AKUNTANSI, NEGARA, POLITIK,
AKUNTANSI, NEGARA, POLITIK,
DAN HUKUM
DAN HUKUM
Pengertian Standar Akuntansi Pengertian Standar Akuntansi
F
F ii nn aa nn cc ii aa l l AA cc cc oo uu nn tt ii nn g g SS tt aa nn dd aa rr dd B o a r d
B o a r d (( FAFA SS BB )) mmededefefninissikikan an StStanandadar r AAkkununttanansi si sesebbagagai ai bbererikikuut:t: “St
“Standandar ar AkAkuntuntansansi i adaadalah lah metmetode ode yanyang g serseragaagam m untuntuk uk memenyanyajikjikanan inor
inormasmasi, i, sehisehingga ngga laporlaporan an keukeuangan dari angan dari berbberbagai agai perusperusahaan yangahaan yang ber
berbedbeda a dapdapat at dibdibandandingingkakan n dendengan gan leblebih ih mumudah dah dimdimana ana kukumpmpulaulann konsep, standar, prosedur, metode, konensi, kebiasaan dan praktik yang konsep, standar, prosedur, metode, konensi, kebiasaan dan praktik yang di
dipipilih lih dadan n didiananggggap ap bebertrtererimima a umumumum!" !" StStanandadar r akakununtatansnsi i beberirisisikakann pedoman penyusunan laporan keuangan! Standar akuntansi terdiri atas pedoman penyusunan laporan keuangan! Standar akuntansi terdiri atas k
keraerangkngka a kkonsonsepteptual ual penpenyusyusunaunan n laplaporaoran n kkeuaeuangangan n dan dan perpernyanyataataann sta
standandar r akakuntuntansansi! i! ##eraerangkngka a kkonsonsepteptual ual berberisiisikakan n tujtujuanuan, , kkomomponponenen laporan, karekteristik kualitati, dan asumsi dalam penyusunan laporan laporan, karekteristik kualitati, dan asumsi dalam penyusunan laporan ke
keuangauangan! n! SedanSedangkan gkan $er$ernyatnyataan aan StandStandar ar AkuAkuntanntansi si ##euangeuangan an ($SA#($SA#)) berisikan pedoman untuk penyusunan laporan, pengaturan transaksi atau berisikan pedoman untuk penyusunan laporan, pengaturan transaksi atau kejadian, dan komponen tertentu dalam laporan keuangan! $engaturan kejadian, dan komponen tertentu dalam laporan keuangan! $engaturan ter
terkakait it kkomomponponen en laplapororan an kkeuaeuangangan n se%se%ara ara umumum um berberisiisikakan n dedeenienisi,si, pengakuan
pengakuan, , pengukurpengukuran, penyajian, an, penyajian, dan pengungkapan!dan pengungkapan! &
&erdapat tiga kerdapat tiga kemungkinan dalam pemungkinan dalam penyusunan standar enyusunan standar akuntanakuntansi :si : a!
a! 'iserahkan 'iserahkan sepenuhnya ksepenuhnya kepada kepada kekuatan ekuatan atau matau mekanisme ekanisme pasar!pasar! b!
b! 'ise'iserahkrahkan kan kepada epada sassastaptaproroesi!esi! %!
%! 'is'iseraerahkhkan kepan kepada pemada pemerierintantah!h!
Organisasi Penyusun Standar Akuntansi Di Beera!a Negara Organisasi Penyusun Standar Akuntansi Di Beera!a Negara a!
a! Badan peBadan penyusnyusun Standun Standar Akar Akuntanuntansi *ntersi *nternasionasional!nal! S
Sttaannddaar r AAkkuunnttaannssi i **nntteerrnnaassiioonnaall (I(Intnterernanatitiononal al AcAccocoununtitingng Standards/IAS)
Standards/IAS) didisusususun n ololeh eh emempapat t ororgaganinisasasi si ututamama a duduninia a yayaitituu Bad
Badan an StaStandandar r AkAkuntuntansansi i *nt*nterernasnasionional al (*A(*ASB)SB), , ##omomisi isi +as+asyaryarakakatat ropa (-), .rganisasi *nternasional $asar +odal (*.S.-), dan Federasi ropa (-), .rganisasi *nternasional $asar +odal (*.S.-), dan Federasi Akuntansi *nternasional (*FA-)!
Akuntansi *nternasional (*FA-)! b!
b! AmAmerierika Ska Serierikakat (/t (/SA)SA)!!
'i Amerika Serikat (/SA) terdapat 0 (empat) organisasi yang berperan 'i Amerika Serikat (/SA) terdapat 0 (empat) organisasi yang berperan dalam menyusun standar akuntansi yakni :
dalam menyusun standar akuntansi yakni : 1)
1) Securities and Exchange Commission (SEC);Securities and Exchange Commission (SEC); S- dibentuk tahunS- dibentuk tahun 12
123030, , beberprpereran an ununtutuk k memengngatatur ur pepenenerbrbititan an dadan n trtranansasaksksii pe
perrdadagagangngan an sesekkururititas as ololeh eh ememititen en kkepepadada a khkhalalayayak ak rarammaiai (pub
(publik), lik), memeajibkajibkan an perusperusahaan ahaan publipubli% % agar agar laporlaporan an kekeuangauangann eks
eksterternalnalnya nya diadiaudiudit t oleoleh h akakuntuntan an indindepeependenden, n, okokus us terterhadhadapap pe
pelalapoporaran n kkeueuanangagan n peperurusasahahaan an pupublblik ik dadan n pepengngemembabangnganan st
stanandadar r akakununtatansnsi, i, mememomoninitotor r prprososes es pepembmbenentutukakan n ststanandadarr a
akkuunnttaannssi i ddi i AAmmeerriikkaa, , mmeemmbbaannttu u mmeennggemembbaannggkkaan n ddaann menstandarisasi inormasi keuangan yang disajikan kepada para menstandarisasi inormasi keuangan yang disajikan kepada para pemegang saham dan memiliki mandat untuk menetapkan prinsip4 pemegang saham dan memiliki mandat untuk menetapkan prinsip4 prinsip akuntansi
5) American Institute of Certied Pulic Accountans (AICPA ); A*-$A memiliki peran penting dalam pengembangan dan pembentukan standar akuntansi, termasuk penyiapan (penyelenggaraan) ujian sertifkasi dan pendidikan berkelanjutan bagi para akuntan publik! 3) Financial Accounting Standards Boards (FASB); FASB merupakan
organisasi sektor sasta yang bertanggung jaab dalam pembentukan standar akuntansi di Amerika saat ini! FASB didirikan pada tahun 1263! ungsi utama dari FASB adalah mempelajari masalah akuntansi terkini dan menetapkan standar akuntansi! Standar ini dipublikasikan sebagai Statement of Financial Accounting Standards (SFAS)! FASB juga menerbitkan Statement of
Financial Accounting Conce!ts (SFA-) yang memberikan kerangka kerja konseptual yang memungkinkan untuk dikembangkannya standar akuntansi khusus! Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang sebagai prinsip4prinsip akuntansi yang berlaku umum!
0) "o#ernmental Accounting Standards Board ("ASB); 7ASB dibentuk pada tahun 1280 oleh FAF dengan tugas menetapkan standar akuntansi keuangan pemerintah! Standar ini dinamakan sebagai prinsip4prinsip akuntansi yang berlaku umum ("enerall$ Acce!ted Accounting Princi!les)! Standar ini diperlukan sebagai patokan
(pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku! 'engan adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktiitas perusahaan dapat men%atat, mengikhtisarkan, dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional maupun fnan%ial perusahaan se%ara baku (yang se%ara standar diterima umum) dan transparan!
%! *nggris9
'i *nggris, proesi akuntan independen mempunyai pengendalian yang luas atas standar4standar akuntansi dan berlaku prinsip ull dis%losure transparen%y sebagai kebutuhan sentral dari pelaporan keuangan! Badan4badan akuntansi utama di antaranya:
1) &he *nstitute o -hartered A%%ountants in ngland ;ales 5) &he *nstitute o -hartered A%%ountants o *reland
3) &he *nstitute o -hartered A%%ountants o S%otlands
0) &he Asso%iation o -ertifed -hartered A%%ountants (A--A) <) &he *nstitute o -.S& +anagement A%%ountants
=) &he -hartered *nstitute o $ubli% Finan%e A%%ountan%y d! #aasan ropa9
Badan pembuat standar akuntansi di untuk kaasan ropa ialah *ASB (*nternational A%%ounting Standard Board)!
e! *ndonesia9
*katan Akuntan *ndonesia (*A*) membuat komite standar akuntansi keuangan untuk menyusun standar akuntansi keuangan (#SA#)! sedangkan standar akuntansi pemerintah disusun oleh #omite Standar Akuntansi $emerintahan (#SA$)!
PERAN NEGARA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI
'i hampir seluruh negara, pemerintah berkeajiban mengontrol penyelenggaraan praktik akuntansi dalam perusahan dan pemerintahan itu sendiri karena perusahan berada dalam suatu negara! ungsi kontrolpengaasan yang dilakukan antara lain standar akuntansi yang digunakan, kebijakanperaturan4peraturan, akuntan, operasional perusahan dan lain4lain! namun tak terbantahkan, peran pemerintah sekarang lebih luas bahkan “ikut %ampur" dalam urusan4urusan internal perusahan, seperti penentuan saham, inestasi, kredit, bisnis internasional dan lain4lain! ini berdampak positi dan negati, dikatakan berdampak positi misalnya kebijakanperaturan terkait /pah +inimum >egional karyaan, men%egah masuknya pahamkebijakan4kebijakan luar yang tidak sesuai dengan kondisi suatu negara dan lain4lain, berdampak negati misalnya ruang gerak perusahan yang sempit karena dibatasi dengan birokrasi yang %endrung ketat, kaku dan banyaknya kepentingan tertentu! disamping itu peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi suatu ?egara, dapat di analogikan dengan kepala rumah tangga, dimana pemerintah berupaya untuk menstabilkan gejolak ekonomi di dalam negaranya!
%u&uan !emerintah dalam menstail'an e'onomi negaran$a adalah
1! Agar dapat memenuhi kebutuhan para pelaku ekonomi (produsen, konsumen, lembaga penunjang ekonomi)!
5! +embangun system perekonomian dalam bentuk system kelembagaan ekonomi, system perundang4undanga dan peraturan kebijakannya, system pengelolaan manajemen pemerintahan, perumusan kebijakan ekonomi, juga system distribusi dan pengembangan inrastuktur publi%!
3! &erus mengaasi agar terjadi pertumbuhan ekonomi!
$eran pemerintah dalam praktik akuntansi tidak terlepas dari proses perumusan standar akuntansi! dalam proses perumusan standar akuntansi, Belkaoui (128<) memberikan tiga ase dimana peran pemerintah berada pada ase kedua dan ketiga yakni Fase Peranan Profesi (*++,*-+); pada ase ini perumusan standar akuntansi didominasi oleh proesi! $ada periode organisasi tumbuh dan berkembang dengan pesat! $ada ase ini pulalah keluar Se%urities A%ts, yaitu peraturan tentang modal pada tahun 1233 dan 1230 yang merupakan bentuk %ampur tangan pemerintah dalam akuntansi! Fase Politisasi (*-+, Se'arang)" kelemahan yang terdapat pada ase peranan manajemen dan ase proesi menimbulkan ke%enderungan pada metode yang lebih %ondong dedukti dan politisasi (keikiutsertaan pemerintah) dalam penyusunan standar akuntansi! Standar akuntansi dianggap mempengaruhi masyarakat sehingga dapat dijadikan dasar untuk masuknya unsur politik dalam perumusan standar akuntansi! $ada ase ini FASB lahir yang merupakan peleburan dari unsur praktisi, bisnis, akademi, dan lembaga ormal!
-ontoh lainnya berdasarkan Fase diatas yang dapat dikatakan baha FASB sebagai penyusun standar akuntansi di Amerika Serikat,
adalah terpilihnya >onald >eagen sebagai $residen Amerika Serikat &ahun 128@ yang kemudian memun%ulkan “$asar bebas" dengan beberapa kompetisi dan deregulasi untuk kesejahteraan bangsanya melalui 5 (dua) kekuatan kompetiti yakni (1)! $engalokasian sumber daya masyarakat se%ara efsen (5)! +enghasilkan moral yang unggul sebagai bentuk ekonomi politik! ternyata membaakan dunia pada suatu krisis global dimana perusahan4perusahan besar banyak meraup keuntungan dari bisnis ini sedangkan perusahan4perusahan ke%il akhirnya bangkrut, terjadinya kesenjangan sosial yang tinggi! alaupun ?eoliberal mengeluarkan pernyataan baha “$asar bebas" tidak akan mengijinkan manajer perusahan untuk mengadopsi prespekti jangka pendek maupun untuk mengeluarkan laporan keuangan palsu, pelaporan keuangan palsu menjamur sepanjang tahun 122@4an!
$enerapan *nternational Finan%ial >eporting Standards (*F>S) dinegara4negara maju dan berkembang saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran pemerintah, seperti di Australia, Finan%ial >eporting -oun%il (F>-) sebagai sebuah Badan yang disponsori oleh $emerintah Australia telah mengadopsi *F>S bahkan eekti sejak 1 anuari 5@@<! hal ini kontras dengan %itra Australia sebagai salah satu otoritas terkemuka di akuntansi dengan sumber daya yang luas dalam penelitian dan pengembangan (asell +%#innon, 5@@3)! $erilaku ini tampaknya tidak rasional! oleh F>- memiliki tiga implikasi! $ertama, masa depan risiko terhadap tata kelola perusahaan dan mendukung kepentingan perusahaan besar yang dikaitkan dengan keputusan yang tergesa4gesa! meskipun biaya inormasi dalam pelaporan keuangan adalah diharapkan dapat mengurangi akibat keseragaman pelaporan keuangan, kualitas inormasi diproduksi dengan mengadopsi *F>S dipertanyakan (asell +%#innon, 5@@3)! #edua, F>- belum dianggap memadai dan memungkinkan implikasi priate se%tor asing untuk menentukan praktek pelaporan keuangan di Australia (oieson Cangfeld4Smith, 5@@3)! #etiga, proses konsultasi yang dinilai miskin dilakukan oleh F>- menyebabkan se%ara buta menerima *F>S, standar yang mungkin tidak memiliki releansi dengan penyusun dan pengguna laporan keuangan yang di Australia! $rosedur pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah Australia kontras dengan yang dari /ni ropa, yang melakukan proses konsultasi yang luas dan masyarakat untuk membuat keputusan untuk menerima *F>S (oieson Cangfeld4Smith, 5@@3)!
Finan%ial >eporting Foundation (F>F) dan +alaysian A%%ounting Standards Board (+ASB) pada tahun 5@@8 telah mengumumkan pernyataan tentang ren%ana mereka untuk membaa +alaysia untuk konergensi penuh dengan *nternational Finan%ial >eporting Standard (*F>S) pada 1 anuari 5@15! +alaysian A%%ounting Standards Board (+ASB) telah memasukkan ketentuan standar internasional ke dalam standar lokal akuntansi di +alaysia, dengan keyakinan baha dengan mengadopsi sepenuhnya *F>S, modal +alaysia dan keuangan pasar akan lebih meningkat! #epatuhan dengan *F>S, yang digunakan oleh lebih dari seratus negara di seluruh dunia, akan memasilitasi komparati dan meningkatkan transparansi, kemudahan komunikasi, melintasi perbatasan listing, mendorong arus modal!
'i *ndonesia, penerapan *F>S dimulai sejak tahun 5@@65@@8, alaupun belum se%ara penuh tetapi *ndonesia telah mengambil keputusan untuk menggunakan standar internasional ini! #eputusan *ndonesia terkait penerapan *F>S tidak terlepas dari peran pemerintah, seperti diketahui dalam seminar “*F>S, $enerapan dan Aspek $erpajakannya yang dilaksanakan di &ahun 5@15" +enteri #euangan >!* Sri +ulyani *ndraati pun mengungkapan persetujuan pemerintah *ndonesia yakni konergensi akuntansi *ndonesia ke *F>S perlu didukung agar *ndonesia mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional dan akan meningkatkan posisi *ndonesia sebagai negara yang bisa diper%aya di dunia dengan tata kelola dan pertanggungjaaban kepada rakyat dengan lebih baik dan konsisten!
POLITIK DAN PENGARUHN#A TERHADAP STANDAR
AKUNTANSI
Standar akuntansi digunakan sebagai a%uan dalam pembuatan laporan keuangan! Standar akuntansi disuatu negara akan berbeda dengan negara lain disebakkan oleh beberapa aktor! Faktor4aktor tersebut yaitu kerangka konseptual, kondisi negara, dan juga pihak4pihak yang terlibat didalam penyusunan standar stersebut! #erangka konseptual digunakan sebagai dasar pembuatan standar akuntansi! Standar akuntansi disuatu negara akan berbeda dengan dengan negara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi, hukum, politik, dan lingkungan sosial negara tersebut!
$roses pembentukan standar akuntansi sering disebut dengan standar setting !rocess! $embuatan standar akuntansi tidak lepas dari proses politik! 'alam penyusunan sebuah standar, terkait banyak pihak dengan berbagai latar belakang, motiasi, dan memiliki kepentingan yang berbeda4beda baik itu dari pemerintah, sasta, ataupun proesi akuntan itu sendiri terhadap pembuatan standar akuntansi! 'engan begitu unsur politik dapat berperan dalam penyusunan suatu stanadar!
'inamika perkembangan standar akuntansi diibaratkan sebagai sebuah roda berjalan tanpa henti seiring dengan proses yang mendasarinya! Akuntansi sebenarnya terbentuk dari enomena ekonomi dari perkembangan berbagai entitas ekonomi yang ada, sehingga pembentukan standar akuntansi bukanlah suatu proses yang berjalan serta4 merta, namun sangat memperhatikan aspek konsekuensi ekonomi yang diakibatkannya! .leh karenanya apabila proses penyusunan standar penuh dengan tekanan dari berbagai pihak yang berkepentingan, bukanlah suatu hal yang mengejutkan karena adanya aspek economic conse.uences (S%roeder -lark, 122<: 13)! #onstituen yang mungkin terkena imbas atau berkepentingan dengan standar akuntansi akan melakukan usaha untuk membuat standar yang mungkin terbentuk bisa memaksimalkan kepentingan mereka (;att, 1266)! *nilah yang dinamakan sebagai proses politik, yang menurut DeE (5@@5)
diartikan sebagai pembelaan atau pertimbangan self,interested dari pembuat standar mengenai aspek yang mungkin diasosiasikan dalam istilah economic conse.uences!
$roses politik dalam standar akuntansi diidentifkasikan sebagai usaha untuk memasukkan self,interest dalam penyusunan standar akuntansi (DeE, 5@@5) atau dalam upaya untuk memaksimalisasi transer kekayaan (;att, 1266)! $roses politik dalam standard setting merupakan isu yang menarik apalagi hal ini ada kaitannya dengan konsekuensi ekonomi saat standar akuntansi itu disahkan dan dipraktekkan!
+enurut elmy Adam dalam jurnalnya menuliskan, “'alam standar akuntansi proses politik diidentifkasikan sebagai usaha untuk memasukan sel4interest dalam penyusunan standar akuntansi(DeE, 5@@5) atau dalam upaya untuk memaksimalisasi transer kekayaan (;att, 1226)! $roses politik ini dilakukan dalam skala contituents lo$ing! #onstituen ini terbagi dalam berbagai pihak, misalnya riset +%Ceay et, al (5@@@) di erman membagi dalam 3 kategori yaitu kalang industri, auditor, dan akademis! 'engan dasar e%onomi% %onseuen%es, pihak4pihak yang terkena dapak ekonomi atas praktek standar akuntansi disebut sebagai kostituen! Beberapa kostituen ini akan membentuk grup (kelompok) yang melakukan lobi4lobi ke dean standar, atau bahkan melalui media pemerintah atau pengadilan untuk melakukan klaim atas penerapan regulasi! #alau dianalisis dari 3 hipotesis teori akuntansi positi (;att Dimmerman, 128=), maka akan ada tiga pihak terkait yaitu pemegang saham (onus !lan h$!otheses), kreditur (de!t con#enant ), pemerintah ( !olitical cost )! #etiga pihak ini akan menjadi sasaran prilaku manajemen, sehingga mereka melakukan klaim untuk menjaga agar kepentingan tetap aman! Beberapa interensi (klaim) atas perlakuan akuntansi juga dilakukan melalui perusahaan, terbukti dengan adanya klaim implisit stakeholders dalam memilih metode akuntansi (Boen at,al, 122<) >iset Boen et, al (122<) menunjukan pentingnya pemahaman dean standar atas motiasi manajemne yang bergantung pada klaim stakeholders! Apabila sudah tebukti oleh berbagai riset klasik tentang dampak laporan akuntansi terhadap perubahan harga atau return saham sebagai poGy kelakuan inestor (lihat -ho, 1283)"
$erusahaan yang mempunyai tujuan tertentu melakukan lobi pemerintah untuk membuat standar sesuai dengan tujuan perusahaan! 'alam situasi tertentu hubungan personal (perusahaan) dapat menghindari prosedur birokratis yang panjang dan mahal! 'engan negara yang politik, hukum, dan ekonomi yang lemah, inormasi4inormasi yang dibutuhkan perusahaan untuk membantu pen%apaian tujuan akan sangat sulit! 'engan seperti ini perusahaan dan politisi melakukan kesepakatan dengan proses lobi! $roses lobi tidaklah lepas dalam proses politik! #arena dalam proses politik, pihak4pihak tertetu yang memiliki kepentingan tersendiri melakukan lobi untuk membuat standar yang nanatinya membantu perusahaan men%apai tujuannya!
$roses penyusunan standar berusaha untuk mengakomodasi kepentingan konstituen dengan berbagai model proses politik! Cuehlfng
(122<) memberikan mekasnisme dengan keterkaitan berbagai pihak yaitu: Crisis Pulic 0utcr$ 1ashington 2es!onse Accounting Inter#ention and Proation! #risis merupakan enomena yang menjadikan teriakan publik, yang nantinya akan diakomodasi oleh regulatori atau legislati! ;ashington (pemerintah) akan mengakomodasi berbagai ketidakpuasan tersebut dengan melakukan interensi dalam penyusunan standar akuntansi!
;ibisana (1225) menyatakan baha penyusunan standar akuntansi lebih %enderung untuk akomodati terhadap berbagai pihak, apalagi yang mayoritas! +eskipun -hris >obinson dalam S%ott (122=:3634360) men%oba menganalisis beberapa pendapat para ahli baha membuat standar yang bagus sangat mungkin, namun kepentingan ekonomi eek standar juga harus bisa ditata dengan benar!
#enyataannya baha standar akuntansi tidaklah lepas dari interensi pemerintah! ;att (1266) mengungkapkan baha teori akuntansi keuangan perusahaan harus bisa menjelaskan persyaratan pemerintah dan regulasi laporan keuangan! Fakta baha kebijakan penentuan tariinsenti fskal dan harga adalah berdasarka n accounting numers (DeE, 1268)9 menjadikan manajer korporasi melakukan lobi ke agen dean pembuat standar untuk membuat standar yang berimplikasi pada tari yang menguntungkan (+iller, 1220:6)! $erilaku birokrat juga bisa mempengaruhi proses standar, apalagi berkaitan dengan regulasi krisis! /jung4ujungnya juga ke masalah ekonomi, yaitu politisi dan birokrat menginginkan costl$ information dalam proses politik sehingga mampu memberi kesempatan baginya untuk mengendalikan transer kekayaan ke pemerintah ataupun pada dirinya sendiri (;att Dimmerman, 128=:55=9 +iller, 1220:6)!
ASPEK HUKUM DALAM PRAKTIK AKUNTANSI
'efnisi hukum kerap memberikan pandangan yang berbeda bagi setiap orang! Berbagai ahli hukum di belahan dunia mengartikan hukum dengan bahasa dan pandangan yang berbeda! .leh karena itu setiap ahli hukum mempunyai batasan yang berlainan dengan ahli hukum lainnya (dalam ?eltje, 1220)
Ada beberapa pengertian ukum +enurut $ara Ahli ukum, diantaranya : 1! +enurut Han #an (lsi #artika Sari dkk, 5@@8), hukum adalah
keseluruhan peraturan hidup yang bersiat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat!
5! /tre%ht (lsi #artika Sari dkk, 5@@8), hukum adalah himpunan peraturan, baik berupa perintah maupun larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan!
3! +enurut ;iryono #usumo (lsi #artika Sari dkk, 5@@8), hukum adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sanksi!
#onsep hukum dikembangkan oleh berbagai maIhab atau aliran di dalam teori hukum dan flsaat hukum! #onsep hukum tradisional mengartikan hukum sebagai asas kaidah norma, sedangkan pandangan modern menyatakan baha hukum tetap dilihat sebagai norma atau kaidah tetapi juga merupakan gejala sosial budaya! #onsep ini mempertahankan hukum tetap harus berbentuk tertulis untuk menjaga kepastian hukum, tetapi isinya harus merupakan perhatian terhadap gejala sosial budaya yang men%erminkan hukum yang timbul di masyarakat
ukum memiliki beberapa karakteristik, diantaranya dapat dituliskan :
1! ukum bersiat abstrak : hukum itu tidak nyata, tidak berujud namum meskipun hukum itu tidak nyata tetapi hukum itu benar4benar ada bukan mengada4ada, dan bukan bukan suatu fksi semata!
5! kontinuitas : hukum berlangsung sepanjang masa, tidak dapat di%abut, bagaimanapun tragisnya suatu keadaan), uniersal (hukum itu ada dan berlaku dimana4mana!
3! ukum itu luas : hukum itu tidak hanya berlaku dalam suatu ilayah negara, atau berlaku untuk arganegara yang bersangkutan saja, bahkan hukum itu dapat berlaku di luar ilayah negara yang bersangkutan!
$ada kegiatan perekonomian dalam lingkungan usaha (bisnis, banyak aktor4aktor yang mempengaruhi, diantaranya aktor ekonomi (makro), aktor manajemen, aktor politik, dan lain4lain dimana yang paling utama adalah aktor hukum! Aspek hukum ini penting karena menentukan dalam pengembangan usaha, boleh ada tidak nya men%iptakan lapangan pekerjaan di tentukan oleh hukum itu sendiri! +aka banyak pelaku bisnis yang mengalami hambatan dalam mengembangkan usahanya, baik karena tidak ada hukumnya maupun peraturan yang tidak sesuai! 'alam pengembangan suatu usaha memiliki hubungan satu sama lain! terbukti baha kedua aktor tersebut saling berkaitan! +isalnya kondisi ekonomi *ndonesia sekarang ini yang tidak stabil dan terus menurun, pemerintah mengharapkan inestor asing mau datang dan berinestasi di *ndonesia!
#husus mengenai ekonomi, pada saat ini dapat dikatakan tidak ada lagi kegiatan ekonomi yang tidak berkaitan dengan hukum! Sebaliknya tidak ada lagi kegiatan hukum yang tidak beraspek ekonomi! 'engan demikian pemahaman kedua ilmu itu se%ara menyeluruh sudah menjadi kebutuhan bersama! 'engan kata lain, seseorang yang mempelajari hukum seharusnya mempelajari ekonomi juga, demikian juga sebaliknya! konomi merupakan suatu adah atau bentuk organisasi masyarakat yang memiliki tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatan kesejahteraan masyarakat!
#ehidupan ekonomi mensyaratkan adanya tertib sosial yang di dalamnya terdapat kegiatan ekonomi! 'isisi lain, ekonomi memiliki pengaruh sendiri terhadap hukum! $engaruh ini dalam bentuk pertimbangan4pertimbangan untung4rugi yang berpengaruh pada kerja hukum! #arena tidak semua orang patuh terhadap hukum atas dasar hukum memang harus di taati! +asyarakat pun bias mentaati hukum karena tujuan4tujuan lain untuk memperoleh keuntungan ekonomis! Sebaliknya, jika tidak melihat keuntungan eknomis, maka akan rugi dan tidak mentaati hukum yang ada! 'alam pembangunan ekonomi di *ndonesia tidak lah merata, di karenakan tidak di jiai aspek kemanusiaan dan aspek yang menyeluruh! &erbukti baha hasil posti dari perkembangan yang pesat ini hanya berarti untuk para pelaku ekonomi beskala besar ata di sebut golongan atas! Sedangkan golongan baah, mereka justru dirugikan karena tidak dapat menikmati hasil4hasil pembangunan ekonomi!
ubungan antara ekonomi dan hukum itu saling menunjang! konomi tidak akan bisa berjalan dengan baik bila tidak ada payung hukum yang melindungi pelaku ekonomi dalam menjalankan aktiftas usahanya! 'i *ndonesia dan di negara J negara lain masih banyak terdapat permasalah dalam bidang ekonomi! al itu terkait akan kebijakan ekonomi suatu negara yang akan sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi di negaranya! #ebijakan didalam suatu perusahaan juga sangat mempengaruhi perekonomian para karyaannya, karena sangat mempengaruhi kehidupan serta daya saing didalam masyarakat!
Selanjutnya, hubungan antara hukum dan ekonomi juga sangatlah erat dan bersiat timbal balik! #eduanya saling mempengaruhi dan bekerjanya satu sama lain! ukum sebagai pengontrol perkembangan ekonomi dengan peraturannya! Sedangkan ekonomi sebagai bekerjanya hukum itu sendiri! $eranan hukum dalam pembangunan ekonomi tergantung pada pola perkembangan ekonomi yang dianut oleh negara! 'alam pengembangan negara, hukum berungsi sebagai orientasi ekonomi! 'alam pembangunan ekonomi, hukum berungsi sebagai lembaga pendukung atau jaminan setiap aktiitas!
3ing'ungan 4ang 5em!engaruhi A'untansi6
konomi memang merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktiftas manusia yang erat berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa! ?amun jika kita melihat dari pangkal *stilah KekonomiK , dimana ekonomi sendiri berasal dari bahasa Lunani, yaitu “oikos" yang dapat diartikan sebagai Kkeluarga, rumah tanggaK kemudian asal kata nomos yang memiliki pengertian Kperaturan, aturan, dan hukumK! 'engan demikian se%ara garis besar ekonomi dapat diartikan sebagai Katuran rumah tanggaK atau Kmanajemen rumah tangga"! .leh karenanya, proses akuntansi sangat berkaitan dengan aspek hukum mengingat proses akuntansi itu sendiri merupakan salah satu bagian atau kegiatandari ekonomi!
'alam kaitannya akuntansi sebagai salah satu kegiatan yang ada dalam kegiatan perekonomian, maka kebutuhan akuntansi dalam dunia bisnis sangat dipengaruhi juga oleh aktor4aktor ekonomi (makro), sosial,
dan politik, serta hukum! Sebuah model berikut ini menunjukkan aktor4 aktor yang mempengaruhi sistem akuntansi! 'i dalamnya terdapat aktor4aktor seperti : bentuk kepemilikan perusahaan, aktiitas bisnis perusahaan, sumber pendanaan, tingkat perkembangan pasar modal, sistem perpajakan, adanya pengaruh proesi akuntansi, pendidikan dan riset akuntansi, bentuk sistem politik, keadaan lingkungan sosial, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inMasi, bentuk sistem hukum, dan peraturan4peraturan akuntansi! Salah satu %ontoh penerapan aspek hukum dalam kegiatan ekonomi salah satunya dapat ditunjukan pada penerapan pajak, dimana suatu keharusan atau keajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap arga negara! Sehingga segala sesuatu yang sudah diajibkan ketentuannya oleh pemerintah, maka itu mengandung konsekuensi hukum yang harus ditaati! Singkatnya adalah, perpajakan merupakan aktor yang sangat penting ketika sebuah sistem akuntansi berada pada negara4negara yang ketat sistem dan hukum perpajakannya!
$eraturan perundang4undangan dan hukum &entunya akan sangat berpengaruh pada sistem akuntansi! Ada beberapa hal yang mengindikasikan baha akuntansi juga dapat diklasifkasikan dengan system hukum suatu ?egara, yaitu :
1! Akuntansi dalam negara4negara “hukum umum" memiliki karakter berorientasi terhadap penyajian ajar, transparansi, dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak! $asar saham mendominasi sumber4sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan inrmasi inestor luar! Akuntansi hukum umum disebut sebagai Anglo SaGon!
5! Akuntansi dalam ?egara4negara “hukum kode" memiliki karakteristik beorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara ankuntansi keuangan dan pajak! Bank atau pemerintah mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor! Akuntansi ini disebut juga %ontinental!
#lasifkasi yang didasarkan padada penyajian ajar ersus kepatuhan hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti :
1! 'epresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktia selama masa manaat ekonomi (penyajian ajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum)!
5! Sea guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktia tetap diperlakukan seperti itu (penyajian ajar) atau diperlakukan seperti sea guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum)!
3! 'ana pensiun (pension) dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyaan (penyajian ajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja (kepatuhan hukum)!
+asalah lain adalah penggunaan %adangan diskrit untuk meratakan laba dari satu periode ke periode yang lain! $enyajian ajar dan substansi mengungguli bentuk (substan%e oer orm) merupakan %iri utama
akuntansi hukum umum! Akuntansi kepatuhan hukum dran%ang untuk memenuhi ketentuan yang dikenankan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau memenuhi ren%ana makroekonomi pemerintah nasional! $engukuran yang konserati mamastikan baha jumlah yang hati4hati dibagikan! Akuntansi kepatuhan hukum akan terus digunakan dalam laporan keuangan perusahaan se%ara indiidu yang ada di ?egara4 negara hukum kode di mana laporan konsolidasi menerapkan pelaporan dengan penyajian ajar! 'engan %ara ini, laporan konsolidasi dapat memberikan inormasi kepada inestor sedangkan laporan perusahaan indiidual untuk memenuhi ketentuan hukum!
#arena tanggung jaab moral akuntan adalah kepada pihak ekstern perusahaan sebagai pemakai laporan keuangan, jadi sangat penting untuk diingat baha akuntan harus bekerja sesuai standar yang berlaku (SA#) dan tidak sengaja memanipulasi inormasi yang menguntungkan pihak4 pihak tertentu! Segala sesuatu yang kita lakukan masih terikat dengan hukum baik hukum tertulis maupun hukum adat! Sama halnya dengan seorang akuntan yang melakukan proses akuntansi, mereka melaksanakan tugas sebagai akuntan sesuai dengan hukum yang berlaku bagi seorang akuntan! 'i dalam prosesnya, seorang akuntan tidak dapat melaksanakan kegiatannya tanpa menga%u pada aturan4aturan hukum atau aspek hukum dalam ekonomi! 'i dalam aspek hukum ekonomi sudah ada aturan mengenai proses akuntansi yang harus dipatuhi dan tidak boleh disalahgunakan oleh para akuntan karena dapat merugikan pihak lain!