• Tidak ada hasil yang ditemukan

CONTOH PEMECATAN KE 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "CONTOH PEMECATAN KE 3"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

3. Pemecatan PNS karena makan di tempat umum

Makan di Tempat Umum, PNS Dipecat

BENGKULU l KOMPAS.com— Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi menyatakan akan memecat pegawai negeri sipil di seluruh jajarannya yang terbukti makan di tempat-tempat umum pada siang hari selama Ramadhan 1432 Hijriah

“Semua pegawai negeri sipil (PNS) yang terbukti makan siang di tempat umum seperti rumah makan, pasar, dan warung akan dikenakan sanksi tegas berupa pemecatan,” katanya di Bengkulu, Senin (1/8/2011).

Ia menjelaskan, bila bukti sudah lengkap, maka hukuman pemecatan akan langsung diberikan hari itu juga tanpa harus mendengarkan masukan dari para anggota Badan Pertimbangan Pejabat Kota Bengkulu.

“Sebelum Ramadhan, saya sudah mengumpulkan semua PNS di seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kota Bengkulu dan telah mengumumkan tentang sanksi pemecatan terhadap PNS yang makan pada siang hari di tempat umum selama bulan Ramadhan,” katanya.Ia menjelaskan, dalam petemuan sebelum Ramadhan, semua PNS mengikuti sumpah siap untuk dipecat bila terbukti melakukan hal itu.

“Untuk menegakkan disiplin PNS pada Ramadhan dan menghormati umat Muslim yang sedang berpuasa, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu akan melakukan razia rutin di tempat-tempat umum selama Ramadhan.Ia juga mengimbau masyarakat berperan aktif membantu Pemerintah Daerah Kota Bengkulu (Pemda Kota Bengkulu) untuk menegakkan disiplin para PNS selama bulan suci Ramadhan ini.

(2)

terminal selama Ramadhan,” katanya.

Pada Ramadhan 1431 Hijriah lalu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu menemukan Lurah Kebun Kenanga Kota Bengkulu berinisial Ad yang sedang makan siang di tempat umum saat jam dinas. Meski terbukti bersalah, Lurah Kebun Kenanga tersebut hanya diberikan teguran tertulis.

“Saya berharap semua PNS di jajaran Pemda Kota Bengkulu tidak mengulangi perbuatan oknum Lurah Kebun Kenanga yang makan siang di warung pada Ramadhan tahun lalu,” katanya.

Analisis :

Berdasarkan pasal 23 ayat (4) UU No. 8 th 1974 sebagaimana dirubah dengan UU No. 43 th 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang menyatakan:

(4) Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena:

1 dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih; atau

2 melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat berat.

ketentuan pasal 23 ayat (4) huruf b UU tersebut menyatakan tentang “melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat”, pertanyaan hukum yang muncul berkaitan dengan kasus tersebut adalah apakah makan di tempat umum saat Bulan Ramadhan merupakan “pelanggaran disiplin PNS tingkat berat” sehingga walikota dapat memberhentikan dengan tidak hormat PNS yang melakukan tindakan tersebut?

Ketentuan mengenai disiplin PNS termuat dalam PP No. 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS. Pasal 1 huruf b PP tersebut menyatakan “pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan Pegawai Negeri Sipil yangmelanggar ketentuan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja”. Di dalam pasal 3 mengenai larangan PNS, PP tersebut tidak menyebutkan bahwa makan di tempat umum merupakan larangan bagi PNS.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini melihat pada ketentuan Pasal 10 UU Pengadilan HAM yangmengatur bahwa dalam hal tidak ditentukan lain dalam UU ini, hukum acara atas perkara pelanggaran HAM yang berat

Secara hukum, UU ini lahir berdasarkan ketentuan Pasal 104 ayat (1) UU Nomor 39 tahun 1999 yang menyatakan bahwa yang berhak mengadili pelanggaran HAM yang berat sesuai

Secara hukum, UU ini lahir berdasarkan ketentuan Pasal 104 ayat (1) UU Nomor 39 tahun 1999 yang menyatakan bahwa yang berhak mengadili pelanggaran HAM yang berat sesuai

Surat Keterangan tidak sedang dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin dan/atau tidak pernah menjalani hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan

Pandangan tersebut menjelaskan bahwa ketentuan Pasal 13 huruf a UU KY justru bertentangan (tegen gesteld) dengan ketentuan Pasal 24B Ayat (1) UUD NRI 1945. Berdasarkan

Secara hukum, UU ini lahir berdasarkan ketentuan Pasal 104 ayat (1) UU Nomor 39 tahun 1999 yang menyatakan bahwa yang berhak mengadili pelanggaran HAM yang berat sesuai

DATA PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLRI/PNS POLRES MATARAM BULAN JULI s/d DESEMBER TAHUN 2016

Surat Pernyataan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan / atau berat, serta tidak sedang dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin sesuai dengan ketentuan