• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Manajemen Keuangan INternational

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Manajemen Keuangan INternational"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MANAGEMENT MODAL KERJA

MANAGEMENT MODAL KERJA

INTERNASIONAL

INTERNASIONAL

(PENDANAAN INTERNASIONAL, MANAJEMEN

(PENDANAAN INTERNASIONAL, MANAJEMEN

AKTIVA LANCAR)

AKTIVA LANCAR)

(2)

 Pengelo

 Pengelolaan Modalaan Modal Kerja Mull Kerja Multinasionatinasional l 

Bab ini fokus pada manajemen modal kerja multinasional yang menjelaskan metodemetode yang Bab ini fokus pada manajemen modal kerja multinasional yang menjelaskan metodemetode yang dap

dapat at digdigunaunakan oleh kan oleh MNC untuk membiMNC untuk membiayaayai i perperdangdangangaangan n intinternernsiosional nal dan manajdan manajemenemen kewajiban jangka pendek.

kewajiban jangka pendek.

Tugas bab ini menjelaskan : Tugas bab ini menjelaskan :

1.

1. Menjelaskan Menjelaskan metode-metode pemmetode-metode pembayaran perdagangan bayaran perdagangan internasional internasional dan dan metode-metodemetode-metode  pembiayaan perdagangan yang umum dipakai

 pembiayaan perdagangan yang umum dipakai

2. Menjelaskan mengapa MNC

2. Menjelaskan mengapa MNC mau mencari summau mencari sumber pembiayaan dari luar ber pembiayaan dari luar negeri dannegeri dan menjelaskan bagaimana menentukan keputusan untuk

menjelaskan bagaimana menentukan keputusan untuk memakai memakai sumber pembiayaan dari lsumber pembiayaan dari luar uar  negeri

negeri

 Pembiay

 Pembiayaan perdaaan perdagangan intgangan internasionaernasional l  1. Metode Pembayaran Perdagangan Internasional

1. Metode Pembayaran Perdagangan Internasional

Laporan ini merupakan tugas

Laporan ini merupakan tugas kelompok kelompok  Mata kuliah Manajemen Keuangan I

(3)

Dalam setiap transaksi perdagangan internasional, kredit diberikan o leh :

o supplier (exporter),

o buyer (importer),

o Satu atau lebih institusi keuangan, atau

o Kombinasi dari pemberi kredit di atas.

Bentuk kredit dimana supplier mendanai keseluruhan siklus perdagangan dikenal supplier credit (pemasok kredit).

Metode dasar yang digunakan dalam menyelesaikan transaksi internasional dengan tingkat resiko yang berbeda bagi eksportir maupun importir adalah sebagai berikut :

1.1. Pembayaran di muka (prepayments)

Pembayaran yang dilakukan dalam bentuk transfer melalui kawat internasional ke rekening bank  eksportir atau bank draft. Pada metode ini barang-barang tidak akan dikirim sampai pembeli melakukan pembayaran barang-barang tersebut kepada penjual/eksportir. Kondisi-kondisi metode ini adalah sebagai berikut :

o Waktu pembayaran : sebelum pengirimanan

o Barang-barang tersedia untuk pembeli : setelah pembayaran

o Resiko bagi exportir : tidak ada

o Resiko bagi importir : sepenuhnya tergantug pada exportir untuk mengirimkan barang- barang yang dipesan

1. 2. Letter of Credit (L/C)

Instrumen yang diterbitkan oleh sebuah bank atas nama importir yang berjanji untuk  membayar eksportir setelah dokumen-dokumen disajikan eksportir sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam L/C. Kondisi-kondisi metode ini adalah sebagai berikut :

(4)

o Barang-barang tersedia untuk importir/buyers : setelah pembayaran yang meminta  pembeli untuk membayar face amount dan drafts

o Resiko bagi exporter : sangat kecil atau tidak ada

o Resiko bagi importer : tergantung pada eksportir untuk mengirim barangbarang sebagaimana tertera dalam dokumen.

1.3. Drafts (Bills of Exchange)

Merupakan janji tidak bersyarat yang ditarik oleh salah satu pihak, biasanya eksportir, Bank   biasanya bertindak sebagai perantara dalam proses pengiriman dokumen-okumen dan  penagihan pembayaran. Dalam terminologi perbankan, transaksi-transaksi tersebut dikenal dengan documentary collections. Dalam transaksi semacam ini, bank-bank dari kedua belah  pihak bertindak sebagai perantara dalam pemrosesan dokumen-dokumen pengiriman dan  penagihan pembayaran.

Sedangkan Sight drafts (documents against payment), eksportir dibayar setelah  pengiriman dilakukan dan draft disajikan kepada importir untuk melakukan pembayaran. Bank   pembeli tidak akan menyerahkan dokumen pengiriman barang kepada pembeli sampai pembeli

melakukan pembayaran.

Kondisi-kondisi metode ini adalah sebagai berikut :

o Waktu pembayaran : pada saat menyajikan/menunjukkan draft

o Barang-barang tersedia untuk pembeli : setelah pembayaran

o Resiko bagi exporter : memindahkan barang-barang yang tidak dibayar (disposal of unpaid goods)

o Resiko bagi importer : tergantugn pada exporter untuk mengirim barang sebagaimana tertera dalam dokumen.

Jika pengiriman dilakukan berdasarkan time drafts (documents against acceptance), eksportir memberikan instruksi kepada bank pembeli untuk mengeluarkan dokumen pengiriman setelah pembeli menerima (menandatangani) draft. Dengan menerima draft, pembeli berarti setuju untuk membayar eksportir pada suatu tanggal di masa datang.

Kondisi-kondisi metode ini adalah sebagai berikut :

o Waktu pembayaran : pada saat jatuh tempo draft

(5)

o Resiko bagi exporter : tergantung pada pembeli untuk membayar 

o Resiko bagi importer : tergantug pada exporter untuk mengirim barang sebagaimana tertera dalam dokumen.

1. 4. Konsinyasi (Consignments)

Eksportir mengirimkan barang kepada importir tetapi tetap memegang hak kepemilikan atas barang. Importir memiliki akses terhadap barang, tetapi tidak perlu melakukan pembayaran  barang sampai terjual kepada pihak lain. Eksportir dengan demikian percaya bahwa importir 

akan mengembalikan hasil dari penjualan. Dalam hal ini, eksportir tidak memiliki perlindungan yang memadai jika imporitr gagal melakukanpembayaran, karena tidak ada draft yang terlibat sedangkan barang-barang telah terjual.

Kondisi-kondisi metode ini adalah sebagai berikut :

o Waktu pembayaran : pada saat penjualan kepada pihak ketiga

o Barang-barang tersedia untuk pembeli : sebelum pembayaran

o Resiko bagi exporter : membolehkan imporitr untuk menjual inventory sebelum membayar eksportir.

o Resiko bagi importer : tidak ada.

1. 5. Akun terbuka (Open Accounts)

Transaksi pembayaran kemudian merupakan kebalikan dari metode prepayment, dimana eksportir mengirim barang dan mengharapkan pembeli untuk melakukan pembayaran sesuai dengan syarat-syarat yang disetujui bersama. Eksportir sepenuhnya bergantung pada kesehatan keuangan, integritas, dan reputasi dari pembeli. Seperti yang dapat diperkirakan, metode ini digunakan dalam perdagangan yang melibatkan penjual dan pembeli yang telah memiliki hubungan lama dan percaya satu sama lain.

Kondisi-kondisi metode ini adalah sebagai berikut :

o Waktu pembayaran : sesuai kesepakatan

o Barang-barang tersedia untuk pembeli : sebelum pembayaran

o Resiko bagi exporter : tergantung sepenuhnya pada imporitr untuk membayar sesuai kesepakatan.

(6)

Resiko bagi importer : tidak ada.

2. Metode-metode Pembiayaan Perdagangan

Terdapat sejumlah metode pembiayaan perdagangan internasional yang popular 

yaitu :

1) Pembiayaan piutang (Accounts Receivable Financing)

Bank menyediakan kredit kepada eksportir yang dijamin dengan piutang. Seorang exporter yang membutuhkan dana bisa dengan segera memperoleh pinjaman bank yang aman dengan

menjaminkan piutang (account receivable).

2) Anjak Piutang (Factoring)

Eskportir menjual piutang tanpa recourse dan menanggung semua tanggung jawab administratif dengan penagihan piutang dari pembeli serta exposure kredit pembeli. Pada saat eksportir mengirim barang sebelum menerima pembayaran, saldo piutangnya akan meningkat. Kecuali jika mendapatkan kredit dari bank dengan jaminan piutang, eksportir harus selalu memonitor keberhasilan penagihan piutang. Karena ada resiko bahwa pembeli tidak akan membayar sepeserpun, eksportir bisa menjual piutang kepada pihak ketiga (Cross-Border  Factoring) melibatkan jaringan perusahaan anjak piutang dari berbagai negara yang menilai resiko kredit dari para importir. Factor dari eksportir akan menghubungi factor lain dalam negara importir untuk menilai kesehatan keuangan dari importir dan menangani proses  penagihan piutang. Jasa anjak piutang biasanya disediakan oleh anak perusahaan dari bank- bank komersial yang bergerak dalam bidang anjak piutang, perusahaan keuangan, dan

institusi-institusi keuangan khusus lain.

3) Letters of Credit (L/C)

Salah satu bentuk pembiayaan perdagangan yang sangat bermanfaat bagi eksportir maupun importir. L/C diterbitkan oleh sebuah bank atas nama importer yang berjanji untuk membayar  exporter pada saat dokumen-dokumen pengiriman disajikan. Importer membayar issuing bank  sejumlah uang yang tertera pada L/C ditambah fee (associated fees). L/C yang berhubungan dengan perdagangan dikenal dengan nama Commercial or import/export L/C, biasanya bersifat irrevocable ; tidak dapat dibatalkan atau diubah tanpa persetujuan eksportir. Dokumen-dokumen yang diperlukan dalam L/C biasanya meliputi draft (sight or time), faktur perdagangan (commercial invoice), dan bill of lading (diterima oleh importir sebagai bukti pengiriman). Kadang exiporter memerlukan/mensyaratkan sebuah bank local menjamin/memberi garansi sebuah L/C.

(7)

Documentary Credit Procedure Credit 2.1. Variasi/versi Letters of Credit (L/C) Versi L/C meliputi :

1. Standby L/Cs : Dokumen yang digunakan untuk menjamin pembayaran kepada pemasok. Didanai hanya jika buyer tidak membayar seller sesuai kesepakatan

2. Transferable L/Cs : Dokumen yang memungkinkan penerima pertama dari standby L/C untuk mentransfer semua atau sebagian dari L/C awal kepada pihak ketiga. Penempatan klausul  pengalihan dalam L/C merupakan metode pembiayaan lain untuk transaksi yang melibatkan  perantara. Penerima awal L/C dapat mengalihkan, kepada pemasok actual, jumlah yang tertera dalam L/C. Pemasok mendapat jaminan dari bank bahwa jika dan saat dokumen-dokumen disajikan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam L/C, bank akan membayar   pemasok sesuai dengan instruksiinstruksi pengalihan.

3. Banker’s Acceptance (BA)

Time draft yang ditarik dan diterima oleh bank (the importer’s bank). Accepting bank   berkewajiban untuk membayar pemegang draft pada saat jatuh tempo. Jika exporter tidak  ingin menunggu untuk pembayaran, ia dapat meminta BA dijualkan pada pasar uang. Pebiayaan  perdagangan diberikan oleh pemegang BA. Bank menerima drafts dengan biaya-biay atas dasar 

all-in-rate (interest rate) yang terdiri dari discount rate ditambah komisi penerbitan banker’s acceptance. Secara umum, all-in-rates BA lebih rendah daripada suku bunga pinjaman, dan  biasanya berada diantara suku bunga Treasury bills jangka pendek dan commercial papers.

4. Working Capital Financing

Bank-bank bisa memberikan pinjaman jangka pendek yang membiayai siklus modal kerja, dari  pembelian inventory dan berlanjut hingga penjualan barang/konversi menjadi uang tunai.

Pinjaman bank jangka pendek berfungsi untuk mendanai siklus modal kerja yang dimulai dengan pembelian persediaan/inventory, dan berlanjut hingga penjualan barang, penciptaan  piutang dagang dan penagihan piutang.

5. Medium-Term Capital Goods Financing (Forfaiting)

Suatu jenis pembiayaan perdagangan yang mempunyai hak untuk meminta pembayaran dari eksportir sebagai pemegang awal dari wesel, jika importir tidak mampu melunasi pembayaran  pada saat jatuh tempo. Importer menerbitkan wesel (promissory note) kepada exporter untuk 

membayar barang-barang modal yang diimpor selama periode yang umumnya berkisar dari 3 hingga 7 tahun. Kemudian exporter menjual wesel, tanpa recourse, kepada forfaiting bank.

(8)

Jenis transaksi perdagangan internasional, dimana penjualan barang ke suatu negara dikaitkan dengan pembelian/pertukaran barang dari negara yang sama.

Jenis countertrade yang umum dipakai meliputi barter, compensation (product buyback), and counterpurchase. Peserta utama adalah pemerintah dan MNC. Barter mewakili pertukaran  barang-barang antara dua pihak tanpa pemakaian valuta apapun sebagai medium pertukaran. Sebagian besar kesepakatan barter merupakan transaksi sekali jalan yang diatur oleh suatu kontrak. Kompensasi (buyback), pengiriman produk kepada salah satu pihak diikuti dengan  pembelian kembali (oleh penjual awal) sejumlah produk lanjutan (hasil pemrosesan produk 

awal) dari pihak yang sama. Transaksi semacam ini diatur oleh sebuah kontrak, dan nilai dari  barang diekspresikan dalam nilai moneter. Nilai buy back bisa jadi bernilai lebih rendah (kompensasi parsial) ataupun lebih dari 100% dari nilai penjualan awal (kompensasi penuh). Counterpurchase mengacu kepada pertukaran barang antara dua pihak berdasarkan dua kontrak  yang berbeda yang diekspresikan dalam nilai moneter.

RANGKUMAN

Perdagangan luar negeri menggambarkan aktivitas yang mempunyai porsi besar dari kebanyakan  perusahaan multinational. Modal kerja yang berkaitan dengan perdagangan, memerlukan  pendanaan besar yang dapat berasal dari sector swasta atau pemerintah. Pendanaan melalui  bank-bank komersial meliputi banyak dokumen. Draft merupakan suatu order untuk membayar 

tertulis. L/C meupakan suatu garansi bank atas pembayaran yang diberikan dengan kondisi-kondisi yang sesuai dengan dokumen. Bill of lading meng-cover pengiriman barang actual dengan penjelasan tentang pengangkutan umum dan nama barang-barang tersebut. Eksekutif  keuanga sebuah MNC harus menyadari adanya perbedaan metode dan dokumen-dokumen yang tercakup dalam pergerakan barang-barang antar negara tersebut.

 Pendanaan Aktiva Lancar 

Sumber pendanaan aktiva lancar ada 3 pendekatan yaitu :

1. Pendekatan pencocokan waktu jatuh tempo atau likuidasi sendiri

2. Pendekatan Agresif 

3. Pendekatan Konservatif 

A.1. Pendekatan Pencocokan waktu jatuh tempo atau likuidasi sendiri adalah pencocokan

(9)

mampu melunasi kewajiban –kewajibannya yang telah jatuh tempo.Kebujakan ini merupakan

kebijakan moderat. (karena sebagian besar perusahaan cenderung mendanai aktiva lancar dengan

sumber pendanaan jangka pendek dan sebaliknya)

Kendala strategi adalah :

a. terdapat ketidakpastian pada umur aktiva

b. sejumlah ekuitas biasa harus digunakan dan ekuitas biasa tidak memiliki jatuh tempo.

A.2. Pendekatan Agresif . Adalah Kebijakan pendanaan aktiva lancar dengan cara pendanaan

seluruh aktiva tetapnya dengan modal jangka panjang dan sebagian dari aktiva lancar 

 permanennya (aktiva tetap yang harus dimiliki oleh perusahaan meskipun sedang berada di

 bagian terendah siklus bisnisnya) dengan kredit jangka panjang nonspontan. Strategi ini untuk 

mendapatkan keuntungan pendanaan utang jangka pendek lebih murah dari utang jangka panjang

Kendala strategi adalah

a. mengorbankan keamanan , karena perusahaan sepenuhnya berada dalam bahaya kenaikan

tingkat suku bunga

 b. masalah dalam perpanjangan pinjaman

A.3. Pendekatan Konservatif. K ebijakan pendanaan aktiva lancar bahwa modal jangka panjang

digunakan untuk mendanai seluruh kebutuhan aktiva lancar permanen dan juga untuk memenuhi

 beberapa kebutuhan pendanaan musiman; Dalam situasi ini perusahaan menggunakan kredit

 jangka pendek nonspontan dalam jumlah kecil untuk memenuhi kebutuhan puncaknya disamping

itu perusahaan juga memenuhi sebagian kebutuhan musiman dengan menyimpan likuiditas

dalam bentuk sekuritas

(10)

1. PT Bimoli Indonesia mempunyai rencana pembelanjaan musiman (seasonal financing) untuk  tahun yang akan datang sebagai berikut:

Bulan Kebutuhan musiman Bulan Kebutuhan musiman Januari Rp. 12.000.000 Juli Rp. 8.000.000 Pebruari Rp. 6.000.000 Agustus Rp. 4.000.000 Maret Rp. 0 September Rp. 0 April Rp. 3.000.000 Oktober Rp. 3.000.000 Mei Rp. 8.000.000 Nopember Rp. 8.000.000 Juni Rp. 10.000.000 Desember Rp. 16.000.000

Dengan anggapan bahwa kebutuhan dana permanen sebesar Rp 4.000.000

Ditanyakan:

Hitunglah total financing cots  berdasarkan pendekatan agresif dan konservatif serta berikan rekomendasi mana yang sebaiknya dipilih jika diketahui:

a. Ongkos pembelanjaan jangka pendek 10% dan ongkos pembelanjaan jangka panjang 16%

 b. Ongkos pembelanjaan jangka pendek 11% dan ongkos pembelanjaan jangka panjang 14%

 b. Ongkos pembelanjaan jangka pendek dan jangka panjang 12%.

2.Seandainya PT Bimoli Indonesia memerlukan jumlah dana dalam tahun yang akan datang sebagai berikut: Januari Rp. 10.000.000 Juli Rp. 10.000.000 Pebruari Rp. 10.000.000 Agustus Rp. 9.000.000 Maret Rp. 11.000.000 September Rp. 9.000.000 April Rp. 12.000.000 Oktober Rp. 8.000.000 Mei Rp. 13.000.000 Nopember Rp. 8.000.000 Juni Rp. 10.000.000 Desember Rp. 9.000.000 Ditanyakan:

(11)

1. Kebutuhan dana rata-rata selama satu tahun

2. Total cots untuk pendekatan agresif , konservatif, dan trade-off antara keduanya jika short term cots 8% dan long term cots 15%.

d.Jawaban

1.Pola kebutuhan dana dapat disusun menjadi:

Bulan Kebutuhan  permanent Kebutuhan musiman Bulan Kebutuhan  permanen Kebutuhan musiman Jan. 4.000.000 8.000.000 Jul. 4.000.000 4.000.000 Peb. 4.000.000 2.000.000 Agt. 4.000.000 0 Mar. 4.000.000 0 Sep. 4.000.000 0 Apr. 4.000.000 0 Okt. 4.000.000 0 Mei 4.000.000 4.000.000 Nop. 4.000.000 4.000.000 Jun. 4.000.000 6.000.000 Des. 4.000.000 12.000.000 Jumlah 20.000.000 20.000.000 Pendekatan Agresif 

Kebutuhan dana musiman rata-rata =

12 000 . 000 . 40 = Rp 333.333

a. Ongkos pembelanjaan jangka pendek 10xRp333.333 = Rp 333.333

Ongkos pembelanjaan jangka panjang16xRp4.000.00 = Rp 640.000

Total biaya = Rp 973.333

 b. Ongkos pembelanjaan jangka pendek 11xRp333.333 = Rp 366.666

Ongkos pembelanjaan jangka panjang14xRp4.000.00 = Rp 560.000

Total biaya = Rp 926.666

(12)

Ongkos pembelanjaan jangka panjang12xRp4.000.00 = Rp 480.000

Total biaya = Rp 880.000

Pendekatan Konservatif 

Berdasarkan pendekatan ini kebutuhan dana dipenuhi dengan dana jangka panjang sebesar Rp 16.000.000, yaitu sebesar kebutuhan dana bulan Desember yang merupakan kebutuhan paling tinggi. Berarti dana yang disediakan setiap bulan rata-rata sebesar Rp 16.000.000,-.

a. Cots of financing 16%xRp16.000.000 = Rp2.560.000

 b. Cots of financing 14%xRp16.000.000 = Rp2.240.000

a. Cots of financing 12%xRp16.000.000 = Rp1.920.000

Kesimpulan:

Diantara pendekatan agresif dan konservatif sebaiknya PT Bimoli Indonesia mempertimbangkan untuk memilih pendekatan agresif karena pendekatan tersebut jauh lebih murah. Dengan demikian tingkat keuntungan yang akan diperoleh menjadi lebih tinggi karena ada penghematan.

Agresif Konservatif Penghematan a. Total biaya Rp. 973.333 Rp. 2.560.000 Rp. 1.586.667  b. Total biaya Rp. 926.666 Rp. 2.240.000 Rp. 1.313.334 c. Total biaya Rp. 880.000 Rp. 1.920.000 Rp. 1.040.000

2. 1. Berdasarkan rencana kebutuhan dana tersebut dapat diketahui bahwa jumlah kebutuhan dana permanen setiap bulan adalah sebesar Rp 8.000.000,-. Dengan demikian pola kebutuhan dana dapat disusun menjadi:

(13)

Bulan Kebutuhan  permanen (Rp) Kebutuhan musiman (Rp) Bulan Kebutuhan  permanen (Rp) Kebutuhan musiman (Rp) Jan. 8.000.000 2.000.000 Jul. 8.000.000 2.000.000 Peb. 8.000.000 2.000.000 Agt. 8.000.000 1.000.000 Mar. 8.000.000 3.000.000 Sep. 8.000.000 1.000.000 Apr. 8.000.000 4.000.000 Okt. 8.000.000 0 Mei 8.000.000 5.000.00 Nop. 8.000.000 0 Jun. 8.000.000 2.000.000 Des. 8.000.000 1.000.000 Jumlah 18.000.000 5.000.000

Kebutuhan dana musiman rata-rata =

12 000 . 000 . 32 = Rp 1.916.666 2. Total biaya a. Pendekatan agresif 

Ongkos dana jangka pendek 8%xRp1.916.666 = Rp 153.333

Ongkos dana jangka panjang15%xRp1.916.666 = Rp 1.200.00 +

Total biaya = Rp 1.353.333

 b. Pendekatan Konservatif 

 berdasarkan pendekatan ini kebutuhan dana dipenuhi dengan dan jangka panjang sebesar  Rp 13.000.000, yaitu sebesar kebutuhan dana bulan Mei yang merupakan kebutuhan paling tinggi. Berarti dana yang disediakan setiap bulan rata-rata sebesar Rp 13.000.000,-.

Cots of financing agresif 15%xRp13.000.000 = Rp1.950.000

c. Pendekatan diantara agresif dan konservatif 

Kebutuhan dana tertinggi Rp 13.000.00

Kebutuhan dana terendah Rp 8.000.00 +

(14)

Kebutuhan dana musiman rata-rata = 2 000 . 000 . 21 = Rp 10.500.000

Rencana pembelanjaan berdasarkan trade-off antara profitabilitas dan resiko dapat disusun sebagai berikut: Bulan (Rp) Jumlah kebutuhan (Rp) Pembelanjaan Jangka Panjang Pembelanjaan Jangka Pendek (Rp) Januari 10.000.000 10.500.000 0 Pebruari 10.000.000 10.500.000 0 Mater 11.000.000 10.500.000 500.000 April 12.000.000 10.500.000 1.500.000 Mei 13.000.000 10.500.000 2.500.000 Juni 10.000.000 10.500.000 0 Juli 10.000.000 10.500.000 0 Agustus 9.000.000 10.500.000 0 September 9.000.000 10.500.000 0 Oktober 8.000.000 10.500.000 0  Nopember 8.000.000 10.500.000 0 Desember 9.000.000 10.500.000 0

Kebutuhan dana Jangka pendek rata-rata =

12 000 . 500 . 4 = Rp 375.000

Biaya dana jangka pendek 8%xRp 375.000 = Rp 30.000

Biaya dana jangka panjang15%xRp10.500.000 = Rp 1.575.00 +

Total biaya = Rp 1.605.000

Total biaya Konservatif Rp 1.950.000

Total biaya agresif Rp 1.353.333

(15)

Kesimpulan:

Diantara pendekatan agresif dan konservatif sebaiknya PT Bimoli Indonesia memperhatikan untuk memilih agresif karena pendekatan tersebut jauh lebih murah. Dengan demikian tingkat keuntungan yang akan diperoleh menjadi lebih tinggi karena ada penghematan sebesar Rp 596.667,-.

B. MENGURAIKAN JENIS SUMBER PENDANAAN AKTIVA LANCAR 

Sumber pendanaan jangka pendek ada 4 jenis utama yaitu :

1. Akrual , (Accrued liabilities) adalah kewajiban jangka pendek yang terus menerus

timbul, khususnya adalah akrual gaji (mingguan, bulanan) dan akrual pajak (penghasilan,

 penjualan). Akrual ini akan naik secara otomatis atau spontan seiring dengan meluasnya

operasi perusahaan.Utang jenis ini adalah utang bebas yaitu tidak ada kewajiban bunga

yang dibayarkan, tetapi perusahaan biasanya tidak dapat mengendalikan akrualnya; krn

waktu pembayaran gaji ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan kebiasaan industri. Pajak 

ditentukan oleh undang-undang.

2. Utang Dagang. (account payable) adalah kewajiban jangka pendek yang terbesar 40%

dari kewajiban rata-rata perusahaan nonkeuangan. Utang dagang merupakan sumber 

 pendanaan yang spontan karena terjadi dari transaksi bisnis biasa yaitu dari transaksi

memperpanjang kredit atau meningkatkan penjualan atau pembelian yang dilakukan

 perusahaan.

3. Biaya Utang Dagang.Perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit memiliki suatu

(16)

4. Pinjaman Bank Jangka Pendek. Merupakan dana nonspontan, seiring dengan

meningkatnya kebutuhan pendanaan sebuah perusahaan. Fitur-fitur utama dari pinjaman

 bank adalah sebagai berikut :

c. Jatuh tempo. Jatuh tempo pinjaman bank untuk kalangan bisnis seringkali ditulis sebagai

wesel 90 hari, sehingga pinjaman harus dilunasi atau diperpanjang pada akhir 90 hari.

d. Warkat Promes. Ketika pinjaman sebuah bank disetujui , perjanjian akan dilaksanakan

dengan menandatangani suatu warkat promes yang menguraikan secara spesifik 1)jumlah

 pinjaman 2) tingkat suku bunga 3) jadwal pelunasan 4)agunan 5)persyaratan keduabelah

 pihak.

e. Saldo Kompensasi. Saldo rekening pembayaran minimal yang harus dipertahankan oleh

 perusahaan disebuah bank komersial.

f. Batas kredit informal. Suatu perjanjian informal antara sebuah bank dan pihak penerima

 pinjaman yang menunjukkan jumlah kredit maksimal yang akan diberikan oleh bank kepada

 penerima pinjaman.

g. Perjanjian kredit berulang. Suatu batas kredit formal yang sering kali dipergunakan oleh

 perusahaan-perusahaan besar 

C. BAGAIMANA PERUSAHAAN MEMILIH HUBUNGAN PERBANKANNYA

Perusahaan dalam pemilihan bank sebaiknya mempertimbangkan

1. keinginan untuk menanggung risiko.

2. saran dan nasihat

3. kesetiaan pada nasabah

(17)

5. besar pinjaman maksimal

6. perbankan merchant

7. jasa lain

CONTOH :

 Neraca PT Aya dan PT adyasa per 31 Desember 2006 menunjukkan sebagai berikut :

 ____________________________________________________________________ 

PT Aya PT Adyasa

Aktiva lancar $ 100.000 $ 80.000

Aktiva Tetap (bersih) 100.000 120.000

Total Aktiva 200.000 200.000

Kewajiban lancar 20.000 80.000

Utang jangka panjang 80.000 20.000

Saham biasa 50.000 50.000

Saldo laba ditahan 50.000 50.000

Total Kewajiban dan ekuitas $ 200.000 $ 200.000

 _____________________________________________________________________ 

Laba sebelum bunga dan pajak untuk kedua perusahaan adalah $30.000.000 dan tarif pajak 

(18)

Pertanyaan :

a. Berapakah pengembalian atas ekuitas dari tiap perusahaan jika tingkat bunga atas kewajiban

lancar adalah 10% dan tingkat bunga utang jangka panjang adalah 13 %

 b. Diasumsikan tingkat bunga jangka pendek naik menjadi 20% dan tingkat bunga utang

 jangka panjang baru naik menjadi 16, tingkat bunga utang jangka panjang yang sudah ada

tidak mengalami perubahan. Berapakah pengembalian atas ekuitas untuk masing-masing

 perusahaan ?

c. Perusahaan manakah yang berada dalam posisi yang lebih berisiko ?

JAWAB 1 dan 2

Laporan Laba Rugi untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2006

 __________________________________________________________________ 

PT Aya

EBIT $ 30.000 $ 30.000

Bunga 12.400 14.400

Pendapatan sebelum pajak 17.600 15.600

Pajak (40%) 7.040 6.240

Laba bersih 10.560 9.360

Ekuitas 100.000 100.000

Pengembalian atas ekuitas 10,56% 9,36%

PT Adyasa

EBIT $ 30.000 $ 30.000

(19)

Pendapatan sebelum pajak 19.400 11.400

Pajak (40%) 7.760 4.560

Laba bersih 11.640 6.840

Ekuitas 100.000 100.000

Pengembalian atas ekuitas 11,64% 6,84%

_____________________________________________________________________ 

PT Aya memiliki nilai ROE lebih tinggi ketika tingkat suku bunga jangka pendek sedang tinggi,

sedangkan PT Adyasa memberikan hasil yang lebih baik ketika tingkat suku bunga lebih rendah

3. Posisi PT Adyasa lebih berisiko karena 1) laba dan pengembalian ekuitasnya jauh lebih tidak 

stabil daripada PT Aya 2) PT Adyasa harus memperpanjang pinjaman jangka pendeknya yang

 berjumlah besar setiap tahun dan jika perpanjangan terjadi pada saat uang sedang sangat ketat,

atau ketika bisnis yang sedang mengalami tekanan atau keduanya, maka pengajuan kredit PT

(20)

DAFTAR KEPUSTAKAAN

1. Faisal, M. 2001, Manajemen Keuangan Internasional; dengan penekanan praktek pada  pasar devisa, Edisi Pertama.

2. F.BRIGHAM AND HOUSTON, FUNDAMENTALS OF FINANCIAL MANAGEMENT 10TH EDITION

3. Madura, Jeff. 2003,  International Financial Management , Edisi Ketujuh, Thomson South-Wester 

4. Salemba Empat. n. . Shapiro, Alan C. 2003, Multinational Financial Management , Edisi Ketujuh. John Wiley & S

Referensi

Dokumen terkait

Setelah barang tersebut ready for export , maka tugas selanjutnya adalah eksportir menyerahkan barang kepada pembeli/ importir, sesuai dengan kontrak angkutan

1) Penjualan tunai, dimana pembeli melakukan semua pembayaran secara tunai dan menyelesaikan transaksi secara bersamaan. 2) Dalam penjualan kredit, pembayaran dilakukan

Dalam proses transaksi jual beli melalui Marketplace online Shopee menggunakan sistem rekening bersama, saat pembeli melakukan pembayaran, pembeli mentransferkan

Penjualan tunai adalah merupakan salah satu bentuk transaksi dari barang dan jasa. Dalam transaksi penjualan secara tunai ini, penjual langsung menyerahkan barang kepada

Deskripsi Singkat Pembeli melakukan Pembayaran kepada Bagian Penjualan, setelah menerima pembayaran dari pembeli, bagian penjualan membuatkan nota dan menyiapkan barang..

Jika email resmi Anda sebagai eksportir telah diretas di-hacked dan pembeli melakukan pembayaran bukan ke rekening Anda, kami himbau Anda untuk Segera minta pembeli menghubungi

ADVANCE PAYMENT Advance adalah penempatan dana oleh pembeli sesuai dengan permintaan penjualan sebelum pengiriman barang atau pelaksanaan jasa.. Walaupun cara pembayaran ini mahal dan

cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum barang diserahkan kepada pembeli, setelah uang diterima oleh perusahaan, barang kemudian diserahkan kepada pembeli