• Tidak ada hasil yang ditemukan

56241418-refererat-osteokondroma.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "56241418-refererat-osteokondroma.pdf"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

REFERAT RADIOLOGI

REFERAT RADIOLOGI

OSTEOKONDROMA

OSTEOKONDROMA

Pembimbing : Pembimbing : ? ? Disusun Oleh : Disusun Oleh :

Amelia Rumenta Malau (0761050010) Amelia Rumenta Malau (0761050010)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

PERIODE 4 APRIL 2011 ± 30 APRIL 2011 PERIODE 4 APRIL 2011 ± 30 APRIL 2011

JAKARTA JAKARTA

(2)

KATA PENGANTAR 

Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,atas karunia dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan Referat Radiologi yang berjudul ³Osteokondroma´.

Referat ini disusun untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam menempuh Program Pendidikan Profesi Dokter di Bagian Ilmu Kedokteran Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua Dosen Pembimbing di Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Univeritas Kristen Indonesia. Dan saya memohon maaf jika referat ini masih banyak kekurangan karena referat ini masih jauh dari sempurna. Semoga referat ini dapat  bermanfaat bagi kita semua. Tuhan memberkati.

Jakarta, April 2011

(3)

BABI

PENDAHULUAN

Ada beberapa tipe neoplasma yang dapat timbul pada jaringan tulang. Neoplasma adalah  pertumbuhan sel batu, abnormal dan progresif dimana sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Penggunaan istilah tumor sebagai pengganti neoplasma sebenarnya kurang tepat karena tumor  hanya berarti benjolan. Insiden neoplasma tulang lebih jarang bila dibandingkan dengan

neoplasma jaringan lunak. Neoplasma dapat dikatakan ganas apabila memiliko kemampuan untuk mengadakan sebaran ke tempat atau organ lain. Neoplasma tulang primer merupakan neoplasma yang berasal dari sel yang membentuk jatingan tulang sendiri, dikatakan sekunder  apabila merupakan anak sebar dari organ lain.

Pembagian keganasan tulang: Klasifikasi keganasan didasarkan

1. Luas penyebaran menurut TNM yaitu penyebaran setempat dan metastasis

2. Derajat keganasan secara histologik berdasar dera jat deferensiasi sel, aktivitas mitosis 3. Kecepatan perkembangan gambaran klinik 

4. Jaringan tulang berasal dari mesoderm yang dapat berdeferensiasi menjadi : Osteoblast, Osteoclast, Chondroblast, Fibroblast / kolagenoblast, Meiloblast

Klasifikasi tumor didasarkan atas asal sel, sehingga dibagi menjadi kelompok : 1. Kelainan tulang reaktif 

- Osteogenik : Osteoma osteoid, Osteoblastoma benigna - Kolagenik : Defek kortikal subperiosteal

2. Hamartoma

- Osteogenik : Osteoma, Osteokondroma - Kondrogenik : Endokondroma

- Kolagenik : Angioma, Kista tulang aneurisma. 3.  Neoplasma tulang sejati

a. Tumor yang membentuk tulang (Osteogenik) Jinak : - Osteoid Osteoma

Ganas: - Osteosarkoma - Osteoblastoma

- Parosteal Osteosarkoma - Osteoma

 b. Tumor yang membentuk tulang rawan (Kondrogenik) Jinak :- Kondroblastoma

Ganas : - Kondrosarkoma

- Kondromiksoid Fibroma - Enkondroma

(4)

- Osteokondroma

c. . Tumor jaringan ikat (Fibrogenik) Jinak : - Non Ossifying Fibroma Ganas : - Fibrosarkoma

d. . Tumor sumsum tulang (Myelogenik)

Myeloma sel plasma, Tumor Ewing, Sarkoma sel reticulum, Penyakit Hodkin

Kali ini saya akan menjelaskan tentang osteokondroma. Osteochondroma adalah tumor   jinak tulang dengan penampakan adanya penonjolan tulang yang berbatas tegas sebagai

eksostosis yang muncul dari metafisis, penonjolan tulang ini ditutupi(diliputi) oleh cartilago hialin. Tumor ini berasal dari komponen tulang (osteosit) dan komponen tulang rawan

(chondrosit). Osteokhondroma merupakan tumor jinak tersering kedua (32, 5%) dari seluruh tumor jinak tulang dan terutama ditemukan pada remaja yang pertumbuhannya aktif dan pada dewasa muda.

(5)

BAB II

OSTEOKONDROMA

1.Definisi

Osteokondroma adalah tumor jinak tulang dengan penampakan adanya penonjolan tulang yang berbatas tegas sebagai eksostoksis yang muncul dari metasfisis, penonjolan tulang ini ditutupi oleh cartilago hialin. Tonjolan ini menyebabkan suatu pembengkakan atau gumpalan dan mirip seperti kembang kol (cauliflower appeareance). Tumor ini berasal dari komponen tulang (osteosit) dan komponen tulang rawan (chondrosit).

Osteokondroma dapat tumbuh secara soliter maupun multipel. Osteokondroma yang multipel bersifat herediter (autosomal dominan) dan akan berhent i tumbuh dan mengalami  proses penulangan setelah dewasa. Oleh karena itu eksositosis multipel ini tidak lagi disebut

sebagai neoplasma. Osteokondroma yang soliter berbeda dengan multipel karena akan tumbuh terus walaupun penderita telah dewasa dan jenis ini dianggap sebagai neoplasma. Kebanyakan osteokondroma adalah soliter tetapi lesi multipel dapat berkembang pada individu dengan  predisposisi genetik.

Osteokondroma biasanya mengenai tulang panjang, dan tulang yang sering terkena adalah ujung distal femur (30%), ujung proksimal tibia(20%), dan humerus(2%).

Osteokondroma juga dapat mengenai tulang tangan dan kaki (10%) serta tulang pipih seperti  pelvis(5%) dan scapula(4%) walaupun jarang. Osteokondroma terdiri dari 2 tipe yaitu tipe  bertangkai (pedunculated) dan tipe tidak bertangkai(sesile). Tulang panjang yang terkena  biasanya tipe bertangkai sedangkan di pelvis tipe sesile.

2. Etiologi

Tidak diketahui secara pasti 3. Patofisiologi

Tumor terjadi karena pertumbuhan abnormal dari sel-sel tulang (osteosit) dan sel-sel tulang rawan (kondrosit) di metafisis. Pertumbuhan abnormal ini awalnya hanya akan

menimbulkan gambaran pembesaran tulang dengan korteks dan spongiosa yang masih utuh. Jika tumor semakin membesar makan akan tampak sebagai benjolan menyerupai bunga kol dengan komponen osteosit sebagai batangnya dan komponen kondrosit sebagai bunganya.

Tumor akan tumbuh dari metafisis,tetapi adanya pertumbuhan tulang yang semakin memanjang maka makin lama tumor akan mengarah ke diafisis tulang. Pertumbuhan ini

membawa ke bentuk klasik ³coat hanger´ variasi dari osteokondroma yang mengarah menjauhi sendi terdekat.

(6)

4. Gambaran klinis

Tumor ini tidak memberikan gejala sehingga sering ditemukan secara kebetulan, namun terabanya benjolan yang tumbuh dengan sangat lama dan membesar. Bila tumor ini menekan  jaringan saraf atau pembuluh darah akan menimbulkan rasa sakit. Dapat juga rasa sakit

ditimbulkan oleh fraktur patologis pada tangkai tumor,terutama pada bagian tangkai tipis. Kadang bursa dapat tumbuh diatas tumor (bursa exotica) dan bila mengalami inflamasi pasien dapat mengeluh bengkak dan sakit. Apabila timbul rasa sakit tanpa adanya fraktur,bursitis, atau  penekanan pada saraf dan tumor terus tumbuh setelah lempeng epifisis menutup maka harus

dicurigai adanya keganasan.

Osteokondroma dapat menyebabkan timbulnya pseudoaneurisma terutama pada

a.poplitea dan a.femoralis disebabkan karena fraktur pada tangkai tumor di daerah distal femur  atau proximal tibia. Osteokondroma yang besar pada kolumna vertebralis dapat menyebabkan angulasi kyfosis dan menimbulkan gejala spondylolitesis. Pada hered iter multipel exositosis keluhan dapat berupa massa yang multipel dan tidak nyeri dekat persendian. Umumnya bilateral dan simetris.

5. Gambaran Radiologis

y Tampak penonjolan tulang pada korteks dan spongiosa yang normal

y Dengan bertambahnya umur pasien,terlihat kalsifikasi tulang rawan yang semakin lama

semakin banyak 

y Penonjolan seperti bunga kol (cauliflower) dengan komponen kondrosit sebagai bunga

dan komponen osteosit sebagai tangkai

y Pedunculated osteokondroma memiliki gambaran tangkai di bagian distal yang melebar 

dengan permukaan berbenjol-benjol(hook exositosis),memiliki ukuran berkisar 8-10cm.

y Sessile osteokondroma memiliki bangunan dasar yang luas dengan dasar bagian

komponen korteks dari tulang yang ada dibawahnya. Kadang-kadang daerah ini tampak   penonjolan-penonjolan dan bagisan luarnya berkontur tajam-tajam (secara radiologi ini

memang sulit dibedakan dengan bentuk tumor parosteal osteosarkoma) 6. Pemeriksaan penunjang

y CT Scan y MRI

7. Komplikasi

1. Penekanan pada saraf (lebih sering n.poplitea)

2. Penekanan pada pembuluh darah,menimbulkan pseudoaneurisma pada a.poplitea dan a.femoralis)

(7)

4. Fraktur patologis

5. Inflamasi bursa pada daerah lesi 6. Perubahan keganasan

8. Diagnosa banding

1. Chondrosarkoma

Adalah tumor ganas tulang dan tulang rawan. Paling banyak ditemukan pada tulang  pelvis, femur, iga, humerus, dan scapula. Tetapi selain itu juga dapat ditemukan disemua

tulang termasuk tulang-tulang kecil di tangan dan kaki

Gambaran radiologis : lesi luas tampak tidak teratur dengan tepi tulang yang menghilan. Tumor berisi daerah kalsifikasi dengan gambaran sepert i popcorn.

(8)

2. Osteosarkoma

Merupakan tumor ganas primer pada tulang.Lokasi tumor terbanyak adalah di distal, femur, proksimal tibia, dan proksimal humerus. Tumor juga dapat menyerang tulang  pipih seperti pelvis, tengkorak, dan mandibula.

Gambaran radiologi :

y Gambaran detruksi tulang y Sunburst appearance y Codman triangle

9. Terapi

y  Non Surgical

Apabila osteokondroma tidak ditemukan keluhan,lakukan observasi

y Surgical

Indikasi :

o Timbul rasa sakit

o Ukuran bertambah besar dan abnormal

o Terdapat penekanan pada saraf dan pembuluh darah o Fraktur patologis

(9)

Gambar Radiologis

Tampak osteokondroma 1/3 proksimal tulang humerus berbentuk kembang kol

Osteokondroma sessile pada os tibia 1/3 distal

(10)

Osteokondroma bertangkai di tulang fibula

Penonjolan bertangkai di metafisis tulang tibia proksimal dengan kalsifikasi

(11)

Osteokondroma multipel

(12)

Pedunculated Osteochondroma

(13)

Gambar

Gambar Radiologis

Referensi

Dokumen terkait

Tipe tumor orbita yang paling sering pada dewasa adalah tumor jinak seperti tumor vaskular, tumor tulang,tumor jaringan syaraf, 1 tumor sekunder (berasal dari jaringn

PROFIL PENDERITA TUMOR JINAK DAN GANAS TULANG DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN..

Gambaran foto x-ray dari Myeloma multipel berupa lesi multiple, berbatas tegas, litik, punch out, dan bulat pada tengkorak, tulang belakang, dan pelvis. Lesi terdapat dalam ukuran

Nerve sheath tumor pada NF2 biasanya adalah neurilemoma, 33 dan dengan neurofibroma yang khas pada NF1, lesi extracranial berbatas tegas, dan timbul dari single nerve fascicle

Chondroblastoma merupakan tumor jinak yang memproduksi matriks ampofilik sampai eosinofilik yang seringkali mengenai epifisis tulang panjang pada pasien berusia muda

Secara kasar, leiomioma berbentuk bulat, putih seperti mutiara, berbatas tegas, seperti karet. Uterus dengan leiomioma biasanya memiliki 6-7 tumor dengan ukuran yang

- Pada palpasi teraba tumor padat kenyal, berbatas tegas, permukaan halus, meskipun kadang berdungkul-dungkul, sangat mobile, tidak nyeri tekan, dapat

Mikroskopis, tumor berbatas tegas, sebagian besar tampak hiperselular mengandung proliferasi sel spindel neoplastik diselingi dengan haemangipericytoma-like branching vascular