POLITIK DINASTI
POLITIK DINASTI
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Disusun
Disusun Oleh
Oleh
:
:
Kelompok
Kelompok III
III
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN PURWAKARTA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN PURWAKARTA
SMA
NEGERI
1
DARANGDAN
SMA
NEGERI
1
DARANGDAN
Jl. Raya Bojong Km. 1 Telp. 02647015432 Kecamatan Daragdan 41163 Jl. Raya Bojong Km. 1 Telp. 02647015432 Kecamatan Daragdan 41163
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa Karena atas Puji syukur panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa Karena atas rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan baik serta tepat waktu.Adapun tujuan penulisan makalah ini ini dengan baik serta tepat waktu.Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah untuk memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, pada adalah untuk memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, pada semester
semester ganjil,di ganjil,di tahun tahun ajaran ajaran 2013/2014, 2013/2014, dengan dengan judul judul “POLITIK“POLITIK DINASTI”
DINASTI”
Makalah ini membahas mengenai Makalah ini membahas mengenai
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi, covert atau tata letak atau desain, oleh karena itu kritik dan dari segi isi, covert atau tata letak atau desain, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dan ikut membantu dalam penyusunan makalah ini dari telah berperan dan ikut membantu dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir. Semoga Tuhan yang Maha Esa senantiasa meridhai awal hingga akhir. Semoga Tuhan yang Maha Esa senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. segala usaha kita. Amin.
Darangdan, November 2013 Darangdan, November 2013
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
Halaman
Halaman judul...
judul...
...
...
...
...
...
...
...1
...1
Kata
Kata pengantar...
pengantar...
...
...
...
...
...
...
...2
...2
Daftar
Daftar isi...
isi...
...
...
...
...
...
...
...
...3
...3
Bab
1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang
...
...
...
...
...
...
...
...4
...4
1.2 Rumusan Masalah 1.2 Rumusan Masalah
...
...
...
...
...
...
...
...4
...4
1.3 Maksud dan Tujuan 1.3 Maksud dan Tujuan
...
...
...
...
...
...
...
...5
.5
Bab
Bab II
II Pembahasan...
Pembahasan...
...
...
...
...
...
...
...6
6
2.1 2.1 Pengertian Pengertian KoperasiKoperasi...
...
...
...
...
...
...
...6
6
2.2 Landasan Koperasi 2.2 Landasan Koperasi...
...
...
...
...
...
...
...8
....8
2.3 Asas Koperasi ...11 2.3 Asas Koperasi ...11 2.4 Tujuan Koperasi...13 2.4 Tujuan Koperasi...132.5 Fungsi dan Peran Koperasi...15
2.5 Fungsi dan Peran Koperasi...15
Bab III Kesimpulan dan Saran...17
Bab III Kesimpulan dan Saran...17
3.1 Kesimpulan...17 3.1 Kesimpulan...17 3.2 Saran...17 3.2 Saran...17 Daftar Pustaka...18 Daftar Pustaka...18 BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang
Maraknya praktik politik dinasti menunjukan akar feodalisme dan tradisi monarki di Maraknya praktik politik dinasti menunjukan akar feodalisme dan tradisi monarki di tanah air yang belum banyak berubah. Saat ini, politik dinasti tengah menjadi tren tanah air yang belum banyak berubah. Saat ini, politik dinasti tengah menjadi tren diberbagai daerah di Indonesia. Praktik semacam ini harus segera dihentikan, bukan diberbagai daerah di Indonesia. Praktik semacam ini harus segera dihentikan, bukan
hanya bertentangan dengan semangat hakiki demokrasi, namun praktik politik dinasti hanya bertentangan dengan semangat hakiki demokrasi, namun praktik politik dinasti berpotensi kuat menutup peluang masyarakat untuk menjadi pemimpin. Politik Dinasti berpotensi kuat menutup peluang masyarakat untuk menjadi pemimpin. Politik Dinasti telah ada dan telah berlangsung di Indonesia sejak Bung Karno berkuasa. Meskipun telah ada dan telah berlangsung di Indonesia sejak Bung Karno berkuasa. Meskipun Politik Dinasti tidak melanggar peraturan berdemokrasi, dalam praktiknya Politik Politik Dinasti tidak melanggar peraturan berdemokrasi, dalam praktiknya Politik Dinasti menahan adanya mobilisasi sosial, sebab kekuasaan hanya diasosiasikan pada Dinasti menahan adanya mobilisasi sosial, sebab kekuasaan hanya diasosiasikan pada golongan masyarakat tertentu saja.
golongan masyarakat tertentu saja.
1.2 Rumusan Masalah 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka terdapatterdapat rumusan masalah sebagai berikut :
rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa Pengertian Politik Dinasti ? 1. Apa Pengertian Politik Dinasti ? 2. Apa Landasan Koperasi ?
2. Apa Landasan Koperasi ? 3. Apa Asas Koperasi ?
3. Apa Asas Koperasi ? 4. Apa Tujuan Koperasi ? 4. Apa Tujuan Koperasi ?
5. Apa Fungsi dan Peran Koperasi ? 5. Apa Fungsi dan Peran Koperasi ? 1.3 Maksud dan Tujuan
1.3 Maksud dan Tujuan Tujuan
Tujuan dari dari pembuatan pembuatan makalah makalah ini ini adalah adalah untuk untuk memberikan memberikan informasiinformasi kepada masyarakat pada umumnya, apa yang dimaksud dengan politik kepada masyarakat pada umumnya, apa yang dimaksud dengan politik dinasti, serta asas apa saja yang digunakan koperasi di Indonesia untuk dinasti, serta asas apa saja yang digunakan koperasi di Indonesia untuk mencapai tujuan dari
mencapai tujuan dari pembentukapembentukan koperasi.n koperasi. 1.2 Rumusan Masalah
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka terdapatterdapat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian dinasti politik ? 1. Apa pengertian dinasti politik ?
2. Faktor apa saja yang mendorong terjadinya dinasti politik? 2. Faktor apa saja yang mendorong terjadinya dinasti politik? 3. Apa Asas Koperasi ?
3. Apa Asas Koperasi ? 4. Apa Tujuan Koperasi ? 4. Apa Tujuan Koperasi ?
5. Apa Fungsi dan Peran Koperasi ? 5. Apa Fungsi dan Peran Koperasi ? 1.3 Tujuan dan Manfaat
1.3 Tujuan dan Manfaat 1.
1. Tujuan Pen Tujuan Penulisanulisan
Makalah ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang dinasti Makalah ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang dinasti politik yang terjadi di Indonesia dan dalam rangka memenuhi tugas politik yang terjadi di Indonesia dan dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
mata pelajaran Bahasa Indonesia 2.
2. Manfaat PenulisanManfaat Penulisan a)
a) Secara aplikatif penulisan karya tulis ini diharapkan dapatSecara aplikatif penulisan karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para siswa sebagai bahan kajian serta bermanfaat bagi para siswa sebagai bahan kajian serta referensi untuk penekitian selanjutnya.
referensi untuk penekitian selanjutnya. b)
b) Secara praktis penulsan karya tulis ini diharapkan dapatSecara praktis penulsan karya tulis ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan cakrawala pemikiran penulis memperluas pengetahuan dan cakrawala pemikiran penulis terutama pembaca pada umumnya.
terutama pembaca pada umumnya.
Bab II METODE PENELITIAN Bab II METODE PENELITIAN
A.
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat
Tempat
:
: Desa
Desa Sukadingin
Sukadingin
Waktu
Waktu
:
: 10 Novembar
10 Novembar 2013
2013
B.
B. Subjek Penelitian
Subjek Penelitian
Politik
Politik
C.
C. Prosedur Penelitian
Prosedur Penelitian
Kami
Kami mencari
mencari sumber
sumber makalah
makalah ini
ini dari
dari
::
1.
2.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN
2.1
2.1 Pengertian Politik DinastiPengertian Politik Dinasti
Berikut ini beberapa pengertian politik
Berikut ini beberapa pengertian politik dinastidinasti ::
Politik Dinasti yang dalam bahasa sederhana dapat diartikan sebagai sebuah rezimPolitik Dinasti yang dalam bahasa sederhana dapat diartikan sebagai sebuah rezim kekuasaan politik
kekuasaan politik atau aktor politik yang dijalankaatau aktor politik yang dijalankan secara turn-temurun ataun secara turn-temurun atau dilakukan oleh salah keluarga ataupun kerabat dekat. Rezim politik ini terbentuk dilakukan oleh salah keluarga ataupun kerabat dekat. Rezim politik ini terbentuk dikarenakan
dikarenakan concernconcern yang sangat tinggi antara anggota keluarga terhadap yang sangat tinggi antara anggota keluarga terhadap perpolitikan dan biasanya orientasi Politik Dinasti ini
perpolitikan dan biasanya orientasi Politik Dinasti ini adalah kekuasaan.adalah kekuasaan.
Politik dinasti (dynasty politicsPolitik dinasti (dynasty politics) secara sederhana dapat diartikan sebagai praktik) secara sederhana dapat diartikan sebagai praktik kekuasaan dimana anggota keluarga (sanak famili) diberi dan/atau mendapat posisi kekuasaan dimana anggota keluarga (sanak famili) diberi dan/atau mendapat posisi dalam struktur kekuasaan, jadi kekuasaan hanya terbagi kepada dan terdistribusi dalam struktur kekuasaan, jadi kekuasaan hanya terbagi kepada dan terdistribusi dikalangan kerabat, keluarga sedarah. Secara umum, Politik Dinasti adalah proses dikalangan kerabat, keluarga sedarah. Secara umum, Politik Dinasti adalah proses mengarahkan regenerasi kekuasaan bagikepentingan golongan tertentu (contohnya mengarahkan regenerasi kekuasaan bagikepentingan golongan tertentu (contohnya
keluarga elite) untuk bertujuan mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan di keluarga elite) untuk bertujuan mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan di suatu Negara.
suatu Negara.
Politik Dinasti merupakan sebuah serangkaian strategi politik manusia yang berPolitik Dinasti merupakan sebuah serangkaian strategi politik manusia yang ber tujuan untuk memperoleh kekuasaan, agar kekuasaan tersebut tetap berada di tujuan untuk memperoleh kekuasaan, agar kekuasaan tersebut tetap berada di pihaknya dengan cara mewariskan kekuasaan yang sudah dimiliki kepada orang lain pihaknya dengan cara mewariskan kekuasaan yang sudah dimiliki kepada orang lain yang mempunyai hubungan keluarga dengan p
yang mempunyai hubungan keluarga dengan pemegang kekuasaan sebelumnya.emegang kekuasaan sebelumnya.
Terdapat pula pengertian positif dan negatif tentang Politik Dinasti. Negatif danTerdapat pula pengertian positif dan negatif tentang Politik Dinasti. Negatif dan positif tersebut bergantung pada proses dan hasil (
positif tersebut bergantung pada proses dan hasil ( outcomesoutcomes) dari jabatan kekuasaan) dari jabatan kekuasaan yang dipegang oleh jaringan Politik Dinasti b
yang dipegang oleh jaringan Politik Dinasti bersangkutan.ersangkutan.
Kalau proses pemilihannya fair dan demokratis serta kepemimpinan yangKalau proses pemilihannya fair dan demokratis serta kepemimpinan yang
dijalankannya mendatangkan kebaikan dalam
dijalankannya mendatangkan kebaikan dalam pembangunan dan kesejahteraanpembangunan dan kesejahteraan masyarakat maka Politik Dinasti dapat berarti positif.
masyarakat maka Politik Dinasti dapat berarti positif.
Akan tetapi, bisa berarti negatif jika yang terjadi sebaliknya. Selain itu, positifAkan tetapi, bisa berarti negatif jika yang terjadi sebaliknya. Selain itu, positif
dan negatif arti Politik Dinasti juga ditentukan oleh realitas kondisi sosial dan negatif arti Politik Dinasti juga ditentukan oleh realitas kondisi sosial masyarakat, sistem hukum dan penegakan hukum, dan pelembagaan politik masyarakat, sistem hukum dan penegakan hukum, dan pelembagaan politik bersangkutan. Politik Dinasti yang terdapat pada masyarakat dengan tingkat bersangkutan. Politik Dinasti yang terdapat pada masyarakat dengan tingkat pendidikan politik yang rendah, sistem hukum dan penegakan hukum yang pendidikan politik yang rendah, sistem hukum dan penegakan hukum yang lemah serta pelembagaan politik yang belum mantap, maka Politik Dinasti lemah serta pelembagaan politik yang belum mantap, maka Politik Dinasti dapat berarti negatif
dapat berarti negatif
2.2
2.2 Faktor Pendorong Politik DinastiFaktor Pendorong Politik Dinasti a)
a) terhambatnya fungsi parpolterhambatnya fungsi parpol
Politik dinasti terjadi karena terhambatnya fungsi parpol oleh sifat kebanyakan Politik dinasti terjadi karena terhambatnya fungsi parpol oleh sifat kebanyakan masyarakat Indonesia yang masih menganut sistem parokial yang masyarakat Indonesia yang masih menganut sistem parokial yang mementingkan trah dan primodialisme. Sebagai contoh, pada masyarakat jawa mementingkan trah dan primodialisme. Sebagai contoh, pada masyarakat jawa yang masih kental terhadap tradisi kerajaan, pemindahan kekuasaan terjadi yang masih kental terhadap tradisi kerajaan, pemindahan kekuasaan terjadi pada lingkup keluarga yang dipercaya memiliki kemampuan memimpin yang pada lingkup keluarga yang dipercaya memiliki kemampuan memimpin yang sama dengan pendahulunya. Hal ini kurang baik, karena secara tidak langsung sama dengan pendahulunya. Hal ini kurang baik, karena secara tidak langsung akan menutup kesempatan terhadap calon pemimpin di luar lingkungan akan menutup kesempatan terhadap calon pemimpin di luar lingkungan keluarga tersebut. Sirkulasi kekuasaan hanya berputar di lingkungan keluarga keluarga tersebut. Sirkulasi kekuasaan hanya berputar di lingkungan keluarga tertentu, sehingga kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan semakin tertentu, sehingga kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan semakin besar.
besar. b)
kebudayaan politik masyarakat di Indonesia yanga sebagian besar menganut kebudayaan politik masyarakat di Indonesia yanga sebagian besar menganut sistem parokial. Sistem parokial menitikberatkan pada trah dan primodialisme sistem parokial. Sistem parokial menitikberatkan pada trah dan primodialisme (kedaerahan) yang tentunya menghambat sistem demokrasi pancasila di (kedaerahan) yang tentunya menghambat sistem demokrasi pancasila di Indonesia.
Indonesia. c)
c) Pembiayaan operasional partai yang tinggiPembiayaan operasional partai yang tinggi
Pembiayaan partai dari negara sangat minim sementara biaya operasional Pembiayaan partai dari negara sangat minim sementara biaya operasional sangat tinggi. Akibatnya elit partai-partai politik berupaya mencari sumber dana sangat tinggi. Akibatnya elit partai-partai politik berupaya mencari sumber dana yang lain
yang lain d)
d) Pimpinan Partai yang ingin mengamankan posisinyaPimpinan Partai yang ingin mengamankan posisinya
Pimpinan partai politik tentunya ingin mengamankan posisinya sebagai elitr Pimpinan partai politik tentunya ingin mengamankan posisinya sebagai elitr politik, sehingga menjadi wajar kalau dia kemudian merekrut keluarganya untuk politik, sehingga menjadi wajar kalau dia kemudian merekrut keluarganya untuk menduduki jabatan penting di partai politik maupun diusung sebagai calon menduduki jabatan penting di partai politik maupun diusung sebagai calon kepala daerah.
kepala daerah. e)
e) Seorang Pemimpin umumnya menurunkan talenta kapada turunannyaSeorang Pemimpin umumnya menurunkan talenta kapada turunannya
Dari sinilah publik diuntungkan, karena modal utama,berupa jiwa Dari sinilah publik diuntungkan, karena modal utama,berupa jiwa kepemimpinan telah tertanam dalam diri seorang penerusnya sejak dini melalui kepemimpinan telah tertanam dalam diri seorang penerusnya sejak dini melalui pengamatan dan keterlibatan secara emosional saat sang ayah masih manjadi pengamatan dan keterlibatan secara emosional saat sang ayah masih manjadi pemimpin
pemimpin 2.3
2.3 Faktor Penghambat Politik DinastiFaktor Penghambat Politik Dinasti
2.4
2.4 Politik dinasti di IndonesiaPolitik dinasti di Indonesia a.
a. Politik Dinati Dalam Keluarga PresidenPolitik Dinati Dalam Keluarga Presiden
Di Indonesia, dinasti politik sebenarnya sudah muncul di dalam keluarga Presiden Di Indonesia, dinasti politik sebenarnya sudah muncul di dalam keluarga Presiden pertama Indonesia,
pertama Indonesia, Soekarno. Hal tersebut terbukSoekarno. Hal tersebut terbukti dari anak-anak Soekarno yangti dari anak-anak Soekarno yang meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai seorang politisi, seperti Megawati Soekarno meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai seorang politisi, seperti Megawati Soekarno Putri , Guruh Soekarno Putra, dll.
Putri , Guruh Soekarno Putra, dll. Dinasti politik juga terlihat pada diri kDinasti politik juga terlihat pada diri keluarga mantaneluarga mantan Presiden Indonesia Alm K.H. Abdurrahman Wahid, dengan tampilnya saudara-sudara Presiden Indonesia Alm K.H. Abdurrahman Wahid, dengan tampilnya saudara-sudara
dan anak kandungn
dan anak kandungnya ke dalam dunia perya ke dalam dunia perpolitikan Indonesia. politikan Indonesia. Kemudian, dalamKemudian, dalam keluarga Presiden Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono, kecenderungan keluarga Presiden Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono, kecenderungan dinasti politik juga mengemuka dengan kiprah anaknya Eddie Baskoro atau Ibas yang dinasti politik juga mengemuka dengan kiprah anaknya Eddie Baskoro atau Ibas yang berhasil menjadi anggota DPR
berhasil menjadi anggota DPR periode 2009-2014.periode 2009-2014.
Di zaman modern ini, Politik dinasti itu sudah dikatakan basi. Apalagi di Indonesia yang Di zaman modern ini, Politik dinasti itu sudah dikatakan basi. Apalagi di Indonesia yang menganut sistem demokrasi seharusnya sudah jauh-jauh ditinggalkan, karena prinsip menganut sistem demokrasi seharusnya sudah jauh-jauh ditinggalkan, karena prinsip demokrasi adalah
demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kekuasaan ada di tanganKekuasaan ada di tangan rakyat. Rakyat memegang kendali melalui hak pilih yang dimilikinya. UUD 1945 telah rakyat. Rakyat memegang kendali melalui hak pilih yang dimilikinya. UUD 1945 telah menegaskan bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Jadi dinasti itu lawannya menegaskan bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Jadi dinasti itu lawannya dari demokrasi. Namun di era demokrasi sekarang ini, dinasti juga masih tetap berlaku dari demokrasi. Namun di era demokrasi sekarang ini, dinasti juga masih tetap berlaku meskipun sudah ada partai politik ataupun pemilihan langsung. Dinasti dewasa ini meskipun sudah ada partai politik ataupun pemilihan langsung. Dinasti dewasa ini melalui partai politik, sehingga disebut sebagai politik dinasti. Politik dinasti itu bahasa melalui partai politik, sehingga disebut sebagai politik dinasti. Politik dinasti itu bahasa lainnya adalah nepotisme. Para pejabat politik di negeri ini sedang memperaktekkan lainnya adalah nepotisme. Para pejabat politik di negeri ini sedang memperaktekkan kebiasaan para raja terdahulu. Bisa dilihat bagaimana penguasa baik di pusat maupun kebiasaan para raja terdahulu. Bisa dilihat bagaimana penguasa baik di pusat maupun daerah berlomba-lomba untuk mengangkat sanak keluarga, saudara, kerabat dan daerah berlomba-lomba untuk mengangkat sanak keluarga, saudara, kerabat dan orang-orang dekat mereka untuk mengisi jabatan-jabatan di wilayah kekuasaannya. orang-orang dekat mereka untuk mengisi jabatan-jabatan di wilayah kekuasaannya. Kalau seperti ini apa bedanya demokrasi dengan oligarki, sama-sama dipegang oleh Kalau seperti ini apa bedanya demokrasi dengan oligarki, sama-sama dipegang oleh elite tertentu.
elite tertentu. b.
b. Politik Dinasti Dalam Partai PolitikPolitik Dinasti Dalam Partai Politik Gejala Politik Dinasti juga
Gejala Politik Dinasti juga marak terjadi di dalam partai-partai politik di marak terjadi di dalam partai-partai politik di Indonesia.Indonesia. Seperti Politik Dinasti di Partai Demokrat misalnya figur utamanya adalah Susilo Seperti Politik Dinasti di Partai Demokrat misalnya figur utamanya adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang kemudian menempelkan kerabatnya termasuk istri dan Bambang Yudhoyono yang kemudian menempelkan kerabatnya termasuk istri dan anaknya, dalam struktur Partai seperti Edie Baskoro sekjen partai demokrat sebagai anaknya, dalam struktur Partai seperti Edie Baskoro sekjen partai demokrat sebagai partai pemenang pemilu 2009 di Indonesia, tidak hanya sampai disitu SBY juga partai pemenang pemilu 2009 di Indonesia, tidak hanya sampai disitu SBY juga menempatkan dan mengangkat Letjen Erwin Sudjono (ipar) sebagai kepala Staf Umum menempatkan dan mengangkat Letjen Erwin Sudjono (ipar) sebagai kepala Staf Umum TNI, kemudian menempatkan Mayjen Pramono Edhie Wibowo (Ipar) sebagai TNI, kemudian menempatkan Mayjen Pramono Edhie Wibowo (Ipar) sebagai pangkostrad pada waktu itu, dan pada awal 2011 Pramono dipromosikan sebagai pangkostrad pada waktu itu, dan pada awal 2011 Pramono dipromosikan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.
Kepala Staf Angkatan Darat.
Politik dinasti di Partai Demokrasi Indonesia (PDI), misalnya Partai Demokrasi Politik dinasti di Partai Demokrasi Indonesia (PDI), misalnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tokoh sentral partai tersebut adalah Megawati Soekarno Indonesia Perjuangan (PDI-P), tokoh sentral partai tersebut adalah Megawati Soekarno Putri yang aliran atau
untuk posisi penting di partai tersebut, saya melihat PDI-P
untuk posisi penting di partai tersebut, saya melihat PDI-P trahtrah akan berlanjut ke Puan akan berlanjut ke Puan Maharani anak kandung dari Megawati Soekarno Putri, ketua umum PDI-P
Maharani anak kandung dari Megawati Soekarno Putri, ketua umum PDI-P paling lama.paling lama. Klan dan
Klan dan trahtrah Soeharto juga nampak mengisi panggung politik Orde Baru. Soeharto juga nampak mengisi panggung politik Orde Baru. Kristianto (2011) menyebutkan bahwa Orde Baru dengan Politik Dinasti ekonomi
Kristianto (2011) menyebutkan bahwa Orde Baru dengan Politik Dinasti ekonomi bisnisbisnis baru, yakni kerabat dan kroni keluarga Cendana. Politik Dinasti pada rezim Orde Baru baru, yakni kerabat dan kroni keluarga Cendana. Politik Dinasti pada rezim Orde Baru berkembang dalam dua arena sekaligus yakni arena bisnis dan arena politik, Politik berkembang dalam dua arena sekaligus yakni arena bisnis dan arena politik, Politik Dinasti Soeharto melalui sejumlah kroni Cendana juga ikut berperan besar membuka Dinasti Soeharto melalui sejumlah kroni Cendana juga ikut berperan besar membuka peluang munculnya dinasti bisnis dan politik
peluang munculnya dinasti bisnis dan politik baru disekelilingnya.baru disekelilingnya.
Tradisi politik dinasti di tubuh partai politik sampai saat ini semakin menggurita. Tradisi politik dinasti di tubuh partai politik sampai saat ini semakin menggurita. Sebagian besar parpol termasuk partai politik besar memang tak mengharamkan Sebagian besar parpol termasuk partai politik besar memang tak mengharamkan berlakunya politik dinasti. Di internal kepengurusan partai politik, juga berlakunya politik dinasti. Di internal kepengurusan partai politik, juga mendiskripsikan kentalnya politik dinasti, Itu karena penguasa di partai politik mendiskripsikan kentalnya politik dinasti, Itu karena penguasa di partai politik memang mengkondisikan seperti itu. Maka tak heran ketika parpol menelurkan calon memang mengkondisikan seperti itu. Maka tak heran ketika parpol menelurkan calon legislatif maupun calon kepala daerah yang punya hubungan kekerabatan dengan legislatif maupun calon kepala daerah yang punya hubungan kekerabatan dengan kekuasaan di parpol.
kekuasaan di parpol. c.
c. Contoh Dinasti Politik di DaerahContoh Dinasti Politik di Daerah
Semenjak otonomi daerah diberlakukan di sejumlah daerah bermunculan Semenjak otonomi daerah diberlakukan di sejumlah daerah bermunculan dinasti-dinasti politik. Beberapa contoh dinasti-dinasti politik daerah dapat disebut, di antaranya dinasti politik. Beberapa contoh dinasti politik daerah dapat disebut, di antaranya adalah: (1) dinasti keluarga Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang menguasai adalah: (1) dinasti keluarga Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang menguasai jajaran eksekutif dan legislatif di tingkat provinsi dan seluruh kabupaten di Banten; (2) jajaran eksekutif dan legislatif di tingkat provinsi dan seluruh kabupaten di Banten; (2) di Kabupaten Kutai Kartanega
di Kabupaten Kutai Kartanegara-Kaltim dimana bupati yang sekra-Kaltim dimana bupati yang sekarang, arang, Rita Widyasari,Rita Widyasari, adalah anak dari bupati sebelumnya yang bermasalah secara hukum. Rita Widyasari adalah anak dari bupati sebelumnya yang bermasalah secara hukum. Rita Widyasari berhasil mengalahkan Awang Ferdian Hidayat yang merupakan anak dari Awang berhasil mengalahkan Awang Ferdian Hidayat yang merupakan anak dari Awang Farouk, Gubernur Kalt
Farouk, Gubernur Kaltim saat ini; (3) di Bontang-Kaltim, im saat ini; (3) di Bontang-Kaltim, istri walikota Bontang yaistri walikota Bontang yangng juga menjabat sebagai ketua DPRD Bontang, Neni Moernaeni, maju dalam Pemilukada juga menjabat sebagai ketua DPRD Bontang, Neni Moernaeni, maju dalam Pemilukada Bontang 2011; (4) di Lampung, juga disesaki persaingan putra tokoh politik. Rycko Bontang 2011; (4) di Lampung, juga disesaki persaingan putra tokoh politik. Rycko Menoza, anak Gubernur Lampung, Sjachroedin, berhasil menjadi Bupati Lampung Menoza, anak Gubernur Lampung, Sjachroedin, berhasil menjadi Bupati Lampung Selatan. Di Way Kanan, putra bupati setempat, Agung Ilmu Mangkunegara, bersiap Selatan. Di Way Kanan, putra bupati setempat, Agung Ilmu Mangkunegara, bersiap meneruskan kekuasaan sang ayah. Anak Bupati
meneruskan kekuasaan sang ayah. Anak Bupati Tulang Bawang, Arisandi Dharma Putra,Tulang Bawang, Arisandi Dharma Putra, berlaga di Pemilukada kabupaten lain: Pesawaran. Di Kota Bandar Lampung, Heru berlaga di Pemilukada kabupaten lain: Pesawaran. Di Kota Bandar Lampung, Heru
Sambodo, anak Ketua Golkar Lampung, Alzier Dianis Tabrani, mengincar posisi Sambodo, anak Ketua Golkar Lampung, Alzier Dianis Tabrani, mengincar posisi walikota.
walikota.
(5) Di Jambi, terjadi persaingan untuk jabatan gubernur mendatang di antara dua orang (5) Di Jambi, terjadi persaingan untuk jabatan gubernur mendatang di antara dua orang keluarga dekat
keluarga dekat Gubernur Zulkifli Nurdin, yang tGubernur Zulkifli Nurdin, yang telah menjabat dua perelah menjabat dua periode, yaitu iode, yaitu HazrinHazrin Nurdin, adik gubernur, dan Ratu Munawwaroh, istri gubernur.
Nurdin, adik gubernur, dan Ratu Munawwaroh, istri gubernur. (6) Di Tabanan-Bali, Eka Wiryastuti, ana
(6) Di Tabanan-Bali, Eka Wiryastuti, anak Bupati Tabanan, k Bupati Tabanan, Adi Wiryatama, bersikeAdi Wiryatama, bersikerasras maju menggantikan kursi bapaknya. Di Lombok Tengah, NTB, pada Pemilukada Juni maju menggantikan kursi bapaknya. Di Lombok Tengah, NTB, pada Pemilukada Juni 2005, melahirkan pasangan mertua-menantu pertama sebagai bupati (Lalu Wiratmaja) 2005, melahirkan pasangan mertua-menantu pertama sebagai bupati (Lalu Wiratmaja) dan wakil bupati (Lalu Suprayatno). (7) Di Kalimantan Tengah, muncul dinasti keluarga dan wakil bupati (Lalu Suprayatno). (7) Di Kalimantan Tengah, muncul dinasti keluarga Narang. Pada saat Teras Narang dilantik menjadi Gubernur Kalteng pada Agustus 2005, Narang. Pada saat Teras Narang dilantik menjadi Gubernur Kalteng pada Agustus 2005, ketua DPRD kalteng dijabat oleh kakaknya, Atu Narang. Pasca-Pemilu 2009, pamor ketua DPRD kalteng dijabat oleh kakaknya, Atu Narang. Pasca-Pemilu 2009, pamor dinasti politik Narang makin benderang. Atu Narang terpilih kembali sebagai Ketua dinasti politik Narang makin benderang. Atu Narang terpilih kembali sebagai Ketua DPRD Kalteng. Putra sulung Atu, Aris Narang, menjadi anggota DPRD Kalteng dengan DPRD Kalteng. Putra sulung Atu, Aris Narang, menjadi anggota DPRD Kalteng dengan suara terbayak. Adik Aris, Asdy Narang, terpilih jadi anggota DPR-RI.
suara terbayak. Adik Aris, Asdy Narang, terpilih jadi anggota DPR-RI.
(8) Di Sulawesi Selatan, terdapat dinasti keluarga Yasin Limpo. Pensiunan Angkatan (8) Di Sulawesi Selatan, terdapat dinasti keluarga Yasin Limpo. Pensiunan Angkatan Darat ini pernah menjadi Bupati Luwuk, Majene, dan Gowa. Yasin telah pensiun. Tapi Darat ini pernah menjadi Bupati Luwuk, Majene, dan Gowa. Yasin telah pensiun. Tapi istri dan anak-anaknya tetap berkiprah di ranah politik. Pada periode 2004-2009, istri istri dan anak-anaknya tetap berkiprah di ranah politik. Pada periode 2004-2009, istri Yasin, Nurhayati, menjadi anggota DPR-RI. Putra pertamanya, Tenri Olle, jadi anggota Yasin, Nurhayati, menjadi anggota DPR-RI. Putra pertamanya, Tenri Olle, jadi anggota DPRD Gowa. Tenri bertugas mengawasi adiknya, Ichsan Yasin (putra kelima), selaku DPRD Gowa. Tenri bertugas mengawasi adiknya, Ichsan Yasin (putra kelima), selaku Bupati Gowa. Putra kedua, Syahrul Yasin, menjadi Wakil Gubernur Sulsel
Bupati Gowa. Putra kedua, Syahrul Yasin, menjadi Wakil Gubernur Sulsel dan sejak Aprildan sejak April 2008 naik jadi gubernur setempat.
2008 naik jadi gubernur setempat.
(9) Di Jawa Tengah, terdapat salah satu keluarga legendaris sebagai pemasok pejabat (9) Di Jawa Tengah, terdapat salah satu keluarga legendaris sebagai pemasok pejabat publik setempat yaitu keluarga pasangan R. Sugito Wiryo Hamidjoyo dan R. Rustiawati. publik setempat yaitu keluarga pasangan R. Sugito Wiryo Hamidjoyo dan R. Rustiawati. Lima dari 11 putra Sugito meramaikan bursa jabatan publik di Jawa Tengah dan Jawa Lima dari 11 putra Sugito meramaikan bursa jabatan publik di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada periode 2004-2009. Putra kedua, Don Murdono, jadi Bupati Sumedang sejak Barat pada periode 2004-2009. Putra kedua, Don Murdono, jadi Bupati Sumedang sejak 2003 dan terpilih untuk kedua kalinya pada 2008. Adiknya, Hendy Boedoro, menjadi 2003 dan terpilih untuk kedua kalinya pada 2008. Adiknya, Hendy Boedoro, menjadi Bupati Kendal sejak tahun 2000 dan terpilih untuk kedua kalinya pada 2005. Karier Bupati Kendal sejak tahun 2000 dan terpilih untuk kedua kalinya pada 2005. Karier Hendy tersandung. Sejak Desember 2006, ia ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Hendy tersandung. Sejak Desember 2006, ia ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK.
2004-2009 dan terpilih untuk kedua kalinya pada 2009. Sang ayah, Sugito, dulu adalah 2004-2009 dan terpilih untuk kedua kalinya pada 2009. Sang ayah, Sugito, dulu adalah Sekretaris PNI Kendal.
Sekretaris PNI Kendal. (10) Di
(10) Di Kabupaten Kabupaten Indramayu-Jawa Indramayu-Jawa Barat, BaBarat, Bantul-D.I. Yogyakarntul-D.I. Yogyakarta ta dan Kediri-Jawadan Kediri-Jawa Timur, di mana bupati sekarang di 3 kabupaten tersebut adalah istri dari bupati Timur, di mana bupati sekarang di 3 kabupaten tersebut adalah istri dari bupati sebelumnya;
sebelumnya; dan masih banyak contoh lainnya di berbdan masih banyak contoh lainnya di berbagai daerah di Indoneagai daerah di Indonesia.Pemilusia.Pemilu 2004 dan 2009 serta sejumlah Pemilukada semenjak 2005 telah menghasilkan peta 2004 dan 2009 serta sejumlah Pemilukada semenjak 2005 telah menghasilkan peta pemimpin daerah yang kental pertalian kerabat
pemimpin daerah yang kental pertalian kerabat 2.5 Politik Dinasti Di
2.5 Politik Dinasti Di Berbagai NegaraBerbagai Negara
Fenomena dinasti politik ini sebenarnya bukan khas Indonesia. Fenomena ini terjadi Fenomena dinasti politik ini sebenarnya bukan khas Indonesia. Fenomena ini terjadi pula di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun negara maju. Di India dan pula di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun negara maju. Di India dan Pakistan misalnya, terdapat dinasti politik Gandhi dan Bhutto. Di Thailand dan Filipina Pakistan misalnya, terdapat dinasti politik Gandhi dan Bhutto. Di Thailand dan Filipina terdapat dinasti politik Sinawatra dan Aquino. Di Lebanon-Timur Tengah, terdapat terdapat dinasti politik Sinawatra dan Aquino. Di Lebanon-Timur Tengah, terdapat dinasti politik Gemayel dan Hariri. Di Amerika Serikat terdapat dinasti politik Bush, dinasti politik Gemayel dan Hariri. Di Amerika Serikat terdapat dinasti politik Bush, Clinton, dan tentu saja yang paling terkenal adalah dinasti politik Kennedy.
Clinton, dan tentu saja yang paling terkenal adalah dinasti politik Kennedy. 2.5
2.5 Dampak Politik DinastiDampak Politik Dinasti A.
A. Dampak PositifDampak Positif
B.
B. Dampak NegatifDampak Negatif Pertama
Pertama, menjadikan partai sebagai mesin politik semata yang pada, menjadikan partai sebagai mesin politik semata yang pada gilirannya menyumbat fungsi ideal partai sehingga tak ada target lain kecuali gilirannya menyumbat fungsi ideal partai sehingga tak ada target lain kecuali kekuasaan. Dalam posisi ini, rekruitmen partai lebih didasarkan pada popularitas dan kekuasaan. Dalam posisi ini, rekruitmen partai lebih didasarkan pada popularitas dan kekayaan caleg untuk meraih kemenangan. Di sini kemudian muncul calon instan dari kekayaan caleg untuk meraih kemenangan. Di sini kemudian muncul calon instan dari
kalangan selebriti, pengusaha, “darah hijau” atau politik dinasti yang tidak melalui kalangan selebriti, pengusaha, “darah hijau” atau politik dinasti yang tidak melalui
proses kaderisasi. proses kaderisasi.
C.
C. KeduaKedua, sebagai konsekuensi logis dari gejala pertama, tertutupnya, sebagai konsekuensi logis dari gejala pertama, tertutupnya kesempatan masyarakat yang merupakan kader handal dan berkualitas. kesempatan masyarakat yang merupakan kader handal dan berkualitas. Sirkulasi kekuasaan hanya berputar di lingkungan elit dan pengusaha Sirkulasi kekuasaan hanya berputar di lingkungan elit dan pengusaha semata sehingga sangat potensial terjadinya negosiasi dan penyusunan semata sehingga sangat potensial terjadinya negosiasi dan penyusunan konspirasi kepentingan dalam menjalankan
konspirasi kepentingan dalam menjalankan tugas kenegaraan.tugas kenegaraan. D.
D. KetigaKetiga, sulitnya mewujudkan cita-cita demokrasi karena tidak terciptanya, sulitnya mewujudkan cita-cita demokrasi karena tidak terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih (
pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governanceclean and good governance). Fungsi). Fungsi kontrol kekuasaan melemah dan tidak berjalan efektif sehingga kontrol kekuasaan melemah dan tidak berjalan efektif sehingga
kemungkinan terjadinya penyimpangan kekuasaan seperti korupsi, kolusi kemungkinan terjadinya penyimpangan kekuasaan seperti korupsi, kolusi dan nepotisme sangat besar. Efek negatif dari Politik Dinasti yang paling dan nepotisme sangat besar. Efek negatif dari Politik Dinasti yang paling sering kita dengar adalah nepotisme dimana hubungan keluarga membuat sering kita dengar adalah nepotisme dimana hubungan keluarga membuat orang yang tidak kompeten memiliki kekuasaan. Tapi hal sebaliknya pun orang yang tidak kompeten memiliki kekuasaan. Tapi hal sebaliknya pun bisa terjadi, dimana orang yang kompeten menjadi tidak dipakai karena bisa terjadi, dimana orang yang kompeten menjadi tidak dipakai karena alasan masih keluarga. Di samping itu, cita-cita kenegaraan menjadi tidak alasan masih keluarga. Di samping itu, cita-cita kenegaraan menjadi tidak terealisasikan karena pemimpin atau pejabat negara tidak mempunyai terealisasikan karena pemimpin atau pejabat negara tidak mempunyai kapabilitas dalam menjalankan tugasnya.
kapabilitas dalam menjalankan tugasnya.
Politik Dinasti perlu dibatasi karena pertimbangan berikut.
Politik Dinasti perlu dibatasi karena pertimbangan berikut. PertamaPertama, Politik Dinasti,, Politik Dinasti, terutama di daerah, hanya akan memperkokoh politik
terutama di daerah, hanya akan memperkokoh politik oligarkhi yang bernuansa negatif.oligarkhi yang bernuansa negatif. Bila jabatan-jabatan penting di lembaga eksekutif dan legislatif dikuasai oleh satu Bila jabatan-jabatan penting di lembaga eksekutif dan legislatif dikuasai oleh satu keluarga, maka mekanisme
keluarga, maka mekanisme checks and balanceschecks and balances tidak akan efektif. Akibatnya, rawan tidak akan efektif. Akibatnya, rawan terjadi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri dan keluarga.
terjadi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri dan keluarga. Kedua
Kedua, Politik Dinasti mengarah pada terbentuknya kekuasaan yang absolut. Bila, Politik Dinasti mengarah pada terbentuknya kekuasaan yang absolut. Bila jabatan kepala daerah misalnya, dipegang oleh satu keluarga dekat yang berlangsung jabatan kepala daerah misalnya, dipegang oleh satu keluarga dekat yang berlangsung lama secara terus menerus, misalnya setelah 10 tahun menjabat, kemudian digantikan lama secara terus menerus, misalnya setelah 10 tahun menjabat, kemudian digantikan oleh istrinya selama sepuluh tahun lagi, kemudian oleh anaknya dan seterusnya, maka oleh istrinya selama sepuluh tahun lagi, kemudian oleh anaknya dan seterusnya, maka akan muncul fenomena kekuasaan Soeharto ala orde baru. Kekuasaan absolut yang akan muncul fenomena kekuasaan Soeharto ala orde baru. Kekuasaan absolut yang rawan korup akan terbentuk, sebagaimana adagium politik terkenal dari Lord Acton: rawan korup akan terbentuk, sebagaimana adagium politik terkenal dari Lord Acton:
““Power tends to corrupt, and Absolute Power Tends to Corrupt Absolutely Power tends to corrupt, and Absolute Power Tends to Corrupt Absolutely ” (kekuasaan itu” (kekuasaan itu
cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut akan cenderung korup secara absolut cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut akan cenderung korup secara absolut pula).
pula).
Ketiga
Ketiga, Politik Dinasti pada masyarakat Indonesia yang pendidikan politiknya, Politik Dinasti pada masyarakat Indonesia yang pendidikan politiknya relatif kurang dan sistem hukum serta penegakan hukum (
relatif kurang dan sistem hukum serta penegakan hukum ( law enforcement law enforcement ) yang) yang lemah, maka akan menyebabkan proses kontestasi politik menjadi tidak adil. Keluarga lemah, maka akan menyebabkan proses kontestasi politik menjadi tidak adil. Keluarga incumbent yang maju dalam kontestasi
incumbent yang maju dalam kontestasi politik, seperti Pemilukada, akan dengan mudahpolitik, seperti Pemilukada, akan dengan mudah memanfaatkan fasilitas pemerintah dan jaringan incumbent untuk memenangkan memanfaatkan fasilitas pemerintah dan jaringan incumbent untuk memenangkan pertarungan seraya menyingkirkan para kompetitornya. Apalagi, bila keluarga pun pertarungan seraya menyingkirkan para kompetitornya. Apalagi, bila keluarga pun turut berbisnis ikut dalam tender-tender dalam proyek pemerintah di daerah turut berbisnis ikut dalam tender-tender dalam proyek pemerintah di daerah bersangkutan, maka dapat dibayangkan dana-dana pemerintah dalam bentuk proyek bersangkutan, maka dapat dibayangkan dana-dana pemerintah dalam bentuk proyek mudah menjadi bancakan dengan aneka warna KKN-nya. Dana pemerintah seolah milik mudah menjadi bancakan dengan aneka warna KKN-nya. Dana pemerintah seolah milik uang keluarga.
Keempat
Keempat , Politik Dinasti dapat menutup peluang warga negara lainnya di luar, Politik Dinasti dapat menutup peluang warga negara lainnya di luar keluarga incumbent untuk menjadi pejabat publik. Tentu hal ini, bila terjadi, akan keluarga incumbent untuk menjadi pejabat publik. Tentu hal ini, bila terjadi, akan mendegradasi kualitas demokrasi kita. Untuk itu memang perlu diatur agar jabatan mendegradasi kualitas demokrasi kita. Untuk itu memang perlu diatur agar jabatan kepala pemerintahan puncak, tidak dijabat secara terus menerus oleh satu keluarga inti kepala pemerintahan puncak, tidak dijabat secara terus menerus oleh satu keluarga inti secara berurutan.
secara berurutan. Kelima
Kelima, pembatasan Politik Dinasti diarahkan untuk meningkatkan derajat kualitas, pembatasan Politik Dinasti diarahkan untuk meningkatkan derajat kualitas demokrasi kita dengan cara memperluas kesempatan bagi warga negara untuk demokrasi kita dengan cara memperluas kesempatan bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam jabatan-jabatan publik dan mereduksi penyalahgunaan jabatan berpartisipasi dalam jabatan-jabatan publik dan mereduksi penyalahgunaan jabatan incumbent dalam kontestasi Pemilu maupun