A. Judul penelitian
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA ISLAM BINA INSANI LANGKO KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2016/2017
B. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Pendidikan merupakan suatu yang mutlak dibutuhkan dalam setiap individu atau seseorang dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya pendidikan seseorang bisa mencapai tujuan yang diharapkan atau diinginkan.
Pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor keluarga. Faktor keluarga yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, perhatian orang tua.1 Tolak ukur keberhasilan
proses pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar. Hasil belajar adalah suatu perubahan tingkah laku siswa yang tidak baik menjadi lebih baik dan perubahan pemikiran baik bersifat kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar ditentukan oleh banyak faktor salah satunya ialah perhatian orang tua.
Perhatian orang tua adalah suatu sikap yang diberikan
oleh orang tua kepada anak, baik dalam pemecahan masalah
belajar, waktu belajar dan ganjaran belajar. Hal tersebut
tentunya didapat oleh anak melalui lingkungan keluarga yaitu
orang tua merupakan tempat yang paling penting bagi
perkembangan anak secara fsik, emosi, spiritual dan sosial.
Karena keluarga terdekat anak adalah orang tua (ayah dan
ibu). Mereka merupakan sumber kasih sayang bagi anak,
perlindungan serta memberikan pendidikan yang baik
terhadap seorang anak. Fungsi keluarga ialah melakukan
perawatan dan sosialisasi terhadap anak. Sosialisasi ialah
proses yang ditempuh anak untuk memperoleh keyakinan,
nilai-nilai dan perilaku yang dianggap penting oleh anggota
keluarga dewasa terutama orang tua. Oleh karena itu
berbagai peristiwa pada awal kehidupan anak sangat
berpengaruh terhadap perkembangan sosial, emosi dan
intelektual anak. Keluarga dipandang sebagai instrumen
sosialisasi dan pusat pendidikan pertama seorang anak.
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di
SMA Islam Bina Insani Langko dengan kepala sekolahnya,
bahwasanya peserta didik yang mengenyam pendidikan di Sekolah tersebut sebagian besar siswanya rendah dalam hasil belajarnya.2 Dalam hal ini,
peneliti ingin mengetahui tentang peranan orang tua dalam memperhatikan anaknya dalam lingkungan keluarganya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh
Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Islam Bina Insani Langko Kelas XI Tahun Pelajaran 2016/2017”.
C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan yang timbul adalah: Perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Islam Bina Insani Langko tahun pelajaran 2016/2017.
D. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Islam Bina Insani Langko tahun pelajaran 2016/2017. E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi peneliti yang lain, khususnya bagi mereka yang berminat melakukan penelitian mengenai perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini difokuskan pada kelas XI SMA Islam Bina Insani Langko Lombok Tengah sebagai obyek penelitian, sehingga diharapkan para guru maupun pihak-pihak yang berkepentingan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan acuan.
F. Telaah Pustaka
Terkait dengan judul skripsi, peneliti akan mendeskripsikan penelitian-penelitian yang sebelumnya terkait dengan permasalahan yang diteliti oleh peneliti lain, diantaranya yaitu:
digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram dari yang berjumlah 188 orang. Teknik sampling diambil secara Propotional Random Sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket sebagai instrument inti/pokok dan satu-satunya yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis korelasi product Moment perhitungan dibantu menggunakan program SPSS versi 24 for windows. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif dan dan signifikan antara Perhatian Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Siswa. Hasil ini diketahui dari hasil analisis uji hipotesis melalui rumus korelasi product moment dari pearson yakni rxy sebesar 0,231 pada taraf signifikansi 5% atau dapat dibuktikan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel maka diperoleh nilai (r hitung = 0,231 dan r tabel = 0,195 pada taraf signifikan 0,05 dengan besar N = 100) karena r hitung ¿ r tabel maka hasilnya signifikan dan hipotesis yang diajukan diterima. Artinya bahwa ada Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Siswa di MTs Negri 2 Mataram.
Perhatian Orang Tua Terhadap Peningkatan Akhlak Siswa Kelas VI SDN 29 Ampenan Tahun Pelajaran 2012/2013. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Korelasi Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Peningkatan Akhlak Kelas VI SDN 29 Ampenan Tahun Pelajaran 2012/2013.
Metode yang digunakan dalam menentukan subyek penelitian yakni dengan studi populasi karena jumlah siswa relatif sedikit yakni 40 orang, metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam peneitian ini yaitu metode angket sebagai metode pokok serta metode dokumentasi dan wawancara sebagai metode pelengkap. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis statisik dengan rumus koefisien korelasi product moment yakni : X xy.
Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai p hitung dalam analisis data berada pada taraf sedang dari nilai p pada daftar rentang nilai (0,41-0,60), sedangkan nilai p hitung yaitu sebesar 0,595 dengan kata lain “Ada Korelasi Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Peningkatan Akhlak Siswa Kelas VI SDN 29 Ampenan Tahun Pelajaran 2012/2013” maka hipotesis alternatip (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak dengan kata lain hasil peneitian adalah signifikan.
3. Nitalis Sukiyawati dengan skripsi yang telah disusunnya pada tahun 2011 dengan judul “pengaruh motivasi dan tingkat ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS SMAN 1 Praya”. Dalam penelitiannya menyimpulkan bawha motivasi dan tingkat ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa mempunyai pengaruh yang signifikan.3
Dari ketiga penelitian tersebut terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang dilakukan saat ini. Persamaannya adalah sama-sama meneliti tentang kesiapan dan motivasi belajar siswa. Sedangkan perbedaannya adalah terdapat pada variabel bebasnya yaitu hasil belajar. G. Kajian Pustaka
1. Perhatian Orang Tua
a. Pengertian Perhatian Orang Tua
Menurut kamus besar bahasa Indonesia(KBBI) perhatian adalah hal memperhatikan, apa yang diperhatikan, minat.4 Perhatian adalah
kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungannya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannya.5 Perhatian
adalah pemusatan tenaga atau jiwa tertuju kepada sesuatu objek.6 Dari
beberapa pengertian tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa: Perhatian adalah fikiran yang diarahkan kepada suatu atau obyek tertentu yang dilakukan secara sadar yang memberikan
3Natalis sukiyawati dengan skripsi yang berjudul “pengaruh motivasi dan tingkat ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS SMAN 1 Praya tahun pelajaran 2010/2011”
rangsangan kepada individu, sehingga ia hanya terfokus pada obyek yang merangsang tersebut.
Menurut hasan alwi, orang tua berasal dari dua kata yaitu orang ialah manusia (dalam arti khusus) dan tua ialah ayah, ibu kandung.7
Berdasarkan istilah orang tua adalah orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau rumah tangga. Dalam kehidupan sehari-hari lazim disebut dengan ibu bapak. Saiful Bahri Djmarah juga mengemukakan bahwa orang tua adalah pendidikan dalam keluarga . Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, Dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Oleh karena itu bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga.8
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa: Perhatian orang tua adalah Fikiran orang tua secara sadar untuk mendidik, memperdulikan anaknya terutama dalam memberikan dan memenuhi kebutuhan anaknya baik dalam segi emosi maupun materi. Perhatian orang tua sangat berkaitan dengan hasil belajar siswa, karena tanpa adanya perhatian dari orang tuanya maka siswa akan malas dalam belajar dan juga perhatian orang tua dapat membangkitkan minat dan semangat siswa dalam belajar karena apabila mereka mempunyai minat dan sangat dalam belajar maka akan maningkatkan hasil belajar bahkan meraih prestasi belajar yang baik.
b. Bentuk-Bentuk Perhatian Orang Tua
Menurut mulyasa dan Nasaruddin bentuk-bentuk perhatian orang tua yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa yaitu: 1) Pemberian bimbingan belajar
Pemberian bimbingan belajar terhadap anak berarti memberikan bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, agar anak lebih terarah daam belajarnya dan bertanggung jawab dalam menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya, serta memiliki potensi yang berkembang secara optimal meliputi semua aspek pribadinya sebagai individu yang potensial.
akan berdampak sangat efektif bagi daya dukung terhadap kesuksesan belajar anak.
2) Memberikan Nasihat
Menasihati anak berarti member saran-saran untuk memecahkan suatu masalah, berdasarkan pengetahuan pengalaman dan pikiran sehat. Nasihat dan petuah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak terhadap kesadaran akan hakikat sesuatu serta mendorong mereka untuk melakukan sesuatu perbuatan yang baik.
Selain itu memberikan nasihat dapat diberikan orang tua pada saat anak belajar di rumah. Dengan demikian maka orang tua dapat mengetahui kesulitan-kesulitan anaknya dalam belajar. Karena dengan mengenai kesulitan-kesulitan tersebut dapat membantu usaha untuk mengatasi kesulitannya dalambelajar, sehingga anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
meninggalkan. Dalam hal ini M. Ngalim Purwanto mengemukakan sifat hukum yang mendidik, yaitu senantiasa merupakan jawaban atas suatu pelanggaran, sedikit banyaknya selalu bersifat tidak menyenangkan, selalu bertujuan ke arah perbaikan.
3) Memberikan motivasi
Sebagai pendidik yang utama dan pertama bagi anak, orang tua hendaknya mampu memberikan motivasi dan dorongan. Sebab tugas motivasi belajar bukan hanya tanggungjawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Jika anak tersebut memiliki prestasi yang bagus hendaknya orang tua menasihati kepada anaknya untuk meningkatkan aktivitas belajarnya. Dan untuk mendorong semangat belajar anak hendaknya orang tua manpu memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar anak itu sendiri. Namun jika prestasi belajar anak itu jelek atau kurang maka tanggung jawab orang tua tersebut adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak untuk lebih giat dalam belajar.
sekaligus tentang pelajaran di sekolah, dan berilah penghargaan pada si anak dari hasil belajarnya sekalipun hanya sebuah kata-kata manis, tanyakan apa yang menjadi kesulitannya, berilah nasihat untuk menyelesaikan. Bimbingan untuk mengatur jadwal belajarnya belajar secara kontinu dan mandiri, berilah sangsi yang mendidik jika ia melakukan keteledoran, jagalah kewibawaan orang tua agar ia tetap menghormati, usahakan untuk memenuhi kebutuhan belajarnya dan selalu berkonsultasi dengan guru jika ada masalah yang penting. 4) Memberikan penghargaan
Di samping memberikan motivasi, orang tua juga perlu memberikan penghargaan kepada anak. Penhargaan adalah sesuatu yang diberikan orang tua kepada anaknya karena adanya keberhasilan anak dalam belajar sehingga meraih prestasi. Hal ini sangat berguna bagi anak karena dengan penghargaan anak akan timbul rasa bangga, mampu atau percaya diri dan berbuat yang lebih maksimal lagi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Yang hatus diperhatikan oleh orang tua adalah memberikan pujian dan penghargaan pada kemampuan atau prestasi yang diperoleh anak. Pujian dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa orang tua menilai dan menhargai tindakan usahanya.
5) Pemenuhan kebutuhan belajar
tersebut bisa berupa ruang belajar anak, seragam anak, buku-buku, alat-alat belajar, dan lain-lain, karena akan dapat mempermudah baginya untuk belajar dengan baik.
Jadi sebagai orang tua tidak boleh melalaikan tugasnya untuk mendidik anak jika ingin melihatnya anak sukses belajar baik dunia dan akhirat. Anak akan di bawa kea rah mana, semua itu tergantung pada orang tuanya.
6) Pengawasan Orang Tua Terhadap Belajar Anaknya
Orang tua perlu mengawasi pendidikan anak-anaknya, sebab tanpa adanya pengawasan yang kontinu dari orang tua besar kemungkinan pendidikan anak tidak akan berjalan lancar. Pengawasan orang tua tersebut dalam arti mengontrol atau mengawasi semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengawasan yang diberikan orang tua dimaksudkan sebagai penguat disiplin supaya pendidikan anak tidak terbengkalai, karena terbengkalainya pendidikan seorang anak bukan saja akan merugikan dirinya sendiri, tetapi juga lingkungan hidupnya.
demikian orang tua dapat membenahi segala sesuatunya sehingga akhirnya anak dapat meraih hasil belajar yang maksimal. Pengawasan orang tua bukanlah berarti tidak membatasi kebesana anak untuk berkreasi tetapi lebih ditek ankan pada pengawasan kewajiban anak yang bebas dan bertanggung jawab. Sehingga peran orang tua sangat diperlukan di dalamnya. Untuk mengetahui pengalaman anak di sekolah orang tua diharapkan selalu menghadiri setiap undangan pertemuan orang tua di sekolah, melakukan pertemuan segitiga antara orang tua, guru dan anak sesuai kebutuhan terutama ditekankan untuk membicarakan hal-hal yang positif serta orang tua sebaiknya secara teratur, dalam suasana santai mendiskusikan dengan anak kejadian-kejadian di sekolah.9
2. Hasil Belajar IPS Ekonomi
a. Pengertian Hasil Belajar IPS Ekonomi
Hasil belajar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar.10
Menurut Nawawi dalam K. Brahim yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu.11
9 Sayekti pujosuwarno, Bimbingan dan Konseling Keluarga (Jakarta: Menara Emas, 1994), h. 12
Hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.12
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar IPS Ekonomi
Hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal dan faktor eksternal. Secara perinci, uraian mengenai faktor internal dan faktor eksternal, sebagai berikut:
1) Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang memengaruhi kemampuan belajranya. Faktor internal ini meliputi: kecerdasan, minat, perhatian, motivasi, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2) Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari.13
Sedangkan menurut Caroll berpendapat bahwa hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu:
1) Bakat pelajar
2) Waktu yang tersedia untuk pelajar
3) Waktu yang diperlukan siswa untuk menjelaskan pelajaran 4) Kualitas pengajaran
5) Kemampuan individu.14
Menurut Slameto, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
1) Faktor Intern
Adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, dibagi menjadi tiga yaitu:
a) Faktor Jasmani (1) Faktor Kesehatan
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan gangguan/kelainan-kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya.
(2) Cacat Tubuh
Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.
(3) Faktor Psikologi (a) Inteligensi
Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. dalam situasi yang sama, siswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat inteligensi yang rendah.
(b) Perhatian
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbulah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.
(c) Minat
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya.
(d) Bakat
Bakat itu mempengaruhi belajar. Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu.
Dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau padanya mempunyai motif untuk berfikir dan memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan/menunjang belajar.
(f) Kematangan
Kematangan adalah suatu tingakt/fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Belajarnya akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang).
(g) Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon ataubereaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik. (4) Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajarnya. Sehingga perlu diusahakan kondisi yang bebas dari kelelahan.
a) Faktor Keluarga
(1) Cara Orang Tua Mendidik
Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya. Hal ini jelas dan dipertegas oleh Sutjipto Wirowidjojo dengan pertanyaannya yang menyatakan bahwa: Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Cara orang tua mendidik anak-anaknya akan berpengaruh terhadap belajarnya.
(2) Relasi Antaranggota Keluarga
Demi kelancaran belajar serta keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi yang baik di dalam keluarga anak tersebut. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan dan bila perlu hukuman-hukuman untuk mensukseskan belajar anak sendiri. (3) Suasana Rumah
Agar anak dapat belajar dengan baik perlulah diciptakan suasana rumah yang tenang dan tenteram. Di dalam suasana rumah yang tenang dan tenteram selain anak kerasan/betah tinggal di rumah, anak juga dapat belajar dengan baik.
(4) Keadaan Ekonomi Keluarga
kebutuhan pokoknya, misal makan, pakaian, perlindungan kesehatan dan lain-lain, juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, alat tulis, buku. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang. (5) Pengertian Orang Tua
Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. Bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah. Kadang-kadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberi pengertian dan mendorongnya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah.
(6) Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Perlu kepada anakditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat anak untuk belajar.
b) Faktor Sekolah (1) Metode Mengajar
guru terhadap siswa atau terhadap mata pelajaran itu sendiri tidak baik, sehingga siswa kurang senang terhadap pelajaran atau gurunya. Akibatnya siswa malas belajar.
(2) Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Jelaslah bahwa bahan pelajaran itu mempengaruhi belajar siswa.
(3) Relasi Guru dengan Siswa
Di dalam relasi (guru dengan siswa) yang baik, siswa akan menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaikbaiknya. Hal tersebut juga terjadi sebaliknya, jika siswamembenci gurunya. Ia segan mempelajari mata pelajaran yang diberikannya, akibatnya pelajarannya tidak maju.
(4) Relasi Siswa dengan Siswa
(5) Disiplin Sekolah
Banyak sekolah yang dalam pelaksanaan disiplin kurang, sehingga mempengaruhi sikap siswa dalam belajar, kurang bertanggung jawab, karena bila tidak melaksanakan tugas, toh tidak ada sangsi. Hal mana dalam proses belajar, siswa perlu disiplin, untuk mengembangkan motivasi yang kuat.
(6) Alat Pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena alat pelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang diajarkan itu. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan mempelancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, maka belajarnya akan menjadi lebih giat dan lebih maju.
(7) Waktu Sekolah
Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, waktu itu dapat pagi hari, siang, sore/malam hari. Waktu sekolah juga mempengaruhi belajar siswa. Memilih waktu sekolah yang tepat akan memberi pengaruh yang positif terhadap belajar.
Guru berpendirian untuk mempertahankan wibawanya, perlu memberi pelajaran di atas ukuran standar. Akibatnya siswa merasa kurang mampu dan takut kepada guru. Guru dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. Yang penting tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai.
(9) Keadaan Gedung
Dengan jumlah siswa yang banyak serta variasi karakteristik merek masing-masing menuntut keadan gedung dewasa ini harus memadai di dalam setiap kelas. Bagaimana mungkin mereka dapat belajar dengan enak, kalau kelas itu tidak memadai bagi setiap siswa.
(10) Metode Belajar
Banyak siswa melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal ini perlu pembinaan dari guru. Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil belajar siswa itu. Juga dalam pembagian waktu untuk belajar. dengan pembagian waktu yang baik, memilih cara belajar yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajar.
c) Faktor Masyarakat
Perlulah kiranya membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat supaya jangan sampai mengganggu belajarnya. Jika mungkin memilih kegiatan yang mendukung belajar. Kegiatan itu misalnya kursus bahasa Inggris, kelompok diskusi.
(2) Massa Media
Yang termasuk dalam mass media adalah bioskop, radio, TV, surat kabar, majalah, buku-buku, komik-komik dan lain-lain. Massa media yang baik memberi pengaruh yang baik terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya. Sebaliknya mass media yang jelek juga berpengaruh jelek terhadap siswa.
(3) Teman Bergaul
Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka perlulah diusahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang baik-baik dan pembinaan pergaulan yang baik-baik serta pengawasan dari orang tua dan pendidik harus cukup bijaksana (jangan terlalu ketat tetapi juga jangan lengah)
(4) Bentuk Kehidupan Masyarakat
untuk ikut berbuat seperti yang dilakukan orang-orang di sekitarnya.15
Adanya pengaruh dari dalam diri siswa, merupakan hal yang logis dan wajar, sebab hakikat perbuatan belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang diniati dan disadarinya. Siswa harus merasakan adanya suatu kebutuhan untuk belajar dan berprestasi. Ia harus berusaha mengerahkan segala daya dan upaya untuk dapat mencapainya.
Lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah, ialah kwalitas pengajaran. Ada tiga unsur dalam kwalitas pengajaran yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yakni:
1) Kompetensi Guru
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kompetensi guru, dengan rincian, kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32,43%, penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32,58% dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8,60%.
2) Karakteristik Kelas
a) Besarnya kelas (class size)
melayani 40 siswa. Diduga makin besar jumlah siswa yang harus dilayani guru dalam satu kelas, makin rendah kualits pengajaran.
b) Suasana belajar
Suasana belajar yang demokratis akan memberi peluang mencapai hasil belajar yang optimal, dibandingkan dengan suasana belajar yang kaku, disiplin yang ketat dengan otoritas ada pada guru.
c) Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia
Sering kita temukan bahwa guru merupakan satu-satunya sumber belajar di kelas. Situasi ini kurang menunjang kualitas pengajaran, sehingga hasil belajar yang dicapai siswa tidak optimal.
3) Karakteristik Sekolah
Karakteristik sekolah berkaitan dengan disiplin sekolah, perpustakaan yang ada di sekolah, letak geografis sekolah, lingkungan sekolah, estetika dalam arti sekolah memberikan perasaan nyaman, dan kepuasan belajar bersih, rapih dan teratur.16
H. Kerangka Berfikir
diantaranya disiplin dalam belajar, untuk itu orng tua harus benar-benar memperhatikan ankanya khususnya dalam belajar agar anak bisa menjadi siswa berprestasi. Perhatian orang tua tidak hanya berbentuk material ialah perberian saku atau seragam baru terhadap anak agar anak semangat sekolah, melaikan pemberian motivasi terhadap anak juga berbentuk perhatian dalam belajarnya, karena kebiasaan anak-anak selalu lebih senang bermain dari pada belajar. Hal ini perlu diperhatikan oleh orang tua agar anak tidak melupakan waktu belajarnya.
I. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah suatu dugaan yang merupakan suatu pernyataan tentang keadaan parameter yang didasarkan atas probilitas distribusi sampling dari parameter.17 Dari pengertian di atas dapat di pahami bahwa hipotesis
adalah dugaan sementara terhadap suatu pernyataan yang belum terbukti akan kebenaranya, karena penulisan ini masih bersifat teoritis belum dilaksanaakan secara operasional di lapangan maka perlu di ajukan jawaban sementara (dugaan sementara) pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Islam Bina Insani Langko yang nantinya dibuktikan kebenaranya setelah melakukan penelitian di lapangan.
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang berisifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Menurut Amirul Hadi, hipotesis adalah “suatu dugaan yang
mungkin benar dan mungkin juga salah. Ia akan ditolak dikala salah dan diterima jika fakta membenarkannya. Dengan demikian, hipotesis merupakan jawaban sementara yang dibangun dan diinformasikan berdasarkan pengamatan penelitian terhadap fenomena lapangan yang diteliti. Oleh kerena sifatnya adalah jawaban sementara maka hipoteses perlu diuji atau dibuktikan kebenarannya.
Sehubungan dengan uraian di atas, maka dapat penulis mengajukan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagi berikut
Ha : Ada pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Islam Bina Insani Langko Tahun Pelajaran 2016/2017.
J. Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.18 Metode penelitian
adalah suatu cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan suatu data yang dinginkan. Adapun metode-metode yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut :
1. Desain dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang menurut Sugiono (2014) adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positif, digunakan untuk meneliti populasi dan sempel tertentu,
pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis dapat bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.19 Desain penelitian merupakan rencana tentang persiapan
mengumpulkan data, menganalisis data, agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian.20 Jadi desain penelitian
adalah suatu rencana tentang bagaimana mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel satu diantaranya variabel bebas dan satu variabel terikat, yang sebagai variabel bebas (X1)
nya adalah perhatian orang tua dan variabel terikat (Y) adalah Hasil belajar siswa.
2. Populasi dan Sampling Penelitian 1. Populasi Penelitian
Dalam memberikan batasan tentang pengertian populasi, para ahli mempunyai pandangan yang berbeda-beda antara yang satu dangan yang lainnya. Perbedan tersebut dapat dilihat dari batasan-batasan sebagai berikut:
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terjadi atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.21 Pendapat lain menyebutkan bahwa yang dimaksud
dengan populasi dalam penelitian adalah keseluruhan subjek penelitian.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat dipahami bahwa “Populasi adalah keseluruhan individu yang akan diteliti atau seluruh individu yang mendukung setiap gejala yang timbul". Dalam kaitannya dengan penelitian ini, maka populasi yang dimaksud adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Bina Insani Langko yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI A berjumlah 25 siswa dan XI B berjumlah 21 siswi dan jumlah keseluruhan yaitu 46 siswa.
2. Sampling Penelitian
sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti dan dianggap bias mewakili keseluruhan populasi ( jumlahnya lebih sedikit dari jumlah populasinya) atau merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti. Menurut margono sampel merupakan sebagian dari populasi, sebagian contoh yang diambil dengan mengguanakan cara-cara tertentu.22
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.
Beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki satu atau lebih
sehingga dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari keseluruhan populasi.
Apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan populasi, selanjutnya jika subjeknya besar atau lebih dari 100 dapat diambil antara 10/15% atau lebih.23
Berdasarkan pendapat diatas, maka semua kelas XI di SMA Bina Inasani Langko tahun pelajaran 2016/2017 akan menjadi populasi dalam penelitian ini.
Adapun teknik pengambilan smapel dalam penelitian ini adalah
Non Probability sampling, setiap unsur yang terdapat dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang sama untuk dipilih sebagai sempel, bahkan probabilitas anggota tertentu untuk terpilih tidak diketahui.
3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai
variabel yang diteliti. Instrumen penelitian ini juga
digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Adapun
instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket.
Lembar angket adalah lembar angket kepada subjek atau
responden sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan dari
pembuatan angket ini yaitu untuk memperoleh informasi
yang relevan dengan realibilitas dan validitas setinggi
mungkin serta memperoleh informasi yang relevan.
a. Angket
Bentuk istrumen yang akan diukur yaitu kesiapan,
motivasi dan hasil belajar siswa. Adapun kisi-kisi
intrumen yang diperlukan untuk mengukur hasil belajar
siswa, sebagaimana yang tercantum dalam tabel 1
dibawah ini.
Tabel 1
Kisi-kisi instrumen penelitian perhatian oramg tua Variable
penelitian Indikator ItemNo.
Perhatian
orang tua Memberi bimbingan belajar 1,2
Memberi nasehat 3,4
Memberikan motivasi dan
1. Validitas
Menurut Suharsimi Arikunto, validitas adalah suatu
ukuran yang menunujukkan tingkat-tingkat kevalidan atau
kesahihan dalam instrument.24 Suatu instrument dikatakan
valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang
diteliti secara tepat. Tinggi rendahya validitas instrument
menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak
menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud.
Dalam penelitian ini dilakukan di SMA Bina Insani Langko, tehnik yang digunakan untuk mengetahui validitas angket
adalah tehnik korelasi produk momen dengan ketentuan
validitas instrument sahih atau valid apabila “r” hitung lebih
besar dari “r” kritis”(0,30).25
Rumus product moment:
r
xy=n∑XY−(∑X)(∑Y)
√¿ ¿¿ ¿
Keterangan:
rxy=¿ koefsien korelasi antara variabel dan variabel y
N= jumlah subjek penelitian
∑
xy= jumlah hasil perkalian tiap-tiap skor asli dar dan y∑
x= jumlah skor asli variabel∑
y= jumlah skor asli variabel y.262. Realibilitas
Reabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa
suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai pengumpulan data karena instrument tersebut sudah
baik.27
Instrumen yang dapat dipercaya, yang reliabel akan
menghasilkan data yang dapat percaya juga. Karena skor
angket yang digunakan bukan 1 dan 0, tetapi antar 1 sampai
dengan 4 dan suatu instrument dapat dikatakan reliable
apabila “r” tabel sebesar 0,60.28 Untuk mencari realibilitas
peneliti mengunakan rumus K-R21:
r11=
(
K−K1)
(
1−M(k−M)
kVt
)
Keterangan:
r11=¿¿ Realibilitas instrumen
k=¿ Banyaknya butir soal atau banyaknya pertanyaan
m=¿ Skor rata-rata
Vt=¿ varians total.29
4. Teknik Pengumpulan Data
27Ibid., h. 154
Penggunaan teknik dan alat pengumpul data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif atau dengan kata lain menjadi faktor pendukung yang penting bagi keberhasilan suatu penelitian. Maka dalam hal ini, peneliti akan menguraikan teknik penelitian yang ditempuh guna mengumpulkan data sebagai berikut:
1. Angket
Kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilukukan dengan cara memberi seperangakat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.30
Sedangkan menurut Uma Sekaran, mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data yaitu prinsip penulisan, pengukuran dan penampilan fisik.31
2. Observasi
Menurut Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa, Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.32
3. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang tertulis.33 Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti
menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.
Adapun jenis pedoman dokumentasi yakni, pedoman dokumentasi yang memuat garis –garis besar atau kategori yang akan dicari datanya.
Dalam penelitian ini, untuk metode dokumentasi instrumennya adalah pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar yang berisikan antara lain :
a) Sejarah berdirinya di SMA Bina Inasani Langko. b) Letak geografis di SMA Bina Inasani Langko.
c) Keadaan sarana dan prasarana di SMA Bina Inasani Langko. d) Sruktur organisasi di SMA Bina Inasani Langko.
e) Keadaan guru, pegawai atau kariawan dan siswa yang ada di SMA Bina Inasani Langko.
1. Metode Analisis Data
Metode analisis data adalah suatu metode yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian guna memperoleh suatu kesimpulan. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut:
diskriftif adalah analisa berupa perhitungan rata-rata dan frekuwensi. Analisa diskriftif yang dikenal dengan statistik sederhana yang singkat pekerjaannya mencakup cara menghimpun, menyusun, mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisa data angka agar dapat memberikann gambaran yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala atau peristiwa.
Metode statistik analisa data yang penulis gunakan dalam proposal ini adalah tekhnik Regresi Ganda yaitu berguna untuk mendapatkan pengaruh dua variabel kriteriumnya, atau untuk mencari hubungan fungsional dua variabel prediktor atau lebih dengan variabel kriteriumnya, atau untuk meramalkan dua variabel prediktor atau lebih terhadap variabel kreteriumnya.35
Oleh karena itu data yang di peroleh berbentuk angka-angka maka analisis yang di gunakan adalah analisis statistik. Karena dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu satu variabel bebas dan satu variabel terikat, yang mana variabel bebas adalah perhatian orang tua dan variabel terikatnya yaitu Hasil belajar siswa, maka dalam menganalisanya menggunakan rumus
product moment yaitu sebagai berikut:
r
xy=n∑XY−(∑X)(∑Y)
√¿ ¿¿ ¿
Keterangan:
rxy=¿ koefsien korelasi antara variabel dan variabel y
N= jumlah subjek penelitian
∑
xy= jumlah hasil perkalian tiap-tiap skor asli dar dan y∑
x= jumlah skor asli variabelDAFTAR PUSTAKA
Amirul Hadi dan Hariono. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Arief Furchan. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Arikunto. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta,1996.
Daryanto. Belajar dan Mengajar. Bandung: Yrama Widya, 2010.
Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Raja Grapindo Persada, 2006.
Margono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung; Rineka Cipta, 1997.
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2014.
---Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfa Beta, 2006.
---Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta, 2016.
---Metode Penelitian Kualitatif kuantitatif. Bandung: Alfa Beta, 2006.
---Metodelogi Pembelajaran Administrasi. Bandung: Alfa Beta, 2007. Sumadi Suryaberata. Metodelogi Penelitan. Jakarta: Grafindo Persada, 2004. Usman dan Akbar. Pengantar Statistika. Yogyakarta: Bumi Aksara, edisi kedua