• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL TUGAS AKHIR SKRIPSI PENGARUH LATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURNAL TUGAS AKHIR SKRIPSI PENGARUH LATI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL TUGAS AKHIR SKRIPSI

PENGARUH LATIHAN PULL OVER TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS PADA PERMAINAN BOLA VOLI

SISWA KELAS XI SMAN 1 BOMBANA

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Kependidikan pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

OLEH:

MUH. EKO ARIF A1E1 12 022

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

(2)

PENGARUH LATIHAN PULL OVER TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS PADA PERMAINAN BOLA VOLI

SISWA KELAS XI SMAN 1 BOMBANA

MUH. EKO ARIF A1E1 12 022

Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Universitas Halu Oleo Kendari

ABSTRAK

Muh Eko Arif (A1E1 12 022). Pengaruh Latihan Pull Over terhadap Kemampuan Servis Atas pada Permainan Bola Voli Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bombana. Pembimbing I: Dr. Wolter Mongsidi, S.Pd.,M.Kes, dan Pembimbing II: Ld. Maklum Sabrin, S.Pd.,M.Pd. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh latihan pull over terhadap kemampuan servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan pull over terhadap kemampuan servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana yang berjumlah 129 orang dan selanjutnya dilakukan seleksi dengan menggunakan teknik purposive random sampling berdasarkan variabel kendali, maka di peroleh hasil seleksi berjumlah 41 orang siswa dan kemudian ditentukan sampelnya sebanyak 26 orang siswa melalui random. Sesuai dengan rancangan penelitian ini, sampel hanya terdiri dari satu kelompok yakni kelompok eksperimen yang berjumlah 26 orang. Pelaksanaan latihan pull over dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan servis atas.

Hasil data yang diperoleh dengan menggunakan teknik statistik uji-t, pada taraf signifikan α 0,05 diperoleh thitung = 11,56 > t-table = 1,708. Hasil tersebut diartikan terima H0 tolak H1, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada

pengaruh latihan pull over terhadap kemampuan servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana.

(3)

ABSTRACT

Muh. Eko Arif (A1E1 12 022). “The Effect of Pull Over Training toward Standing Float Serve ability in Volleyball Games at the Students of Class XI SMA Negeri 1 Bombana. The First adviser by Mr. Wolter Mongsidi and the second adviser by Mr. Ld. Maklum Sabrin. Teaching and Education Sciense Faculty at Kendari Halu Oleo University. Physical Education Health and Recreation Dapartement.

The problem form in this research that “is there the effect of pull over training toward standing float serve ability in volleyball games at the student of class XI SMA Negeri 1 Bombana”. The purpose of the research was to determine the effect of pull over training toward standing float serve ability in volleyball games at the students of class XI SMA Negeri 1 Bombana.

The population of the research are all the student of class XI SMA Negeri 1 Bombana that’s 129 people taken by purposive random sampling technique based on control variable, and according the result of selection that getting 41 students andthen sample of 26 student by random. Sample consist of one group only that’s experiment group consist of 26 people. The application of pull over training as long as 6 week by 3 times frecuency in a week. The instruments test used ini this research was standing float serve ability test.

The results of data analysis by using t-test statistical techniques at significant level of α 0,05 where t = 11,56 > ttable = 1,708. The result means that

receive H0 and refused of H1, the research can be concluded that “there is an

effect of pull over training toward standing float serve ability in volleyball games at the students of class XI SMA Negeri 1 Bombana.

(4)

PENDAHULUAN

Olahraga mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui olahraga dapat membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani, serta dapat membentuk watak manusia yang adil, disiplin dan sportif yang pada akhirnya akan membentuk manusia yang berkualitas. Melalui olahraga yang teratur maka akan diperoleh sehat fisik dan mental di tambah lagi terbentuk karakter pribadi yang dalam latihan maupun pertandingan. Untuk meningkatkan kondisi fisik yang prima kualitas program latihan fisik yang merupakan suatu hal yang sangat menentukan, karena biar bagaimanapun besarnya potensi fisik yang dimiliki atlet tanpa didukung oleh kualitas program latihan yang baik dan pelatihan yang benar maka prestasi maksimal atlet sulit untuk dicapai.

Kegiatan olahraga khususnya permainan bola voli merupakan salah satu dari cabang olahraga yang bermanfaat sebagai alat pendidikan dan pembinaan mental sesuai dengan tujuan pendidikan nasional (Departemen Pendidikan Nasional, 2004). Prinsip permainan bola voli adalah memainkan bola dengan divoli (dipukul) yang di mulai dengan servis dan berusaha menjatuhkan bola ke

lapangan lawan dengan

menyeberangkan bola lewat atas net serta mempertahankan agar bola tidak jatuh dilapangan sendiri. Jumlah pemain setiap regu dalam permainan bola voli adalah 6 orang. Sistem penilaian dalam permainan bola voli adalah rally point, jika server

melakukan kesalahan, maka lawan akan mendapatkan tambahan point dan servis pun perpindah ke lawan.

Salah satu unsur teknik dasar yang berperan dalam permainan bola voli adalah mengenai kemampuan melakukan servis, kemampuan servis ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Beutestahl, (2005), yang menyatakan bahwa agar dapat bermain voli dengan baik dan benar serta berprestasi tinggi, harus menguasai keterampilan dasar dalam hal ini pukulan servis.

(5)

kedua servis yang digunakan tersebut, maka peneliti menjadikan servis atas sebagai fokus penelitian.

Teknik melakukan servis atas mencapai hasil pukulan yang optimal, yang antara lain adalah kekuatan, kecepatan dan gabungan keduanya yakni power. Dengan demikian, bentuk latihan yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kondisi fisik atlet dalam cabang olahraga bola voli khususnya saat melakukan teknik servis atas adalah dengan memberikan bentuk latihan beban.

Bentuk latihan beban yang penulis maksudkan adalah latihan

pull over bentuk latihan ini mempunyai tujuan yaitu penguatan otot-otot lengan, bahu dan dada yang menggunakan beban luar. Bentuk latihan ini dapat menunjang peningkatan kemampuan servis atas. Latihan pull over merupakan bentuk latihan yang menggunakan dumbbell

yang dilakukan dengan menggunakan dua tangan untuk mengangkat dan posisi tangan di belakang kepala dengan bebannya, kemudian kedua lengan diluruskan ke atas dan berlahan-lahan diturunkan kedepan dada dengan kedua lengan diluruskan kedepan yang pelaksanaanya menyerupai teknik servis atas.

Proses pelaksanaan latihan pull over lebih condong untuk mengarahkan dalam pembentuk otot-otot untuk lebih kuat dalam mengotomatisasikan pergerakkan pada lengan, serta mengembangkan spesifikasi pada kekuatan, dan

eksplosive power. Hal ini disebabkan karena pada latihan didasarkan pada kontraksi refleks serabut otot meregang dari serabut yang sama. Dalam latihan pull over ini unsur biomotorik yang ingin dikembangkan adalah unsur kekuatan dan kecepatan dan gabungan keduanya yakni power

yang merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan untuk mencapai prestasi puncak dalam melakukan servis atas. Selain itu, kekuatan otot-otot lengan, dada, bahu, dan pinggang juga sangat dibutuhkan serta harus memahami teknik dasar dalam melakukan servis atas.

KAJIAN PUSTAKA

Menurut Harsono, (1988),

menyatakan bahwa latihan

merupakan suatu proses kegiatan yang sistematis, dilakukan berulang-ulang dan semakin hari jumlah latihan semakin bertambah. Latihan pull over

adalah latihan beban (weight training) yang merupakan suatu bentuk latihan kekuatan yang ditandai dengan kontraksi otot, serabut otot memendek selagi terjadi tegangan dalam otot tersebut, seperti dengan membawa beban dipundak. Dalam tipe kontraksi latihan pull over

(6)

latihan yang menggunakan beban luar.

Latihan pull over merupakan

progressive isotonik training yang makin lama makin membutuhkan bobot yang berat yang merupakan suatu bentuk latihan berbeban (weight training). Harsono(1988) menyatakan bahwa weigth training adalah latihan-latihan yang sistimatis dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah kekuatan otot guna mencapai berbagai tujuan tertentu misalnya memperbaiki fisik, kesehatan, kekuatan, prestasi dalam cabang olahraga dan sebagainya.

Pelaksanaan gerakan pull over, dapat dianalisis secara terperinci sebagai berikut: Posisi badan berdiri bebas dengan posisi kaki dibuka selebar bahu, menggenggam

dumbbell dengan erat di belakang kepala dengan lengan membuat sudut siku-siku kemudian melakukan tarikan atau mengangkat dumbbell

tersebut ke atas kepala, dan turunkan

dumbbell ke arah depan dada dengan lengan lurus kedepan dan lakukan secara berulang-ulang serta bertahap sesuai dengan program latihan. Mengenai pelaksanaan latihan pull over dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar

Pelaksanaan Latihan Pull Over

(http://fitnesslifting.bizhat.com/weigh t%20lifting

%20exercise/poze/triceps/)

Otot-otot yang berperan dalam latihan pull over adalah otot

pectoralis mayor, anterior deltoid, teres mayor, dan latissimus dorsi.

Sasaran utama dari pemberian latihan

pull over adalah untuk mengembangkan unsur kekuatan lengan sehingga diharapkan setelah pemberian latihan pull over, maka kekuatan dapat dikembangkan secara sistematis dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu, seperti kondisi fisik kekuatan dan prestasi terutama pada cabang olahraga bola voli.

Pembinaan prestasi dicabang olahaga bola voli khususnya saat melakukan servis atas perlu memperhatikan faktor-faktor antara lain sebagai berikut: lamanya latihan, beban latihan, repetisi, masa istirahat setelah setiap repetisi. Untuk mencapai prestasi tersebut perlu memperoleh pembinaan fisik dan mental, sosial serta dukungan sarana dan prasarana yang tersedia. Pembinaan olahraga perlu dilakukan secara terus-menerus dan sistematis serta berkualitas. Dalam membina dan melatih servis atas harus disesuaikan dengan peningkatan prestasi dibidang lain terutama pelaksanaan latihan kondisi fisik yakni kekuatan, kecepatan, power dan lain-lain.

(7)

misalnya gerak badan, menulis, olahraga dan sebagainya. Dalam olahraga latihan dapat diartikan sebagai suatu proses penyesuaian tubuh terhadap tuntutan kerja yang lebih berat dalam mempersiapkan diri dalam dalam menghadapi situasi pertandingan dan meningkatkan keterampilan. Dengan latihan-latihan organ-organ vital seperti otot-otot jantung, paru-paru serta pusat susunan saraf akan mengalami perkembangan sehingga prestasi akan meningkat.

Bompa, (1994), menyatakan bahwa latihan adalah aktivitas olahraga yang sistematis dalam waktu yang lama, yang ditingkatkan secara bertahap untuk mencapai sasaran yang ditentukan. Pemberian latihan yang sistematis berarti latihan-latihan disusun secara terencana dan teratur dengan pola, strategi dan metode latihan yang dimulai dari gerakan yang mudah kemudian meningkat kegerakan-gerakan yang lebih sukar dan kompleks. Soekarman, (1989), menyatakan bahwa latihan yang dilakukan secara kontinyu selama enam minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu akan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan fisiologis tubuh.

Gerakan-gerakan yang dilahirkan harus selalu diulang-ulang dengan konstan dimaksudkan agar organisasi mekanisme neurofisiologis akan menjadi bertambah baik sehingga gerakan-gerakan tubuh yang semula dirasakan sukar untuk dilakukan lama-kelamaan merupakan suatu gerakan yang sistematis dan reflex. Hal ini berarti semakin kurang kita menggunakan konsentrasi pusat-pusat syaraf. Dengan demikian kita akan lebih menghemat tenaga kita yang

dikeluarkan untuk gerakan-gerakan tambahan yang tidak diperlukan dapat diperkecil. Melalui rangsangan maksimal dari latihan yang kian hari kian bertambah berat, maka perubahan-perubahan dalam tubuh akan dapat tercapai.

Menurut Suharno (1993), menyatakan bahwa unsur-unsur latihan dalam olahraga dibagi menjadi beberap bagian yaitu Intensitas, durasi, volume, istrahat dan repetisi.

Definisi latihan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya merupakan suatu proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan dengan berulang-ulang secara kontinyu dengan kian hari kian bertambah jumlah beban latihan untuk mencapai tujuan serta dapat dilakukan dengan usaha-usaha untuk mempertahankan kesegaran jasmani, kekuatan, kelenturan, kelincahan dengan daya tahan tubuh akan dapat tercapai.

Menurut Sadoso Sumosardjuno, (1996), menyatakan bahwa latihan beban atau weight training adalah salah satu cara pemantapan kondisi yang melibatkan gerakan yang berulang-ulang dengan beban yang submaksimal. Menurut Djoko Pekik, (2000), menyatakan bahwa latihan beban merupakan suatu bentuk latihan yang menggunakan media alat beban untuk menunjang proses latihan dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, kecepatan, pengencangan otot,

(8)

dengan cara meningkatkan efisiensi fisiologis yang menyebabkan peningkatan stamina.

Menurut Thomas R, (1991), menyatakan bahwa latihan beban banyak digunakan oleh para penggemar kebugaran, bahkan menjadi daya tarik bagi beribu- ribu orang yang pernah menyebut dirinya sebagai orang loyo, orang yang tidak berenergi, dan orang yang tidak bugar. Banyak orang melakukan latihan beban mengatakan bahwa, dengan memiliki tubuh yang tegap tidak saja terasa bagus, tetapi juga berpengaruh terhadap cara berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain, meningkatnya kekuatan dan daya tahan otot, meningkatnya koordinasi otot dan syaraf.

Sukadiyanto, (2005), menyatakan bahwa Latihan beban merupakan rangsangan motorik (gerak) yang dapat diatur dan dikontrol untuk memperbaiki kualitas fungsional berbagai organ tubuh, dan biasanya berhubungan dengan komponen-komponen latihan yaitu intensitas, volume, recovery, dan interval.

Menurut Harsono (1989), menyatakan bahwa untuk mencapai prestasi yang optimal ada empat aspek latihan yang perlu diperhatikan secara seksama oleh atlit yaitu latihan fisik (physical training), latihan teknik (tecnical training),

latihan taktik (tactical training) dan latihan mental (psyclogical training)

Latihan beban dapat berpengaruh terhadap sistem-sistem dalam tubuh. antara lain berpengaruh terhadap otot, berpengaruh terhadap koordinasi

neuromusculer, dan berpengaruh terhadap sistem respirasi. Sasaran utama dari latihan adalah

meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin.

Bentuk latihan fisik yang dapat meningkatkan power otot lengan pada saat akan melakukan servis atas adalah latihan pull over. Pengertian latihan pull over dalam permainan bola voli khususnya servis atas dapat di simpulkan bahwa merupakan suatu bentuk latihan berbeban yang pelaksanaannya menggunakan dua tangan untuk mengangkat dumbbell

dan posisi tangan membentuk sudut siku-siku di belakang kepala dengan bebannya, kemudian kedua lengan diayunkan kedepan dada dengan kedua lengan diluruskan kedepan secara berulang-ulang menggunakan

(9)

dalam penelitian ini hanya menggunakan servis atas bola voli.

Menurut Beautelstahl (2005), menyatakan bahwa berbagai macam cara dapat digunakan agar bola hasil servis itu menjadi sulit untuk diterima oleh lawan. Cara untuk mempersulit bola servis pada dasarnya dengan kecepatan, kurve dan belak-belok jalannya bola. Untuk memperoleh bola yang bervariasi ditentukan oleh Keras atau pelannya pukulan, Tinggi atau rendahnya bola hasil pukulan, Membuat bola berputar atau tidak berputar dan melayang dan Penempatan bola diarahkan kepada titik-titik kelemahan lawan, misalnya arah depan, belakang atau samping.

Permainan bola voli termasuk adalah memainkan bola dengan divoli (dipukul) dan berusaha menjatuhkan bola ke lapangan lawan dengan menyeberangkan bola lewat atas net serta mempertahankan agar bola tidak jatuh di lapangan sendiri.

Lapangan permainan bola voli berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 18 m x 9 m, lapangan dibagi dua ukuran yang sama oleh sebuah garis tangah yang di atasnya dibentangkan net dengan ketinggian 2,43 untuk pemain putra dan 2,24 untuk pemain putri, dan terdapat dua garis serang pada masing-masing petak yang berjarak 3 m dari garis tengah. Jumlah pemain dalam setiap regu pada permainan bola voli adalah 6 orang. Penentuan kemenangan pada permainan bola voli dinyatakan bila salah satu regu mendapatkan poin 25 pada setiap setnya dan mencari selisih 2 angka apabila terjadi point 24–24

(Deuce) sampai tak terbatas. Bila terjadi kedudukan yang sama (2-2), maka set ke lima hanya sampai pada point 15. Penentuan kemenangan pertandingan bila salah satu regu menang dengan 3 set, misalnya 3-0, 3-1 atau 3-2. Kleinmann Theo, dkk, (1984). Nuril Ahmadi (2001), menyatakan bahwa dalam bermain bola voli secara baik dan berprestasi sangat memerlukan penguasaan teknik–teknik dasar secara sempurna dan baik. Adapun teknik-teknik dalam permainan bola voli meliputi: servis, passing, umpan, smash, dan bendungan.

Teknik dasar dalam permainan bola voli merupakan suatu proses yang melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan untuk mencapai hasil yang optimal.

(10)

untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efesien sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal. Teknik dasar bola voli harus dipelajari terlebih dahulu guna pengembangan mutu prestasi pembinaan bola voli.

Penguasaan teknik dasar bola voli merupakan salah satu unsur yang turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam permainan disamping unsur-unsur kondisi fisik dan mental.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen lapangan yang ingin mengetahui sejauh mana pengaruh latihan pull over terhadap kemampuan melakukan servis atas pada permainan bola voli siswa SMAN 1 Bombana. Adapun rancangan penelitian ini adalah

Randomized pre-tes post-test one group design yang digambarkan

Pre-Test = Pelaksanaan tes awal P = Perlakuan latihan pull

over

Post-Test = Pelaksanaan tes akhir Variabel dalam penelitian ini adalah Variabel bebas (peubah) yaitu latihan pull over dan Variabel terikat(diubah) yaitu kemampuan servis atas. Sedangkan variabel kendali adalah Jenis kelamin putra dan bisa melakukan servis atas. Latihan pull over adalah bentuk latihan yang menggunakan dumbbell

yang dilakukan dengan menggunakan

dua tangan untuk mengangkat dan posisi tangan membentuk sudut siku-siku di belakang kepala dengan bebannya, kemudian kedua lengan diayunkan kedepan dada dengan kedua lengan diluruskan kedepan secara berulang-ulang menggunakan

power. Proses pelaksanaan latihan servis atas yang bisa dilakukan secara sah oleh setiap sampel melewati net kearah petak sasaran yang telah ditentukan sebanyak 6 kali. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Bombana yang berjumlah 129 orang. Sampel diambil atau diseleksi melalui teknik

purposive random sampling yakni berdasarkan pertimbangan jenis kelamin putra dan menguasi teknik dasar servis atas. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka diperoleh 41 orang yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel dan kemudian di tentukan sampelnya berjumlah 26 orang yang diambil melalui teknik random sampling.

Instrumen tes yang diberikan dumbbell, formulir tes serta alat tulis.

(11)

sebagai uji prasyarat. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis statistik dengan alasan data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berupa angka -angka. Adapun analisis data tersebut menggunakan rumus t-tes sebagai berikut:

Keterangan :

´

x1 = Rata-rata post-test

´

Pre-test 13,1 1,63 16 10

Post-test 18,3 1,54 21 15

Berdasarkan tabel di atas maka dapat di ketahui bahwa rata-rata

(mean) kemampuan servis atas pada saat pre-test adalah 13,1 poin dengan

simpanan baku (standar deviasi)

adalah 1,63 poin. Kemampuan minimum servis atas pada saat pre-tes adalah 10 poin, sedangkan kemampuan maksimumnya adalah 16 poin. Rata-rata (mean) kemampuan servis atas pada saat post-test adalah 18,3 poin, dengan simpanan baku

(standar deviasi) adalah 1,54 poin.

Kemampuan minimum servis atas pada saat post-tes adalah 15 poin, dan kemampuan maksimumnya adalah 21 poin.

Distribusi Frekuensi Data Pre Test

Kemampuan Servis atas Test Kemampuan Servis Atas

(12)

l f %

15 - 16 3 3 11,54

17 - 18 11 14 42,31

19 - 20 10 24 38,46

21 - 22 2 26 7,69

15-16 17-18 19-20 21-22

0 2 4 6 8 10 12

Uji Prasyarat homogenitas data kemampuan servis atas

Hasil

statistik S S2 F-hitung

Pre-test 1,63 2,66

1,12

Post-test 1,54 2,38

Kriteria pengujian homogenitas yaitu jika F hitung < F tabel pada α =

0,05 dikatakan data homogen dan jika F hitung > F tabel pada α = 0,05 maka data tidak homogen. Hasil uji homogenitas dari tabel diatas, diketahui bahwa nilai F hitung = 1,12. Oleh karena F hitung = 1,12 < F tabel (26:26) = 1,95 maka H0 diterima dan

Ha ditolak, artinya varians data antara

pre-test dan post-test kemampuan servis atas adalah homogen sehingga memenuhi syarat untuk dilanjutkan dengan uji t.

Hasil uji-t pre-test dan post-test kemampuan servis atas

Pelaksanaan Hasil

Uji-t ttabel

Pre test dan

post test 11,56 1,708

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa t hitung = 11,56 dan t tabel pada pada taraf nyata 0,05 dk= (n-1) = 26-1 = 25 diperoleh nilai sebesar 1,708. Oleh karena t-hitung =

11,56 > t-tabel = 1,708, maka dapat

disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pre test dan post test kemampuan servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana.

Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pull over terhadap kemampuan servis atas pada siswa SMA Negeri 1 Bombana. Penelitian ini termasuk penelitian

eksperimen semu dengan

menggunakan rancangan randomized pre–test post–tes one group design. Dalam rancangan ini menunjukkan bahwa sampel diambil secara random artinya dari semua populasi yang telah di seleksi berdasarkan variabel kendali memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel penelitian. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana yang berjumlah 129 orang dan selanjutnya dilakukan seleksi menggunakan teknik purposive random sampling

(13)

ditentukan sampelnya sebanyak 26 orang siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah pemain pemula dan diambil sesuai variabel kendali sehingga dalam melakukan servis atas relatif sama (homogen). Kondisi ini dapat memberi petunjuk bahwa secara fisik setiap sampel berangkat pada kemampuan awal yang sama.

Servis atas merupakan bentuk servis yang pukulannya dilakukan di atas bahu, tujuannya adalah untuk melambungkan bola menuju lapangan lawan melintasi jaring. Untuk memperoleh kemampuan servis atas yang baik seorang pemain harus di dukung oleh latihan agar servisnya sampai pada daerah lawan dan mematikan. Kelemahan dari servis atas biasanya seorang pemain yang tidak mempunyai kekuatan otot lengan tidak akan sampai dalam melintasi net dan bahkan mudah diterima oleh lawan. Untuk meningkatkan kekuatan otot lengan tersebut maka dapat dilakukan dengan metode latihan yang efektif salah satunya dengan metode latihan beban.

Metode latihan beban merupakan salah satu cara pemantapan kondisi yang melibatkan gerakan yang menguatkan otot lengan dengan menggunakan latihan pull over.

Program latihan ini di laksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Harsono, (1988), menyatakan bahwa latihan yang dilakukan dalam 6 sampai dengan 8 minggu dengan frekuensi 3 kali

seminggu serta submaksimal telah mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan servis atas. Meningkatnya unsur kemampuan fisik power otot lengan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan servis atas dan ini sesuai dengan analisis deskriptif yang diketahui bahwa rata-rata pre-test kemampuan servis atas = 13,1 poin. Setelah kelompok eksperimen menjalani latihan selama 6 minggu, selanjutnya diadakan tes akhir (post-test) pada kelompok eksperimen.

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan servis atas kelompok eksperimen pada post-test = 18,3 poin. Dari hasil uji statistik deskriptif dapat terlihat bahwa kemampuan servis atas siswa mengalami peningkatan dari sebelum diberikan latihan dengan sesudah diberikan latihan pull over. Dengan demikian membuktikan bahwa latihan pull over memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampaun servis atas. Selanjutnya, untuk melihat ada tidaknya pengaruh yang diberikan oleh latihan pull over dapat dilihat melalui uji-t. Berdasarkan hasil uji-t pre-test dan post-test kemapuan servis atas permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana dapat diketahui bahwa t-hitung = 11,56

> t-tabel = 1,708. Hal tersebut

menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan pull over terhadap kemampuan servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana.

(14)

amat berpengaruh daripada dilakukan satu kali dalam seminggu atau 6 samapai 7 kali per minggu. Karena melakukan latihan satu minggu

berurut-turut justru dapat

menimbulkan cedera karena adanya over training. Oleh sebab itu di anjurkan bila melakukan latihan perlu dalam 3 kali seminggu latihan untuk memberi recovery.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan 0,05, maka dalam penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh latihan pull over terhadap kemampuan servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bombana dimana thitung = 11,56 > ttabel (25:0,05) = 1,708.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Nuril, 2001. Panduan Olahraga Bola Voli, Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Beutelstahl, Dieter, 2005, Belajar

Bermain Bola Volley, Bandung, Pioneer.

Bompa, 1994, Theory and Methodology of Training,

Dubuque,IOWA :Kendal. Bowers, 1988, The Physiological

Basic of Physical Education and Athletics, Fourth Edition,

WB.Saunders Company,USA. Djoko Pekik, M. Kes. (2003).

Dasar-Dasar Latihan Kebugaran Jasmani. Klinik Kebugaran: FIK UNY.

Harsono, 1988, Coaching dan Aspek-aspek Psikologis Dalam Coaching, CV.Tambak Kusuma, Jakarta.

Kleinmann Theo, dkk, 1984, Bola Volley Pembinaan Teknik,

Taktik Dan Kondisi. Jakarta: Gramedia

Margono Agus, 2000. Permainan Besar Bola Voli, Jakarta: Depdikbud, Balai Pustaka. M. Sajoto,1995, Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik, Jakarta,Depdikbud.

Nurhasan,2008. Tes dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani. Prinsip dan Penerapanya. Jakarta : Diknas Diknasnem. Ditjen Olahraga.

Sadoso Sumosardjuno. (1996).

Perubahan Fisiologis Karena Latihan Fisik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Soekarman, 1989. Dasar-Dasar Olahraga Pembina, Pelatih, dan Atlet. PT Gelora Aksara Pratama Jakarta.

Suharno. 1993. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta : FPOK IKIP Yogyakarta

Suharno HP. 1985. Dasar-Dasar Dalam Permainan Bola Voli,Yogyakarta,IKIP.

Sukadiyanto. (2005). Pengantar teori dan metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta: FIK UNY.

Sugiyono, 2008. Methodology Research. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

(15)

Referensi

Dokumen terkait

gerak sebagai wujud berkembangnya seni ukir kayu, Menciptakan karya ukir kayu yang terinspirasi dari gear dan sulur tanaman rambat sebagai media menyampaikan

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan adanya hubungan yang erat antara perilaku dan pemeliharaan alat terhadap kualitas air produksi depot air minum isi ulang di

The research design used in this study was Research and Development (R&amp;D).The procedures included analyze learner such us general characteristic of the

1) Level (tingkat kesulitan), kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas yang tingkat kesulitannya berbeda. Individu dengan efikasi diri tinggi mempunyai keyakinan

- Kertas Kerja Audit Mahasiswa mampu memahami Kertas Kerja Audit Menjelaskan, Memberikan latihan Diskusi Memberi tugas Kehadiran Presentasi Partisipasi Kreatifitas

Pada umumnya semen memiliki kehalusan sedemikian rupa sehingga kurang lebih 80 % dari butirannya dapat menembus ayakan 44 mikron. Makin halus butiran semen, makin cepat

Pembuatan modul ajar ini diharapkan lebih meningkatkan antusias mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah ini, karena dalam modul ajar ini juga dilengkapi dengan

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 259/KMK.05/2008 tentang Penetapan Universitas Diponegoro pada Depdiknas sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan