Rpp Smp_bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari

20 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Materi Pokok : Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 pertemuan) I. Standar Kompetensi

Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.. II. Kompetensi Dasar

• Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

• Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia.

III.Indikator

• Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

• Mengelompokkan bahan kimia rumah tangga dari kemasan yang digunakan sebagai pembersih, pemutih, pewangi dan pembasmi serangga.

• Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia rumah tangga yang digunakan sebagai pembersih, pemutih, pewangi dan pembasmi serangga. • Menyebutkan efek samping dari penggunaan bahan kimia rumah tangga

yang digunakan sebagai pembersih, pemutih, pewangi dan pembasmi serangga.

• Menjelaskan bahan-bahan kimia yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari melalui praktikum

Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat :

1. Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam rumah tangga. 2. Mengidentifikasi bahan kimia yang terdapat dalam rumah

(2)

tangga.

3. Menjelaskan kegunaan bahan kimia yang terdapat dalam rumah tangga.

4. Menguraikan dengan kata-kata sendiri manfaat dan pengaruh bahan kimia yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.

5. Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan praktikum.

IV. Materi Prasyarat

Sifat Fisik dan Kimia

Beberapa sifat fisik dari suatu benda adalah sebagai berikut : 1. Wujud zat : padat, cair, gas.

2. Warna dan bau.

3. Rasa, sifat suatu benda yang berhubungan dengan komposisi zat dalam suatu materi.

4. Massa, massa zat dapat diukur dengan menggunakan timbangan atau neraca. 5. Volume, volume dapat diukur dengan gelas ukur.

6. Kelarutan. Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk dapat melarut dalam suatu pelarut.

7. Titik didih, titik leleh, dan titik beku.

8. Kekerasan. Kekerasan adalah sifat ketahanan suatu zat terhadap gesekan dan tempaan.

9. Kemagnetan adalah suatu sifat yang berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk dipengaruhi oleh suatu medan magnet.

10. Daya hantar, yaitu suatu sifat yang berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik atau panas.

Sifat-sifat yang tergolong sifat kimia antara lain : 1) Mudah tidaknya suatu benda / zat terbakar.

2) Kestabilan, mudah tidaknya suatu benda / zat terurai oleh pengaruh panas.

3) Kereaktifan, mudah tidaknya suatu zat untuk bereaksi dengan zat lain. 4) Perkaratan, mudah tidaknya suatu zat membentuk karat.

V. Materi Pembelajaran

(3)

Bahan kimia dalam rumah tangga dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu :

1. Pembersih

Pembersih berfungsi untuk membersihkan berbagai benda di rumah tangga dari kotoran. Ada beberapa jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih. Misalnya, pembersih badan, pembersih rambut, pembersih motor dan mobil, pembersih piring, pembersih baju, serta pembersih lantai. Pembersih dikenal secara umum dengan detergen.

2. Pemutih

Produk pemutih berfungsi untuk memutihkan pakaian putih yang terkena noda yang susah dibersihkan dengan pembersih biasa. Selain untuk memutihkan pakaian, ada pula produk pemutih yang berfungsi untuk memutihkan wajah atau tubuh.

3. Pewangi

Produk pewangi digunakan untuk mengharumkan ruangan atau tubuh. Produk pewangi ada yang berbentuk cair, seperti pengharum tubuh, ruangan, dan pakaian.

4. Pembasmi Serangga

Produk pembasmi serangga atau insektisida digunakan untuk membunuh serangga yang merusak atau mengganggu manusia, seperti nyamuk, lalat, dan kecoa. Sebagian besar produk pembasmi serangga yang beredar di pasaran adalah untuk membasmi nyamuk. Produk ini biasa dikenal dengan sebutan ‘obat nyamuk’.

B. Pengaruh Penggunaan Bahan Kimia Rumah Tangga

Adapun beberapa pengaruh penggunaan bahan kimia rumah tangga antara lain : 1. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pembersih

Bagaimana pengaruh bahan kimia yang ada dalam produk pembersih sehingga bahan kimia tersebut dapat membersihkan kotoran? Molekul sabun terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang bersifat hidrofilik dan yang bersifat hidrofobik. Bagian hidrofilik adalah bagian yang menyukai air atau bersifat

(4)

polar. Adapun bagian hidrofobik adalah bagian yang tidak suka air atau bersifat nonpolar.

2. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pemutih

Pakaian yang putih jika terkena kotoran, biasanya sukar dibersihkan dengan produk sabun biasa. Oleh karena itu, diperlukan bahan kimia tambahan untuk memutihkan kembali pakaian yang terkena kotoran yaitu bahan pemutih. Bahan aktif pemutih adalah hipoklorit. Misal pada bahan pemutih berupa serbuk mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO).

3. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pewangi

Bahan untuk mengharumkan lemari pakaian biasanya menggunakan kapur barus atau yang lebih dikenal dengan nama kamfer.

4. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pembasmi Serangga

Produk pembasmi serangga sangat beraneka ragam. Serangga yang paling sering mengganggu adalah nyamuk. Biasanya bahan kimia yang terdapat pada pembasmi serangga terdiri atas senyawa karbamat, fosfat, dan klorin.

C. Efek Samping Penggunaan Bahan Kimia Rumah Tangga dan Pencegahannya

Selain mamberikan manfaat, penggunaan bahan kimia pada produk pembersih, pemutih, pewangi, dan pembasmi serangga yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping terhadap tubuh, kesehatan, dan lingkungan.

1. Efek Samping Penggunaan Produk Pembersih

Efek samping penggunaan sabun atau detergen adalah menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa. Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah. 2. Efek Samping Penggunaan Pemutih

(5)

Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna pakaian. Selain itu, senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf, karena merkuri merupakan sejenis bahan kimia beracun dan amat berbahaya bagi kesehatan.

3. Efek Samping Penggunaan Produk Pewangi

Tujuan menggunakan bahan pewangi adalah untuk menghasilkan bau wangi pada si pemakai, barang pribadi, atau udara di sekelilingnya. Namun, kebanyakan kita tidak menyadari bahwa produk pewangi dapat mendatangkan bahaya bagi kesehatan kita, terutama bagi wanita hamil. 4. Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga

Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer. Ozon stratosfer berperan melindungi kehidupan di bumi dari radiasi ultra ungu. Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak. Selain itu juga dapat merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat anti nyamuk juga mengandung racun.

(Materi terlampir dalam bahan bacaan) VI. Materi Pengayaan

LimbahDetergen

Dewasa ini pencemaran air menjadi suatu permasalahan yang cukup serius. Limbah rumah tangga yang berasal dari penggunaan detergen dan berbagai jenis sabun menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Detergen lebih sukar diuraikan oleh mikroorganisme dalam tanah dibanding sabun. Beberapa efek samping penggunaan detergen terhadap lingkungan adalah sebagai berikut.

a. Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.

(6)

b. Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akibat kadar fosfat yang meningkat di dalam air karena kehadiran detergen. Jika permukaan air sampai tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati karena kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.

c. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk mandi, air tersebut dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif.

d. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk memasak atau diminum, air tersebut dapat mengakibatkan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya.

VII. Strategi Pembelajaran

Pertemuan Pertama

• Model pembelajaran : CTL dan Ekspositori • Pendekatan : Lingkungan dan Konsep

• Metode : Ceramah dan Diskusi

Kegiatan pembelajaran

Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu

Apersepsi dan motivasi

a. Sebelumnya siswa telah dibagi kedalam delapan kelompok dan masing-masing kelompok ditugaskan untuk membawa beberapa produk kemasan pembersih, pemutih, pewangi dan pembasmi serangga

b. Sebelumnya siswa ditugaskan untuk membaca dirumah tentang materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-har meliputi pembersih, pemutih, pewangi, dan pembasmi serangga.

c. Guru memberikan reading guide kepada siswa (reading guide terlampir)

d. Guru mengkondisikan siswa agar duduk berkelompok dan memperhatikan media (gambar yang dibuat oleh guru).

e. Guru menstimulasi siswa untuk mengelompokan gambar sesuai dengan kategori pembersih, pemutih, pewangi atau pembasmi serangga darimedia yang ditampilkan.

(7)

Kegiatan Inti

a. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk mengeluarkan produk kemasan yang telah ditugaskan sebelumnya.

b. Guru memberikan lembaran tabel pengamatan pada masing-masing kelompok untuk mengidentifikasi produk kemasan yang dibawa oleh siswa.

c. Guru memberikan waktu kepada masing-masing kelompok untuk mendiskusikannya dan menuntun siswa dalam kegiatan diskusi.

d. Guru menginstruksikan kapada masing-masing perwakilan kelompok untuk memepresentasikan dan mengumpulkan hasil pengamatan.

e. Guru mengadakan diskusi kelas dan tanya jawab mengenai hasil pengamatan kemudian membahasnya bersama-sama.

f. Guru memperlihatkan peta konsep mengenai materi yang akan disampaikan yaitu Bahan Kimia dalam Rumah Tangga meliputi Pembersih, pemutih, Pewangi dan Pembasmi Serangga.

g. Guru menjelaskan materi Bahan Kimia dalam Rumah Tangga meliputi Pembersih, pemutih, Pewangi dan Pembasmi Serangga melalui media Power point atau Flash (power point dan flash terlampir).

h. Siswa memperhatikan materi yang diberikan dan memahami pengaruh penggunaan bahan kimia rumah tangga dari beberapa penjelasan guru dan dari media yang ditampilkan.

i. Siswa menyebutkan efek samping dari penggunaan bahan kimia rumah tangga melalui pengaruh yang ditimbulkannya.

60’

Kegiatan Akhir

Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang baru dilakukan.

Guru memberikan penguatan dari kesimpulan yang diungkapkan oleh siswa.

c. Guru mengingatkan siswa materi selanjutnya yaitu kegiatan praktikum dan menginstruksikan bahan-bahan yang harus dibawa oleh masing-masing kelompok (delapan kelompok menjadi 4 kelompok).

10’

Pertemuan Kedua

• Model pembelajaran : CL (Cooperative Learning)

• Pendekatan : Lingkungan dan Keterampilan Proses • Metode : Eksperimen dan diskusi

(8)

Langkah Pembelajaran Waktu Apersepsi dan motivasi

a. Guru menginstrusikan pada siswa agar duduk berkelompok sesuai dengan pemberitahuan pertemuan sebelumnya.

b. Guru mengulas kembali materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya yang berkaitan dengan praktikum yang akan dilakukan.

c. Guru memberikan LKS pada masing-masing kelompok. (LKS terlampir)

12’

Kegiatan Inti

a. Guru mempersilahkan pada masing-masing kelompok untuk memulai kegiatan praktikum.

b. Siswa melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan prosedur yang tertera dalam LKS.

c. Guru menginstruksikan pada perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan dan mengumpulkan hasil praktikum.

d.Guru mengadakan diskusi kelas dan tanya jawab mengenai hasil praktikum kemudian membahasnya bersama-sama.

60’

Kegiatan Akhir

a. Siswa menyimpulkan hasil praktikum yang telah dilakukan. b.Guru memberikan penguatan dari kesimpulan siswa.

c. Guru mengingatkan siswa materi selanjutnya yaitu Zat aditif dalam Makanan dan menginstruksikan siswa untuk membaca materi tersebut terlebih dahulu di rumah.

8’

VIII. Sumber dan Media Pembelajaran Media Pembelajaran:

Papan Tulis, LCD, power point, bahan yang digunakan adalah kemasan produk pemutih, pembersih, pewangi,dan pembasmi serangga.

Sumber :

Karim, Saeful, dkk (2008). Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII SMP & MTs. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sutresna, Nana, dkk (2007). Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VIII SMP. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

(9)

Yuli Sugeng Irianto, dkk (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas & SMP dan MTs. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

IX. Evaluasi

A. Prosedur

1) Tujuan Evaluasi

Mengukur ketercapaian indikator dalam sub pokok bahasan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari melalui praktikum yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan test sumatif yang dilaksanakan setelah pembelajaran selesai.

2) Jenis Evaluasi

Evaluasi sumatif yang dilaksanakan setelah pembelajaran berlangsung berupa pengerjaan soal oleh siswa di lembaran soal dan proses tanya jawab guru dan diskusi dengan siswa saat berlangsungnya pembelajaran dikelas.

3) Waktu

Waktu evaluasi yang digunakan adalah sebanyak 5 menit. (Format Penilaian dan Soal Evaluasi Terlampir)

(10)

Butir Soal Sebagai Penguatan pada Kegiatan Akhir (pertemuan pertama) dan Kunci Jawaban

Indikator Pokok Uji Kunci

Jawaban Setelah diberikan

penjelasan siswa dapat menyebutkan fungsi bahan kimia yang terdapat dalam rumah tangga.

Menyebutkan dampak dampak penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga.

1. Bahan kimia yang digunakan untuk mencuci pakaian adalah....

a. Linear Alkylbenzene Sulphonate b. Natrium palmitat

c. Natrium hipoklorit d. tawas

2. Bahan kimia rumah tangga yang dapat berfungsi sebagai desinfektan adalah....

a. sabun b. pemutih c. minyak tanah d. lisol

3. Senyawa kimia yang sering digunakan sebagai bahan pelarut wewangian adalah a. air

b. minyak c. alkohol d. aquades

4. Dampak tidak langsung pada penggunaan wewangian dalam bentuk spray adaah...

rusaknya lapisan matahari menimbulkan pemanasan global lapisan ozon semakin tebal

(A)

(D)

(C)

(11)
(12)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Materi Pokok : Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 pertemuan)

I. Standar Kompetensi

Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari..

II. Kompetensi Dasar

• Mendeskripsikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.

III. Indikator

•Menyebutkan bahan-bahan kimia yang ada dalam makanan.

•Membedakan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.

•Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.

•Mengidentifikasikan fungsi bahan kimia yang terdapat dalam makanan melalui praktikum.

Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat :

1. Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dalam bahan makanan.

2. Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan kimia buatan yang dapat dimanfaatkan dalam bahan makanan.

3. Menyebutkan kegunaan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam bahan makanan.

4. Mengetahui efek samping bahan kimia alami dan bahan kimia buatan yang terdapat dalam bahan makanan.

(13)

kesehatan manusia.

6. Menunjukkan kegunaan bahan kimia yang terdapat dalam bahan makanan melalui kegiatan praktikum.

7. Mengetahui efek samping bahan kimia yang terdapat dalam bahan makanan melalui kegiatan praktikum.

8. Mengaplikasikan hasil pembelajaran bahan kimia yang terdapat dalam bahan makanan dalam kehdupan sehari-hari.

9. Menarik kesimpulan tentang bahan kimia dalam makanan. Materi Prasyarat

Sifat Fisik dan Kimia Beberapa sifat fisik dari suatu benda adalah sebagai berikut: 1. Wujud zat : padat, cair, gas

2. Warna dan bau

3. Rasa, sifat suatu benda yang berhubungan dengan komposisi zat dalam suatu materi.

4. Massa, massa zat dapat diukur dengan menggunakan timbangan atau neraca 5. Volume, volume dapat diukur dengan gelas ukur

6. Kelarutan. Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk dapat melarut dalam suatu pelarut.

7. Titik didih, titik leleh dan titik beku.

8. Kekerasan. Kekerasan adalah sifat ketahanan suatu zat terhadap gesekan dan tempaan.

9. Kemagnetan adalah suatu sifat yang berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk dipengaruhi oleh suatu medan magnet.

10. Daya hantar, yaitu suatu sifat yang berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik atau panas.

Sifat-sifat yang tergolong sifat kimia antara lain : 1. Mudah tidaknya suatu benda / zat terbakar.

2. Kestabilan, mudah tidaknya suatu benda / zat terurai oleh pengaruh panas. 3. Kereaktifan, mudah tidaknya suatu zat untuk bereaksi dengan zat lain. 4. Perkaratan, mudah tidaknya suatu zat membentuk karat.

(14)

Materi Pembelajaran

A. Bahan Kimia Tambahan Alami pada Makanan 1. Bahan Pewarna Alami

Bahan pewarna alami lain yang juga sering digunakan, antara lain seperti berikut:

b. daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau; c.gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna cokelat;

d. cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah. 2. Bahan Pemanis Alami

Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1). Pemanis nutritif

Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol).

2). Pemanis nonnutritif

Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin, monellin, thaumatin).

3. Bahan Pengawet Alami

Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik.

4. Bahan Penyedap Alami

Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain santan kelapa, susu sapi, dan kacang-kacangan. Selain itu, bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain lengkuas, ketumbar, cabai, kayu manis, dan pala. B. Bahan Kimia Tambahan Buatan pada Makanan

Bahan kimia buatan tergolong sebagai pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap antara lain :

(15)

Bahan Pewarna Buatan

Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu amarant (pewarna merah), tartrazine (pewarna kuning), erythrosine (pewarna merah), fast green FCF (pewarna hijau), sunset yellow (pewarna kuning), brilliant blue (pewarna biru), formalin, boraks, rhodamin-B (pewarna merah), dan methanil yellow (pewarna kuning).

2. Bahan Pemanis Buatan

Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis. Makanan olahan yang biasa menggunakan pemanis buatan antara lain sirop, es mambo, kue atau roti.

Bahan Pengawet Buatan

Bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Secara garis besar zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

1. GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali.

2. ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen.

3. Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin-B.

Bahan Penyedap Buatan

Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam, yaitu zat penyedap aroma dan zat penyedap rasa. Zat penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel). Zat penyedap rasa yang banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasar.

(16)

Materi Pengayaan

Cara Menghilangkan Kandungan Formalin

Menurut hasil temuan Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, bahwa untuk menghilangkan kadar formalin dalam produk makanan ternyata tidak terlalu sulit. Cukup direndam dengan air biasa, direbus hingga mendidih, dan digoreng, maka kadar formalin di dalam makanan bisa luntur. Karakteristik formalin adalah mudah larut dalam air sampai dengan konsentrasi 55 persen. Formalin juga sangat reaktif dalam kondisi basa. Oleh karena itu, formalin dalam makanan mudah larut apabila direndam dalam air biasa maupun air panas. Selain itu, titik didih formalin relatif rendah. Hal ini membuat kandungan formalin pada makanan akan mudah menguap saat perebusan atau penggorengan. Jadi, deformalinisasi itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara sadar atau tidak, padagang tahu atau ibu rumah tangga sudah melakukan deformalinisasi itu dengan cara merendam tahu sebelum dimasak. Jarang sekali ada tahu yang dikonsumsi mentah. Menurut penelitian, formalin yang masuk ke pencernaan tidak akan berpengaruh negatif. Formalin yang melalui proses metabolisme akan sangat cepat (sekitar 1,5 terurai menjadi karbon dioksida dan air seni. Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, kadar formalin baru akan menimbulkan toksifikasi atau pengaruh negarif jika mencapai enam gram. Kadar formalin lebih dari enam gram berpotensi menimbulkan efek kesehatan. Pada tahap akut, efek itu bisa berupa muntah, diare darah, kejang-kejang, vertigo, dan muntah darah. Adapun pada efek kronis dapat menimbukan dermatitis kronis, bronkitis, serta kemungkinan kanker.

Strategi PembelajaranPertemuan Ketiga

• Model pembelajaran : CTL dan Ekspositori • Pendekatan : Konsep dan Lingkungan • Metode : Ceramah dan Diskusi Kegiatan pembelajaran

Langkah Pembelajaran Waktu

Apersepsi dan motivasi

(17)

Aditif dalam Makanan.

b. Guru memberikan reading guide kepada siswa (reading guide terlampir)

c. Guru menampilkan beberapa gambar bahan makanan dalam kemasan melalui media (gambar yang dibuat oleh guru).

d. Guru menstimulasi siswa untuk mengelompokan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan makanan dari media yang ditampilakan.

8’

Kegiatan Inti

a. Guru membahas bersama siswa satu persatu tentang gambar bahan kimia alami dan buatan yang ditampilkan sebelumnya.

b. Guru memperlihatkan peta konsep mengenai materi yang akan disampaikan yaitu Zat Aditif dalam makanan

c. Guru menjelaskan materi Zat Aditif dalam makanan melalui media Power point atau Flash (power point dan flash terlampir).

d. Guru menuntun siswa untuk menjelaskan pengertian zat aditif dan kegunaannya.

e. Guru menjelaskan beberapa bahan pengawet yang diperbolehkan digunakan dalam makanan.

f. Siswa memperhatikan penggunaan bahan kimia dalam makanan dari beberapa zat aditif.

g. Siswa menyebutkan efek samping dari penggunaan bahan kimia dalam makanan melalui penjelasan yang sudah dibahas oleh guru.

62’

Kegiatan Akhir

Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang baru dilakukan.

b. Guru memberikan penguatan dari kesimpulan yang diungkapkan oleh siswa.

c. Guru mengingatkan siswa materi selanjutnya yaitu kegiatan praktikum dan menginstruksikan bahan-bahan yang harus dibawa oleh masing-masing kelompok sesuai dengaan kelompok sebelumnya.

8’

Pertemuan Keempat

• Model pembelajaran : CL (Cooperative Learning) • Pendekatan : Konsep dan Keterampilan Proses • Metode : Praktikum dan Diskusi

(18)

Langkah Pembelajaran Waktu Apersepsi dan motivasi

a. Guru menginstrusikan pada siswa agar duduk berkelompok sesuai dengan pemberitahuan pertemuan sebelumnya.

b. Guru mengulas kembali materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya yang berkaitan dengan praktikum yang akan dilakukan.

c. Guru memberikan LKS pada masing-masing kelompok. (LKS terlampir)

8’

Kegiatan Inti

a. Guru mempersilahkan pada masing-masing kelompok untuk memulai kegiatan praktikum.

b. Siswa melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan prosedur yang tertera dalam LKS.

c. Guru menginstruksikan pada perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan dan mengumpulkan hasil praktikum.

d. Guru mengadakan diskusi kelas dan tanya jawab mengenai hasil praktikum kemudian membahasnya bersama-sama.

60’

Kegiatan Akhir

a. Siswa menyimpulkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. b. Guru memberikan penguatan dari kesimpulan siswa

c. Guru mengingatkan siswa materi sebelumnya dan siswa diminta untuk mengulas kembali nateri yang telah dipelajari sebelumnya.

d. Guru memberi tahu pada siswa bahwa materi telah selesai dan siswa harap bersiap untuk mengikuti tes evaluasi pada pertemuan selanjutnya.

5’

VIII. Sumber dan Media Pembelajaran

Media Pembelajaran :

Papan Tulis, LCD, power point, bahan yang digunakan adalah pemutih, pembersih, pewangi, pembasmi serangga

Sumber :

Karim, Saeful, dkk (2008). Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII SMP & MTs. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sutresna, Nana, dkk (2007). Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VIII SMP. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

(19)

Yuli Sugeng Irianto, dkk (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas & SMP dan MTs. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

IX. Evaluasi

A. Prosedur

1. Tujuan Evaluasi

Mengukur ketercapaian indikator dalam sub pokok bahasan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari melalui praktikum yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan test sumatif yang dilaksanakan setelah pembelajaran selesai.

2. Jenis Evaluasi

Evaluasi sumatif yang dilaksanakan setelah pembelajaran berlangsung berupa pengerjaan soal oleh siswa di lembaran soal dan proses tanya jawab guru dan diskusi dengan siswa saat berlangsungnya pembelajaran dikelas.

3. Waktu

Waktu evaluasi yang digunakan adalah sebanyak 5 menit. (Format Penilaian dan Soal Evaluasi Terlampir)

(20)

Butir Soal Sebagai Penguatan pada Kegiatan Akhir (pertemuan pertama) dan Kunci Jawaban

Indikator Pokok Uji JawabanKunci

Setelah diberikan penjelasan siswa dapat Mengidentifikasikan fungsi bahan kimia yang terdapat dalam makanan.

Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan.

1) Penambahan zat pengawet bertujuan agar makanan dalam kemasan ....

tidak ditumbuhi oleh bakteri dan jamur terasa manis

terlihat menarik tambah lezat

2) Bahan kimia tambahan buatan yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan sindrom restoran cina adalah ....

a. sakarin c. garam b. MSG d. sulfat

3) Komponen utama yang terdapat pada pembersih adalah ....

sabun dan pewarna detergen dan pewangi sabun dan detergen sabun dan pewangi

4) Bahan kimia yang sering ditemukan pada

pemutih pakaian adalah .... a. hipoklorit b. fosfat c. alkali d. sulfonat (A) (A) (C) (A)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :