• Tidak ada hasil yang ditemukan

7tahun 2005 tentang retribusi pelayanan kesehatan di rsu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "7tahun 2005 tentang retribusi pelayanan kesehatan di rsu"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

KABUPATEN LOMBOK BARAT

Nomor 7 Tahun 2005 Seri C Nomor 20 Tahun 2005

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

NOMOR 7 TAHUN 2005

TENTANG

RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN

DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PATUT PATUH PATJU

KABUPATEN LOMBOK BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI LOMBOK BARAT,

Menimbang : a. bahwa “Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju” yang merupakan

unit pelaksana dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat yang dibentuk dengan Keputusan

Bupati Lombok Barat Nomor 23 Tahun 2002, yang merupakan peraturan

pelaksanaan dari Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2000 tentang

Pembentukan Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Lombok Barat;

b. bahwa sehubungan dengan pertimbangan huruf a, maka retribusi atas jasa

pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju

dikenakan sesuai tarif berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok

Barat Nomor 2 Tahun 2000 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, yang

telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor

16 Tahun 2002;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan b, perlu membentuk

Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat tentang Retribusi Pelayanan

Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju Kabupaten

Lombok Barat.

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan

Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara

Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor

122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 1655);

2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran

Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor

3495);

3. undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas

Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

(Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara

Nomor 4048 );

(2)

4. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

5. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara

Nomor 4437);

6. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah

(Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara

Nomor 4139);

8. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 174 Tahun 1997 tentang

Pedoman Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah ;

9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 175 Tahun 1997 tentang

Komponen Tata Cara Pemeriksaan di bidang Retribusi Daerah ;

10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 147 Tahun 1998 tentang

Komponen Pendapatan Tarif Retribusi.

11.

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI No. 582/MENKES/SK/VI/1997 tentang

pola tarif Rumah Sakit Pemerintah

12. Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pembentukan

Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Lombok Barat (Lembaran Daerah Tahun 2000

Nomor 17, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 18);

13. Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas

Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2000 tentang Kewenangan Urusan

Rumah Tangga Kabupaten Lombok Barat (Lembaran Daerah Tahun 2001

Nomor 32, Tambahan Lembaran daerah Nomor 40).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

dan

BUPATI LOMBOK BARAT

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN

DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH

SAKIT UMUM DAERAH PATUT PATUH PATJU KABUPATEN

LOMBOK BARAT

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kabupaten Lombok Barat;

(3)

2. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta Perangkat Daerah yang lainnya, sebagai Badan

Eksekutif Daerah;

3. Bupati ialah Bupati Lombok Barat;

4. Pejabat adalah Pegawai yang diberi tugas tertentu dibidang retribusi daerah sesuai dengan

peraturan perundang-undangan daerah yang berlaku.

5. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan

komanditer, perseroan lainnnya, badan usaha milik negara atau daerah dengan nama dan

bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, koperasi, yayasan atau

organisasi yang sejenis, lembaga dana pensiun, bentuk usaha tetap serta bentuk badan

usaha lainnya ;

6. Pelayanan kesehatan adalah segala kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada

seseorang dalam rangka observasi, diagnosis, pengobatan atau pelayananan kesehatan

lainnya;

7. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menurut Peraturan

Perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi ;

8. Surat Pendaftaran Obyek Retribusi Daerah, yang selanjutnya dapat disingkat SPdORD,

adalah surat yang digunakan oleh Wajib Retribusi untuk melaporkan data obyek retribusi

dan wajib retribusi sebagai dasar perhitungan dan pembayaran retribusi yang terutang

menurut peraturan perundang-undangan retribusi daerah.

9. Surat Ketetapan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat SKRD atau dalam bentuk

lain yang dipersamakan adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah

retribusi yang terutang;

10. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Kurang Bayar Tambahan, yang selanjutnya disingkat

SKRDKBT, adalah Surat Keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah retribusi

yang telah ditetapkan;

11. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar, yang selanjutnya disingkat SKRDLB,

adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena

jumlah kredit retribusi lebih besar dari pada retribusi yang terhutang atau tidak

seharusnya terhutang;

12. Surat Tagihan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat STRD, adalah surat untuk

melakukan tagihan retribusi dan atau sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda;

13. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari,mengumpulkan dan mengolah

data atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban

retribusi berdasarkan peraturan Perundang-Undangan Retribusi Daerah;

14. Penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah adalah serangkaian tindakan yang

dilakukan oleh Penyidik/Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya dapat disebut

penyidik, untuk mencari serta mengumpulkan bukti dengan bukti itu membuat terang

tindak pidana dibidang Retribusi Daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya;

15. Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju yang selanjutnya disingkat RSUD Tripat

adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Barat

16. Pelayanan rawat jalan adalah pelayanan kepada pasien untuk Observasi, Diagnosis,

Pengobatan, Rehabilitasi Medik dan Pelayanan Kesehatan lainnya tanpa tinggal dirawat

inap;

17. Pelayanan rawat inap adalah pelayanan kepada pasien untuk observasi, diagnosis,

pengobatan, rehabilitasi medik dan atau pelayanan kesehatan lainnya dengan menempati

tempat tidur ;

18. Pelayanan Rawat Sehari ( One day Care ) di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh

Patju adalah pelayanan kepada pasien untuk observasi, perawatan, diagnosis, pengobatan

rehabilitasi medis dan atau pelayanan kesehatan lain dan menempati tempat tidur kurang

dari 1( satu ) hari;

(4)

19. Pelayanan rawat darurat adalah pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang harus

diberikan secepatnya untuk mencegah /menanggulangi resiko kematian atau cacat;

20. Pelayanan Medis adalah pelayanan terhadap pasien yang dilakukan tenaga medis;

21. Pelayanan penunjang Medis, adalah pelayanan untuk menunjang penegakan diagnosis

dan terapi;

22. Tindakan Medis Oparatif, adalah tindakan pembedahan yang menggunakan pembiusan

umum, pembiusan lokal atau tanpa pembiusan;

23. Tindakan Medis Non Operatif, adalah tindakan tanpa pembedahan;

24. Pelayanan Penunjang Medik adalah pelayanan untuk penunjang penegakan diagnosis dan

terapi antara lain : Laboratorium, Radiologi dan tindakan / pemeriksaan penunjang

diagnosa lainnya;

25. Pelayanan Penunjang Non Medik adalah pelayanan yang diberikan di Rumah Sakit

Umum Daerah Patut patuh Patju yang secara tidak langsung berkaitan dengan pelayanan

medik.

26. Pelayanan Medis Gigi dan Mulut, adalah pelayanan paripurna meliputi upaya

penyembuhan dan pemulihan yang selaras dengan upaya pencegahan penyakit gigi dan

mulut serta peningkatan kesehan gigi dan mulut pada pasien di Rumah Sakit Umum

Daerah Patut Patuh Patju;

27. Pelayanan Konsultasi Khusus adalah pelayanan yang diberikan dalam bentuk konsultasi

Gizi;

28. Pelayanan Medico Legal, adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan kepentingan

hukum;

29. Perawatan/Pemulasaran Jenazah adalah kegiatan yang meliputi perawatan jenazah,

konservasi bedah mayat yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh

Patju;

30. Jasa pelayanan adalah imbalan yang diberikan kepada pelaksanaan pelayanan atas jasa

yang dilakukan terhadap pasien dalam rangka observasi, dignosis, pengobatan,

perawatan, konsultasi, visite, rehabilitasi medis dan atau pelayanan lainnya;

31. Jasa sarana adalah imbalan yang diterima oleh Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh

Patju atas pemakaian sarana, fasilitas rumah sakit

32. Bahan Habis Pakai selanjutnya disingkat BHP adalah bahan, obat-abatan, bahan kimia

dan alat kesehatan habis pakai dasar yang digunakan langsung dalam rangka observasi,

diagnosis, pengobatan, rehabilitasi medis dan atau pelayanan lainnya;

33. Akomodasi adalah penggunaan fasilitas rawat jalan, rawat inap termasuk makan dan

minum di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju;

34. Penjamin adalah orang pribadi atau badan hukum sebagai penanggung biaya pelayanan

kesehatan dari seseorang yang menggunakan/mendapat pelayanan di Rumah Sakit Umum

Daerah Patut Patuh Patju.

BAB II

NAMA OBYEK DAN SUBYEK RETRIBUSI

Pasal 2

Dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan dipungut retribusi sebagai pembayaran atas

pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju yang meliputi :

a.

Berdasarkan Klasifikasinya :

1. Rawat Jalan.

2. Rawat Darurat.

3. Rawat Inap.

(5)

b.

Berdasarkan jenis pelayanan :

1. Pelayanan Medis;

2. Pelayanan Penunjang Medis

3. Pelayanan Kebidanan dan Ginekologi;

4. Pelayanan Penunjang Non Medis;

5. Pelayanan Medis Gigi dan Mulut;

6. Pelayanan Konsultasi Khusus dan Medico Legal;

7. Pemulasaran / Perawatan Jenazah;

8. Pelayanan Lain-lain ( pelayanan yang tidak termasuk dalam pelayanan pada poin 1

sampai dengan 7 pada pasal 2 huruf b Peraturan Daerah ini ).

c.

Tingkatan Kelas Perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju ditetapkan

sebagai berikut:

1. Kelas III : Bangsal dengan 5-8 tempat tidur, kamar mandi di luar;

2. Kelas II : Kamar dengan 3-4 tempat tidur, kamar mandi di dalam ;

3. Kelas I : Kamar dengan 2 tempat tidur, kamar mandi di dalam.

4. Kelas Utama (VIP) : Kamar dengan 1 tempat tidur, kamar mandi di dalam, ditambah

dengan kipas angin/AC dan TV.

Pasal 3

(1)

Obyek retribusi adalah Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh

Patju.

(2)

Tidak termasuk obyek retribusi adalah Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan oleh

Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pihak Swasta yang bersifat sosial (pengobatan

gratis).

Pasal 4

Subyek Retribusi adalah orang pribadi dan atau Badan yang mendapatkan pelayanan

kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju.

Pasal 5

(1)

Bagi peserta Asuransi Kesehatan berhak memperoleh perawatan di kelas yang sesuai

dengan ketentuan dan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

(2)

Peserta Asuransi Kesehatan yang di rawat inap di kelas yang melebihi hak perawatan

yang ditetapkan, maka kelebihan biayanya harus ditanggung oleh pasien yang

bersangkutan.

Pasal 6

(1)

Untuk perhitungan akhir semua biaya perawatan rawat inap di Rumah Sakit Umum

Daerah Patut Patuh Patju di tetapkan sebagai berikut :

a. Hari masuknya pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju dihitung satu

hari penuh;

b. Hari pulangnya pasien sesudah jam 13.30 Wita diperhitungkan satu hari penuh, dan

apabila pasien pulang sebelum jam 13.30 Wita tidak dikenakan biaya perawatan untuk

hari pulang tersebut.

(6)

(2)

Apabila pasien pulang tidak atas petunjuk/ijin dari Direktur atau petugas yang ditunjuk

serta masih menunggak membayar biaya pelayanan maka perhitungan akhir semua biaya

pelayanan kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju di tagih kepada

pasien atau keluarga/penjaminnya.

BAB III

GOLONGAN RETRIBUSI

Pasal 7

Retribusi Pelayanan Kesehatan digolongkan sebagai retribusi Jasa Umum.

BAB IV

CARA MENGUKUR TINGKAT PENGGUNAAN JASA

Pasal 8

Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan frekuensi, jenis, fasilitas, lama waktu dan alat

yang digunakan dalam pelayanan kesehatan

BAB V

PRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN

STRUKTUR DAN BESARNYA TARIP

Pasal 9

(1)

Prinsip dan sasaran dalam penetapan dan besarnya tarif retribusi dimaksudkan untuk

menutup biaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan dengan mempertimbangkan

kemampuan masyarakat dan aspek keadilan.

(2)

Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini termasuk biaya investasi sarana dan

prasarana, biaya oprasional dan pemeliharaan.

(3)

Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarip retribusi sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah sebagai berikut:

a. Pelayanan rawat jalan kesehatan dasar dan pelayanan rawat jalan rujukan adalah untuk

membiayai sebagian biaya penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan kemampuan

masyarakat;

b. Pelayanan rawat jalan khusus;

Perawatan sederhana, sedang dan besar adalah untuk membiayai sebagian dari biaya

penyelenggaraan pelayanan sesuai kemampuan masyarakat.

BAB VI

STUKTUR DAN BESARNYA TARIP

Pasal 10.

(1)

Struktur tarip digolongkan berdasarkan jenis pelayanan kesehatan

(2)

Sruktur dan besarnya tarip retribusi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah

Patut Patuh Patju tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tak terpisahkan

dari Peraturan Daerah ini.

(7)

(3)

Struktur tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini, dapat diubah dengan

peraturan Bupati dengan terlebih dahulu dikonsultasikan kepada DPRD Kabupaten

Lombok Barat

BAB VII

WILAYAH PEMUNGUTAN

Pasal 11

Retribusi yang terutang dipungut di tempat pelayanan Kesehatan diberikan.

BAB VIII

SAAT RETRIBUSI TERUTANG

Pasal 12

Saat retribusi terutang adalah pada saat diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang

dipersamakan

BAB IX

SURAT PENDAFTARAN

Pasal 13

(1)

Wajib mengisi SPdORD atau dokumen lain yang dipersamakan.

(2)

SPdORD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini harus diisi dengan jelas, benar

dan lengkap serta ditandatangani oleh Wajib Retribusi atau kuasanya.

(3)

Bentuk, Isi, serta tata cara pengisian dan penyampaian SPdORD sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) pasal ini ditetapkan oleh Bupati.

BAB X

PENETAPAN RETRIBUSI

Pasal 14

(1)

Berdasarkan SPdORD sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (1) peraturan daerah

ini ditetapkan retribusi terutang dengan menerbitkan SKRD atau dokumen lain yang

dipersamakan.

(2)

Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan ditemukan data baru dan atau data yang

semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah retribusi yang terutang,

maka dikeluarkan SKRDKBT.

(3)

Bentuk, isi dan tata cara penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan SKRDKBT sebagaimana dimaksud pada ayat

(2) pasal ini ditetapkan dengan peraturan Bupati.

(8)

BAB XI

TATA CARA PEMUNGUTAN

Pasal 15

(1)

Pemungutan retribusi tidak dapat diborongkan.

(2)

Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, (

Karcis ) dan SKRDKBT.

BAB XII

TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN

Pasal 16

(1)

Pembayaran retribusi yang terutang harus dilunasi sekaligus dengan mendapat tanda bukti

pembayaran (karcis retribusi/SKRD)

(2)

Retribusi yang terutang dilunasi selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sejak

diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, SRDKBT dan STRD

(3)

Tata cara pembayaran, penyetoran, tempat pembayaran retribusi diatur dengan keputusan

Bupati.

(4)

Hasil penerimaan dari retribusi sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (2) peraturan

daerah ini yang berupa Jasa Sarana langsung disetor ke Pemerintah Daerah Kabupaten

Lombok Barat.

(5)

Hasil penerimaan dari retribusi sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (2) yang dapat

langsung dipergunakan oleh rumah sakit adalah :

a.

Jasa

pelayanan.

b.

BHP/Akomodasi.

BAB XIII

TATA CARA PENAGIHAN

Pasal 17

(1)

Retribusi terutang berdasarkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan,

SKRDKBT, STRD dan Surat Keputusan Keberatan yang menyebabkan jumlah retribusi

yang harus dibayar bertambah, yang tidak atau kurang dibayar oleh Wajib Retibusi dapat

ditagih melalui Badan Urusan piutang dan Lelang Negara (BUPLN).

(2)

Penagihan retribusi melalui BUPLN dilaksanakan berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

BAB XIV

SANKSI ADMINISTRASI

Pasal 18

Dalam hal Wajib Retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar,

dikenakan sanksi administrasi berupa berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari

retribusi yang terutang atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD.

(9)

BAB XV

KEBERATAN

Pasal 19

(1)

Wajib Retribusi dapat mengajukan keberatan hanya kepada Bupati atau pejabat yang

ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, SKRDKBT dan SKRDLB.

(2)

Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasan-alasan

yang jelas.

(3)

Dalam hal Wajib Retribusi mengajukan keberatan atas ketetapan retribusi, Wajib

Retribusi harus dapat membuktikan ketidakbenaran ketetapan retribusi tersebut.

(4)

Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak tanggal

SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, SKRDKBT dan SKRDLB diterbitkan,

kecuali apabila Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukan bahwa jangka waktu itu tidak

dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya.

(5)

Keberatan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3)

pasal ini tidak dianggap sebagai surat keberatan, sehingga tidak dipertimbangkan.

(6)

Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar retribusi dan pelaksanaan

pengihan retribusi.

Pasal 20

(1)

Bupati dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan

diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan.

(2)

Keputusan Bupati atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian,

menolak atau menambah besarnya retribusi yang terutang.

(3)

Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini telah lewat dan

Bupati tidak memberikan suatu keputusan, keberatan yang diajukan tersebut dianggap

dikabulkan.

BAB XVI

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN

Pasal 21

(1)

Atas kelebihan pembayaran retribusi, Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan

pengembalian kepada Bupati.

(2)

Bupati dalam jangka waktu paling lama 6 bulan sejak diterimanya permohonan kelebihan

pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini harus mengembalikan

kelebihan pembayaran retribusi kepada Wajib Retribusi.

(3)

Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini telah dilampaui dan

Bupati tidak memberikan suatu keputusan, permohonan pengembalian kelebihan retribusi

dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1

(satu) bulan.

(4)

Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang retribusi lainnya kelebihan pembayaran

retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini langsung diperhitungkan untuk

melunasi terlebih dahulu utang retribusi tersebut.

(10)

(5)

Pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal

ini dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 bulan sejak diterbitkannya SKRDLB.

(6)

Apabila pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat jangka

waktu 2 bulan, Bupati memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas

keterlambatan pembayaran kelebihan retribusi.

Pasal 22

(1)

Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi diajukan secara tertulis

kepada Bupati dengan sekurang-kurangnya menyebutkan :

a. nama dan alamat wajib retribusi;

b. masa retribusi;

c. besar kelebihan pembayaran;

d. alasan yang singkat dan jelas;

(2)

Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi disampaikan secara langsung

atau melalui pos tersebut.

(3)

Bukti penerimaan oleh Pejabat Daerah atau bukti pengiriman pos tercatat merupakan

bukti saat permohonan diterima oleh Bupati.

Pasal 23

(1)

Pengembalian kelebihan retribusi dilakukan dengan menerbitkan Surat Perintah

Membayar Kelebihan Retribusi.

(2)

Apabila kelebihan pembayaran retribusi diperhitungkan dengan utang retribusi lainnya,

sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (4), pembayaran dilakukan dengan cara

pemindahbukuan dan bukti pemindahbukuan juga berlaku sebagai bukti pembayaran.

BAB XVII

PENGURANGAN, KERINGANAN DAN

PEMBEBASAN RETRIBUSI

Pasal 24

(1)

Bupati dapat memberikan pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi.

(2)

Pemberian pengurangan atau keringanan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

pasal ini dengan memperhatikan kemampuan Wajib Retribusi, antara lain untuk

mengangsur.

(3)

Pembebasan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini antara lain diberikan

kepada masyarakat yang ditimpa bencana alam dan atau kerusuhan.

(4)

Tata cara pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi ditetapkan dengan peraturan

Bupati.

(11)

BAB XVIII

KEDALUWARSA PENAGIHAN

Pasal 25

(1)

Hak Untuk melakukan penagihan retribusi, kedaluwarsa setelah melampaui jangka waktu

3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya retribusi, kecuali apabila Wajib Retribusi

melakukan tindak pidana di bidang retribusi.

(2)

Kedaluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini

tertangguh apabila :

a. diterbitkan Surat Teguran, atau

b. ada pengakuan utang retribusi dari Wajib Retribusi baik langsung maupun tidak

langsung.

BAB XIX

KETENTUAN PIDANA

Pasal 26

(1)

Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan

daerah diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan dan atau denda sebesar 4

(empat) kali jumlah retribusi terutang atau paling banyak Rp. 5.000.000,- (lima juta

rupiah).

(2)

Tindak pidana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah pelanggaran.

BAB XX

PENYIDIKAN

Pasal 27

(1)

Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang

khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Pajak

Daerah dan retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8

tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

(2)

Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah :

a. menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan

dengan tindak pidana di bidang retribusi daerah agar keterangan atau laporan tersebut

menjadi lengkap dan jelas;

b. meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan

tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana

retribusi daerah;

c. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan

dengan tindak pidana di bidang retribusi daerah;

d. memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan

tindak pidana di bidang retribusi daerah;

e. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan,

dan dokumen-dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti

tersebut;

(12)

f. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak

pidana di bidang retribusi daerah;

g. menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat

pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memriksa identitas orang dan atau

dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e;

h. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana retribusi daerah;

i. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau

saksi;

j. menghentikan penyidikan ;

k. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di

bidang retribusi daerah menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

(3)

Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini memberitahukan dimulainya

penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum, sesuai

dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang

Hukum Acara Pidana.

BAB XXI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 28

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya

akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.

Pasal 29

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini

dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Ditetapkan di Gerung

pada tanggal 22 Oktober 2005

BUPATI LOMBOK BARAT

H. ISKANDAR

Diundangkan di Gerung

pada tanggal 23 Nopember 2005

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN

LOMBOK BARAT

Drs. H. LALU KUSNANDAR ANGGRAT

Pembina Utama Madya (IV/d)

Nip. 081 082 828

(13)

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

NOMOR 7 TAHUN 2005

TENTANG

RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN

DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH PATUT PATUH PATJU

KABUPATEN LOMBOK BARAT

I. PENJELASAN UMUM

Sehubungan dengan perkembangan sosial ekonomi dewasa ini, dengan semakin

meningkatnya kesadaran masyarakat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan, dengan

indikator jumlah pengunjung yang datang meningkat pula, maka dituntut peningkatan

pelayanan kepada masyarakat dengan menambah sarana dan prasarana kesehatan dengan

mendirikan Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju..

Sebagai konsekuensinya maksud tersebut diatas diperlukan dana yang memadai baik yang

bersumber dari pemerintah maupun dari masyarakat sendiri guna terciptanya pelayanan

kesehatan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.

Bahwa Tarip Kesehatan Mandiri yang diberlakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut

Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat saat ini masih banyak jenis-jenis pelayanan

kesehatan yang belum terakomodir sehingga perlu ditetapkan Peraturan Daerah Tentang

Tarip Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju

Kabupaten Lombok Barat.

Dalam Peraturan Daerah ini ada 4 (empat) jenis tindakan medis yaitu tindakan Sederhana,

Kecil, Sedang dan Besar; dengan pola ini maka pasien yang mampu dapat membantu bagi

pasien yang kurang mampu.

Disamping itu dengan tetap mempertimbangkan :

a. Fungsi sosial Rumah Sakit.

b. Adanya sudsidi silang dalam arti yang mampu membantu yang kurang mampu.

c. Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju.

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

: Cukup jelas.

Pasal 2

: Cukup jelas.

Pasal 3

: Cukup jelas.

Pasal 4

: Cukup jelas.

Pasal 5

: Cukup jelas.

Pasal 6

: Cukup jelas.

Pasal 7

: Cukup jelas.

Pasal 8

: Yang dimaksud dengan prekwensi adalah banyaknya pasien dimaksud

mendapat pelayanan kesehatan dari instansi di Rumah Sakit Umum Daerah

Patut Patuh Patju tersebut.

Pasal 9

: Cukup jelas.

Pasal

10 :

Tarip Rumah Sakit diperhitungkan atas dasar unit Cost dangan

memperhatikan ekonomi masyarakat serta kebijaksanaan subsidi silang.

Besarnya tarip rawat jalan ditetapkan berdasarkan perkalian 0,43 (nol koma

empat puluh tiga ) dari Unit Cost pelayanan Rawat Inap Kelas II dengan

memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat serta kebijaksanaan subsidi

silang.

(14)

Tarif Tindakan Medik dan Penunjang Medik Rawat Darurat ditetepkan

sebesar tariff tindakan sejenis kelas II.

-

Dalam menentukan besaran tarip perawatan diruangan termasuk di Ruang

Intensive ( ICU, NICU dan lain-lain ) didasarkan atas perhitungan Unit

Cost rata-rata pelayanan Rawat Inap dengan memperhatikan kemampuan

dan keadaan sosial ekonomi masyarakat dan kebijaksanaan subsidi silang.

-

Tarip Rawat Inap di Kelas II dijadikan sebagai dasar perhitungan untuk

menetapkan tarip kelas perawatan lainnya dengan ketentuan :

Kelas III

: 0,43 x Unit Cost Kelas II.

Kelas II

: 1 x Unit Cost Kelas II .

Kelas I

: 4,3 x Unit Cost Kelas II

Kelas Utama

: 5,7 x Unit Cost Kelas II

-

Dalam menentukan tarip tindakan medis non operatip didasarkan

perhitungan Unit Cost rata-rata tindakan medis non operatip Rawat Inap

dengan memperhatikan kemampuan dan keadaan sosial ekonomi

masyarakat.

-

Besarnya komponen biaya jasa sarana untuk tarip tindakan medis non

operatip ditetapkan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat.

Tarif tindakan Medis Operatif Pasien Rawat jalan ditetapkan sama dengan

tarif sejenis dari tarif pasien rawat inap kelas III.

Tarif tindakan Medis Operatif Pasien Rawat jalan yang berasal dari rujukan

swasta ditetapkan sama dengan tarif sejenis dari tarif pasien rawat inap

kelas II.

Dalam menentukan besar tarip pemeriksaan Laboratorium, didasarkan

perhitungan Unit Cost Laboratorium Rumah Sakit dengan memperhatikan

kemampuan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat serta subsidi silang.

Dalam menentukan besaran tarif pemeriksaan Radio Diagnostik, didasarkan

perhitungan Unit Cost Radiologi Rumah Sakit dengan memperhatikan

kemampuan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat serta subsidi silang.

- Tarip Pelayanan Persalinan Normal dihitung atas dasar rata-rata Unit Cost

Persalinan.

- Untuk menentukan tarip pemulasaran; perawatan jenazah diperhitumgkan

atas dasar jasa sarana dan jasa pelayanan yang ditetapkan oleh Direktur

Rumah Sakit atas dasar Unit Cost dengan memperhatikan kemampuan

ekonomi masyarakat.

-

Basarnya jasa sarana untuk perawatan jenazah / jasad, konservasi jenazah

serta bedah mayat ditetapkan secara proporsional untuk setiap kelas

perawatan.

Yang dimaksud dengan Pemulasaaran jenazah :

1.

Penyimpanan Jenazah tanpa pendingin : Biaya dihitung bila Jenazah

disimpan 1 x 24 jam

2.

Penyimpanan Jenasah dengan pendingin : Biaya dihitung bila Jenazah

disimpan dengan pendingin 1 x 24 jam

3.

Perawatan Jenazah : Jenazah dimandikan dan dikafani

4.

Konservasi Jenazah : Jenazah diformalin dan dimandikan

(15)

Pasal 11

: Cukup jelas.

Pasal 12

: Cukup jelas.

Pasal 13

: Cukup jelas.

Pasal 14

: Cukup jelas.

Pasal 15

: Cukup jelas.

Pasal 16

: Cukup jelas.

Pasal 17

: Cukup jelas.

Pasal 18

: Cukup jelas.

Pasal 19

: Cukup jelas.

Pasal 20

: Cukup jelas.

Pasal 21

: Cukup jelas.

Pasal 22

: Cukup jelas.

Pasal 23

: Cukup jelas.

Pasal 24

: Cukup jelas.

Pasal 25

: Cukup jelas.

Pasal 26

: Cukup jelas.

Pasal 27

: Cukup jelas.

Pasal 28

: Cukup jelas.

Pasal 29

: Cukup jelas.

(16)

Lampiran : Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 7 Tahun 2005 tentang

Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju

Kabupaten Lombok Barat.

---

I.

TARIF PELAYANAN RAWAT JALAN

NO. JENIS PELAYANAN TARIF JASA

SARANA

JASA

PELAYANAN AKOMODASI

35% 35% 30%

POLIKLINIK UMUM

1 Karcis

a. Dengan Rujukan 3.500 1.225 1.225 1.050 b. Tanpa Rujukan 5.000 1.750 1.750 1.500 c. Rujukan Swasta 7.500 2.625 2.625 2.250 2. Rujukan Antar SMF (Staf Medis

Fungsional) 2.000 700

700

600

II. TARIF PELAYANAN RAWAT DARURAT

NO. JENIS PELAYANAN TARIF JASA

SARANA

JASA

PELAYANAN AKOMODASI

35% 35% 30%

1 Dengan Rujukan 7.000 2.450 2.450 2.100 2 Tanpa Rujukan 10.000 3.500 3.500 3.000

III TARIF PELAYANAN RAWAT INAP

NO. JENIS PELAYANAN TARIF JASA

SARANA

JASA PELAYANAN

AKOMODASI

PERHARI 30% 30% 40%

1 Kelas III 15.000 4.500 4.500 6.000 2 Kelas II 35.000 10.500 10.500 14.000 3 Kelas I 140.000 42.000 42.000 56.000 4 Kelas Utama 200.000 60.000 60.000 80.000 5 Ruang observasi IGD 35.000 10.500 10.500 14.000 6 Ruang One Day Care 35.000 10.500 10.500 14.000 7 Ruang Perawatan Isolasi 50.000 15.000 15.000 20.000 8 Ruang Perawatan NICU 50.000 15.000 15.000 20.000 9 Ruang Perawatan ICU 75.000 22.500 22.500 30.000 10 Ruang Perawatan Gabung

(Tarif Untuk Bayi Lahir Normal) di tambah 50% kelas ibunya

IV

TARIF PELAYANAN MEDIS KELAS III

1). Tindakan Medis Operatif Terencana / Elektif di SMF ( Staf Medis Fungsional ) Bedah

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP J a s a Jasa

KELAS III Sarana Pelayanan

A SEDERHANA

1 Eksisi 40.000 13.200 10.800 16.000

(17)
(18)
(19)

23 Ureterolithotomi distal 1.520.000 501.600 410.400 608.000 24 Tindakan medis operatif khusus di r. OK 1.600.000 528.000 432.000 640.000

2). Tindakan Medis Non Operatif SMF Bedah

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

KELAS III Sarana Pelayanan

A SEDERHANA

1 Ganti balut 4.000 1.320 1.080 1.600 2 Memasang, melepas tampon 10.000 3.300 2.700 4.000 3 Merawat colostomi/hari 4.000 1.320 1.080 1.600 4 Merawat luka gangren kecil/hari 4.000 1.320 1.080 1.600 5 Merawat luka dekubitus 4.000 1.320 1.080 1.600 6 Bersihkan cerumen 4.000 1.320 1.080 1.600 7 Pasang spalk kayu 10.000 3.300 2.700 4.000 8 Perawatandan observasi WSD 4.000 1.320 1.080 1.600 9 Perawatan tracheostomy 10.000 3.300 2.700 4.000 10 Perawatan luka bakar kecil/hari 4.000 1.320 1.080 1.600 11 Pasang fiksasi jari 4.000 1.320 1.080 1.600 12 Perawatan skin / skeletal traksi/hari 4.000 1.320 1.080 1.600 13 Pasang ransel perban 10.000 3.300 2.700 4.000 14 Pasang NGT 10.000 3.300 2.700 4.000 15 Cabut cystotomy 7.000 2.310 1.890 2.800

B KECIL

1 Pasang gips 8.000 2.640 2.160 3.200 2 Pasang chateter 10.000 3.300 2.700 4.000 3 Pasang skin traksi 15.000 4.950 4.050 6.000 4 Melepas skin traksi 10.000 3.300 2.700 4.000 5 Reposisi jari tangan/kaki (lokal anestesi) 20.000 6.600 5.400 8.000 6 Pasang ET 10.000 3.300 2.700 4.000 7 Fiksasi fraktur iga dengan plester 35.000 11.550 9.450 14.000 8 Perawatan dekubitus sedang 8.000 2.640 2.160 3.200 9 Klisma/hari 10.000 3.300 2.700 4.000 10 Corpus alienum(hidung,telinga,mata) 20.000 6.600 5.400 8.000 11 Pungsi sendi 38.000 12.540 10.260 15.200

C SEDANG

1 Reposisi fraktur 75.000 24.750 20.250 30.000 (Ekstremitas atas/bawah)+ pasang gips

2 Reposisi fraktur 120.000 39.600 32.400 48.000 (dengan narkos/GA) + pasang gips

3 Reposisi dislokasi + pasang fiksasi 75.000 24.750 20.250 30.000

3). Tindakan Medis Non Operatif dan Diagnostik

Elektromedik

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

KELAS III Sarana Pelayanan

a. SMF PENYAKIT DALAM

(20)

11 Defibrilasi 248.000 81.840 66.960 99.200 12 EKG 20.000 6.600 5.400 8.000 13 Ecocardiografi 60.000 19.800 16.200 24.000 14 Pemasangan Cardiac Monitor 14.000 4.620 3.780 5.600 15 Pemasangan C V P 80.000 26.400 21.600 32.000 16 Perawatan Cardiac Monitor 16.000 5.280 4.320 6.400 17 Punksi Pericard 248.000 81.840 66.960 99.200 18 Resusitasi Jantung 52.000 17.160 14.040 20.800 19 Biopsi Paru 27.200 8.976 7.344 10.880 20 Broncoscopy 120.000 39.600 32.400 48.000 21 Faal Paru 20.000 6.600 5.400 8.000 22 Pasang Infus 10.000 3.300 2.700 4.000 23 Memasukkan Obat Sitostatika/program 64.000 21.120 17.280 25.600 24 Matras Anti Dekubitus 6.400 2.112 1.728 2.560 25 Nebulizer tanpa obat/hari 8.000 2.640 2.160 3.200 26 Pemasangan WSD 80.000 26.400 21.600 32.000 27 Penganbilan Darah Arteri 36.000 11.880 9.720 14.400 28 Perawatan WSD/hari 5.600 1.848 1.512 2.240 29 Punksi Pleura 38.400 12.672 10.368 15.360 30 Sitostatika/kali 16.000 5.280 4.320 6.400 31 Slem/Pneumosection/hari 16.000 5.280 4.320 6.400 32 Syringe Pump/ hari 6.400 2.112 1.728 2.560 33 Test Provokasi Bronchial 10.000 3.300 2.700 4.000 34 Vena Sectie 30.000 9.900 8.100 12.000

b. S M F KESEHATAN ANAK

1 Detoksifikasi Lambung 32.000 10.560 8.640 12.800 2 Exchange Transfusion 40.000 13.200 10.800 16.000 3 Fototherapi (perhari) 10.000 3.300 2.700 4.000 4 Incubator ( perhari ) 10.000 3.300 2.700 4.000 5 Infant Warmer ( perhari ) 10.000 3.300 2.700 4.000 6 Nebulizer tanpa obat / hari 8.000 2.640 2.160 3.200 7 Pasang infus / hari 10.000 3.300 2.700 4.000 8 Pemasangan Fowley Catheter 8.000 2.640 2.160 3.200 9 Pemasangan C V P 64.000 21.120 17.280 25.600 10 Pemasangan N G T 140.000 46.200 37.800 56.000 11 Pemasangan W S D 80.000 26.400 21.600 32.000 12 Perawatan tali Pusat 6.400 2.112 1.728 2.560 13 Perawatan Tracheostomy / hari 20.000 6.600 5.400 8.000 14 Perawatan WSD /hari 6.000 1.980 1.620 2.400 15 Punksi Lumbal 52.000 17.160 14.040 20.800 16 Punksi Pleura 38.400 12.672 10.368 15.360 17 Punksi Cranial 38.400 12.672 10.368 15.360 18 Resusitasi 32.000 10.560 8.640 12.800 19 Slyim Suction 10.000 3.300 2.700 4.000 20 Syiringe Pump 6.400 2.112 1.728 2.560 21 Test Alergi 38.400 12.672 10.368 15.360 22 Tindik 6.400 2.112 1.728 2.560 23 Transfusi Darah 12.000 3.960 3.240 4.800 24 Vena Sectie 30.000 9.900 8.100 12.000

c. S M F KULIT DAN KELAMIN

(21)

1 Af tampon Anterior 32.000 10.560 8.640 12.800 2 Irigasi Telinga 32.000 10.560 8.640 12.800 3 Pengambilan benda asing di telinga di Poli 32.000 10.560 8.640 12.800 4 Pengambilan benda asing di hidung di Poli 32.000 10.560 8.640 12.800 5 Pengambilan benda asng di Faring di Poli 32.000 10.560 8.640 12.800 6 Perawatan luka di Poli 32.000 10.560 8.640 12.800

7 Pungsi Abcess 32.000 10.560 8.640 12.800 8 TamponTelinga 32.000 10.560 8.640 12.800 9 Test Audiometri 32.000 10.560 8.640 12.800 10 Toilet hidung 32.000 10.560 8.640 12.800

4). PELAYANAN KEBIDANAN DAN

GYNEKOLOGI

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

Kelas III Sarana Pelayanan

A. SEDERHANA

1 Biopsi Serviks 18.500 6.105 4.995 7.400 2 Ekstraksi AKDR 10.000 3.300 2.700 4.000 3 Ekstraksi Implan 20.000 6.600 5.400 8.000 4 Infertilitas : Hidrotubasi 100.000 33.000 27.000 40.000 5 Insersi AKDR 15.000 4.950 4.050 6.000 6 Insersi Implan 20.000 6.600 5.400 8.000 7 Kauterisasi Serviks 40.000 13.200 10.800 16.000 8 Luka Operasi : rawat luka 5.000 1.650 1.350 2.000 9 PAP Smear 40.000 13.200 10.800 16.000 10 NST / CTG 40.000 13.200 10.800 16.000

B. KECIL

1 Abortus inkomplit : kuret 100.000 33.000 27.000 40.000 2 Death Conceptus : kuret 100.000 33.000 27.000 40.000 3 Hamil : Partus spontan 100.000 33.000 27.000 40.000 4 Hymen Imperforata : Eksisi 50.000 16.500 13.500 20.000 5 Infus / transfusi 10.000 3.300 2.700 4.000 6 Kista/ abses bartholini ; insis,ekstirpasi 60.000 19.800 16.200 24.000 7 Kontap Wanita : Laparoskop 100.000 33.000 27.000 40.000 8 Kontap wanita : Minilaparoskop 100.000 33.000 27.000 40.000 9 Menometrhoragi : kuret 100.000 33.000 27.000 40.000 10 Missed Abortion : kuret 100.000 33.000 27.000 40.000 11 Polip servix/endomerium : ekstirpasi + kuret 85.000 28.050 22.950 34.000 12 Rest Placenta : Manual Placenta 75.000 24.750 20.250 30.000 13 Ruptur Perineum : Repair 35.000 11.550 9.450 14.000 14 Translokasi AKDR : Minilaparotomi 100.000 33.000 27.000 40.000 15 Burst abdomen : jahit situasi 190.000 62.700 51.300 76.000 16 Ekstraksi Forcep 195.000 64.350 52.650 78.000 17 Ekstraksi Vacum 100.000 33.000 27.000 40.000 18 Gemelli : Partus Spontan 150.000 49.500 40.500 60.000 19 KJDR : Eviserasi 190.000 62.700 51.300 76.000 20 KJDR perfoasi : Kranioklasi 190.000 62.700 51.300 76.000 21 KJDR - letak lintang : Dekapitasi 190.000 62.700 51.300 76.000 22 Letak Sungsang : Spontan Bracht 150.000 49.500 40.500 60.000 23 Letak Sungsang : versi ekstraksi 150.000 49.500 40.500 60.000 24 Mola Hidatidosa : kuret 150.000 49.500 40.500 60.000 25 Partus Pervaginam : Oksitosin drip 165.000 54.450 44.550 66.000 26 Wound Dehiscens 200.000 66.000 54.000 80.000

C. SEDANG

1 Gemelli : anak I spontan,II tindakan pervaginam

(22)

3 Hematokel : Laparotomi 400.000 132.000 108.000 160.000 4 KET : laparotomi 400.000 132.000 108.000 160.000 5 Kista Ovarium : ooforektomi 400.000 132.000 108.000 160.000 6 Kista ovarium : Salpingo ooforektomi 400.000 132.000 108.000 160.000 7 Mioma Uteri : Miomektomi 400.000 132.000 108.000 160.000

D. BESAR

1 Gemelli : anak I tindakan pervaginam 600.000 198.000 162.000 240.000 anak II tind. Pervaginam/parabdominal

2 Kehamilan Abdominal : laparotomi 680.000 224.400 183.600 272.000 3 Mioma Uteri : Histerektomi total 680.000 224.400 183.600 272.000 4 Mioma Uteri : Histerektomi subtotal 680.000 224.400 183.600 272.000 5 Prolapsus Uteri : Histerektomi vaginal 680.000 224.400 183.600 272.000 6 Rektokel : Vaginal repair 600.000 198.000 162.000 240.000 7 Ruptur Uteri : histerorapi 600.000 198.000 162.000 240.000 8 Seksio Sesar 600.000 198.000 162.000 240.000 9 Seksio Sesar + MOW 600.000 198.000 162.000 240.000 10 Seksio Sesar + Histerktomi 680.000 224.400 183.600 272.000 11 Tubo Ovarial Abcess : laparotomi 600.000 198.000 162.000 240.000 12 Tumor genitelia int : laparotmi biopsi

(inoperabel)

600.000 198.000 162.000 240.000

13 Vesikokel : Vaginal repair 600.000 198.000 162.000 240.000

V TARIF PELAYANAN MEDIS KELAS II

1). Tindakan Medis Operatif Terencana / Elektif di SMF Bedah

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP J a s a Jasa

KELAS II Sarana Pelayanan

A SEDERHANA

1 Eksisi 48.000 15.840 12.960 19.200 2 Eksterpasi 72.000 23.760 19.440 28.800 3 Ekstraksi 57.600 19.008 15.552 23.040 4 Incisi 18.000 5.940 4.860 7.200 5 Cross Insisi 24.000 7.920 6.480 9.600 6 Nekratomi kecil 72.000 23.760 19.440 28.800 7 Jahit luka Jahitan I Rp. 5.000 ke-II dst Rp.2.000

B KECIL

1 Eksterpasi 120.000 39.600 32.400 48.000 2 Ekstraksi 120.000 39.600 32.400 48.000 3 Keteterisasi dengan Mandrin 120.000 39.600 32.400 48.000 4 Debridment luka kecil pasa Fr. Terbuka 96.000 31.680 25.920 38.400 5 Lypadenektomi 120.000 39.600 32.400 48.000 6 Vena sectie 36.000 11.880 9.720 14.400 7 Nekrotomi sedang 120.000 39.600 32.400 48.000 8 Circumsisi 90.000 29.700 24.300 36.000 9 Amputasi / disartikulasi jari 48.000 15.840 12.960 19.200 10 Vasektomi / lokal anestesi 120.000 39.600 32.400 48.000 11 Rozerplasty 120.000 39.600 32.400 48.000 12 Pasang skeltal traksi 48.000 15.840 12.960 19.200 13 Tindakan medis operatif sdrh. di rg Ok 120.000 39.600 32.400 48.000 14 Skin Graft sederhana 120.000 39.600 32.400 48.000

C SEDANG

(23)
(24)

28 Skin graff luas 1.200.000 396.000 324.000 480.000 29 Debriment luka luas 1.200.000 396.000 324.000 480.000 30 Revisi labioplasty 1.200.000 396.000 324.000 480.000 31 Trepanasi 1.200.000 396.000 324.000 480.000 32 Fistel enterocutan 1.200.000 396.000 324.000 480.000 33 fistel paraanal 1.200.000 396.000 324.000 480.000 34 Hernia dengan komplikasi 1.200.000 396.000 324.000 480.000 35 Open reduksi(pasang wire,nail,platesrew) 1.200.000 396.000 324.000 480.000

E KHUSUS

1 Hepato jejunostomi 1.920.000 633.600 518.400 768.000 2 Kholedakho jejunostomi 1.920.000 633.600 518.400 768.000 3 Low anterior resektion 1.920.000 633.600 518.400 768.000 4 Miles 1.920.000 633.600 518.400 768.000 5 Pankreatomi 1.920.000 633.600 518.400 768.000 6 Pankreoatektomi 1.920.000 633.600 518.400 768.000 7 Reseksi gaster 1.920.000 633.600 518.400 768.000 8 Reseksi hepar 1.920.000 633.600 518.400 768.000 9 Diseksi kelenjar inguinal leher 1.920.000 633.600 518.400 768.000 10 Glossektomi 1.824.000 601.920 492.480 729.600 11 Parotidektomi radikal 1.920.000 633.600 518.400 768.000 12 Tiroidektomi total 1.920.000 633.600 518.400 768.000 13 Divertikulektomi 1.824.000 601.920 492.480 729.600 14 Epispadia 1.824.000 601.920 492.480 729.600 15 Hypospadia 1.824.000 601.920 492.480 729.600 16 Internal Urethromi 1.824.000 601.920 492.480 729.600 17 Pyelo lithotomi 1.824.000 601.920 492.480 729.600 18 Nefro lithotomi 1.600.000 528.000 432.000 640.000 19 Nefroppeksi 1.824.000 601.920 492.480 729.600 20 Heminefrektomy 1.824.000 601.920 492.480 729.600 21 Prostatektomi 1.824.000 601.920 492.480 729.600 22 Rekonstruksi vesika urinaria 1.920.000 633.600 518.400 768.000 23 Ureterolithotomi distal 1.824.000 601.920 492.480 729.600 24 Tindakan medis operatif khusus di r. OK 1.920.000 633.600 518.400 768.000

2). Tindakan Medis Non Operatif SMF

Bedah

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

KELAS II Sarana Pelayanan

A SEDERHANA

(25)

1 Pasang gips 9.600 3.168 2.592 3.840 2 Pasang chateter 12.000 3.960 3.240 4.800 3 Pasang skin traksi 18.000 5.940 4.860 7.200 4 Melepas skin traksi 12.000 3.960 3.240 4.800 5 Reposisi jari tangan/kaki (lokal anestesi) 24.000 7.920 6.480 9.600 6 Pasang ET 12.000 3.960 3.240 4.800 7 Fiksasi fraktur iga dengan plester 42.000 13.860 11.340 16.800 8 Perawatan dekubitus sedang 9.600 3.168 2.592 3.840 9 Klisma/hari 12.000 3.960 3.240 4.800 10 Corpus alienum(hidung,telinga,mata) 24.000 7.920 6.480 9.600 11 Pungsi sendi 45.600 15.048 12.312 18.240

C SEDANG

1 Reposisi fraktur 90.000 29.700 24.300 36.000 (Ekstremitas atas/bawah)+ pasang gips

2 Reposisi fraktur 144.000 47.520 38.880 57.600 (dengan narkos/GA) + pasang gips

3 Reposisi dislokasi + pasang fiksasi 90.000 29.700 24.300 36.000

3). Tindakan Medis Non Operatif dan Diagnostik Elektromedik

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

KELAS II Sarana Pelayanan

a. SMF PENYAKIT DALAM

(26)

1 Detoksifikasi Lambung 38.400 12.672 10.368 15.360 2 Exchange Transfusion 48.000 15.840 12.960 19.200 3 Fototherapi (perhari) 12.000 3.960 3.240 4.800 4 Incubator ( perhari ) 12.000 3.960 3.240 4.800 5 Infant Warmer ( perhari ) 12.000 3.960 3.240 4.800 6 Nebulizer tanpa obat / hari 9.600 3.168 2.592 3.840 7 Pasang infus / hari 12.000 3.960 3.240 4.800 8 Pemasangan Fowley Catheter 9.600 3.168 2.592 3.840 9 Pemasangan C V P 76.800 25.344 20.736 30.720 10 Pemasangan N G T 168.000 55.440 45.360 67.200 11 Pemasangan W S D 96.000 31.680 25.920 38.400 12 Perawatan tali Pusat 7.680 2.534 2.074 3.072 13 Perawatan Tracheostomy / hari 24.000 7.920 6.480 9.600

14 Perawatan WSD /hari 7.200 2.376 1.944 2.880 15 Punksi Lumbal 62.400 20.592 16.848 24.960 16 Punksi Pleura 46.080 15.206 12.442 18.432 17 Punksi Cranial 46.080 15.206 12.442 18.432 18 Resusitasi 38.400 12.672 10.368 15.360 19 Slyim Suction 12.000 3.960 3.240 4.800 20 Syiringe Pump 7.680 2.534 2.074 3.072 21 Test Alergi 46.080 15.206 12.442 18.432 22 Tindik 7.680 2.534 2.074 3.072 23 Transfusi Darah 14.400 4.752 3.888 5.760 24 Vena Sectie 36.000 11.880 9.720 14.400

c. S M F KULIT DAN KELAMIN

1 Aplikasi TCA / Podofilin 6.000 1.980 1.620 2.400 2 Ekstraksi Komedo / milio 6.000 1.980 1.620 2.400 3 Elektro cauter dengan anestesi lokal 6.000 1.980 1.620 2.400 4 Injeksi Kenakort 6.000 1.980 1.620 2.400 5 Kerokan kulit jamur 6.000 1.980 1.620 2.400 6 Penyemprotan Clroethil 6.000 1.980 1.620 2.400 7 Pengecatan Gram 6.000 1.980 1.620 2.400

d. SMF THT

1 Af tampon Anterior 38.400 12.672 10.368 15.360 2 Irigasi Telinga 38.400 12.672 10.368 15.360 3 Pengambilan benda asing di telinga di Poli 38.400 12.672 10.368 15.360 4 Pengambilan benda asing di hidung di Poli 38.400 12.672 10.368 15.360 5 Pengambilan benda asng di Faring di Poli 38.400 12.672 10.368 15.360 6 Perawatan luka di Poli 38.400 12.672 10.368 15.360 7 Pungsi Abcess 38.400 12.672 10.368 15.360 8 TamponTelinga 38.400 12.672 10.368 15.360 9 Test Audiometri 38.400 12.672 10.368 15.360 10 Toilet hidung 38.400 12.672 10.368 15.360

4). PELAYANAN KEBIDANAN DAN

GYNEKOLOGI

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

Kelas II Sarana Pelayanan

A. SEDERHANA

(27)

9 PAP Smear 48.000 15.840 12.960 19.200 10 NST / CTG 48.000 15.840 12.960 19.200

B. KECIL

1 Abortus inkomplit : kuret 120.000 39.600 32.400 48.000 2 Death Conceptus : kuret 120.000 39.600 32.400 48.000 3 Hamil : Partus spontan 120.000 39.600 32.400 48.000 4 Hymen Imperforata : Eksisi 60.000 19.800 16.200 24.000 5 Infus / transfusi 12.000 3.960 3.240 4.800 6 Kista/ abses bartholini ; insis,ekstirpasi 72.000 23.760 19.440 28.800 7 Kontap Wanita : Laparoskop 120.000 39.600 32.400 48.000 8 Kontap wanita : Minilaparoskop 120.000 39.600 32.400 48.000 9 Menometrhoragi : kuret 120.000 39.600 32.400 48.000 10 Missed Abortion : kuret 120.000 39.600 32.400 48.000 11 Polip servix/endomerium : ekstirpasi + kuret 102.000 33.660 27.540 40.800 12 Rest Placenta : Manual Placenta 90.000 29.700 24.300 36.000

13 Ruptur Perineum : Repair 42.000 13.860 11.340 16.800 14 Translokasi AKDR : Minilaparotomi 120.000 39.600 32.400 48.000 15 Burst abdomen : jahit situasi 228.000 75.240 61.560 91.200 16 Ekstraksi Forcep 234.000 77.220 63.180 93.600 17 Ekstraksi Vacum 120.000 39.600 32.400 48.000 18 Gemelli : Partus Spontan 180.000 59.400 48.600 72.000 19 KJDR : Eviserasi 228.000 75.240 61.560 91.200 20 KJDR perfoasi : Kranioklasi 228.000 75.240 61.560 91.200 21 KJDR - letak lintang : Dekapitasi 228.000 75.240 61.560 91.200 22 Letak Sungsang : Spontan Bracht 180.000 59.400 48.600 72.000 23 Letak Sungsang : versi ekstraksi 180.000 59.400 48.600 72.000 24 Mola Hidatidosa : kuret 180.000 59.400 48.600 72.000 25 Partus Pervaginam : Oksitosin drip 198.000 65.340 53.460 79.200 26 Wound Dehiscens 240.000 79.200 64.800 96.000

C. SEDANG

1 Gemelli : anak I spontan,II tindakan pervaginam

300.000 99.000 81.000 120.000

2 Letak Sungsang : Manual Aid 180.000 59.400 48.600 72.000 3 Hematokel : Laparotomi 480.000 158.400 129.600 192.000 4 KET : laparotomi 480.000 158.400 129.600 192.000 5 Kista Ovarium : ooforektomi 480.000 158.400 129.600 192.000 6 Kista ovarium : Salpingo ooforektomi 480.000 158.400 129.600 192.000 7 Mioma Uteri : Miomektomi 480.000 158.400 129.600 192.000

D. BESAR

1 Gemelli : anak I tindakan pervaginam 720.000 237.600 194.400 288.000 anak II tind. Pervaginam/parabdominal

2 Kehamilan Abdominal : laparotomi 816.000 269.280 220.320 326.400 3 Mioma Uteri : Histerektomi total 816.000 269.280 220.320 326.400 4 Mioma Uteri : Histerektomi subtotal 816.000 269.280 220.320 326.400 5 Prolapsus Uteri : Histerektomi vaginal 816.000 269.280 220.320 326.400 6 Rektokel : Vaginal repair 816.000 269.280 220.320 326.400 7 Ruptur Uteri : histerorapi 816.000 269.280 220.320 326.400 8 Seksio Sesar 816.000 269.280 220.320 326.400 9 Seksio Sesar + MOW 816.000 269.280 220.320 326.400 10 Seksio Sesar + Histerktomi 816.000 269.280 220.320 326.400 11 Tubo Ovarial Abcess : laparotomi 720.000 237.600 194.400 288.000 12 Tumor genitelia int : laparotmi biopsi

(inoperabel)

720.000 237.600 194.400 288.000

(28)

1). Tindakan Medis Operatif Terencana / Elektif di SMF Bedah

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP J a s a Jasa

KELAS I Sarana Pelayanan

A SEDERHANA

1 Eksisi 56.000 18.480 15.120 22.400 2 Eksterpasi 84.000 27.720 22.680 33.600 3 Ekstraksi 67.200 22.176 18.144 26.880 4 Incisi 21.000 6.930 5.670 8.400 5 Cross Insisi 28.000 9.240 7.560 11.200 6 Nekratomi kecil 84.000 27.720 22.680 33.600 7 Jahit luka Jahitan I Rp. 5.000 ke-II dst Rp.2.000

B KECIL

1 Eksterpasi 140.000 46.200 37.800 56.000 2 Ekstraksi 140.000 46.200 37.800 56.000 3 Keteterisasi dengan Mandrin 140.000 46.200 37.800 56.000 4 Debridment luka kecil pasa Fr. Terbuka 112.000 36.960 30.240 44.800 5 Lypadenektomi 140.000 46.200 37.800 56.000 6 Vena sectie 42.000 13.860 11.340 16.800 7 Nekrotomi sedang 140.000 46.200 37.800 56.000 8 Circumsisi 105.000 34.650 28.350 42.000 9 Amputasi / disartikulasi jari 56.000 18.480 15.120 22.400 10 Vasektomi / lokal anestesi 140.000 46.200 37.800 56.000 11 Rozerplasty 140.000 46.200 37.800 56.000 12 Pasang skeltal traksi 56.000 18.480 15.120 22.400 13 Tindakan medis operatif sdrh. di rg Ok 140.000 46.200 37.800 56.000 14 Skin Graft sederhana 140.000 46.200 37.800 56.000

C SEDANG

(29)
(30)

16 Internal Urethromi 2.128.000 702.240 574.560 851.200 17 Pyelo lithotomi 2.128.000 702.240 574.560 851.200 18 Nefro lithotomi 2.240.000 739.200 604.800 896.000 19 Nefroppeksi 2.128.000 702.240 574.560 851.200 20 Heminefrektomy 2.128.000 702.240 574.560 851.200 21 Prostatektomi 2.128.000 702.240 574.560 851.200 22 Rekonstruksi vesika urinaria 2.240.000 739.200 604.800 896.000 23 Ureterolithotomi distal 2.128.000 702.240 574.560 851.200 24 Tindakan medis operatif khusus di r. OK 2.240.000 739.200 604.800 896.000

2). Tindakan Medis Non Operatif SMF Bedah

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

KELAS I Sarana Pelayanan

A SEDERHANA

1 Ganti balut 5.600 1.848 1.512 2.240 2 Memasang, melepas tampon 14.000 4.620 3.780 5.600 3 Merawat colostomi/hari 5.600 1.848 1.512 2.240 4 Merawat luka gangren kecil/hari 5.600 1.848 1.512 2.240 5 Merawat luka dekubitus 5.600 1.848 1.512 2.240 6 Bersihkan cerumen 5.600 1.848 1.512 2.240 7 Pasang spalk kayu 14.000 4.620 3.780 5.600 8 Perawatandan observasi WSD 5.600 1.848 1.512 2.240 9 Perawatan tracheostomy 14.000 4.620 3.780 5.600 10 Perawatan luka bakar kecil/hari 5.600 1.848 1.512 2.240 11 Pasang fiksasi jari 5.600 1.848 1.512 2.240 12 Perawatan skin / skeletal traksi/hari 5.600 1.848 1.512 2.240 13 Pasang ransel perban 14.000 4.620 3.780 5.600 14 Pasang NGT 14.000 4.620 3.780 5.600 15 Cabut cystotomy 9.800 3.234 2.646 3.920

B KECIL

1 Pasang gips 11.200 3.696 3.024 4.480 2 Pasang chateter 14.000 4.620 3.780 5.600 3 Pasang skin traksi 21.000 6.930 5.670 8.400 4 Melepas skin traksi 14.000 4.620 3.780 5.600 5 Reposisi jari tangan/kaki (lokal anestesi) 28.000 9.240 7.560 11.200 6 Pasang ET 14.000 4.620 3.780 5.600 7 Fiksasi fraktur iga dengan plester 49.000 16.170 13.230 19.600 8 Perawatan dekubitus sedang 11.200 3.696 3.024 4.480 9 Klisma/hari 14.000 4.620 3.780 5.600 10 Corpus alienum(hidung,telinga,mata) 28.000 9.240 7.560 11.200 11 Pungsi sendi 53.200 17.556 14.364 21.280

C SEDANG

1 Reposisi fraktur 105.000 34.650 28.350 42.000 (Ekstremitas atas/bawah)+ pasang gips

2 Reposisi fraktur 168.000 55.440 45.360 67.200 (dengan narkos/GA) + pasang gips

3 Reposisi dislokasi + pasang fiksasi 105.000 34.650 28.350 42.000

3). Tindakan Medis Non Operatif dan Diagnostik Elektromedik

No. Nama / Jenis Tindakan TARIF BHP Jasa Jasa

KELAS I Sarana Pelayanan

a. SMF PENYAKIT DALAM

Referensi

Dokumen terkait

Analisis yang digunakan untuk menguji vitamin larut dalam air juga berbeda-beda dari setiap jenis vitamin, tetapi cara modern dalam menguji vitamin larut dalam air dengan

bola, control bola yang kurang maksimal, hal ini di duga karena elemen daya tahan atlit tidak optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik

%ete %etelah dilaku lah dilakukan tindak kan tindakan kepera an kepera'atan ses 'atan sesuai dengan kondi uai dengan kondisi pasien 8-24j si pasien 8-24jam integr am integritas

Membuat media presentasi dalam bentuk makalah dan power point terkait jenis-jenis energi, perubahan jenis energi dan pemanfaatan energi ; jenis-jenis Fluida, karakteristik

berkepentingan (interested party). Dengan sebab itu, perlakuan jenayah rasuah sukar dikesan. Faham Materialistik Yang Semakin Menebal - Terlalu menumpukan perhatian terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media pembelajaran dan sumber belajar berbasis komputer, (2) meningkatkan pencapaian kompetensi hasil belajar Elektronika

Dari perhit ungan laba rugi dapat dilihat s eberapa bes ar efisien penggunaan modal aktiva untuk mendukung penjual an dan seberapa besar efisi en dana yang

Total beban kerja Admin kredit staf 2 1.173 Deskripsi Pekerjaan Admin penjualan staf Jenis Pekerjaan Persepsi tentang pekerjaan Alasan Frekuensi dalam 1 tahun (x)