Informasi Dokumen
- Penulis:
- Drs Azhar Umar, M.Pd
- Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Topik: Berbagai Aliran Linguistik
- Tipe: sumber belajar
- Tahun: 2017
Ringkasan Dokumen
I. BAB I BERBAGAI ALIRAN LINGUISTIK
Bagian ini menjelaskan berbagai aliran linguistik yang menjadi dasar dalam pengembangan materi pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan utama dari modul ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai teori-teori linguistik yang relevan untuk pembelajaran. Kompetensi yang diharapkan mencakup kemampuan dalam mengidentifikasi dan menerapkan teori-teori linguistik struktural, deskriptif, dan fungsional dalam konteks pengajaran bahasa.
1.1 Konsep dan Objek Telaah Linguistik
Telaah linguistik struktural berfokus pada bahasa sebagai sistem yang terpisah dari konteks sosial dan historis. Konsep-konsep seperti telaah sinkronik dan diakronik, serta pembedaan antara langue dan parole, menjadi kunci untuk memahami struktur bahasa. Dengan memahami konsep ini, guru dapat mengembangkan materi ajar yang lebih mendalam dan terstruktur, sesuai dengan teori linguistik yang ada.
1.2 Tata Bahasa Struktural
Tata bahasa struktural membahas dua aspek utama: morfologi dan sintaksis. Morfologi mengkaji pembentukan kata, sedangkan sintaksis berfokus pada struktur kalimat. Pemahaman yang baik tentang kedua aspek ini sangat penting bagi guru dalam menyusun materi ajar yang efektif dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar.
1.3 Penggolongan Kata
Penggolongan kata dalam tata bahasa struktural didasarkan pada sifat dan perilaku kata dalam kalimat. Kelas kata seperti nomina, ajektiva, dan partikel memiliki fungsi yang berbeda dalam kalimat. Dengan memahami penggolongan kata, guru dapat membantu siswa dalam mengenali dan menggunakan berbagai jenis kata dalam konteks yang tepat.
1.4 Keunggulan Aliran Struktural
Aliran struktural memiliki keunggulan dalam membedakan konsep grafem dan fonem, serta dalam penerapan metode drill and practice yang efektif untuk membangun keterampilan berbahasa. Keunggulan ini memberikan dasar yang kuat bagi pengajaran bahasa, memudahkan siswa dalam memahami struktur bahasa secara sistematis.
1.5 Kelemahan Aliran Struktural
Meskipun memiliki banyak keunggulan, aliran struktural juga memiliki kelemahan, seperti pemisahan yang tegas antara morfologi dan sintaksis, serta kurangnya perhatian terhadap aspek komunikatif dalam berbahasa. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam memilih metode pengajaran yang lebih holistik.
2. Aliran Linguistik Deskriptif
Aliran linguistik deskriptif berfokus pada deskripsi bahasa yang digunakan dalam masyarakat, tanpa mempertimbangkan benar atau salahnya penggunaan bahasa. Ini memberikan pendekatan yang lebih praktis dan relevan dalam pengajaran bahasa, terutama dalam memahami penggunaan bahasa sehari-hari oleh siswa.
3. Aliran Linguistik Fungsional
Aliran linguistik fungsional menekankan hubungan antara struktur bahasa dan fungsi sosialnya. Dengan memahami fungsi-fungsi bahasa yang berbeda, guru dapat mengajarkan bahasa dengan cara yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga meningkatkan kemampuan komunikatif mereka.
Referensi Dokumen
- Diksi ( Tarigan )
- Imagery ( Tarigan )
- Bahasa Figuratif ( Waluyo )
- Kias ( Pradopo )
- Struktur Batin Puisi ( Waluyo )