• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS PT. UNILEVER INDONESIA Tbk.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS PT. UNILEVER INDONESIA Tbk."

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN

MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR PADA

BURSA EFEK INDONESIA

(STUDI KASUS PT. UNILEVER INDONESIA Tbk.)

SKRIPSI

Oleh

IRSUL ANDRIAWAN

105720418213

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2020

(2)

ii

ANALISIS MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA

(Studi Kasus PT. Unilever Indonesia Tbk)

IRSUL ANDRIAWAN

10572 0418213

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pada Jurusan Manajemen

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR

(3)

iii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan kepada kedua orang tuaku dan saudara tercinta, sebagai rasa terimakasihku yang selalu memberikan yang terbaik

berupa doa dan nasehat untuk mencapai cita-citaku.

Terima kasih Ayah, Ibu dan saudaraku.

MOTTO

“Memulai dengan penuh keakinan,Menjalankan dengan penuh keikhlasan,Menyelesaikan dengan penuh kebahagiaan “

(4)
(5)
(6)
(7)

vii

ABSTRAK

IRSUL ANDRIAWAN, 2019. “Analisis Modal Kerja pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus PT. Unilever Indonesia Tbk)”. Skripsi ini dibimbing oleh Drs. Sultan Sarda, SE., MM (Pembimbing I) dan Muh. Nur Rasyid, SE,.MM (Pembimbing II).

Berdasarkan hasil penelitan diatas, perputaran modal yang terjadi pada PT Unilever Indonesia Tbk. pada tahun 2017 sebanyak 5.27 kali sehingga kebutuhan modal kerja pada tahun 2017 sebesar 4.453.362 dengan Total asset turn over yang terjadi di tahun 2017 sebanyak 2.23 kali dan perputaran piutang terjadi sebanyak 12.88 dan perputaran persediaan sebanyak 6.76 kali dan pada tahun 2018 kebutuhan modal kerja meningkat sebesar 5.037.499 dan total asset turn over juga meningkat dibanding pada tahun 2017 sehingga total asset turn over pada tahun 2018 terjadi sebanyak 2.27 kali dan perputaran piutang 2018 stabil di banding tahun 2018 sebanyak 12.12 kali serta perputaran persediaan meningkat di banding 2017 sehingga perputaran persediaan pada tahun 2018 6.92 kali. Ini berarti dengan meningkatnya kebutuhan modal kerja PT. Uniliever Indonesia serta total asset turn over, perputaran piutang dan persediaan yang juga meningkat dari tahun ke tahun sehingga keadaan keuangan yang terjadi pada PT. Unilever Indonesia Tbk.

.

(8)

viii

ABSTRACT

Irsul Andriawan, 2019. Analysis of Working Capital in Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (Case Study of PT. Unilever Indonesia Tbk) ". This thesis is guided by Drs. Sultan Sarda, SE., MM (Advisor I) and Muh. Nur Rasyid, SE, .MM (Advisor II).

Based on the research results above, capital turnover that occurred at PT Unilever Indonesia Tbk. in 2017 as many as 5.27 times so that the working capital needs in 2017 amounted to 4,453,362 with the total asset turnover that occurred in 2017 as much as 2.23 times and accounts receivable turnover as many as 12.88 and inventory turnover as much as 6.76 times and in 2018 working capital needs increased amounted to 5,037,499 and total asset turnover also increased compared to 2017 so that total asset turnover in 2018 occurred 2.27 times and accounts receivable turnover in 2018 was stable compared to 2018 by 12.12 times and inventory turnover increased compared to 2017 so inventory turnover in 2017 in 2018 6.92 times. This means that with the increasing need for working capital PT. Uniliever Indonesia and total assets turnover, accounts receivable turnover and inventory which also increased from year to year so that the financial situation that occurred at PT. Unilever Indonesia Tbk.

(9)

v

KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul“Analisis

Modal Kerja Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus PT. Unilever Indonesia Tbk)”.

Serta shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan terwujudnya skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis,oleh karena itu penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Ismail Rasulong, SE., MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Muh. Nur Rasyid, SE., MM selaku Ketuajurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Sultan Sarda, SE., MM selaku pebimbing I dan Bapak Muh. Nur Rasyid, SE., MM selaku pembimbing II.

(10)

vi

5. Ibu DR. HJ. Ruliaty SE., MM.selaku Pembimbing Akademik.

6. Seluruh Bapak dan ibu dosen serta staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

7. Terimakasih pula yang sebanyak-banyaknya kepada orang tua tercinta atas doa dan semangat serta dukungan yang takhenti-hentinya diberikan.

8. Serta kepadateman-teman yang juga memberikan doa dan dukungan dalam pembuatan skripsi ini.

Seperti halnya manusia yang tidak sempurna dimata manusia lain ataupun dimata Allah SWT, penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari kesalahan penulisan dan penyajiannya mengingatakan keterbatasan kemampuan yang penulis miliki, untuk itu penulis selalu mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberi manfaat untuk kita semua. Amin

Makassar ,11Januari 2020

Penulis

(11)

ix

DAFTAR ISI

SAMPUL... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN... iv

KATA PENGANTAR... v

ABSTRAK BAHASA INDONESIA ... vii

ABSRACT... viii

DAFTAR ISI... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I.PENDAHULUAN... 1

A. LatarBelakang ... 1

B. RumusanMasalah ... 3

C. TujuanPenelitian ... 3

D. ManfaatPenelitian ... 3

BAB II.TINJAUAN PUSTAKA... 4

A. Pengertian Pembelanjaan Perusahaan ... 4

(12)

x

C. Pengertian Modal Kerja ... 12

D. Jenis-Jenis Modal Kerja ... 13

E. Sumber dan Pengelolaan Modal Kerja... 16

F. Pengertian Kebutuhan Modal Kerja dan Perputaran Modal Kerja 23 G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja ... 25

H. Pengertian Manufaktur... 30

I. Jenis Manufaktur... 31

J. Penelitian Terdahulu ... 39

K. Kerangka Fikir ... 41

L. Hipotesis ... 41

BAB III METODE PENELITIAN ... 43

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 43

B. Subjek Penelitian ... 43

C. JenisdanSumber Data... 43

D. Tehnik Pengumpulan Data... 44

E. MetodeAnalisis ... 45

F. Defenisi Variabel Operasional ... 47

BAB IV GAMBARAN UMUM OBEJEK PERUSAHAAN... 48

A. Sejarah singkat perusahaan ... 48

(13)

xi

C. Struktur Organisasi ... 58

D. Analisis Laporan Keuangan ... 58

E. Pembahasan... 72 BAB V PENUTUP... 74 A. Kesimpulan ... 74 B. Saran... 74 DAFTAR PUSTAKA ... 76 LAMPIRAN... 77

(14)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Penelitian terdahulu ... 39

Tabel 2 Definisi Oprasional... 47

Tabel A.1 Perkembangan Laporan keuangan ... 59

Tabel A.2 Asset turn over ... 63

Tabel A.3 Pengumpulan aset ... 64

Tabel A.4 Perputaran piutang... 65

Tabel A.5 Pengumpulan perputaran piutang ... 66

Tabel A.6 Perputaran persediaan... 67

(15)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Bagan kerangka fikir ... 39 Gambar 2 Struktur Organisasi ... 47

(16)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Neraca konsolidasi 2017... 74

Lampiran 2 Neraca konsolidasi 2018... 76

Lampiran 3 Neraca konsolidasi 2017... 78

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Dunia usaha pada umumnya di butuhkan modal yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan modal kerja, maupun dalam bentuk lain baik yang berasal dari luar maupun yang berasal dari perusahaan itu sendiri untuk membelanjai operasi perusahaan.

Untuk mencapai tujuan perusahaan diperlukan fungsi-fungsi manajemen yang baik dengan melalui pendayagunaan faktor-faktor produksi secara efisien dan efektif serta menetapkan kebijaksanaan yang kondusif. Sebagaimana di ketahui bahwa dalam dunia usaha menginginkan tujuan tercapai sekurang-kurangnya kontinuitas perusahaan dapat dipertahankan, akan tetapi kenyataannya banyak dijumpai perusahaan yang tidak dapat berkembang karena ketidak mampuan didalam menghadapi persaingan. Kegagalan ini tentunya tidak diinginkan oleh manajemen perusahaan namun kenyataannya ini tetap terjadi.

Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan ditentukan oleh keberhasilan pengelolaan dan koordinasi. Seluruh kegiatan perusahaan dan fungsi yang ada dalam perusahaan tidak dapat di pisah antara satu dengan yang lain, karena semuanya merupakan suatu sistem.

Secara umum hamper samua perusahaan menghadapi masalah dalam usaha memajukan atau mengembangkan usahanya. Perusahaan sebagai suatu organisasi harus mengadakan pengelolaan dan koordinasi yang baik terhadap semua kegiatan dan fungsi yang ada dalam perusahaan itu, di mana fungsi yang dimaksudkan itu

(18)

meliputi fungsi keuangan, fungsi produksi, fungsi pemasaran dan fungsi administrasi.

Untuk itu perusahaan harus selalu berusaha dalam menyiapkan sumber dana. Suatu perusahaan dikatakan mempunyai keseimbangan finansial apabila perusahaan tersebut tidak mengalami gangguan keuangan selama menjalankan operasinya. Terciptanya keadaan seperti itu, karena adanya keseimbangan antara dana yang tersedia dengan dana yang dibutuhkan. Sebaliknya apabila terjadi pembelajaran yang tidak seimbang maka situasi seperti ini akan mengganggu kegiatan jalanya operasi perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, jika terjadi kekurangan modal kerja maka dapat mengakibatkan hambatan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Penulisan ini yang menjadi titik tolak perhatian peneliti yakni perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia(studi kasus PT. Unilever Indonesia Tbk. Perusahaan ini memerlukan kebutuhan dalam bentuk modal. Untuk memenuhi maka diperlukan adanya dana sebagai penggerak dalam kegiatan operasional baik yang sedang dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah mengenai modal kerja, hal ini sangat penting diketahui oleh perusahaan untuk mengetahui perencanaan sumber dan penggunaan modal kerja yang tepat dalam pengeluaran dana perusahaan agar tidak terjadi ketimpangan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis memilih judul penelitian ini sebagai berikut: “Analisis Modal Kerja perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia(studi kasus PT. Unilver Indonesia Tbk. )

(19)

Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana Efektivitas pengelolaan Modal kerja Pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia (studi kasus PT. Unilever Indonesia Tbk. )

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui evektivitas pengelolaan modal kerja yang digunakan pada perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk.

D. Manfaat Penelitian

1. Untuk mengetahui bagaimana efektifitas penggunaan modal kerja. 2. Untuk mengetahui sumber dan penggunaan modal kerja.

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Pembelajaran Perusahaan

Beberapa literature, istilah pembelanjaan permodalan, finansial dan keuangan perusahaan seringkali digunakan untuk menunjuk kepada suatu hal yang sama dalam literature asing dikenal dengan istilah financial management ataupun manangerial finance.

Pembelajaan perusahaan tidak dapat di pisahkan dari ilmu ekonomi, dan dapat dikatakan bahwa pembelanjaan perusahaan adalah merupakan penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam mengelolah (to manage) keputusan-keputusan yang menyangkut masalah finansial.

Hubungan dengan akuntansi, maka keputusan-keputusan yang di ambil oleh manajer keuangan perusahaan didasarkan atas data finansial yang disajikan oleh bagian akuntansi perusahaan dengan menggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah diterima secara umum.

Kemudian selanjutnya pelatihan lebih besar diberikan kepada masalah penggunaan dana (use of funds), dan salah satu perkembangan pada permulaan tahun Sembilan belas lima puluh ialah adanya analisa secara sistimatis dari internal management di dalam perusahaan dengan fokus pada aliran dana (flows of funds) di dalam struktur perusahaan. Karena prosedur untuk menggunakan pengawasan finansial di dalam proses internal management telah berkembang, maka fungsi pembelanjaan menjadi bagian yang makin penting dalam managemen umum perusahaan di waktu yang lalu, financial officer hanya berurusan dengan masalah

(21)

berapa besarnya dana yang diperlukan oleh perusahaan dan kemudian dialah yang bertanggung jawab untuk mendapatkan dana tersebut.

Sistem yang baru tersebut financial manager dihadapkan kepada persoalan-persoalan fundamental mengenai operasionalnya perusahaan, yaitu :

1. Berapa besarnya perusahaan yang seharusnya, dan beberapa kecepatan pertumbuhan yang seharusnya.

2. Dalam bentuk aktiva harus di pertahankan oleh perusahaan 3. Bagaimana komposisi hutang-hutang yang seharusnya.

Sesuai dengan perkembangan fungsi pembelanjaan perusahaan, pengertian pembelanjaanpun mengalami perkembangan, mulai dari pengertian pembelanjan yang hanya mengutamakan mendapatkan dana sampai kepada penggunaan dana.

Untuk dapat menjalankan perusaan membutuhkan dana. Dana yang diperoleh dari pemilik perusahaan maupun dari utang. Dana yang diterima oleh perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap untuk memproduksi barang atau jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan, untuk piutang dagang, untuk mengadakan persedian kas dan membeli surat berharga yang sering disebut efek atau sekuritas baik untuk kepentingan transaksi maupun untuk menjaga likuiditas perusahaan.

Untuk dapat melakukan bisnis setiap perusahaan selalu memerlukan aktiva riil (technical expertise), merek dagang (trade-mark) dan patent. Untuk memperoleh aktiva rill tersebut, perusahaan harus mencari uang untuk membayarnya antara lain dengan cara menjual saham, obligasi bagi perusahaan. Sekuritas tersebut yang berupa sepotong kertas itu disebut aktiva keuangan (financial assets). Kertas-kertas yang merupakan aktiva keuangan itu mempunyai nilai sehingga dapat diperjual

(22)

belikan karena kertas-kertas tersebut mempunyai tuntutan atau hak (claims) atas aktiva rill dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut.

Dilihat dari suatu saat tertentu, kelompok dana yang ada dalam perusahaan bersifat statis, yang mencerminkan keadaan pada suatu saat, yaitu yang tercermin pada jumlah aktiva lancar dan jumlah sumber dana jangka panjang yang digunakan untuk membelanjai atau menandai aktiva tersebut pada saat tertentu. Dilihat dari suatu periode tertentu, misalnya satu tahun, maka selama suatu periode tersebut, yaitu permulaan tahun sampai dengan akhir tahun, kumpulan dan yang ada dalam perusahaan itu selalu berubah dan perubahan-perubahan jumlah dana yang terjadi selama periode tersebut dikenal sebagian dana. Manajer keuangan suatu perusahaan bertugas untuk mengelola aliran dana tersebut sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dimaksudkan dengan manajer keuangan di sini adalah manajer perusahaan yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penting mengenai investasi (invesment) dan pendanaan (financing).

Syamsuddin (2002:3) mengemukakan pengertian pembelajaan perusahaan adalah merupakan penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam mengelola (to manage) keputusan-keputusan yang menyangkut masalah finansial perusahaan.

Lebih lanjut Sinuraya (2001:2) mengemukakan pengertian pembelanjaan adalah meliputi semua aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin guna memaksimumkan nilai pasar (value market) perusahaan.

Maryoto dan Agus Harjito (2001:3) mendefenisikan bahwa pembelajaan adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh

(23)

dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh.

Pembelanjaan itu menyangkut fungsi perusahaan yang berkaitan dengan pencarian dan penggunaan dana secara efektif dan efisien. Keputusan tentang sumber dana yang paling baik dan bagaimana dana tersebut harus digunakan, merupakan fungsi yang paling pokok bagi manajer keuangan itu bertanggung jawab baik untuk mengumpulkan maupun mengeluarkan uang. Ia harus mempunyai sejumlah dana untuk membeli dan membayar suatu rekening. Ia juga harus dapat menilai beberapa alternatif sumber dana untuk menentukan salah satu yang dianggap paling ekonomis.

Di dalam perusahaan harus dipelihara adanya keseimbangan keuangan yang menguntungkan untuk mendukung perkembangannya. Keseimbangan tersebut terjadi antara kekayaan (aktiva lancar dan aktiva tetap) disatu pihak dengan utang dan modal (pasiva) di lain pihak, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Keseimbangan kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan utang dan modal yang memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu.Sedangkan keseimbangan kualitatif merupakan keseimbangan antara elemen-elemen kekayaan dengan elemen-elemen utang dan modal perusahaan. Adapun cara-cara yang dapat di lakukan untuk menentukan keseimbangan keuangan tersebut, pertama-tama menentukan besarnya kekayaan, sehingga jumlah dana yang akan digunakan dapat diketahui. Kemudian baru menentukan sumber dananya, apakah cukup dari modal sendiri saja, ataukah perlu mencari pinjaman atau utang. Jadi elemen dan besarnya kekayaan perusahaan akan menentukan susunan elemen dan besarnya pasiva.

(24)

Bertolak dari semua uraian di atas dapat dikatakan bahwa pada hakekatnya, masalah finansial dari dalam perusahaan, baik yang menyangkut sisi aktiva maupun pasivanya dalam keseimbangan seefisien mungkin.

B. Pengertian Modal

Berkembangnya teknologi dan makin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta juga makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar, maka faktor produksi mempunyai arti yang lebih menonjol lagi. Sebenarnya masalah modal dalam perusahaan merupakan persoalan yang tak akan berakhir, mengingat bahwa masalah modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai rupa aspek. Dalam hubungan inipun perlu disayangkan bahwa hingga kini di antara para ahli ekonomi sendiri belum terdapat pemahaman yang sama tentang apa yang disebut modal. Sehingga akibatnya banyak pendapat mengenai pengertian modal yang kadang-kadang bertentangan satu dengan yang lainnya, sehingga dapat membingungkan.Arti pada faktor produksi modal dalam sejarahnya adalah berkembangan sesuai dengan perkembangan artian modal itu sendiri secara ilmiah.

Modal dalam perusahaan mempunyai pengertian yang berbeda, sesuai dengan kedudukan hukum perusahaan yang bersangkutan atau sesuai dengan anggaran dasar dan aturan yang berlaku Hak pemilikan dalam laporan keuangan perusahaan perseroan dinyatakan dalam rekening modal, kelebihan saham dan laba yang di tahan. Hak pemilik tersebut merupakan selisih antara jumlah harta dikurangi dengan jumlah utang.

Akuntasi berbeda dengan pengertian modal yang digunakan dalam konteks perusahaan jasa finansial dan menurut hukum.Dalam perusahaan jasa finansial, modal sering diartikan sebagai assets yang digunakan dalam operasi perusahaan.

(25)

Sebelum membahas lebih jauh tentang modal dan bagaimana penggunaannya di dalam perusahaan jika dikaitkan dengan rehabilitas perusahaan, terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian dari modal itu sendiri, baik secara umum maupun secaha khusus.

Definisi modal secara luas, dikemukakan oleh Schwiedland yang dikutip oleh Riyanto (2004 :19) bahwa modal adalah baik yang berupa barang-barang konkrit yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debet, maupun berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat disebelah kredit.

Sedangkan pengertian modal secara spesifik dikemukakan oleh Munawir (2000 :19) bahwa modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.

Berdasarkan definisi yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa modal pada dasarnya adalah faktor pokok yang harus dimiliki oleh pemilik perusahaan baik dalam bentuk uang maupun barang yang akan digunakan untuk memproduksi lebih lanjut yang ditunjukkan dalam pos neraca perusahaan.

Prakteknya kadang-kadang nampak adanya suatu klasifikasi di dalam neraca yang pada umumnya membingungkan pembaca (sulit untuk ditafsirkan) dengan nama reserve (cadangan). Seharusnya cadangan ini diklasifikasikan sesuai dengan klasifikasi neraca yaitu aktiva, hutang dan milik sendiri (modal) sehingga pada prinsipnya juga terdiri dari 3 golongan yaitu :

1. Cadangan sebagai pengurangan aktiva 2. Cadangan sebagai hutang (liability reserve)

(26)

3. Cadangan yang merupakan surplus, yang betul-betul merupakan hak para pemilik perusahaan

Selanjutnya menurut Harry G. Guutman dan Herbert E. Dougali dalam Alma (2001:229-231 ) bahwa pengertian modal bisa ditinjau dalam beberapa penggunaan yaitu :

1. Legal View of capital

Dari segi hukum, memberi pengertian bahwa modal diartikan sebagai modal saham suatu perusahaan yang dibentuk dalam suatu perseroan terbatas.

2. Accounting View of capita

Disini modal diartikan sebagai selisih antara total assets dengan total liabilities. Dalam bahasa sehari-hari kita kenal selisih antara harta dengan utang, inilah yang disebut dengan modal sendiri.

3. Business view of capital

Berdasarkan pendapat business view of capital memandang capital dengan bertitik tolak dari sisi kiri neraca, dan menganggap modal perusahaan sebagai totalitas dari barang-barang modal yang dimiliki oleh perusahaan.

4. Economic view of capital

Modal diartikan sebagai pandangan ekonomis, yang berarti kekayaan-kekayaan yang ditarik perusahaan dan produksi untuk diselenggarakan untuk seterusnya.

C. Pengertian Modal Kerja

Untuk membelanjai operasi perusahaan dari hari ke hari seperti misalnya untuk memberi uang muka pada pembelian bahan baku atau barang dagangan, membayar upah buruh dan gaji pegawai, dan biaya-biaya lainnya, setiap perusahaan perlu menyediakan modal kerja. Sejumlah dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai operasi perusahaan tersebut diharapkan akan dapat kembali lagi

(27)

masuk dalam perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan barang dagangan atau hasil produksinya. Uang yang masuk yang bersumber dari hasil penjualan barang tersebut akan dikeluarkan kembali guna membiayai operasi perusahaan selanjutnya. Dengan demikian dana tersebut akan berputar secara terus menerus setiap periodenya sepanjang hidupnya perusahaan.

Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan. Karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya. Masa perputaran modal kerja yakni sejak kas dinamakan pada elemen-elemen modal kerja hingga menjadi kas lagi, adalah kurang dari satu tahun atau berjangka pendek.Masa perputaran modal kerja ini menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan modal kerja, dan tentunya investasi pada modal kerja dengan baik sehingga meningkatkan efisiensi modal kerja.

D. Jenis-jenis Modal Kerja

Modal kerja merupakan kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari-hari yang selalu berputar dalam periode tertentu.

Modal kerja dalam suatu perusahaan menurut Gitosudarmo dan Basri (2002 :35) yaitu :

1. Modal kerja permanen (permanent working capital) 2. Modal kerja variabel (variable working capital)

Untuk lebih jelasnya dari jenis-jenis modal kerja diatas akan diuraikan sebagai berikut :

(28)

1. Modal Kerja Permanen (permanent working capital)

Yaitu modal kerja yang harus selalu ada pada perusahaan agar dapat berfungsi dengan baik dalam satu periode akuntansi. Modal kerja permanen terbagi menjadi dua :

a. Modal kerja primer (primer working capital) adalah sejumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kelangsungan kegiatan usahanya.

b. Modal kerja normal (normal working capital) yaitu sejumlah modal kerja yang di pergunakan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan produksi pada kapasitas normal. Kapasitas normal mempunyai pengertian yang fleksibel menurut kondisi perusahaan.

2. Modal Kerja Variabel (variable working capital)

Yaitu modal kerja yang dibutuhkan saat-saat tertentu dengan jumlah yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan dalam suatu periode.

1. Modal kerja variabel dapat dibedakan :

a. Modal kerja musiman (seasonal working capital) yaitu sejumlah modal kerja yang besarnya berubah-ubah disebabkan oleh perubahan musim.

b. Modal kerja siklis (cyclical working capital) yaitu sejumlah modal kerja yang besarnya berubah-ubah disebabkan oleh perubahan permintaan produk c. Modal kerja darurat (emergency working capital) yaitu sejumlah modal kerja

yang besarnya berubah-ubah yang penyebabnya tidak diketahui sebelumnya (misalnya kebakaran, banjir, gempa bumi, buruh mogok dan sebagainya)

2. Besar kecilnya modal kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor : a. Volume penjualan :

(29)

faktor ini adalah faktor yang paling utama karena perusahaan memerlukan modal kerja untuk menjalankan aktivitasnya yang mana puncak dari aktivitasnya itu adalah penjualan. Dengan demikian pada tingkat penjualan tinggi diperlukan modal kerja yang relative tinggi dan sebaliknya bila penjualan rendah dibutuhkan modal kerja yang relatif rendah.

b. Beberapa kebijaksanaan yang ditetapkan oleh perusahaan antara lain : - Politik Penjualan Kredit

Panjang pendeknya akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja dalam satu periode.

- Politik Penentuan Persediaan

Bila diinginkan persediaan tinggi, baik persediaan kas, persediaan bahan baku, persediaan bahan jadi, maka diperlukan modal kerja yang relatif besar dan sebaliknya bila ditetapkan persedian rendah maka diperlukan modal kerja yang relatif rendah

c. Pengaruh musim :

dengan adanya pergantian musim, akan dapat mempengaruhi besar kecilnya barang/jasa kemudian mempengaruhi besarnya tingkat penjualan. Fluktuasi tingkat penjualan akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan produksi.

d. Kemajuan teknologi :

perkembangan teknologi dapat mempengaruhi atau merubah proses produksi menjadi lebih cepat dan lebih ekonomis, dengan demikian akan dapat mengurangi besarnya kebutuhan modal kerja. Tetapi dengan perkembangan teknologi maka perusahaan perlu mengimbangi dengan

(30)

membeli alat-alat investasi baru sehingga diperlukan modal kerja yang relativebesar.

E. Pengertian Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja

Sebagai dasar perencanaan, pengelolaan dan pengawasan modal kerja diatas masa yang akan datang. Bagi manajemen diperlukan laporan perubahan modal kerja yang menunjukkan secara rinci terjadinya kenaikan atau penurunan modal kerja dari tahun ke tahun berikutnya serta penyebab terjadinya kenaikan atau penurunan itu.

Perubahan modal kerja yang terjadi, dengan kenaikkan aktiva lancar dan penurunan utang lancar dinilai amat baik apabila berasal dari hasil operasi perusahaan yang bersangkutan dapat dinilai kurang baik bila modal kerja itu berasal dari utang jangka panjang.

a. Perubahan yang terjadi untuk setiap jenis atau elemen modal kerja yaitu perubahan masing-masing pos aktiva lancar atau utang lancar dan perubahannya secara keseluruhan dalam periode tertentu.

b. Sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja dan dari mana modal kerja diperoleh serta berbagai penggunaan modal kerja tersebut.

Perubahan-perubahan dari unsur-unsur non akun lancar (aktiva tetap, utang jangka panjang, dan modal sendiri) yang mempunyai efek memperbesar modal kerja disebut sebagai sumber-sumber modal kerja.Sebaliknya perubahan-perubahan dari unsur-unsur non akun lancar yang mempunyai efek memperkecil modal kerja disebut sebagai penggunaan modal kerja.

Untuk dapat mengetahui perubahan modal kerja maka dapat dengan membandingkan dua neraca dari dua tahun yang berurutan dan kemudian diperhitungkan perubahan kenaikan atas penurunan modal kerjanya.

(31)

Analisa sumber dan penggunaan modal kerja dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja dapat digunakan untuk :

a. Memberikan input terhadap manajer keuangan tentang hal-hal yang terjadi terutama ketidakwajaran baik peningkatan maupun penurunan modal kerja secara keseluruhan dan secara rinci dari struktur modal kerja itu.

b. Sebagai dasar penilaian pembelanjaan perusahaan yaitu menunjukkan besarnya pertumbuhan perusahaan yang dibelanjai dari dalam dan dari luar perusahaan, c. Sebagai perencanaan pembelanjaan jangka menengah dan jangka panjang, d. Merupakan alternatif perkiraan perubahan kas.

Untuk membelanjai operasi perusahaan dari hari ke hari seperti misalnya untuk member uang muka pada pembelian bahan baku atau barang dagangan, membayar upah buruh dari gaji pegawai, dan biaya-biaya lainnya, setiap perusahaan perlu menyediakan modal kerja. Sejumlah dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai operasi perusahaan tersebut diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan barang dagangan atau hasil produksinya. Uang yang masuk yang bersumber dari hasil penjualan barang tersebut akan dikeluarkan kembali guna membiayai operasi perusahaan selanjutnya. Dengan demikian dana tersebut akan berputar secara terus menerus setiap periodenya sepanjang hidupnya perusahaan.

Abdullah (2002:62) mendefinisikan bahwa laporan sumber dan penggunaan modal kerja merupakan suatu laporan yang ringkasan sumber dan penggunaan modal kerja, perubahan pos-pos sumber dan penggunaan modal kerja serta posisi akhir modal kerja pada tahun periode tertentu.

(32)

Berdasarkan pengertian dan penggunaan modal kerja tersebut diatas maka hal yang perlu dipahami dalam pembahasan pokok ini adalah transaksi-transaksi yang berakibat sebagai sumber maupun penggunaan modal kerja.

Apabila sumber lebih besar dari pada penggunaan, berarti ada kenaikan modal kerja.Sebaliknya apabila penggunaan lebih besar dari pada sumber, berarti terjadi penurunan modal kerja.

1. Sumber Modal Kerja

a. Adanya kenaikan sector modal, baik yang berasal dari laba ataupun penambahan modal saham

b. Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui kenaikan depresiasi.

c. Ada penambahan utang jangka penjang, baik dalam bentuk obligasi atau utang jangka panjang lainnya.

2. Penggunaan Modal Kerja

a. Berkurangnya modal sendiri karena kerugian maupun pengambilan privasi oleh pemilik perusahaan atau rugi

b. Pembayaran utang-utang jangka panjang

c. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap

3. Penyusunan Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

a. Tabulasi perubahan pos-pos neraca awal dan akhir (2 periode) dan klasifikasi sebagai sumber dan penggunaan dana sesuai pola berikut ini:

 Sumber dana terdiri dari penurunan dalam pos-pos aktiva dan kenaikan pada pos-pos pasiva

 Penggunaan dana terdiri dari kenaikkan pos aktiva atau penurunan pos-pos pasiva

(33)

b. Masukkan data laba bersih sebagai sumber dana dan deviden sebagai penggunaan dana. Laba bersih dikurangi deviden adalah laba ditahan, sehingga laba ditahan tidak dimasukkan lagi sebagai sumber dana, kecuali bila data laba bersih dan deviden tidak diketahui

c. Kelompokkan perubahan-perubahan dalam modal kerja (aktiva lancar dan passive lancar).

Bagi sementara perusahaan yang berpendapatan sedang dalam keadaan kekurangan modal atau membutuhkan dana, sudah barang tentu demi menjaga eksistensi dan kontinuitas akan berusaha mencari dana atau modal sejumlah yang diperlukan, sehubungan dengan kekurangan yang terjadi dalam perusahaan tersebut, ikhtisar untuk mendapatkan sejumlah dana atau modal tadi, tentunya dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan yang menurut perhitungan yang layak, bila dibandingkan dengan berbagai alternative kemungkinan yang ada.

Kondisi yang semacam ini, perusahaan tersebut umumnya di istilahkan sebagai dalam keadaan menghadapi masalah pembelanjaan pasif.

Tidak jarang pula di jumpai, dimana suatu perusahaan sendang dalam kondisi memiliki sejumlah dana atau modal, sehingga dihadapkan pada masalah sebagaimana agar dana tersebut dapat ditanamkan atau diinvestasikan di dalam perusahaan itu sendiri atau kepada pihak ketiga lainnya diluar perusahaan tersebut.

Disamping penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan dana atas dasar kas sebagaimana diuraikan sebelumnya, seiring pula perusahaan menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja, atau sering pula disebut laporan sumber dan penggunaan modal kerja (statement of sources and uses of working capital). Modal kerja disini adalah dalam artian neto yaitu kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar.

(34)

Laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja tidak tercantum di dalamnya sumber-sumber penggunaan dana yang berasal dari unsur-unsur modal kerja sendiri, karena perubahan-perubahan yang hanya menyangkut unsur-unsur aktiva lancar dan utang lancar saja.

Adapun sumber-sumber dari modal kerja dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Berkurangnya aktiva tetap

2. Bertambahnya utang jangka panjang 3. Bertambahnya modal

4. Adanya keuntungan dari operasinya perusahaan

Adapun langkah-langkah dalam penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut :

1. Menyusun laporan perubahan modal kerja

Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja atau unsur current accounts antara dua titik waktu. Dengan laporan tersebut dapat diketahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja.

2. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current accounts antara dua titik waktu tersebut kedalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja.

3. Mengelompokkan unsur-unsur dalam laporan laba ditahan kedalam golongan yang perubahannya mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modal kerja.

Riyanto (2004 : 269) untuk menyusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja, maka langkah-langkahnya adalah :

(35)

a. Menyusun laporan perubahan modal kerja. Laporan ini disusun dari dua titik waktu dan digunakan untuk mengetahui berapa besar perubahan modal kerja. b. Mengelompokkan elemen-elemen neraca dan laporan rugi-laba yang

memperbesar dan memperkecil modal kerja.

c. Menyusunlaporansumberdanpenggunaandanadenganmengkonsolidasikanperuba han-perubahan yang ada.

Berkaitandenganpengertian modal kerja ini dapat dikemukakan beberapa konsep yaitu sebagai berikut :

1. Konsep Kuantitatif

Konsep in berdasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam di dalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan demikian modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar.Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (Gross Working Capital).

2. Konsep Kualitatif

Apabila pada konsep kuantitatif modal kerja itu hanya dikaitkan dengan besarnya jumlah aktiva lancar saja,maka pada konsep kualitatif ini pengertian modal kerja adalah jumlah aktiva lancar dikurangi dengan jumlah hutang lancar. Dengan demikian, sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dilakukan, dimana bagian aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasi perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Oleh karenanya, modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi

(36)

perusahaan tanpa menggunakan likuiditasnya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas utang lancarnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bersih (Net Worning Capital).

3. Konsep Fungsional

Konsep ini didasari pada fungsi dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang digunakan untuk suatu periode akuntansi seluruhnya menghasilkan pendapatan (current income), namun demikian ada juga sebagian dana yang digunakan selama periode tersebut, tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan pendapatan tetapi sebagian dari dana itu dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan untuk periode-periode berikutnya (Future Income).

F. Pengertian Kebutuhan Modal Kerja Dan Perputaran Modal Kerja 1. Kebutuhan Modal kerja

Dalam memilih kebijakan pemenuhan kebutuhan dana yang akan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham, manajer keuangan juga harus mempertimbangkan faktor lain seperti variabilitas penjualan, aliran kas yang akan mempegaruhi penilaian perusahaan. Dengan mengetahui adanya trade off antara profitabilitas dengan resiko untuk setiap alternative pemenuhan kebutuhan dana maka manajer keuangan harus dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam investasi modal kerja agar tujuan maksimasi kemakmuran pemegang saham dapat tercapai.

Masalah yang cukup penting dalam pengelolaan modal kerja adalah menentukan seberapa besar kebutuhan modal kerja suatu perusahaan. Hal ini penting karena bila modal kerja perusahaan terlalu besar berarti ada sebagian dana yang menganggur dan ini akan menurunkan tingkat profitabilitas perusahaan.

(37)

Demikian pual bila modal kerja terlalu kecil aka nada resiko proses produksi perusahaan kemungkinan besar akan terganggu.

Besarnya modal kerja baik yang bersifat permanen maupun variabel perlu ditentukan dengan baik agar efektif dan efisien.Penggunaan modal kerja yang tidak direncanakan dengan baik mengakibatkan modal kerja yang ada tidak digunakan sesuai dengan kebijakan yang ada.

2. Perputaran Modal Kerja

Berdasarkan perputaran modal kerja maka besarnya kebutuhan modal kerja yang ditentukan oleh perputaran dari komponen-komponen (elemen-elemen) modal kerja yaitu perputaran kas menjadi kas kembali. Seperti halnya perputaran modal kerja, maka yang dimaksud dengan kas berputar satu kali berarti bahwa sejak kas tersebut digunakan untuk proses produksi (barang atau jasa) dan akhirnya menjadi kas kembali. Demikian pula perputaran piutang dan persediaan, yaitu waktu yang diperlukan dari piutang atau persediaan menjadi piutang atau persediaan kembali.

Sutrisno (2003:52) bahwa dengan menggunakan metode perputaran modal kerja besarnya modal kerja ditentukan dengan cara menghitung perputaran elemen-elemen pembentuk modal kerja seperti perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan.

G. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja

Modal kerja merupakan kekayaan perusahaan, berarti modal kerja harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat digunakan untuk membiayai aktivitas sehari-hari.Berapa modal kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan.Untuk menentukan jumlah perusahaan modal kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan terdapat sejumlah faktor yang diperlukan.

(38)

Djarwanto (2001:89) faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja adalah : 1. Sifat umum atau tipe perusahaan

2. Waktu yang diperlukan utnuk memproduksi atau mendapatkan barang dan ongkos produksi per unit/harga beli per unit barang itu.

3. Syarat pembelian dan penjualan 4. Tingkat perputaran persediaan 5. Tingkat perputaran piutang

6. Pengaruh konjungtur (business cycle)

7. Derajat risiko kemungkinn menurunnya harga jual aktiva jangka pendek 8. Pengaruh musim

9. Kredit rating dari perusahaan

Untuk lebih jelasnya dari Sembilan faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Sifat umum tipe perusahaan

Modal kerja yang dibutuhkan perusahaan jasa (public utility) relative rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang pencairan menjadi kas relatif cepat. Untuk beberapa perusahaan jasa tertentu malahan langganan membayar di muka sebelum jasa di nikamati, misalnya jasa transport kereta api, bus malam, pesawat udara, kapal laut. Proporsi modal kerja dari total aktiva, pada perusahaan jasa, relative kecil.Berbeda dengan perusahaan industri, investasi dalam aktiva lancar cukup besar dengan tingkat perputaran persediaan dan piutang yang relative rendah. Perusahaan industri memerlukan modal kerja yang cukup besar yakni untuk memerlukan investasi dalam bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Fluktuasi dalam pendapatan bersih pada perusahaan

(39)

jasa juga relative kecil bila dibandingkan dengan perusahaan industri dan perusahaan keuangan.

2. Waktu yang diperlukan untuk memproduksi atau mendapatkan barang dan ongkos produksi per unit/harga beli per unit

Jumlah modal kerja berkaitan langsung dengan waktu yang dibutuhkan mulai dari bahan baku atau barang jadi dibeli samapi barang-barang dijual kepada langganan. Makin panjang waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang atau untuk memperoleh barang makin besar kebutuhan akan modal kerja. Modal kerja bervariasi tergantung pada volume pembelian dan harga beli per unit dari barang yang dijual. Misalnya suatu perusahaan yang memproduksi lokomotif kereta api, di samping membutuhkan waktu lama dalam proses produksinya juga membutuhkan modal kerja yang besar (bila dibandingkan dengan perusahaan yang memproduksi meubel rumah tangga). Juga perusahaan yang membutuhkan sistem pendinginan (ikan laut) dan perusahaan yang membutuhkan proses pengeringan (tembakau, kayu) akan memerlukan modal kerja yang lebih besar. 3. Syarat pembelian dan penjualan

Syarat kredit pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. Syarat kredit pembelian yang menguntungkan akan memperkecil kebutuhan uang kas yang harus ditanamkan dalam persediaan, sebaliknya bila pembayaran harus dilakukan segera setelah barang diterima maka kebutuhan uang kas untuk membelanjai volume perdagangan menjadi lebih besar. Di samping itu modal kerja juga dipengaruhi oleh syarat kredit penjualan barang. Semakin lunak kredit (jangka kredit lebih panjang) yang diberikan kepada langganan akan semakin besar kebutuhan modal kerja yang harus ditanamkan dalam piutang. Untuk mengurangi kebutuhan

(40)

modal kerja dan menguragi risiko kerugian karena adanya piutang yang tak terbayar, biasanya perusahaan memberikan rangsangan potongan tunai (cashdiscount).

4. Tingkat perputaran persediaan

Semakin sering diganti (dibeli dan dijual kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan (barang) akan semakin rendah. Untuk mencapai tingkat perputaran persediaan yang tinggi diperlukan perencanaan dan pengawasan persediaan yang efisien. Semakin tinggi perputaran persediaan akan mengurangi resiko kerugian karena penurunan harga, perubahan permintaan, juga menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan (carrying cost) dari persediaan.

5. Tingkat perputaran piutang

Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas. Bila piutang terkumpul dalam waktu pendek berarti kebutuhan akan modal kerja menjadi semakin rendah/kecil. Untuk mencapai tingkat perputaran piutang yang tinggi diperlukan pengawasan piutang yang efektif dan kebijaksanaan yang tepat sehubungan dengan perluasan kredit, syarat kredit penjualan, maksimum kredit bagi langganan, penagihan piutang.

6. Pengaruh konjungtur (business cycle)

Pada periode makmur (prosperty) aktivitas perusahaan meningkat dan perusahaan cenderung membeli barang-barang lebih banyak memanfaatkan harga yang masih rendah.Ini berarti perusahaan memperbesar tingkat persediaan.Peningkatan jumlah persediaan membutuhkan modal kerja yang lebih banyak sebaliknya pada periode depresi, volume perdagangan menurun, perusahaan cepat-cepat berusaha menjual barang-barangnya dan menarik

(41)

piutang-piutangnya.Uang yang diperoleh digunakan untuk membeli surat-surat berharag, melunasi hutang-hutang atau untuk menutup kerugian.

7. Derajat risiko kemungkinan menurunnya harga jual aktiva jangka pendek Menurunnya nilai riil yaitu harga buku dari surat-surat berharga, persediaan barang, dan piutang akan menurunkan modal kerja. Bila risiko kerugian ini semakin besar berarti diperlukan tambahan modal kerja untuk membayar bunga atau melunasi hutang jangka pendek yang sudah jatuh tempo.Untuk melindungi diri dari hal-hal yang tak terduga dibutuhkan modal kerja yang relative besar dalam bentuk kas atau surat-surat berharga.

8. Pengaruh musim

Banyak perusahaan dimana penjualannya hanya terpusat pada beberapa bulan saja.Perusahaan yang dipengaruhi oleh musim membutuhkan jumlah maksimum modal kerja untuk periode yang relative pendek.Modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan barang berangsur-angsur meningkat dalam bulan-bulan menjelang puncak penjualan

9. Credit rating dari perusahaan

Jumlah modal kerja, dalam bentuk kas termasuk surat-surat berharga, yang dibuthkan perusahaan untuk membiayai operasinya tergantung pada kebijaksanaan penyediaan uang kas. Penyediaan uang kas ini tergantung pada : a. Credit rating dari perusahaan kemampuan meminjam uang dalam jangka

pendek

b. Perputaran persediaan dan piutang

(42)

H. Pengertian Manufaktur

Manufaktur adalah proses keindustrian untuk membuat suatu barang dari suatu bahan baku melalui proses teknologi. Arti manufaktur sendiri asalnya adalah membuat barang dengan tangan (manual). Jadi manufaktur itu bukanlah sekedar “ilmu“, tapi sekaligus menyangkut “laku“ (practice). Dalam manufaktur berlaku “ilmu tanpa laku: kosong“ (science without practice: no fruit) tetapi “laku tanpa ilmu: kerdil” (practice without science: no root). Laku dalam manufaktur cepat kadaluwarsa dan cepat berubah karena berkembangnya ilmu pengetahuan, yang berarti juga berkembangnya teknologi. Sekalipun pada prinsipnya tetap meliputi proses-proses material “-forming, -shaping and -cutting”, namun produk-produk manufaktur akan selalu berubah sifat/spesifikasi yang harus dipenuhinya, sesuai dengan perkembangan kebutuhan pemakaian. Pemakaian untuk apapun adalah manusia yang menginginkannya, dan manusia selalu makin meningkat tuntutannya.

Manufaktur tidak dapat hanya dengan berandai-andai. Hanya praktek kuncinya, yang sekaligus didasari kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. Praktek berarti teknologi, dan itulah yang harus kita cari, kuasai dan kembangkan. Kegiatan itu harus kita lakukan terus menerus tanpa jemu, sehingga terjadi akumulasi ketrampilan – pengalaman – dan pengetahuan untuk menghadapi perubahan tuntutan.

I. Jenis Manufaktur

Berdasarkan jenis proses produksi atau berdasarkan sifat manufakturnya, perusahaan manufaktur dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yakni

1) Perusahaan denganjenis proses produksiterus-menerus(continuous processatau continuous manufacturing)

2) Perusahaan dengan proses produksi yang terputus-putus(intermitten processatauintermitten manufacturing).

(43)

Strategi respons terhadap permintaan konsumen mendefinisikan bagaimana suatu perusahaan industri manufaktur akan memberikan tanggapan atau respons terhadap permintaan konsumen.

Padadasarnyastrategiresponsterhadappermintaankonsumendapatdiklasifikasikan dalamkategori:Design-to-Order,Order, Assemble-to-Order, Make-to-Stock.

I. Pengertian dan Istilah – Istilah dalam Bursa Efek 1. Pengertian Bursa Efek

Bursa efek adalah suatu system convenant yang terorganisir dengan mekanisme resmi untuk mempertemukan penjual efek (pihak deficit dana) dengan pembeli efek (pihak yang surplus dana) secara langsung atau melalui wakil-wakilnya. Fungsi dari bursa efek adalah menciptakan pasar secara terus-menerus bagi efek yang telah ditawarkan kepada masyarakat, menciptakan harga wajar bagi efek yang bersangutan melalui mekanisme pasar, membantu pembelanjaan (pemenuhan dana) dunia usaha melalui penghimpunan dana masyarakat dalam pemilikan saham-saham perusahaan(Hartri,2008:2).

Menurut Husnan (1998), di dalam bukunya ia menjelaskan bahwa bursa efek adalah perusahaan yang jasa utamanya adalah mneyelanggarakan kegiatan perdagangan sekuritas di pasar sekunder.

UU yang mengatur tentang pasar modal (UU Republik Indonesia no. 8 / 1995) juga mencantumkan pengertian bursa efek, yaitu pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak yang lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.

(44)

2. Istilah – istilah Dalam Bursa Efek

•Agio/Disagio : NIlai yang didapatkan dari selisih antara penawaran umum dengan nilai nominal.

• Annual Report : Laporan Tahunan dari kegiatan perusahaan, yg meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, serta laporan perubahan ekuitas.

• Bank Kustodian : Pihak yang berfungsi melakukan penyimpanan dan pengamatan fisik dokumen efek.

• Bappepam : Badan Pengawas Pasar Modal, merupakan otoritas tertinggi di pasar modal yang memilik kewenangan untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan pasar modal di Indonesia.

• Blue Chip : Contoh saham yang paling berkelas dalam pasar modal. Saham ini umumnya dimiliki oleh perusahaan2 mapan dengan reputasi keuangan baik dan stabil.

• Bond : Obligasi, investasi pada hutang.

• Bull market : Pasar di mana harga dari sejumlah besar saham mengalami peningkatan atau diharapkan mengalami peningkatan.

• Bear Market : Kebalikan dari Bull Market.

• Bonus Share : Saham2 baru yang dikeluarkan oleh emiten untuk para pemegang saham lama yang berasal dari kapitalisasi Agio saham.

•Bursa Efek : Pihak yang menyediakn system atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak2 lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

• Call : Kontrak opsi yang member hak kepada pemegang opsi tersebut untuk membeli sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.

(45)

• Capital Gain : Keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham.

• Capital Loss : Kebalikan dari Capital Gain.

• Close Position : Keluar dari posisi suatu saham atau efek. Ex : Jika broker meminta anda untuk menutup posisi long pada suatu saham, berarti ia meminta anda untuk segera menjual saham tadi.

• Day Trader : Pemain sham yang memegang posisi dalam jangka waktu yang sangat singkat (dalam hitungan menit/jam) dan melakukan beberapa kali perdagangan dalam waktu satu hari. Kegiatan ini dapat dikategorikan sebagai aksi spekulasi.

•Derivative : Merupakan efek, seperti kontrak opsi dan futures yang nilainya tergantung dari performa asset yang mendasarinya (underlying asset)

• DPR (Dividend Payout Ratio) : Merupakan perbandingan antara DPS dengan EPS.

• DPS (Dividend per Shares) : Merupakan total semua dividend yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar.

• EPS (Earning per Shares) : Merupakan perbandingan antara laba bersih perusahaan setelah dipotong pajak dengan jumlah saham yang diterbitkan. • Dividend Yield : Dividen tahunan per saham dibagi dengan harga perlembar

saham. Dividend Yield ditambah dengan presentase capital gain sama dengan total return sebuah Due Diligence.

• Efek : Produk turunan dari asset.

• Equity : Biasa disebut dengan Saham, atau surat berharga yang mewakili andil/bagian kepemilikan perusahaan.

(46)

• Going Public : Proses penjualan saham perdana kepada masyarakat/publik yang dikenal juga dengan istilah IPO.

• Greenshoe : Suatu opsi yg memberi izin kepada penjamin emisi saham IPO untuk menjual saham tambahan kepada public/masyarakat jika permintaan terhadap saham tersebut cukup tinggi.

• Hedge : Membuat suatu investasi untuk mengurangi/menghindari resiko pergerakn harga suatu asset.

•Hedging : Melindungi suatu posisi dalam suatu surat berharga, mata uang maupun asset lainnya.

• Index : Pengukuran statistic atas perubahan suatu portofolio saham yang menggambarkan/mewakili pasar secara keseluruhan. The Standard & Poor’s 500 adalah salah satu indeks yang paling dikenal, mengukur perubahan nilai keseluruhan dari nilai 500 saham perusahaan besar di AS.

• Initial Public Offering (IPO) : Biasa disebut go public, merupakan penjualan saham perdana oleh suatu perusahaan kepada masyarakat.

• Investasi : Menempatkan dana pada asset keuangan yang diharapkan akan meningkat nilainya di masa mendatang.

• Liability : Kewajiban hukum untuk membayar suatu hutang yang tercatat dalam neraca suatu perusahaan.

• PER (Price Earning Ratio) :Merupakan perbandingan antara harga pasar suatu saham dengan EPS.

• Portofolio : Sekelompok asset, seperti saham, obligasi, dan reksadana yang dipegang oleh seorang investor.

• Preferred Stock : Saham yang memiliki karakterisitk gabungan antara obligasi dan saham biasa.

(47)

• Profit Taking : Aksi ambil untung, biasanya terjadi ketika trader menjual saham mereka pada saat harga meningkat.

• Prospectus : Dokumen resmi yang menjelaskan secara rinci tentang perusahaan seperti rencana penawaran saham do bursa (IPO), penerbitan saham baru, penerbitan right issue, penerbitan obligasi/hutang, dll.

• Put : Suatu kontrak opsi yang member hak kepada pemegangnya untuk menjual sejumlah tertentu saham yang tertera pada opsi dengan harga dan waktu tertentu.

• Reksadana : Diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

• Return : Keuntungan maupun kerugian yang diperoleh dalam investasi pada suatu periode tertentu.

• Return on Asset (ROA) : Dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aktiva perusahaan dan ditampilkan dalam persentase. ROA berguna untuk mengetahui tingkat keuntungan relative terhadap total aktiva perusahaan. Dengan kata lain, ROA akan memberikan gambaran seberapa besar pendapatan dihasilkan dari asset.

• Return on Investment (ROI) : Keuntungan ataupun kerugian yang timbul dari kegiatan investasi. ROI biasanya dihitung dalam persentase per tahun.

• Right : Hak kepada pemegang saham sebagai orang yang diberi kesempatan pertama untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan perusahaan dengan harga yang ditentukan.

• Right Offering : Penerbitan right kepada pemegang saham untuk membeli saham tambahan yang akan diterbitkan perusahaan dengan harga tertentu.

(48)

• Saham Gorengan : Saham perusahaan yan umunya diperdagankan bukan berdasarkan fundamentalnya, tetapi sering diperdagangkan oleh para Bandar saham untuk mendapatkan keuntungan. Ciri2nya antara lain : memiliki kapitalisasi kecil, sehingga saham itu mudah dimainkan oleh para Bandar, Keuntungan maupun kerugian yang diperoleh biasanay cukup tinggi, mengingat resikonya yang tinggi pula.

• Short Sale : Suatu transaksi di pasar di mana seseorang (investor) menjual saham pinjaman untuk mendapatkan keuntungan dari (sbg antisipasi) menurunnya harga saham tersebut.

•Stagflation : Kondisi stagnasi dalam ekonomi yang disertai dengan meningkatnya harga2.

• Stock/Equity : Kepemilikan dalam perusahaan yang diwakili dengan jumlah saham.

(49)

J J. Penelitian Terdahulu No Nama penelitian dan tahun penelitian

Judul penelitian Metode

penelitian Hasil penelitian 1 Suci wahyulisa (2018) Pengaruh likuditas,solvabilitas dan perputaran modal kerja terhadap profitabilitas terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar pada bursa efek indonesia.

Metode kuantitatif.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh

likuditas,solfabilitas,perputaran modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

2

Sri Utami (2016)

Pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.

Metode Asosiatif

Perputaran kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdatar di bursa efek indonesia,Adanya pengaruh positif,berarti bahwa semakin tinggi perputaran kas maka keuntungan yang dimiliki perusahaan juga akan semakin tinggi

3 Nidya Afrinda (2017) Analisispengaruhlikuditasda nsolvabilitaspadaperusahaa nmakananminuman yang terdaftar di bursa efekIndonesia Metode purposive sampling

Long term debt to equity ratio yang tinggi dapat memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan

perputaran dana dari sumber hutang jangka panjang secara lebih leluasa demi tercapainya profitabilitas yang baik. 4 Novi sagita ambarwati (2015) Pengaruh modal kerja,likuditas,aktifitas dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.

Metode kuantitatif

Modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap

profitabilitas,likuditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas,ukuran perusahaan

berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas,dan aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas.

5 Ari

darmawan (2016)

Analisis efisiensi dalam pengelolaan modal kerja dalam hubungannya profitabilitas

Metode deskriktif

Pengelolaan modal kerja PT unilever indonesia tbk sudah efisien

dibandigkan perusahaan lain dalam kelompok sub sector kosmetik dan

(50)

perusahaan(studi pada perusahaan sub sector kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di bursa efek indonesia.

keperluan rumah tangga,pada saat nilai rasio perputaran kas,rasio perputaran persediaan,rasio perputaran persediaan,rasio

perputraran piutang dan rasio utang lancar berada di atas

rata-rata,profitabilitas juga berada diatas rata-rata.

(51)

K. Karangka Pikir

Karangka pikir merupakan arah penelitian yang dilakukan oleh penulis dan digambarkan dalam skema sebagai berikut ini.:

BaganAlurKarangkaPikir

L. Hipotesis

Berdasarkanpokokpermasalahan yang dikemukakan, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :

“Diduga pengelolaan modal kerja pada perusahaaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia (studi kasus PT Unilever Indonesia Tbk. )sudah efektif.

Modal Kerja

 Kebutuhan Modal Kerja  Perputaran Modal Kerja

Perusahaan manufaktur

(52)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di kantor kuasa perwakilan bursa efek indonesia di Makassar yaitu pusat informasi pasar modal ( PIPM ) yang bertempat di Jalan Andi Pangeran Pettarani No.18 Blok A-4 Makassar.Dengan waktu penelitian selama 1 bulan dari bulan September sampai oktober 2019

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dalam hal ini adalah laporan keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. Data keuangan yang akan diteliti adalah laporan keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. Tahun 2018 dan 2019

C. Populasi dan sampel

Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode purposif sampel yaitu metode pengumpulan data sampel yang diambil tidak secara acak,Dengan kata lain sampel yang di pilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang didasarkan pada tujuan penelitian.

D. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis Data

a. Data kualitatif , yaitu data yang di peroleh dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Dalam bentuk informasi yang bukan dalam bentuk angka-angka.Data kualitatif ini seperti sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi, dan uraian tugas masing-masing bagian dalam PT. Unilever Indonesia Tbk.

(53)

b. Data kuantitatif,yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka.Data kuantitatif dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. Yang telah diaudit periode 2016 dan 2017.

2. Sumber Data

a. Data primer, yaitu data berupa observasi atau sumber pertama dan pengamatan secara langsusng ke PT. Unilever Indonesia Tbk. Yang di peroleh melalui websitePT. Unilever Indonesia Tbk.

b. Data sekunder , yaitu data sekunder berupa data kuantitatif dari laporan keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. yang diperoleh dari website perusahaan

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :

a. Observasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung Di Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM)

b. wawancara atau interview yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan wawancara secara langsung dengan pimpinan perusahaan dan sejumlah personil yang berhubungan dengan penulisan ini.

c. Dokumentasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen perusahaan serta arsip-arsip perusahaan yang ada kaitannya dengan pembahasan ini.

(54)

F. Metode Analisis Data

1. Untuk melihat kelancaran operasi perusahaan dalam mengelola modal kerja serta mengukur sampai berapa besar efektifitas dan efisiensi perusahaan di gunakan metode analisis sebagai berikut:

a. Analisis kebutuhan modal kerja,apabila kebutuhan modal kerja makin tinggi maka semakin besar perputaran modal kerja

 Tingkat perputaranmodal kerja dengan rumus :

Tingkat Perputaran modal kerja = Sumber : S. Munawir (1995 : 31)

b. Analisis perputaran modal kerja,apabila perputaran modal kerja makin tinggi maka tingkat pendapatan perusahaan makin besar

 Perputaran modal kerja dengan rumus :

Analisis kebutuhan modal kerja = Sumber : Kasmir ( 2012 : 182 )

(55)

2. Analisis sumber dan penggunaan yaitu suatu analisis untuk mengetahui sumber modal kerja dan penggunaannya dalam perusahaan.

a. Total asset turn over

Penjualan bersih  Total asset turn over =

Total Aktiva b. Perputaran Piutang Penjualan kredit  Perputaran Piutang = Piutang rata-rata c. Perputaran Persediaan

Harga Pokok Penjualan  Perputaran Persediaan = Rata-rata Persediaan 3. a. Pertumbuhan laba : 1 -t 1 -t t Laba Laba -Laba x 100 % b. Pertumbuhan aktiva : 1 t -a a 1 -t a t  x 100 %

(56)

G. Defenisi Oprasional Variabel

Ringkasan variabel penelitian dan definisi oprasional variabel dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Variabel Definisi Skala Rumus

Perputaran modal kerja Perbandingan antara penjualan dengan aktiva lancar dikurang hutang lancer Rasio WCT=Penjualan Aktivalancar – Hutanglancer Perputaran kas Perbandingan antara penjualan dengan jumlah rata-rata kas Rasio CT = Penjualan Bersih Rata-rata kas Perputaran persediaan Perbandingan antara harga pokok penjualan (HPP) dengn nilai rata-rata persediaan Rasio

IT = Harga pokok penjualan Rata-rata Persediaan

(57)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

1. Kebutuhan akan modal kerja pada PT. Unilever Indonesia Tbk dari tahun 2017 sampai dari tahun 2018 terus mengalami peningkatan

2.Dengan Meningkatnya kebutuhan modal kerja dari tahun ke tahun serta perputaran modal kerja yang terjadi juga mengalami peningkatan mengakibatkan peningkatan total aset turn over,Perputaran piutang dan perputaran persediaan hal ini di sebabkan karena penjualan bersih yang di terima perusahaan juga ikut meningkat serta harga pokok penjualan yang ditetapkan PT. Unilever Indonesia Tbk juga ikut meningkat dari tahun ke tahun sehingga keadaan keuangan dan pengelolaan modal kerja Pada PT. Unilever Indonesia Tbk. efektif dan positif untuk mendapatkan labasehingga efektifitas pengelolaan modal kerja yang diajukan dapat diterima

B. Saran

Untuk lebih mengefisienkan dalam mengelola modal kerja dalam PT. Unilever Indonesia Tbk harus memperhatikan keadaan neraca dan laba rugi hal ini dimaksudkan sebagai pengambilan keputusan dalam perencanaan keuangan yang akan datang.

(58)

DAFTAR PUSTAKA

Alma Buchari,2001. Pengantar Bisnis, edisi revisi, penerbit Alfabeta, Bandung.

Abdullah, Faisal,2002.Dasar-dasar Manajemen keuangan, edisi kedua, Penerbit Universitas Muhammadiyah, Malang.

Afrinda Nidya 2017,Analisis pengaruh likuditas dan solfabilitas pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek indonesia.

Ambarwati sagita novi 2015,,Pengaruh modal kerja ,likuditas aktifitas dari ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.

Darmawan ari 2016,Analisis efisiensi dalam pengelolaan modal kerja dalam hubugan profitabilitas perusahaan.

Djarwanto,2001, Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan, edisi keempat, cetakan kelima, penerbit : BPFE, Yogyakarta.

Gitosudarmo, Indriyo,dan Basri 2002. Manjemen Keuangan, edisi keempat, cetakan pertama, penerbit : BPFE, Yogyakarta

Martoyo dan Agus Harjito, 2001.Manajemen Keuangan, edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit : Ekonomi Kampus Fakultas Ekonomi UII, Yogyakarta

Riyanto, Bambang, 2004. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, edisi keempat, cetakan keenam, Penerbit : BPFE, Yogyakarta

(59)

S. Munawir,2000. Analisa Laporan Keuangan, edisi keempat, cetakan kedelapan, Penerbit : Liberty, Yogyakarta

Sinuraya Murthada, 2001. Teori Manajemen Keuangan, edisi kedua Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta

Sutrisno, 2003.Manajemen Keuangan, Teori, Konsep dan Aplikasi, edisi pertama, cetakan ketiga, Penerbit : Ekonesia, Yogyakarta

Utami sri 2016,Pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.

Wahyulisa Suci 2018,Pengaruh likuditas,solvabilitas dan perputaran modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.

Gambar

Gambar  1   Bagan kerangka fikir ......................................................

Referensi

Dokumen terkait

adalah analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio Laverage,. rasio aktivitas dan

Apabila suatu perusahan dalam memenuhi kebutuhan dananya mengutamakan pemenuhan dengan sumber dari dalam perusahaan akan mengurangi ketergantunganya kepada pihak

Peningkatan ini disebabkan karena peningkatan laba sebelum pajak dari tahun sebelumnya lebih besar dari peningkatan total aktiva, sehingga profitabilitas

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data yang melihat bagaimana hubungan atau pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan

Bagir (2017) yang juga melakukan penelitian yang sama mendapatkan hasil bahwa cash conversion circle punya pengaruh positif terhadap profitabilitas. Semakin panjang siklus

manajemen modal kerja yang diukur dengan net trade cycle (NTC), current ratio (CR), debt ratio (DR) serta tingkat pertumbuhan laba terhadap profitabilitas dan dividend

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hubungan Leverage (DER) dan Aktivitas (TATO) dengan profitabilitas (ROE) sangat kuat pada PT Siantar Top, Tbk yang terdaftar di Bursa

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data laporan keuangan perusahaan mengenai modal kerja, ukuran perusahaan dan likuiditas sampai dengan tingkat profitabilitas