ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
1.
1. Pengukuran LabaPengukuran Laba
Laba (juga disebut earning atau profit) merupakan ringkasan hasil aktivitas operasi Laba (juga disebut earning atau profit) merupakan ringkasan hasil aktivitas operasi usaha yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Laba merupakan informasi perusahaan usaha yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Laba merupakan informasi perusahaan yang paling diminati dalam pasar uang. Menentukan dan menjelaskan laba suatu usaha yang paling diminati dalam pasar uang. Menentukan dan menjelaskan laba suatu usaha pada suatu periode merupakan tujuan utama laporan laba rug
pada suatu periode merupakan tujuan utama laporan laba rugi.i. 1.1 Konsep
1.1 Konsep
Dua konsep alternatif laba : Dua konsep alternatif laba : a.
a. Laba ekonomi, biasanya merupakan arus kas tambahan dengan perubahan nilai wajarLaba ekonomi, biasanya merupakan arus kas tambahan dengan perubahan nilai wajar aktiva. Laba ekonomi mengukur perubahan nilai pemegang saham, karenanya laba aktiva. Laba ekonomi mengukur perubahan nilai pemegang saham, karenanya laba ekonomi berguna jika tujuan analisis adalah menentukan tingkat pengembalian pada ekonomi berguna jika tujuan analisis adalah menentukan tingkat pengembalian pada pemegang saham yang tepat untuk
pemegang saham yang tepat untuk periode berjalan.periode berjalan. b.
b. Laba Tetap, disebut sebagai laba berkelanjutan atau laba berulang, atau dengan kataLaba Tetap, disebut sebagai laba berkelanjutan atau laba berulang, atau dengan kata lain merupakan rata-rata laba stabil yang ditaksir dapat diperoleh perusahaan sepanjang lain merupakan rata-rata laba stabil yang ditaksir dapat diperoleh perusahaan sepanjang umurnya.
umurnya.
1.2 Laba Akuntansi 1.2 Laba Akuntansi
Laba akuntansi diukur berdasarkan akuntansi akrual, serta dihitung dengan mengakui Laba akuntansi diukur berdasarkan akuntansi akrual, serta dihitung dengan mengakui pendapatan
pendapatan dan dan mengaitkan mengaitkan biaya biaya dengan dengan pendapatan pendapatan yang yang diakui. diakui. Terdiri Terdiri atas atas 33 komponen :
komponen : a.
a. Komponen yang tetap atau berulangKomponen yang tetap atau berulang b.
b. Komponen sementaraKomponen sementara c.
c. Komponen yang tidak relevan terhadap nilaiKomponen yang tidak relevan terhadap nilai Mengukur Laba Akuntansi
Mengukur Laba Akuntansi
Pendapatan dan KeuntunganPendapatan dan Keuntungan
Pendapatan merupakan arus masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan Pendapatan merupakan arus masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung. Keuntungan merupakan arus masuk yang diperoleh atau akan diperoleh yang berasal dari Keuntungan merupakan arus masuk yang diperoleh atau akan diperoleh yang berasal dari transaksi dan kejadian yang tidak terkait dengan aktivitas usaha perusahaan yang masih transaksi dan kejadian yang tidak terkait dengan aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung.
berlangsung.
masih berlangsung. Kerugian merupakan penurunan aktiva bersih perusahaan yang berasal masih berlangsung. Kerugian merupakan penurunan aktiva bersih perusahaan yang berasal dari aktivitas sampingan atau incidental perusahaan.
dari aktivitas sampingan atau incidental perusahaan. 1.3 Alternatif Klasifikasi dan
1.3 Alternatif Klasifikasi dan PengukuraPengukuran Laban Laba
Klasifikasi laba yang layak penting dalam analisis. Laba dapat diklasifikasikan Klasifikasi laba yang layak penting dalam analisis. Laba dapat diklasifikasikan berdasarkan dua dimensi utama :
berdasarkan dua dimensi utama :
aa Laba Berulang dan Tidak BerulangLaba Berulang dan Tidak Berulang
Bergantung pada perilaku pendapatan atau beban yaitu apakah diharapkan akan terus Bergantung pada perilaku pendapatan atau beban yaitu apakah diharapkan akan terus terjadi atau hanya terjadi satu kali yang berasal dari komponen laba tetap dan terjadi atau hanya terjadi satu kali yang berasal dari komponen laba tetap dan sementara.
sementara.
Pengukuran Laba Akuntansi Alternatif Pengukuran Laba Akuntansi Alternatif
Laporan laba rugi menyajikan 3 pengukuran laba alternative : Laporan laba rugi menyajikan 3 pengukuran laba alternative :
Laba Bersih, hasil akhir pengukuran labaLaba Bersih, hasil akhir pengukuran laba
Pendapatan Komprehensif, mencerminkan seluruh perubahan pada ekuitas yangPendapatan Komprehensif, mencerminkan seluruh perubahan pada ekuitas yang
tidak berasal dari aktivitas pemilik yaitu mencerminkan keuntungan dan kerugian tidak berasal dari aktivitas pemilik yaitu mencerminkan keuntungan dan kerugian atas kepemilikan yang belum direalisasi, penyesuaian translasi valuta asing, dan atas kepemilikan yang belum direalisasi, penyesuaian translasi valuta asing, dan tambahan penyesuaian kewajiban pensiun minimum
tambahan penyesuaian kewajiban pensiun minimum
Laba dari Operasi yang Masih Berlangsung, pengukuran yang mengeluarkan posLaba dari Operasi yang Masih Berlangsung, pengukuran yang mengeluarkan pos
luar biasa, dampak kumulatif perubahan akuntansi, dan dampak penghentian luar biasa, dampak kumulatif perubahan akuntansi, dan dampak penghentian operasi.
operasi.
Implikasi Alternatif Implikasi Alternatif
Pertama, peranan penting laba yaitu mengukur perubahan bersih ekuitas dan Pertama, peranan penting laba yaitu mengukur perubahan bersih ekuitas dan memberikan estimasi atas kemampuan menghasilkan laba yang dapat dipertahankan. memberikan estimasi atas kemampuan menghasilkan laba yang dapat dipertahankan. Kedua, pengukuran alternative laba akuntansi diperoleh dari memasukkan atau Kedua, pengukuran alternative laba akuntansi diperoleh dari memasukkan atau mengeluarkan beberapa post tertentu.
mengeluarkan beberapa post tertentu. b
b Laba Operasi dan NonoperasiLaba Operasi dan Nonoperasi
Laba operasi berasal dari : Pertama, dari aktivitas operasi sehingga setiap pendapatan Laba operasi berasal dari : Pertama, dari aktivitas operasi sehingga setiap pendapatan (dan beban) yang tidak berhubungan dengan operasi usaha bukan bagian laba operasi. (dan beban) yang tidak berhubungan dengan operasi usaha bukan bagian laba operasi. Kedua, berfokus pada laba perusahaan secara keseluruhan dan bukan hanya pemilik Kedua, berfokus pada laba perusahaan secara keseluruhan dan bukan hanya pemilik utang dan ekuitas. Ketiga, aktivitas usaha yang masih berlangsung.
utang dan ekuitas. Ketiga, aktivitas usaha yang masih berlangsung.
Laba non operasi : mencakup seluruh komponen laba yang tidak termasuk dalam laba Laba non operasi : mencakup seluruh komponen laba yang tidak termasuk dalam laba operasi.
Implikasi Alternatif Implikasi Alternatif
Kegunaan laba operasi penting dalan pendanaan perusahaan yaitu memisahkan Kegunaan laba operasi penting dalan pendanaan perusahaan yaitu memisahkan keputusan investasi dari keputusan pendanaan
keputusan investasi dari keputusan pendanaan
2.
2. Pos Yang Tidak BerulangPos Yang Tidak Berulang
2.1 Pos Luar Biasa
2.1 Pos Luar Biasa
Pos luar biasa dapat dibedakan dari sifat t
Pos luar biasa dapat dibedakan dari sifat tidak lazim dan jarang terjadi. Sebagian besaidak lazim dan jarang terjadi. Sebagian besarr
pos luar biasa terkait
pos luar biasa terkait dengan keuntungan dan kerugian dari pelunasan awal utang. Pos luardengan keuntungan dan kerugian dari pelunasan awal utang. Pos luar
biasa
biasa diklasifikasikan diklasifikasikan terpisah terpisah pada pada laporan laporan laba laba rugi. rugi. Karena Karena kriteria kriteria luar luar biasa biasa yangyang
ketat, pos luar biasa jarang ada.
ketat, pos luar biasa jarang ada.
Akuntansi Pos Luar Biasa
Akuntansi Pos Luar Biasa
Pos luar biasa dilaporkan pada baris terpisah, setelah pajak, pada laporan keuangan
Pos luar biasa dilaporkan pada baris terpisah, setelah pajak, pada laporan keuangan
setelah laba usaha yang masih berlangsung. Saat suatu perusahaan melaporkan pos luar
setelah laba usaha yang masih berlangsung. Saat suatu perusahaan melaporkan pos luar
biasa, laba usaha yang masih berlangsung dinamakan laba
biasa, laba usaha yang masih berlangsung dinamakan laba sebelum pos luar biasa.sebelum pos luar biasa.
Analisis Pos-Pos Luar Biasa
Analisis Pos-Pos Luar Biasa
Pos luar biasa bersifat tidak berulang sehingga akan dikeluarkan ketika menghitung
Pos luar biasa bersifat tidak berulang sehingga akan dikeluarkan ketika menghitung
laba tetap dan memasukkan ketika menghitung laba ekonomi. Bersifat operasional yang
laba tetap dan memasukkan ketika menghitung laba ekonomi. Bersifat operasional yang
tidak terjadi secara terautur dan memperlihatkan risiko yang akan dihadapi perusahaan.
tidak terjadi secara terautur dan memperlihatkan risiko yang akan dihadapi perusahaan.
2.2
2.2 Operasi yang DihentikanOperasi yang Dihentikan
Perusahaan terkadang melepas divisi atau lini produk sehingga diperlukan akuntansi
Perusahaan terkadang melepas divisi atau lini produk sehingga diperlukan akuntansi
khusus pada laporan laba rugi.
khusus pada laporan laba rugi.
Akuntansi Operasi yang Dihentikan
Akuntansi Operasi yang Dihentikan
Melaui dua tahap :
Melaui dua tahap :
Pertama, laporan laba rugi tahun berjalan dan dua t
Pertama, laporan laba rugi tahun berjalan dan dua tahun sebelumnya akn disajikan kembaliahun sebelumnya akn disajikan kembali
setelah mengeluarkan dampak operasi yang dihentikan dari pos yang menentukan laba dari
setelah mengeluarkan dampak operasi yang dihentikan dari pos yang menentukan laba dari
operasi yang masih berlangsung.
operasi yang masih berlangsung.
Kedua, keuntungan atau kerugian yang berkaitan dengan operasi yang dihentikan
Kedua, keuntungan atau kerugian yang berkaitan dengan operasi yang dihentikan
dilaporkan secara terpisah, setelah dikurangi pajak dan dikeluarkan dari laba usaha yang
dilaporkan secara terpisah, setelah dikurangi pajak dan dikeluarkan dari laba usaha yang
masih berlangsung.
masih berlangsung.
2.3 Perubahan Akuntansi
2.3 Perubahan Akuntansi
Perubahan prinsip akuntansi terjadi saat perusahaan berpindah dari satu prinsip
Perubahan prinsip akuntansi terjadi saat perusahaan berpindah dari satu prinsip
akuntansi yang berlaku umum ke prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya, seperti :
a.
a. Perubahan prinsip akuntansiPerubahan prinsip akuntansi
b.
b. Perubahan estimasi akuntansiPerubahan estimasi akuntansi
c.
c. Perubahan entitas pelaporPerubahan entitas pelapor
d.
d. Koreksi kesalahanKoreksi kesalahan
2.4 Pos Khusus
2.4 Pos Khusus
Pos khusus mengacu pada transaksi dan kejadian yang tidak biasa atau tidak sering
Pos khusus mengacu pada transaksi dan kejadian yang tidak biasa atau tidak sering
terjadi, tetapi bukan keduanya. Pos ini biasanya dilaporkan sebagai baris terpisah dalam
terjadi, tetapi bukan keduanya. Pos ini biasanya dilaporkan sebagai baris terpisah dalam
laporan laba rugi sebelum laba dari usaha
laporan laba rugi sebelum laba dari usaha yang masih berlangsung.yang masih berlangsung.
Penurunan Nilai Aset
Penurunan Nilai Aset
Penurunan nilai aktiva jangka
Penurunan nilai aktiva jangka panjang panjang
Aktiva jangka panjang dinyatakan mengalami penurunan nilai saat nilai wajar lebih
Aktiva jangka panjang dinyatakan mengalami penurunan nilai saat nilai wajar lebih
kecil dibandingkan nilai tercatat. Penurunan nilai aktiva terjadi karena banyak hal, yaitu
kecil dibandingkan nilai tercatat. Penurunan nilai aktiva terjadi karena banyak hal, yaitu
mencakup penurunan nilai pasar aktiva, penurunan tingkat permintaan atas produk aktiva
mencakup penurunan nilai pasar aktiva, penurunan tingkat permintaan atas produk aktiva
tersebut, dll.
tersebut, dll.
Penurunan nilai aktiva lainnya
Penurunan nilai aktiva lainnya
Selain penurunan nilai aktiva jangka panjang, perusahaan kadang kala menghapus
Selain penurunan nilai aktiva jangka panjang, perusahaan kadang kala menghapus
nilai aktiva lainnya seperti piutang, persediaan dan goodwill.
nilai aktiva lainnya seperti piutang, persediaan dan goodwill.
Beban Restrukturisasi
Beban Restrukturisasi
Beban restrukturisasi umumnya terkait dengan perubahan utama dalam usaha dan
Beban restrukturisasi umumnya terkait dengan perubahan utama dalam usaha dan
strategi perusahaan. Restrukturisasi biasanya diikuti reorganisasi yang efektif termasuk
strategi perusahaan. Restrukturisasi biasanya diikuti reorganisasi yang efektif termasuk
divestasi unit usaha, penghentian perjanjian kontraktual, penghentian lini produk,
divestasi unit usaha, penghentian perjanjian kontraktual, penghentian lini produk,
perampingan kryawan, perubah
perampingan kryawan, perubahan manajemen, dan penghapusan nilai aset.an manajemen, dan penghapusan nilai aset.
3.
3. Pengakuan PendapatanPengakuan Pendapatan
3.1 Panduan Pengakuan Pendapatan 3.1 Panduan Pengakuan Pendapatan
Dari perspektif analisis, pengakuan pendapatan akrual yang tidak layak dapat Dari perspektif analisis, pengakuan pendapatan akrual yang tidak layak dapat menyebabkan dua hal yang tidak diinginkan yaitu:
menyebabkan dua hal yang tidak diinginkan yaitu:
aa Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelumnya atau terlambat, maka pendapatanJika perusahaan mengakui pendapatan sebelumnya atau terlambat, maka pendapatan akan diakui pada periode yang salah
akan diakui pada periode yang salah b
b Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelum adanya kepastian realisasi yang layak,Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelum adanya kepastian realisasi yang layak, maka pendapatan akan diakui pada satu periode dan kemudian dibatalkan atau dibalik maka pendapatan akan diakui pada satu periode dan kemudian dibatalkan atau dibalik pada periode lain.
Kriteria : Kriteria : a.
a. Aktivitas laba yang menghasilkan pendapatan telah selesai, dan tidak dibutuhkanAktivitas laba yang menghasilkan pendapatan telah selesai, dan tidak dibutuhkan usaha yang signifikan untuk menyelesaikan transaksi
usaha yang signifikan untuk menyelesaikan transaksi b.
b. Risiko kepemilikan dalam penjualan telah secara efektif Risiko kepemilikan dalam penjualan telah secara efektif berpindah kepada pembeliberpindah kepada pembeli c.
c. Pendapatan dan beban terkait diukur atau diestimasikan dengan tingkat ketelitian yangPendapatan dan beban terkait diukur atau diestimasikan dengan tingkat ketelitian yang wajar
wajar d.
d. Pengauan pendapatan biasanya menghasilkan kenaikan kas, piutang, atau efekPengauan pendapatan biasanya menghasilkan kenaikan kas, piutang, atau efek e.
e. Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak independenindependen f.
f. Transaksi pendapatan tidak ada pembatalanTransaksi pendapatan tidak ada pembatalan 3.2 Ketidakpastian Penagihan
3.2 Ketidakpastian Penagihan PendapatanPendapatan
Perusahaan menyisikan cadangan untuk piutang tak tertagih untuk mencerminkan Perusahaan menyisikan cadangan untuk piutang tak tertagih untuk mencerminkan ketidakpastian penagihan piutang dari penjualan kredit. Suatu perusahaan melakukan ketidakpastian penagihan piutang dari penjualan kredit. Suatu perusahaan melakukan penilaian
penilaian berdasarkan berdasarkan kondisi, kondisi, saat saat tidak tidak lagi lagi memiliki memiliki keyakinan keyakinan yang yang layak layak mengenaimengenai kemungkinan tertaginya piutang.
kemungkinan tertaginya piutang. 3.3 Analisis Dampak
3.3 Analisis Dampak Pengakuan PendapaPengakuan Pendapatantan
Pencatatan pendapatan merupakan peristiwa yang penting dalam penentuan laba. Pencatatan pendapatan merupakan peristiwa yang penting dalam penentuan laba. Pendapatan belum boleh diakui sampai :
Pendapatan belum boleh diakui sampai : a.
a. Arus kas aktivitas operasi cukup untuk mendanai layanan utang dan pesyaratanArus kas aktivitas operasi cukup untuk mendanai layanan utang dan pesyaratan dividen (atas dasar akrual)
dividen (atas dasar akrual) b.
b. Investasi perusahaan pada entitas pembeli dapat dengan mudah diubah menjadi kasInvestasi perusahaan pada entitas pembeli dapat dengan mudah diubah menjadi kas dan perusahaan tidak memiliki kewajiban lagi menurut perjanjnian utang dan dan perusahaan tidak memiliki kewajiban lagi menurut perjanjnian utang dan perjanjian apapun.
perjanjian apapun.
4.
4. Beban yang Beban yang DitangguhkanDitangguhkan
Beban tangguhan merupakan biaya yang telah terjadi yang ditanggung karena Beban tangguhan merupakan biaya yang telah terjadi yang ditanggung karena diharapkan manfaatnya dapat dirasakan pada periode masa depan.
diharapkan manfaatnya dapat dirasakan pada periode masa depan. 4.1 Penelitian dan Pengembangan
4.1 Penelitian dan Pengembangan
Dimaksudkan untuk mempertahankan produk yang sudah ada atau mengembangkan produk Dimaksudkan untuk mempertahankan produk yang sudah ada atau mengembangkan produk dan proses baru.
dan proses baru.
Akuntansi untuk Penelitian dan Pengembangan Akuntansi untuk Penelitian dan Pengembangan Alasan sulitnya akuntansi litbang :
b.
b. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang antara dimulainya aktivitas litbang hinggaDibutuhkan waktu yang cukup panjang antara dimulainya aktivitas litbang hingga keberhasilannya dapat ditentukan
keberhasilannya dapat ditentukan c.
c. Masalah evaluasi yang disebabkan oleh sifat tidah berwujud sebagian besar aktivitasMasalah evaluasi yang disebabkan oleh sifat tidah berwujud sebagian besar aktivitas litbang
litbang
Sehingga standar akuntansi AS mewajibkan perusahaan membedakan biaya litbang pada saat Sehingga standar akuntansi AS mewajibkan perusahaan membedakan biaya litbang pada saat terjadi. Hanya biaya bahan baku, peralatan, dan fasilitas yang memiliki kegunaan di masa terjadi. Hanya biaya bahan baku, peralatan, dan fasilitas yang memiliki kegunaan di masa depan yang dikapitalisasi sebagai aset berwujud.
depan yang dikapitalisasi sebagai aset berwujud. 4.2
4.2 Beban Piranti Lunak KomputerBeban Piranti Lunak Komputer
Pengembangan piranti lunak komputer merupakan aktivitas khusus untuk tujuan pemasaran Pengembangan piranti lunak komputer merupakan aktivitas khusus untuk tujuan pemasaran yang langsung mengarah pada pendapatan berjalan atau masa depan. Praktik akuntansinya yang langsung mengarah pada pendapatan berjalan atau masa depan. Praktik akuntansinya yaitu biaya dikapitalisasi dan dikaitkan dengan pendapatan di masa mendatang.
yaitu biaya dikapitalisasi dan dikaitkan dengan pendapatan di masa mendatang. 4.3
4.3 Biaya eksplorasi dan Biaya eksplorasi dan PengembangPengembangan pada an pada Industri PertambangaIndustri Pertambangann
Industri ini meliputi minyak, gas bumi, logam, batu bara, dan mineral non logam. Memiliki Industri ini meliputi minyak, gas bumi, logam, batu bara, dan mineral non logam. Memiliki risiko yang tinggi terkait dengan ketidakpastian dalam penentuan laba yang menimbulkan risiko yang tinggi terkait dengan ketidakpastian dalam penentuan laba yang menimbulkan msalah pengukuran dan pengakuan.
msalah pengukuran dan pengakuan. Akuntansi Industri Pertambangan Akuntansi Industri Pertambangan Terdiri atas dua metode :
Terdiri atas dua metode : a.
a. Successful effort, semua pengeluaran biaya eksplorasi yang tidak memberikanSuccessful effort, semua pengeluaran biaya eksplorasi yang tidak memberikan manfaat ekonomis di masa mendatang
manfaat ekonomis di masa mendatang (dry hole)(dry hole) dibebankan pada periode terjadinya dibebankan pada periode terjadinya biaya ters
biaya tersebut, apabila ebut, apabila pemboran tersebut pemboran tersebut sukses sukses maka biamaka biaya yang ya yang telah telah terjadi terjadi dapatdapat dikapitalisasi sejalan dengan waktu manfaat dari aset tersebut.
dikapitalisasi sejalan dengan waktu manfaat dari aset tersebut. b.
b. Full cost, semua biaya ekplorasi baik berhasil maupunFull cost, semua biaya ekplorasi baik berhasil maupun dry holedry hole harus dikapitalisasi. harus dikapitalisasi.
5.
5. Kompensasi Tambahan Untuk KaryawanKompensasi Tambahan Untuk Karyawan 5.1 Tinjauan
5.1 Tinjauan atas atas Komponen Tambahan Komponen Tambahan untuk untuk KaryawanKaryawan
Beberapa dari kompensasi tambahan untuk karyawan sebagai berikut : Beberapa dari kompensasi tambahan untuk karyawan sebagai berikut : 1.
1. Kontrak kompensasi tangguhan, merupakan perjanjian untuk membayar karyawanKontrak kompensasi tangguhan, merupakan perjanjian untuk membayar karyawan masa depan, beberapa dengan syarat tertentu.
masa depan, beberapa dengan syarat tertentu. 2.
2. Hak apresiasi saham, merupakan hak atas jumlah tertentu saham yang diberikan kepadaHak apresiasi saham, merupakan hak atas jumlah tertentu saham yang diberikan kepada karyawan
karyawan 3.
3. Kompensasi saham junior,yakni memberikan karyawan hak untuk membeli sKompensasi saham junior,yakni memberikan karyawan hak untuk membeli s aham jenisaham jenis tertentu pada harga pasar yang lebih rendah dari harga saham perusahaan karena tidak tertentu pada harga pasar yang lebih rendah dari harga saham perusahaan karena tidak
5.2 Opsi Saham Karyawan 5.2 Opsi Saham Karyawan
Opsi saham karyawan merupakan kesempatan kontraktual yang diberikan oleh Opsi saham karyawan merupakan kesempatan kontraktual yang diberikan oleh perusahaan
perusahaan kepada kepada karyawan karyawan dimana dimana karyawan karyawan dapat dapat membeli membeli saham saham perusahaan perusahaan dalamdalam jumlah
jumlah dan dan harga harga tertentu tertentu atau atau setelah setelah tanggal tanggal tertentu tertentu di di masa masa mendatang. mendatang. KompensasiKompensasi karyawan berbasis saham merupakan bentuk kompensasi intensif yang paling terkenal. karyawan berbasis saham merupakan bentuk kompensasi intensif yang paling terkenal. Beberapa alasannya yaitu :
Beberapa alasannya yaitu : a.
a. Meningkatkan kinerja karyawan sehingga menyatukan insentif karyawan danMeningkatkan kinerja karyawan sehingga menyatukan insentif karyawan dan perusahaan
perusahaan b.
b. Sarana untuk meraih kekayaanSarana untuk meraih kekayaan c.
c. Tidak memiliki dampak arus kas langsungTidak memiliki dampak arus kas langsung d.
d. Memberikan tunjangan karyawan tanpa perlu mencatat biayaMemberikan tunjangan karyawan tanpa perlu mencatat biaya Terdiri atas dua katagori :
Terdiri atas dua katagori : a.
a. Insentif, tidak dikenakan pajak sampai saham dijual oleh karyawan, diberikan padaInsentif, tidak dikenakan pajak sampai saham dijual oleh karyawan, diberikan pada nilai pasar wajar, dimiiliki selama dua tahun sejak tanggal pembelian dan satu tahun nilai pasar wajar, dimiiliki selama dua tahun sejak tanggal pembelian dan satu tahun setelah tanggak eksekusi.
setelah tanggak eksekusi. b.
b. Tanpa kualifikasi, karyawan dikenakan pajak saat eksekusi atau selisih antara hargaTanpa kualifikasi, karyawan dikenakan pajak saat eksekusi atau selisih antara harga eksekusi dan harga pasar wajar saham, diberikan dengan mendapat diskonto dari nilai eksekusi dan harga pasar wajar saham, diberikan dengan mendapat diskonto dari nilai pasar wajar.
pasar wajar.
6.
6. Biaya BungaBiaya Bunga
Bunga merupakan kompensasi atas penggunaan uang. Bunga merupakan kelebihan
Bunga merupakan kompensasi atas penggunaan uang. Bunga merupakan kelebihan
kas yang dibayar atas jumlah uang pokok yang dipinjam atau dipinjamkan. Bunga
kas yang dibayar atas jumlah uang pokok yang dipinjam atau dipinjamkan. Bunga
ditentukan oleh berbagai faktor dan yang terpenting adalah resiko kredit dari pinjaman.
ditentukan oleh berbagai faktor dan yang terpenting adalah resiko kredit dari pinjaman.
Beban bunga ditentukan oleh tingkat bunga, pokok pinjaman, dan jangka waktu.
Beban bunga ditentukan oleh tingkat bunga, pokok pinjaman, dan jangka waktu.
Kapitalisasi Bunga
Kapitalisasi Bunga
Kapitalisasi bunga diwajibkan sebagai bagian dari biaya aktiva yang dibangun atau
Kapitalisasi bunga diwajibkan sebagai bagian dari biaya aktiva yang dibangun atau
diproduksi oleh perusahaan untuk digunakan sendiri. Tujuan kapitalisasi
diproduksi oleh perusahaan untuk digunakan sendiri. Tujuan kapitalisasi bunga adalahbunga adalah
1.
1. Mengukur biaya akuisisi aktiva dengan lebih akuratMengukur biaya akuisisi aktiva dengan lebih akurat
2.
2. Mengamortisasi biaya akuisisi terhadap pendapatan yang diperoleh dari aktiva terMengamortisasi biaya akuisisi terhadap pendapatan yang diperoleh dari aktiva tersebut.sebut.
7.
7. Pajak PenghasilanPajak Penghasilan
7.1
Karena berbagai alasan laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan jauh berbeda dengan
Karena berbagai alasan laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan jauh berbeda dengan
laba kena pajak yang merupakan laba untuk menghitung kewajiban pajak menurut peraturan
laba kena pajak yang merupakan laba untuk menghitung kewajiban pajak menurut peraturan
pajak. Perbedaan laba pajak dan GAAP terbagi menjadi 2
pajak. Perbedaan laba pajak dan GAAP terbagi menjadi 2 ::
a.
a. Perbedaan temporer, perbedaan yang sifatnya sementara dan diharapkan akan dibalikPerbedaan temporer, perbedaan yang sifatnya sementara dan diharapkan akan dibalik
di masa depan terutama perbedaan waktu antara akuntansi pajak dan GAAP.
di masa depan terutama perbedaan waktu antara akuntansi pajak dan GAAP.
b.
b. Perbedaan tetap, karena peraturan pajak dan GAAP memiliki perbedaan yangPerbedaan tetap, karena peraturan pajak dan GAAP memiliki perbedaan yang
fundamental dalam memperlakukan pos-pos tertentu, tidak diperhitungkan untuk
fundamental dalam memperlakukan pos-pos tertentu, tidak diperhitungkan untuk
laporan keuangan tetapi sebagai faktor tarif pajak efektif.
laporan keuangan tetapi sebagai faktor tarif pajak efektif.
Pajak Tangguhan
Pajak Tangguhan
Perbedaan temporer menyebabkan laba kena pajak jauh berbeda dari laba sebelum pajak
Perbedaan temporer menyebabkan laba kena pajak jauh berbeda dari laba sebelum pajak
sehingga diperlukan penyesuaian pajak tangguhan. Dasar penyesuaian pajak tangguhan
sehingga diperlukan penyesuaian pajak tangguhan. Dasar penyesuaian pajak tangguhan
adalah untuk dapat mengaitkan beban pajak periode dengan laba sebelum pajak yang
adalah untuk dapat mengaitkan beban pajak periode dengan laba sebelum pajak yang
dilaporkan secara lebih baik, menciptakan pos neraca yang penting yang disebut aset pajak
dilaporkan secara lebih baik, menciptakan pos neraca yang penting yang disebut aset pajak
tangguhan atau kewajiban pajak tangguhan.
tangguhan atau kewajiban pajak tangguhan.
Arti Kewajiban (Aset) Pajak Tangguhan
Arti Kewajiban (Aset) Pajak Tangguhan
Kewajiban atau aset pajak tangguhan menunjukkan :
Kewajiban atau aset pajak tangguhan menunjukkan :
a.
a. Kewajiban pajak tangguhan : laba GAAP lebih tinggi daripada laba kena pajak di masaKewajiban pajak tangguhan : laba GAAP lebih tinggi daripada laba kena pajak di masa
lalu; pembayaran pajak di masa lalu relatif lebih rendah sehingga pembayaran pajak di
lalu; pembayaran pajak di masa lalu relatif lebih rendah sehingga pembayaran pajak di
masa depan diperkirakan akan relatif lebih tinggi.
masa depan diperkirakan akan relatif lebih tinggi.
b.
b. Aset pajak tangguhan : laba GAAP lebih rendah daripada laba kena pajak di masa lalu;Aset pajak tangguhan : laba GAAP lebih rendah daripada laba kena pajak di masa lalu;
pembayaran pajak di ma
pembayaran pajak di masa lalu sa lalu relatif lrelatif lebih tinggi sehingga pembaebih tinggi sehingga pembayaran pajak di masayaran pajak di masa
depan diperkirakan akan relatif rendah.
depan diperkirakan akan relatif rendah.
Akuntansi Pajak Tangguhan
Akuntansi Pajak Tangguhan
Diatur oleh SFAS 109. Mengambil pendekatan aset kewajiban yaitu perhatiannya pada
Diatur oleh SFAS 109. Mengambil pendekatan aset kewajiban yaitu perhatiannya pada
pos
pos neraca, neraca, aset aset dan dan kewajiban kewajiban pajak pajak tangguhan. Beban tangguhan. Beban pajak pajak penghasilan penghasilan tidak tidak dihitungdihitung
secara langsung, melainkan dihitung dari selisih antara perubahan aset dan kewajiban
secara langsung, melainkan dihitung dari selisih antara perubahan aset dan kewajiban
pajak tangguhan dengan utang
pajak tangguhan dengan utang pajak.pajak.
7.2
7.2Analisis Pajak PenghasilanAnalisis Pajak Penghasilan
Penyesuaian Laporan Keungan
Penyesuaian Laporan Keungan
Aset (atau kewajiban) pajak tangguhan bukanlah aset (atau kewajiban) yang tidak
Aset (atau kewajiban) pajak tangguhan bukanlah aset (atau kewajiban) yang tidak
memberikan manfaat masa depan atau menimbulkan kewajiban masa depan apapun
memberikan manfaat masa depan atau menimbulkan kewajiban masa depan apapun
kepada perusahaan. Sehingga, analisis mengeluarkan pos ini dari neraca ketika
Manajemen Laba dan Kualitas Laba
Manajemen Laba dan Kualitas Laba
Penyisihan penilaian adalah sarana bagi manajemen laba. Adanya kewajiban(aset)
Penyisihan penilaian adalah sarana bagi manajemen laba. Adanya kewajiban(aset)
pajak
pajak tangguhan tangguhan dalam dalam jumlah jumlah besar besar menunjukkan menunjukkan laba laba GAAP GAAP di di masa masa lalu lalu lebihlebih
tinggi (lebih rendah) daripada laba kena pajak sehingga perusahaan dengan kewajiban
tinggi (lebih rendah) daripada laba kena pajak sehingga perusahaan dengan kewajiban
(aset) pajak tangguhan yang tinggi memiliki kemungkinan akan menerapkan prak
(aset) pajak tangguhan yang tinggi memiliki kemungkinan akan menerapkan prak
akuntansi konservatif.