i
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Alhamdulillah Tim Penyusun Proposal alih status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu dapat menyelesaikan proposal ini tanpa ada halangan yang berarti. Proposal peningkatan status ini sebagai bahan kajian bagi para pengambil kebijakan dalam rangka peningkatan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu dengan mandata yang lebih luas menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
Proposal ini kami ajukan kepada Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, sebagai wujud aspirasi civitas akademika, Senat IAIN Palu, masyarakat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah. Dalam proposal ini kami paparkan profil lembaga, fasilitas pendukung serta analisis kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan nasional bagi wujudnya PTKIN berskala universitas di Provinsi Sulawesi Tengah.
Besar harapan kami kiranya mendapat dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari jajaran Pemerintah Pusat, karena kehadiran sebuah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu di daerah kami merupakan cita-cita dan aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya, sekaligus wujud dari pemerataan pendidikan bagi seluruh wilayah NKRI.
Palu, Juni 2019 Rektor IAIN PAlu
Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd. Nip. 19670501 199103 1 005
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 11.1. Latar Belakang dan Tujuan Perubahan ... 1
1.1.1. Latar Belakang ... 1
1.1.2. Tujuan Perubahan ...3
1.2. Dasar Hukum Perubahan ... 4
1.3. Alasan Perubahan ... 5
1.4. Potensi Pendukung ... 9
BAB II KONDISI TERKINI IAIN PALU ... 16
2.1. Sejarah dan Konteks Geo-Demografis IAIN Palu ... 16
2.1.1 Sejarah Singkat ... 16
2.1.2. Konteks Geo-Demografis ... 17
2.2. Visi, Misi dan Tujuan ... 20
2.2.1. Visi... 20
2.2.2. Misi ... 20
2.2.3. Tujuan ... 21
2.3. Status dan Peran IAIN Palu ... 21
2.4. Kebutuhan terhadap IAIN Palu ... 23
2.5. Program Studi ... 25
1.5.1. Program Sarjana (S1) ... 25
1.5.2. Program pascasarjana... 26
2.6. Mahasiswa dan Alumni ... 27
2.6.1. Mahasiswa ... 27
2.6.1. Alumni ... 28
2.7. Sumber Daya Manusia (SDM) ... 29
2.7.1. Tenaga Pengajar (Dosen) ... 29
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
iii
2.8. Fasilitas (Sarana dan Prasarana) ... 33
2.9. Kerja Sama ... 34
2.10. Pembiayaan ... 35
BAB III ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT DAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN NASIONAL ... 41
3.1. Analisis Kebutuhan Masyarakat ... 41
3.2. Analisis Kebutuhan Pembangunan Nasional ... 44
BAB IV RENCANA PENGEMBANGAN ... 47
4.1. Visi, Misi dan Tujuan ... 47
4.1.1. Visi ... 47
4.1.2. Misi ... 47
4.1.3. Tujuan ... 47
4.2. Paradigma Keilmuan ... 48
4.3. Pola Pembinaan Dosen dalam Kerangka Integrasi Keilmuan ... 51
4.3. Program Studi Unggulan ... 51
4.5. Arah Pengembangan (Road Map) ... 53
4.6. Rencana Pengembangan Jangka Pendek (2020-2024): Penguatan Kelembagaan ... 55
4.6.1. Transformasi Akademik dan Keilmuan ... 55
4.6.2. Strategi, Kebijakan dan Indikator Pengembangan ... 57
4.7. Rencana Pengembangan Jangka Menengah (2025-2029): Penguatan Daya Saing Nasional dan Asia ... 65
4.7.1. Transformasi Akademik dan Keilmuan ... 65
4.7.2. Strategi, Kebijakan dan Indikator Pengembangan... 67
4.8. Rencana Pengembangan Jangka Panjang (2030-2034): Pencapaian Daya Saing Global ... 73
4.8.1. Transformasi Akademik dan Keilmuan ... 73
4.8.2. Strategi, Kebijakan dan Indikator Pengembangan ... 76
4.9. Skema Pembiayaan... 82
BAB V PENUTUP ... 83
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
iv
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 851
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang dan Tujuan Perubahan
1.1.1. Latar Belakang
Sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia, Provinsi Sulawesi Tengah, seperti halnya daerah-daerah provinsi lainnya, memiliki peran dan tanggung jawab dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, menyiapkan sumberdaya manusia yang handal, yang mampu bersaing di bidang sains dan teknologi adalah suatu yang tidak bisa dielakkan. Pada waktu yang bersamaan, masyarakat Sulawesi Tengah dihadapkan pada berbagai persoalan moral yang muncul sebagai akibat dari modernisasi dan globalisasi budaya. Belum lagi trauma konflik yang dirasakan masyarakat sebagai dampak psikologis dari kerusuhan yang terjadi pada sebagian wilayah Sulawesi Tengah, beberapa waktu yang lalu. Untuk menjawab tantangan itu, salah satu langkah fundamental ialah mengembangkan fungsi lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berorientasi keduniaan dengan iman dan taqwa (IMTAQ) yang bersifat keakhiratan.
Arah pembangunan Pendidikan Tinggi saat ini mengacu pada paradigma modern dengan menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu kemandirian (autonomy), akuntabilitas (accountability), dan jaminan kualitas (quality assurance). Penguatan kemandirian dimaksudkan bahwa Perguruan Tinggi diberikan kemandirian yang lebih besar, bukan hanya sekedar dalam pengelolaan secara manajerial, tetapi juga dalam hal penentuan dan pemilihan kurikulum dalam rangka penyesuaian Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat atau kebutuhan pasar. Dengan demikian, Perguruan Tinggi berfungsi selain untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
2
juga dituntut mampu meningkatkan kualitas disiplin ilmu melalui penelitian dan pengembangan (rearch and development).
Konsep akuntabilitas Perguruan Tinggi diarahkan pada peningkatan kemampuan untuk mencapai tujuan seperti yang direncanakan, serta memberikan hasil yang maksimal bagi pembangunan bangsa. Karena itu, peningkatan akuntabilitas diharapkan mendorong setiap unsur yang terlibat dalam menajemen Perguruan Tinggi dapat memaksimalkan penggunaan dan pengelolaan semua sumber daya yang ada secara efektif dan efisien sehingga memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Sementara itu jaminan kualitas memberikan efek kepastian dan kepercayaan (trust) masyarakat karena adanya relevansi antara harapan masyarakat dengan output yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Oleh sebab itu, manajemen Perguruan Tinggi terdorong secara kreatif untuk terus melakukan perbaikan dan pembenahan menuju kualitas sebagai orientasi, agar hasrat dan keinginan masyarakat dapat direspons dengan melakukan standarisasi “output” sehingga terjadi link and match.
IAIN Palu sebagai institusi keagamaan yang concern dengan masalah-masalah sosial keagamaan di Sulawesi Tengah berperan aktif mendukung program-program pembangunan nasional dalam bidang pendidikan dan pembinaan moral bangsa dalam rangka menciptakan masyarakat madani (civil society) yang demokratis, egaliter dan saling menghormati perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, pembinaan dan pengembangan kelembagaan IAIN Palu menjadi UIN perlu mendapat perhatian dalam konstelasi pembangunan nasional.
IAIN Palu yang berkedudukan di Palu, memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat pembangunan di bidang pendidikan keagamaan. Selain sebagai lembaga pendidikan formal keagamaan, IAIN Palu adalah agen perubahan (agent of change). Dalam konteks ini, IAIN Palu senantiasa dituntut untuk terus berbenah diri dengan melakukan
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
3
pengembangan dan penguatan baik dari segi kelembagaan maupun program akademiknya.
1.1.2. Tujuan Perubahan 1.1.2.1. Tujuan Jangka Panjang
a. Untuk merespons tuntutan tantangan akademis global serta perkembangan informasi dan teknologi;
b. Untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat Islam terhadap perkembangan Pendidikan Tinggi Islam; c. Untuk memperkuat pendidikan tinggi di Indonesia
sebagai pusat pengembangan informasi dan teknologi, serta menyediakan pondasi etika dan moral bagi penerapan Ilmu pengetahuan dan teknologi;
d. Untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang mampu menerapkan, meningkatkan, menciptakan informasi dan teknologi dan/atau budaya di bidang ilmu-ilmu keislaman dan sosial;
e. Untuk memberikan konstribusi aktif strategis bagi tujuan pembangunan nasional pada sektor bisnis;
f. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum;
g. Untuk merekonstruksi keilmuan Islam dalam merespon transformasi budaya yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi;
1.1.2.2. Tujuan Jangka Pendek
Tujuan jangka pendek perubahan status ini akan difokuskan pada pengembangan UIN Datokarama Palu
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
4
(dengan mandat yang lebih luas), sehingga menjadi model dan pusat pengembangan sumber daya bagi PTKI di wilayah bagian Timur Indonesia. Pengembangan ini meliputi:
a. Restrukturisasi dan modernisasi kurikulum IAIN Palu, dengan menggunakan kurikulum nasional sebagaimana diatur oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional, serta kurikulum universitas yang sejalan dengan tuntutan masyarakat;
b. Penguatan status untuk membuka jurusan/program studi dengan mandat yang lebih luas ke fakultas;
c. Pengembangan jurusan ke dalam model epistemologi yang tidak terpisahkan dengan pendekatan sains modern; d. Peningkatan kualitas staf pengajar (dosen) yang ada saat ini melalui pelatihan lokal dan luar negeri, dan menambah jumlah staf pengajar untuk sains modern;
e. Penyediaan lembaga pendukung akademik, seperti laboratorium, pusat penelitian, pusat kegiatan mahasiswa, lembaga pengembangan kualitas akademik, perpustakaan dan sistem informasi on-line.
1.2. Dasar Hukum Perubahan
Dasar hukum yang menjadi acuan perubahan status IAIN Palu menjadi UIN Datokarama Palu, antara lain sebagai berikut:
a. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, Nomor 15 Tahun 2014 tentang Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan.
b. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Nomor 51 Tahun 2018 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
5
1.3. Alasan Perubahan
Saat ini, masyarakat sedang mengalami pergeseran paradigma dalam merespon pendidikan sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Akibatnya, masyarakat melihat pendidikan bukan sekedar penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks kekinian tetapi juga sebagai investasi dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta kemampuan produktif di masa yang akan datang yang diukur dari tingkat pendapatan. Atas dasar ini, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa dalam mengelola pendidikan, mesti selalu mempertimbangkan besarnya feedback yang diperoleh. Pertimbangan ini sangat penting, tentu saja, karena masyarakat sangat selektif dalam memilih lembaga pendidikan sejak tingkat Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi.
Berdasarkan fakta tersebut, dalam menghadapi perubahan besar yang mempengaruhi kehidupan kolektif masyarakat, sebagai agen modernisasi, lembaga pendidikan sangat disarankan untuk melakukan re-evaluasi terhadap eksistensinya dalam menjalankan tugasnya bagi masa depan umat manusia. Oleh karena itu, sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi Islam, IAIN Palu harus direformasi untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi tekniknya sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Dalam konteks ini, khususnya ketika memasuki era revolusi industri 4.0, Indonesia harus mengembangkan sumber daya manusia yang merupakan dasar utama kekayaan bangsa. Dari perspektif ini, tujuan pembangunan adalah pemanfaatan secara maksimal sumber daya manusia dalam kegiatan produktif dan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan tenaga kerja secara optimal. Mencermati ide di atas, terutama dalam mengembangkan sumber daya manusia, tidak ada pilihan lain selain memodernisasi pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam harus direformulasi sesuai dengan kerangka modernitas, bila tidak, lembaga pendidikan Islam tradisional hanya menambah ketidakberdayaan umat dalam menghadapi kemajuan dunia modern.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
6
Di samping itu, tuntutan para pengguna jasa (users) dan stakeholders akan variasi program studi yang ditawarkan IAIN juga kian meningkat. Seperti diketahui lulusan SLTA, baik MA maupun SMU bahkan sebagian besar madrasah di Pondok Pesantren, berasal dari beberapa jurusan (pengelompokan disiplin ilmu) seperti ilmu agama, ilmu bahasa, ilmu sosial, ilmu alam dan humaniora. Pengelompokan disiplin keilmuan di tingkat SLTA semacam ini menuntut IAIN menyiapkan jurusan/program studi yang bervariasi sehingga dapat mengakomodir minat dan bakat pada calon mahasiswa. IAIN Palu diharapkan dapat menawarkan “output” yang bervariasi dan selaras dengan demand (marketable). Sebuah survey yang dilakukan terhadap para mahasiswa baru IAIN Palu tahun 2017 menunjukkan bahwa 79% calon mahasiswa memilih perguruan tinggi karena pertimbangan ketersediaan program studi yang sesuai dengan minat mereka. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa jumlah penerimaan mahasiswa baru IAIN Palu mengalami pertumbuhan sebesar 19% pertahun, angka ini mengalami peningkatan dibanding saat masih berstatus STAIN yang tingkat pertumbuhan rata-ratanya hanya 6% per-tahun. Peningkatan ini dipengaruhi bertambahnya jumlah program studi yang ditawarkan setelah menjadi IAIN. Dengan logika ini, dapat diprediksi bahwa perluasan bidang kajian setelah beralih status menjadi universitas akan berimplikasi signifikan terhadap peningkatan jumlah peminat/calon mahasiswa baru.
Berdasarkan kondisi di atas, IAIN Palu dituntut untuk melakukan pengembangan core keilmuan dalam disiplin ilmu-ilmu sosial-humaniora dan sains modern dengan tetap menjadikan studi-studi keislaman sebagai pondasi utama yang merupakan distingsi PTKIN. Pengembangan kurikulum melalui pola integrasi ilmu menjadi sebuah keharusan demi memenuhi tuntutan perubahan sosial dan tantangan globalisasi.
Saat ini, jumlah alumni IAIN Palu Sulawesi Tengah lebih besar daripada kesempatan kerja yang dapat diperoleh di sektor tradisional, seperti guru agama, hakim pengadilan agama, fungsional penyuluh agama dan lain-lain. Dengan demikian, ada surplus besar di bidang ini. Para alumni IAIN Palu Sulawesi Tengah
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
7
dituntut memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri, kerja mandiri, atau entrepreneurship. Kurikulum dan fasilitas yang ditawarkan oleh IAIN Palu Sulawesi Tengah saat ini lebih terfokus pada studi-studi keislaman (sebagai konsekuensi dari statusnya sebaga “institut”). Mahasiswa tidak memiliki kesempatan yang memadai untuk mengkaji ilmu-ilmu lain guna memperluas wawasan mereka terhadap dunia kontemporer, padahal wawasan tersebut sangat dibutuhkan dalam menerjemahkan dan membumikan prinsip-prinsip Islam dalam konteks kekinian.
Lebih lanjut, berdasarkan sudut pandang pengembangan sumber daya manusia dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, IAIN Palu Sulawesi Tengah perlu mereformasi kurikulum agar dapat mencakup ilmu-ilmu sosial, kealaman, dan profesi yang dibutuhkan di era industri 4.0. Bila gagal memenuhi hal tersebut, niscaya IAIN Palu akan ditinggalkan dan menjadi lembaga usang dan akan menjadi hambatan bagi perkembangan Indonesia di masa mendatang.
Dengan demikian, IAIN Palu Sulawesi Tengah perlu dikembangkan dengan: (1) Membuka program studi dalam disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora dan
sains modern.
(2) Mengintegrasikan studi-studi keIslaman dengan lmu-ilmu sosial, humaniora dan sains modern melalui restrukturisasi dan modernisasi kurikulum.
(3) Penguatan penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan civitas akademika, baik dalam tata kelola administrasi akademik maupun dalam proses pembelajaran dan manajemen organisasi secara keseluruhan.
(4) Meningkatkan kemampuan riset para dosen melalui riset kolaboratif-interdisipliner yang pada gilirannya berkontribusi pada materi pembelajaran berbasis riset.
(5) Meningkatkan partisipasi lembaga dalam pemberdayaan masyarakat, melalui program-program pengabdian berbasis riset dan berdampak nyata dalam menyelesaikan persoalan-persoalan riil di masyarakat.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
8
Perubahan IAIN Palu Sulawesi Tengah sebagaimana disebutkan di atas, terutama bertujuan untuk mempertahankan kekuatan yang ada pada IAIN Palu Sulawesi Tengah sebagai pusat pengkajian Islam moderat dan melakukan inovasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat dan tuntutan publik terhadap dunia kerja yang di era industri 4.0.
Alasan lain dari konversi ini lebih bersifat institusional daripada yang lainnya. Menurut hukum dan peraturan yang ada di Indonesia, lembaga pendidikan dalam kategori “institut” hanya diperbolehkan mengembangkan dan menawarkan program studi dalam rumpun keilmuan yang sejenis, misalnya, disiplin yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan sains Islam. Hal ini masih sering diartikan dalam pengertian tradisional. Secara historis, sejumlah sains Islam yang dikembangkan oleh para ilmuwan muslim di masa kejayaan peradaban Islam—seperti Aljabar, Astronomi, Matematika dan Ilmu Kesehatan—telah dikeluarkan.
Pengembangan IAIN Palu Sulawesi Tengah (dengan mandat yang lebih luas sebagai universitas) sangat penting, yang akan mencakup lebih dari satu jenis rumpun keilmuan. Bagaimanapun juga, diharapkan pengembangan lembaga ini dapat mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman, dan melaksanakan penelitian, serta membawa pendidikan di bidang sains Islam dalam pengertian yang seluas-luasnya bagi kesejahteraan masyarakat luas. IAIN Palu Sulawesi Tengah juga secara strategis dibutuhkan untuk mengimplementasikan integrasi keilmuan. Dengan demikian, tak akan ada lagi dikotomi antara apa yang disebut ilmu-ilmu profan/umum dengan ilmu-ilmu agama.
Faktor lain yang juga perlu menjadi pertimbangan pemerintah adalah prinsip pemerataan pendidikan. Sulawesi Tengah saat ini hanya memiliki satu universitas Negeri, Universitas Tadulako. Senada dengan prinsip pelayanan yang optimum dalam rangka mencerdaskan bangsa dipandang kurang memadai bila dilihat dari sudut kuantitas. karena itu IAIN Palu sudah semestinya didorong untuk bertransformasi menjadi UIN sebagai manifestasi dari pemerataan pembangunan di bidang Pendidikan.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
9
Pertimbangan lain—perubahan status menjadi UIN—yang tidak kalah pentingnya adalah adanya conflict traumatic pasca kerusuhan sosial di sebagian wilayah Sulawesi Tengah yang eksesnya masih terasa sampai sekarang ini. Hal ini ditandai dengan masih eksisnya faham dan kelompok Islam radikal—meski secara sembunyi-sembunyi—di daerah bekas konflik. Fenomena ini membutuhkan penanganan yang serius terutama dalam rangka syiar Islam yang toleran, moderat, dan damai, termasuk pendampingan bagi para mantan nara pidana teroris. Penanganan masalah-masalah sosial kemasyarakatan seperti ini tentu saja tidak cukup dengan pendekatan religius semata, tetapi membutuhkan pendekatan multi-interdisipliner. Peralihan status IAIN Palu menjadi UIN diharapkan memberikan peluang bagi PTKIN satu-satunya di Sulawesi Tengah ini untuk lebih mengoptimalkan perannya dalam dharma pengabdian kepada masyarakat dan mensosialisasikan Islam moderat di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Tengah yang multikultural.
1.4. Potensi Pendukung
Gagasan perubahan IAIN Palu menjadi UIN Datokarama Palu berpijak pada hasil analis terhadap sejumlah faktor pendukung sebagai berikut:
Pertama, secara geografis, IAIN Palu berada di ibu kota Provinsi Sulawesi
Tengah, yang terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota. Jumlah penduduk Sulawesi Tengah tahun 2018 sebesar 3.010.443 jiwa, sebanyak 84,6% di antaranya beragama Islam; 8,16% beragama Kristen; 2,23% beragama Katolik; 2% beragama Hindu dan 3,55% beragama Budha. Laju rata-rata pertumbuhan penduduk pertahun 2010-2016 sebesar 1,67%.1
Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, potensi mahasiswa tentu saja bersumber dari penduduk muslim yaitu sebesar 2.546.835 (84,6%), dari jumlah ini dapat diprediksi potensi calon mahasiswa, yaitu rentang usia 19-25 tahun yakni sebesar 17% dari populasi penduduk (mengacu pada data sensus 2010), diperoleh
1Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah, Statistik Penduduk Sulawesi Tengah (Palu: BPS Sulawesi Tengah, 2018), 9
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
10
data sebesar 511.755 jiwa (jumlah mahasiswa IAIN Palu tahun 2019 sebesar 7.690, APK = 1,83%).
Sedangkan potensi mahasiswa baru untuk tahun ini dapat dilihat dari peserta ujian akhir nasional tingkat SLTA tahun 2019, yaitu—menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah—sebesar 28.163 atau 0,92% dari total populasi penduduk Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data-data ini, dapat diproyeksi pertumbuhan penduduk khususnya usia kuliah (19-24) dan perkembangan peserta Ujian Nasional hingga tahun 2029 sebagaimana digambarkan melalui pada tabel 1. 2
Tabel 1
Proyeksi Pertumbuhan Jumlah Penduduk, Penduduk Usia 19-24, dan Peserta Ujian Nasional Tingkat SLTA
di Sulawesi Tengah (Tahun 2019-2029)
Tahun Jumlah Penduduk3 Usia 19-24 Peserta UN
2019 3,054,023 519,184 28,163 2020 3,096,976 526,486 28,492 2021 3,148,695 535,278 28,968 2022 3,201,279 544,217 29,452 2023 3,254,740 553,306 29,944 2024 3,309,094 562,546 30,444 2025 3,364,356 571,941 30,952 2026 3,420,541 581,492 31,469 2027 3,477,664 591,203 31,995
2 Estimasi pada tabel 1 didasarkan pada Laju pertumbuhan penduduk Sulawesi Tengah sebesar 1,67% (Data BPS Sulawesi Tengah 2017), perhitungannya menggunakan metode aritmatik dengan rumus: Pt = P0 (1 + rt)
Pt = Jumlah penduduk pada tahun yang diproyeksikan P0 = Jumlah penduduk pada tahun 0 atau tahun dasar t = Jumlah tahun antara tahun dasar dengan tahun proyeksi r = Laju pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun (2010-2016)
Data Sensus 2010 yang menjadi dasar perhitungan, menunjukkan bahwa penduduk usia 19-24 tahun sebesar 17% dari total penduduk. Dasar ini yang menjadi acuan estimasi jumlah penduduk usia 19-24 tahun pada tahun-tahun berikutnya. Sedangkan perkembangan jumlah peserta ujian akhir nasional SLTA—karena data sebelumnya sangat fluktuatif—acauan yang digunakan adalah data terbaru yakni tahun 2019 dari Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, yaitu sebesar 0,92% dari total penduduk. Persentase ini dijadikan acuan estimasi peserta ujian akhir nasional pada tahun-tahun berikutnya.
3Data penduduk 2018 dan 2019 diperoleh dari: Badan Pusat Statistik, Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tengah 2010-2020 (Jakarta: BPS, 2015)
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
11
Tahun Jumlah Penduduk3 Usia 19-24 Peserta UN
2028 3,535,741 601,076 32,529
2029 3,594,788 611,114 33,072
Berdasarkan tabel 1 di atas, potensi calon mahasiswa baru cukup besar bila dibandingkan dengan daya tampung perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Tengah. Saat ini, Sulawesi Tengah hanya memiliki (satu) perguruan tinggi Negeri yang berstatus Universitas, yaitu Universitas Tadulako (Untad). Kuota penerimaan mahasiswa baru Untad tahun 2018 sebesar 9.994 orang, jumlah ini tentu saja bukan hanya diisi dari calon mahasiswa Sulawesi Tengah, tetapi juga dari berbagai provinsi. Artinya, masih ada kurang lebih 20.000 calon mahasiswa yang harus memilih perguruan tinggi lain, sebagian besar dari mereka memilih ke luar provinsi demi untuk memilih perguruan tinggi yang menyediakan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Potensi input mahasiswa juga dapat dilihat dari jumlah siswa SLTA di Sulawesi Tengah cukup besar. Terdapat 577 sekolah/madrasah SLTA dengan jumlah siswa mencapai 138.286 orang.
Tabel 2
Jumlah Sekolah dan Siswa SLTA di Sulawesi Tengah 2018
No. Kategori Sekolah Jumlah
Sekolah Siswa 1 MA Negeri 11 4,219 2 MA Swasta 143 12,353 3 SMU Negeri 186 65,709 4 SMU Swasta 53 10,817 5 SMK Negeri 100 33,653 6 SMK Swasta 84 11,535 Total 577 138,286
Sumber: BPS Sulawesi Tengah 2018
Peluang ini tentu dapat dimanfaatkan jika IAIN Palu telah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dan membuka program studi-program studi baru sesuai dengan kebutuhan para calon mahasiswa. Paling tidak, penerimaan mahasiswa baru dapat mencapai 5.000-7.000 orang per-tahun.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
12
Kedua, kepercayaan masyarakat Sulawesi Tengah terhadap perguruan tinggiNegeri masih lebih tinggi dibanding perguruan tinggi swasta, terutama setelah pemerintah melalui kementerian ristek dikti memperketat sistem regulasi akreditasi perguruan tinggi. Di samping itu, alasan biaya pendidikan perguruan tinggi Negeri dianggap lebih terjangkau. Hingga saat ini, animo masyarakat untuk mendaftar di IAIN Palu masih mengalahkan sejumlah perguruan tinggi swasta yang ada di wilayah Sulawesi Tengah. Hanya saja keterbatasan program studi yang ditawarkan belum mampu memenuhi tuntutan masyarakat secara optimal.
Perkembangan jumlah mahasiswa terus mengalami peningkatan signifikan, terutama setelah beralih status dari STAIN menjadi IAIN. Pertumbuhan jumlah mahasiswa dalam 5 (lima) tahun terakhir mencapai rata-rata 17% per-tahun (lihat tabel 4 dan grafik 3). Sedangkan penerimaan mahasiswa baru dalam 5 (lima) tahun terakhir mencapai rata-rata 21% per-tahun, sebagaimana digambarkan pada tabel 2. Peningkatan jumlah mahasiswa baru ini tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari propinsi-propinsi lain terutama dari Propinsi Kalimantan Timur, Propinsi Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara dan Ternate, termasuk sejumlah mahasiwa dari Thailand.
Tabel 3
Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Palu Tahun 2014-2018
No. Tahun Mahasiswa Baru Ket.
Pendaftar Diterima Pertumbuhan
1 2014 953 796 9,4%
2 2015 1585 1000 26%
3 2016 1793 1235 24%
4 2017 2237 1550 26%
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
13
Grafik 1: Penerimaan Mahasiswa Baru dalam 5 tahun terakhirRata-rata pertumbuhan jumlah mahasiswa baru yang diterima dalam lima tahun terakhir sebesar 21% per-tahun. Apabila data ini digunakan sebagai dasar estimasi perkembangan jumlah mahasiswa baru dalam 10 tahun ke depan, maka hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4
Proyeksi Jumlah Mahasiswa Baru hingga tahun 2028
No. Tahun Jumlah
Mahasiswa Baru Pertumbuhan Estimasi
1 2019 2,287 21% 2 2020 2,767 21% 3 2021 3,348 21% 4 2022 4,051 21% 5 2023 4,902 21% 6 2024 5,932 21% 7 2025 7,177 21% 8 2026 8,684 21% 9 2027 10,508 21% 10 2028 12.715 21% 953 1585 1793 2237 3035 796 1000 1235 1550 1890 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 2014 2015 2016 2017 2018 Pendaaftar Diterima
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
14
Grafik 2: Proyeksi Penerimaan Mahasiswa Baru hingga 10 tahun ke depanProyeksi ini tentu lebih realistis lagi jika program studi yang ditawarkan lebih variatif, tidak terbatas pada studi-studi keislaman murni semata, tetapi juga mencakup ilmu-ilmu sosial-humaniaora dan sains murni (eksakta), termasuk pendidikan profesi. Fenomena yang terjadi dalam masyarakat mengindikasikan adanya social expectation yang cukup besar terhadap hadirnya Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dengan ilmu-ilmu agama. Hal ini tercermin dari harapan masyarakat terhadap hadirnya sarjana muslim yang intelektual dan professional dalam bidang keislaman dan keilmuan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia global.
Ketiga, faktor pendukung lainnya adalah ketersediaan dosen dan tenaga
kependidikan yang memadai. IAIN Palu saat ini memiliki 155 dosen tetap PNS, 10% di antaranya merupakan alumni perruguan tinggi luar negeri, di samping itu juga terdapat 28 orang dosen tetap non-PNS, 39 Calon Dosen (CPNS) dan juga dosen tidak tetap dari Unviersitas Tadulako dan perguruan tinggi lain (Rincian tentang kondisi SDM IAIN Palu dapat dilihat pada bab berikutnya).
Keempat, sarana-prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan akibat
gempa dan tsunami pada bulan September 2018, saat ini sudah mulai dipulihkan
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Mahasiswa Baru
Series1 Series2Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
15
kembali melalui dana Asian Development Bank (ADB) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pembangunan kampus baru ini (baik kampus I maupun kampus 2) didesain untuk memenuhi standar fasilitas sebuah universitas modern.
Kelima, dukungan pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun
kabupaten/kota sangat baik. Dukungan ini dibuktikan baik dalam bentuk kerja sama program, maupun dukungan materil. Sebagai contoh, pemerintah provinsi Sulawesi Tengah telah menghibahkan sejumlah lahan bagi pengembangan kampus I yang saat ini telah ditempati bangunan perkuliahan 2 unit berlantai 3 (54 ruang kelas). Sementara itu, dalam pembangunan kampus II, Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi berjanji akan menambahkan lahan minimal 20 ha (saat ini luas lahan kampus II + 20 ha).
16
BAB II
KONDISI TERKINI IAIN PALU
2.1. Sejarah dan Konteks Geo-Demografis IAIN Palu
2.1.1 Sejarah Singkat
Secara historis, IAIN Palu berdiri atas inisiatif beberapa tokoh intelektual muslim, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, ulama maupun para pemimpin Islam di kota Palu. Pada bulan Mei 1966, sebuah panitia dibentuk yang dikenal dengan nama Panitia Persiapan Pendirian IAIN ‘Datokarama’ Palu.
Usaha untuk mendirikan IAIN mandiri di Palu tidak mendapat persetujuan dari Menteri Agama RI karena persyaratan akademik tidak dapat dipenuhi. Meskipun demikian, niat dan semangat untuk mendirikan IAIN di Palu tidak pernah berhenti. Beberapa tokoh Islam berinisiatif dan terus berusaha mendirikan perguruan tinggi yang didukung oleh masyarakat dan disponsori oleh pemerintah, yang secara khusus diorientasikan untuk pemberdayaan masyarakat muslim. Ide ini bukan hanya tumbuh di Palu, tetapi juga menyebar ke beberapa kota yang didominasi oleh masyarakat muslim, khususnya di Donggala, Banggai dan Tolitoli. Akhirnya, upaya ini membuahkan hasil, pada tahun 1966 atas arahan dari Menteri Agama RI pada saat itu, dibukalah fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin di Paludengan status filial dari IAIN Alauddin Ujung Pandang (sekarang UIN Makassar).Pada tanggal 8 Mei 1969, kedua fakultas tersebut dikonversi menjadi cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang, yang diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Menteri Agama RI. Selain itu, tokoh-tokoh intelektual muslim (alumni Tarbiyah dan Ushuluddin) di daerah juga mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) di bawah Yayasan Datokarama pada 1995.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
17
Keberadaan dua fakultas dan satu sekolah tinggi tersebut, telah memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat.Namun, tuntutan terus berkembang untuk menggabungkan ketiganya menjadi fakultas negeri dalam sebuah perguruan tinggi mandiri yang berlokasi di Sulawesi Tengah.Niat tulus tersebut kemudian mendapat respon pemerintah dengan keluarnya Keputusan Presiden No. 11 tahun 1997. Akhirnya, STAIN Datokarama Palu berdiri dengan empat jurusan, yaitu: Tarbiyah, Syariah, Ushuluddin dan Dakwah.
Selanjutnya, atas dorongan masyarakat dan pemerintah Sulawesi Tengah, STAIN Datokarama Palu mengajukan peningkatan status dari sekolah tinggi menjadi institut untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program studi. Usulan ini disambut positif oleh Pemerintah, dan akhirnya pada Desember 2013, STAIN Datokarama Palu berubah status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, yang terdiri dari tiga fakultas, yaitu: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.
2.1.2. Konteks Geo-Demografis
IAIN Palu berada di Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah dan merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi ini. Untuk mendapatkan gambaran tentang konteks demografis IAIN Palu, berikut dipaparkan kondisi geografis, jumlah penduduk serta kondisi ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.
2.1.2.1. Kondisi Geografis
Sulawesi Tengah merupakan propinsi terbesar di pulau Sulawesi dan memiliki luas wilayah 61.841,29 km2 (terdiri dari 11 kabupaten dan 1 kota). Batas-batas wilayah Propinsi Sulawesi Tengah di daerah utara berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Propinsi Gorontalo, di wilayah timur Propinsi Maluku, di daerah selatan berbatasan dengan Propinsi
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
18
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, dan di area barat berbatasan dengan selat Makassar.
Ibukota Sulawesi Tengah adalah Palu dengan tinggi rata-rata sekitar 84 meter dari permukaan laut, serta terletak di antara 'lintang utara dan 3o48' lintang selatan 2o22, 119o22 'dan 124o22' Bujur Timur.
Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah memiliki luas 61.841,29 km2. Sampai dengan tahun 2016 lalu, wilayah administratif Propinsi Sulawesi Tengah terbagi menjadi dua belas kabupaten/kota, yaitu Banggai Kepulauan (2.448,79 km2) Banggai (9.672,70 km2) Morowali (3.037,04 km2) Poso (7.112,25 Km2) Donggala (4.043,57 km2) Tolitoli (4.079,77), Buol (4.043,57), Parigi Moutong (5.089,91 km2), Tojo Unauna( 5.,721,15 km2), Sigi (5.196,02 km2), Banggai Laut (725,67 km2), Morowali Utara (10.004,28 km2),dan Kota Palu (395,06 km2).
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
19
2.1.2.2. PendudukPenduduk Sulawesi Tengah sangat heterogen dari segi etnis dan ras. Sulawesi Tengah didiami oleh 19 kelompok etnis atau suku yang tersebar di beberapa daerah, yaitu 1. Etnis Kaili yang berada di Kabupaten Donggala dan kota Palu, 2. Etnis Kulawi yang berada di Kabupaten Sigi, 3. Etnis Lore berada di Kabupaten Poso, 4. Etnis Pamona yang berada di Kabupaten Poso, 5. Etnis Mori yang berada di Kabupaten Morowali, 6. Etnis Bungku yang berada di Kabupaten Morowali, 7. Etnis Saluan atau Loinang yang berada di Kabupaten Banggai, 8. Etnis Balantak berada di Kabupaten Banggai, 9. Etnis Mamasa yang berada di Kabupaten Banggai, 10. Etnis Taa di Kabupaten Banggai, 11. Etnis Bare'e berada di kabupaten Touna, 12. Etnis yang Banggai berada di Pulau Banggai, 13. Etnis Buol di Kabupaten Buol, 14. Etnis Tolitoli berada di Kabupaten Tolitoli, 15. Etnis Tomini di Kabupaten Parigi Moutong, 16. Etnis Dampal yang berada di Dampal, Kabupaten Tolitoli 17. Etnis Dondo berada di Dondo, Kabupaten Tolitoli, 18. Etnis Pendau berada di Kabupaten Tolitoli 19. Etnis Dampelas berada di Kabupaten Donggala.Selain penduduk asli, Sulawesi Tengah dihuni oleh imigran dari Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Penduduk Sulawesi Tengah tahun 2018 sebesar 3,010,443 jiwa yang didominasi oleh umat Islam. Sebanyak 84,6% beragama Islam, 8,16% beragama Kristen, 2,23% beragama Katolik, 2% beragama Hindu dan 3,55% beragama Budha (BPS Sulawesi Tengah, update data 2018).
2.1.2.3. Kondisi Ekonomi
Perekonomian Sulawesi Tengah bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan dan pertambangan. Terdapat beberapa sumber daya mineral, meliputi mineral kategori A (strategis) antara lain ialah minyak dan gas bumi, batubara dan nikel. Mineral kategori B (vital), antara lain ialah: emas, molibdenum, chronit, tembaga dan belerang. Mineral kategori C (non-strategis dan non-vital) meliputi
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
20
sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi, tanah liat dan sebagainya.
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),Sulawesi Tengah menempati posisi tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2016 untuk wilayah Sulampua (Sulawesi, Ambon dan Papua), yaitu 11,81% (y-on-y) dan diikuti oleh Sulawesi Selatan sebesar 7,41%. Berdasarkan harga konstan 2010, PDRB Sulawesi Tengah untuk triwulan I 2016 mencapai 21.895 (milyar rupiah). Peran sektor pertanian cukup signifikan, hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor ini terhadap pembentukan PDRB sebesar 6.669 (milyar rupiah) atau sebesar 30,5%.
2.2. Visi, Misi dan Tujuan
2.2.1. Visi“Mewujudkan Perguruan Tinggi Islam yang bermutu dalam kajian Islam moderat yang berbasis pada integrasi ilmu, spritualitas dan kearifan lokal”.
2.2.2. Misi
a. Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam yang berbasis pada integrasi keilmuan;
b. Mengembangkan kajian Islam moderat melalui pendekatan inter/multidisipliner;
c. Menyelenggarakan penguatan karakter berbasis pada nilai-nilai, seni, budaya dan kearifan lokal;
d. Mengembangkan penelitian yang berorientasi kepada pengembangan keilmuan Islam dan masyarakat muslim;
e. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat dan bimbingan spiritual Islam.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
21
2.2.3. Tujuana. Menghasilkan intelektual muslim yang bermanfaat dan terbentuknya potensi insani yang unggul dengan berkearifan lokal;
b. Mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, kematangan profesional dan keluasan ilmu dan teknologi yang berbasis Islam moderat;
c. Mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan Islam, seni yang berbasis Islam dan teknologi serta berusaha untuk menerapkannya dalam rangka meningkatkan pemberdayaan potensi, dan memperkaya kultur nasional;
d. Terciptanya sistem manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan yang sehat serta terwujudnya tata kelola administrasi yang prima; e. Terwujudnya iklim kampus yang Islami sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang berbasis Islam moderat;
f. Terciptanya jaringan kerjasama dengan lembaga lokal, nasional, dan internasional.
2.3. Status dan Peran IAIN Palu
IAIN Palu adalah satu-satunya lembaga pendidikan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah, yang peranannya sangat signifikan dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan umat Islam terhadap lembaga pendidikan tinggi Islam. IAIN Palu telah berkontribusi dalam pembangunan nasional umumnya, dan pembangunan daerah Sulawesi Tengah khususnya. Alumni lembaga ini telah tersebar luas dan berkiprah di berbagai bidang. Khusus untuk wilayah Sulawesi Tengah, sebagian besar tenaga pengajar Pendidikan Agama Islam dari tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi, adalah alumni lembaga ini, demikian pula guru-guru madrasah,PNS Kementerian Agama, Pengadilan Agama dan juga PNS di Pemda kabupaten/kota dan provinsi. Peran alumni bukan hanya terbatas pada domain
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
22
keagamaan, beberapa dari merekabahkan keluar dari jalur bidang keahliannya misalnya sebagai: Bupati, anggota/ketua DPRD, Ketua KPU (saat ini di Provinsi Sulawesi Tengah, Kab. Buol dan Kab. Sigi), Polisi dan TNI. Pada sektor swasta juga tak terhitung alumni yang aktif diberbagai bidang.
Paparan di atas memberi gambaran bahwa stakeholder masih memiliki kepercayaan terhadap alumni IAIN Palu. Namun, tentu saja hal ini tidak bisa bertahan selamanya karena dinamika sosial mengalami perubahan yang cepat sebagai akibat dari perkembangan iptek. Saat ini, jumlah alumni IAIN Palu Sulawesi Tengah lebih besar daripada kesempatan kerja yang dapat diperoleh di sektor tradisional, seperti guru agama, hakim pengadilan agama, fungsional penyuluh agama dan lain- lain. Namun demikian, para belum memiliki keterampilan yang memadaidalam bidangentrepreneurship. Kurikulum dan fasilitas yang ditawarkan saat ini masih terfokus pada studi-studi keislaman dalam maknanya yang tradisonal. Mahasiswa tidak diberi kesempatan yang cukup untuk mengkaji ilmu-ilmu lain guna memperluas wawasan mereka terhadap dunia kontemporer.Oleh karena itu, interpretasi yang tepat terhadap prinsip-prinsip Islam, hukum Islam pada khususnya dan ajaran Islam pada umumnya, menjadi sebuah keharusan bagi pengembangan epistemologi keilmuan di IAIN Palu. Lebih lanjut, berdasarkan sudut pandang pengembangan sumber daya manusia dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, IAIN Palu perlu mereformasi kurikulum agar dapat mencakup ilmu-ilmu sosial, kealaman, dan profesi yang dibutuhkan di era modern. Bila gagal memenuhi hal tersebut, niscaya IAIN Palu akan ditinggalkan dan menjadi lembaga usang. Akibatnya, sistem pendidikannya akan keluar dari konteks sosial dan akan menjadi hambatan bagi perkembangan Indonesia di masa mendatang.
Oleh karena itu, status dan peran IAIN Palu akan tetap signifikan bila lembaga ini tidak kehilangan momentum dalam mengembangkan kualitasnya dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang tersebar di Sulawesi Tengah khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
23
15% 16% 17% 19% 20% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 2014/2015 2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019Pertumbuhan Mahasiswa
persentase2.4. Kebutuhan terhadap IAIN Palu
Kebutuhan terhadap IAIN Palu cukup stabil dalam lima tahun terakhir, hal ini tergambar dari jumlah pendaftar/peminat yang selalu meningkat. Tabel berikut menunjukkan jumlah pendaftar, mahasiswa baru yang diterima, dan prosentase pertumbuhan selama lima tahun terakhir.
Pertumbuhan rata-rata jumlah mahasiswa dalam lima tahun terakhir sebesar 17% per-tahun (sedangkan pertumbuhan rata-rata jumlah mahasiswa baru sebesar 21% per-tahun).
Tabel 4
Pertumbuhan Jumlah Mahasiswa IAIN Palu 5 Tahun Terakhir
No. Tahun
Akademik Mhsw Wisudawan Maba Total
Pertumbuhan Jml mhsw 1 2014/2015 3442 324 796 3914 15% 2 2015/2016 3914 366 1000 4548 16% 3 2016/2017 4548 463 1235 5320 17% 4 2017/2018 5320 550 1550 6320 19% 5 2018/2019 6320 619 1890 7690 20%
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
24
Berdasarkan hasil perhitungan pertumbuhan jumlah total mahasiswa dalam lima tahun terakhir diperoleh nilai rata-rata sebesar 17% pert-tahun. Bila angka 17% dijadikan sebagai dasar estimasi pertumbuhan jumlah total mahasiswa dalam 10 tahun ke depan, hasilnya dapat dilihat pada tabel 5.Tabel 5
Estimasi Jumlah Mahasiswa hingga tahun 2028
No. Tahun Jumlah Mahasiswa Tingkat pertumbuhan
1 2019 7,690 17% 2 2020 8,997 17% 3 2021 10,527 17% 4 2022 12,316 17% 5 2023 14,410 17% 6 2024 16,860 17% 7 2025 19,726 17% 8 2026 23,080 17% 9 2027 27,003 17% 10 2028 31,594 17%
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
25
Grafik 4: Estimasi Jumlah Mahasiswa hingga 10 tahun ke depan2.5. Program Studi
IAIN Palu menyelenggarakan program pendidikan tinggi pada tingkat sarjana (S1) dan pascasarjana (S2 dan S3).
1.5.1. Program Sarjana (S1)
IAIN Palu saat ini memiliki 4 (empat) fakultas pada program sarjana (S1), yaitu: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan (FTIK), Fakultas Syariah (FASYA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Setiap fakultas terdiri dari sejumlah jurusan sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:
0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
26
Tabel 6Fakultas, Jurusan dan Akreditasi
FAKULTAS JURUSAN AKREDITASI
Tarbiyah dan ilmu
Keguruan (FTIK) 1. Pendidikan Agama Islam 2. Pendidikan Bahasa Arab B B 3. Menejemen Pendidikan Islam B 4. Pend. Guru Mad. Ibtidaiyah C 5. Pend. Guru Raudhatul Athfal C
6. Tadris Bahasa Inggeris C
7. Tadris IPS Baru
8. Tadris IPA Baru
9. Tadris Matematika Baru
Syariah (FASYA) 1. Hukum Ekonomi Islam B
2. Ahwal Asy-Syahsiyah/PA B
3. Perbandingan Mazhab B
4. Hukum Tata Negara Baru
Ekonomi dan Bisnis
Islam (FEBI) 1. Ekonomi Syariah 2. Perbankan Syariah Dalam Proses B Ushuluddin Adab dan
Dakwah (FUAD) 1. Filsafat Agama 2. Ilmu Alquran dan Hadis B B 3. Komunikasi & Penyiaran
Islam B
4. Bimbingan & Konseling B 5. Pengembangan Masy. Islam B 6. Pemikiran Politik Islam Baru 7. Ilmu Perpustakaan &
Informasi Islam Baru
8. Sejarah Kebudayaan Islam Baru
Jurusan/program studi yang memperoleh akreditasi C sebagian besar merupakan jurusan yang belum memiliki alumni.
1.5.2. Program pascasarjana
Pascasarjana memiliki dua program studi pada tingkat magister (S2), sedangkan untuk tingkat doktoral (S3) masih dalam proses pengusulan, rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut:
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
27
Tabel 7Program Pascasarjana
TINGKAT PROGRAM STUDI AKREDITASI
Magister/Strata Dua
(S2) Pendidikan Agama Islam B
Hukum Keluarga (Ahwal
Syakhshiyyah) C
Doktoral/Strata Tiga
(S3) Pendidikan Agama Islam Dalam Proses
2.6. Mahasiswa dan Alumni
2.6.1. MahasiswaPerkembangan mahasiswa IAIN Palu dalam lima tahun terakhir mengalami pengingkatan, terutama setelah beralih status dari STAIN menjadi IAIN. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap IAIN Palu semakin meningkat. Sebaran mahasiswa berdasarkan fakultas, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 8
Kondisi Mahasiswa Berdasarkan Fakultas
No. Fakultas Jurusan Jumlah
Mahasiswa
A. Program Sarjana
1
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
(FTIK)
1. Pendidikan Agama Islam 1.302
2 2. Pendidikan Bahasa Arab 368
3 3. Menejemen Pendidikan Islam 626
4 4. Pend. Guru Mad. Ibtidaiyah 320
5 5. Pend. Islam Anak Usia Dini 226
6 6. Tadris Bahasa Inggeris 379
7 7. Tadris IPS 79
8 8. Tadris IPA Baru
9 9. Tadris Matematika Baru
10
Fakultas Syariah (FASYA)
10. Hukum Ekonomi Syariah 279
11 11. Ahwal Asy-Syahsiyah/PA 198
12 12. Perbandingan Mazhab 118
13 13. Hukum Tata Negara 97
14 Fakultas Ekomomi dan Bisnis Islam
(FEBI)
14. Ekonomi Syariah 949
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
28
No. Fakultas Jurusan Jumlah
Mahasiswa 16 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD)
16. Akidah dan Filsafat Islam 176
17 17. Ilmu Alquran dan Tafsir 195
18 18. Komunikasi & Penyiaran Islam 238
19 19. Bimbingan & Konseling 220
20 20. Pengembangan Masy. Islam 121
21 21. Pemikiran Politik Islam 40
22 22. Ilmu Perpustakaan & Informasi
Islam 63
23 23. Sejarah Peradaban Islam 61
B. Pascasarjana
24 Magiste (S2) 24. Pendidikan Agama Islam 152
25 25. Ahwal al-Syakhshiyyah 71
26 Doktor (S3 26. Pendidikan Agama Islam 36
2.6.1. Alumni
Dalam perjalanan sejarahnya, IAIN Palu telah melahirkan sejumlah alumni yang dapat dipetakan ke dalam tiga fase, yaitu: 1) fase pertama (1988-1997) sebagai IAIN Alauddin Palu (cabang IAIN Alauddin Makassar; 2) fase kedua (1998-2013) sebagai STAIN Datokarama Palu; dan 3) fase ketiga (2014-sekarang) sebagai IAIN Palu. Hingga saat ini jumlah alumni pada program stratu (S1) 7.411 orang, dan program pascasarjana sebesar 272 pada Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, dan 34 pada Program Studi Ahwal al-Syakhshiyyah. Sehingga total alumni pascasarjana saat ini sebanyak 306 orang.
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
29
Tabel 9Jumlah Alumni IAIN Palu
N0. Periode Status Lembaga Alumni
1. 1988-1997 IAIN Alauddin Cabang Palu 1.650 orang 2. 1998-2013 STAIN Datokarama Palu 3.779 orang 3. 2014-2018 IAIN Palu (S1) 1.982 orang 4. 2014-2018 IAIN Palu (S2) 306 orang Total 7.717 orang
2.7. Sumber Daya Manusia (SDM)
2.7.1. Tenaga Pengajar (Dosen)Tenaga pengajar pada IAIN Palu saat ini berjumlah 155 orang yang terdiri dari 103 orang berkualifikasi magister dan 52 orang berkualifikasi doktor. Tabel berikut menunjukkan sebaran dosen berdasarkan tingkat pendidikan.
Tabel 10
Tenaga Pengajar Berdasarkan Fakultas dan Tingkat Pendidikan
Pendidikan FTIK FASYA FEBI FUAD Total
Magister (S2) 51 15 10 27 114
Doktor (S3) 21 12 6 13 45
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
30
0 10 20 30 40 50 60FTIK FASYA FEBI FUAD
Magister (S2) Doktor (S3)
Grafik 5: Tenaga Pengajar Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Selanjutnya, variasi tenaga pengajar berdasarkan jabatan fungsional dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 11
Tenaga Pengajar Berdasarkan Fakultas dan Jabatan Fungsional JABATAN
FUNGSIONAL
FAKULTAS Total Persentase
FTIK FASYA FEBI FUAD
Asisten Ahli 9 5 2 9 25 16.13 %
Lektor 35 12 10 18 75 48.39 %
Lektor Kepala 26 8 4 12 50 32.26 %
Guru Besar 2 2 0 1 5 3.23 %
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
31
0 5 10 15 20 25 30 35 40FTIK FASYA FEBI FUAD
FAKULTAS
Asisten Ahli Lektor Lektor Kepala Guru Besar
Grafik 5: Tenaga Pengajar Berdasarkan Jabatan Fungsional
Berdasarkan latar belakang pendidikan, 90% tenaga pengajar tetap (PNS) merupakan alumni perguruan tinggi dalam Negeri, dan 10% berasal dari perguruan tinggi luar Negeri, yaitu: alumni dari Mesir 10 orang, Australia 2 orang, Inggeris 1 orang, Sudan 1 orang, Pakistan 1 orang dan Malaysia 1 orang.
Di samping tenaga pengajar tetap berstatus PNS, IAIN Palu juga memiliki tenaga pengajar yang saat ini masih berstatus CPNS sebanyak 39 orang dan tenaga pengajar non-PNS sebanyak 28 orang. Dengan demikian, jumlah tenaga pengajar tetap secara keseluruhan sebanyak 219 orang. Rasio jumlah dosen (221) dengan jumlah mahasiswa (7690) sebesar 1:35.
Tabel 12
Jumlah Dosen Tetap Berdasarkan Status Kepegawaian
N0. Status Kepegawaian Jumlah Persentase
1.. Dosen Tetap PNS 155 orang 70%
2. Dosen Tetap non-PNS 28 orang 13%
3. Calon Dosen Tetap (CPNS) 36 orang 17%
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
32
20%
65% 15%
Grafik 6: Tenaga Kepen Berdasarkan Tingkat Pendidikan
SLTA S1 S2
Di samping tenaga pengajar (dosen) tetap, setiap semester IAIN Palu juga menggunakan tenaga pengajar tidak tetap atau dosen luar biasa yang jumlahnya berkisar 60-70 orang per-semester sesuai kebutuhan. Dosen luar biasa ini sebagian besar berasal dari Universitas Tadulako Palu.
2.7.2. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan yang dimiliki IAIN Palu saat ini berjumlah 59 orang, yang terdiri dari 32 laki-laki dan 27 perempuan, dengan tingkat pendidikan yang bervariasi, sebagaimana ditunjukkan pada tabel di bawah.
Tabel 13
Tenaga Kependidikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
JENIS KELAMIN PENDIDIKAN JML
SLTA D3 S1 S2
Laki-Laki 7 - 20 5 32
Perempuan 5 - 18 4 27
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
33
2.8. Fasilitas (Sarana dan Prasarana)
IAIN Palu memiliki sejumlah fasilitas gedung perkuliahan dan perkantoran,serta sarana penunjang lainnya yang dibangun di atas lahan seluas 3,6 ha milik sendiri dan telah bersertifikat, di samping itu juga terdapat rumah susun sewa (rusunawa) yang dibangun pada lahan terpisah seluas 0,6 ha, rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 14
Fasilitas Gedung/Ruang IAIN Palu
No. Nama Ruang Volume Jumlah Ket.
1 Ruang Perkuliahan 92 ruang 12.203 m2 Permanen 2 Ruang Perkantoran 8 ruang 2.326 m2 Permanen
3 Rektorat 1 unit 610 m2 Permanen
4 Ruang Perpustakaan 1 ruang 800 m2 Permanen 5 Perpustakaan Digital 1 unit 20 m2 Permanen 6 Ruang Laboratorium Bahasa 1 ruang (lt.1) 105 m2 Permanen 7 Ruang Laboratorium Komputer 1 ruang (lt.2) 105 m2 Permanen 8 Ruang Dosen 1unit/gedung 1.205,5 m2 Permanen 9 Ruang seminar/diskusi 4 ruang 144 m2 Permanen 10 Audotorium 2 ruang 3.274 m2 Permanen 11 Unit Kegiatan Mahasiswa (Student
Center) 2unit 586 m2 Permanen
12 Masjid 1 unit 600 m2 Permanen
22 Gedung IT 1 unit 132m2 Permanen
23 Gedung Pascasarjana 1 unit 2.550 m2 Permanen 24 Lapangan Volly Ball 2 unit 90 m2 Permanen 25 Lapangan Futsal 1 unit 90 m2 Permanen 26 Sarana Panjat dinding 2 unit 50 m2 Permanen 27 Rumah susun sewa (Rusunawa) 2 unit 6.846 m2 Permanen
Data sarana dan prasarana pada tabel di atas merupakan data sebelum terjadinya gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala pada bulan September 2018. Saat ini pemulihan sarana-prasarana sementara dalam proses pelaksanaan yang ditangani oleh Kementerian PUPR dan Bappenas RI, atas pendanaan Asian Development Bank (ADB). Di samping itu,
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
34
pada tahun 2019 ini juga akan dibangun 2 (dua) unit gedung perkuliahan melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
2.9. Kerja Sama
Sebagai bagian dari upaya pengembangan kelembagaan, IAIN Palu menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi, baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menunjang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Tabel 15
Kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Lain
No. Nama Lembaga Bidang Kerjasama Tahun Ket.
1. Universitas Negeri Malang Pedidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengembangan SDM dan Pengabdian Kepada Masyarakat
2014
2. Beijing Language and Culture
University, P.R. China Pertukaran tenaga Bidang Akademik (Dosen dan Mahasiswa) untuk mempromosikan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Budaya
2014
3. Pemerntah Kab/Kota Se-Sulawesi
Tengah Beasiswa Pendidikan 2014
4. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Penegakan Hukum serta Mengawal Hasil-Hasil Pembangunan dan Tertib Hukum
2014
5. Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Sulawesi Tengah Program Beasiswa untuk Mahasiswa Strata 1 (satu) 2014
6. Polda Sulawesi Tengah Program Keselamatan
Berlalulintas 2015
7. UIN Alauddin Makassar Pembukaan Program Doktor
(S3) 2016
8. Pemerintah Kota Palu Penelitian, Ma’had Aljamiah
dan Kecamatan Religi 2016
9. Pemerintah Kota Palu Pengembangan Kawasan
Religi 2016
10. Pemerintah Kota Palu Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat 2016
11. Pemerintah Kota Palu Pendidikan & Pelatihan
SDM 2016
12. Universitas Science Islam Malaysia Pendidikan dan
Pengembangan SDM 2018
13. Saudi Arabia: Al-Jami'ah
Assaudiyyah Al-Iliktruniyyah Pendidikan dan Pengembangan SDM 2018
14. Malaysia: Kolej Universiti Islam
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
35
No. Nama Lembaga Bidang Kerjasama Tahun Ket.
15. Maladewa: AVID College Pendidikan dan
Pengembangan SDM 2018
16. Filipina: Mindanao State Univerity Pendidikan dan
Pengembangan SDM 2018
17. Malaysia: Kolej Masrah Malaysia Pendidikan dan
Pengembangan SDM
2018
18. Brunei Darussalam: Universitas Islam
Sultan Sharif Ali Pendidikan dan Pengembangan SDM 2018
19. Malaysia: Kolej Islam Teknologi
Antarbangsa Pendidikan dan Pengembangan SDM 2018
20. Malaysia: Kolej Universiti Islam
Pahang Sultan Ahmad Shah Pendidikan dan Pengembangan SDM 2018
2.10. Pembiayaan
Pembiayaan pada IAIN Palu Bersumber dari 2 alokasi, yakni bersumber dari Rupiah Murni (RM) dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Tabel 16
Anggaran IAIN Palu 2014-2018
NO TAHUN SUMBER TOTAL RM PNBP SBSN 1 2014 42.805.414.000 4.143.942.000 46.949.356.000 2 2015 44.787.418.000 5.307.044.000 29.400.000.000 79.494.462.000 3 2016 41.357.057.000 7.624.504.000 48.981.561.000 4 2017 44.064.690.000 8.825.009.000 35.807.850.000 88.697.549.000 5 2018 55.513.416.000 12.038.281.000 67.551.697.000
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
36
Pendidikan Penelitian Pengabdian Prasarana Sarana Invest SDM Lain,lainGrafik 6: Alokasi Anggaran 2014 Tabel 17
Alokasi anggaran tahun 2014
NO SASARAN ANGGARAN Persentase (%)
1 Pendidikan 34.689.344.000 73,9 2 Penelitian 600.000.000 1,3 3 Pengabdian 300.000.000 0,6 4 Prasarana 2.000.000.000 4,3 5 Sarana 6.478.000.000 13,8 6 Invest SDM 513.812.000 1,1 7 Lain,lain 2.368.200.000 5,0 Total 46.949.356.000 100
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
37
77% 3% 1% 4% 6% 1% 8%Grafik 6: Alokasi Anggaran 2015
Pendidikan Penelitian Pengabdian Prasarana Sarana Invest SDM Lain,lain Tabel 18
Alokasi anggaran tahun 2015
NO SASARAN ANGGARAN PERSENTASE
1 Pendidikan 39.892.642.000 50,2 2 Penelitian 535.950.000 0,7 3 Pengabdian 473.070.000 0,6 4 Prasarana 4.464.000.000 5,6 5 Sarana 32.570.000.000 41,0 6 Invest SDM - 7 Lain,lain 1.558.800.000 2,0 Total 79.494.462.000 100
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
38
77% 3% 1% 4% 6% 1% 8%Grafik 7: Alokasi anggaran tahun 2016
Pendidikan Penelitian Pengabdian Prasarana Sarana Invest SDM Lain,lain Tabel 19
Alokasi anggaran tahun 2016
NO SASARAN ANGGARAN PERSENTASE
1 Pendidikan 40.155.276.000 82,0 2 Penelitian 982.620.000 2,0 3 Pengabdian 393.820.000 0,8 4 Prasarana 2.995.716.000 6,1 5 Sarana 1.307.700.000 2,7 6 Invest SDM 468.050.000 1,0 7 Lain,lain 2.678.379.000 5,5 Total 48.981.561.000 100
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
39
77% 3% 1% 4% 6% 1% 8%Grafik 8: Alokasi anggaran tahun 2017
Pendidikan Penelitian Pengabdian Prasarana Sarana Invest SDM Lain,lain Tabel 20
Alokasi anggaran tahun 2017
NO SASARAN ANGGARAN PERSENTASE
1 Pendidikan 44.229.303.000 49,9 2 Penelitian 1.185.960.000 1,3 3 Pengabdian 866.610.000 1,0 4 Prasarana 2.500.000.000 2,8 5 Sarana 35.807.850.000 40,4 6 Invest SDM 183.426.000 0,2 7 Lain,lain 3.924.400.000 4,4 Total 88.697.549.000 100
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
40
77% 3% 1% 4% 6% 1% 8%Grafik 9: Alokasi Anggaran tahun 2018
Pendidikan Penelitian Pengabdian Prasarana Sarana Invest SDM Lain,lain Tabel 21
Alokasi Anggaran tahun 2018
NO SASARAN ANGGARAN PERSENTASE
1 Pendidikan 52.247.189.000 77,3 2 Penelitian 1.923.000.000 2,8 3 Pengabdian 733.065.000 1,1 4 Prasarana 2.650.000.000 3,9 5 Sarana 4.000.000.000 5,9 6 Invest SDM 627.643.000 0,9 7 Lain,lain 5.370.800.000 8,0 Total 67.551.697.000 100
41
BAB III
ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT DAN
KEBUTUHAN PEMBANGUNAN NASIONAL
3.1. Analisis Kebutuhan Masyarakat
Angka Paritsipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi secara nasional tahun 2018 sebesar 33,37%.4 Sementara APK perguruan tinggi di Sulawesi Tengah hanya
sebesar 18,58%, angka ini sangat jauh dari APK nasional. Jumlah penduduk Sulawesi Tengah usia kuliah (19-24 tahun) tahun 2018 sebesar 511.775 jiwa (17% dari populasi), dan yang terdaftar di Perguruan Tinggi sebesar 95.064 jiwa.5. Salah
satu faktor penyebab rendahnya APK pendidikan tinggi ini adalah tidak meratanya kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Sulawesi Tengah hanya memiliki 1 (satu) universitas Negeri (Universitas Tadulako), sehingga alternatif pilihan dalam menentukan program studi sesuai dengan minat bakat calon mahasiswa sangat terbatas. Di samping itu, Universitas Tadulako hanya mampu menampung kurang lebih seper-empat dari calon mahasiswa (lulusan SLTA) Sulawesi Tengah setiap tahunnya (kuota penerimaan mahasiswa baru Untad per-2018 sebesar 9.994 sudah termasuk mahasiswa dari luar Sulawesi Tengah, sedang lulusan SLTA tahun 2019 + 28.163, belum termasuk lulusan tahun sebelumnya).
Rendahnya APK perguruan tinggi di Sulawesi Tengah tersebut tentu saja berimplikasi terhadap kualitas Sumber Daya Manusianya. Data statistik tenaga kerja usia 15 tahun ke atas menunjukkan 87,41% tenaga kerja di Sulawesi Tengah berpendidikan SLTA ke bawah, dan hanya 12,59% keluaran perguruan tinggi (Diploma I hingga S3). Rinciannya tergambar pada tabel di bawah:
4Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Laporan Kinerja Tahun 2017 (Jakarta; Kementerian Ristekdikti, 2018), 38
5Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Statistik Pendidikan Tinggi 2017 (Jakarta: Kementerian Ristekdikti, 2018), 104
Proposal Alih Status IAIN Palu Menjadi UIN Datokarama Palu |
42
Tabel 22
Tenaga Kerja Usia 15 Tahun ke Atas Berdasarkan Tingkat Pendidikan
di Sulawesi Tengah 6
No. Tkt. Pendidikan Jumlah Persentase
1 Tidak Tamat SD 217,798 63.32% 2 SD 406,970 3 SLTP 245,335 4 SMA/MA 246,287 24.10% 5 SMK 84,850 6 D1/D2 15,788 2.20% 7 Akademi 14,480 8 S1 129,225 9.40% 9 S2/S3 13,451 0.98% Total 1,374,184 100%
Dalam perpektif Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), 63,32% tenaga kerja Sulawesi Tengah masih berada pada level 1 (tenaga kerja tanpa keahlian). Kondisi ini tentu saja sangat tidak menguntungkan di era persaingan global.
Grafik: Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
6 Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Angka 2018 (Palu: BPS Sulteng, 2018), 97