TOWER
TOWER
MENARA
MENARA
IRFAN AZIZ A.
IRFAN AZIZ A. MIFTAHUL HUDA P.MIFTAHUL HUDA P. TESSAMONICA L.TESSAMONICA L. TRIALITA S. A.TRIALITA S. A.
LT
LT
–
–
2D2D2016
1. JENIS PENOPANG 1. JENIS PENOPANG TIANG KAYU TIANG KAYU TIANG BETON TIANG BETON BERTULANG BERTULANG TIANG TIANG TRANSMISI BAJA TRANSMISI BAJA MENARA BAJA MENARA BAJA TRANSMISI TRANSMISI
1. JENIS PENOPANG 1. JENIS PENOPANG TIANG KAYU TIANG KAYU TIANG BETON TIANG BETON BERTULANG BERTULANG TIANG TIANG TRANSMISI BAJA TRANSMISI BAJA MENARA BAJA MENARA BAJA TRANSMISI TRANSMISI
Bangunan tinggi terbuat Bangunan tinggi terbuat
dari baja yang dari baja yang
bagian-bagian kakinya bagian kakinya mempunyai pondasi mempunyai pondasi sendiri-sendiri sendiri-sendiri MENARA BAJA MENARA BAJA
Menara baja menurut
Menara baja menurut bentuk & sifat kontruksinya bentuk & sifat kontruksinya
1.
1. Menara Menara persegipersegi
Me Menanara ra dadan n titianang g jejeniniss i
inni i mmeemmiilliikki i bbeennttuuk k ddaann
kekuatan yang sama
kekuatan yang sama
unt untuk uk sasalurluran an tratransnsmimisisi ganda
ganda (Double)(Double) 2.
2. Menara Menara persegi persegi panjangpanjang
Bagian atas dan bawah Bagian atas dan bawah sama
sama
un untutuk k sasaluluraran n tutungnggagall dan
dan salusaluran ran banybanyakak
3.
3. MeMenanara ra jejeninis s kokorsrsetet
Bagian tengah sempit Bagian tengah sempit
ununtutuk k sasaluluraran n tetegagangnganan
ti
tinnggggi i rarangngkkaiaian an tutungnggagall d
daan n uunnttuuk k ggaawwaanng g yyaanngg lebar
Menara baja menurut bentuk & sifat kontruksinya
4. Menara Gantry
Digunakan bila saluran
menyebrangi jalan kereta api, jalan raya, dan kanal-kanal air 5. Menara Rotasi
bagian atasnya diputar
45° di atas bagian bawahnya
6. Menara MC
terbuat dari pipa-pipa
baja yang diisi beton. 7. Menara Bertali
konstruksi berengsel yang
menunjang beban
mekanisnya dengan kawat-kawat penahan.
Menara transmisi menurut karakteristiknya
1. Menara baja kaku/rigid
Biasanya untuk menahan beban yang diperkirakan oleh menara itu sendiri
2. Menara baja lentur/flexible
Direncanakan tanpa atau sedikit sekali beban pada arah kawat
3. Menara baja setengah lentur/semi flexibel Direncanakan tanpa atau sedikit sekali beban pada arah kawat
Menara transmisi menurut objek atau tujuan penggunaan
1. Menara baja standar
a. Menara singgung bila sudut mendatar kurang dari 3
b. Menara sudut
• Sudut kecil (<20 ) • Sudut besar (<30 )
c. Menara ujung (dead end tower) merentang kawat diujung
d. Menara penegang (tension tower) memperkuat tegangan
kawat e. Section tower f. Suspension tower g. Transposision tower h. Gantry tower i. Combine tower
Tiang akhir yang berlokasi di dekat Gardu induk, Tower ini hampir sepenuhnya menanggung gaya tarik.
• Section tower , yaitu tiang
penyekat antara sejumlah tower penyangga dengan sejumlah tower penyangga lainnya karena alasan kemudahan saat pembangunan (penarikan
kawat),
• umumnya mempunyai sudut belokan yang kecil.
tower penyangga, tower ini hampir sepenuhnya
menanggung gaya
berat, umumnya tidak
mempunyai sudut
belokan.
tower penegang, tower ini menanggung gaya tarik yang lebih besar daripada gaya berat, umumnya mempunyai
sudut belokan.
tower tension yang
digunakan sebagai
tempat melakukan
perubahan posisi kawat fasa guna memperbaiki impendansi transmisi.
Tower berbentuk portal • digunakan pada
persilangan antara dua Saluran transmisi.
• Tiang ini dibangun di
bawah Saluran transmisi existing.
1. Rencana menara baja transmisi
Penentuan gawang (span) standar dan lebar kaki merupakan kunci dalam perencanaan (design) menara dan saluran transmisi secara keseluruhan.
Tegangan Nominal Gawang standar (m)
> 77 kV 200-250
154 kV 250-300
275 kV 300-350
Jenis menara Lebar kaki
Menara singgung / menara sudut kecil
1/7 - 1/4,5 dari tinggi menara Meanra sudut besar / menara ujung 1/5,5 – ¼ dari tinggi menara
Gawang standar
1. Pondasi menara
◉ Kuat-pikul tekanan (compression bearing strength)
dari pondasi adalah kuat-pikul tekanan pada tanah di dasar pondasi.
◉ Kuat-pikul angkatan (uplift bearing strength) dari
pondasi adalah jumlah berat pondasi, berat tanah pada dasar pondasi serta gaya tahanan pada
permukaan sorong (sliding surface).
◉ Kuat-pikul mendatar dari pondasi (horizontal bearing
strength) terdiri dari :
1. kuat pikul dari tanah di sisi pondasi 2. gaya bergeseran pada dasarnya
Tiang baja bangunan tinggi terbuat dari baja
yang bagian-bagian kakinya mempunyai satu
pondasi untuk semua kakinya
Jenis jenis tiang baja
1. Tiang baja persegi 2. Tiang baja segitiga
konstruksi yang terdiri dari tiga
kaki yang mempunyai bagian-bagian segitiga sama sisi
diagonal-diagonalnya seperti
tiang persegi
Dipakai pada kawat transmisi
yang beban ringan. 2. Tiang pipa baja
pipa baja dengan
pemasangan bulat.
3. Tiang panzer
terbuat dari plat-plat baja tipis dipasang pada tempat dengan
1. Perencanaan tiang
Dalam pemasangan tiang baja harus diperhatikan
◉bagaimana perawatan tiang
◉ jarak-bebas (clearance) dengan penghantar dan kawat
penahan (guy wire).
Lebar kaki tiang persegi adalah 1/10 – 1/15 dari tinggi tiang untuk tiang singgung dan tingan sudut serta 1/6 – 1/8 dari tinggi tiang untuk tiang sudur besar dan tiang ujung.
Untuk tiang penegang (tension) kuat tarik beban yang tidak seimbang sebesar 1/3 dari gaya kerja maksimum diterapkan.
Gaya tarik pada kawat penahan adalah
jumlah dari
½kali tekanan udara terhadap tiang
dan kawat, beban sudut mendatar serta kuat
tarik tak seimbang. Perhitungan dilakukan
dengan beban beban tadi pada arah kawat
penahan.
Beban tarik yang diperbolehkan kurang
dari 1/2,5 dari kuat tarik maksimum dari kawat
penahan dengan harga maksimum 440 kg.
Dua pondasi pada tiang baja :
•Pondasi beton
•Pondasi kerangka baja
Untuk pondasi kerangka baja dasarnya diberi kerikil atau beton untuk menguatkan kuat pikulnya. Di sisi pondasi dipasang anker.
Tiang beton bertulang dapat diklasifikasikan menurut:
Berdasarkan cara pembuatan :
a. Pembuatan di pabrik b. Pembuatan setempat
Berdasarkan cara menghimpunnya :
a. Tunggal b. Jenis H c. Jenis A
d. Jenis Gerbang Kuil
1. Perencanaan tiang
Beban yang boleh diterapkan serupa dengan tiang baja.
Tegangan-tarik dan tegangan-tekan yang diperbolehkan untuk tulang baja SS 41 : 1800 kg/cm2.
Tegangan tekan sesudah 4 minggu untuk betonnya adalah 200 – 240 kg/cm2.
Tegangan standar yang diperbolehkan adalah 1/4 dari gaya tekanan sesudah 4 minggu. Tegangan geser yang diperbolehkan adalah 4,5 kg/cm2.
Tegangan adhesi yang diperbolehkan sebesar 5,5 kg/cm2.
Kekuatan tiang beton bertulang jenis bulat dinyatakan oleh
TIANG KAYU
Penanganan tiang kayu sederhana
dan harganya yang jauh lebih murah
dibandingkan dengan tiang baja atau
menara. kayu merupakan isolasi yang baik
terhadap petir.
Namun berumur lebih
pendek. Pada umumnya konstruksi baja
direncanakan untuk dapat menampung
secara aman putusnya satu atau dua
kawat, sedangkan konstruksi kayu tidak.
Jenis H dipakai untuk saluran dengan kelas tegangan 110 kV, 132 kV, 154 kV, 230 kV, dan 345 kV.
1. Perhitungan tegangan
Perhitungan tegangan yang akan diaplikasikan, dilakukan atas dasar tekanan angin terhadap kawat dan tiang.
Bila ada sudut mendatar dan tegangan tidak-seimbang pada gawang yang lebar, tiang harus dilengkapi dengan kawat-kawat penahan.
Faktor keamanan untuk tiang kayu adalah 3 dan perhitungan gaya dilakukan sesuai dengan persamaan-persamaan sebagai berikut :
Empat persamaan tadi,
•Ruas kanan = beban yang harus dipikul.
•Ruas kiri = persyaratan yang harus dipenuhi oleh tiang kayu untuk
memikul beban tadi.
Untuk keperluan syarat yang harus dipenuhi, tiang kayu harus diuji. Misalnya, kemampuan tiang kayu dapat diketahui dari hasil pengujian (dengan Cantilever Method), yaitu dengan menghitung tegangan serat maksimum (maximum fibre stress) pada permukaan tanah:
Bila tegangan serat maksimum di tempat patahnya tiang ingin diketahui, maka rumus yang digunakan adalah :
Tegangan serat menyatakan kekuatan tiang kayu
Tegangan adalah gaya dalam yang melawan gaya luar, per satuan luas. Oleh karena gaya luar ini, tiang melentur sehingga tegangan serat maksimum sama dengan tegangan lentur maksimum (tegangan lentur patah atau tegangan patah).
Faktor keamanan (F) dalam persamaan-persamaan tadi digunakan sebagai jaminan keandalan dan keamanan.
Di beberapa negara yang sudah lama menggunakan tiang kayu, spesifikasi dan ukuran tiang ditetapkan dalam standar.
2. Pondasi dan kawat penguat
1. Kedalaman tiang kayu ditanam ditentukan dalam standar-standar. Jika kondisi tanah kurang baik, maka dipakai angker-angker penguat.
2. Kawat-kawat penahan dipasang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk tiang baja dan tiang beton bertulang.
3. Kekuatan pondasi tiang kayu sukar dinyatakan dalam angka-angka dan tidak begitu penting dilihat dari segi keamanan konstruksi seperti pada menara baja.
4. Kegagalan pondasi tiang kayu tidak besar akibatnya, kecuali bahwa tiang harus ditegakkan dan kawatnya harus direntang kembali.
Atas dasar pemikiran ini serta pengalaman beberapa puluh tahun, maka di Amerika Serikat kedalaman tiang kayu ditetapkan sebagai berikut:
Panjang tiang (m) : 9.15 10,65 12,20 13,7A 15,25 16,75 18,30 19,80
Kedalaman tanam (m) : 1,68 1,63 1,83 1,98 2,12 2,12 2,28 2,43
Data tadi sebenarnya kurang masuk akal karena kekuatan tiang atau kondisi tanah tidak diperhatikan. Namun bisa diterima jika tujuan penanaman adalah untuk mencegah terangkatnya tiang dari tanah timbunannya, bukan untuk mendapatkan pondasi yang kuat (rigid).
Di Swedia, dibedakan antara dua jenis tanah, yaitu : tanah friksi dan tanah kohesi.
Untuk kedua jenis tanah ini digunakan pondasi normal dan pondasi khusus.
Pondasi normal : pondasi dari batu dan penimbunan kembali dengan tanah.
Pondasi khusus digunakan bila kondisi tanah kurang baik.
Beban pada
konstruksi penopang
Tekanan angin Tegangan pada bagian baja Kuat tarik penghantar1. Tekanan angin
Nilai kecepatan angin di dapatkan dengan cara mengukur kecepaan angin maksimum rata-rata selama 10 menit .Apabila kecepatan maksimumnya besar, misalnya pada penyeberangan sungai atau untuk ketinggian yang lebih besar, kecepatan perencanaannya disesuaikan dengan hasil pengukuran.
Kecepatan naiknya kecepatan angin tergantung dari kondisi permukaan tanah dan skala kecepatan angin.
Naiknya kecepatan angin di udara dapat ditulis dengan persamaan :
Beban yang disebabkan karena tekanan angin terhadap konstruksi penopang, kawat-kawat dan gandengan isolator dinyatakan oleh persamaan:
1. Kuat tarik penghantar
Kuat tarik kerja maksimum untuk kawat yang direntang diandaikan sebagai berikut :
1. Kurang dari ½, 2 kali kuat tarik maksimumnya (ultimate tensile
strenght), untuk penghantar tembaga “hard drawn”
2. Kurang dari ½, 5 kali kuat tarik maksimumnya , untuk penghantar
lilit
Bila ada sudut mendatar pada saluran transmisi , maka terdapat komponen gaya mendatar karena tarikan kawat. Dan dinya takan dalam rumus
Beban tegak terhadap titik topang adalah jumlah berat kawat dan gandengan isolator ditambah dengan komponen tegak dari tarikan penghantar. Beban tegak pada titik B ,dinyatakan oleh persamaan.
S1, S 2 : lebar gawang sebelah menyebelah (m)
1, 2,: sudut tegak terhadap tiang-tiang sebelah menyebelah
Kecuali beban-beban di atas, beban-beban lain seperti beban eksentrik tegak dan beban-beban tak-seimbang perlu diperhitungkan bila ada.
3. Tegangan pada bagian bagian baja
◉Tegangan yang diperbolehkan terhadap bagian-bagian menara
Perbandingan kerampingan (Ik/r ) dari bagian bagian yang tertekan dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Tidak lebih dari 200 untuk bagian-bagian utama (termasuk lengan/palang)
2. Tidak lebih dari 220 untuk bagian-bagian yang tertekan, kecuali bagian-bagian utama