• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisa ketabilan sistem 2 resume

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "analisa ketabilan sistem 2 resume"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA

 

KESTABILAN

 

Fatchul Arifin ([email protected]

 

Pole, Zero dan Pole-Zero Plot

Numerator dan denominator pada fungsi NALISArasional juga mempunyai nilai nol.

Nilai nol dari numerator disebut ZERO dan nilai nol dari denominator disebut POLE.

Pole dan zero merupakan bilangan kompleks. Gambaran grafis pole dan zero tentulah pada bidang kompleks. Gambaran grafis pole dan zero pada bidang kompleks disebut pole-zero plot.

Contoh 1.

Sebuah sistem mempunyai transfer function H(s)=1/(s+1). Maka zeronya tidak ada, dan polenya terletak di s=-1.

Contoh 2.

Sistem diskret H(z)=z/(z-0.7) mempunyai zero di z=0 dan pole di z=0.7.

Contoh 3.

Sistem H(s)=5/s(s+2) tidak mempunyai zero dan mempunyai pole di s=0 dan s=-2.

Contoh 4.

Sistem H(s)=(s+2)/(s2+2s+5) mempunyai zero di s=-2 dan pole di s=-1-j2 dan s=-1+j2.

Pole zero plot dari keempat sistem pada contoh 1 sampai contoh 4 terlihat pada gambar ini. Ingat keempatnya merupakan bidang kompleks, sumbu mendatar adalah bagian riel dan sumbu vertikal adalah

(2)

Nilai Seba POL= maka ans = -1.00 -1.00 Perha POL= Jika gain Cont deno Cont N(s)= H(s)=    

Roo

i nol polinom agai contoh u

=[1 2 5];roo a akan munc =

000 + 2.0000 000 - 2.0000

atikan: untu =[1 0 4 0];r

pole dan z sistem juga

toh 1. Sistem minator D(s

toh 2. Sistem =s+1, denom =4(s+1)/(s2+

ot

 

Locus:

 

 

„

 S mial dengan untuk menc ots(POL) cul jawaban 0i 0i

uk mencari n roots(POL)

zero sebuah a diketahui

m dengan ga s)=s+2 sehin

m dengan ga minator D(s +2)  

Kara

tertutu

tertutu

System stabi

n mudah dap cari nilai nol

n

nilai nol pol

h sistem di i.

ain=2, zero t ngga transfe

ain=4, zero )=(s+1-j)(s+

akteristik

up dapat d

upnya).

il pole-pole

pat dihitung l dari polino

linomial s3+

ketahui, m

tidak ada da er functionn

di s=-1, dan +1+j)=s2+2

tanggap

ditentukan

loop tertutu

g dengan Ma omial s2+2s+

+4s, maka pe

maka transfe

an pole di s= nya adalah H

n pole di s=-sehingga tra

pan trans

n dari lok

up terletak d

atLab. Perin +5 maka dim

erintah yang

fer function

=-2 mempun H(s)=2/(s+2

-1+j dan s=-ansfer funct

ient sist

kasi pole

disebelah kir

ntah yang di masukkan p

g dimasukka

n sistem da

(3)

                       

„

Bila K berubah, maka letak pole-pole nya juga

berubah.

Perlu pemahaman pola perpindahan letak pole-pole

dalam bidang s.

Desain sistem kendali melalui gain adjusment: pilih

K sehingga pole-pole terletak ditempat yang

diinginkan.

Desain sistem kendali melalui kompensasi:

memindahkan letak pole yang tak diinginkan melalui pole-zero

cancellation.

(4)

     

   

   

Per

Ak

K

0

1

2

1

10

rsamaan K

ar-akar P

− 2 ± s

=

K

s

0

0

1

-2 -1+

0 -1+

01 -1+

Karakteris

ersamaan

± 4 − 4 K =

2

s

1

0

-1

+j1

+j3

+j10

stik: s

+

n Karakter

= −1 ± 1 − K

s

2

-2

-1

-1+j1

-1+j3

-1+j10

2s + K =0

(5)

W.R. Evan mengembangkan metoda untuk mencari

akar-akar persamaan orde tinggi : metoda Root

Locus.

Root Locus: tempat kedudukan akar-akar persamaan

karakterstik dengan K = 0 sampai K = tak hingga.

Melalui Root Locus dapat diduga pergeseran letak

pole-pole terhadap perubahan K, terhadap

penambahan pole-pole atau zero-zero loop terbuka.

• ROOT = akar-akar

• LOCUS = tempat kedudukan • ROOT LOCUS

– Tempat kedudukan akar-akar persamaan karakteristik dari sebuah sistem pengendalian proses

– Digunakan untuk menentukan stabilitas sistem tersebut: selalu stabil atau ada batas kestabilannya?

 Root locus merupakan suatu teknik grafis yang memberikan kita deskripsi kualitatif mengenai performa suatu sistem kontrol.

 Root locus dapat juga digunakan untuk menaksir stabilitas.

Root Locus mempunyai sifat simetri terhadap sumbu

nyata.

   

Root Locus cukup bermanfaat dalam desain sistem

kendali linear karena Root Locus dapat menunjukkan

pole-pole dan zero-zero loop terbuka mana yang

harus diubah sehingga spesifikasi unjuk kerja sistem

dapat dipenuhi.

 

Pendekatan desain melalui Root Locus sangat cocok

diterapkan untuk memperoleh hasil secara cepat.

 

(6)

Root Locus sangat memudahkan pengamatan

pengaruh variasi suatu parameter (K) terhadap letak

pole-pole.

 

 

Adapun cara-cara untuk mengetahui atau mencari root locusnya sebagai berikut: • Cara 1: Mencari akar-akar persamaan karakteristik pada tiap inkremen harga

Kc (controller gain) • Cara 2:

– Mencari harga pole dan zero

– Menentukan harga breakaway point, center of gravity,asimtot

– Mencari harga wu (titik potong dengan sumbu imajiner, menggunakan

substitusi langsung)

(7)

    MET    

· Unt k

TODE ROU

 Transfer f

) ( ) ( a b s R s C

 Hal pertam

 A

 Pemfakto

K

 Kriteria k karakteris tuk sistem koefisien-ko  S  D p so F Kriteria  K orde  U koef UTH HURW function dari 1 1 0 1 1 0 s a s a s b s b n n m m    

ma  memf

A(s) : persam

oran polinom

Kriteria Kes

kestabilan Ro sitik bukan n

m kendali oefisien pe

System stabi Dengan men pole loop ter olusi persam

Fungsi alih l

a Kestabilan

Kriteria ini m e n (n=berhi Untuk system

fisien-koefis

W I TZ

i suatu sistem

... ... 1 1 1 1 s a s b n m       faktorkan A( maan karakter

mial dengan o

tabilan Rou

outh member

nilai akar ters

, ketabila ersamaan k il pole-pole nggunakan k rtutup yang maan karakt loop tertutup

n Routh Hu

menunjukan ngga) tanpa m kendali, k sien persam

m loop tertu

( ( s A s B a s b s n m    (s) ristik

orde lebih dar

uth

ri informasi a

sebut an mutlak karaktristik loop tertutu kriteria kest terletak did teristi A(s) p: urwitz

n adalah aka a perlu men kestabilan m maan karakte

tup berbentu

) )

s s

ri 2 cukup su

ada tidakny

k langsung k.

up terletak d tabilan Rout daerah tak s

ar-akar tak s nyelesaikann mutlak langs

eristik

uk :

ulit, sehingga

a akar positi

g dapat

disebelah ki th, dapat dik tabil tanpa p

stabil persam nya

sung dapat d

a digunakan

if pada persa

(8)

 

2

3

4

5

Dengan

2. Bila ada koefisien akar ima Kondisi koefisien

3. Bila sem

Dengan

4. Kriteria perubah 5. Syarat p

 Sem

 Sem

koefisien-k

a koefisien y n positif, m ajiner a atau pewrlu (tet n persamaa

mua koefisie

koefisien-k

kestabilan R han tanda pa pelu dan cuk mua koefisien mua suku pad

koefisien: be

yang bernila maka hal ini

u memiliki b tapu belum an polinom p

en positif, b

koefisien :

Routh : ban ada kolom p kup untuk s n persamaa da kolom pe

esaran nyata

ai 0 atau neg menunjukan bagian real

cukup) untu positif dan l

buat tabel Ro

nyaknya aka pertama tabe

stabil : an karakteris

ertama tabe

a dan an ≠0

gative disam n ada satu a

positif (syst uk stabil ad lengkap.

outh debaga

ar tak stabil el Routh

stik positif d l routh bert

0

mping adan akar atau ak tem tak stab dalah semua

ai berikut:

= banyakny

dan

tanda positif ya kar-bil). a

ya

(9)

     

ANALISIS SISTEM KENDALI

1. Langkah pertama analisis : penurunan model matematis sistem. 2. Ada beberapa metoda analisis unjuk kerja sistem :

- Analisis Kestabilan : Routh Hurwith, Root Locus, Bode Plot Nyquist Plot.

- Analisis Waktu Alih : spesifikasi koefisien redaman dan frekuensi natural.

- Analisis Keadaan mantap : Konstanta mantap statik - Analisis Kepekaan

3. Untuk memudahkan analisis, digunakan beberapa sinyal uji dengan fungsi waktu sederhana.

4. Sinyal-Sinyal Pengujian :

- fungsi step : ganguan yang muncul tiba-tiba

- fungsi ramp : fungsi berubah bertahap terhadap waktu - fungsi percepatan

- fungsi impuls : gangguan sesaat yang muncul tiba-tiba - fungsi sinusoidal : linearitas sistem

5. Pemilihan sinyal uji harus mendekati bentuk input sistem pada kondisi kerjanya. 6. Tanggapan waktu :

- waktu alih : keadaan awal hingga keadaan akhir. - keadaan tunak : tanggapan pada waktu t ® ~ 7. Kriteria Unjuk Kerja Sistem Kendali :

- Kestabilan mutlak : sistem stabil bila keluarannya dapat kembali ke nilai semula setelah ada gangguan.

- Kestabilan relatif (tanggapan waktu alih) : sistem harus cukup cepat tanggapannya terhadap perubahan masukan dan kembali ke keadaan mantapnya.

- Galat keadaan mantap : perbedaan antara keluaran dengan masukan yang menunjukkan ketelitian sistem.

- Kepekaan sistem terhadap perubahan karakteristik komponennya.

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun demikian, perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk mengubah jenis loyalitas ini ke dalam bentuk loyalitas yang lebih tinggi melalui pendekatan yang aktif ke pelanggan

Namun, jika dianalisis terhadap keseluruhan parameter kualitas (uji kapabilitas proses, peta kendali, akurasi dan presisi), maka hanya kondisi 1 dengan titik pengukuran 4 dan 5

diterapkan oleh perusahaan masih bersifat manual sehingga menyebabkan proses gaji sering terlambat. Oleh karena itu perusahaan ini sebenarnya membutuhkan suatu

Sistem kendali fuzzy yang dirancang hanya mempunyai 2 crisp input dan 1 crisp output, maka rules yang diperoleh yaitu 4 P 2 P = 16, dimana angka 4 merupakan jumlah label

Seperti yang telah dijelaskan mengenai kernel, kernel membutuhkan sebuah root filesystem sebagai directory kerja kernel sedangkan setting yang disimpan

Untuk Menghitung total loss link membutuhkan beberapa parameter diantaranya, loss dari setiap kabel/km, jumlah sambungan (number of splices ) dan Konektor ( connectors

Dari gambar 5 dapat dijelaskan hasil pengambilan data pengujian kendali motor 3 phase secara berurutan mode manual dan dapat dilihat bahwa motor 1 tidak bekerja mati hanya saat dalam

Tabel 2.7 Analisa Peralihan Sistem Kendali Frekuensi Tenaga Listrik dengan Pilot Servo Kondisi Sistem Parameter Analisa Peralihan Waktu Naik tr detik Waktu Puncak tp detik Waktu