• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pustakawan: Web-based Subject Guide Creator

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pustakawan: Web-based Subject Guide Creator"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

PUSTAKAWAN

Web-based Subject Guide Creator

Arie Nugraha

Dimas Septyanto

(2)

KATA PENGANTAR

Pustakawan adalah profesi yang sering dianggap remeh oleh kebanyakan orang,

tidak hanya di negera berkembang tetapi juga di negara maju sekalipun. Stigma

sebagai “penjaga buku” yang hanya duduk, tidak ramah, seolah-olah telah melekat

kepada profesi yang disebut Pustakawan. Seiring dengan berkembangnya waktu

dan berkembangnya teknologi, utamanya Internet, ternyata membawa pengaruh

besar dalam penyebaran informasi. Setiap orang dapat dengan mudah

menyebarkan informasi dalam bentuk digital di Internet, utamanya melalui World

Wide Web. Hal ini mendorong terjadinya ledakan informasi, mesin pencari tidak

lagi bisa memberikan jawaban relevan dan terpercaya terhadap kebutuhan spesiik.

Berangkat dari hal tersebut “Pustakawan”, sebuah aplikasi berbasis web untuk

membuat Panduan Pustaka atau Panduan Subjek dikembangkan. Panduan Pustaka

atau juga pernah disebut sebagai Pathinder merupakan daftar terpilih

koleksi/sumber informasi pada subjek tertentu yang dibuat dan diseleksi secara

cermat oleh seorang Pustakawan.

Aplikasi ini dirilis dengan lisensi GNU GPL versi 3 dengan harapan bisa bermanfaat

bagi kalangan Pustakawan pada khususnya atau professional informasi lain pada

umumnya.

Arie Nugraha

Lead Developer

(3)

Daftar Isi

KATA PENGANTAR...2

APA ITU PATHFINDER...4

INSTALASI PUSTAKAWAN UNTUK OS WINDOWS...5

LOGIN SEBAGAI ADMINISTRATOR...12

1.1 Subyek (Subject)...23

1.2 Kategori (Pathinder Category)...24

1.3 Resource Type...26

1.4 Authors (Pengarang)...28

1.5 Resource Format...30

1.6 Resource Location...32

1.7 Publisher...33

1.8 Publish Place...35

1.9 Language...36

EDIT PATHFINDER...37

(4)

APA ITU PATHFINDER?

Perpustakan menyimpan dan mengelola banyak sekali data dan informasi dari

berbagai subjek. Sumber-sumber yang dikelola oleh perpustakaan tersebut

terkadang tidak terbatas pada buku saja, tetapi juga pada sumber-sumber lain

seperti audio, video, dan lainnya. Selain itu, terdapat pengguna yang

membutuhkan informasi mengenai suatu topik yang cukup spesiik. Oleh karena

itu, ada suatu alat yang disebut library pathinder yang bertujuan untuk membantu

pustakawan mengelompokkan sumber-sumber dari berbagai format kedalam suatu

topik tertentu, sehingga nantinya pengguna memiliki banyak pilihan sumber terkait

dengan topik yang sedang dicari tersebut. Mengutip Joan Reitz dalam Online

Dictionary for Library and Information Science, ia mengatakan bahwa

a pathinder is designed to lead the user through the process of researching a

speciic topic, or any topic in a given ield or discipline, usually in a systematic,

step-by-step way, making use of the best inding tools the library has to ofer.

Pathinders may be printed or available online ( Reitz, Joan. "Pathinder

(deinition)". Online Dictionary for Library and Information Science. ABC-CLIO)

Lalu kemudian muncul pertanyaan “Apa bedanya dengan katalog perpustakan ?”.

Sebetulnya tidak ada perbedaan yang cukup besar memang, namun hanya saja

library pathinder memang merupakan suatu alat temu kembali informasi yang

cakupan topik nya lebih spesiik lagi. Dan berisi berbagai macam sumber informasi

yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Sebagai contoh, didalam library

pathinder subjek mengenai ilmu komputer sudah dibagi menjadi topik yang lebih

spesiik seperti web technology, data mining, artiicial intelligence, dan lain-lain.

Seperti yang diungkapan Arlene Taylor,

“A pathinder is a bibliography created to help research a particular topic or subject

area. (Pathinders are also referred to as subject guides, topic guides, research

guides, information portals, resource lists or study guides”. (Taylor, A.G., Joudrey,

D.N. "The Organization of Information." 3rd Edition. Connecticut, Libraries

Unlimited)

Dengan library pathinder diharapkan, pengguna dapat menemukan titik awal

mengenai topik yang ingin ditelusuri dan bisa mendapatkan informasi tersebut dari

(5)

berbagai sumber-sumber yang relevan. Okay, cukup membahas teori, mari kita lihat

apa saja yang ada didalam pustakawan pathinder ini.

INSTALASI PUSTAKAWAN PATHFINDER

A. INSTALASI PUSTAKAWAN UNTUK OS WINDOWS

Berikut ini adalah panduan instalasi pustakawan untuk sistem operasi windows

1.Pustakawan dapat di download dari website pustakawan pathinder http://pustakawan.web.id

Gambar 1.1 Halaman Depan Web Pustakawan

Namun, sebelum mendownload pustakawan, silahkan pastikan terlebih dahulu

sistem operasi windows yang anda gunakan, apakah windows 32-bit atau windows

64-bit. Anda dapat mengetikkan dxdiag pada kolom search di windows anda, atau

melihat dari informasi di drive komputer anda dengan meng-klik kanan, lalu

(6)

Gambar 1.2 Memeriksa OS

Gambar 1.3 Informasi System

(7)

Apabila anda sudah mengetahui informasi OS anda, silahkan download pustakawan

sesuai dengan OS anda

Gambar 1.4 Pilihan Download Pustakawan

2. Setelah berhasil di download, silahkan extract ile pustakawan.zip ke dalam folder \C: anda

(8)

Gambar 1.6 Proses extract

Anda bisa melakukan proses extract di folder lain, sesuai dengan kebutuhan anda.

Gambar 1.7 Tampilan folder pustakawan

Setelah proses extract selesai, maka akan muncul folder yang bernama pustakawan.

(9)

3. Selanjutnya, silahkan masuk kedalam folder pustakawan tersebut kemudian double-click ile zwamp.exe, atau klik kanan lalu pilih run as administrator

Gambar 1.8 Menjalankan zwamp

Apabila berhasil dijalankan, maka di bagian kanan bawah toolbar anda akan terlihat logo zwamp, yang menandakan bahwa ile zwamp.exe berhasil dijalankan.

(10)

4. Selanjutnya, buka browser anda, lalu ketikan localhost:7070

Gambar 1.9 Memasukan URL pustakawan

maka anda sudah dapat masuk ke halaman utama pustakawan

Gambar 1.10 Halaman depan pustakawan

5. Apabila pada saat menjalankan zwamp terdapat error mengenai modul C++,

maka silahkan terlebih dahulu install C++ Redistributable. File tersebut sudah

kami siapkan di dalam folder pustakawan yang di download tadi. Untuk windows

(11)

dengan sistem operasi 32-bit, silahkan install C++Redist menggunakan ile

vcredist_x86.exe, untuk windows dengan sistem operasi 64-bit silahkan menggunaka ile vcredist_x64.exe untuk menginstall C++ Redist yang terbaru.

Ini adalah tampilan utama dari pustakawan pathinder. Seperti yang anda lihat, di

bagian kanan atas terdapat 3 menu utama yaitu home, contact librarian dan admin.

Selain di bagian kiri, terdapat 3 kategori (untuk contoh kali ini) Doctoral, Post

Doctoral dan Undergraduate. Di bagian atas terdapat kotak pencarian untuk

memasukan kata kunci atau kata-kata yang terkait dengan topik yang ingin dicari.

Dan di tengah halaman terdapat pathinder yang sudah dibuat dan tombol add

pahinder untuk memasukan data pathinder yang baru. Nantinya, data-data

pathinder yang anda buat akan ditampilkan di halaman ini. Sekarang mari kita

(12)

Gambar 1.9 Menu Administrator

Login sebagai Administrator

Gambar 1.8 Halaman Login untuk Pustakawan/User

Untuk bisa menambah, mengubah dan menghapus pathinder, maka anda harus

masuk sebagai administrator. Role administrator ini memungkinkan anda untuk

melakukan konigurasi lainnya seperti resource library, taxonomy, subject, dan

lain-lain (yang akan kita bahas satu persatu). Pengaturan user dapat dilakukan di menu

user management, apabila nantinya anda ingin menambahkan pengguna lain untuk

dapat menjadi administrator. Setelah anda masuk sebagai administrator tampilan

menu akan menjadi seperti dibawah ini:

(13)

Gambar 2.1 Form Isian Pathfinder

4

Membuat Pathinder/Subject Guide

Menu pertama yang akan kita bahas adalah membuat pathinder. Untuk

membuat/menambah pathinder, silahkan klik menu add new pathinder. Setelah

itu akan tampil form yang harus diisi.

1. Pertama, anda harus mengisi judul dari pathinder yang anda ingin buat.

Untuk contoh disini, saya memasukan judul web technology. Ingat,

pathinder harus spesiik dan khusus, sehingga pencarian yang dilakukan

oleh pengguna dapat lebih minimal lagi.

2. Selanjutnya, isi kolom deskripsi dengan penjelasan ringkas mengenai

topik yang dimasukan sebelumnya.

3. Setelah itu, pilih category mengenai topik anda, yang memang menjadi

cakupan mengenai pada jenjang apakah topik ini diperuntukan. Pada

contoh ini, saya memilih Post Graduate.

4. Selanjutnya isi cakupan dari topik ini pada kolom scope. Tentunya,

cakupan dari suatu topik sebaiknya lebih spesiik lagi dari topik tersebut. 1

2

(14)

Gambar 2.2 Form Isian Pathfinder

5. Kolom selanjutnya adalah target users. Pada kolom ini, silahkan isi

sasaran pengguna pada topik yang sudah anda buat sebelumnya. Pada

contoh ini, saya memasukan mahasiswa, dosen dan peneliti (Students,

lecturer & researcher).

6. Berikutnya adalah kolom subject. Pada kolom ini, isi subyek-subyek yang

memang terkait dengan topik yang sudah anda buat sebelumnya.

Subyek-subyek ini juga bisa menjadi tag mengenai cakupan-cakupan yang

lebih spesiik dari topik anda. Namun, kolom ini adalah kolom pilihan

(drop down) dan menampilkan subyek-subyek yang sudah tersimpan

didalam database. Untuk menambah subyek ini, bisa dilakukan pada

menu taxonomy yang akan dibahas lebih lanjut nanti.

7. Kemudian, kita bisa memilih sumber apa saja yang memang tersedia

untuk topik ini, dan nantinya akan ditampilkan di halaman depan.

Tentunya, tidak semua topik memiliki semua sumber yang ada di dalam

perpustakaan bukan ? Mungkin saja saja untuk topik A memiliki sumber

dari buku dan prosiding namun untuk topik B hanya memilki sumber dari

majalah atau internet. Untuk mengatur sumber-sumber untuk

ditampilkan tersebut, silahkan isi kolom hidden resources. Kolom ini juga

merupakan kolom option sehingga hanya berisi sumber yang sudah ada

(15)

di database. Nantinya, sumber-sumber ini juga bisa ditambahkan di menu

taxonomy.

8. Sebagai tambahan, anda bisa mencantumkan gambar dari topik anda,

untuk nantinya ditampilkan di halaman depan dengan mengunggah

gambar dari kolom Image

9. Terakhir, anda dapat memilih untuk menampilkan pathinder yang anda

buat dihalaman depan atau tidak dengan memilih promote atau don't

promote

Setelah anda simpan/save, maka pathinder yang sudah kita input tadi akan tampil

di halaman depan

Gambar 2.3 Tampilan Pathfinder yang sudah dibuat

Resource Library

Fitur ini memungkinkan anda untuk menambah data mengenai sumber-sumber

yang dimiliki oleh perpustakaan anda. Karena setiap anda membuat sebuah

pathinder atau topik baru, anda kemudian harus melengkapi topik tersebut

dengan sumber-sumber yang terkait dengan topik tersebut dan tentunya yang

(16)

Silahkan klik Admin->Resource Library. Untuk menambah data sumber yang baru,

silahkan klik Add New Resource.

Gambar 3.1 Halaman Resource Library

Kemudian, anda bisa mulai mengisi data dari sumber yang ingin anda tambahkan

ini.

1. Sebagai contoh, saya memasukan Handbook of Semantic Web sebagai

judul

2. Kemudian saya memilih buku (book) sebagai resource type nya.

3. Lalu saya isikan nama pengarang dari buku tersebut pada kolom Author.

4. Namun karena tidak ada judul seri dari buku ini, maka saya biarkan

kosong pada kolom Series/Journal Title

(17)

Gambar 3.2 Form Isian Resource baru

5. Lanjut ke kolom berikutnya, kita dapat memilih subyek untuk buku ini.

Kolom subyek ini merupakan kolom pilihan (option) sehingga hanya akan

menampilkan subyek-subyek yang sudah terdapat didalam database.

Untuk menambahkan subyek - subyek baru, bisa dilakukan di menu

Taxonomy->subject (yang akan kita bahas selanjutnya). Pada contoh ini,

saya memilih web technology dan semantic web sebagai subyek dari

buku yang sedang saya input ini. Perlu diingat pula, anda dapat

memberikan satu atau lebih subyek ke sumber anda. 1

3

(18)

Gambar 3.3 Form Isian Resource

6. Selanjutnya, kita harus mengisikan kolom abstract, yaitu penjelasan

ringkas mengenai topik dari sumber yang sedang kita input ini.

7. Lalu apabila terdapat klasiikasi untuk sumber tersebut, baik itu

klasiikasi UDC, DDC atau klasiikasi lain yang digunakan

perpustakaan anda, silahkan isi kolom classiication.

8. Kolom berikutnya adalah Resource Location. Kolom ini ditujukan

agar anda dapat memberikan informasi mengenai disimpan dimana

sumber yang sedang anda input ini. Kolom ini juga merupakan

kolom pilihan (option), data mengenai resource library ini dapat

ditambahkan pada menu Taxonomy->Resource Location.

9. Masukan tahun publikasi atau tahun terbit dari sumber tersebut

dan siapa penerbit atau pihak yang merilis sumber tersebut pada

kolom Publish Year & Publisher. Mengenai pilihan publisher, bisa

diatur pada menu Taxonomy->publisher.

18 5

(19)

Gambar 3.4 Form Isian Resource

10.Kolom selanjutnya adalah tempat terbit atau publish place. Kolom

ini lagi-lagi merupakan kolom drop-down atau pilihan, sehingga

anda dapat mengkonigurasinya di menu taxonomy->publish place.

11. Setelah itu, silahkan anda bisa memasukan format dari sumber

anda di dalam kolom format baik tercetak atau digital seperti

.pdf, .doc mungkin, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, saya

memasukan format printed atau tercetak untuk buku yang sedang

saya input.

7

8

(20)

Gambar 3.5 Form Isian Resources

12.Setelah memasukan format dari sumber anda, masukan bahasa dari

sumber anda tersebut. Sebagai contoh saya memasukan bahasa

inggris atau English untuk sumber buku yang saya input ini.

13. Selanjutnya, masukan deskripsi isik dari sumber anda. Karena

sumber yang sedang saya input adalah buku, maka saya masukan

jumlah halaman dan tinggi dari buku tersebut.

14. Kolom berikutntya adalah kolom Digital Object Identiier (DOI).

Kolom ini dapat anda isikan dengan nomor yang diberikan khusus

untuk mengidentiikasi sumber digital anda seperti

10.1103/PhysRevD.15.2752

20 10

11

12

13

(21)

Gambar 3.6 Form Isian Resources

15.Kolom selanjutnya adalah ISBN. Isikan nomor ISBN dari sumber yang anda input

(bila ada). Karena kebetulan sumber yang sedang saya isikan adalah buku, maka

saya masukan ISBN seperti yang terlihat pada screenshot.

16. Kolom berikutnya adalah ISSN apabila sumber anda memiliki nomor ISSN

17. Kolom Other ID diperuntukan apabila sumber anda memiliki suatu ID khusus

diluar kolom-kolom yang sebelumnya sudah diisikan.

18.Apabila terdapat link mengenai sumber tersebut, anda dapat memasukannya

pada kolom URL

19.Selanjutnya, anda bisa mengupload ile digital dari sumber tersebut. Sangat

tidak disarankan anda mengupload ile digital dari sumber anda, kecuali anda

memiliki lisensi atau hak kepemilikan dari ile digital tersebut. Anda juga bisa

mengunggah scan daftar isi dari sumber anda atau ile multimedia dari data

bibilograis sumber anda.

20.Untuk melakukan pengisian sumber-sumber lainnya, anda tinggal memilih

sumber yang ingin diisi pada kolom Resource type dan melakukan pengisian

sesuai dengan metadata dari sumber tersebut.

15

16

17

18

(22)

TAXONOMY

Fitur ini digunakan untuk melakukan konigurasi seperti menambah, mengubah

dan menghapus data yang nantinya akan digunakan saat kita mengisikan data

pathinder kita. Ada 9 taxonomy yang bisa dikonigurasi pada itur ini, yaitu :

1. Subyek (Subject)

2. Kategori Pathinder (Pathinder Category)

3. Tipe Sumber (Resource Type)

4. Pengarang (Authors)

5. Format Sumber (Resource Format)

6. Lokasi Sumber (Resource Location)

7. Penerbit (Publisher)

8. Tempat Terbit (Publish Place)

9. Bahasa (Language)

Gambar 4.1 Tampilan Menu Taxonomy->Subyek

Penjelasan mengenai masing-masing taxonomy akan dibahas satu persatu pada

halaman selanjutnya.

(23)

1.1 Subyek (Subject)

Taxonomy yang pertama adalah Subyek. Pada menu ini, anda dapat mengisikan

subyek yang anda inginkan dan tentunya perpustakaan anda memiliki

sumber-sumber yang terkait dengan subyek tersebut. Pada contoh disini saya memasukan

subyek cloud computing. Lalu memasukan deskripsi sesuai dengan subyek

tersebut. Selanjutnya adalah kolom weight. Kolom ini digunakan untuk

menentukan urutan subyek pada tampilan taxonomy di depan nantinya. Semakin

rendah weight yang anda pilih, maka nantinya subyek anda akan berada di urutan

awal dari tampilan taxonomy di depan. Untuk menambah Subyek baru, silahkan klik

Add Term (di kanan atas), maka selanjutnya akan muncul form seperti ini.

(24)

Gambar 4.3 Tampilan Subyek yang sudah diinput

Seperti yang anda lihat, subyek yang baru saja saya masukan cloud computing tersimpan

dan berada pada urutan awal dari taxonomy tersebut.

1. 2 Kategori (Pathinder Category)

Taxonomy selanjutnya adalah category. Pada taxonomy ini, anda bisa membuat kategori

yang nantinya dapat digunakan untuk mengelompokan pathinder anda. Untuk menambah

kategori baru, silahkan klik Add Term.

Gambar 4.4 Tampilan menu Taxonomy->Pathfinder Category

24 1

(25)

Gambar 4.5 Menambahan Kategori Baru

Pada contoh ini, saya membuat kategori Diploma. Lalu memasukan deskripsi

ringkas dari kategori saya dan memilih weight untuk urutan kategori tersebut pada

tampilan depan taxonomy.

(26)

1.3 Resource Type

Taxonomy selanjutnya adalah resource type. Pada taxonomy ini, anda dapat

memasukan jenis-jenis sumber yang dimiliki oleh perpustakaan anda. By

default, sudah ada beberapasumber yang dimasukan oleh kami tim

pengembang, namun anda bebas untuk menambahkan sumber yang belum

ada. Untuk menambah tipe baru, silahkan klik Add Term.

Gambar 4.7 Tampilan menu Taxonomy->Resource Type

Pada contoh kali ini, saya memasukan web article sebagai tipe sumber yang

baru, memasukan deskripsi ringkas dan memilih weight untuk urutan

tampilannya nanti.

(27)

Gambar 4.8 Menambah Resource Type Baru

Selain memasukan nama dari tipe baru, saya juga memasukan sedikit

penjelasan mengenai tipe tersebut.

Gambar 4.9 Tampilan Resource Type yang sudah diinput

Dan gambar diatas adalah tampilan dari resource type setelah saya

(28)

1.4 Authors (Pengarang)

[image:28.595.73.531.207.466.2]

Taxonomy selanjutnya adalah Authors. Pada taxonomy ini, anda dapat

memasukan nama-nama pengarang sehingga saat mengisi data

pathinder nanti anda bisa langsung memilih nama pengarang

tersebut. Untuk menambah author baru, silahkan klik

Add Term.

Gambar 4.10 Tampilan menu Taxonomy->Authors

Pada contoh dibawah, saya mencoba memasukan author dengan nama

Harry Rosenblatt. Dan memasukan deskripsi ringkas mengenai

pengarang tersebut. Dan berikut tampilan taxonomy author setelah

ditambah dengan data yang saya masukan.

(29)

Gambar 4.11 Menambahkan Auhtor/Pengarang Baru

[image:29.595.72.527.77.334.2]

Dan contoh di bawah adalah tampilan dari daftar author yang sudah

ditambahkan dengan data author yang terakhir saya input, yaitu Harry

Rosenblatt.

(30)

1.5 Resource Format

[image:30.595.74.525.179.435.2]

Melalui itur ini, anda dapat mengatur format-format dari sumber yang

tersedia di perpustakaan anda. Untuk menambah format baru, silahkan

klik tombol

Add New Term

.

Gambar 4.13 Tampilan menu Taxonomy->Resource Format

Pada contoh selanjutnya, saya memasukan format baru, yaitu

multimedia dan memasukan sedikit deskripsi tentang format

multimedia yang saya maksud tersebut. Anda dapat menambahkan

format sesuai dengan kebutuhan anda dan perpustakaan anda serta

jangan lupa untuk memberikan deskripsi dari format tersebut pada

kolom

Description.

(31)
[image:31.595.73.522.78.331.2]

Gambar 4.14 Menambahkan Resource Format baru

Dan berikut ini adalah tampilan daftar

Resource Format

ditambah data

yang baru saja saya input, yaitu multimedia.

[image:31.595.72.523.414.673.2]
(32)

1.6 Resource Location

Pada itur ini, anda dapat memasukan data mengenai lokasi sumber yang anda

[image:32.595.75.527.144.407.2]

miliki. Selanjutnya, silahkan klik Add New Term.

Gambar 4.16 Tampilan menu Taxonomy->Resource Location

Maka selanjutnya, akan muncul form untuk diisikan dengan resource location yang

baru. Silahkan anda isikan sesuai dengan lokasi dari sumber – sumber yang

memang digunakan untuk perpustakaan anda atau lokasi yang dapat dirujuk untuk

mendapatkan sumber tersebut.

(33)
[image:33.595.72.523.76.332.2]

Gambar 4.17 Tampilan menu Isian Resource Location

Pada contoh ini, saya memasukan data Perpustakaan Universitas Indonesia dan

memberikan sedikit penjelasan mengenai perpustakaan tersebut.

[image:33.595.73.523.407.667.2]
(34)

1.7 Publisher

Menu taxonomy selanjutnya adalah penerbit atau publisher. Pada menu ini, anda dapat

memasukan data mengenai penerbit dari sumber-sumber yang anda miliki. Selanjutnya,

[image:34.595.71.514.163.415.2]

silahkan klik Add New Term.

Gambar 4.19 Tampilan Menu Taxonomy->Publisher

Gambar 4.20 Tampilan Form Isian Publisher

[image:34.595.72.523.472.730.2]
(35)

Pada contoh ini, saya memasukan data penerbit balai pustaka dan

[image:35.595.73.525.126.385.2]

memasukan alamat dari balai pustaka pada kolom description.

Gambar 4.21 Daftar Publisher yang sudah diinput

1.8 Publish Place

Pada itur ini, anda dapat menambahkan data master mengenai tempat terbit

sumber-sumber anda. Untuk menambah tempat baru, silahkan klik Add New Term.

[image:35.595.75.521.487.735.2]
(36)
[image:36.595.72.525.77.333.2]

Gambar 4.23 Form Isian Publish Place

Pada contoh ini, saya memasukan kota Yogyakarta sebagai data baru untuk publish

place.

Gambar 4.24 Daftar Publish Place yang sudah diinput

1.9 Language

Pada itur ini, anda dapat memasukan data mengenai bahasa yang nanti nya akan

digunakan untuk melengkapi metadata sumber anda. Untuk menambah Bahasa baru,

silahkan klik Add New Term.

[image:36.595.75.521.409.653.2]
(37)
[image:37.595.71.526.76.318.2]

Gambar 4.25 Tampilan Menu Taxonomy->Language

Gambar 4.26 Form Isian Taxonomy->Language

Pada contoh ini, saya memasukan bahasa US English sebagai salah satu pilihan

[image:37.595.76.522.350.605.2]
(38)

EDIT PATHFINDER

Setelah mempersiapkan taxonomy yang dibutuhkan, sekarang kita bisa

menambahkan sumber baru ke pathinder yang sebelumnya sudah kita buat. Untuk

[image:38.595.73.516.183.423.2]

menambahkan sumber tersebut silahkan pilih pathinder yang kita ingin edit.

Gambar 5.1 Memilih Pathfinder untuk di edit

Pada contoh disini, saya akan memilih pathinder web

technology sesuai dengan yang sudah saya buat di awal dan

memilih tombol detail. Maka tampilan dari Pathinder saya

akan seperti ini

(39)
[image:39.595.77.542.77.374.2]

Gambar 5.2 Halaman Edit Pathfinder

Ditampilkan sumber-sumber yang dapat dipilih untuk diisikan untuk

pathinder saya. Pada contoh kali ini, saya tidak akan mengisikan semua

sumber untuk pathinder saya, hanya sumber buku dan jurnal saja. Karena

pada prinsipnya, pengisian sumber sama dan disesuaikan dengan kebutuhan

anda.

Kemudian saya akan memilih tombol resource pada sumber buku saya lalu

memilih menu Add from Existing Resource karena sebelumnya kita sudah

(40)
[image:40.595.73.524.76.324.2]

Gambar 5.3 Proses Edit Pathfinder

Selanjutnya, akan muncul tampilan seperti ini

Gambar 5.4 Memilih sumber untuk Pathfinder

Pada tampilan tersebut saya mengetikkan judul buku yang sebelumnya sudah diinput,

yaitu Handbook of Semantic Web lalu klik Add Resource.

[image:40.595.74.522.382.636.2]
(41)
[image:41.595.72.524.77.331.2]

Gambar 5.5 Pathfinder yang sudah diedit

Sekarang pathinder saya tentang web technology sudah ditambahkan informasi

mengenai sumber buku yang terkait dengan topik web technology tersebut.

Selanjutnya, saya akan mengisikan pathinder web technology saya dengan sumber jurnal

yang sebelumnya belum di input di dalam Resource Library. Pada sumber Journal, silahkan

klik resource, lalu pilih Add from New Resource.

Gambar 5.6 Menambahkan sumber baru di Pathfinder

maka selanjutnya akan muncul form isian untuk kemudian kita isi 1

[image:41.595.73.525.464.716.2]
(42)
[image:42.595.70.526.76.329.2]

Gambar 5.7 Mengisi Data Sumber

Sama seperti saat memasukan data sumber sebelumnya (Resource Library halaman

16) kali ini kita isi kolom-kolom resource sesuai dengan data yang ada pada sumber

kita.

Gambar 5.8 Mengisi Data Sumber

Pada sumber jurnal disini, saya memberikan link URL dan mengunggah ile dari jurnal

tersebut karena memang perpustakaan saya memiliki copy dari jurnal tersebut. Setelah

semua data lengkap, silahkan klik tombol Save Resource.

42 4

3 2 1

[image:42.595.73.525.424.693.2]
(43)
[image:43.595.75.525.81.307.2]

Gambar 5.9 Daftar Resources yang sudah diinput

Dapat dilihat, sumber jurnal saya sudah tersimpan didalam Resource Library. Dan apabila

kita melihat pathinder dimana saya melakukan penambahan data tadi maka akan

ditampilkan sumber jurnal tersebut di dalam pathinder web technology.

Gambar 5.10 Sumber yang sudah ditambahkan ke pathfinder

USER MANAGEMENT

Dengan menu ini, anda dapat membuat user baru untuk mengakses pathinder

pustakawan anda. Anda juga dapat mengatur hak akses dari user tersebut. Menu

[image:43.595.76.522.394.644.2]
(44)

Selanjutnya anda akan melihat daftar user yang sudah terdapat didalam aplikasi

pustakawan pathinder ini. Untuk menambah user, silahlan klik tombol Add User.

1. Kolom yang pertama adalah nama lengkap dari user yang anda ingin buat aksesnya

2. Kemudian masukan username yang nantinya akan digunakan untuk proses login

3. Lalu masukan email dari user anda.

[image:44.595.70.525.75.327.2]

44 Gambar 6.1 Menu User Management

[image:44.595.73.525.428.682.2]
(45)

4. Selanjutnya, isikan group dari user anda. Apabila user anda memiliki wewenang

untuk membuat, mengubah dan menambah taxonomy pada aplikasi ini, silahkan

pilih librarian. Namun jika anda ingin membatasi user anda sebagai pengguna dari pathinder saja, maka silahkan pilih Library Patron.

[image:45.595.65.534.78.346.2]

5. Selanjutnya, masukan password untuk user anda, lalu klik Save Resources.

Gambar 6.3 Form Isian User

Gambar 6.4 Form Isian User

1

3 2

[image:45.595.70.525.502.747.2]

Gambar

Gambar 4.10 Tampilan menu Taxonomy->Authors
Gambar 4.12 Tampilan Authors yang sudah diinput
Gambar 4.13 Tampilan menu Taxonomy->Resource Format
Gambar 4.14 Menambahkan Resource Format baru
+7

Referensi

Dokumen terkait

Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan

Titik berat bidang gabungan Mempersiapka n tugas dan mendiskusikan nya dalam kelompok Menyelesai kan permasalah an titik berat dan mendiskusi kannya Kemampuan dalam

Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) adalah seluruh instrumen sistem pembayaran yang pada umumnya berbasis kartu antara lain: kartu Anjungan Tunai Mandiri, kartu

Predictors: (Constant), Sosial, Regulasi, Budaya Perusahaan, Ekonomi, Komitmen Personal, Identitas Organisasi.. Dependent

Talli kur dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan karena untuk memperoleh bahan sangat mudah, harga untuk mendapatkanya juga murah, keistimewaan

Menurut Saefur (2010) beban psikologis yang dimunculkan dalam pendidikan formal adalah bahwa mereka harus “hafal/menghafal” dan ini telah mendatangkan kejenuhan dan

Ruang lingkup pengolahan citra dan model pengenalan pola berbasis statistik merupakan landasan deduktif dalam membangun sebuah kerangka konsep penelitian yang

Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti ingin menguji daya antibakteri ekstrak etanol daun sirih merah ( Piper crocatum ) terhadap Enterococcus faecalis sebagai