• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL PERUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODEL PERUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Merujuk pada teori sistem dari David Easton,

pembentukan kebijakan merupakan interaksi yang terjadi antara lingkungan dengan para pembentuk kebijakan dalam suatu proses yang dinamis.

Interaksi yang terjadi dalam bentuk masukan

(3)

Kebijakan publik merupakan tanggapan dari

suatu sistem politik terhadap tuntutan-tuntutan yang timbul dari lingkungan.

 Konsep”sistem” menunjuk pada seperangkat

lembaga dan kegiatan yang dapat

didentifikasi dalam masyarakat yang

(4)

Untuk melindungi diri dari tuntutan-tuntutan

masyarakat, suatu sistem dapat melakukan: 1. menghasilkan output yang secara layak

memuaskan

2. menyandarkan diri pada ikatan-iakatan yang berakar dalam sistem itu sendiri 3. menggunakan atau mengancam untuk

(5)

Langkah-langkah dalam model ini:

Analisa terhadap permasalahan secara terinci

dan terpisah

Tujuan yang jelas

Identifikasi terhadap peluang dan hambatan

dari setiap tujuan

Identifikasi terhadap alternatif solusi

terhadap permasalahan

Identifikasi terhadap konsekuensi

(cost-benefit) dari setiap alternatif solusi

(6)

Menekankan pembentukan kebijakan pada

dimensi perilaku atau aspek sosio-psikologis.

Para pembuat keputusan cenderung

menghasilkan keputusan dengan memilih

alternatif-alternatif yang memuaskan tujuan daripada mencari alternatif yang benar-benar memberikan alternatif solusi terhadap

(7)

Merupakan kritik terhadap model rasional

komprehensif.

Kebijakan atau keputusan selalu bersifat serial,

fragmentary dan sebagian besar remedial.

OKI untuk menghasilkan kebijakan yang baik,

perlu adanya penambahan-penambahan dan penyesuaian perbedaan dikalangan pembuat keputusan.

Keputusan dan kebijakan yang diambil

(8)

Karakteristik model incremental:

1. Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis empirik

2. Mempertimbangkan beberapa alternatif

untuk mengatasi masalah dan alternatif ini secara marjinal dekat dengan kebijakan yang telah ada.

(9)

4. Masalah yang dihadapi dibatasi kembali secara berkesinambungan  dilakukan proses penyesuaian

5. Pengujian terhadap keputusan

6. Pembuatan keputusan bersifat remedial,

(10)

Model ini menggabungkan dua model,

rasional dan inkremental.

Dalam model ini, pembuat keputusan dapat

menggunakan teori-teori rasional

komprehensif dan inkremental dalam situasi yang berbeda.

Memperhitungkan kemampuan yang berbeda

(11)

Keputusan diambil melalui proses

‘musyawarah”.

Pembuat kebijakan berfungsi sebagai

fasilitator agar masyarakat menemukan

sendiri kebijakan yang tepat untuk mereka

Peran pemerintah hanya sbg legalisator

kehendak publik

Peran analis kebijakan sbg prosesor agar

(12)
(13)

Untuk dpt memilih model, tentukan:

1. Kompleksitas isu atau permasalahan

Referensi

Dokumen terkait

Faktor pendukung peran etika politik dalam perumusan kebijakan publik meliputi, kondisi eksternal yang dihadapi oleh badan atau instansi yang tidak menimbulkan

M enurut Sidney (2007, 79 dalam Fischer, M iller and Sidney, 2007), t ahap perumusan kebijakan melibat kan akt ivit as ident ifikasi dan at au merajut seperangkat

1). Bureaucratic Network adalah jenis jejaring yang terbentuk dari koalisi advokasi yang mempunyai strategi berupa pembentukan hubungan antara pemerintah dengan

Fokus utama kebijakan publik dalam negara modern adalah pelayanan publik, yang merupakan segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang maupun jasa publik yang pada

implementation gap yaitu suatu kondisi dimana dalam proses kebijakan terjadi perbedaan antara apa yang diharapkan pembuat kebijakan dengan apa yg senyatanya terjadi..

Berdasarkan kajian yang peneliti lakukan ditemukan bahwa model penyelidikan campuran memiliki kelebihan yaitu melihat dari dua sisi utama dan khusus dalam merumuskan kebijakan sehingga

Agar merumuskan kebijakan publik, perlu diperhatikan beberapa hal seperti aktor yang terlibat, kepentingan, tujuan, kerja sama, momentum, sarana, teknik, pengorbanan, dan hasil yang

Tahap pertama perumusan kebijakan adalah mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah