TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBATASAN UPAYA HUKUM KASASI DALAM PERKARA PIDANA. Muh. Priyawardhana Dj.
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penyelesaian perkara pidana pada pelaku yang berusia lanjut tetap mengacu pada Kitab Undang-Undang Acara Pidana
Dasar hukum yang membuat hakim memberikan putusan lepas pada kasus pidana penipuan dan pemalsuan berdasar pada Pasal 191 ayat (2) Kitab Undang - Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran
3.2 Pembuktian dalam Putusan Perkara Pidana Nomor 1102/Pid.B/2012/PN.Jr tidak sesuai dengan Ketentuan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 atau biasa disebut dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).Peraturan yang menjadi dasar bagi pelaksanaan hukum acara pidana
Berdasarkan Pasal 1 angka 14 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang dimaksud dengan tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya
2.2.3 Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP dan Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana KUHAP Penetapan sanksi dalam suatu perundang-undangan pidana bukanlah sekedar masalah
Di Indonesia, asas ini diatur dalam Pasal 66 KUHAP Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang menyatakan bahwa "Setiap orang yang didakwa dalam suatu perkara pidana diperlakukan