KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan bimbingan-Nya kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan hasil dari tugas mandiri bagi para mahasiswa.
Adapun materi yang ditulis adalah materi pengantar bisnis mengenai fungsi manajemen. Dalam menyelesaikan makalah ini kelompok kami berusaha menyampaikan dan menyajikan dengan bahasa yang cukup sederhana disertai dengan penggunaan refrensi yang terpercaya, dengan harapan agar mudah dipahami atau dimengerti oleh para mahasiswa, kami menyadari masih ada kekurangan dalam menyelesaikan makalah ini.
Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, segala saran yang membangun sangat kami butuhkan dan akan kami terima dengan sepenuh hati, guna kesempurnaan dalam menyelesaikan makalah ini.
Kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan makalah ini, kami ucapkan terima kasih.
Akhir kata, kami ucapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih.
Mataram, 6 Oktober 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI...2
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang...3
1.2. Rumusan Masalah...4
1.3. Tujuan...4
1.4. Manfaat...4
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Manajemen...5
2.2 Pengelolaan Manajemen secara efektif...6
2.3 Tingkatan manajemen...7
2.4 Strategi perusahaan...8
2.5 Keterampilan dasar manajemen (skill manajerial)...9
2.6 Fungsi-fungsi manajemen
... 12
2.7 Gaya kepemimpinan
3.1 Kesimpulan 17
3.2 Saran
18
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Bisnis pada masa kini sudah cukup banyak mengalami kemajuan seiring dengan perkembangan zaman. Masalah yang dihadapi pengusahawan dapat dikatakan cukup serius. Selain pesaing, banyaknya para pengusahawan yang dituntut untuk mampu menguasai berbagai bidang teknologi yang telah berkembang pesat pada masyarakat. Perkembangan perusahaan yang baik datang dari pemimpin perusahaan yang memiliki potensi diri dan sikap yang baik. Namun, secara teknis para pemimpin dituntut pula agar mampu mengatur dan mengkoordinasi bawahan dengan bijak dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku dalam lingkup usaha.
Agar pengusahawan mampu megendalikan karyawan dan mampu mencapai tujuan dan harapan usaha, seorang pengusahaan turut menyadari bahwa betapa pentingnya mempelajari teori memimpin yang ada untuk hasil yang maksimal. Oleh karena itu, pemimpin perusahaan hendaknya harus mulai membiasakan diri untuk mampu memahami apa arti sebenarnya di dalam mengatur suatu usaha.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, kami sebagai penyusun telah merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Bagaimana memahami tentang manajemen efektif dan berbagai tingkatan maupun skill yang dibutuhkan dalam perusahaan?
2. Apa saja fungsi-fungsi yang harus dipelajari dalam mengembangkan usaha? 3. Bagaimana cara membentuk penugasan dan kepemimpinan dalam suatu organisasi
perusahaan?
1.3 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengusaha tentang cara mengatur dan mengkaji suatu usaha dengan benar melalui berbagai fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan atau harapan bersama.
1.4 Manfaat
Manfaat yang bisa diperoleh dari teori fungsi manajerial ialah sebagai berikut : a. Mampu mengidentifikasi metode yang akan digunakan dalam suatu bisnis. b. Diharapkan mampu menjadi seorang pemimpin yang dapat mengetahui
berbagai startegi dalam berbisnis.
fungsi-fungsi manajer yang ada.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Manajemen
Dalam dunia bisnis penggunaan manajemen masih relatif baru. Literatur ekonomi abad 18 dan 19 masih sedikit mengenalnya. Para penulis masa itu menggunakan istilah pemilik, pengusaha atau kapitalis untuk menyatakan orang yang menjalankan usaha komersial, perdagangan atau pengusaha pabrik.
Banyak para ahli mengemukakan gagasan mengenai arti dari manajemen. Namun, dilihat dari kegiatannya, seorang pengamat bernama John G. Glover mendenifisikan bahwa manajemen sebagai kepandaian manusia dalam menganalisa, merencanakan, memotivasi, menilai dan mengawasi penggunaan secara efektif sumber-sumber manusia dan bahan yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. buku Glover berjudul Fundamentals of Professional Managemen, Republik Book Co. Inc. tahun 1954, h.1.
2.2 Pengelolaan Manajemen Efektif
Berbicara mengenai cara mengelola usaha, setiap bentuk organisasi harus mampu mengatur suatu manajemen secara efektif. Manajemen efektif dapat dimulai dari bagian:
1. perencanaan tugas yang dinilai tepat, 2. pengorganisasian tugas,
3. komunikasi yang dirasa tepat untuk karyawan tentang tugas yang dikerjakan, 4. pengendalian tugas dengan tepat.
Ketika semua telah dilakukan maka suatu usaha pada akhir periode tertentu akan menghasilkan pendapatan dan beban operasional usaha, sehingga ketika hasil pendapatan dikurangi dengan segala beban usaha, maka akan diketahui apakah suatu usaha akan mendapatkan untung atau rugi. Suatu usaha akan mendapat posisi untung apabila pendapatan lebih besar daripada beban, dan apabila suatu usaha mendapatkan beban lebih besar daripada pendapatan, maka usaha tersebut dapat dikatakan mengalami kerugian.
2.3 Tingkatan Manajemen 1. Top Management (High Level)
Top Level Management adalah tingkatan paling atas dalam sebuah perusahaan. Dalam sebuah bisnis kecil hanya ada top (high level). Akan tetapi bila bisnis semakin besar Top Management otoritas tertingkat bawah.
Adapun tugas dan tanggungjawab seorang Top (High Level) Management adalah membuat keputusan manajemen mengenai tujuan jangka panjang. Contohnya Presiden, CEO, Executive V-P.
2. Middle Level Management
Middle Level Management adalah manajer yang bekerja dibawah TOP Management dan bertanggung jawab pada departmen tertentu.
Tugasnya seringkali bertanggung jawab untuk keputusan jangka pendek. Contoh yang umum yaitu Regional Manager, Plant Manager.
3. Supervisory (Lower Level Manager)
2.4 Strategi Perusahaan a. Environmental Scanning
Enviromental Scanning adalah kegiatan untuk memonitor, mengevaluasin dan menyebarkan informasi kepada key people di perusahaan yang digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga untuk kesehatan jangka panjang perusahaan.
b. Strategi Implementasi
Strategi Implementasi adalah proses manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur dan anggaran. Atau dapat juga diartikan sebagai pengembangan strategi dalam bentuk tindakan. Strategi Implementasi merupakan kunci dari sukses dalam strategi perusahaan.
c. Strategi Formula
2.5 Keterampilan Dasar Manajemen (Skill Manajerial)
Keterampilan dasar manajemen harus dimiliki pada bagian eksekutif perusahaan karena bagian eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain yang ada di bawah pengawasannya. Sebagai seorang supervisor, seorang eksekutif harus mahir dalam menerjemahkan policy perusahaan dan juga mampu membuat keputusan. Berikut beberapa pengertian keterampilan eksekutif perusahaan :
1. Conceptual Skill
Keterampilan ini ialah kemampuan eksekutif untuk melihat perusahaan secara keseluruhan, bagaimana bagian-bagian saling tergantung dan apa yang akan terjadi bila ada sesuatu yang berubah.
Eksekutif harus mampu berfikir abstrak, bisa membayangkan, mendiagnosa dan menganalisis setiap situasi yang mungkin berbeda. Dia bisa memikirkan pasar baru yang akan dirintis, menganalisa akibat dari suatu keputusan dan sebagainya.
2. Human Relation Skills
Ini merupakan keterampilan manajer untuk bekerja secara efektif dengan orang lain atau dengan kelompok karyawan. Keterampilan ini diperlihatkan dalam bentuk bagaimana dia memperlakukan bawahan, melaksanakan tugas dan bagaimana dia berhubungan dengan relasi, ramah, sopan, grogy, percaya diri, tidak sabar, emosional dan sebagainya. Eksekutif yang dalam human skills ini akan menimbulkan masalah dengan bawahan dan dengan orang lain, dan bahkan bisa menimbulkan kemerosotan moral dan semangat kerja karyawan.
berhubungan dengan top managers dan first line managers dan dengan manajer-manajer lainnya.
3. Technical Skills
Technical Skills merupakan keterampilan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan khusus. Misalnya seorang sekretaris harus terampil mengetik, komputer, seorang illustrator harus terampil menggambar, akuntan mampu mengaudit dan sebagainya. Seseorang dapat mengembangkan keterampilan ini melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Keterampilan teknik ini sangat penting bagi first line managers. Kebanyakan manajer level ini, banyak sibuk membantu para pegawainya yang memperoleh masalah dalam pekerjaannya.
Adakalanya, eksekutif harus melatih karyawan, memberi petunjuk-petunjuk teknis sebelum memulai pekerjaan, kemudian harus mengawasi dan mengkoreksi hasil pekerjaan karyawan tersebut.
4. Decision Making Skills
Keterampilan ini merupakan kemampuan untuk mendenifisikan masalah dan membuat alternatif tindakan yang tepat guna mengatasi masalah tersebut. Jika banyak alternatif, maka dia harus bisa mengevaluasi mana alternatif terbaik, yang kurang beresiko. Selanjutnya, dia mengatur pelaksanaannya dan mengawasi sehingga keputusan dapat dilaksanakan secara efektif.
5. Time Manajement Skills
keperluannya, sebab mungkin dia bisa dilayani secara cepat, tidak membutuhkan waktu yang lama. Ini akan mengurangi antrian tamu. Kebijakan ini akan meningkatkan citra tamu terhadap layanan eksekutif yang memupuk kesan baik terhadap perusahaan.
Kemudian dalam pembicaraan tak perlu banyak basa basi, langsung saja ke maksud dan tujuan, kecuali jika memang tak ada tamu lain. Time Management Skill ini sangat penting buat birokrat atau pejabat pemerintah yang sering banyak tamu.
Kinerja para eksekutif beragam sehingga setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda di dalam mengatur waktu. Para eksekutif harus tetap bijak dalam mengatur waktu kegiatan dalam berbisnis. Berikut ada beberapa cara mengelola waktu yang baik bagi eksekutif :
1. Tetapkan prioritas yang tepat
Maksudnya adalah tetapkan dan utamakan waktu yang terbaik, dalam arti utamakan hal yang berhubungan dengan bisnis daripada hal yang paling disukai atau hal yang sifatnya pribadi.
2. Jadwalkan waktu jeda yang panjang untuk tugas yang besar. 3. Minimalkan interupsi
Manajer hendaknya tetap fokus pada pekerjaan yang sedang ditangani sebelum menanggapi interupsi yang tidak terjadwal.
4. Tetapkan sasaran jangka pendek
5. Delegasikan beberapa tugas kepada para manager
Degelasikan atau berikan tugas yang menuntut manajer untuk terlibat di dalamnya. Bersikap sopan dan bahaslah hal inti yang perlu untuk diperbincangkan.
2.6 Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen diperkenalkan pertama kali oleh Henry Fayol, seorang industrialis Prancis, pada awal abad 20. Fungsi manajemen yang dikemukakan Henry Fayol sebagai berikut.
a. Perencanaan (Planning)
Langkah awal dalam aktivitas manajemen adalah perencanaan (planning). Perencanaan diperlukan untuk menentukan tujuan tertentu. Pada perencanaan manajemen juga menentukan strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, anggaran (budgeting) dan standar yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan memungkinkan hal-hal berikut ini.
1. Organisasi dapat memperoleh dan mengikat sumber daya yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.
2. Anggota organisasi untuk melaksanakan aktivitas manajemen secara konsisten dengan berbagai tujuan dan prosedur yang dipilih.
3. Melakukan peninjauan secara berkala untuk mengetahui jika terjadi perubahan rencana sehingga dapat mencari alternatif yang lain.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) adalah proses pembagian tugas, wewenang, dan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Pada fungsi pengorganisasian dimungkinkan adanya perancangan dan pengembangan suatu organisasi untuk pencapaian tujuan. Fungsi ini menciptakan struktur formal yang menggambarkan bahwa pekerjaan telah ditetapkan, dibagikan dan dikoordinasikan. Pada fungsi pengorganisasian dilakukan tahap-tahap antara lain :
menentukan dan meneliti kegiatan yang diperlukan dalam mencapai tujuan
tertentu.
Mengelompokkan atau mengklasifikasikan kegiatan dalam suatu organisasi.
Mendelegasikan tugas kepada setiap kelompok sesuai dengan keahliannya.
Membentuk struktur organisasi guna mempermudah komunikasi.
Dalam suatu pengorganisasian, gambaran umum mengenai suatu perusahaan, kekusaan tertinggi jatuh kepada CEO atau Presiden. Kemudian staf yang membantu proses operasional perusahaan adalah staf-staf atau substansi yang telah diatur dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Seperti contoh umumnya staf bagian Industri, staf bagian penjualan, staf bagian keuangan, dan lainnya.
Fungsi pengorganisasian sebagai alat memadukan dan mengatur keseluruhan aktivitas yang berkaitan dengan personel, keuangan, material dan tata cara untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Fungsi dari organisasi ini bertujuan agar :
1. Membagi tugas baik secara individu maupun kelompok,
2. Menciptakan hubungan organisatoris antara anggota dan staf organisasi, 3. Mendelegasikan wewenang secara baik. Dengan adanya fungsi ini, manajer
mudah mengawasi dan menentukan karyawan yang dibutuhkan dalam melakukan tugas yang telah dilakukan.
c. Pengarahan (Leading)
Fungsi dari pengarahan juga bisa disebut :
Directing,
Actualing,
Commanding,
Motivating.
Fungsi dari suatu pengarahan meliputi :
1. Menyediakan suatu visi.
2. Mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan umum.
3. Meliputi tidak hanya instruksi bagaimana cara menyelesaikan suatu tugas tetapi intensif untuk melakukannya dengan tepat dan dengan cepat. 4. Untuk bisa efektif yang diawali dengan mempunyai prakarsa.
d. Pengendalian (controlling)
Pengendalian adalah tindakan manajemen dalam menilai, mengawasi, dan mengendalikan jalannya aktivitas yang mengarah pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan fungsi pengendalian adalah mencegah atau memperbaiki kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, atau kegiatan yang lain tidak sesuai rencana. Fungsi pengendalian dapat berupa pengendalian positif dan pengendalian negatif. Pengendalian positif berusaha untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi.
Pengendalian negatif menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan dapat dihindari dalam proses manajemen.
Fungsi pengendalian mencangkup kegiatan antara lain :
a. Pengaturan Standar, artinya :
Menentukan standar atau metode untuk mengukur prestasi kerja,
Mengukur dan atau menilai prestasi kerja para bawahan sesuai
rencana,
c. Evaluasi pencapaian, artinya :
Membandingkan prestasi kerja dengan langkah yang telah
ditetapkan,
d. Deteksi dan Koreksi, artinya :
Melakukan tindakan korektif untuk memperbaiki prestasi kerja
yang tidak sesuai dengan tolak ukur.
2.7 Gaya Kepemimpinan
Dalam sifat seorang manajer, terdapat gaya kepemimpinan yang berbeda pada setiap orang yang mengendalikan suatu perusahaan. Perbedaan dalam gaya kepemimpinan atasan merupakan hal yang wajar karena dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bersifat internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi faktor lingkungan tempat tinggal, faktor latar belakang pendidikan, faktor keluarga dan lainnya. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor pergaulan, dan lainnya.
Dalam gaya kepemimpinan dapat dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya :
a. Autocratic
Free-rein/Laissez-faire atau Delegative Leadership adalah kepemimpinan dimana membiarkan bawahannya sendiri sehingga mereka dapat melakukan apa yang mereka mau. Delegative dicirikan dengan jarangnya pemimpin memberikan arahan, keputusan diberikan kepada bawahan, dan diharapkan anggota organisasi dapat menyelesaikan permasalahannya sendiri.
c. Participative/Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.
BAB III PENUTUP a) Kesimpulan
Manajemen merupakan suatu kepandaian manusia atau suatu fungsi dalam menjalankan atau mengembangkan berbagai jenis usaha. Pengelolaan manajemen yang dilakukan secara efektif dapat menghasilkan laba atau keuntungan bagi perusahaan. Tingkatan yang terdapat dalam manajemen mampu mengarahkan para pemimpin agar dapat mengambil kebijakan sesuai dengan wewenangnya, selain itu juga terdapat strategi bagi pemimpin usaha sebelum mengambil suatu tindakan atau keputusan.
pada awal sampai akhir guna memastikan hasil dari fungsi sesuai keinginan dan tujuan.
Didalam mengetahui fungsi, strategi, serta jenis dan tingkatan yang ada dalam manajemen membuat seorang pemimpin perusahaan menjadi terbina, dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan akan mempengaruhi kinerja serta hasil yang akan diperoleh oleh perusahaan.
Fungsi manajemen akan berjalan tergantung oleh para pemimpin yang melaksanakannya, mengingat setiap orang memiliki masing-masing ciri khas dan kepribadian yang berbeda. Namun satu hal yang terpenting ialah semua orang mampu melakukan semua hal yang ada dalam pengelolaan fungsi manajemen, karena pada dasarnya tujuan utama dan paling mendasar dalam pengelolaan fungsi manajemen ialah mencari laba atau keuntungan bagi perusahaan.
b) Saran
DAFTAR PUSTAKA