• Tidak ada hasil yang ditemukan

Negara terhadap kejahatan teroisme yang (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Negara terhadap kejahatan teroisme yang (3)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Negara :

1. Singapura (Negara Maju) 2. Malaysia (Negara Berkembang) 3. Afghanistan (Negara Miskin)

1. Singapura (Negara Maju)

Singapura adalah negara yang mengutamakan sektor perdagangan dan sangat bergantung pada ekspor dan impor. Ekonomi di Singapura mendapat peringkat sebagai negara yang paling terbuka di dunia, negara dengan angka korupsi sedikit, dan negara yang paling pro bisnis.

Singapura memiliki dua kebijakan ekonomi negara : a. Kebijakan Moneter

Monetary Authority of Singapore (MAS) adalah bank sentral Singapura dan otoritas peraturan keuangan. Bank sentral ini mengelola berbagai perundang-undangan yang berkaitan dengan uang, perbankan, asuransi, sekuritas, penerbitan uang, dan sektor keuangan pada umumnya. MAS telah diberikan kewenangan untuk bertindak sebagai bankir dan agen keuangan pemerintah. MAS juga telah dipercaya untuk melakukan stabilitas moneter dan kebijakan kredit bagi pertumbuhan ekonomi. MAS tidak mengatur sistem moneter melalui suku bunga, melainkan dengan melakukan intervensi di pasar Dolar Singapura.

Kebijakan moneter Singapura sangat ketat demi menjaga tekanan inflasi, dan mempertahankan laju pertumbuhan tahunan yang solid. Singapura mempertahankan kebijakan moneter dengan membiarkan dolar Singapura menguat secara sederhana dan bertahap. Kebijakan Moneter juga merupakan upaya pemerintah dalam

meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja asing.

b. Kebijakan Fiskal

(2)

pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Jenis-jenis Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

 Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat

(permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)

 Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

 Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

(3)

singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

 Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

 Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

 Imbauan Moral (Moral Persuasion)

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk

memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Referensi

Dokumen terkait

- seandainya data yang disediakan Client tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan berdampak terhadap biaya / waktu pelaksanaan kerja, maka Kontraktor akan berhak untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan perilaku konsumsi minuman keras pada remaja di Desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember adalah

A. kebangkitan manusia yang menakutkan C. perhitungan amal manusia yang mencemaskan B. bencana alam yang sangat dahsyat D. pertimbangan amal manusia yang mendebarkan 7. Hari

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, urusan pemerintahan yang tetap menjadi urusan pemerintah pusat diantaranya..... Pertahanan

Sub 赔enu Pemkimssn Unite bemisiksn inform赔ssi krde unite ysng hsnys digunsksn psds unite kemjs sesusi dengsn pilihsn unite psds ssste lrgin begiteu puls unteuk sub 赔enu Jumnsl dsn

Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Komite Audit paling kurang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode sosiodrama dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Islam kelas VII..

Dalam pendekatan ini, manajer puncak memperkirakan biaya seluruh proyek, Selanjutnya, gambaran umum estimasi proyek tersebut diberikan kepada manajer di bawahnya untuk