• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK

Dr. M. Zawawi, M.Pd

Universitas Indo Global Mandiri

Palembang

(2)

Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah : Manajemen Pelayanan

Publik

Kode Mata Kuliah :

Semester/ TA : Ganjil

Jumlah SKS

: 3 SKS

Jumlah Pertemuan : 16 kali

14 kali perkuliahan

1 kali UTS

(3)

Adanya gerakan mengedepankan

kepentingan konsumen, orientasi

pelayanan

yang lebih cepat, tidak

berbelit-belit yang dilakukan

pemerintah tentunya merubah

tata

cara birokrasi dalam memenuhi

tuntutan layanan masyarakat. Dalam

konteks ini maka pelayanan publik

menempatkan pengguna jasa publik

menjadi sentral orientasi

(4)
(5)

A. Konsep Pelayanan Publik

Dalam Kamus Besar BI pelayanan : suatu

usaha untuk membantu menyiapkan

(mengurus) apa yang diperlukan orang lain. Kotler dalam Sampara Lukman, pelayanan :

setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.

(6)

(Daviddow dan Uttal, 1989). Pelayanan merupakan

aktivitas/manfaat yang

ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen (customer) yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat

(7)

Istilah publik, yang berasal dari bahasa Inggris (public), yang memiliki variasi arti dalam bahasa Indonesia, yaitu umum, masyarakat, dan negara.

Public dalam pengertian umum atau masyarakat dapat kita temukan dalam istilah public offering (penawaran umum), public ownership (milik

umum), dan public utility (perusahaan umum), publicrelations (hubungan masyarakat),public service (pelayanan masyarakat), public interest (kepentingan umum) dll.

(8)

Pelayanan Publik : (Sinambela)

“Kegiatan yang dilakukan pemerintah terhdp sejumlah manusia yg memiliki setiap

kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.”

Pelayanan Publik (Kurniawan)

“Pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang lain atau masy. Yg mempunyai

kepentingan pd orgns itu sesuai dgn aturan pokok dan tata cara yg telah ditetapkan”.

(9)

Kepmen PAN No. 63/2004 :

Pelayanan Publik :

pemberian

pelayanan

prima kepada masy yg

merupakan

perwujudan

suatu kewajiban

aparatur

pemerintah sebagai

abdi

masyarakat.

(10)

Dalam UU Nomor 25 Tahun 2009

Pelayanan Publik : kegiatan atau

rangkaian kegiatan dalam rangka

pemenuhan

kebutuhan

pelayanan

sesuai dengan peraturan

perundang-undangan bagi setiap warga negara

dan penduduk atas barang, jasa dan

atau pelayanan administratif yang

disediakan

oleh

penyelenggaraan

pelayanan publik.

(11)

Keputusan MENPAN No. 63/2004

mengelompokkan 3 jenis pelayanan dari instansi pemerintah serta BUMN/BUMD : 1. Pelayanan administratif : pencatatan, penelitian, dokumentasi, dokumen dll. 2. Pelayanan barang : pelayanan berupa

penyediaan bahan wujud fisik termasuk distribusi dan penyampaiannya kepada konsumen langsung.

3. Pelayanan jasa : pelayanan berupa saran dan prasarana serta penunjangnya. Jenis pelayanan : manfaat secara langsung dan habis terpakai dlm jangka waktu tertentu.

(12)

Perbedaan Karakteristik Antara Barang dan Jasa

BARANG JASA

1. Berwujud

2. Satu jenis barang dpt berlaku untk semua orang

3. Proses produksi dan

distribusinya terpisah dgn proses komunikasi

4. Berupa barang benda 5. Pembeli/pelanggan pd

umumnya tdk terlibat dlm proses produki (walaupun kadang2 diberi kesempatan meninjau perusahaan/orgsi

1. Tidak berwujud

2. Satu bentuk pelayanan kpd seseorang blm tentu

sesuai/sama dengan bentuk jasa pelayanan kpd org lain. 3. Proses produksi dan

distribusi pelayanan

berlangsung bersamaan pd saat dikonsumsi

4. Berupa proses/kegiatan

5. Pembeli/pelanggan terlibat dalam proses produksi

(13)

BARANG JASA

6. Nilai utamanya dihasilkan perusahaan/organisasi 7. Dapat disimpan sebagai

persediaan

8. Dapat berpindah kepemilikan

(Sumber: Gronos, 1990 dlm LANRI, 2003:8)

6. Nilai utamanya dihasilkan dlm proses interaksi antara pemberi pelayanan/penjual dan

pelanggan/pembeli

7. Tidak dpt disimpan (selesai proses hingga selesai dan berakhir)

8. Tdk ada perpindahan

kepemilikan setiap pelayanan berlaku secara terpisah dan berakhir dengan diterimanya pelayanan tersbt/termsk tidk diterima

(14)

Dari berbagai jenis pengelolaan pelayanan publik yg disediakan pemerintah, timbul beberapa persoalan dalam hal penyediaan pelayanan publik. Persoalan-persoalan tersebut diidentifikasi Wright (dalam LAN, 2003: 16) sb :

1. Kelemahan yg berasal dari sulitnya

menentukan atau mengukur output maupun

kualitas dari pelayanan yg diberikan oleh pemerintah.

2. Pelayanan yang diberikan pemerintah memiliki ketidakpastian tinggi dalam hal

teknologi produksi sehingga hubungan antara output dan input tidak dpt

(15)

3. Pelayanan pemerintah tidak mengenal “bottom line” artinya seburuk apapun

kinerjanya, pelayanan pemerintah tidak mengenal istilah bangkrut.

4. Berbeda dengan mekanisme pasar yang memiliki kelemahan dalam memecahkan masalah eksternalities, organisasi

pelayanan pemerintah menghadapi masalah berupa internalities. Artinya, organisasi

pemerintah sangat sulit mencegah

pengaruh nilai-nilai dan kepentingan para birokrat dari kepentingan umum

(16)

Di sisi lain, sektor swasta berperan dalam hal penyediaan barang dan jasa yang bersifat privat. Situasi persaingan selalu timbul dalam penyelenggaraan penyediaan barang dan jasa oleh sektor swasta. Ada kalanya pemerintah juga menyediakan layanan barang privat. Untuk menghindari crowding

out effect, dimana pemerintah lebih berperan

sebagai kompetitor pemain pasar lainnya, perlu diatur secara jelas, mana barang dan jasa yang harus diserahkan ke swasta, mana yang dapat dikerjakan secara bersama-sama, dan mana yang murni dikerjakan oleh pemerintah.

(17)

Pelayanan Publik Pemerintah Pelayanan Publik Swasta

1. Memiliki dasar hukum yg jelas dlm penyelenggaraannya.

2. Memiliki klpk kepentingan yg luas

3. Memiliki tujuan sosial

4. Dituntut akuntabel kpd publik 5. Indikator kinerjanya harus lugas 6. Seringkali menjadi isu sasaran

politik

7. Masalah yang dihadapi bersifat kompleks

8. Sulit mengukur atau menentukan keluaran/kualitas pelayanan yang diberikan

1. Didasarkan pd kebijakan dewan direksi

2. Terfokus pada pemegang saham 3. Memiliki tujuan mencari

keuntungan

4. Akuntabel pada kalangan terbatas

5. Kinerjanya ditentukan atas dasar kinerja manajemen/kinerja

finansial

6. Tidk terlalu terkait dgn isu politik 7. Tidk terlalu bersifat kompleks 8. Relatif lebih murah

(18)

Pelayanan Publik Pemerintah Pelayanan Publik Swasta 9. Tidk mengenal bangkrut

seburuk apapun pelayanannya 10.Lemah dlm memecahkan

masalah yg bersifat internal (sulit mencegah kepentingan stakeholder internal)

11.Sebagian besar bersifat monopoli dgn berbagai kelemahan yg dpt terjadi

(Anwar Supriadi, 2004, LANRI. Jakarta)

9. Mengenal dan riskan dgn

bottom line pelayanan yang

buruk lgsng berakibat fatal terhdp perusahaan

10.Sangat terpengaruh masalah eksternal/lingkungan

strategis yang berlaku 11.Semangat bersaing yang

(19)

Penyelenggaraan pelayanan yg dilakukan oleh pemerintah pd umumnya dirasakan lamban, berbelit-belit, tidak jelas dan

sebagainya. Pernyataan seperti ini tidak hanya terhadap pelayanan yg

diselenggarakan di Indonesia , melainkan

juga yang diselenggarakan di negara-negara maju lainya.

Bukti nyata atas tuntutan tersebut adalah

munculnya pemikiran Osborn dan Gaebler (1992) yang telah merubah tatacara birokrasi dalam rangka memenuhi tuntutan layanan

(20)

1.

BAGAIMANAKAH KONSEP PELAYANAN

PUBLIK MENURUT ANDA?

2.

APA SAJA YANG MENJADI KOMPONEN

PENTING DALAM PELAYANAN PUBLIK?

3.

BERIKAN CONTOH PELAYANAN PUBLIK

YANG PERNAH ANDA RASAKAN DAN

BAGAIMANA PELAKSANAANNYA?

(21)

Konsep

pelayanan

publik

yang

diperkenalkan David Osborne dan Ted

Gaebler itu intinya ad/

pentingnya

peningkatan

pelayanan

publik

oleh

birokrasi pemrintah dgn cara memberi

wewenang kpd swasta lebih banyak

berpartisipasi sbgi pengelola pelayanan

publik.

Dlm rangka perbaikan penerapan dan

sistem

dlm

pelaksanaan

pelayanan

publik, Obsorne

10 prinsip

untuk

mewirusahakan birokrasi :

(22)

1. Pemerintah Katalis : mengarahkan

ketimbang mengayuh.

2. Pemerintahan milik masyarakat :

memberi wewenang ketimbang

melayani

3. Pemerintah yg kompetitif : menyuktikan

persaingan kedalam pemberian

pelayanan

4. Pemerintahan yang digalakkan oleh

misi : mengubah organisasi yang

digerakkan peraturan.

5. Pemerintahan yang berorientasi hasil :

membiayai hasil bukan masukkan.

(23)

6. Pemerinthan berorientasi pelanggan :

memenuhi kebutuhan pelanggan bukan

birokrasi

7. Pemerintahan wirausaha : menghasilkan

ketimbang membelanjakan

8. Pemerintahan antisipatif : mencegah

daripada mengobati

9. Pemerintahan desentralisasi : dari

herarki menuju partisipasi dan tim kerja

10. Pemerintahan birokrasi pasar:

(24)

Oleh karenanya berkenaan dgn reformasi di sektor publik, salah satu prinsip penting yg merubah paradigma pelayanan publik

adalah prinsip streering rather than rowing. Berkenaan dgn prinsip ini, pemerintah

diharapkan utk lebih berperan sbg pengarah daripada sekedar pengayuh. Fungsi

pengayuh bisa dilakukan secara lebih efisien oleh pihak lain yg profesional. Prinsip ini

menjelaskan bahwa pemerintah tidak dapat secara terus menerus bekerja sendirian, dan harus mulai mengubah paradigma pelayanan agar tujuan dari penyelenggaraan pelayanan dapat tercapai lebih baik lagi.

(25)

Dengan paradigma baru di bidang pelayanan yang dilandasi oleh filosofi intrepreneurial

government dan new public management inilah

maka cara pandang radisional terhadap peran

pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik haruslah diubah. Osborne dan Plastrik

(1996) menjelaskan 5 strategi penting untuk mewujudkannya, yaitu:

1. Strategi inti: menciptakan kejelasan tujuan

2. Strategi konsekuensi: menciptakan konsekuensi untuk kinerja

3. Strategi pelanggan: menempatkan pelanggan di posisi penentu

4. Strategi pengendalian: memindahkan pengendalian dari puncak dan pusat

(26)

1.

Bagaimana hubungan antara pelayanan

publik dengan good government!

2.

Jelaskan contoh pelayanan publik yang

telah melaksanakan pelayanan sesuai

dengan prosedur (SOP)!

3.

Jelaskan perbedaan pelayanan publik

yang dilakukan oleh pemerintah dan

pelayanan publik oleh swasta!

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

“Pelayanan Publik adalahkegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan

Pelayanan Publik, Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi

 Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesual dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

Kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa,

PELAYANAN PUBLIK UU NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PUBLIK “KEGIATAN ATAU RANGKAIAN KEGIATAN DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN PELAYANAN SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-