• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Published every June and December

JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)

ISSN:2541-0342 (Online). ISSN:2086-2563 (Print). http://ejournal.upi.edu/index.php/aset

Expectation Gap Antara Auditor dan Mahasiswa Akuntansi

Sukadwilinda1, Bambang Susanto2

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sangga Buana Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Abstract. This study aimed to get empirical evidence about perceptions between auditors and accounting students to Expectation gap in the issue of the auditor and the audit process, the auditor's responsibilities , attributes the performance of auditors and audit results communications. The method used in this research is a comparative descriptive . The respondent in this study was 30 Auditor on public accounting firm in Bandung and 30 students of Accounting at the University of Buana YPKP bandung and Maranatha University Bandung . For processing such data used Mann Whitney test ( U test ). Based on the results of the study indicate that there are significant differences in perceptions between auditors and accounting students on the issue of the auditor and the audit process , as well as the communication of audit results. As for the issue of the responsibility of the auditor and the auditor 's performance attributes there is no significant difference between the auditor and accounting students. Keywords: expectation gap; auditor and audit processes; responsibility auditor; auditor performance attributes; communication of audit results.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai persepsi antara auditor dan

mahasiswa akuntansi terhadap Expectation gap dalam isu auditor dan proses audit, tanggung jawab auditor, atribut kinerja auditor dan komunikasi hasil audit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Adapun responden dalam penelitian ini adalah 30 Auditor yang mewakili Kantor Akuntan Publik di Bandung dan 30 Mahasiswa Akuntansi dari Universitas Sangga Buana YPKP Bandung dan Universitas Maranatha Bandung Untuk mengolah data tersebut digunakan Uji Mann Whitney (U Test). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi dalam isu auditor dan proses audit, serta komunikasi hasil audit. Sedangkan untuk isu tanggung jawab auditor dan atribut kinerja auditor tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi

Kata Kunci: expectation gap; auditor dan proses audit; tanggung jawab auditor; atribut kinerja auditor;

komunikasi hasil audit.

Corresponding author. [email protected], [email protected]

How to cite this article. Sukadwilinda, Bambang Susanto (2014). Expectation Gap Antara Auditor dan Mahasiswa

Akuntansi. Jurnal ASET (Akuntansi Riset). Program Studi Akuntansi. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, 9 (2),11-21

History of article. Received: September 2014, Revision: November 2014, Published: Desember 2014

Copyright©2014. Published by Jurnal ASET (Akuntansi Riset). Program Studi Akuntansi. FPEB. UPI .

(2)

PENDAHULUAN

Akuntan publik merupakan salah satu profesi akuntan yang bertujuan untuk mengemban kepercayaan masyarakat atas opini yang diberikan dari laporan keuangan suatu entitas. Dengan demikian, tanggung jawab Akuntan Publik terletak pada opini yang diberikan tersebut, sedangkan penyajian laporan atau informasi keuangan tersebut tetap merupakan tanggung jawab manajemen.

Berbagai kasus yang muncul dibeberapa negara berkaitan dengan hasil audit terhadap perusahaan telah memicu munculnya masalah expectation gap. Kemungkina terjadinya Expectation Gap karena adanya perbedaan harapan masyarakat terhadap proses dan hasil audit. Expectation Gap, yaitu adanya kesenjangan harapan antara publik dan auditor sendiri terhadap peran dan tanggung jawab auditor (Humprey, 1997) dalam penelitian

Winarna dan Suparno (2003). Perbedaan

persepsi

Audit expectation gap dikemukakan pertama kali oleh Ligio (1974) dalam Candra

(2001:87) yang mendefinisikan bahwa audit

expectation gap merupakan perbedaan

pandangan mengenai tingkatan kinerja yang diharapkan antara akuntan independen dengan pemakai laporan keuangan. Definisi tersebut muncul akibat terjadinya suatu fenomena tahun 1970-an, pada saat di AS terjadi independen dalam mendeteksi tindak kecurangan pada perusahaan yang diauditnya. Kritik dan klaim tersebut mengidentifikasikan adanya gap antara harapan dan tuntutan.

Masyarakat masih tetap merasa bahwa harapannya belum terpenuhi dimana kegagalan bisnis dan kerugian investasi justru terjadi setelah laporan diaudit oleh auditor dan pendapatnya wajar tanpa pengecualian. Hal ini terjadi karena masyarakat masih menganggap kegagalan bisnis dan kerugian itu sama dengan kegagalan audit. Padahal ketiga hal itu berbeda. Auditor menyatakan bahwa dia telah melakukan audit sesuai standar yang berlaku dan telah memenuhi tanggungjawabnya.

Harapan masyarakat melebihi opini audit dan melebihi tanggungjawab auditor dalam menjamin kewajaran laporan keuangan.

Persepsi publik terhadap tugas dan tanggungjawab auditor dapat bersifat positif apabila pelaksanaan tugas dan tanggungjawab auditor sesuai dengan yang diharapkan atau yang dipersepsikan. Dapat bersifat negatif apabila pelaksanaan tugas dan tanggungjawab auditor tidak sama dengan yang diharapkan atau tugas dan tanggungjawab yang dipersepsikan tidak sesuai dengan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab tersebut.

Luasnya pengetahuan, usia dan pengalaman mempengaruhi tingkat pemahaman dan cara berfikir seseorang dalam menanggapi suatu permasalahan, dapat menjadi perbedaan expectacy antara auditor dan masyarakat dalam hal ini mahasiswa akuntansi yang didasari dari pemikiran peneliti bahwa ekspektasi seseorang dengan yang lain belum tentu sama. Selain itu, mahasiswa akuntansi memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap laporan keuangan. Dilihat dari segi pengalaman dan luasnya pengetahuan dalam melakukan suatu audit, auditor jauh lebih unggul dari mahasiswa akuntansi yang belum mempunyai pengalaman sama sekali. Apa yang diterima mahasiswa di bangku perkuliahan masih bersifat sangat teoritis. Sering terjadi bahwa antara teori dan praktek selalu terdapat kesenjangan.

Permasalahan yang dapat dirumuskan terkait expectation gap auditor dan mahasiswa akuntansi adalah:

1. Bagaimana perbedaan persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap expectation gap dalam isu auditor dan proses audit?

2. Bagaimana perbedaan persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap expectation gap dalam isu tanggungjawab auditor?

(3)

3. Bagaimana perbedaan persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap expectation gap dalam isu atribut kinerja audit?

4. Bagaimana perbedaan persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap expectation gap dalam isu komunikasi hasil audit?

5. Bagaimana perbedaan persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap expectation gap?

KAJIAN LITERATUR

Guy dan Sulivan (1996) mengatakan

bahwa expectation gap adalah perbedaan apa yang masyarakat dan pemakai laporan keuangan percayai atau harapkan dari auditor dengan apa yang akuntan atau auditor yakini sebagai tanggungjawabnya. Boynton and Kell

(1996) mengatakan bahwa pemakai laporan

keuangan mengharapkan auditor untuk: 1. Melakukan audit dengan kompeten, jujur,

independen, dan obyektif

2. Menyelidiki dan mendeteksi salah saji material yang disengaja dan yang tidak disengaja

3. Mencegah dikeluarkannya laporan keuangan yang menyesatkan

Guy dan Sulivan (1998) menyatakan tentang

masalah expectation gap dimana harapan masyarakat melebihi opini audit dan melebihi tanggungjawab auditor dalam menjamin kewajaran laporan keuangan.

Dapat dikatakan munculnya expectation gap karena adanya perbedaan persepsi yag terjadi antara pihak yang berbeda, dalam hal ini auditor dan public. Persepsi publik terhadap tugas dan tanggungjawab auditor dapat bersifat positif apabila pelaksanaan tugas dan tanggungjawab auditor sesuai dengan yang diharapkan atau yang dipersepsikan. Empat hal yang menimbulkan persepsi yang berbeda , yaitu :

Pemahaman mengenai Auditor dan Proses Audit

Mulyadi (2001) dalam bukunya menjelaskan tiga tipe auditor, yaitu: (a) Auditor Independen (b) Auditor Pemerintah (c) Auditor Internal. Hasil akhir dari sebuah audit adalah opini atau pendapat atas laporan keuangan yang telah disajikan oleh pihak manajemen kepada auditor. Tanggung jawab manajemen adalah menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan,sedangkan auditor bertanggung jawab atas opini atau pendapat yang diungkapkan terhadap laporan keuangan.

Pembagian tanggung jawab tersebut harus diperhatikan dengan seksama (Arens &

Loebbecke, 2000). Menurut O’Reilly (1999)

dalam Winama dan Suparno (2003) serta

Dudy (2012), auditor harus mengembangkan

suatu tujuan audit yang spesifik (khusus) yang berhubungan dengan asersi manajemen. Kemudian mendesain dan melakukan tes audit untuk mendapatkan dan menguji bukti-bukti apakah tujuan telah tercapai agar bisa membentuk opini terhadap laporan keuangan yang diaudit. Tanpa adanya bukti-bukti, maka laporan audit akan mempuyai tingkat validitas yang rendah (Woodrow, 1997 dalam Hendro,

2002). Keseluruhan hal yang dilakukan oleh

auditor tersebut itulah yang disebut proses audit.

Tanggung Jawab Auditor

Tanggung jawab auditor yang harus dipikul auditor yang merupakan harapan masyarakat adalah sebagai berikut:

a. Tanggung jawab mendeteksi dan melaporkan kekeliruan (error) dan ketidakberesan (irregularities), terutama kecurangan (fraud).

b. Tanggung jawab mempertahankan sikap independensi dan menghindari konflik. c. Tanggung jawab mengkomunikasikan hasil

(4)

kelangsungan hidup perusahaan (going concern).

d. Tangggung jawab menemukan unsur tindakan melanggar hukum (illegal act) klien.

e. Tangggung jawab meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperbaiki keefektifan audit.

Komunikasi

Sebelum berhubungan dengan pihak luar, auditor harus sudah memiliki mekanisme komunikasi intern yang mamadai sehingga tim audit menjadi kompak dan memiliki persepsi serta tujuan yang sama (Pusdiklatwas BPKP, 2007) .

Laporan hasil audit merupakan bentuk komunikasi tertulis yang berisi pesan agar pembaca laporan (audite/manajemen) dapat mengerti dan menindaklanjuti temuan (sesuai rekomendasi yang terdapat di dalam laporan tersebut).

Selain komunikasi dengan auditee, auditor harus berkomunikasi dengan Komunikasi auditor dengan Instansi Teknis, pihak ketiga yang ada hubungan kerja dengan auditan, nara sumber/Pakar dan pihak lain terkait kasus hukum.

Atribut Auditor

Atribut diartikan sebagai sesuatu yang melekat pada suatu hal, Dalam melakukan pengerjaannya, auditor dihadapkan pada masalah indenpendensi, terutama pada waktu mengeluarkan laporan audit, dalam pengerjaan pengauditan itu sendiri dan dalam mematuhi standar atau SPAP.

METODOLOGI PENELITIAN

Yang menjadi objek penelitian ini adalah: Isu Expectation gap auditor dan proses audit, tanggung jawab auditor, atribut kinerja auditor dan komunikasi hasil audit. Untuk meneliti objek tersebut, dilakukan penelitian pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ada

di Bandung dan Mahasiswa Akuntansi jenjang pendidikan S2 di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung dan Universitas Maranatha Bandung. Sampel digunakan adalah purposive sebanyak 30 orang Auditor yang mewakili Kantor Akuntan Publiknya dan 30 Mahasiswa Akuntansi Jenjang Pendidikan S2 di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung dan Universitas Maranatha Bandung.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Penelitian komparatif merupakan penelitian yang menggunakan variabel mandiri (satu variabel). Dengan Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Penelitian komparatif merupakan penelitian yang menggunakan variabel mandiri (satu variabel). Dengan Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

Expectation Gap diukur dengan persepsi maka variabel dalam penelitian ini adalah Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi, Persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi merupakan variabel tidak terikat (variabel independen) dan diberi simbol X, dengan indikator Auditor dan Proses Audit, Atribut Kinerja Audit, Komunikasi Hasil Audit dan Tanggungjawab Auditor.

Dalam penelitian ini pengujian hipotesis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan Persepsi auditor dan mahasiswa akuntansi, menggunakan Mann Whitney U-Test.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang diperoleh dari jawaban kuesioner penelitian yang diisi oleh 30 Auditor dari beberapa Kantor Akuntan Publik dan 30 Mahasiswa Akuntansi dari 2 Universitas, berdasarkan indikator dari pertanyaan yang dibuat. Indikator ini terdiri dari 4 indikator Isu Expectation Gap. Berikut hasil rata-rata skor jawaban responden:

(5)

Tabel 1 Hasil Rata-Rata Skor Jawaban Responden

Kelompok Responden

No. Isu Expectation Gap Auditor Mahasiswa 1. Auditor dan Proses Audit 37,20 23,80

2. Tanggung Jawab Auditor 29,27 31,73

3. Atribut Kinerja Auditor 33,83 27,17

4. Komunikasi Hasil Audit 34,93 26,07

Sumber : Data primer yang telah diolah 2014

Persepsi Auditor terhadap Expectation Gap

Apabila dilihat dari perbedaan rata-rata skor jawaban pada tabel 1 terlihat auditor memiliki skor jawaban tertinggi dalam isu Auditor dan Proses Audit, Atribut Kinerja Audit dan Komunikasi Hasil Audit. Hal ini menggambarkan bahwa auditor memiliki persepsi yang lebih baik dalam menanggapi isu-isu expectation gap yang diangkat dalam penelitian kali ini.

Membahas persepsi auditor terhadap expectation gap pada umumnya auditor memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dibandingkan mahasiswa akuntansi. hal tersebut disebabkan karena isu-isu yang diangkat dalam penelitian ini merupakan isu-isu yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab auditor, sehingga auditor lebih mengetahui harapan apa yang bisa dipenuhi dan harapan seperti apa yang tidak bisa dipenuhi oleh auditor.

Persepsi Mahasiswa Akuntansi terhadap

Expectation Gap

Dari perbedaan rata-rata skor jawaban pada tabel 1 mahasiswa akuntansi memiliki jawaban tertinggi dalam isu Tanggung Jawab Auditor. Hal ini menggambarkan bahwa mahasiswa akuntansi memiliki harapan lebih besar terhadap auditor dalam memenuhi tanggung jawabnya, dibanding pemenuhan harapan oleh auditor sendiri. Harapan

mahasiswa akuntansi terhadap auditor melebihi tanggung jawab auditor sesungguhnya.

Mahasiswa akuntansi berlatar belakang pendidikan akuntansi tetapi tidak memiliki pengalaman dalam hal pengauditan, hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan mereka tentang auditing. Akan tetapi mahasiswa akuntansi menyadari betul akan pentingnya pengauditan, sehingga mempunyai harapan yang besar agar profesi audit dapat lebih meningkatkan mutu jasa profesinya.

Pengujian Hipotesis dan Tes Statistik

Mann Whitney (U Test)

Mann Whitney digunakan untuk mengetahui perbedaan expectation gap antara auditor dan mahasiswa akuntansi. pengujian ini dilakukan dengan merumuskan hipotesis sebagai berikut:

Ho: µ1 = µ2 : Tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi Ha: µ1 ≠ µ2 : Ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi

Berdasarkan perbandingan antara Z hitung dan Z

tabel dapat diperoleh sebagai berikut:

Jika: -Z tabel l ≤ Z hitung ≤ Z tabel (α/2), maka Ho diterima Z hitung > Z tabel (α/2), maka Ho ditolak

(6)

Tabel 2 Hasil Uji Hipotesis Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Isu

Expectation Gap

No. Indikator Z table Asymp. Sig. Keterangan

(2-tailed)

1. Auditor dan Proses Audit -3,002 0,003 Signifikan 2. Tanggung Jawab Auditor -0,551 0,582 Tidak Signifikan 3. Atribut Kinerja Auditor -1,488 0,137 Tidak Signifikan 4. Komunikasi Hasil Audit -1,985 0,047 Signifikan 5. Expectation Gap -1,798 0,072 Tidak Signifikan

Sumber: Data primer yang telah diolah

Hasil Perbandingan Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Auditor dan Proses Audit.

Tabel 3 Test Statistics Mann Whitney Test Auditor dan Proses Audit Jawaban

Mann Whitney U 249,000

Wilcoxon W 714,000

Z -3,002

Asymp. Sig (2-tailed) ,003 Sumber: Data primer yang telah diolah

Berdasarkan data yang diolah pada tabel diatas diperoleh nilai Z hitung sebesar – 3,002, maka perlu dibandingkan dengan Z tabel yang dicari menggunakan tabel distribusi normal. Dari hasil yang diperoleh Z tabel = -1,96 > Z hitung = –3,002, maka Ho ditolak. Artinya ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi. dalam hal ini, maka dapat disimpulkan ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu expectation gap auditor dan proses audit.

Terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu auditor dan proses audit. Hasil ini menunjukkan kepercayaan atau harapan yang tinggi dari mahasiswa akuntansi bahwa auditor memiliki kemampuan teknis yang memadai dalam pemeriksaan, auditor melakukan pemeriksaan terhadap laporan

keuangan berdasarkan Standar Auditing (SA), Auditor mengumpulkan informasi untuk menilai risiko kecurangan.

Mahasiswa akuntansi beranggapan bahwa Auditor kurang hati-hati dalam menilai risiko bisnis klien dan Auditor berkewajiban memahami bisnis dan industri klien. Hal ini berbeda dengan persepsi auditor yang mengungkapkan bahwa auditor telah cukup baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Terjadi harapan yang berlebihan terhadap auditor karena mahasiswa akuntansi belum mempunyai pengalaman mengenai pengauditan dan belum memahami sepenuhnya mengenai proses suatu audit. Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Jaka Winarna (2004), Dewi Sri Farthyana Wirasugena (2006), dan Duddy S. Ramdhani (2012) yang menunjukkan adanya perbedaan persepsi mengenai isu auditor dan proses audit.

(7)

Hasil Perbandingan Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Tanggung Jawab Auditor.

Tabel 4

Test Statistics Mann Whitney Test Tanggung Jawab Auditor

Jawaban

Mann Whitney U 413,000

Wilcoxon W 878,000

Z -,551

Asymp. Sig (2-tailed) ,582 Sumber: Data primer yang telah diolah

Berdasarkan data yang diolah pada tabel diatas diperoleh nilai Z hitung sebesar -,551, maka perlu dibandingkan dengan Z tabel yang dicari menggunakan tabel distribusi normal. Dari hasil yang diperoleh Z tabel = -1,96 <Z hitung = -,551, maka Ho diterima. Artinya tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi. dalam hal ini, maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu expectation gap tanggungjawab auditor.

Tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu tanggung jawab auditor. Umumnya persepsi kedua kelompok ini memiliki persamaan bahwa auditor

bertanggung jawab untuk mendeteksi semua fraud, auditor tidak bertanggung jawab atas struktur pengendalian suatu entitas, auditor tidak bertanggung jawab atas penyelenggaraan catatan akuntansi, manajemen bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan, auditor tidak memihak dan objektif, auditor tidak menggunakan judgment dalam pemilihan prosedur audit.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Jaka Winarna (2004), Dewi Sri Farthyana Wirasugena (2006) yang menunjukkan adanya perbedaan persepsi mengenai isu tanggung jawab auditor, sedangkan pada penelitian ini tidak ada perbedaan persepsi.

Hasil Perbandingan Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Atribut Kinerja Auditor.

Tabel 5

Test Statistics Mann Whitney Test Atribut Kinerja Auditor

Jawaban

Mann Whitney U 350,000

Wilcoxon W 815,000

Z -1,488

Asymp. Sig (2-tailed) ,137 Sumber: Data primer yang telah diolah 2014

(8)

Berdasarkan data yang diolah pada tabel diatas diperoleh nilai Z hitung sebesar -1,488, maka perlu dibandingkan dengan Z tabel yang dicari menggunakan tabel distribusi normal. Dari hasil yang diperoleh Z tabel = -1,96 < Z hitung = -1,488, maka Ho diterima. Artinya tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi. dalam hal ini, maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu expectation gap atribut kinerja auditor.

Tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu atribut kinerja audit. Umumnya persepsi kedua kelompok ini memiliki persamaan bahwa proses pelaksanaan pemeriksaan atas laporan keuangan bukan pekerjaan pokok auditor, penentuan jumlah fee dan kompensasi menjadi pertimbangan auditor untuk melakukan audit, kualitas perencanaan audit merupakan tahap paling penting dalam menentukan keberhasilan audit, tujuan utama pelaksanaan pekerjaan lapangan oleh auditor adalah untuk

memperoleh bukti yang cukup dan tepat, sistem pengendalian intern yang diterapkan oleh perusahaan merupakan faktor paling menentukan dalam meminimalkan risiko bawaan perusahaan, auditor dapat menemukan kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran laporan keuangan, materialitas dan resiko audit melandasi penerapan semua standar auditing terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan, opini auditor menjasi salah satu pertimbangan keputusan ekonomi yang akan diambil oleh pengguna laporan keuangan auditan.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Jaka Winarna (2004), Dewi Sri Farthyana Wirasugena (2006) yang menunjukkan adanya perbedaan persepsi mengenai isu atribut kinerja auditor, sedangkan pada penelitian ini tidak ada perbedaan persepsi.

Hasil Perbandingan Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Komunikasi Hasil Audit.

Tabel 6

Test Statistics Mann Whitney Test Komunikasi Hasil Audit

Jawaban

Mann Whitney U 317,000

Wilcoxon W 782,000

Z -1,985

Asymp. Sig (2-tailed) ,047 Sumber: Data primer yang telah diolah

Berdasarkan data yang diolah pada tabel diatas diperoleh nilai Z hitung sebesar -1,985, maka perlu dibandingkan dengan Z tabel yang dicari menggunakan tabel distribusi normal. Dari hasil yang diperoleh Z tabel = -1,96>Z hitung = -1,985, maka Ho ditolak.

Artinya ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi. dalam hal ini, maka dapat disimpulkan ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu expectation gap komunikasi hasil audit.

(9)

Terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu komunikasi hasil audit. Sebagian mahasiswa akuntansi mengungkapkan bahwa informasi akuntansi hasil auditan belum menjadi sarana komunikasi yang efektif bagi investor kreditor disatu pihak serta manajemen dipihak lain, tapi auditor menanggapi sebaliknya. Bagi sebagian mahasiswa akuntansi informasi akuntansi hasil auditan kurang akurat, tidak dapat dipercaya serta kurang dapat diproses oleh penerimanya, mereka beranggapan bahwa auditor kurang dapat menjembatani kepentingan pemakai laporan keuangan dan manajemen. Kedua

kelompok tersebut memiliki persepsi yang hampir sama bahwa sebagai perantara akuntan bersikap jujur, bijaksana dan profesional, laporan keuangan auditan mengungkapkan keberlangsungan usaha, auditor melakukan komunikasi hasil audit kepada komite audit, serta luasnya pelaksanaan pekerjaan audit dikomunikasikan dengan jelas.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Jaka Winarna (2004), Dewi Sri Farthyana Wirasugena (2006), dan Duddy S. Ramdhani (2012) yang menunjukkan adanya perbedaan persepsi mengenai isu komunikasi hasil audit.

Hasil Perbandingan Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Expectation Gap Tabel 7 Test Statistics Mann Whitney Test Komunikasi Hasil Audit

Jawaban

Mann Whitney U 328,500

Wilcoxon W 793,500

Z -1,798

Asymp. Sig (2-tailed) ,072 Sumber: Data primer yang telah diolah

(10)

Berdasarkan data yang diolah pada tabel diatas diperoleh nilai Z hitung sebesar -1,798, maka perlu dibandingkan dengan Z tabel yang dicari menggunakan tabel distribusi normal. Dari hasil yang diperoleh Z tabel = -1,96 < Z hitung = -1,798, maka Ho diterima. Artinya tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi. dalam hal ini, maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu expectation gap.

Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara auditor dan mahasiswa akuntansi, karena rata-rata auditor dan mahasiswa akuntansi lebih banyak memiliki persamaan persepsi mengenai isu-isu expectation gap.

SIMPULAN

1. Terdapat perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu auditor dan proses audit, mahasiswa akuntansi memiliki harapan yang lebih tinggi kepada auditor untuk menjalankan tugasnya.

2. Tidak terdapat perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu tanggung jawab auditor, auditor dan mahasiswa akuntansi memiliki persamaan persepsi mengenai tanggung jawab auditor. 3. Tidak terdapat perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap isu atribut kinerja auditor, auditor dan mahasiswa akuntansi memiliki persamaan persepsi mengenai atribut kinerja auditor. 4. Terdapat perbedaan persepsi antara auditor

dan mahasiswa akuntansi terhadap isu komunikasi hasil audit, mahasiswa akuntansi merasa auditor kurang mengkomunikasikan hasil audit dengan baik.

5. Tidak terdapat perbedaan persepsi antara auditor dan mahasiswa akuntansi terhadap Expectation Gap.

DAFTAR PUSTAKA

Guy dan Sulivan (1996) O’Sulivan, N. (1993). ”Auditors’ Liability: its role in the

corporate governance debate”,

Accounting and Business Research, Vol. 23, No. 91A

Boynton and Kell (1996) Boynton, William C., Walter G. Kell., 1996, “Modern Auditing”, 6th Edition, New York: John Wiley& Sons, Inc.

Arens, Alvin A., James K.Loebbecke, 2000, Auditing An Integrated Approach , 8th Edition, Prentice Hall International, Inc, New York

Liggio, C.D. (1974). The Expectation Gap : The Accountant’s WaterlooI. Journal of Contemporary Bussiness. P. 26-44 Ramdhani, Dudy. 2012. Persepsi Laporan

Keuangan dan Auditor Mengenai

Expectation Gap: Study Kasus di Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Dipenogoro

Winama dan Suparno (2003) , Persepsi Pemakaian Laporan Dan Kegunaannya, Jurnal Bisnis dan Manajemen

Institut Akuntan Publik Indonesia 2011. Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta: salemba empat

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D. Bandung: CV. Alfabeta. http://nasrullahdjamil- uin.blogspot.com/2011/03/audit-expectation-gap-di-indonesia.html http://www.scribd.com/doc/94263160/Bab-III-Mona-Gcg#scribd

Gambar

tabel  dapat diperoleh sebagai berikut:
Tabel 2 Hasil Uji Hipotesis Persepsi Auditor dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Isu  Expectation Gap

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian aktivitas perlindungan sinar UV sari buah sirsak (Annona muricata L.) dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis hasil yang didapatkan bahwa nilai

Pada tulisan ini, Penulis menitik beratkan pada data dari hasil transaksi penjualan dan pembelian yang dibutuhkan dalam pembuatan laporan, seperti: daftar barang, laporan pembelian,

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendukung kebijakan belajar dari rumah dengan memberlakukan pembelajaran daring menggunakan

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan sumber data dari Laporan Keuangan Kota Bandung Tahun

[r]

Maka, penelitian ini mencoba untuk meneliti dan membahas tentang Pengaturan dan Pelaksanaan Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Jasa Pariwisata di Kota Bukittinggi yang akan

Pada Gambar 20 terlihat bahwa hasil analisis regresi linier menunjukkan b a h ~ d korelasi antara kemampuan mereduksi dan kapasitas antioksidan dari sayuran

Data hasil evaluasi belajar di SMK PIRI Sleman tahun pelajaran 2012/2013 semester gasal kelas XI KR-A dan KR-B kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada