berpengaruh juga ke legibilitas sign.

Pada kasus BPR Kredit Mandiri ini warna yang digunakan adalah warna - warna gradasi. Warna ini dipilih untuk mewakili perubahan, harapan, dan menuju kearah yang lebih baik. Gradasi merah melambangkan keberanian dan kekuatan untuk suatu perubahan, sedangkan gradasi kuning mewakili warna hangatnya matahari dan harapan.

2.3.5 Teori Layout

Menurut Surianto Rustan (2008: 31), prinsip-prinsip layout dapat dianalogikan sebagai suatu formula untuk membuat suatu layout yang baik. Formula ini akan bekerja dan memberikan

(14)

hasil yang maksimal bila diterapkan dengan seksama ditambah latihan dan eksplorasi terus menerus. Tujuan utama dalam melayout adalah memperlihatkan elemen-elemen dari teks dan gambar agar terlihat komunikatif dan mempermudah pembaca mengerti informsasi yang ditampilkan.

Prinsip-prinsip dalam melayout:

• Sequence:

Sequence merukapakan urutan perhatian, maksudnya adalah mengurutkan prioritas yang harus dibaca pertama sampai ke terakhir. Dengan mengaplikasikan sequence pembaca mengurutkan pandangan matanya sesuai dengan yang kita inginkan.

• Balance:

Balance merupakan pembagian berat yang merata pada suatu bidang layout. Pembagian yang merata bukan berarti bidang harus dipenuhi dengan layout, tetapi lebih pada menghasilkan kesan seimbang dengan menggunakan elemen-elemen yang dibutuhkan.

Tidak hanya pengaturan letak, tetapi juga ukuran, arah, warna dan atribut-atribut lainnya.

Gambar

Gambar  di  atas  merupakan  tampilan  logo  BPR  DPM  Kredit  Mandiri.  Logo  ini  menggunakan  typeface  Serif  Constantia  berwarna  kuning  dan  putih,  dan  terdapat  logogram  berbentuk  tangan  dan  koin  emas
Gambar 1.3 Kalender BPR DPM Kredit Mandiri
Gambar 1.5 Flyer BPR DPM Kredit Mandiri
Gambar 1.7 Letter Head BPR DPM Kredit Mandiri

Referensi

Dokumen terkait

'elaporan mengenai populasi, produksi dan distribusi bibit dan atau  benih ayam ras meliputi jumlah populasi bibit ayam ras baik yang sedang  berproduksi maupun yang belum

Trenda dan Isu Pendidikan Matematik Pengajaran Matematik dan Sains dalam Bahasa Inggeris Matematik di Sekolah Bestari TMK dalam Pendidikan Matematik Kurikulum Standard

Selain itu, Kepala sekolah selaku pimpinan harus dapat menjalankan tugasnya dalam menjalankan kepemimpinan-nya, memberikan layanan, memenuhi kebutuhan sarana

Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan peneliti diketahui bahwa tersedianya layanan jasa yang bergerak dalam instalasi sistem operasi yang illegal,

PELAPISAN MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM SEBAGAI PENYERAP MOLIBDENUM UNTUK PREPARASI GENERATOR 99 Mo/ 99m Tc.RadioisotopTeknesium-99m ( 99m Tc) merupakan anak luruh dari

Keberhasilan Badan Usaha dalam meningkatkan keuntungan dan pengembangan pasar dapat dihasilkan dengan menerapkan dan memelihara suatu sistem manajemen mutu yang dirancang untuk

[r]