PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN ADMINISTRASI KEUANGAN KELAS XI SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017SILABUS PEMBELAJARAN RPP
OLEH:
YUNI NUR KHOLIFAH NIM 140412603166
UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
SILABUS MATA PELAJARAN: ADMINISTRASI KEUANGAN Satuan Pendidikan : SMK
Mata Pelajaran : Administrasi Keuangan Kelas /Semester : XI / 1 dan 2
Kompetensi Inti:
KI1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI2 Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3 Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
1.1. Bertambah
keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran
Tuhan yang menciptakannya 1.2 Meyakini penerapan administrasi keuangan dalam berbagai aktivitas merupakan salah satu perintah Tuhan
1.3 Meyakini bahwa bekerja dalam bidang administasi keuangan adalah salah satu bentuk pengamalan perintah Tuhan yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh 2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran menyiapkan, menggunakan
administrasi keuangan 2.2 Menunjukkan
perilaku ilmiah (jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong) dalam melakukan
pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah
2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki Sikap proaktif dalam melakukan kegiatan administrasi keuangan Semester 1 3.1 Mengemukakan tentang administrasi keuangan 4.1 Mengelola administrasi
keuangan di unit kerja tertentu Administrasi Keuangan Pengertian Administrasi Keuangan Fungsi Administrasi Keuangan Petugas Administrasi Keuangan Mengamati Mengamati beberapa kegiatan pengeloaan Administrasi Keuangan Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan Tugas Memecahkan masalah sehari-sehari berkaitan dengan pengeloaan Administrasi Keuangan Observasi 5 x 4 JP Manajemen Bisnis Panji Anoraga, SE MM Mengelola Kas Kecil Sri Endang Mengelola Kas Kecil
Pengelolaan kas kecil/administrasi keuangan . dengan pengeloaan Administrasi Keuangan Eksperimen/explore Menggunakan bukti-bukti transaksi
untuk mengenal lebih mendalam tata cara pengeloaan Administrasi Keuangan Asosiasi Mengemukakan kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pengeloaan Administrasi Keuangan Komunikasi Mempresentasikan cara pengeloaan Administrasi
Keuangan yang tepat
Ceklist lembar pengamatan kegiatan pengelolaan Administrasi Keuangan Tes Lisan Daftar pertanyaan Tertulis Butir soal Portofolio Laporan tertulis tentang SOP di Dunia Kerja secara berkelompok Sumarso 3.2 Mendefinisikan fungsi
Administrasi Keuangan fungsi Administrasi Keuangan di
4.2 Mengklasifikasikan fungsi Administrasi Keuangan di berbagai instansi/lembaga berbagai instansi/lembaga Mengamati tentang fungsi Administrasi Keuangan Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan fungsi Administrasi Keuangan Eksperimen/explore Menganalisis berbagai literature tentang fungsi Administrasi Keuangan Asosiasi Mengemukakan hal-hal yang berkaitan dengan fungsi Administrasi Keuangan Komunikasi Mempresentasikan dampak kesalahan Mengumpulkan informasi tentang administrasi keuangan Observasi Ceklist lembar pengamatan administrasi keuangan Tes Lisan Daftar pertanyaan Tertulis Butir soal Portofolio Laporan tertulis definisi dari berbagai sumber tentang
dalam
memperhitungkan gaji dan upah
administrasi keuangan 3.3 Mencatat proses penerimaan dan pengeluaran uang 4.3 Mencatat proses penerimaan dan pengeluaran uang proses penerimaan dan pengeluaran uang Mencatat proses penerimaan dan pengeluaran uang Mengamati Mengamati proses penerimaan dan pengeluaran uang di kantor terdekat Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan proses penerimaan dan pengeluaran uang Eksperimen/explore Menggunakan format atau bagan tentang proses penerimaan dan pengeluaran uang Asosiasi Tugas Mengumpulkan informasi proses penerimaan dan pengeluaran uang melalui internet, atau sumber lain Observasi Ceklist lembar pengamatan form daftar proses penerimaan dan pengeluaran uang Tes Lisan Daftar pertanyaan 5 x 4 JP
Mengemukakan proses penerimaan dan pengeluaran uang pada teman sendiri Komunikasi Mempresentasikan proses penerimaan dan pengeluaran uang Tertulis Butir soal Praktik Mengatakan proses penerimaan dan pengeluaran uang Portofolio Laporan tertulis tentang proses penerimaan dan pengeluaran uang melalu internet atau sumber lain 3.4 Menelaah alur
pembayaran uang tunai melalui kas 4.4 Melakukan
pembayaran uang tunai melalui kas
alur pembayaran uang tunai melalui kas
Proses
pembayaran uang tunai melalui kas
Mengamati
Mengamati tentang alur pembayaran uang tunai melalui kas di instansi/lembaga Tugas Mengumpulkan informasi tentang alur pembayaran uang tunai melalui kas 5 x 4 JP
keuangan terdekat/simulasi Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan alur pembayaran uang tunai melalui kas Eksperimen/explore Membuat chart atau alur pembayaran uang tunai melalui kas
Asosiasi
Mengemukakan proses pembayaran uang tunai melalui kas Komunikasi Observasi Ceklist lembar pengamatan form tentang alur pembayaran uang tunai melalui kas Tes LisanDaftar pertanyaan Tertulis Butir soal Praktik Membaca alur pembayaran uang tunai melalui kas Portofolio Laporan tertulis mencari dari berbagai sumber tentang alur pembayaran uang tunai melalui kas
Mempresentasikan proses pembayaran uang tunai melalui kas Semester 2 3.5 Mempersiapkan dokumen pengajuan uang tunai 4.5 Mempraktikkan dokumen pengajuan uang tunai Pengelolaan dokumen pengajuan uang tunai Praktik pengelolaan dokumen pengajuan uang tunai Mengamati Mengamati dokumen pengajuan uang tunai Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan dokumen pengajuan uang tunai Eksperimen/explore Menggunakan format dokumen pengajuan uang tunai Asosiasi Mengemukakan berbagai hal tentang dokumen pengajuan uang tunai Tugas Mengumpulkan informasi tentang dokumen pengajuan uang tunai Observasi Ceklist lembar pengamatan form dokumen pengajuan uang tunai Tes Lisan Daftar pertanyaan Tertulis Butir soal 6 x 4 JP
Komunikasi Mempresentasikan tentang dokumen pengajuan uang tunai Praktik Membuat dokumen pengajuan uang tunai Portofolio Laporan tertulis mencari dokumen pengajuan uang tunai 3.6 Mengumpulkan bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang 4.6 Membuat laporan keuangan sesuai standar yang berlaku
bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang laporan keuangan sesuai standar yang berlaku Mengamati Mengamati bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang di instanais/lembaga keuangan Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang Tugas Mengumpulkan informasi tentang bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang dari berbagai sumber Observasi Ceklist lembar pengamatan tentang bukti-bukti tanda 6 x 4 JP
Eksperimen/explore Menggunakan rekapitulasi bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang Asosiasi Mengemukakan akibat kesalahan dalam pencatatan bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang Komunikasi Mempresentasikan tentang bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang penerimaan dan pengeluaran uang Tes Lisan Daftar pertanyaan Tertulis Butir soal Praktik Membuat laporan keuangan Portofolio Laporan tertulis mencari data tentang bukti-bukti tanda penerimaan dan pengeluaran uang
3.7 Menganalisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan 4.7 Membuat administrasi pendapatan dan belanja keuangan Administrasi pendapatan dan belanja keuangan Mengamati Mengamati cara menganalisa administrasi pendapatan dan belanja keuangan Menanya Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan analisa administrasi pendapatan dan belanja keuangan Eksperimen/explore Menggunakan format analisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan Asosiasi Mengemukakan dampak yang terjadi akibat kesalahan dalam menganalisis administrasi Tugas Mengumpulkan informasi tentang cara melakukan analisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan melalui internet atau sumber lain Observasi Ceklist lembar pengamatan form daftar analisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan Tes Lisan Daftar pertanyaan 6 x 4 JP
pendapatan dan belanja keuangan Komunikasi Mempresentasikan hasil Menganalisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan Tertulis Butir soal Praktik Menganalisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan Portofolio Laporan tertulis mencari cara menganalisis administrasi pendapatan dan belanja keuangan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMK NEGERI 2 GRESIK Mata Pelajaran : ADMINISTRASI KEUANGAN Kelas / Smester : XI / I
Jumlah Pertemuan : 1 JP X 45 menit
A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan meramalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, dan procedural dalam pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab phenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
1.2 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah.
4.3 Mencatat proses penerimaan dan pengeluaran uang
C. INDIKATOR
No. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI 1 1.2 Bertambah keimanannya
dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
1.2.1 Meyakini adanya karunia Tuhan Yang Maha Esa atas pemberian amanah dalam pengadakan sarana dan prasarana kantor.
1.2.2 Berakhlak mulia dalam melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana kantor. 2 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah
(jujur, disiplin, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah.
2.2.1 Terbiasa melakukan pengadaan kantor sesuai dengan langkah-langkah yang benar.
2.2.2 Selalu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas.
2.2.3 Terbiasa mengajukan pertanyaan dalam mengidentifikasi pengadaan sarana-dan prasarana kantor.
3 3.3 Menentukan administrasi perencanaan pengadaan dan permintaan sarana dan prasarana
3.3.1 Menjelaskan proses penerimaan uang. 3.3.2 Menjelaskan proses pengeluaran uang. 3.3.3 Mengidentifikasi langkah-langkah
proses pencatatan penerimaan uang 3.3.4 Mengidentifikasi langkah-langkah
proses pengeluaran uang. 4 4.3 Mempraktikan
pengadministrasian
perencanaan pengadaan dan permintaan sarana dan prasarana
4.3.1 Menjawab pertanyaan tentang proses penerimaan uang
4.3.2 Menjawab pertanyaan tentang proses pengeluaran uang
4.3.3 Mempersentasikan langkah-langkah pencatatan proses penerimaan uang.
4.3.4 Mempersentasikan langkah-langkah pencatatan proses pengeluaran uang
D. TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran Aspek Sikap
Setelah mendengarkan penjelasan guru, membaca buku ajar, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan persentasi mengenai pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang, peserta didik dapat:
1. Meyakini adanya karunia Tuhan Yang Maha Esa atas pemberian amanah dalam pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang.
2. Berakhlak mulia dalam melaksanakan pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang.
3. Terbiasa melakukan pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang dengan langkah-langkah yang benar.
4. Selalu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas.
5. Terbiasa mengajukan pertanyaan dalam mengidentifikasi proses penerimaan dan pengeluaran uang.
Tujuan Pembelajaran Aspek Pengetahuan
Setelah mendengarkan penjelasan guru, membaca buku ajar, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan persentasi mengenai pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan proses penerimaan uang. 2. Menjelaskan proses pengeluaran uang.
3. Mengidentifikasi langkah-langkah pencatatan proses penerimaan uang. 4. Mengidentifikasi langkah-langkah pencatatan proses pengeluaran uang.
Tujuan Pembelajaran Aspek Keterampilan
Setelah mendengarkan penjelasan guru, membaca buku ajar, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan persentasi mengenai pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang, peserta didik dapat:
2. Menjawab pertanyaan tentang proses pengeluaran uang.
3. Mempersentasikan langkah-langkah pencatatan proses penerimaan uang. 4. Mempersentasikan langkah-langkah pencatatan proses pengeluaran uang.
E. MATERI PEMBELAJARAN 1. Proses penerimaan uang. 2. Proses pengeluaran uang.
3. Langkah-langkah pencatatan proses penerimaan uang. 4. Langkah-langkah pencatatan proses pengeluaran uang.
F. METODE
1. Pendekatan Pembelajaran : Scientific Approach
2. Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Penugasan, Diskusi
3. Model Pembelajaran : Direct Instruction
G. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER BELAJAR Media
Buku Ajar tentang pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang
Power point atau tayangan slide mengenai proses penerimaan dan pengeluaran uang
Beragam macam contoh penyelesaian latihan soal pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang
Alat
LCD, Laptop, Papan Tulis, Spidol, Penghapus
Sumber Belajar
Manajemen Bisnis, Panji Anoraga, SE MM.
Mengelola Kas Kecil, Sri Endang.
Mengelola Kas Kecil, Sumarso.
H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN PERTAMA
No. Langkah-Langka Pembelajaran Keterangan
A. Pendahuluan 5’
1. Pendidik membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.
Sikap religious
2. Salah seorang peserta didik memimpin berdo’a sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Sikap religious
3. Pendidik menanyakan siapa yang tidak masuk pada hari itu beserta penyebabnya kemudian memeriksa presensi peserta didik.
Sikap sosial
4. Pendidik mengkondisikan kelas sampai keadaan kelas kondusif dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar.
5. Pendidik menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini, yaitu tentang proses penerimaan dan pengeluaran uang.
B. Kegiatan Inti 25’
1. Pendidik menjelaskan tentang proses penerimaan dan pengeluaran uang serta
langkah-langkah pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang.
Mengamati/pemberian rangsangan
2. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang sesuai dengann topik yang dibicarakan dan peserta didik lain juga boleh menanggapi pertanyaan dari peserta didik tersebut.
Menanya
3. Pendidik memberikan contoh soal latihan atau menyajikan informasi tahap demi tahap tentang
pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang.
4. Pendidik membimbing pelatihan mengerjakan soal latihan pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang.
Mencoba
5. Pendidik mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.
Mengamati
6. Pendidik memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan engenai pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang.
Menalar
7. Pendidik mempersiapkan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal yang berhubungan dengan materi yang belum dimengerti dan pendidik memberikan penjelasan.
Menanya
Mengomunikasikan
8. Pendidik memberikan tes tulis kepada peserta didik secara individu mengenai materi yang telah disampaikan tadi.
Menalar
9. Setelah mengerjakan tes tulis tersebut, pendidik memberikan instruksi kepada peserta didik untuk menukar lembar jawaban ke peserta didik lainnya untuk dibahas jawabannya secara bergantian.
Mengkomunikasikan
10. Setelah selesai dibahas pendidik memberikan instruksi kepada peserta didik untuk mengembalikan hasil jawaban kepada pemiliknya.
Mengkomuikasikan
11. Pendidik memanggil satu persatu nama peserta didik untuk mendata nilai.
Mengkomunikasikan
12. Pendidik memberikan apresiasi dan tanggapan mengenai hasil nilai peserta didik.
C. Kegiatan Penutup 5’ 1. Peserta didik dibantu oleh guru untuk
menyimpulkan materi.
2. Pendidik menyampaikan rencana tindak lanjut dengan meminta siswa mempelajari kembali materi yang sudah diberikan dan materi untuk minggu depan.
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan berdo’a yang dipimpin seorang peserta didik dan mengucapkan salam.
Sikap religius
I. PENILAIAN
1. Observasi (disiplin, tanggung jawab, santun) untuk menilai non akademik (pedoman penilaian terlampir).
2. Tugas bentuk pilihan ganda soal uraian (soal terlampir).
3. Kegiatan mempraktekkan langkah-langkah pencatatan proses penerimaan dan pengeluaran uang (pedoman penilaian terlampir).
Malang, 8 Desember 2016 Mengetahui,
Kepala UPTD SMK N 2 Gresik Guru Mata Pelajaran
____________________________ Yuni Nur Kholifah, S.Pd. Pembina Tk. I
LAMPIRAN 1 1. Penilaian Sikap
Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap
No. Nama Peserta Didik
Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Rata-Rata Disiplin Tanggungjawab Santun
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 N
Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan. Keterangan:
4 = jika 4 indikator terlihat 3 = jika 3 indikator terlihat 2 = jika 2 indikator terlihat 1 = jika 1 indikator terlihat
Indikator Penilaian Sikap: Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
Tanggung Jawab
b Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok c Mengajukan usul pemecahan masalah
d Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
Santun
a. Berinteraksi dengan teman secara ramah
b. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan c. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
d. Berperilaku sopan
Nilai akhir sikap diperoleh dari modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
2. Penilaian Pengetahuan
Bentuk Penilaian : Tes Tertulis
Jenis : Pilihan Ganda dan Uraian
A. Pilihan Ganda.
Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban a, b, c, d, atau e!
1. Kejadian atau suatu keadaan atau kondisi yang mengakibatkan perubahan terhadap harta, hutang, dan modal perusahaan sehingga diproses mulai dari pencatatan sampai dengan disajikan dalam bentuk laporan keuangan disebut dengan... a. Transaksi keuangan b. Penerimaan uang c. Pengeluaran uang d. Pemrosesan keuangan e. Pencatatan keuangan
2. Transaksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu... a. Transaksi internal dan eksternal
b. Transaksi perusahaan dan perorangan c. Transaksi umum dan pribadi
d. Transaksi penerimaan dan pengeluaran e. Transaksi pribadi dan perusahaan
3. Transaksi yang melibatkan bagian-bagian dalam perusahaan merupakan pengertian dari transaksi...
a. Penerimaan b. Perusahaan c. Pengeluaran d. Pribadi e. Internal
4. Berikut ini yang dapat digunakan sebagai bukti transaksi internal adalah... a. Cek
c. Kuitansi d. Buku tabungan e. Bilyet giro
5. Manfaat utama adanya bukti transaksi adalah.... a. Sebagai bukti tertulis transaksi telah dilaksanakan b. Sebagai arsip
c. Sebagai laporan
d. Sebagai alat pembayaran e. Sebagai alat penerimaan
6. Kuitansi dibuat sekurang-kurangnya dua rangkap. Lembar pertama untuk.... dan lembar kedua untuk....
a. Bukti pengeluaran dan penerimaan
b. Pihak pembayar dan bukti penerimaan uang c. Pihak kreditur dan debitur
d. Pihak kasir dan arsiparis e. Pihak kasir dan keuangan
7. Surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu surat tersebut disertakan kepada bank adalah...
a. Cek b. Obligasi c. Kuitansi d. Nota Kontan e. Bilyet giro
8. Gambar disamping merupakan salah satu bukti pembayaran yang disebut... a. Cek b. Rekening koran c. Kuitansi d. Nota kontan e. Bilyet giro
9. Faktur adalah...
a. Bukti transaksi / pembayaran secara kredit b. Bukti penerimaan barang
c. Bukti pelunasan barang d. Bukti penerimaan uang e. Bukti pengeluaran uang
10. Rangga membeli 2 box teh gelas. Setelah di cek dan dibuka di rumah ternyata tanggal kadaluarsa yang tertera dalam salah satu box dengan yang tertera pada teh gelas tidak sama. Tanggal kadaluarsa dalam teh gelas akan berakhir dua hari lagi. Hal ini membuat Rangga kembali ke toko dan mengembalikan box dan toko mencatat pengembalian tersebut dalam sebuah bukti transaksi. Bukti transaksi tersebut adalah...
a. Nota kontan b. Rekening Koran c. Nota debet d. Kuitansi e. Nota kredit
11. Penerima nota kredit akan mencatan akun pihak pengirim nota pada sisi…. a. Debet
b. Harta c. Kredit d. Modal e. Piutang
12. Penerima nota debet akan mencatat akun pihak pengirim pada sisi…… a. Debet
b. Harta c. Kredit d. Modal e. Piutang
13. Bukti transaksi yang digunakan untuk penyesuaian saldo kas menurut perusahaan dengan saldo kas menurut bank adalah...
b. Buku tabungan c. Jurnal
d. Rekening koran e. Buku besar
14. Bagian-bagian yang terlibat dalam proses penerimaan uang adalah sebagai berikut kecuali...
a. Bagian kasir b. Bagian piutang c. Penerima surat d. Bagian audit
e. Bagian pemeriksaan interen
15. Salah satu tanggung jawab bagian surat masuk terhadap proses penerimaan uang adalah….
a. Memastikan jumlah dalam chek cocok dengan jumlah dalam remittance advice
b. Membuat surat setoran ke bank
c. Menyetorkan semua uang yang diterimanya ke bank d. Mengaudit jumlah uang yang diterima dan dikeluarkan e. Mengawasi cek dan kuitansi
16. Salah satu tugas bagian kasir adalah... a. Mengaudit laporan keuangan akhir bulan b. Memilah surat yang berisi penagihan c. Menyetorkan uang yang diterima ke bank d. Menyetorkan uang transaksi pembelian
e. Mengambil surat setoran dari bank ke perusahaan
17. Formulir yang dapat digunakan dalam prosedur penerimaan uang menurut Zaki Baridwan adalah sebagai berikut kecuali...
a. Dokumen bukti asli b. Buku pembantu piutang c. Buku jurnal
e. Proof tapes
18. Berikut ini yang merupakan bagian dari data harian yang menunjukkan kumpulan ataukah ringkasan penermaan kas kecuali....
a. Bukti setoran ke bank b. Cek
c. Daftar penerimaan kas harian oleh kasir
d. Daftar penerimaan kas harian ileh bagian surat masuk e. Ringkasan cash register
19. Proof tapes merupakan salah satu contoh dari salah satu formulir yang dapat digunakan dalam proses penerimaan uang yang termasuk dalam bagian.... a. Data harian
b. Buku besar c. Buku jurnal
d. Buku pembantu utang e. Buku pembantu piutang
20. Alasan mengapa ketelitian dan keamanan penandatanganan cek adalah karena...
a. Orang yang diberi kepercayaan memegang cek mempunyai tanggung jawab terhadap setiap transasi
b. Si penandatangan adalah pimpinan perusahaan tertinggi c. Si penandatangan adalah CEO perusahaan
d. Agar cek tidak dipindahtangankan e. Agar transaksi benar-benar dilaksanakan
B. Essay
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan lengkap dan tepat! 1. Jelaskan apa saja bagian-bagian yang ada dalam cek!
2. Jelaskan perbedaan nota kontan dengan faktur!
3. Jelaskan bagian-bagian apa saja yang terlibat dalam proses penerimaan uang!
4. Sebutkan apa saja yang termasuk dalam dokumen/bukti asli pendukung setiap penerimaan uang!
5. Jelaskan prosedur dan alur transaksi penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan
Kunci Jawaban Tes Tulis I. Pilihan Ganda 1. A 2. A 3. E 4. B 5. A 6. B 7. A 8. B 9. C 10. C 11. C 12. A 13. D 14. D 15. D 16. A 17. D 18. B 19. A 20. A
II. Soal Isian
1. Bagian-bagian cek yaitu yang paling atas adalah tanggal, kemudian ada nama orang yang dikirimi cek, kemudian terbilang berapa besarnya cek, kemudian, tulisan angka jumlah cek, dan terakhir tanda tangan dan nama pengirim cek. 2. Faktur diserahkan dengan perhitungan berapa jumlah uang yang harus
ditagihkan kepada pembeli, sedangkan nota kontan dipergunakan sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan dengan pembayaran secara tunai.
3. a. Bagian surat masuk Bagian surat masuk bertugas menerima semua surat-surat yang diterima perusahaan. Kecocokan antara jumlah dalam chek dengan jumlah dalam remittance menjadi tanggung jawab bagian surat masuk
b. Kasir Kasir bertugas menerima uang yang berasal dari bahan surat masuk pembayaran langsung dari penjualan oleh salesman. Kasir membuat surat setoran kebank dan menyetorkan semua uang yang diterimanya.
c. Bagian piutang Sumber dan bentuk penerimaan uang
d. Bagian pemeriksaan interen Selain sumber-sumber tersebut, penerimaan-penerimaan uang bisa juga berasal dari adanya pinjaman baik dari bank maupun dari pinjaman wesel. Apabila terjadi setoran model baru, maka ini juga merupakan sumber penerimaan kas.
4. 1) Pemberitahuan tentang pelunasan dari para langganan (remittance advice) atau amplop. 2) Bukti penerimaan uang yang diberi nomor urut yang di cetak
dan dibuat oleh kasir untuk penerimaan uang langsung. 3) Pita daftar penjualan tunai Pemberitahuan tentang pelunasan, daftar penjualan salesman. 4) Pemberitahuan dari bank tentang pinjaman, penagihan oleh bank.
5. Penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan dengan prosedur berikut ini : 1) Bagian piutang memberikan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih kepada penagih. 2) Bagian penagihan mengirimkan penagih yang merupakan karyawan perusahaan untuk melakukan penagihan ke debitur. 3) Bagian penagihan menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari debitur. 4) Bagian penagihan menyerahkan cek ke bagian kasa. 5) Bagian penagihan menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untutk kepentingan posting ke dalam kartu piutang. 6) Bagian kasa mengirim kwitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada debitur. 7) Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek tersebut dilakukan endorsment oleh pejabat yang berwenang. 8) Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur.
Pedoman Penilaian Pengetahuan Skor Maksimal untuk:
I. Pilihan Ganda
Skor setiap nomer : 1 Total skor maksimal : 20 II. Uraian Skor No. 1 : 16 Skor No. 2 : 16 Skor No. 3 : 16 Skor No. 5 : 16 Skor No. 5 : 16
Total skor maksimal : 80
Rincian Skor 17 Skor 1-4 : Kurang Skor 5-8 : Cukup
Skor 9-12 : Baik
Skor 13-16 : Sangat Baik
Rumus Konservasi Nilai
Nilai = Jumlah skor pilihan ganda + Jumlah skor uraian
Rubrik Penilaian:
No Nama Siswa Skor Nilai
Pilihan Ganda Uraian 1 2 3 4 5 N
3. Penilaian Keterampilan
Mempersentasikan langkah-langkah permintaan dan pengadaan peralatan atau perlengkapan kanto
Aspek Penilaian Praktek Format Penilaian:
No. Nama Siswa
Aspek Pengamatan Praktek Nilai
Kejelasan dalam
penanganan Pengetahuan Etika
Sistematika penulisan Keakuratan nilai Peguasaan materi dalam penanganan Sikap (kesopanan, ramah, dan tegas)
Menciptakan kesan positif 1. 2. 3. 4. N. Rincian Skor 20 Skor 0-5 : Kurang Skor 6-10 : Cukup Skor 11-15 : Baik
Rubrik Penilaian Keterampilan:
No Nama Siswa Nilai
1 2 3 4 5 N
LAMPIRAN MATERI
A. MATERI 1
PROSES PENERIMAAN DAN PENGELUARAN UANG
Penerimaan dan pengeluaran uang pada perusahaan terjadi apabila ada kegiatan transaksi. Transaksi keuangan adalah segala kegitan yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan. Misalnya karena ada penjualan tunai barang dagangan maka harta perusahaan berupa barang dagangan akan berubah menjadi kas dan kerugian atau keuntungan dari penjualan tersebut akan mempengaruhi jumlah modal.
Transaksi-transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan pada umumnya meliputi:
1. Penerimaan uang tunai dan barang dari pemilik sebagai setoran modal. 2. Pembelian perlengkapan dan peralatan secara tunai atau kredit.
3. Pembayaran utang pada kreditur.
4. Penjualan jasa atau barang secara tunai atau secara kredit. 5. Penerimaan tagihan dari debitur.
6. Pembayaran beban-beban. 7. Dll.
Setiap jenis transaksi keuangan memiliki sumber yang berbeda dan pelaku yang berbeda pula. Perhatikan penggolongan jenis transaksi keuangan berdasarkan sumber dan pihak yang melakukannya berikut ini.
1. Jenis Transaksi Menurut Sumbernya
a. Transaksi modal yaitu transaksi yang mempunyai hubungan dengan pemilik perusahaan. Misalnya, penyetoran uang/barang sebagai modal oleh pemilik perusahaan dan pengambilan uang/barang oleh pemilik modal (prive).
b. Transaksi usaha merupakan transaksi yang berkaitan dengan kegiatan usaha/operasi perusahaan. Misalnya, pembayaran gaji karyawan dan pendapatan berupa hasil usaha.
2. Jenis Transaksi Menurut pihak yang melakukannya a. Bukti Transaksi Intern
Bukti transaksi intern adalah bukti pencatatan perubahan posisi keuangan yang terjadi dalam kegiatan intern perusahaan itu sendiri, biasanya berupa memo dari pimpinan atau orang yang ditunjuk. Misalnya, memo perubahan harta kekayaan karena adanya penyusutan nilai aktiva tetap, bukti pemakaian perlengkapan toko, dan sebagainya.
b. Bukti Transaksi Ekstern
Bukti transaksi ekstern adalah bukti pencatatan transaksi keuangan yang terjadi dengan pihak luar perusahaan, seperti penjualan, pembelian, pembayaran gaji pegawai, penerimaan investasi dari pemilik perusahaan, dll. Bukti ekstern ini antara lain berupa faktur, kuitansi, nota kredit, nota debet, cek, bilyet giro, rekening koran, dan bukti setoran bank.
Pengungkapan transaksi tersebut dapat dilihat dalam bukti transaksi. Bukti-bukti transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Faktur (Invoice)
Faktur adalah perhitungan penjualan barang dan bukti penyerahan barang dagangan yang diperjualbelikan, dibuat oleh pihak penjual disampaikan kepada pihak pembeli bersamaan dengan barang dibelinya. Faktur ini biasanya
dibuat rangkap, yang asli diberikan kepada pembeli sebagai bukti perhitungan pembelian dan sebagai perhitungan berapa jumlah yang harus dibayar, sedangkan tindakannya (tembusan/copy) dipegang oleh penjual sebagai bukti bahwa barang telah diserahkan dengan perhitungan berapa jumlah uang yang harus ditagihkan kepada pembeli.
2. Kuitansi
Kuitansi adalah bukti pembayaran uang yang dibuat oleh pihak penerima uang. Umumnya terdiri dari 2 (dua) bagian, bagian pertama diberikan kepada pihak pembayar sebagai bukti pencatatan pengeluaran uag, sedangkan bagian yang tertinggal (Sus/Bonggol Kuitansi) untuk sementara bias dijadikan bukti pencatatan penerimaan uang.
3. Nota Kontan
Nota kontan dipergunakan sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan dengan pembayaran secara tunai.
4. Nota Kredit
Nota kredit adalah perhitungan atau pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan (penjual) kepada langganannya (pembeli) bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu akibat penerimaan kembali barang yang telah dijual karena cacat atau tidak sesuai dengan pesanan.
5. Nota Debet
Nota debet adalah perhitungan atau pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan (pembeli) kepada langganannya (penjual), bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu karena barang yang dibelinya rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
6. Cek
Cek adalah surat perintah kepada Bank untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam lembaran cek, surat perintah ini ditandatangani oleh seseorang yang menjadi nasabah suatu bank dan mempunyai simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.
Cek terdiri atas dua jenis, yaitu cek atas nama dan cek atas tunjuk. Cek atas nama hanya dapat dicairkan oleh orang yang namanya tercantum di dalam cek tersebut dengan memperlihatkan tanda pengenal orang yang bersangkutan
(KTP, SIM, Pasport, dll). Sedangkan, cek atas tunjuk dapat dicairkan oleh siapa saja yang membawa cek ke bank yang besangkutan dengan memperlihatkan tanda pengenal pembawa cek tersebut (KTP, SIM, Pasport, dll).
7. Bilyet Giro
Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro, pada bank yang sama, atau bank yang lain.
8. Rekening Koran
Rekening koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya. Rekening koran ini dari segi akuntansi digunakan sebagai dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank.
Dalam setiap setoran ke bank, kita harus mengisi slip setoran yang formatnya sudah disediakan oleh bank. Setiap bank mempunyai slip setoran masing-masing, tetapi inti dari slip setoran tersebut sama.
10. Bukti Memo
Bukti memo adalah bukti transaksi intern seperti memo dari pejabat tertentu atau pimpinan perusahaan kepada bgian akuntansi untuk melakukan pencatatan.
ALUR TRANSAKSI
1. Proses Penerimaan Uang
Sistem akuntansi penerimaan kas adalah suatu kesatuan untuk mengumpulkan, mencatat transaksi yang dapat membantu pimpinan untuk menangani penerimaan uang perusahaan. Di dalam suatu perusahaan prosedur penerimaaan uang melibatkan beberapa bagian transaksi-transaksi penerimaan uang tidak terpusat pada suatu bagian saja agar dapat memenuhi prinsip-prinsip internal kontrol.
Ruchiyat Kosasi, Auditing Prinsip Accounting (2001: 35) mengatakan bahwa diantara bagian-bagian yang terlibat di dalam proses penerimaan uang, adalah sebagai berikut:
a. Bagian surat masuk
Bagian surat masuk bertugas menerima semua surat-surat yang diterima perusahaan. Surat yang berisi pelunasan piutang harus dipisahkan dari surat-surat lainnya. Setiap hari bagian surat membuat daftar penerimaan uang harian, mengumpulkan chek dan remittance advice. Kecocokan antara jumlah dalam chek dengan jumlah dalam remittance menjadi tanggung jawab bagian surat masuk.Setelah daftar penerimaan uang harian selesai dikerjakan oleh bagian surat masuk, maka daftar tersebut didistribusi oleh kepala bagian yang bersangkutan, satu lembar bersama-sama dengan chek di serahkan kepada kasir.
Dari Satu lembar bersama dengan remitttance advice diserahkan kepada seksi piutang. Jika dalam surat yang diterima oleh bagian surat masuk terdapat
remittance sesudah diterima, amplop dari langganan dapat digunakan sebagai remittance sesudah ditulis jumlahnya pada halaman muka amplop tersebut.
b. Kasir
Kasir bertugas menerima uang yang berasal dari bahan surat masuk pembayaran langsung dari penjualan oleh salesman. Kasir membuat surat setoran kebank dan menyetorkan semua uang yang diterimanya.
Agar penerimaan uang ini dapat diawasi dengan baik, maka satu lembar bukti sebagai setoran dari bank langsung dikirm ke bagian akuntansi. Bukti setoran yang diterima di bagian akuntansi dicocokkan dengan daftar penerimaan uang yang dibuat oleh bagian surat masuk dan oleh kasir. Salah satu cara pengawasan penerimaan uang langsung oleh kasir dapat dilakukan dengan dibuatnya bukti kas masuk yang diberi nomor urut yang dicetak
c. Bagian piutang
Sumber dan bentuk penerimaan uang menurut Zaki Baridwan (2003; 199), sebagai berikut penerimaan uang/kas biasanya berasal dari berbagai bentuk sumber, ada sumber yang sering terjadi seperti pelunasan piutang, penjualan tunai, tetapi ada pula sumber penerimaan yang jarang terjadi, seperti penjualan aktiva tetap. d. Bagian pemeriksaan interen
Selain sumber-sumber tersebut, penerimaan-penerimaan uang bisa juga berasal dari adanya pinjaman baik dari bank maupun dari pinjaman wesel. Apabila terjadi setoran model baru, maka ini juga merupakan sumber penerimaan kas.
Formulir-formulir yang digunakan dalam prosedur penerimaan uang menurut Zaki Baridwan, Akuntansi Keuangan (2003: 100) adalah sebagai berikut: a. Dokumen (bukti) asli pendukung setiap penerimaan uang yang terdiri dari :
1) Pemberitahuan tentang pelunasan dari para langganan (remittance advice) atau amplop.
2) Bukti penerimaan uang yang diberi nomor urut yang di cetak dan dibuat oleh kasir untuk penerimaan uang langsung.
3) Pita daftar penjualan tunai Pemberitahuan tentang pelunasan, daftar penjualan salesman.
4) Pemberitahuan dari bank tentang pinjaman, penagihan oleh bank.
b. Data harian yang menunjukkan kumpulan ataukah ringkasan penerimaan kas yang terdiri dari:
1) Bukti setoran ke bank.
2) Daftar penerimaan kas harian (dibuat oleh kasir) dan daftar penerimaan kas harian (yang dibuat oleh bagian surat masuk).
3) Ringkasan cash register. 4) Proof tapes.
c. Buku jurnal (book of original entry) 1) Jurnal penerimaan uang (terperinci).
2) Kombinasi proof shhet dengan jurnal penerimaan uang. d. Buku pembantu piutang dan buku besar
Berikut ini beberapa alur dari proses penerimaan uang:
a. Penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan dengan prosedur berikut ini :
1) Bagian piutang memberikan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih kepada penagih.
2) Bagian penagihan mengirimkan penagih yang merupakan karyawan perusahaan untuk melakukan penagihan ke debitur.
3) Bagian penagihan menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari debitur.
5) Bagian penagihan menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untutk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.
6) Bagian kasa mengirim kwitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada debitur.
7) Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek tersebut dilakukan endorsment oleh pejabat yang berwenang.
8) Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur. b. Penerimaan Kas dari Piutang Melalui Pos dilaksanakan dengan prosedur
sebagai berikut:
1) Bagian pengiriman mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi penjualan kredit terjadi.
2) Debitur mengirim cek atas nama yang dilampiri surat pemberitahuan melalui pos.
3) Bagian sekretariat menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari debitur.
4) Bagian sekretariat menyerahkan cek kepada bagian kasa.
5) Bagian sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.
6) Bagian kasa mengirim kuitansi kepada debitur sebagai tanda terima pembayaran dari debitur.
7) Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek atas nama tersebut dilakukan endorsemen oleh pejabat yang berwenang.
8) Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur. c. Penerimaan Kas Melalui Lock-Box-Collection Plan dilaksanakan dengan
prosedur sebagai berikut:
1) Bagian penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi terjadi.
2) Debitur melakukan pembayaran utangnya pada saat faktur jatuh tempo dengan mengirimkan cek dan surat pemberitahuan ke PO BOX di kota terdekat.
3) Bank membuka PO BOX dan mengumpulkan cek dan surat pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan.
4) Bank membuat daftar surat pemberitahuan. Dokumen ini dilampiri dengan surat pemberitahuan dikirimkan oleh bank ke bagian sekretariat.
5) Bank mengurus check clearing.
6) Bagian sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk mengkredit rekening pembantu piutang debitur yang bersangkutan.
7) Bagian sekretariat menyerahkan daftar surat pemberitahuan ke bagian kasa. 8) Bagian kasa menyerahkan daftar surat pemberitahuan ke bagian jurnal
untuk mencatat di dalam jurnal penerimaan kas.
9) Prosedur penerimaan uang melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan agar transaksi penerimaan uang tidak terpusat pada satu bagian saja.
2. Proses Pengeluaran Uang
Sistem akuntansi pengeluaran kas adalah suatu kesatuan untuk mengumpulkan, mencatat transaksi yang dapat membantu pimpinan untuk menangani pengeluaran uang perusahaan. Untuk bisa menyusun suatu manual atau pedoman tentang sistem dan prosedur pencatatan pengeluaran uang, maka terlebih dahulu harus diadakan analisa tentang fungsi daripada pengeluaran tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut, Ruchiyat Kosasi, (2001: 102) mengemukakan, sebagai berikut:
a. Pengeluaran kas harus diperinci agar dapat disusun suatu ikhtisar laporan dan pencatatan, dari kedalam jurnal pengeluaran kas.
b. Dalam perusahaan kecil, pos-pos debet dapat berasal dari "voucher register", jurnal pembelian (buku pembelian) atau dari perincian faktur-faktur terpisah dari prosedur jurnal ataukah catatan harian. Jadi buku jurnal atau pencatatan pengeluaran kas dipakai sebagai kontrol chek terhadap buku-buku tersebut di atas.
c. Sebagian besar pos-pos debet sebagai lawan pengeluaran kas adalah pos-pos harta, utang, dan biaya tetapi juga bisa berakibat pos debet pada kelompok rekening dalam neraca serta rugi laba. Catatlah pengeluaran kas dengan baik dan posting ke pos debet.
Suatu sistem efektif mengenai pengeluaran kas merupakan hal penting sehingga tidak kalah pentingnya dengan sistem yang ada pada penerimaan kas. Oleh karena pengurus dan pimpinan suatu perusahaan harus mengirim surat dan dapat menjelaskan mengenai siapa yang berwewenang untuk menandatangani chek. Semua pembayaran/ pengeluaran kas, sebaiknya dilakukan dengan chek atau nama perusahaan ataukah chek voucher. Chek voucher merupakan suatu formulir yang dikirim kepada kreditur sebagai pemberitahuan tentang pembayaran. Bersama dengan cheknya, tembusannya merupakan catatan utang yang menunjukkan suatu persetujuan pembayaran, sehingga bukti tanda terima dapat diperoleh secara otonomi. Oleh karena penandatanganan chek-chek yang cukup banyak ini yang memerlukan suatu ketelitian dan keamanan sehingga mereka yang menandatangani chek harus mempertanggung jawabkan setiap transaksi yang meragukan atau tidak dimengerti sepenuhnya. Meskipun sistem pengendalian interen tidak dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi, tetapi dalam hal ini perlu adanya pedoman dalam pembukuan.
Berikut ini salah satu alur transaksi dari proses pengeluaran uang. a. Alur transaksi pembelian.
1) proses pembelian dimulai dari permintaan bagian penjualan atau produksi; 2) melakukan survei pasar;
3) menerima berbagai penawaran dari berbagai perusahaan;
4) memutuskan supplier dengan mempertimbangkan harga, kualitas dan layanan purna jual;
5) membuat daftar barang yang akan dibeli; 6) mengirimkan surat pesanan;
7) membuat dan menanda tangani surat perjanjian dengan supplier; 8) menerima barang;
9) menerima barang sesuai dengan pesanan;