• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERHADAP. (Studi. Kasus di TESIS. Oleh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TERHADAP. (Studi. Kasus di TESIS. Oleh"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

TER

RHADAP

(Studi

u

(Pr

INS

STUD

P KEBIJA

DI PER

i Kasus di

Karya tuli untuk mem Institu

NU

N

ogram St

STITUT T

DI KOMP

AKAN PE

RGURUA

i Institut

TESI

is sebagai s mperoleh ge ut Teknolo Oleh

URDIN BA

NIM : 235

tudi Magi

TEKNOL

2009

PARATIF

ENGGUN

AN TING

Teknolog

IS

salah satu s elar Magist ogi Bandun h

AHTIAR

507005

ister Infor

LOGI BA

9

F

NAAN INT

GGI

gi Bandun

syarat ter dari ng

rmatika)

NDUNG

TERNET

ng)

T

(2)

STUDI KOMPARATIF

TERHADAP KEBIJAKAN PENGGUNAAN INTERNET

DI PERGURUAN TINGGI

(Studi Kasus di Institut Teknologi Bandung)

Oleh

NURDIN BAHTIAR

NIM : 23507005

(Program Studi Magister Informatika)

Institut Teknologi Bandung

Menyetujui Pembimbing Tanggal 26 Juni 2009

Ir. Dwi H. Widyantoro, M.Sc, Ph.D NIP. 132 084 094

(3)

ABSTRAK

 

STUDI KOMPARATIF TERHADAP KEBIJAKAN

PENGGUNAAN INTERNET DI PERGURUAN TINGGI

(Studi Kasus di Institut Teknologi Bandung)

Oleh

NURDIN BAHTIAR

NIM : 23507005

(Program Studi Magister Informatika)

Internet merupakan salah satu aspek teknologi informasi yang sangat dibutuhkan saat ini. Sebagian besar instansi di dunia menggunakan jasa internet untuk menunjang bisnis mereka. Perguruan tinggi adalah salah satu institusi yang memberikan keleluasaan bagi civitas akademik (mahasiswa, dosen, atau pegawai) untuk menggunakan jasa internet untuk kepentingan akademik di lingkungannya. Mengingat luasnya dampak yang ditimbulkan dari penggunaan internet, diperlukan suatu kebijakan untuk mengatur perilaku pengguna internet di perguruan tinggi agar senantiasa sesuai dengan yang diharapkan.

Suatu pengamatan kebijakan penggunaan internet yang dilakukan pada 20 (dua puluh) perguruan tinggi di dunia menunjukkan bahwa hal-hal yang terkait dengan konten / isi kebijakan penggunaan internet dibagi menjadi beberapa domain, di antaranya adalah Hukum, Etika dan Moral, Nilai, serta Konvensi. Keempat hal tersebut dituangkan dalam sebuah framework yang dapat diakomodir perguruan tinggi secara umum untuk membuat kebijakan baru terkait penggunaan internet di lingkungannya.

Domain hukum terkait dengan regulasi atau aturan atau undang-undang atau hal lain yang dikeluarkan dari pemerintah tempat perguruan tinggi berada. Domain Etika dan Moral terkait perilaku pengguna internet yang bertentangan dengan etika dan moral yang beredar di masyarakat. Domain Nilai terkait dengan keamanan, akademik, dan privasi. Sedangkan domain Konvensi terkait dengan peraturan atau ketentuan-ketentuan lokal yang berlaku di perguruan tinggi tersebut.

Metodologi yang dilakukan dalam mengelola data hasil pengamatan di 20 perguruan tinggi dilakukan dengan cara: Pertama, mengamati isi kebijakan dari dokumen yang didapat lalu merangkum isi kebijakan tersebut. kedua, mengelompokkan isi kebijakan berdasarkan framework kebijakan yang didapat, yaitu berdasarkan domain hukum, etika dan moral, nilai, dan konvensi. Ketiga, memberikan bobot dari isi setiap kebijakan. Dengan cara memberikan bobot tinggi untuk kebijakan yang digunakan di banyak universitas (kebijakan populer),

(4)

dan nilai rendah untuk kebijakan yang digunakan di sedikit universitas (kurang populer). Keempat, menghitung jumlah kebijakan yang ada di tiap universitas, baik kebijakan yang sangat populer, cukup populer, maupun kebijakan yang kurang populer. Kelima, membandingkan peringkat universitas berdasarkan banyaknya kebijakan yang ada, sehingga dapat diketahui universitas mana yang memiliki banyak kebijakan populer. Keenam, memetakan kebijakan yang ada di ITB ke dalam framework yang ada. Seperti yang dilakukan pada 20 universitas sebelumnya, kemudian mengevaluasinya.

Berdasarkan metode yang digunakan, didapatkan kebijakan yang tergolong sangat populer, cukup populer, dan kurang populer. Lima kebijakan teratas yang masuk kategori populer adalah larangan menggunakan internet atau email yang mengandung pelanggaran terhadap undang-undang, saran untuk menggunakan fasilitas hanya bagi yang berwenang, larangan menggunakan fasilitas untuk tujuan komersil atau bisnis pribadi, larangan pengiriman email atau mengakses material adu domba, hinaan, ancaman, fitnah, rasis, dan sebagainya, serta larangan membuat, melihat, mengirim, atau menyimpan unsur pornografi.

Penggunaan internet di Institut Teknologi Bandung pada awalnya didapat dari kegiatan riset teknologi jaringan komputer antar universitas internasional. Oleh karena itu, kebijakan awal yang dibuat ditujukan untuk mengakomodasi kegiatan riset tersebut. Secara umum kebijakan yang ada sudah baik, hal ini ditandai dengan sudah adanya kebijakan yang populer digunakan di banyak perguruan tinggi. Misalnya adanya kebijakan larangan menggunakan internet atau email yang mengandung pelanggaran terhadap undang-undang, saran untuk menggunakan fasilitas hanya bagi yang berwenang, larangan pengiriman email atau mengakses material adu domba, hinaan, ancaman, fitnah, rasis, dan sebagainya, serta larangan membuat, melihat, mengirim, atau menyimpan unsur pornografi.

Beberapa saran yang penting untuk pengembangan kebijakan penggunaan internet di ITB diantaranya adalah ITB sebaiknya mengakomodir framework dalam membuat kebijakan penggunaan internet demi kemudahan pengembangan lebih lanjut, ITB sebaiknya menginformasikan kebijakan penggunaan internet bagi pengguna sedapat mungkin meliputi setiap sendi perilaku pengguna yang mungkin dilakukan, serta adanya publikasi kebijakan penggunaan internet yang mudah diakses bagi pengguna untuk membacanya.

(5)

ABSTRACT

COMPARATIVE STUDY OF INTERNET USAGE POLICY

IN UNIVERSITIES

(Case Study in Bandung Institute of Technology)

by

NURDIN BAHTIAR

NIM : 23507005

(Informatics Magister Program)

Internet is one kind of important information technology’s aspect. Many institutions in the world are using the Internet to support their business. University is one of the institutions that provide flexibility for civitas academic (students, teachers, and employees) to use internet services for academic purposes.

An internet usage policy observations made on 20 (twenty) universities indicates that contents of the Internet usage policy is divided into four domain, including Law, Ethics and Moral, Values, and Convention. These four things are written down in a framework that can be used in public universities to create a new policy related to the use of internet.

Law domain relates to legal regulations or laws from the government. Ethics and Moral domain relates to Internet user behavior in the community. Value domain relates to security, academic, and privacy. Convention domain relates to the local rules or provisions in university.

Methodology in managing data of observation conducted as follow: First, summarize the content of the policies. Second, group the content of policies based on the policy’s framework. Third, give weight to the content of each policy. Fourth, calculate the number of policies that have in each university based on popularity. Fifth, compare the rank universities based on the number of policies. Last, maps ITB’s Internet usage policy in the existing framework.

Based on observation, there is most popular policy, enough popular, and less popular. the top five incoming popular category is the prohibition to use the internet or email that contains violations of the law, the suggestion to use the facilities only for the authorities, the prohibition to use facilities for the purpose of commercial or private business, restrictions allow email access or material contains insult, threats, slander, racist, incendiary, and so forth, and the prohibition to make, view, send, or store pornographic elements.

(6)

Internet usage in the Bandung Institute of Technology (ITB) was originally obtained from the research activities between the computer networks. In general, the policies have been good enough because most of the popular policies have been adopted. For example, the prohibition policy to use the internet or email that contains violations of the law, the suggestion to use the facilities only for the authorities, restrictions allow email access or material contains insult, threats, slander, racist, incendiary, and so forth, and create restrictions, see, send, or store pornographic elements.

Some important suggestions for Internet usage policy in ITB as follows: ITB should accommodates the policy framework in Internet usage policy development, ITB should informs the Internet usage policy that include every user behavior, and informs the Internet usage policy that is easy to read by user.

Keywords: Internet, information technology, policy, framework.

(7)

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS

Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seijin pengarang dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya.

Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seijin Dekan Sekolah Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung.

(8)

KATA PENGANTAR

Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Tesis ini berjudul “Studi Komparatif terhadap Kebijakan Penggunaan Internet di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Institut Teknologi Bandung)”.

Penulis sangat berterima kasih pada Bapak Ir. Dwi H. Widyantoro, M.Sc, Ph.D sebagai Pembimbing, atas segala saran, bimbingan dan nasehatnya selama penelitian berlangsung dan selama penulisan tesis ini.

Penulis juga berterima kasih kepada Bapak Achmad Imam K, ST, M. Sc, Ph.D yang bersedia menjadi penguji pada proposal, pra sidang, dan sidang tesis serta kepada Ibu Dr. Ir. G.A. Putri Saptawati, M. Com sebagai penguji sidang. Masukan, saran, dan komentar beliau yang membangun sangat berharga demi kesempurnaan tesis ini. Serta terima kasih kepada Bapak Basuki Suhardiman, Bapak JPN Sumarno, dan Saudari Katini dari Unit Sumber Daya Informasi Institut Teknologi Bandung atas kesediaannya memberikan kesempatan dan bantuan kepada penulis dalam meneliti kebijakan-kebijakan penggunaan internet yang ada di Institut Teknologi Bandung.

Terima kasih juga disampaikan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atas bantuan Beasiswa Pendidikan Pasca Sarjana (BPPS) yang diterima selama pendidikan program magister ini.

Penulis  

(9)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... v

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

Bab I Pendahuluan ... 1

I. 1 Rumusan Masalah ... 4

I. 2 Tujuan dan Manfaat ... 4

I. 3 Ruang Lingkup Tesis ... 5

I. 4 Batasan Masalah ... 6

I. 5 Metodologi Penelitian ... 6

I. 6 Sistematika Penulisan ... 6

Bab II Tinjauan Pustaka ... 8

II. 1 Pengertian-pengertian ... 8

II. 2 Framework Kebijakan Teknologi Informasi ... 11

II. 3 Proses Pengembangan Kebijakan ... 13

II. 4 Beberapa Studi Terkait ... 17

II. 5 Pengamatan Kebijakan Penggunaan Internet di Beberapa Institusi ... 19

Bab III Analisis Kebijakan Teknologi Informasi ... 21

III. 1 Studi Framework Kebijakan Teknologi Informasi ... 21

III. 2 Kebijakan Teknologi Informasi di Beberapa Perguruan Tinggi ... 23

III. 3 Diskusi Hasil Pengamatan ... 46

(10)

Bab IV Analisis Kebijakan Penggunaan Internet di ITB ... 57

IV. 1 Kebijakan Penggunaan Internet di ITB ... 57

IV. 2 Framework Kebijakan Internet ITB ... 57

IV. 3 Analisis Teknis Kebijakan Internet ITB ... 61

Bab V Kesimpulan dan Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 65

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

 

Lampiran A ... Error! Bookmark not defined. Lampiran B ... Error! Bookmark not defined.

(12)

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar I.1 Framework kebijakan teknologi informasi ... 2 Gambar II.1 Proses Pengembangan Kebijakan ... 13 Gambar II.2 Grafik pemantauan jaringan komputer Universitas Gunadarma ... 18 Gambar III.1 Framework hasil pengembangan yang dijadikan landasan awal

studi ... 23 Gambar III.2 IT Policy Framework dari Universitas Cornell ... 24 Gambar III.3 ICT Manual dari Universitas Teknologi Curtin ... 27 Gambar III.4 Grafik perbandingan tingkat penggunaan kebijakan TI Perguruan

Tinggi ... 52 Gambar III.5 Framework sebagai hasil pemetaan kebijakan 20 universitas ... 56 Gambar IV.1 Framework kebijakan penggunaan internet di ITB ... 58

(13)

DAFTAR TABEL

 

Tabel III.1 Kebijakan TI yang sangat populer ... 48

Tabel III.2 Kebijakan TI yang cukup populer ... 49

Tabel III.3 Kebijakan TI yang kurang populer ... 50

Gambar

Gambar I.1   Framework kebijakan teknologi informasi .....................................

Referensi

Dokumen terkait

Tinjauan pustaka terhadap Peraturan Perundang-undangan berikut dibagi berdasarkan kategori pelanggaran, yaitu (1) iklan pangan yang menggunakan kata-kata atau ilustrasi

Zulia Khoirun Nisa, Strategi Persaingan Usaha Jasa Transportasi Online ditinjau dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan

Indonesia dalam kasus importasi bawang putih melakukan persekongkolan yang dilarang dalam Undang- Undang Larangan Persaingan Usaha Tidak Sehat dengan para pelaku usaha

Meskipun telah disosialisasikannya Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut, angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001

Pelanggaran terhadap Pasal 156a KUHP tersebut diancam dengan pidana penjara maksimal 5 (lima) tahun. Berdasarkan pengaturan tersebut maka pertimbangan kelima dari Penjelasan Umum

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Merek Dagang itu setelah adanya pendaftaran Merk Dagang, dalam Hal Terjadi Pelanggaran berdasarkan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang

Menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat3, praktik monopoli adalah penguasaan atas produksi dan pemasaran barang atas