ANALYSIS OF THE EFFECT OF BOND RATING ANNOUNCEMENT
RETURN TO STOCK COMPANY
STOCK EXCHANGE IN INDONESIA
Fenny Ekapriyani
Undergraduate Program, Economy Faculty, 2010 Gunadarma University
http://www.gunadarma.ac.id
Keywords: Stock Return, Bond Rating
ABSTRACT
Capital market is defined as a vehicle that brings those in need of funds to parties who provide funding in accordance with rules established by the institutions related to securities. Efficient capital market is defined as the market price of securities; securities already reflect all relevant information. The sooner the new information reflected in securities prices, the more efficient the capital market. One form of information that can affect the prices of securities are debt-related announcements. Information relating to the debt one of which is the rating of debt (bond rating). The investors in their actions using the information in the form of the publication of the announcement of bond rating bond rating announcements will make an impact in the form of differences in stock returns. The aim of research to find out whether there are differences of stock returns before and after the announcement of bond rating and to find out why there are differences in the stock return. This study uses secondary data obtained from the companies listed in Indonesia Stock Exchange from 2007 to 2009 period. Sampling in this study using purposive sampling method.
The results of this study concluded that stock prices react to the announcement of bond rating that indicated by the difference in stock price, while based on the results of paired sample t test t test showed that there were no difference stock returns before and after the announcement. The cause was the announcement of bond rating is not the only factor affecting stock returns. Differences in stock returns can be affected when viewed from several factors, the dividend announcement, the stock split, stock trading volume and the liquidation of the company.
PENDAHULUAN
Pasar modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal, dimana ada pedagang, pembeli dan juga tawar menawar harga. Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga yang berkaitan dengan efek.
Pasar modal dalam arti sempit adalah suatu tempat (secara fisik) yang terorganisasi di mana tempat efek-efek diperdagangkan yang disebut bursa efek. Bursa efek (stock exchange) adalah suatu sistem yang terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek adalah setiap surat berharga (sekuritas) yang diterbitkan oleh perusahaan, misalnya surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti hutang, right issue, dan waran (warrant) (Triandaru dan Budisantoso, 2006 : 279).
Secara formal pasar modal yang efisien didefinisikan sebagai pasar yang harga sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan. Semakin cepat informasi baru tercermin pada harga sekuritas, semakin efisien pasar modal tersebut (Husnan, 2003 : 256).
Terdapat 3 macam bentuk pasar yang efisien, yaitu pasar bentuk lemah (weak form), pasar bentuk setengah kuat (semi strong form), dan pasar bentuk kuat (strong form). Pada pasar modal bentuk lemah harga pasar pada periode tertentu secara penuh merupakan refleksi dari informasi yang berasal dari harga saham pada waktu yang lalu. Pasar modal bentuk semi kuat, harga saham secara penuh merupakan gambaran dari seluruh informasi yang tersedia kepada publik termasuk harga saham masa lalu. Pasar modal bentuk kuat, harga saham merupakan gambaran dari seluruh informasi yang ada baik informasi harga saham yang lalu, informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya seperti informasi dari dalam dan informasi pribadi lainnya.
Salah satu bentuk informasi yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas adalah pengumuman yang berhubungan dengan hutang. Informasi yang berhubungan dengan hutang misalnya pemeringkatan hutang (bond rating). Harga obligasi sangat tergantung dari
perkembangan suku bunga, bila suku bunga menunjukkan kecenderungan meningkat, pemegang obligasi akan menderita kerugian (Triandaru dan Budisantoso, 2006 : 295).
Di samping menghadapi risiko perkembangan suku bunga yang sulit dipantau, pemegang obligasi juga menghadapi risiko kapabilitas (capability risk), yaitu pelunasan sebelum jatuh tempo. Obligasi perusahaan swasta (corporate bond) lebih berisiko mengalami gagal bayar (default) dibandingkan obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah (government bond). Salah satu indikator penting untuk mengetahui tingkat risiko yang dihadapi oleh perusahaan penerbit obligasi, tercermin dalam peringkat obligasinya.
Sebelum obligasi ditawarkan di pasar, terlebih dahulu dibuat peringkat (rating) oleh badan yang berwenang. Peringkat obligasi yang rendah akan mempengaruhi harga obligasi dan sangat mungkin mempengaruhi surat berharga lainnya yang dikeluarkan perusahaan.
TINJAUAN PUSTAKA
Return
Return saham adalah keuntungan yang dinikmati investor atas investasi saham yang
dilakukannya. Return tersebut memiliki dua komponen yaitu current income dan capital
gain. Current income berupa keuntungan yang diperoleh melalui pembayaran yang bersifat
periodik berupa dividen sebagai hasil kinerja fundamental perusahaan, sedangkan capital
gain berupa keuntungan yang diterima karena selisih antara harga jual dan harga beli saham.
Obligasi (Bond)
Instrumen atau surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu surat berharga yang berbentuk hutang dan surat berharga yang berbentuk kepemilikan. Obligasi merupakan bukti pengakuan hutang dari perusahaan. Instrumen ini sering disebut dengan bond (Anoraga dan Pakarti, 2006 : 66).
Bond rating
Sebelum diperdagangkan di masyarakat, obligasi harus melalui proses pemeringkatan terlebih dahulu. Pemeringkatan terhadap obligasi dinilai sangat penting karena dapat dimanfaatkan untuk memutuskan apakah obligasi tersebut layak terbit atau tidak serta mengetahui tingkat risikonya.
Pihak institusi yang memberikan evaluasi dan penilaian atas kinerja emiten tersebut biasanya disebut Lembaga Pemeringkat (Rating Company). Lembaga ini bertugas untuk melakukan evaluasi dan analisis atas kemungkinan macetnya pambayaran surat hutang. Lembaga pemeringkat internasional yang sangat terkenal diantaranya S & P (Standard &
Poor’s) Cooperation serta Moody’s Investors, sedangkan di Indonesia yaitu PEFINDO
(Pemeringkat Efek Indonesia) serta PT Kasnic Credit Rating Indonesia.
Peringkat obligasi yang dibuat oleh Standard & Poor’s dan Moody’s
Bond Quality Rating
Rating Grade Standars & Poor’s Moody’s
Highest grade AAA Aaa
High grade AA Aa
Upper Medium A A
Lower Medium BBB Baa
Marginally Speculative BB Ba
Highly Speculative B B, Caa
Default D Ca, C
Sumber : Sulistyastuti (2002 : 56)
Peringkat obligasi versi Pefindo
Rating Keterangan
idAAA Perusahaan dengan risiko investasi paling rendah, berkembang paling baik untuk membayar bunga dan pokok hutang dari seluruh kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan.
IdAA Perusahaan dengan risiko investasi sangat rendah dan berkembang sangat baik untuk membayar bunga dan pokok utang dari seluruh kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan dan tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan keadaan.
idA Perusahaan dengan risiko investasi rendah dan berkemampuan baik untuk membayar bunga dan pokok hutang dari seluruh kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan dan hanya sedikit dipengaruhi oleh perubahan keadaan yang merugikan. idBBB Perusahaan dengan risiko investasi cukup rendah dan berkemampuan baik untuk
yang diperjanjikan, meskipun kemampuannya tersebut cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan.
idBB Perusahaan yang masih berkemampuan untuk membayar bunga dan pokok hutang dan seluruh kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun risiko investasi cukup tinggi dan sangat peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan. idB Perusahaan dengan risiko investasi sangat tinggi dan berkemampuan sangat terbatas
untuk membayar bunga dan pokok hutang dari seluruh kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan.
idCCC Perusahaan yang tidak berkemampuan lagi untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya.
idD Hutang efek yang macet atau perusahaan yang sudah berhenti berusaha.
Sumber : Widoatmodjo (2005 : 120)
Klasifikasi peringkat Kasnic Credit Rating
Investment grade
AAA Perusahaan memiliki kwalitas terbaik dan sangat mampu melunasi hutangnya
AA Memiliki kemampuan untuk melunasi hutangnya dan sedikit lebih berisiko dibanding AAA
A Memiliki kemampuan untuk melunasi hutangnya namun situasi ekonomi dapat berpengaruh pada kondisi keungan perusahaan
BBB Merupakan perusahaan menengah dan memiliki risiko cukup rendah
Non investment grade
BB Cenderung mengalami perubahan dalam situasi ekonomi tetapi lebih baik dari B
B Memiliki ketidakpastian pembayaran tinggi dan memiliki risiko yang tinggi serta memiliki fundamental yang kurang bagus
CCC Memiliki ketidakpastian pembayaran sangat tinggi dan memiliki risiko sangat tinggi D Keadaan default atau gagal bayar
Sumber : Rahardjo (2004 : 107)
METODE PENELITIAN
Populasi dan Penentuan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang diperingkat hutangnya oleh PT Pefindo. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan metode purposive
sampling di mana sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel yang memenuhi
kriteria-kriteria. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah :
1. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Obligasi perusahaan periode 2007-2009.
3. Perusahaan yang mengeluarkan informasi publik berupa pengumuman bond
rating yang sebelumnya diperingkat terlebih dahulu oleh Pefindo.
Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, menggunakan data sekunder yang bersumber dari perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2007-2009 serta pengumpulan data yang diperoleh melalui website.
Hipotesis
Ho : tidak ada beda return saham sesudah dan sebelum pengumuman bond rating.
Ha : ada beda return saham ssudah dan sebelum pengumuman bond rating.
Alat Analisis yang Digunakan 1. Actual return
Besarnya return dari saham ditentukan dari besarnya return yang diharapkan.
Keterangan :
Rit : Actual return atau return yang realisasi saham i pada waktu t Pit : Harga saham i pada waktu t
Pit-1 : Harga saham i pada waktu t-1
2. Average return
Average return untuk menentukan rata-rata return sebelum dan sesudah
pengumuman dan perhitungan ini bertujuan untuk melihat perkembangan return selama beberapa periode yang telah ditentukan.
Rit = Pit - Pit-1 Pit-1 n Rit ARt = i=1
n
Keterangan :
ARt : Average return/rata-rata return pada waktu t Rit : Return saham i pada waktu t
n : Jumlah saham yang diteliti
3. Uji t Berpasangan
Uji t berpasangan (paired samples t test) digunakan untuk membandingkan selisih dua mean dari dua sampel yang berpasangan dengan asumsi data terdistribusi normal. Di mana, di = Xi – Yi i = 1, 2, 3, … n n di t = i=1 n n Sd =
(1/n-1)
(di – d) 2 i=1di = selisih pasangan data
t = d – d
0PEMBAHASAN
Penelitian ini menguji tentang perusahaan yang mengumumkan bond rating dan perhitungan untuk mencari actual return yang dilakukan pada hari -5 sampai dengan hari +5 serta perhitungan rata-rata return. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga-harga saham yang bersangkutan. Perubahan ini diukur dengan menggunakan return harian saham sebagai nilai perubahan harga.
Return Saham Periode 2007
ADHI BTEL BDMN MAYA MEGA PNBN RMBA BLTA DPNS
H-5 0.019 -0.014 0 0 -0.023 0.016 0 0 -0.074 H-4 0.045 -0.014 0 0.018 -0.035 0 -0.021 0.012 -0.023 H-3 0 0.014 0.023 -0.052 0.012 0 -0.011 -0.024 0.047 H-2 0.026 0.014 0 0.091 -0.024 0.032 0 0.013 0.111 H-1 0 0 -0.015 0.067 0.049 0.016 0.011 0.012 0 H 0.034 0.014 -0.015 0 0.023 0.016 0.032 -0.012 0.03 H+1 0.041 -0.014 0.031 0 0 0 0 0 0.049 H+2 0 0.056 0 0.063 -0.091 0.031 -0.061 0 0 H+3 -0.016 0. 027 0 -0.059 0 0.015 0.011 -0.012 0 H+4 0.088 0 0.007 0.016 0 -0.029 0 0 0.009 H+5 0.07 -0.013 0.007 0.015 0 -0.015 -0.011 -0.013 -0.037
Sumber : Data diolah, 2007
Return Saham Periode 2007 (lanjutan)
EXCL INDF ISAT KREN FREN PANS PJAA TRIM WOMF
H-5 -0.021 0.011 0.014 0.05 0.019 0.051 -0.037 0.017 0 H-4 0.032 0.006 -0.007 -0.071 -0019 0.008 0.038 0.033 0 H-3 0.010 -0.023 0.007 0.010 -0.019 -0.024 0 0.032 0 H-2 -0.010 -0.018 -0.007 0.005 0.038 -0.008 0.022 0.078 0.051 H-1 0.010 0.006 0.007 0 -0.019 0.008 -0.015 -0.029 -0.029 H 0.031 -0.006 -0.021 -0.015 -0.019 0.008 -0.007 -0.059 0 H+1 0.010 -0.366 -0.022 0.010 0.019 0 0 -0.016 0.04 H+2 0.02 -0.373 0 -0.010 -0.019 -0.008 -0.015 0.016 0 H+3 0 0.006 0.007 0.010 0 -0.008 0 0 -0.019 H+4 0 0 -0.029 0.005 0.019 -0.008 -0.030 -0.016 0.019 H+5 -0.011 0.053 0.015 0 0 0 0 0 -0.038
Return Saham Periode 2008
APOL ELTY NISP PNBN ISAT LTLS MYOR SMRA
H-5 -0.033 -0.016 0 0.032 -0.014 -0.037 0.014 -0.019 H-4 0.017 -0.016 0 -0.031 -0.007 -0.013 -0.021 0.098 H-3 0.034 0.033 0.011 -0.048 0.015 0.038 0.022 -0.018 H-2 -0.033 0 -0.297 0 -0.007 -0.012 -0.029 -0.019 H-1 -0.017 -0.08 0.406 0.017 -0.022 -0.013 0.015 0 H 0 0 -0.3 0 -0.044 0.013 -0.036 -0.019 H+1 -0.052 0 0.413 0.016 0 0 0.015 0.019 H+2 -0.018 -0.069 -0.292 0 -0.031 -0.013 -0.007 -0.019 H+3 0 -0.037 0.413 0 0.032 0.013 0 -0.019 H+4 -0.019 -0.077 -0.292 0 0 0.05 -0.037 0.019 H+5 0 0.073 0.429 0 0.031 0 0.047 0.019
Sumber : Data diolah, 2008
Return Saham Periode 2009
ADMF BMRI PNBN BBRI BTPN BLTA INDF ISAT MPPA MAPI
H-5 -0.006 -0.005 0 -0.006 0 0.057 -0.010 0.005 0 0 H-4 -0.018 -0.005 0.024 -0.026 0.023 0 -0.021 0.027 0 0 H-3 0.025 0.005 0.012 0.007 -0.022 -0.043 -0.037 -0.005 0.018 0 H-2 0 -0.005 -0.012 -0.013 0.068 -0.068 -0.016 0.005 0 -0.016 H-1 0.012 0.022 0.012 -0.02 0.028 -0.012 0.011 -0.02 0.018 0 H 0 0 0 0.014 0.007 0 -0.022 -0.010 -0.034 0.032 H+1 -0.048 -0.011 0 0 -0.034 0.012 0 0.010 0 -0.047 H+2 -0.013 -0.011 -0.012 0.027 -0.014 0.061 -0.022 -0.010 0 0.033 H+3 0.383 0.005 0 -0.013 0.007 -0.046 -0.058 0.015 0 -0.016 H+4 -0.012 -0.005 -0.012 0.007 0.004 0 0.104 -0.015 0.036 0.016 H+5 -0.013 0.005 0 0.02 -0.014 0.012 0.039 0 -0.034 -0.016
Average Return Periode 2007-2008 Periode H-5 H+5 2007 ADHI 0.018 0.024 BTEL 0.00008 0.011 BDMN 0.002 0.009 MAYA 0.025 0.007 MEGA -0.004 -0.018 PNBN 0.013 0.0002 RMBA -0.004 -0.012 BLTA 0.003 -0.005 DPNS 0.012 0.004 EXCL 0.004 0.00007 INDF -0.003 -0.136 ISAT 0.003 -0.006 KREN -0.001 0.003 FREN 0.0003 0.004 PANS 0.007 -0.005 PJAA 0.002 -0.009 TRIM 0.026 -0.003 WOMF 0.004 0.0004 2008 APOL 0.006 -0.018 ELTY -0.157 -0.022 NISP 0.024 0.134 PNBN -0.006 0.003 ISAT -0.007 0.006 LTLS -0.007 0.05 MYOR 0.0002 0.003 SMRA 0.009 0.004 2009 ADMF 0.003 -0.009 BMRI 0.002 -0.003 PNBN 0.002 -0.005 BBRI -0.012 0.008 BTPN 0.019 -0.004 BLTA -0.013 0.008 INDF -0.015 0.013 ISAT 0.002 0.00007 MPPA 0.007 0.0002 MAPI -0.032 -0.006
1. Hipotesis
Ho : tidak ada beda return saham sesudah dan sebelum pengumuman
bond rating.
Ha : ada beda return saham sesudah dan sebelum pengumuman bond
rating.
2. T hitung dari tabel sebesar -0.012 sedangkan t hitung sebesar 1.97 dengan alfa () sebesar 0.05. (Lihat lampiran)
Membandingkan t hitung dengan nilai t tabel : t tabel < t hitung < t tabel -1.97 < -0.012 < 1.97
Maka dapat diambil keputusan untuk menerima Ho. Ho diterima berarti tidak ada beda return saham sesudah dan sebelum pengumuman bond rating.
3. Probabilitas > taraf signifikan 0.991 > 0.05 terima Ho
Analisis Hasil Pengujian
Berdasarkan hasil uji beda t test menunjukkan tidak ada beda return saham sesudah dan sebelum pengumuman bond rating. Berarti tidak ada perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman bond rating sehingga tidak ada perbedaan keuntungan (return) yang diterima investor.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Murdati (Semarang, 2007), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham sebelum dan sesudah pengumuman bond rating. Sehingga dapat disimpulkan pengumuman bond
rating tidak memberikan dampak yang berarti pada return saham. Investor mengabaikan
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Pair 1
sebelum -
informasi bond rating dalam melaksanakan aktivitas perdagangan saham, karena investor sudah memperkirakan hasil pengumuman bond rating dengan melihat perkembangan informasi atau peristiwa ekonomi yang terjadi. Dalam pemeringkatan hutang (bond rating) ada beberapa rasio keuangan yang mempengaruhinya, yaitu rasio solvabilitas dan rasio leverage. Selain itu, standars & poor’s juga menunjukkan bahwa variabel return on
investment (ROI) dan laba juga berperan penting dalam menentukan peringkat hutang
perusahaan.
Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian Wibowo (Yogyakarta, 2005) yang menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan return saham sebelum, pada saat dan setelah pengumuman bond rating. Hal ini disebabkan oleh karena investor tidak mengantisipasi adanya informasi baru yang diumumkan di pasar. Jadi, para investor menggangap bond rating tidak memiliki makna yang berarti dalam keputusannya untuk berinvestasi.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi return saham yaitu pengumuman dividen, adanya
stock split (pemecahan saham), volume perdagangan saham, dan likuidasi perusahaan.
Berdasarkan penelitian Almilia dan Devi (Bandung, 2007) menyatakan faktor akuntansi yang diperkirakan mempengaruhi peringkat obligasi yaitu pertumbuhan perusahaan (growth), ukuran perusahaan (size), dan likuiditas, sedangkan faktor non akuntansinya yaitu jaminan (secure), umur obligasi (maturity), dan reputasi auditor. Namun, variabel yang secara statistik mempengaruhi peringkat obligasi adalah variabel likuiditas yang diukur dengan rasio lancar (current ratio). Menurut Rahardjo (2004 : 17) perusahaan yang memiliki obligasi dengan rating bagus cenderung diminati oleh investor dibandingkan obligasi yang memiliki rating rendah. Rahardjo (2004 : 100) juga menyatakan perusahaan dengan rating tinggi tentu harga obligasinya akan lebih tinggi sehingga akan memperoleh kupon (penghasilan bunga obligasi) yang rendah. Selain itu, makin tingginya harga obligasi juga akan mengakibatkan risiko yang tinggi karena jika tingkat keuntungan tinggi akan menyebabkan pula risiko yang tinggi.
PENUTUP Kesimpulan
1. Berdasarkan uji beda paired sample t test menunjukkan tidak ada beda return saham sesudah dan sebelum pengumuman bond rating. Umumnya para investor tidak mengantisipasi informasi tersebut karena meskipun suatu obligasi telah dianalisis memiliki prospek yang baik, belum tentu dapat memberikan penghasilan paling tinggi kepada investor. Jadi, pengumuman bond rating tidak mempengaruhi
return saham dan investor pun tidak mengantisipasi hal tersebut sebagai salah satu
indikator untuk melakukan investasi.
2. Return saham adalah keuntungan yang dinikmati investor atas investasi
saham yang dilakukannya. Para investor tidak mengantisipasi adanya pengumuman
bond rating karena hal tersebut bukan satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi return saham. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi return saham yaitu
pengumuman dividen, adanya stock split (pemecahan saham), volume perdagangan saham, dan likuidasi perusahaan.
Saran
Bagi emiten/perusahaan, walaupun informasi bond rating yang diberikan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini adalah Pefindo tidak berarti dalam perubahan return saham, namun jika terjadi penurunan kinerja atau penurunan tingkat rating maka sebaiknya emiten/perusahaan harus tetap mengevaluasi kinerja yang ada dari berbagai faktor, serta agar perusahaan memiliki peringkat yang bagus (investment grade) sebaiknya perusahaan meningkatkan kemampuan solvabilitasnya yaitu kemampuan perusahaan untuk membayar semua hutangnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagi investor yang berkeinginan untuk berinvestasi dalam bentuk obligasi, sebaiknya investor melatih kemampuan untuk membaca kecenderungan suku bunga, selain itu mempertimbangkan tingkat risiko serta melihat jangka waktu jatuh tempo obligasi tersebut. Investor juga sebaiknya memilih obligasi yang likuid di mana obligasi ini yang banyak beredar di kalangan pemegang obligasi serta sering diperdagangkan di pasar obligasi.
DAFTAR PUSTAKA
Almilia, Luciana Spica dan Vieka Devi. 2007. “Faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ”. Seminar Nasional Manajemen. Bandung
Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. 2006. Pengantar Pasar Modal. Jakarta: Rineka Cipta
Bursa Efek Indonesia. 2008. Investasi di Pasar Modal. Jakarta
Husnan, Suad. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: AMP YKPN
Murdati, Prita. 2007. ”Dampak Pengumuman Bond Rating Terhadap Return Saham Di BEI”. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang
Rahardjo, Sapto. 2004. Panduan Investasi Rahardjo. Jakarta: Gremedia Pustaka Umum
Sulistyastuti, Dyah Ratih. 2002. Saham dan Obligasi. Yogyakarta: Universitas Atmajaya
Triandaru, Sigit dan Totok Budisantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Salemba Empat
Wibowo, Muhamad Tri. 2005. ”Dampak Pengumuman Bond Rating Terhadap Return Saham Pada Perusahaan yang Terdaftar Di BEJ Tahun 2001-2005”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia
Widoatmodjo, Sawidji. 2005. Cara Sehat Investasi di Pasar Modal. Jakarta: Gramedia
www.finance.yahoo.com www.ibpa.co.id
www.idx.co.id
Zuhrotun dan Zaki Baridwan. 2005. Pengaruh Pengumuman Peringkat Terhadap Kinerja Obligasi. Seminar Nasional Akuntansi. Solo