• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Teknis SL PHT Tanaman Perkebunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pedoman Teknis SL PHT Tanaman Perkebunan"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

DUKUNGAN PERLINDUNGAN

PERKEBUNAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

DESEMBER 2012

PEDOMAN TEKNIS

SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU

(SL-PHT)

(2)

KATA PENGANTAR

Pedoman Teknis Kegi at an Sekol ah Lapang

Pengendal i an Hama Tepadu (SL-PHT) di daerah

t ahun 2013 disusun dal am rangka memberi kan

acuan dan arahan pel aksanaannya kepada Dinas

yang membidangi Perkebunan dan Perangkat

Perl indungan

Per kebunan

di

Provinsi

dan

Kabupat en/ Kot a.

Sist emat ika Pedoman Tekni s i ni t erdir i dari

Bab I. Pendahul uan, berisi Lat ar Bel akang,

Sasar an

Kegiat an,

dan

Tuj uan;

Bab

II.

Pendekat an

Pel aksanaan

Kegiat an

memuat

t ent ang

Pri nsip

Pendekat an

Pel aksanaan

Kegiat an

dan

Spesi f ikasi

Teknis;

Bab

III.

Pel aksanaan Kegi at an, berisi Ruang Lingkup,

Pel aksana dan Penanggung Jawab Kegiat an,

Lokasi, Jenis dan Vol ume, dan Simpul Kr it is;

Bab IV. Pembinaan, Pengendal ian, Pengawal an

dan Pendampingan; Bab V. Monit oring, Eval uasi

dan Pel aporan; Bab VI. Pembiayaan sert a Bab

VII. Penut up.

Pedoman Teknis i ni sebagai acuan Dinas

yang

membidangi

Perkebunan

di

Provinsi/ Kabupat en/

Kot a

dal am

menyusun

Pet unj uk Pel aksanaan dan Pet unj uk Teknis yang

l ebih

spesif i k

berdasarkan

kondisi

daerah

set empat .

(3)

Semoga Pedoman Tekni s i ni dapat memberi

manf aat bagi pel aksanaan kegi at an di daerah

sesuai

dengan

t ar get

dan

sasaran

yang

direncanakan.

Jakart a, Desember 2012

Direkt ur Jender al

(4)

FTAR ISI

KATA PENGANTAR ...

i

DAFTAR ISI ...

iii

DAFTAR LAMPIRAN...

v

I.

PENDAHULUAN ...

1

A. Latar Belakang ...

1

B. Sasaran Kegiatan ...

3

C. Tujuan ...

3

II. PENDEKATAN PELAKSANAAN KEGIATAN

4

A. Prinsip Pendekatan Pelaksanaan

Kegiatan ...

4

B. Spesifikasi Teknis ...

9

III. PELAKSANAAN KEGIATAN ...

16

A. Ruang Lingkup ...

16

B. Pelaksana dan Penanggung Jawab

Kegiatan ...

17

C. Lokasi, Jenis dan Volume ...

21

D. Simpul Kritis ...

22

IV. PEMBINAAN, PENGENDALIAN,

PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN .

25

A. Pembinaan, Pengendalian,

Pengawalan dan Pendampingan ..

25

(5)

V. MONITORING, EVALUASI DAN

PELAPORAN ...

27

A. Monitoring...

27

B. Evaluasi ...

27

C. Pelaporan ...

27

VI. PEMBIAYAAN ...

30

VII. PENUTUP ...

31

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Model tes Ballot Box ...

32

Lampiran 2 Matrik Analisa Pasangan

Terperinci ...

33

Lampiran 3. Matrik Kualitas SL-PHT...

34

Lampiran 4. Format wawancara dengan

Kuesioner ...

35

Lampiran 5. Jenis dan Volume Komponen

(7)

E

D

kang

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

merupakan salah satu faktor yang

menyebabkan rendahnya produksi dan

kualitas hasil tanaman perkebunan. Akibat

serangan OPT, diperkirakan

terjadi

kehilangan produksi sekitar 30% - 40%.

Untuk menghindari kerugian akibat serangan

OPT, sampai saat ini masih banyak petani

dan

masyarakat

yang

mengartikan

pengendalian OPT sama dengan penggunaan

pestisida kimia

sintetis. Penggunaan

pestisida kimia yang berlebihan dapat

menimbulkan resistensi, resurjensi dan

ledakan

hama

sekunder,

pencemaran

lingkungan dan gangguan kesehatan.

(8)

r

t

u

t

hu, mampu dan mau

menerapkan PHT di kebunnya secara

mandiri, maka petani perlu dibekali

pengetahuan dan keterampilan tentang

prinsip PHT yaitu

1). Budidaya Tanaman

Sehat, 2). Pelestarian dan Pemanfaatan

Musuh Alami, 3). Pengamatan Rutin dan

4).Petani menjadi Ahli PHT. Pengetahuan

dan keterampilan tersebut dapat diperoleh

petani melalui Sekolah Lapang Pengendalian

Hama Terpadu (SLPHT).

Petani yang sudah mengikuti SL-PHT sejak

tahun 1997 sampai dengan tahun 2012

berjumlah sekitar 140.195 petani. Jumlah

petani yang telah mengikuti SL-PHT masih

sangat kurang yaitu baru mencapai 0,78%

dari total jumlah petani perkebunan rakyat

di seluruh Indonesia.

SL-PHT yang sudah dilaksanakan selama tiga

belas tahun dan sudah menunjukkan hasil

yang cukup memuaskan antara lain dari hasil

penelitian Dampak SL-PHT oleh beberapa

mahasiswa S2 pada kopi, kakao, teh dan lada

rata-rata peningkatan produktivitas hasil

tanaman petani alumni SL-PHT mencapai

25-27%. Selain itu, yang lebih penting terjadinya

perubahan positif terhadap pengetahuan,

keterampilan dan sikap petani.

(9)

t

r

! " #

t

#

t

#$

t

r

! #

s

! % &' ( " # $") " # *

u

# #

ya, maka kegiatan

SL-PHT petani perlu dilaksanakan secara

berkesinambungan. Untuk itu pada tahun

2013 akan dilaksanakan pelatihan SL-PHT

sebanyak 202 kelompok tani (5.050 petani) di

24 provinsi, 95 kabupaten, dengan peserta

perempuan minimal 25 %.

B. Sasaran Kegiatan

Sasaran nasional dari pelaksanaan SL-PHT

adalah terlaksananya kegiatan SL-PHT pada

202 KT di 24 provinsi, 95 kabupaten.

C. Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan SL-PHT :

1.

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan

keterampilan

petani/kelompok

tani

tentang empat prinsip PHT yaitu :

1).Budidaya Tanaman Sehat,

2).Pelestarian dan Pemanfaatan Musuh

Alami

3).Pengamatan Rutin/Berkala,dan

4).Petani menjadi Ahli PHT.

(10)

,, - . /0

D

/12

T

2 0. /

L

2132 02201/4, 22 0

T

2- .

rinsip

.

endekata

5.5

elaksanaa

1

egiatan

6- .

endekata

5

Umum

7

r

8

ns

8

p p

9

n

: 9;

k

t

;

n um

um

<9

l

8

put

8 = ;>

y

;? @ A9

rs

8 B;

t

;: <8 ?8

str

;8B

t

: ;? <;?;C9<9? D9@8;

t

;?E

6- 6 3 1

Ti

F .

elaksana

1

egiatan

;E7 9 ?9

t

;G ;? HI J8 < 7 9 >;D

s

;?; I9 @8 ;

t

;? K>9= I9G ;>; L8 ?;MI7 N

s

G ;>8 ? @ >; <A;

t

O P

s

;

tu

Q <8? @@

u

s

9

t

9> ; = : 8

t

9

r

8<;?

y

; G9 ? 9

t

; G;? H;

t

D9

r

: ;8

r

R9?9

t

r

8 79

rt

;?8 ;?E

AE7 9 ? ;? @@

u

? @ C;

w

;A : ;? G9 > ;D

s

;? ; D9 @8 ;

t

;? HS T7 U J

u

?

tu

D

J7 G

r

K

v

8 ?

s

8 : 8

t

9

t

;GD;? K>9= I9G ;> ; L8?;

s

7

r

KV8?

s

8E

WE7 9 ? ;? @@

u

? @ C;

w

;A : ;? G9 > ;D

s

;? ; D9 @8 ;

t

;? H S T7 U J

u

?

tu

D J7 D;A

u

G ;

t

9? MDK

t

; :8

t

9

t

; GD;? K>9 = I9G;>;L8 ?;

s

D;A

u

G ;

t

9? MDK

t

;E 6- X YZ

ncanakerja

[9 ?W;?; D9

r

C; G9 > ;D

s

;?;;? < ;

s

8? @ T < ;

s

8 ? @ D9 @8;

t

;? : 8

susu

? G;>8 ? @ > ; <A ;

t

O P

s

;

tu

Q <8 ? @@

u s

9

t

9 > ;= : 89

t

t

;GD;??

y

; HI J8< G9 > ;D

s

;?; : ;?

(11)

] ^

3

_

uklak,

_

uknis

` a

n

y

a ba

s

cd ce f

u

gbc ghf

u

ge d

s u

e

tu

g gaidc

t

ce j` `

r

k

v

d ed

s

hlcm

u

nc

t

aehlkc

t

nc bdei bcomc

t

p q r

u

cs od eii

u s

a

t

a bct rd

t

a

t

cngcee

y

c ul jdo na bcg

s

cec rce oaeicv

u

gancrc `ar koce ja ge d

s

rc

r

d wd

t

xae` a

r

gam

u

ecey

] ^z {|

visi

` aeicx

u

ce

r

a}d

s

d gaid c

t

ce nc bdei bcomc

t

m

u

bce ~am

ru

c

r

d p€ rc

n

rdc

juk

c

n ol

at l` ‚ ocd ei

s

ƒoc

s

d ei uc

t

ga

r

y

] ^

5

„

oordinasida

…†

osialisasi

lk k

r

rd e cd

s

rdbcg

u

gce kbat na bcg

s

ce c raeice ‡ ‡ `pj` ˆ arce ‰ u Š

r

cmc

y

c‰ ‚om ke rce ‡`j` `ke

t

dcecg q

s

a

su

cd raeice

w

dbc

y

ct ga

r

xcs ‰ rce wd e c

s

lcm

u

nc

t

ae l k

t

c rdoce c

t

a

r

rcnc

t

bkgc

s

d gaidc

t

ce rdbc gcecgcey

s

uarceigce

s

k

s

dcbd

s

c

s

d rdbcg

s

cec gce gancrc na

t

ced vcbke bkgc

s

d gaid c

t

ce u‹ƒ `Œ jy

] ^

6



onitoringda

…Ž

valuasi

ˆke d

t

kdei

r

rce a} c b

u

c

s

d rdbcg

u

gce

s

a bcoc gaid c

t

ce ma

r

bcei

su

ei od e docb p q r

u

cs gc bd rd

s

a

su

cd gce raeice

su

(12)

 ‘

7 Laporan

’“”’

por

’

n

p

•

rk

•– — ’

n

˜ ’

n

p

•’

l

ks

’

n

’’

n k

•˜™ ’’

t

n

š ™

s

’

m

p

’™

k

’

n

s

•

su

’ ™ š•

n

˜ ’

n j

’š

u

’

l

š ’

n

›

orm

œ• š

om

’

n

 žŸ  ¡ ¢£“

—“”’

por

’

n

’

k

¤ ™

r

¥•˜ ™ ’

t

’¦ š ™

s

’ –§ ’™¥’¦ ¥• §

us

’

t

§ ’¨ ™¦ ˜ ¨ ’– — ’

t

© ªš

u

’« – ™¦ ˜˜

u s

•

t

•¨ ’¤ ¥•˜ ™’

t

’¦

s

•¨•

s

’™ š ’¦

t

™ š’¥ –•¨ •’

w

t

™ —¨ ’¦

u

¬ •

s

• –— •

r

©­ ®¯“

° ‘ ±

rinsip

±

endekata

²

Teknis

”³œ´µ — •

rtu

¶’¦

u

u

¦

tu

¥

–•¦™¦ ˜ ¥’

t

¥’¦

§ •¦ ˜ •

t

’¤

u

’¦ ·

s

™ ¥’§ š ’¦ ¥•

t

•

r

’ –§ ™¨ ’¦ § •’¦™¸¥•¨¹–§¹¥

t

t

’¦ ™

t

•¦

t

’¦˜ • –§ ’

t

§

r

™¦

s

™§œ´µ

y

’™

tu :

’“º

u

š™ š ’

y

’ µ’¦’ –’¦•¤’

t

;

b. Pelestarian dan Pemanfaatan Musuh

Alami;

c. Pengamatan rutin/berkala;

d. Petani menjadi ahli PHT.

(13)

Pendekatan teknis pelaksanaan SL-PHT

sebagai berikut:

a. SL-PHT dilaksanakan oleh Pemandu

Lapang (PL) dengan pembinaan oleh

Pusat

(Direktorat

Perlindungan

Perkebunan),

Dinas

Provinsi/

Kabupaten/Kota yang membidangi

perkebunan.

b. Waktu

pelaksanaan

disesuaikan

dengan

karakter/sifat/

fenologi

tanaman dan serangan OPT.

c. Dilakukan dalam kelompok yang

terdiri dari 25 petani laki-laki dan

perempuan. Selanjutnya kelompok

tersebut dibagi menjadi 5 sub

kelompok kecil masing-masing 5

petani.

d. Kebun sebagai sarana belajar utama,

dan diskusi dilakukan di saung SL-PHT.

e. Sosialisasi setelah penetapan CP/CL.

f. Satu

kelompok

mengusahakan

komoditas perkebunan yang sama.

g. Tersedia

pemandu

lapang

di

(14)

h. Untuk memenuhi kekurangan jumlah

pemandu lapang SL-PHT

dapat

memanfaatkan

tenaga

pemandu

lapang bersertifikat yang telah purna

bakti dan petugas/petandu yang telah

selesai mengikuti pelatihan pemandu

lapang (PL) SL-PHT.

i. Penetapan PL oleh Kepala Dinas

Provinsi/kabupaten

kota

yang

membidangi perkebunan

dimana

pelatihan SL-PHT dilaksanakan.

3

»

TindakLanjut

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi

perlu dilakukan tindak lanjut sebagai

berikut:

a. Kelompok

tani

yang

telah

mendapatkan pelatihan SL-PHT agar

menerapkan PHT dan menyebar

luaskannya

kepada

petani

di

sekitarnya.

b. Dinas

provinsi/kabupaten/kota

melalui dana APBD agar memfasilitasi

SL-PHT untuk petani lainnya.

(15)

petani

semakin

baik

dan

berkelanjutan.

¼ ½ ¾

pesifikasiTeknis

¿½ À

riteria

a. Peserta

1) Petani pemilik/penyewa atau petani

penggarap;

2) Jumlah peserta perempuan minimal

25 % dan tidak dalam keadaan

hamil tua;

3) Berumur minimal 17 tahun dan

sehat;

4) Dapat menulis dan membaca;

5) Sanggup

mengikuti

SL-PHT

selama 16 kali pertemuan tanpa

terputus;

6) Tidak diperbolehkan ganti peserta.

b. Pemandu Lapang (PL)

(16)

c. Pertemuan dilakukan di saung

pertemuan

dan kebun praktek

berlangsung dari jam 07.30-14.00

Pengaturan waktu dan materi sebagai

berikut :

No

Waktu

Materi/Kegiatan

1 07.30-10.30

Analisis

Agroekosistem

(AAES)

2 10.30-11.00

Istirahat

3 11.00-12.00

Dinamika

Kelompok

4 12.00-14.00

Topik Khusus

d. Lokasi SL-PHT mudah dijangkau oleh

pemandu dan peserta, tersedia kebun

praktek seluas ±1 ha.

e. Kebun praktek dibagi atas 2 petak

perlakuan yaitu petak PHT dan Non

PHT (kebiasaan pengendalian yang

dilakukan oleh petani). Setiap petak

dibagi 5 sub petak kebun praktek.

f. Setiap sub kelompok mengelola 2 sub

(17)

Á Â Ã

etode

a. SL-PHT dilaksanakan oleh PL dan

dikoordinasikan oleh Dinas Provinsi/

Kabupaten/ Kota yang menangani

perkebunan.

b. Pertemuan dilaksanakan sebanyak 16

kali dengan interval satu minggu

secara kontinyu.

c. Pertemuan mingguan dipandu oleh

dua orang Pemandu Lapang (PL) yang

bekerja

sebagai

tim

dan

mendatangkan/mengundang

nara

sumber jika diperlukan.

d. Pendekatan

andragogi

(metoda

belajar orang dewasa) yaitu belajar

dari pengalaman di lapangan sehingga

mereka tahu, mau dan mampu

menerapkannya secara mandiri.

e. Proses belajar mengajar dilakukan

dengan metoda partisipasi aktif,

mencari,

dan

menumbuhkan

kepercayaan sendiri, serta mengambil

keputusan

bersama

dalam

menentukan tindakan pengelolaan

kebun.

(18)

menganalisa,

menyimpulkan,

menerapkan dan mengalami kembali.

g. Pada setiap kali pertemuan dilakukan

kegiatan-kegiatan

yaitu

Analisis

Agroekosistem

(AAES),

Dinamika

Kelompok dan Topik Khusus.

h. Sarana SL-PHT yaitu :

1) Kebun

2) Saung Pertemuan

i. Bahan dan Alat SL-PHT yaitu :

1) Kertas koran

2) Alat tulis

3) Pupuk

4) APH

5) Dekomposer

6) Petunjuk Lapangan

7) Bahan dan perlengkapan praktek

lain

j. Materi SL-PHT:

1) Mengacu pada kurikulum SL-PHT

yang disusun berdasarkan

kebutuhan peserta (hasil Analisa

Kebutuhan Pelatihan dan Test

Ballot Box awal).

(19)

secara teratur (berkala) dan

petani menjadi ahli PHT.

3) Dikelompokkan kedalam Topik

Umum, Topik Khusus, Penunjang

dan Dinamika Kelompok dengan

kegiatan

utama

Analisis

Agroekosistem (AAES).

PHT

- Apa ini ?

- Analisa Kebutuhan

Pelatihan

- Kontrak Belajar

- Pengorganisasian warga

belajar

- Test Ballot Box Awal

2.

Merancang

Petak Studi

Ploting Petak PHT dan Non

PHT

3.

Topik Umum - Ekosistem Dasar

- Analisis agroekosistem

(AAES)

4.

Topik Khusus

a. a. Budidaya

(20)

Ï

o

Ð Ñ

ateri/

Ò

egiatan

Ó

etunjukLapanga

ÔÕÓ

etlap

Ö

dan kakao

-

- Penanaman

-

- Pemangkasan

-

- Pupuk dan pemupukan

-

- Pohon pelindung

-- - Agens Pengendali Hayati

- - Koleksi Serangga

-

Mitigasi dan Adaptasi DPI

(21)

×

o

Ø Ù

ateri/

Ú

egiatan

Û

etunjukLapanga

ÜÝÛ

etlap

Þ

6.

Dinamika

Kelompok

a. Perkenalan

Rantai nama dan buat

barisan

b.Pengakraban Kapal tenggelam

c.Kreativitas

9 titik 4 garis

d.Kerjasama

Menggambar bersama

e.Pemecahan

Masalah

Samson Delilah

f.Komunikasi

Bermain tali

7.

Evaluasi

- Ballot Box (Akhir)

- Analisa Pasangan Terperinci

k. Monitoring

dan

evaluasi

penyelenggaraan SL-PHT dilakukan

dengan beberapa model yaitu:

1) Test Ballot Box;

2) Matrik

analisa

pasangan

terperinci;

3) Matrik kualitas SL-PHT;

4) Melakukan

wawancara

dengan

menggunakan kuesioner.

Model 1), 2), 3), dan 4) disajikan pada

Lampira

Ü

ß

,

à

,3, da

Ü

(22)
(23)

r

v

s

,

95

u

t

.

3

ut

/

!

s

" #

u

"! " $%

-

& '( ) *

t

!

u,

u

+

u

r

& '(

s

)

202

"

t

) *

t

rs

r

+

24

r

v

s

,

95

u

t

.

B

, - ./0 1 20 3040 3- .3 0 3 556 3 5

Jawab Kegiatan

1.

&"

s

+ **

u

* 7

w

*

t

$%

-

& '(

u

tu

(&

r

v

s

+"!

+

s

r

v

s

) * + *

r

u

+

u

tu

( &

u

t

+ "! +

s

u

t

) * + *

r

u

.

2.

8

s

)* + *

r

u

r

v

s

/

u

t

/

t

+"

"

s

*

t

*

r

r

r

+

s

+ * 9 9 &

2

(& :+

,

$;

r

)

,

< + 9 & ( & &

t

(24)

3.

= >

w

>?@? A@? B@?

t

@? AA

u

? AC@

w

@ D

:

3.1

EF

r

> G

t

H

r

@

t

I >

r

JF? B

u

? A@? I >

r

G> D

u

? @?

.

@

.

K>?LF @MG@? N>

r

O P

HQ R>Q>

r

>?S>

(

N T R

)

B@ ? I >B HO@? N> G? F

s;

D

.

K> J@ G

u

G@? DFODF? A@ ?

,

M>ODF? @@ ?

,

OH?F

t

H

r

F ? A B@ ? >

v

@J

u

@

s

F

.

3.2

EF ? @

s

I

r

H

v

F?

s

F L@ ? A O>ODFB@? AF M>

r

G> D

u

? @?

@

.

K>?>

t

@MG@? NFO I > J@ G

s

@ ?@ G>AF@

t

@? U V

-

IWN

t

F ? A G@

t

M

r

H

v

F ?

s

F

;

D

.

K> J@ G

u

G@ ? GH H

r

BF ? @

s

F B >? A@?

EF

r

> G

t

H

r

@

t

X>?B >

r

@J I>

r

G>D

u

? @ ?

,

Y Y I

2

NI K> B@?

,

U Z

r

@D@L@

,

[OD H? B@? Y INI I H?

t

F@?@G

(s

>

su

@F B >? A@?

w

FJ@L@\ G>

r

C@

)

B@? EF? @

s

=@D

u

M@

t

>?

/

=H

t

@ L@? A O>ODFB@? AF M>

r

G> D

u

? @?

, s

>

rt

@ F?

st

F

tus

F

t

>

r

G@F

t

J@ F??L@

;

S

.

K>OD

u

@

t

I>

tu

?C

u

G I > J@G

s

@? @@?

u

?

tu

GG>AF@

t

@? UV

-

IWN

;

B

.

K> J@ G

u

G@?

v

>

r

FQF G@

s

F ]I

/

]V D >

rs

@O@ EF? @

s

=@ D

u

M@

t

>?

;

>

.

K>?>

t

@MG@? ]I

/

]VU V

-

IWN

;

Q^

K> J@ G

u

G@? M>? A@

w

@ J@ ?

,

(25)
(26)

~  € ‚ ƒ„… † „‡ ˆ „‚ ‰ „† Š

r

„‚ † ‰ „ˆ

s

„‚„„‚ ‹Œ

-

 Ž ˆ ‡‚„

s



r

Š

v

‡‚

s

‡ ‘ „‚ ‡

r

 ˆ

t

Š

r

„

t

’ ‚‘ 

r

„‰ 

r

ˆ“

u

‚„‚

”•

.

‡

r

 ˆ

t

Š

r

„

t



r

‰‡ ‚ ‘

u

‚–„‚ 

r

ˆ“

u

‚„‚

.

3.4

 … „‚‘

u

Œ „†„‚–

„

.

€ … „‚‘

u

‹Œ

-

 Ž ‘ „‚ … ‚ ƒ‡„†ˆ „‚

s

‰

uru

— ˆ†

r

‰

u

„‚ ƒ „‚–

t



r

ˆ „‡

t

‘ ‚–„‚ † ‰ „ˆ

s

„‚„„‚ ‹Œ

-

 Ž …  ‚–„”

u

ˆ† „‘ „ † ‘ Š… „‚† ‰ „ˆ

s

„‚„„‚‹Œ

-

 Ž

;

“

.

€ …“„‚

tu

‘ ‡‚ „

s

ˆ „“

u

† „

t

‚

‘ „‰ „… …‰ „ˆ

u

ˆ „‚

surv

 ƒ ˜

/

˜Œ ˆ–‡ „

t

„‚ ‹Œ

-

 Ž

;

”

.

™ 

r

ˆ ŠŠ

r

‘ ‡‚ „

s

‡ ‘ „‰ „… † ‰ „ˆ

s

„‚„„‚ ‹Œ

-

 Ž ‘ ‚–„‚ ‡‚„

s



r

Š

v

‡‚

s

‡ ‘ „‚ š„“

u

† „

t

 ‚

/

ˆ Š

t

„ ƒ „‚– … …“‡ ‘ „‚–‡ †

r

ˆ“

u

‚ „‚

;

‘

.

€ ‚ ƒ „…†„‡ ˆ „‚ ‰„ † Š

r

„‚ †

r

ˆ …“„‚–„‚ † ‰ „ˆ

s

„‚„„‚ ‹Œ

- Ž ˆ ‘ ‡ ‚ „

s

(27)

3.5

› œ ž Ÿ  ž ¡¢ £¤ ¥

/

¦œ

t

£¤¥

:

£

.

§ œ¤ ¨¥¡

ut

¥

s

ž

s

¥ £ ¥

s

£

s

¥ ©ª

-

¦ «¢

;

¬

.

§ œ £¡

u

¡£¤

s

œ 

uru

­

t

£ ­£  £¤ © ª

-¦ «¢

;

C. Lokasi, Jenis dan Volume

©ª

-

¦ «¢ ®¥ £ ¡

s

£¤£¡£ ¤ ®¥

24

 

r

ž

v

¥¤

s

¥

, 95

¡£¬

u

 £

t

œ¤ ®£¤

202

¡ œ žŸ ž ¡

t

£ ¤ ¥ ¯£¥

tu

¦

r

ž

v

¥¤

s

¥ ° ±œ ­

(

› £¬

u

 £

t

œ¤ ° ±œ ­ ²£

r

£

t

®£¤ ° ± œ ­ ² œ

s

£

r),

¦

r

ž

v

¥ ¤

s

¥ ² œ¤ ¨¡

u



u (

›£ ¬

u

 £

t

œ¤ › œ  £­¥£ ¤¨ ®£¤ ² œ¤¨¡

u



u

¢œ¤ ¨£ ­

),

¦

r

ž

v

¥ ¤

s

¥ ©³Ÿ £

t

œ

r

£ © œ £

t

£ ¤

(

›£¬

u

 £

t

œ¤ ´›µ ®£¤ §³

s

¥ ²£ ¤¯

u

£

s

¥ ¤

),

¦

r

ž

v

¥ ¤

s

¥ ›œ  

.

² £¬ œ 

(

›£¬

u

 £

t

œ¤ ² œ ¥

tu

¤ ¨ ®£¤ ² £¤ ¨¡£ ©œ £

t

£¤

),

¦

r

ž

v

¥¤

s

¥ ª £Ÿ 

u

¤ ¨

(

›£¬

u

 £

t

œ¤ ¢ £¤ ¨¨£ Ÿ³

s,

¶£¯¡£ ¤£¤ ®£¤

ª £Ÿ  

u

¤¨ ·

t

£

r

£

),

¦

r

ž

v

¥ ¤

s

¥ ²£¤

t

œ¤

(

› £¬

u

 £

t

œ¤ ¦ £ ¤®œ¨ £ ¤ ¨

),

¦

r

ž

v

¥¤

s

¥ ¸£ ¬£

r

(

› £¬

u

 £

t

œ¤ ¢ £

s

¥ ¡Ÿ££¯£

,

©³¡£ ¬

u

Ÿ¥

,

²£ ¤®

u

¤ ¨

,

®£¤ ² £¤®

u

¤¨ ² £

r

£

t),

¦

r

ž

v

¥ ¤

s

¥ ¸£

w

£ ¢ œ¤ ¨£­

(

›£¬

u

 £

t

œ¤ ¦

ur

¬ £ ¥¤ ¨¨£ ®£¤ ¦ œ¡£ ž ¤ ¨£¤

),

¦

r

ž

v

¥¤

s

¥ ¹µ

Y

ž ¨¯£¡£

rt

£

(28)

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ÀÁ Â

s

à Â

(

ÄÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ È ¿

r

ÃÉÅ ¿Ê

,

ËſŠ˽

r

ÅÌÅ

,

ÍŠ̽

,

Î Å¿ À½ Ç Ç Ã ¿Ê

),

¼

r

½

v

¾ ¿

s

¾ ÀÁÂ

tr

Å

(

ÄÅÆ

u

Ç Å

t

ÿ Ï½ÐÆ ſŠΠſ Ä ½¿ Å

w

à Àà ÂÅ

t

Å ¿

),

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ѽ

r

½ ¿

t

Ž

(

ÄÅÆ

u

Ç Å

t

ÿ ϽÅÂà н

),

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ÀÁÂ

t

ÿÊ

(

Ä ÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ ¼ Å

r

¾ ʾ Ò½

ut

½ ¿Ê

),

Î Å¿ ¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ÒÅ Â

ut (

Ä ÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ Ó ÅÂÐ ÅÔÃ

r

Å Ï Å

r

Å

t).

ÀÕ

-

¼ Ó Ë Ë ÃÆ

u

ξÂÅ É

s

ſŠÉÅ¿ ξ

7

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ξ

29

Ä ÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ Î Å ¿

62

Éà ½ÐÇ ½ É

t

Å¿¾ Öž

tu

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ × Ø

Y (

Ä ÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ ÀÂà Рſ

,

Ä

u

½¿Ç

r

½ ʽ

,

Ï Å ¿

tu

 Πſ Ñ

u

¿

u

¿Ê Ä ¾ Î

u

Â

),

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ Ù Å

w

Å ËÃ ¿Ê Å Ô

(

ÄÅÆ

u

ÇÅ

t

à ¿ ¼

urw

½

r

Ã̽

,

¼ Å

t

¾

,

¼

ur

Æ Å Â¾¿ÊÊ Å

,

ÒÅÊ Ã ÂÅ¿Ê

,

ÚÃ ÐÆ Å¿Ê

,

¼ à ÉŽ¿Ê Å¿

,

Ä

u

Î

us,

ÙÃÇ Å

r

Å

,

Î Å¿ ¼Ã Ð ÅÂÅ¿Ê

),

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ÙÅ

w

Å Ï Å

r

Å

t (

Ä ÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ Û¾

r

ÃÆ½ ¿

,

Ø¿ Î

r

ÅÐÅÖ

u,

Ä

u

¿¾ ¿Ê Å¿

,

ÒÅ ÌÅÂÃ ¿Ê ÉÅ Î Å¿ ÀÁ Æ Å ¿Ê

),

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ Ù Å

w

Š˾ÐÁ

r (

ÄÅÆ

u

Ç Å

t

ÿ Ͻ¿ ν

w

½

s

½

,

À¾ ν Å

r

̽

,

Ò½ ̽ ÉÃ

rt

½

,

ÜÊ Å

w

¾

,

ÙÃ ÐÆ Ã

r,

Î Å¿ ÒÅξ

u

¿

)

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ÀÁ ÐÅ

t

Ã

r

Å ÀÃ ÂÅ

t

Å ¿

(

ÄÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ ÝÊ Å¿ Ø Â¾

r),

¼

r

½

v

¾¿

s

¾ ÀÁÂÅ

w

Ã

s

¾ À Ã ÂÅ

t

Å¿

(

ÄÅÆ

u

Ç Å

t

à ¿ Ͻ¿Ã ÎÅ¿ ËÅ ÉÅÂÅ

r),

¼

r

½

v

¾ ¿

s

¾ ÕÅ ÐÇ

u

¿Ê

(

Ä ÅÆ

u

Ç Å

t

ÿ ÕÅÐÇ

u

¿ÊÞ

t

Å

r

ÅÎÅ ¿ ÍÅÖÄ Å ¿Å¿

).

D. Simpul Kritis

Å

.

ÀÕ

-

¼ Ó Ë Î¾ÂÅÉ

s

Å ¿Å ÉÅ¿ Ç ÅÎÅ ÅÉÔ¾

r t

ÅÔ

u

¿

s

à Ծ ¿ÊÊ Å Ì

u

Ð ÂÅ Ô Ç Ã

rt

à ÐÁÅ¿ É

ur

Å¿Ê Î Å

r

¾

16

Éž Î Ã ¿Ê Å ¿ ¾¿

t

Ã

rv

ÅÂ Ç Ã

rt

à ÐÁÅ ¿ É

ur

Å¿Ê Î Å

r

¾

s

Å

tu

о¿ÊÊ

u.

¼ ÃÂÅ É

s

Å¿ Å Å¿ ÉÃʾÅ

t

Å¿

(29)

.

à á âãß

us

äã

t

å

r

á

/t

æ çáè éã ê ë

t

å âãì í á

susu

ê

t

áíã è í á

s

ãäçãáèãê

s

å

su

ã á í åê ëãê ã êã âá

s

ã è åß

utu

ì ãê ç å âã

t

áì ãê

.

î å äãê í

u

ïã çãê ë ì ã

rus

äåê éãäç ãáèãê

s

á âãß

us

äã

t

å

r

á

/t

æç áè

u

ê

tu

è

16

èãâá ç å

rt

å äðãê éã ê ë í áí ã

s

ã

r

è ãê ã

t

ã

s

ãêã âá

s

ã è åß

utu

ìãê ç å âã

t

áìã ê

.

ñ

.

î

r

å

-t

å

st

í ãâã ä ß åê

tu

è

Ballot Box

s

å

r

áê ë

t

áíã è íáâãè

u

èã ê äåê é åß ãß èã ê äã

t

å

r

á éãê ë í áß

utu

ì èã ê æâåì ç å

t

ã ê á

t

áí ãè í áè å

t

ã ì

u

á

,

s

åìáê ëëã ç åêáê ëèã

t

ãê ç åê ë å

t

ãì

u

ãê í ãê è å

t

å

r

ã ä çáâã ê çå

t

ãê á

t

áíã è í ã çã

t

íá

u

è

ur s

å

t

å âãì ä åê ë áè

ut

á àï

-îòó ô î

r

å

-t

å

st

ìã

rus

í á

s

áã ç èãê æâåì ç å äãê í

u

âã çã ê ë

s

åß å â

u

ä ç åâã è

s

ãê ãã ê àï

-îòóô

í

.

õ å

t

å

r

ßã

t

ã

s

ãê ö

u

ä âã ì î å äãêí

u

âã çãê ë à ï

-îòó í ã çã

t

ä åê ëã è áßã

t

èãê çå âãè

s

ã ê ããê è åë áã

t

ãê à â

-

îòó è

ur

ãê ë äã è

s

áäã â

.

֐

tu

è á

tu

ç å

r

â

u

ä å äã è

s

áäã âèã ê øðê ë

s

á

ç å

tu

ëã

s

éãê ë

t

å âãì äåê ë áè

ut

á ç å âã

t

á ì ãê í ãê äå äß å

r

í ã éãèãê ç å

tu

ëã

s

ç

ur

ê ã ß ã è

t

áéã ê ë ß å

rs

å

rt

áø áèã

t.

å

.

î

r

ãè

t

åè ç å

r

ß ãê éãèã ê ùîò í ã ê ç å äß

u

ã

t

ã ê ç

u

ç

u

è æ

r

ëãêáè

/

ç

u

ç

u

è èãê í ãê ë

/

ß æ èã

s

ìá

t

áíã è í á âãè

u

èã ê

,

çãí ãìãâ

s

å

t

åâãì àï

-

îòó ç å

t

ãêá í áìã

r

ã çèãê äãä ç

u

äå äß

u

ã

t

s

åê í á

r

á

s

å

su

ã á è åß

utu

ìã ê

.

î åäß

u

ã

t

ãê ç

u

ç

u

è æ

r

ëãêáè

/

ß æ èã

s

ì á í ã ê ç å

r

ß ã ê éã èãê ùîò ä å

ru

çã èãê

s

ãâãì

s

ã

tu

äã

t

å

r

á éãê ë

(30)

ú û üû ý ú û þ

u

ÿûý

t

rs

û þû

s

(31)
(32)

@ A BC D@ DEDB F DGHAF

,

FI JIDB KDB LD LDGDB MA H EDF DBN DB H KEFAFD@M DB

.

B.

O PQR S TR UR R UO PVW X UR R U YOPU ZPU[R QXR U Y O PU ZR\R QR U

]A^DM LDBD DB MA HE DF DB @ A_ `EB DDB

,

@ A B HABK D^EDB K DB @ A B HDaD^DB _EBE_D^ K E^DM LDBDM DB LDF I M D^E @ D KD LA F ED@ JAB E L MA H EDF DBN DB H KE^DM LDBDM DB

.

bDMFI @ A^DM LDBDDB MA H EDFDB cA BKDMBN D LA^D^I K E M d d GK EBDLEM DB KAB H DB @ I LDF

,

@ G de EBLE K DB M D`I@ DFA B

/

M dFD LAcEB HHD @ A^DM LDBDDB MA HE DF DB @ A_ `EB DDB

,

@ A B HABK D^EDB K DB @A BH DaD^DB _AB JDK E ^A`Ec AfA MFEfK DB AfELEA B

.

g E GA MFd GDF ]AG^EBKIB H DB ]AGMA`IBDB _A^DM IM DB @A_`EBDDB K DB @ AB H DaD^DB hi

-] jk l

(33)

V.

n

O

op

TOR

po q

,

r

VA

s

UAS

p

DA

o

t r s

A

t

ORA

o

A.

n u v w xu yw v z

{| } ~| €~}  ‚ ~ ƒ„ ƒ…†} ƒ}ƒ … ‡ ˆ} ˆ †‰ƒ~ Šˆ€ …ˆ‡‹†}  †} ŠˆŒ†…†}††} ‚ †} …ˆ‡†„ƒ †} …ˆ ~† †}Ž 

-

 ‘’ “†}  ˆŒ†‰ ‚ ~”†Š†~

.

{| } ~| €~}  ‚ ~Œ† …†}†…†} |Œˆ‰ Šˆ ƒ † • ~}† “†}  ‡ˆ‡‹~‚ †}  ~ Šˆ€…ˆ‹ƒ}†} ‚ ~ ~}  …† Š€ |–~}~ ‚ †} …†‹ƒŠ†ˆ}

/

…| † І‚ † —~Œ†“†‰ …ˆ€ „ † ‡†~} 

-

‡†~} 

.

ˆŒ†…†} ††} ‡| }~| €~}  ‡~} ~‡ †Œ † ƒ…†Œ~ ˆŒ†‡ † …ˆ~ ††} ‹ˆ€Œ†} ƒ} 

.

B.

r˜™ š› ™ œw

 –†Œƒ †~ ‚ ~Œ†…†}†…†} ƒ} ƒ … ‡ˆ} ˆ †‰ƒ~ …ˆ  ˆŠ†  †}

/

…ˆˆƒ †~†} ŠˆŒ† …†}††} …ˆ ~††} ‚ †} ‰†~Œ “†}  ‚ ~”†Š†~ ‚ ~‹†} ‚ ~}  …†} ‚ ˆ}  †}

“†}  ‚ ~€ˆ}”†}†…†} ˆ€†

€ ˆ †Œ~†~

/

Šˆ}“ˆ€†Š†} †} †€†}

.

‘†~Œ ˆ–†Œƒ†~ ˆ‹†† ~ ƒ‡Š†} ‹†Œ~ … Šˆ€‹†~ …†} ŠˆŒ†…†}††}ˆŒ†}„ƒ }“†

.

 –†Œƒ †~ …ˆ~ ††} Ž

-

 ‘’ ‚ ~Œ† …ƒ …†} |Œˆ‰ •~€ ˆ …| €†  ˆ€Œ~} ‚ ƒ} †} ˆ€…ˆ‹ƒ}†}

,

ˆ€ † •~}† “†}  ‡ ˆ‡‹~‚ †} ~ Šˆ€…ˆ‹ƒ}†} €|–~}~ І‚ †—~Œ†“†‰…ˆ€„† ‡ †~} 

-

‡†~} 

.

C.

t žš™ Ÿu y ™v

(34)

¡ ¢ £ ¤¥¢ ¦ §¡

-

¨ ©ª «¬­ ®¢ ¯ ¤°± ² £±°¢ ³´¢ ¦¢ ³ ±µ¬¢ ¯¢ ¦ «¢¦ « ¬ °¢ £¤ ¥³¢¦ ´ ±¶ ¢¥¢ ­± ¥·±¦ ·¢ ¦µ ³ ± £¢« ¢ £ ±¦¢¦µµ ® ¦µ·¢¸¢­

/

£ ± ¹ ­¬¦¢ ³ ±µ¬ ¢¯¢ ¦ ¹± ¦µ¢¶ ® ³ ±£¢ «¢ £ ±« ¤ ¹¢ ¦ ¤®¯ °¬¦ ± £ ± ¦º®´ ® ¦¢ ¦ °¢£¤¥¢¦ « ¢¦ §»¼½ ¾¿ À ´ ± ¥¯ ¢ ­ ± ¦¯®³ °¢£ ¤¥¢¦ °¢ ¬¦ ¦º¢ ´ ±´ ®¢¬ « ± ¦µ¢¦ ³ ± ­ ®¯ ®²¢ ¦

.

1.

Á± ¦¬ ´¡ ¢ £ ¤¥¢¦Â

1.1

¡ ¢ £ ¤¥¢ ¦¼¬¦µµ ®¢¦

¡ ¢ £ ¤¥¢ ¦ ¼¬ ¦µµ ®¢¦ ­ ± ¥¬ ´¬ °¢ £¤ ¥¢¦ ³ ± ¹¢·®¢ ¦

(

ì ´¬³ « ¢¦ ³ ± ®¢¦µ¢¦

)

£ ±°¢³´¢ ¦¢¢ ¦ ³ ±µ¬¢¯ ¢¦ §¡

-

¨ ©ª ´ ±¯ ¬¢£ ¹¬¦µµ ® ­ ±¥ ·¢ °¢ ¦ « ¢¦ « ¬ ´¢ ¹ £¢¬ ³¢ ¦ ³ ± £¢« ¢ Ĭ¥ ±³¯¤¥¢¯ ¨ ± ¥°¬ ¦« ® ¦µ¢¦ ¨ ± ¥³ ± ­ ®¦¢¦ ´ ±¯ ¬¢ £ ¹¬¦µµ ® ²¢¥¬ Á® ¹Å¢¯

.

1.2

¡ ¢ £ ¤¥¢ ¦Æ®°¢ ¦¢¦

¡ ¢ £ ¤¥¢ ¦ Æ®°¢¦¢ ¦ ­± ¥¬´¬ °¢£ ¤ ¥¢ ¦ ³ ± ¹¢·®¢ ¦

(

ì ´¬³ « ¢¦ ³ ± ®¢¦µ¢¦

)

£ ±°¢³´¢ ¦¢¢ ¦ ³ ±µ¬¢¯ ¢¦ §¡

-

¨ ©ª ´ ±¯ ¬¢£ ­ ®°¢ ¦ ­± ¥·¢°¢ ¦ « ¢¦ « ¬´¢¹£¢ ¬ ³¢ ¦ ³ ± £¢« ¢ Ĭ¥±³¯¤ ¥¢¯ Á± ¦« ± ¥¢° ¨ ± ¥³ ± ­ ®¦¢¦ £¢ °¬¦µ °¢ ¹ ­¢¯ ¯¢ ¦µµ¢ °

5

£¢« ¢ ­ ®°¢ ¦ ­± ¥¬³ ®¯¦º¢

.

1.3

¡ ¢ £ ¤¥¢ ¦ª ¥¬¸®°¢¦

(35)

È É Ê ËÌ ÍÎÏ ÐÑÒ ÎÓ Î Ô ÊÉÑ ÐÈÕÉ ÎÈ Ö ÑÏÓ ÑÉÎÍ × ÑÉ ÐÑ ØÌÏÎÏ

,

ÒÎÍ ÊÏÙ Í ÎÚ Ø ÎÈ ÈÎÏÙÙÎÍ

5

Ò ÎÓ Î ØÌ Í ÎÏ Ò ÑÉÈÎÚÎ È ÉÊ ËÌ Í ÎÏ Ø ÑÉ Ê ÐÌÈ ÏÛÎ

.

1.4

ÜÎÒ ÕÉÎÏÝÐÞÊÉ

ÜÎÒ ÕÉÎÏ ÝÐÞÊÉ Ú ÑÉÌ Ò ÎÐÎÏ Í ÎÒ ÕÉÎÏ Ò ÑÍ ÎÐßÎÏÎÎÏ ÐÑ ÙÊÎÈÎÏ àÜ

-

× áâ

,

ßÑÈÑÍ ÎÞ ßÑÍÌ É ÌÞ ÉÎÏÙÐÎÊ ÎÏ ÐÑ ÙÊÎÈ ÎÏ àÜ

-

× áâ ßÑÍ Ñ ßÎÊ ÓÊÍ ÎÐßÎÏÎÐÎÏ

.

ÜÎÒ ÕÉÎÏ ÎÐÞÊÉ Ó Ê ßÎÚÒ ÎÊ ÐÎÏ ÐÑ ÒÎÓ Î Ô ÊÉ Ñ ÐÈÕÉ ÎÈ × ÑÉ Í ÊÏ Ó ÌÏÙÎÏ × ÑÉ ÐÑ ØÌÏÎÏ

,

Ò ÎÍ ÊÏÙ Í ÎÚØ ÎÈ

2

ÚÊÏ ÙÙÌ ßÑÈÑÍ ÎÞ ÐÑ ÙÊÎÈ ÎÏ ßÑÍ Ñ ßÎÊ

.

ÜÎÒ ÕÉ ÎÏ Ó Ê ßÎÚÒ ÎÊ ÐÎÏ Ú ÑÍ ÎÍÌÊ ßÌ ÉÎÈ Ó ÎÏ Ñ

-Ú Î ÊÍ

2.

ãÌ ÈÜÊÏ ÑÜÎÒ ÕÉ ÎÏ

ÜÎÒ ÕÉ ÎÏ Î ÐÞÊÉ Ó ÊØÌÎÈ ßÑ ßÌÎÊ ÕÌ È Í ÊÏ Ñ ßÑ Ø Î ÙÎÊ Ø ÑÉÊ ÐÌ È ä

åÝâÝ× æ ç èÝçâÝé ÔÝêâÝé ë àë

ÔÝêâÝé âÝìæÜ

(

íÊ ÐÎÎÓ Î

)

ÔÝêâÝé èÝ îìÝé

(

íÊÐÎ ÎÓ Î

)

ÔÝêâÝé ÜÝî× ë éÝç

(

íÊÐÎÎÓ Î

)

ë

.

× æ çÔÝáïÜïÝç

Ýð

(36)

òò

.

óò ô õ ö÷ öô ø ÷ ùóöú ö òò ò

.

ø û üöú ù öôööô úûýòöó öô

öþ ÿ ü

.

ö

.

.

ó

ö

/

ú

/

ø

û

.

ù ú ú

.

ø

ý

.

ø

ò

.

öù ò ü öôø û ö öù öô

.

úû ù òø ÷üöô öô ù ö öô

öþ ú

.

ù

/

.

ó ü

ò

.

öóö ø ÷ ù ó öú ö ò ò

.

üöø ò öô

V

.

B

A

!

AA

"

ú ù ü

-

ø ó

öø ô

2013

ó ø

(

ó ø

)

(37)

% & &'( )*+ ,+(

-. /01 213 4 5 67 89 : . ;<= 1 >1 3 >. /01213 ?13/ 2 0@1 > 2 . ;= 0A1B>13 @ 1 ;0 >. /01213 = . ;C03 @< 3/13D

E1 ;0 B1 A 0C = .C1>A131 13 3?1 @ 0B1 ;1= >13 :1 := < :.3/B1 A 0C>1 3 4EF = . 2130 ?13 / B 13@ 1C @ 1 3 : 1: =< :.3?.C.A1 0 >13 = .;: 1A1C1 B 13 G7 9 @ 0 >.H < 3 3?1 :1 A 03/ 6:1 A 03/D

7 .C1 >A1 3 1 13 4 567 89 @ 0B1 ;1= >13 :.: H . ;0>1 3 >I32 ;0H<A 0 ?13/ 3?1 21 H 1/0 = . ;C03 @< 3/13 2.;<21:1 @ 1C1 : :.3/B 1 A 0C>1 3 = ;I@ < > = . ; >.H < 31 3 ?13/ >< 1C0 21AJ >< 1 32 021A @ 13 >I32 03 < 0 21 A3?1 2 . ;K1:03D

-.H . ;B1A 0C13 = .C1 >A1 311 3 >./01213 45 67 89 :.:. ;C<>1 3 @ <>< 3/13 A .C<;< B = .: 13/>< >.= .3203/1 3 2. ; >10 2 H1 0 > @ 0 = <A12 : 1< = <3 @ 1.;1BD L32<> 0 2< @ 0= . ;C< >1 3 >II;@ 03 1 A 0J >I: 0 2: .3@ 13>.;K1 A1: 1JA .; 21 < =1 ?1 ?13/ A< 3//< B6A< 3//< B @1;0 A .: < 1 = 0B 1 > 2. ; >10 2 A .A< 1 0 @ .3/1 3 >. M.3 13/13J 2</1A @ 13 N< 3/A 0 : 1A 03/6:1A 03/D

(38)

Lampiran 1.

Model Test Ballot Box

Test Ballot Box adalah salah satu metode evaluasi untuk

mengukur kemampuan petani peserta SL-PHT sebelum dan

setelah mengikuti SL-PHT.

Pengelompokan soal ballot box meliputi pengetahuan dan

pengambilan keputusan sebagai berikut :

1. Pengetahuan.

Fungsi serangga yang ada di kebunnya

Fungsi tanaman selain tanaman pokok yang ada di

kebunnya

Gejala kelainan yang terjadi pada tanaman pokok di

kebunnya

Pupuk

Pestisida

2. Pengambilan keputusan mengenai :

Keberadaan serangga yang ada di kebunnya

Keberadaan tanaman selain tanaman pokok yang ada di

kebunnya

Kebaradaan gejala kelainan yang terjadi pada tanaman

pokok di kebunnya

Kondisi kebun dikaitkan dengan keadaan iklim/cuaca saat

itu

(39)

Lampiran 2.

Matrik Analisa Pasangan Terperinci

HAL-HAL YANG

SUDAH BAIK

PERLU DIPERBAIKI

HAL-HAL YANG

BAGAIMANA CARA

MEMPERBAIKINYA

1. ...

2. ...

3. ...

4. ...

5. ...

dst

1. ...

2. ...

3. ...

4. ...

5. ...

dst

1. ...

2. ...

3. ...

4. ...

5. ...

(40)
(41)

Lampiran 4.

Format wawancara dengan quesioner

Propinsi

:

Kabupaten :

I.

IDENTITAS PETANI

Petunjuk : Berilah tanda

ކ

pada

1.

Nama

Petani Responden

.

2. Jenis Kelamin

Laki-laki

Perempuan

3. Umur

Tahun (lahir tahun

)

4. Status perkawinan

Kawin

Kawin belum Janda

Duda

Pemilik

Bagi hasil Penyewa

Penggarap

Apakah ada sosialisasi kepada petani oleh

(42)

tidak

P

Kapan sosialisasi dilaksanakan

Tgl. ...

3

.

Apakah Bapak /Ibu hadir pada acara

sosialisasi

Ya

tidak

4

. Apakah materi-materi yang disampaikan pada

saat sosialiasi, Bapak / Ibu mengerti

Ya

tidak

5

. Apakah Bapak/Ibu setuju diadakan SL-PHT

Ya

tidak

6

Apa saja yang diinformasikan pada waktu

sosialisasi, sebutkan

7

Apakah ada staf Pemda yang hadir pada

saat sosialisasi SL-PHT

Ya

tidak

III. PELAKSANAAN SL-PHT

1.

Kapan Pelaksanaan SL-PHT dimulai

...

2

Pada komoditi apa SL-PHT dilaksanakan

.

3

Apakah diadakan tes awal (Pre test)

Ya

Tidak

4

Berapa orang petugas yang memandu

SL-PHT

. orang

5

Siapa saja nama Pemandu Lapang

SL-PHT

(43)

6

Berapa kali pertemuan SL-PHT

kali

7

Berapa kali Pemandu Lapang hadir

selama pelaksanaan SL-PHT

.

kali

8

Berapa kali Bpk/Ibu hadir dalam

pertemuan SL-PHT

kali

9

Jika tidak hadir, apa alasan Bpk/Ibu

kali

10

Apa saja kegiatan Bpk/Ibu selama

SL-PHT

11

Apa saja kegiatan Bpk/Ibu pada hari-hari

tidak ada pertemuan SL-PHT selama

proses SL-PHT

12

Apakah diadakan tes akhir (Post test)

SL-PHT

Ya

Tidak

13

Apa saja materi yang disampaikan selama

SL-PHT berlangsung yang Bpk/Ibu

ketahui

1.

2.

3.

4. dst

14

Apakah Bpk/Ibu mengerti dan menguasai

materi yang disampaikan selama SL-PHT Ya

Tidak

15

Materi apa saja yang paling Bpk/Ibu

kuasai

1

..

2.

(44)

S T

Apakah Bpk/Ibu menguasai tentang

17.

Dari hasil AAES, apakah Bapak/Ibu

melakukan presentasi

Ya

Tidak

18

Apakah Bpk/Ibu mengerti tentang musuh

alami, jika ya sebutkan musuh alami

19

Menurut Bpk/Ibu materi apa yang paling

penting

Ya

Tidak

20

Menurut Bpk/Ibu, apa yang dimaksud PHT

21

Sebutkan 4 (empat) prinsip PHT yang

Bpk/Ibu ketahui

1.

2.

3.

4.

22

Setelah mengikuti SL-PHT, apakah

Bpk/Ibu mau melaksanakan PHT secara

mandiri dan berkelanjutan di kebun sendiri

Ya

Tidak

23

Apakah Bpk/Ibu telah menularkan ilmunya

kepada petani non SL-PHT

Ya

Tidak

24

Berapa orang petani non SL-PHT yang

telah mengikuti cara Bpk/Ibu dalam

memelihara kebun

(45)

U V

Nama kelompok tani peserta SL-PHT

26.

Berapa jumlah anggota kelompok tani

SL-PHT

1. Laki-laki

: ... orang

2. Perempuan

:

. orang

27

Sampai saat ini, apakah Bpk/Ibu masih

tetap berkomunikasi dengan Pemandu

Lapang dan sesama petani peserta

SL-PHT

Ya

Tidak

28

Apa saja kegiatan kelompok, sebutkan

29

Apakah kelompok tani alumni peserta

SL-PHT melakukan pertemuan rutin.

Ya

Tidak

30

Jika Ya , berapa kali pertemuan dalam 1

(satu) bulan.

kali

31

Menurut Bpk/Ibu, apakah SL-PHT

bermanfaat

Ya

Tidak

32

Jika Ya apa saja manfaatnya

1. ...

2. ...

3. ...

33

Berapa produksi sebelum mengikuti

SL-PHT

..

kg/ha/tahun

34

Berapa produksi setelah mengikuti

SL-PHT

..

kg/ha/tahun

35.

Berapa jumlah kelompok tani yang ada di

desa Bapak/Ibu

(46)

W X Y

erapa harga sebelum

Z[ \ ]^_

Rp.

/kg

37

Berapa harga setelah SL-PHT

Rp.

/kg

38

Sebutkan nama-nama kelompok tani

tersebut

1. ...

2. ...

3. ...

4. dst

39.

Selama SL-PHT berlangsung, apakah ada

petugas Dinas Provinsi/Kabupaten yang

mamantau ke lokasi

Ya

Tidak

40.

Apakah ada masalah yang dihadapi selama

mengikuti SL-PHT

Ya

Tidak

41.

Jika

ya

sebutkan

1

..

2

..

3

..

42

Berkaitan dengan

penyelenggaraan

SL-PHT, apa pesan dan

kesan Bpk/Ibu

Pesan:

Kesan:

(47)

Lampiran 5.

`a

nis dan

Volume Komponen

SL-PHT

No

Jenis Kegiatan

Volume

Ket.

1

Honor:

- Honor Pemandu Lapang

- Honor Narasumber

OJ

OJ

25.856

404

Total

3

Belanja barang lainnya :

- Konsumsi peserta & PL

- Uang saku petani

4

Pembinaan dan monev :

- Pembinaan provinsi ke lokasi

- Pembinaan kabupaten ke

lokasi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil evaluasi penelitian pada sistem penanaman lahan menunjukkan bahwa pada daerah penelitian terdapat tiga kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai); S2 (cukup

Hasil yang didapat dari penelitian yaitu dari 10 satuan lahan pada daerah penelitian mempunyai tiga kelas kesesuaian lahan, pertama kelas S2 (cukup sesuai)

Pencacahan dilakukan pada tanggal 15 tiap caturwulan, dengan menanyakan nilai &amp; volume produksi yang dijual petani setiap bulan selama 4 bulan Hasil pencacahan NP-3 ini

Pedoman Teknis Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan tahun 2016 disusun dalam rangka memberikan acuan terhadap pelaksanaan kegiatan di daerah yang

Walaupun saat ini sudah agak sulit dibedakan antara musim kemarau dan musim hujan akibat dampak perubahan iklim namun hasil estimasi funngsi produksi frontier

Dari tiga siklus yang sudah dilaksanakan selama 3 pertemuan dapat dipastikan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik

Kegiatan budidaya di unit SL-PTT dilaksanakan oleh petani pemilik dengan menerapkan teknologi PTT dan pendampingan sehari-hari dilakukan oleh Pemandu lapangan PL III yang terdiri dari :

N4: Menurut saya sampai saat ini sudah cukup memenuhi standar namun itu semua dapat ditingkatkan lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.. N5: Selama ini sih