UJI PENDAHULUAN HIBRIDA JAGUNG HASIL PERSILANGAN
GALUR MUTAN M5 DI DESA KANDANG LIMUN BENGKULU
LAPORAN PENELITIAN MANDIRI
Dr. Ir. RUSTIKAWATI, MSi
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
DESEMBER 2010
1. Judul Penelitian : 2.
Peneliti
: a. Nama Lengkapb.
Jenis Kelaminc.
NIPd.
Jabatan Fungsionae.
Jabatan Strukturalf.
Bidang Ktahlian g. Fakultas/Jurusan h. Perguruan Tinggi3. Pendanaan dan Jangka Waktu penelitian a. Jangka waktu penelitian
b.
BiayaHALAMAN
PENGESAHAN
UJI PENDAHULUAN HIBRIDA JACUNC HASIL
PERSILANGAN GALUR MUTAN
M5
DI DESAKANDANG LIMUN BENGKULU Dr. Ir. Rustikar.vati. MSi.
P
r9650508 199001 2 001
[-ektor
Pemul iaan'fanaman/ Bioteknologi Fakultas Peftanian/ Budidaya pertanian Universitas Bengkulu Mengetahui,
:
4 (empat) bulan:
Rp 15 000 000,-UNIB Kepala Lem .Drs. t , M. I-lum Bengkulu, 20 Desernber 201 0 Dr. [r. Rustikawati, MSi NIP: 19650101 199001 2 001 UNIB Ketua Peneliti-T@'
10198603t003 I i, a,*Y .-r\:Pl'-sul
NIP:,l95Blil2
986031 002,4is
/, . '- C. , .'. o,-:- tt /'"(=
'--.-_\\i.
M.Sc.RINGKASAN
UJI
PENDAHULUAN
HIBRIDAMUTAN
M5
DI DESA KANDANG LIMIJN IIENGKULUJAGUNG
HASTI- PERSTLANGAN G.lI- (Rustikawari"33
haiarnarI- TPerakitan hibrida dari plasma nutfah
lokal
akhir-akhirini
banyak dilakukan
'
sebagai alternatif terhadap benih impor yangmahal.
Taufik etal.
(2009)berhasij
mendapatkan hibrida doble cross yang potensial untuk lahan marginal dengan produksr
5'07
ton/ha'
Produksi tersebut lebih tinggi dari hibrida komersialprima-l
dan
DK-j
pada lahan ultisol yang masing-masing 3.7 ton/ha dan
4-41ton/ha.
potensi tersebutmasih bisa ditingkatkan
jika
diperoleh tetua hibrida galur murni dengan.iarakgenetik
yang jauh dan memiliki etbk heterosis tinggi
Pada tanaman jagung, pembentukan galur dengan jarak genetik yang jauh
sanga: diperlukan
agar
diperolehhybrid
vigor tinggi
pada persilangannya. Rangkaian penelitian untuk pembentukan galur jagung yang adaptif terhadaptanah masam telah
dilakukan peneliti hingga silang dalam generasi
ke5.
peningkatan keragaman padagenerasi awal dilakukan dengan radiasi sinar gamma terhadap
biji plasma nutfah dengan dosis
275
Gy'
oleh
karenaitu
hasil penggaluran selanjutnya disebut\15
(mur.a-r-lgenerasi
ke5)'
Persilangan antar galurM5
diperoleh hibrida-hibrida vans pe:.lu diu.::
daya adaptasi dan produksinya pada tanah
masam.
penelitianini
berrujuar,-.rrr,j..
membandingkan keragaan 25 hibrida dari persilangan
galur-galur M5 pada tana1. pl.:.r:
Penelitian dilakukan pada tanah PMK di Desa Kandang Limun Kecamara;
\1
,:.
Bangkahulu Bengkulu mulai ulan September sampai Desember2010.
Hibr.jc: ."=--:dievaluasi meliputi 25 persilangan galur koleksi yang
terseleksi untuk
keter::-r::-terhadap kemasaman. Penanaman dilakukan dalam baris dengan
jarak
u:..::
::-:-tanaman dalam baris 25 cm dan antar baris 75 cm. Pupuk dasar yang diberi..:::
=:-:-urea 100 kgha-
KCI
100 kg/tradanTSP 100 kg/ha. Pemupukan ureadiumbn:,:j;
-=pada ur,rur
I
b,ulan setelah tanam sebanyak 100 kg/ha bersamaan denean!e:.:_::,_:.::
!--.-E.a-i.* .-_ \ .-_ .
Pengamatan dilakukan terhadap 2a
bnaman sampel pada karakter vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun
dan diameter batang dan karakter generatif yang meliputi umur bunga betina muncul, umur bunga jantan
muncul, jumlah bunga betina dan jumlah tongkol
tiap ranaman.
untuk menentukan persilangan terbaik berdasarkan beberapa karakter
digunakan metode indeks seleksi- Karakter
yang
dilibatkan dalamindek
seleksi ditentukan berdasarkan nilai ekonomi sesuai dengantujuan pemuliaan (Banziger et a1.,2000)
I:W1X1 + WzXz + W:Xt + ...+ WpXp
Keterangan:
I:
indeks seleksi,w:
bobot ekonomismasing-masing karakter, dan
X:
rata-rata yang telah distandarisasi,l,
2,3,
...,p:
karakter yang dilibatkan dalam indeks' Karakter yang terstandarisasi didefinisikan rnempunyai
rata-rata 0 dan ragam
l.
Hasil
penelitian
menunjukkanbahwa
berdasarkan pengamatanterhadap
pertumbuhan vegetatif dan generatif pada beberapa karakter
penting,
Hl
I
paling superior dibandingkan seluruh hibrida yangdiuji.
Namun setelah diakumulasi dengan parameter produksi dengan pembobotan,nilai
indeks seleksi yang tingg
i
adalah 1124,Hl9,
Hl
l,
H9 dan H2 dengan nilai indeks berturut-turut
29.g0,21,29,30,50, 22,63, dan 25,90.DAFTAR ISI RINGKASAN
"""""
... i DAFTAR ISI... ...-... lv DAFTARTABEL
... v DAFTARGAMBAR
...vi BABI.
PENDAHULUAN
... IBAB
II.
TUJUAN DAN MANFAATPENEL,I'|IAN
...3
2.1.
rujuanKhusus
...3
2-2. Urgensi
Penelitian...-:....
...-...3
BAB
III.
KAJIANPUSTAKA...
...6
3.1.
Mutasi dalam pemuliaanTanaman
...--...6
3.2.
Keragaman dan Seleksi ranaman ke arah Ketenggangan.terhadap KeracunanAluminium
...-g
3.3.
Efek Iradiasi SinarGamma
...9BAB
IV.
METODEPENELITIAN
...12
BAB
V.
HASIL DANPEMBAHASAN...
...14
5.1. Pertumbuhan Vegetatif
Tanaman.
...-..145.2. Pertumbuhan Generatif
Tanaman....
....-...17 5.3. Komponen produksi Tanarnan
...
...--. 19
5.4. Seleksi
lndeks
...21
BAB
VI.
KESIMPULAN DANSARAN
...256.1.
Kesimpulan...
..._25 6.2. Saran 25
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I.
PENDAHULUANPerkembangan produksi
jagung
di
Indonesia selamalima
tahun
terakhirmengalami peningkatan yang cukup berarti. Produksi jagung
nasional tahun 200g
sebesar l6,32juta ton pipilan
kering.
Pada tahun 2oog, produksi naikmenj adi 17.66
juta
ton (BPS, 2010)- Kenaikan produksi jagung terutama disebabkanoleh kenaikan produktivitas dengan adanya perubahan varietas yang ditanam
petani dari varitas lokal ke varitas komposit atau hibrida. Sayannya Hampir semua hibrida yang ditanam petani berasal dari benih impor yang haranya mahal dan seringkal terbatas ketersediaannya.
Berbagai penelitian telah banyak dilakukan oleh pemulia
tanaman dalam rangka perakitan kultivar hibrida
jagung.
Taufik et al. (2009) berhasilmendapatkan hibrida doble cross yang potensial untuk lahan marginal dengan produksi
5.07 ton/ha. produksi tersebut lebih tinggi dari hibrida komersial Prima-l
dan DK-3 pada lahan ultisol yang masing-masing 3-7 tontha dan
4.41ton4ra.
Potensi tersebut masih bisa ditingkatkanjika
diperoleh tetua hibrida galur murnidengan jarak genetik yang jauh dan memiliki efek heterosis tinggi.
Mutasi induksi dengan sinar gamma merupakan salah satu alternatif untuk
meningkatkan keragaman genetik plasma
nutfah.
Para peneliti bekerjasama denganP3TIR-BATAN secara aktif melakukan pembentukan galur-galur
mutan melalui radiasi sinar gamm4 serta seleksi galur mutan yang diinginkan,
pada beberapa tanaman pangan (P3TIR
BATAN,
2000).
Komoditi tanaman panganyang sedang
diteliti
meliputi tanaman sorghum, padi, kacang merah, kedelai, dan kacang tanah.Dari hasil penelitian
ini
akandirilis
6 varietas padi yang tahan wereng coklat (biotype2
dan3) sertatahan
terhadap bercak daun,
I
varietas kacang merah tahan terhadap kekeringan danbercak cercospora' serta
3
varietas kedelai tahan terhadap lahan masam dan keracunan2
Induksi mutasi pada jagung untuk meningkatkan keragaman
genetik plasma
nutfah dalarn rangka pembentukan galur mutan jagung
telah dilakukan oleh Rustikar.r,at
et
al"
(2008)'
GenerasiMl
dimulai ciari keoambah yang tumbuhdari
be,ih
y.a,gdiradiasi telah diteliti dan diseleksi pacla tahun lgg7. ]'anarnan
Ml
bersitat heterozigot akibat gen-gen mutan yang baru, dan akan bersegregasi
menjadi fenotipe mutan dan
non-mutan pada generasi
M2.
Mutan resesif yang baru terinduksiakan terekspresi dan
dapat diamati pada generasi M2, setelah tanaman
Ml
menyerbuksendiri.
Identifikasi
dan isolasi mutan pada tanaman yang menyerbuk silang
membutuhkan kontrol polinasi pada saat pembentukan generasi
lvl2.
Generasi lanjutanyang berasal silang dalam M2
diberi istilah M3, M4 dan seterusnya (Micke dan Donini,
1993).
Potensi heterosis, yaitu hasil persilangan yang berdaya hasil melebihi
daya hasil kedua tetuanya menjadi dasar pengembangan kultivar hibrida (Fehr, lggT). penggunaan
kultivar hibrida telah terbukti dapat meningkatkan
daya hasil dari berbagai tanaman pangan' melebihi daya hasil dari kultivar tradisional
yang umumnya digunakan petani. Penelitian untuk menghasilkan kultivar hibrida dan untuk memproduksi
benih hibrida memang memerlukanbiaya yang relatif lebih
mahal, sehingga harga benih hibrida juga lebih mahal dibandingkan benih tradisional (lokal). Namun demikian dengan daya hasil
yang
jauh
lebih baik,
penggunrum benihhibrida
yang
lebih
mahal masih sangatmenguntungkan dan akan tetap menjadi pola pengembangan
benih tanaman
di
masa yang akandatang'
Selainitu,
benih hibrida memberikan insentif ekonomi kepada
produsen benih karena dapat melindungi varietas yang dikembangkan (breeder,s right).
untuk
tanaman jagung,kultivar hibrida
Fl
yang ditanampetani memiliki karakteristik daya hasil tinggi tetapi pada umumnya tidak adaptif
jika
ditanam padalahan marginal.
Hal
ini
disebabkan karenaterhadap kemasaman
tanah.
Kemungkinan pengembangannya dilakukandi
luar negeri, kondisi marginal yang adadi
Indonesia.dilakukan pada tanah
pMK
hingga dihasilkan pada akhir percobaan dapattetua hibrida tidak dirancang tenggang
lain karena sebagian besar ibrida jagung kultivar tersebut tidak adaptif terhadap Dalam penelitian
ini
pembentukan galur25
BAB
VI.
KESIMPT]LAN DAN SARAN6.1. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif pada beberapa karakter penting, H11 paling superior dibandingkan seluruh hibrida yang diuji.
Namun setelah diakumulasi dengan parameter produksi dengan pembobotan, nilai indeks seleksi yang tinggi adalah H24,
Hlg,
Hll,
H9
danH2
dengannilai
indeks berturut-turut 29,80, 27,29,30,50, 22,63, dan 25,80.6.2. Saran
Pementukan galur perlu dilanjutkan agar peluang diperoleh hibrida dengan
26
DAFTAR PUSTAKA
Ahloowalia BS, Maluszynski
and
Nichterlein.
2004. Glcbal impactof
rnutation-derived varieties. Euphyica 135: 1g7_204. Ahnstroem
G'
1977- Radiobiology-In:
Manualon Mutation Breeding,2nd.edition. Tech' Report Series No.l19. Joint FAO/IAEA. vienna: Div.
of
Atomic Energy in Food and Agriculture. pp 2l-21 p.Aisyah,
S'I'
Mutasi induksi fisik dan pengujian stabilitas mutan yang diprbanyak secaravegetatif pada anyelir (Dictnthus caryophyttzs Linn.)
Al-Safadi
B
and SimonPw,
1996. Gamma iradiation induced variation in carrots. J. Amer Soc. Hort. Sci.12l:
599_603.BPS. 2010. Statistik Indonesia. Biro pussat Statistik, Jakarta-Banziger,
M',
G.o. Edneades, D- Beck, M. Bekon. Breedingfor drought and nitrogeR stress tolerance in maize. From theory to practice. D.F
cIMMyr.
Mexico.Devine, T'
E'
1982. Genetic Fitting of Crops to Problem Soils.In.Breeding plantfor Less
Favorable Environments. christiansen, M. N. and
c.
F.kwis
(Eds). John wileyand Sons. New york. p:143-174.
Fehr,
w'R'
1987. Principle of Cultivar Development.Theory and Technique. Vol. I. MacMillan pub. Co. New york.
536p.
Foy, C' D' W. I{. Armiger, L. W. Briggle and D. A. Reid- 1g65-Differential alumunium tolerance of wheat and barley vaiieties in acid soils. Agro n- J. 57: 413417
-Gorsline, G.
W.
1968.
Major gene inheritanceof
Sr, C4 Mg,K,
p,Zn,
Cu, B,Al,
Fe and Mn concentration incorn (Zea mays L.). penn. State univ. Bull. 746.corsline, G-
w., w.
I. Thomas and D. E. Baker. Lg64. lnheritance of p, K, Mg, cu, B, Zn, Mn,Al,
and Fe concentration by corn (Zea mays L.) leaves and grain.Crop
Sci.4: 207-210.
Hallauer,
A'R'
and J.B- Miranda- 1988. Quantitative GeneticsinMaizeBreeding. (2nd ed.) Iowa State Univ. press. Iowa
Ismachin,
M'
1988.
Pemuliaan Tanaman denganMutasi Buatan. Jakarta :pusat
Aplikasi Isotop dan Radiasi- Badan Tenaga
atim
Nasional. Koonneef,1991
Kuksoca In vitro
B'
v',
Piven M, Nicolai and Gleba Yu Yuri.
1997. somaclonal variation andInduced mutagenesis in Grapevine. Plant
cell
Tiss.urJo.g
cult-
49:17-27.
Lutz,,J. A., J. R. G. W. Hawkins and C.
inbred and single crosses to certain
805.
F. Genter. 1971. Differential response of corn
Mariska' Hobir' Gati E,-Seswita. 1996.
Peningkatan Keragaman genetik tanaman nlanr
melalui kurtur karus dan radiasi.
relliruan
"phl;:t
isotop dan radiasi. BadanTenaga Atom Nasionar, Jakarrin g
-
10
{ryr.i
-iiqa,
n
hhMicke, A. and B.Donini.
1993- Induced Mutations..In. M-D. rruy*uio, N.o. Bosemark and I.
fffrH:Trft:Ji.
o'*t
Breeding" Principtes,nJ-irolp..u,
chapman and Hau.Nagatomi
s'
1996' ResentProgress on c-rop Mutation Breeding in Japan. prosiding
of
Plant Mutation Breeding s-"*inu.r. eeiing:
cil
A ^;;: sci. press. zg_37.
IP3TIR BATAN] Pusat Penelitian dan.Pengembangan
Teknologi Isotop dan Radiasi
BX9firlTi*
o.n,
{asionar. iooo.-p..r"nt"ura iutur" activities of mutation.Poehlman' J'L' 198:. Breeding Field
crops. vanNostrand Reinhold. New york.
Rustikawati'
da.n s.I- Aisyah. 200g. Induksi mutasi melalui
dasarja
ffl#tff,,T:?if*an
keragarnan populasiSoeranto,
FI.
2003. peran ipteknuklir dalam
industri pertanian. Jakarta
,
prrii,U*gTenaga Nuklir Nasional (BATAN).
pemuliaan tanaman unfuk mendukung
Teknologi Isotop dan Radiasi, Badai
.*,t*k
f;l["f"#,S,*t*1,::."10
\.9.
L._*"ntin.ree3
An rntoduction toff
fffl""Til1I;1,*T::::ltl*f
,:_"il:il'i?,ff
,rHll:1.,:":,"T;:
,Y"ill,l"
;#i';#
*:
l'::i
:
;F
rv,l
iffi;llill'
ffi
;)lo#:,:
H,[
[1,1]i;[*:]#:r"*:l^::si-E'+;,iftr,#,':',,T.fi
:#:,ff.t
l"d;"ffi
;.ffi,?H:liJF:l"ffi
'J
Hibah StrateoisNqci^-^r r ^-L- n
Hi b ah Strate gi s Nas i onar.' r
",
u"e.
i,il
il#:
fi
#],liltX;_"_lX
ll
van HartenA.M.
r99g.
Mutation B.::.dirg,Theory and practicar Aprication New
York. Cambridge University p...r.
Ut,
lll_162-wattimen4 G'A'
lg92'zatPengatur Tumbuh Tanaman. pusat antar Universitas (pAU) Bekerjasama dengan Lembiga
Sumberaayu
rnio*uiira.
r+sp.A.K. Singh, G. Srinivasan, R.p.
etween. line per se and hybrid