Daftar Pustaka
• Fitzpatrick's Dermatology, 9
thEdition
• Panduan Praktik Klinik PERDOSKI thn 2017
• Andrews Clinical Dermatology, 11
thEdition
1. An. D 8 tahun dibawa ibunya ke dokter karena terdapat bercak kemerahan di bokong kanan pasien. Pada pemeriksaan fisik nampak bercak kemerahan dengan ukuran diameter 6 cm, saat diraba terasa tender, berbatas jelas, tidak pulsatif, dan noncompresibble. Diagnosis yang paling
mendekati pada pasien ini adalah a. Angiokeratoma
b. Hemangioma c. Keratoglobus d. NF 2
Angiokeratoma
• Dilatasi kapiler disertai hiperkeratosis dengan etiologi malformasi limfatik-vaskular kapiler
Klinis
• Papul verukosus, eritema
keunguan/hiperpigmentasi, dapat timbul
zosteriform, unilateral menyerupai garis Blaschko
Pemeriksaan Penunjang
2. Berikut ini yang merupakan etiologic dari
angiokeratoma, kecuali
a. Perubahan hemodinamik
b. Trauma kronik
c. Asfiksia jaringan
d. Kehamilan
e. Trauma akut
• There has been speculation that altered
hemodynamics, chronic trauma, tissue
asphyxiation, congenital causes, pregnancy, or
chilblains, are thought to play a role in the
development of ectatic blood vessels of the
papillary dermis, below the basement
membrane
Ivy H, Julian CA. Angiokeratoma Circumscriptum. [Updated 2020 Jul 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549769
3. Berikut ini merupakan klasifikasi dari
angiokeratoma kecuali
a. Angiokeratoma multiple
b. Angikokeratoma Fordcye
c. Angiokeratoma Mibeli
d. Angiokeratoma gangrenosum
e. Angiokeratoma circumscriptum
4. Angiokeratoma
sirkumskripta umumnya juga dikaitkan dengan sindroma berikut ini a. Von hippelLinau Syndrome b. Turner Syndrome c. Klippel-Treaunay Syndrome d. Smith Syndrome e. Marfan syndrome
5.Berikut ini temuan histopatologis pada
angiokeratoma, kecuali a. Venul yang membesar b. Pembuluh darah yang
membesar
c. Kapiler yang membesar d. Akantoitk
e. Hipokeratosis
• Histology typically shows dilated, ectatic capillaries in the papillary dermis, a
variably thinned epidermis centrally, with epidermal acanthosis at the edges of the lesion, and variable degrees of overlying focal compact
6.Berikut ini indikasi diberikannya intervensi
untuk angiokeratoma
a. Lesi> 2 cm
b. Lesi> 5 cm
c. Diskolorasi lesi meningkat
d. Pendarahan berulang
• Cosmesis and recurrent bleeding are common
indications for the intervention of angiokeratoma circumscriptum
• Diathermy, curettage and electrocautery,
cryosurgery, and surgical excision may be an option for smaller papules or plaques
Ivy H, Julian CA. Angiokeratoma Circumscriptum. [Updated 2020 Jul 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549769
7. Tn. D, 24 tahun datang dengan keluhan bercak merah pada mulut. Pada pemeriksaan fisik
nampak sebuah lesi papul pedunculated, soliter, merah. Menurut pasien lesi berkembang cepat dan terdapat ulserasi di sekitarnya.Pada
pemeriksaan histopatologis terdapat agregat lobuler dari pembuluh darah kapiler. Diagnosis yang paling tepat adalah
a. Granuloma piogenikum b. Granuloma smith
c. Luekoplakia d. Eritoplakia
Granuloma Piogenikum
• Tumor vaskular yang sering ditemukan, bisa timbul spontan atau setelah trauma
• Klinis
• Papul/nodus eritema bertangkai, mudah berdarah. Nodul, bisa berbentuk pedunculated berwarna merah, permukaan lembut atau sessile, mudah berdarah, krusta atau ulserasi • Lokasi sering pada intraoral: marginal gingiva, palatum,
mukosa bukal, lidah, dan bibir. Lokasi di kulit di wajah, leher, ekstremitas atas dan bawah, mukosa membran di hidung, dan kelopak mata
Diagnosis Banding
• Jaringan granulasi,
hemangioma, peripheral
giant cell granuloma, peripheral ossifying fibroma, metastatic carcinoma dan amelanotic melanoma Pemeriksaan Penunjang • Histopatologi Penatalaksanaan 1. Bedah pisau 2. Bedah listrik
3. Bedah laser CO2,
Er:YAG5 , Diode, Nd:YAG 4. Krioterapi
8. Granuloma piogenikum yang muncul pada wanita hamil disebut sebagai granuloma gravidarum.
Granuloma piogenikum sendiri memiliki nama ilimiah lain, nama ilmiah tersebut adalah
a. Hemangioma kapiler lobular b. Hemangioma infantile
c. Hemangioma ulseratif d. Limphangioma lobularis
9.Berikut ini merupakan obat-obatan yang
menurut berbagai studi dapat menyebabkan
granuloma piogenikum
a. Indinavir
b. Asiklovir
c. Azithromycin
d. Penicillin
e. Ciprofloksasin
10.Pada lesi atipikal dari granuloma pyogenic,
pemeriksaan apakah yang dapat menegakkan diagnosis? a. CD31 b. CD 45 c. Faktor VI d. Faktor II e. ANA test • Immunohistochemistry staining is often not
necessary given the
characteristic clinical history and histologic architecture • Atypical lesions may,
however, necessitate the use of IHC stains
• The lesion stains positive for vascular markers like CD31, CD34, and factor VIII antigen, but unlike infantile
hemangioma, are negative for glucose transporter-1 (GLUT1)
Sarwal P, Lapumnuaypol K. Pyogenic Granuloma. [Updated 2020 Dec 5]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556077
11.Pada lesi granuloma piogenikum yang
rekuren, tatalaksananya adalah
a. Eksisi komplit
b. Eksisi inkomplit
c. Eksisi inkomplit + penjahitan
d. Eksisi komplit + penjahitan
e. Kauter pada pendarahan
• In non-visible areas, complete excision is the preferred method of lesion removal because of lower rates of
recurrence and an excellent specimen for histopathologic characterization
• The excision is performed under local anesthesia
• For sessile lesions or recurrent lesions, surgical excision with suturing is preferred and overall results in less
postoperative bleeding with a lower recurrence rate
Sarwal P, Lapumnuaypol K. Pyogenic Granuloma. [Updated 2020 Dec 5]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556077
12.Pada area yang tidak nampak dari luar
(bukan wajah dan leher) tatalaksana untuk
granuloma piogenikum adalah
a. Eksisi komplit
b. Insisi komplit
c. Imiquimod
d. Kortikosteroid intralesi
e. Kortikosteroid topikal
13.Bayi 4 minggu dibawa ke dokter kulit akibat adanya bercak-bercak pada wajah. Pada
pemeriksaan fisik nampak ada lesi mutipel
dengan macula eritematosa, papul eritematosa, dan plak yang muncul multifocal, segmental, dan intermediate. Menurut ibu awalnya lesi kecil,
kemudian semakin membesar dan meluas.
Diagnosis yang paling mendekati untuk pasien ini adalah
a. Dermatitis kontak alergi b. Dermatitis kontak iritan c. Hemangioma infantile d. Eritoplakia
Hemangioma Infantil
• Tumor jinak pembuluh darah, berupa proliferasi endotelial
• Terdiri dari tiga fase, yaitu fase proliferasi, stabil, dan involusi
• Lesi ini didapatkan kurang lebih pada 4% anak usia 1 tahun
• Lesi ini lebih sering terjadi pada perempuan, bayi
prematur, ras kaukasia, kehamilan yang multipel, dan usia ibu di atas 30 tahun
• Nama lain lesi ini antara lain vascular tumor, vascular
birthmark, strawberry birthmark, strawberry hemangioma dan juvenile hemangioma
Klinis
• Lesi biasanya muncul pada usia 1-8 minggu, pertumbuhan yang cepat selama 6- 12 bulan,
dilanjutkan dengan fase involusi selama 5-9 tahun • Jenis dari hemangioma dibedakan menjadi:
1. Bentuk (fokal, multifokal, segmental,
indeterminate)
2. Tipe (superfisial, dalam, kombinasi,
retikular/abortif/perkembangan minimal)
• Lesi superfisial: makula eritematosa yang terang, papul, maupun plak muncul pada usia 1-4 minggu • Lesi dalam: berwarna ungu, biru, maupun
Pemeriksaan Penunjang
1. Dermoskopi• Red lacunas, reddish homogenous areas 2. Radiologi
• Beberapa modalitas yang dapat digunakan antara lain ultrasonography
dengan doppler, magnetic resonance imaging (MRI), dan computed tomography (CT) scan
• Pemeriksaan MRI dan CT-scan dilakukan pada lesi yang ekstensif (dicurigai terkait pembuluh darah besar) atau bila direncanakan terapi reseksi operasi pada tahap proliferasi
3. Tes darah
• Bila hemangioma terkait sindrom PHACE, atau terdapat kecurigaan
hemangioma hepar maka pemeriksaan darah yang berhubungan dengan penyakit endokrin harus dilakukan contoh pemeriksaan hormon tiroid maupun hormon pertumbuhan
• Pemeriksaan darah terkait pemberian terapi sistemik 4. Histopatologi
• Gambaran berupa lobular architecture dengan sel endotel yang tampak bulat (plump) dan gambaran proliferasi endotel yang signifikan pada fase proliferasi
• Hasil pewarnaan imunohistokimia pada glucose transporter 1 protein
14.Berikut ini temuan yang dapat ditemukan
pada lesi profundus dari hemangioma infantile
a. Berwarna merah
b. Lesi cenderung berwarna cerah
c. Lesi berwarna kulit
d. Lesi muncul pada usia 1 minggu
e. Lesi muncul pada usia 4 minggu
15.Berikut ini merupakan nama lain dari
hemangioma infantil kecuali
a. Vascular birthmark
b. Strawberry birthmark
c. Strawberry hemangioma
d. Strawberry lesion
16.Temuan dermoskopi pada hemangioma infantile adalah a. Lakuna merah b. Lakuna ungu c. Papila eritematus d. Deposit trombosit e. Hiperkeratosis Dermoskopi
• Red lacunas, reddish
17.Pemeriksaan
penunjang yang dapat digunakan untuk mendiagnosis hemangioma infantile adalah a. GLUT-1 b. CD 24 c. CD 38 d. Tes ANA e. ELISA Histopatologi • Gambaran berupa lobular architecture
dengan sel endotel yang tampak bulat (plump) dan gambaran
proliferasi endotel yang signifikan pada fase
proliferasi
• Hasil pewarnaan
imunohistokimia pada
glucose transporter 1 protein (GLUT-1) positif
18.Berikut ini terapi yang dapat diberikan pada
kasus hemangioma infantile, kecuali
a. Propanolol
b. Kortikosteroid
c. Interferon alfa
d. Imiquimod
Penatalaksanaan
• Sebagian besar hemangioma dapat sembuh secara spontan tanpa terjadi sekuele yang signifikan
• Observasi tanpa pemberian terapi dapat
dilakukan pada kasus yang berukuran kecil, lokasi jauh dari organ vital, dan tanpa penyulit
• Indikasi diperlukannya tata laksana antara lain: bila terjadi ulkus, lesi dapat mengganggu organ vital seperti mata, mulut, hidung, genitalia, dan perianal, yang berpotensi menimbulkan
Medikamentosa
1. Propanolol
• Pengobatan hemangioma infantil pada fase proliferasi dengan menggunakan propanolol
dosis 3 mg/kgBB/hari selama 6 bulan terbukti aman dan efektif
• Pengobatan hemangioma infantil dengan propanolol dosis 2 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
selama 6 bulan terbukti dapat mengurangi ukuran, ketebalan, dan warna kemerahan pada lesi
2. Topikal ß blockers
• Timolol maleat topikal 0,5% dapat mengurangi volume dan warna kemerahan pada
hemangioma infantil tipe superfisial
• Timolol maleat topikal 0,5% dapat mengurangi ukuran hemangioma infantil tipe superfisial
maupun campuran 3. Kortikosteroid
• Prednison oral dilaporkan dapat mengurangi pertumbuhan hemangioma infantil
4. Imiquimod 5% topikal 5. Interferon-α
• Terapi yang efektif untuk hemangioma yang resisten terhadap steroid, yang dapat
membahayakan fungsi organ tubuh seperti mata, dan dapat mengancam hidup 6. Kemoterapi
• Vincristine
Tindakan
1. Operasi
• Eksisi sirkular dengan penutupan purse-string mengurangi ukuran luka pascaoperasi
hemangioma infantil
• Reseksi satu tahap dilaporkan sukses
menghilangkan lesi hemangioma infantil pada telinga
2. Pulse dye laser
• Pulse dye laser tidak efektif dalam mengobati lesi awal hemangioma dan dihubungkan dengan
19.Tatalaksana hemangioma infantile pada kasus
proliferasi diberikan dengan menggunakan propranolol dosis a. 3 mg/kgbb/hari selama 2 bulan b. 2 mg/kgbb/hari selama 2 bulan c. 2 mg/kgbb/hari selama 6 bulan d. 2 mg/kgbb/hari selama 3 bulan e. 3 mg/kgbb/hari selama 6 bulan Propanolol • Pengobatan hemangioma infantil pada fase
proliferasi dengan
menggunakan propanolol dosis 3 mg/kgBB/hari
selama 6 bulan terbukti aman dan efektif
• Pengobatan hemangioma infantil dengan
propanolol dosis 2
mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis selama 6 bulan terbukti dapat
mengurangi ukuran, ketebalan, dan warna kemerahan pada lesi
20.Berikut ini yang bukan indikasi dari
tatalaksana hemangioma infantile
a. Terjadi ulkus
b. Menganggu organ vital
c. Terjadinya lesi dome shaped
d. Menimbulkan kecacatan
21. An. D, 1 tahun dibawa ke dokter akibat adanya bentol-bentol kecil pada wajah. Pada
pemeriksaan fisik nampak kumpulan vesikel yang berisi cairan bening dan serohemoragik.Batas lesi tidak jelas, dan nampak menyebar ke struktur di sekitarnya. Diagnosis yang paling mendekati pada pasien ini adalah
a. Limfangioma b. Hemangioma c. Dermatitis atopi
d. Dermatitis kontak iritan e. Varicella
Limfangioma
• Hiperplasia dan dilatasi pembuluh limfe akibat kelainan kongenital malformasi sistem limfatik
• Kelainan dapat bermanifestasi berbentuk vesikel yang berisikan cairan limfe, biasanya terdapat pada daerah wajah dan ditemukan pada usia kurang dari dua tahun
• Nama lainnya adalah lymphangioma circumscriptum
Klinis
• Lesi berupa kumpulan vesikel yang berisikan cairan bening maupun cairan serohemoragik
Pemeriksaan Penunjang
1. Histopatologi
• Pada sediaan terlihat dilatasi dari pembuluh limfe dengan endotelium yang datar dan tidak ditemukan sel darah
2. Ultrasonography (USG)
• Menyingkirkan malformasi arteriovenosa (highflow). Pada limfangioma didapatkan jenis slow-no flow dan dapat dinilai ekstensi dan luas malformasi
3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
• Bila terdapat kecurigaan kelainan melibatkan pembuluh besar dan memerlukan tindakan berbeda
4. Dermoskopi
Penatalaksanaan
1. Bedah pisau
2. Skleroterapi
• Dengan menggunakan OK-4327
• Dengan menggunakan bleomisin
3. Prosedur destruktif
• Radiofrequency ablation
• Bedah laser CO2
22.Berikut ini merupakan pernyataan yang
mendukung diagnosis limfangioma, kecuali
a. Kelainan kongenital
b. Mengenai anak di atas 3 tahun
c. Manifestasi klinis berupa vesikel
d. Lesi berbatas difus
23.Pada histopatolog idari diagnosis limfangioma ditemukan gambaran a. Dilatasi pembuluh limfe b. Dilatasi pembuluh
kapiler
c. Vasokonstriksi pembuluh limfe
d. Dilatasi pembuluh darah e. Deposit limfogenik
Histopatologi
• Pada sediaan terlihat dilatasi dari pembuluh limfe dengan
endotelium yang datar dan tidak ditemukan sel darah
24.Temuan radiologis ultrasonografi pada limfangioma adalah a. High flow b. Medium flow c. Slow no flow d. Hipoekoik e. Accoustic shadow Ultrasonography (USG) • Menyingkirkan malformasi arteriovenosa (highflow). Pada limfangioma didapatkan jenis slow-no flow dan dapat dinilai ekstensi dan luas malformasi
25.Demoskopi pada limfangioma
menunjukkan gambaran a. Yellow lacuna
b. Clear water lacuna c. Red-blue lacuna d. Red-black papules e. Red-oranges papules
Dermoskopi
• Red-blue lacunas,
red-bluish to red black homogenous areas