MAKALAH
MAKALAH
IMPLEMENTASI TATA NILAI GERAKAN AYO KERJA “KAMI PASTI” IMPLEMENTASI TATA NILAI GERAKAN AYO KERJA “KAMI PASTI”
DALAM PROSES ANALISA DAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA
DALAM PROSES ANALISA DAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA
DAN ANGGARAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA
DAN ANGGARAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA
KLAS IIB RABA BIMA
KLAS IIB RABA BIMA
oleh : oleh : NAMA
NAMA : : LALU LALU BUDI BUDI SETIAWANSETIAWAN NIP.
NIP. : : 198908242010121003198908242010121003 PANGKAT/GOL
PANGKAT/GOL : : PENGATUR PENGATUR MUDA MUDA TK. TK. I I (II/b)(II/b) JABATAN
JABATAN : : OPERATOR OPERATOR RKAKLRKAKL UNIT
UNIT KERJA KERJA : : RUTAN RUTAN KLAS KLAS IIB IIB RABA RABA BIMABIMA
DISUSUN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU SYARAT DALAM
DISUSUN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU SYARAT DALAM MENGIKUTIMENGIKUTI UJIAN PENYESUAIAN IJAZAH SARJANA (S1)
UJIAN PENYESUAIAN IJAZAH SARJANA (S1)
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT
KANTOR WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT
RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB RABA BIMA
RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB RABA BIMA
2016
2016
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala nikmat, rahmat dan Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala nikmat, rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Tergerak oleh pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Tergerak oleh pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Bima yang belum optimal, maka penulis menyususn karya tulis dengan judul Bima yang belum optimal, maka penulis menyususn karya tulis dengan judul Implementasi Tata Nilai Gerakan Ayo Kerja “Kami Pasti” Dalam Proses Analisa Dan Implementasi Tata Nilai Gerakan Ayo Kerja “Kami Pasti” Dalam Proses Analisa Dan Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Di Rumah Tahanan Negara Klas IIb Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Di Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Bima.
Raba Bima.
Dengan selesainya makalah ini tentu tidak terlepas dari bantuan dan Dengan selesainya makalah ini tentu tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan banyak terimakasih dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu. dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dan jauh Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna. Karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang dari sempurna. Karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun tercapainya penulisan yang baik.
membangun tercapainya penulisan yang baik.
Harapan Penulis semoga kiranya makalah ini dapat memberikan manfaat dan Harapan Penulis semoga kiranya makalah ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi terhadap kemajuan pemasyarakatan serta kementerian hokum dan hak kontribusi terhadap kemajuan pemasyarakatan serta kementerian hokum dan hak asasi manusi pada umumnya.
asasi manusi pada umumnya.
Bima, 25 Nopember 2016 Bima, 25 Nopember 2016 Penulis Penulis
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……… KATA PENGANTAR……….. ……….. ii DAFTAR ISI… DAFTAR ISI……… ……… iiii ABSTRAK………
ABSTRAK………. ………. iiiiii BAB I.
BAB I. PENDAHULUAN………PENDAHULUAN……….. ……….. 11 A.
A. Latar Belakang………Latar Belakang……….. ……….. 11 B.
B. Rumusan Masalah………Rumusan Masalah……….. ………….. 33 C.
C. TujuanTujuan………. ………. 44 D.
D. Fungsi/Manfaat………Fungsi/Manfaat……… ……… 44 E.
E. Output Yang Diharapkan………Output Yang Diharapkan……… ……… 44 F.
F. Metode ……Metode ……….. 5……….. 5 BAB II. PEMBAHASAN
BAB II. PEMBAHASAN………. ………. 66 A.
A. Sejarah awal mula perumusan slogan Kami Pasti di Sejarah awal mula perumusan slogan Kami Pasti di kemenkumhamkemenkumham terkait gerakan revolusi menta
terkait gerakan revolusi mental………l……….. ……….. 66 B.
B. Pengertian tata nilai gerakan ayo kePengertian tata nilai gerakan ayo kerja kami pasti……… 8rja kami pasti……… 8 C.
C. Implementasi sikap mental Profesional, Akuntabel, Sinergi, Implementasi sikap mental Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan,Transparan,
dan Inovatif dalam proses Analisa dan Penyusunan Anggaran di Satuan Kerja.. 10 dan Inovatif dalam proses Analisa dan Penyusunan Anggaran di Satuan Kerja.. 10 D.
D. Tantangan yang Tantangan yang dihadapi………dihadapi………. 25………. 25 BAB III.
BAB III. KESIMPULAN………KESIMPULAN……… ……… 2929 DAFTAR PUSTAKA………
IMPLEMENTASI TATA NILAI GERAKAN AYO
IMPLEMENTASI TATA NILAI GERAKAN AYO KERJA “KAMI PASTI”KERJA “KAMI PASTI” DALAM PROSES ANALISA DAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN DALAM PROSES ANALISA DAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN
ANGGARAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB RABA BIMA ANGGARAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB RABA BIMA
Lalu Budi Setiawan Lalu Budi Setiawan
Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Bima Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Bima
2016 2016
ABSTRAK ABSTRAK Tata Nilai Gerakan Ayo Kerja Ka
Tata Nilai Gerakan Ayo Kerja Kami Pasti adalah suatu mi Pasti adalah suatu gagasan revolusi mental yanggagasan revolusi mental yang merupakan implementasi reformasi birokrasi khususnya di area manajemen merupakan implementasi reformasi birokrasi khususnya di area manajemen perubahan. Gerakan ini bukan hanya gerakan himbauan saja, tetapi merupakan perubahan. Gerakan ini bukan hanya gerakan himbauan saja, tetapi merupakan wujud nyata sebagai pengejawentahan pengabdian seluruh jajaran Kementerian wujud nyata sebagai pengejawentahan pengabdian seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM, dan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dalam Hukum dan HAM, dan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka pencapaian visi kementerian, yaitu mewujudkan "masyarakat memperoleh rangka pencapaian visi kementerian, yaitu mewujudkan "masyarakat memperoleh kepastian hukum".Gerakan ini penting, karena saat ini kita berada dalam kepastian hukum".Gerakan ini penting, karena saat ini kita berada dalam pemerintahan "Kabinet Indonesia Kerja". Bekerja berarti berkarya, berkarya berarti pemerintahan "Kabinet Indonesia Kerja". Bekerja berarti berkarya, berkarya berarti menghasilkan sesuatu yang nyata. Bukan hanya dalam bentuk konsep yang tanpa menghasilkan sesuatu yang nyata. Bukan hanya dalam bentuk konsep yang tanpa makna, tetapi harus berbentuk satu operasionalisasi tindakan yang dapat dirasakan makna, tetapi harus berbentuk satu operasionalisasi tindakan yang dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat dan bangsa
hasilnya oleh masyarakat dan bangsa11..
Nilai nilai dari gerakan ini sejak awal mula terbentuknya, langsung Nilai nilai dari gerakan ini sejak awal mula terbentuknya, langsung diimplementasikan pada semua jajaran di Kemenkumham, mulai dari pusat, hingga diimplementasikan pada semua jajaran di Kemenkumham, mulai dari pusat, hingga UPT, tidak terkecuali di RUTAN Raba Bima. Perubahan mulai dirasakan dalam UPT, tidak terkecuali di RUTAN Raba Bima. Perubahan mulai dirasakan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk di
pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk di bidang perencanaan anggaran.bidang perencanaan anggaran.
Perencanaan anggaran, sebagai ujung tombak dari seluruh tugas dan kegiatan, Perencanaan anggaran, sebagai ujung tombak dari seluruh tugas dan kegiatan, telah mengalami perubahan. Dalam pelaksanaannya, perencanaan anggaran saat telah mengalami perubahan. Dalam pelaksanaannya, perencanaan anggaran saat ini telah dilaksanakan secara lebih Transparan dan Terukur, sesuai dengan prinsip ini telah dilaksanakan secara lebih Transparan dan Terukur, sesuai dengan prinsip ““monemoney follow y follow program”.program”.
Kata Kunci : Perencanaan Anggaran, RKAKL, Ayo Kerja Kami PASTI, RUTAN Bima Kata Kunci : Perencanaan Anggaran, RKAKL, Ayo Kerja Kami PASTI, RUTAN Bima
1 1
Kemenkumham Yasonna H Laoly, pidato sambutan pada peringatan HUT RI ke 70 Kemenkumham Yasonna H Laoly, pidato sambutan pada peringatan HUT RI ke 70
A B S T R AC T A BS T R A C T
Lalu Budi
Lalu Budi Setiawan. ImplementatiSetiawan. Implementation of value on of value order of the order of the movements from movements from “ lets“ lets work KAMI PASTI” in the process of the work plan analytical and compo
work KAMI PASTI” in the process of the work plan analytical and composing in thesing in the National Prison of Raba Bima.
National Prison of Raba Bima.
National Prison of Raba Bima, 2016. National Prison of Raba Bima, 2016.
The value order of the movements from “lets work Kami Pasti” is the concept of The value order of the movements from “lets work Kami Pasti” is the concept of mental revolutions that being the implementations of bureaucracy reformation, mental revolutions that being the implementations of bureaucracy reformation, particulary in the conversion management area. This movements not only the appeal particulary in the conversion management area. This movements not only the appeal persuasion, but also the real form
persuasion, but also the real form as manifestatias manifestation of perpetuation from entire on of perpetuation from entire line ofline of the Law and
the Law and Human RiHuman Right Ministry, and ght Ministry, and will be directed will be directed continuously continuously in order thein order the ministry vision performa
ministry vision performance, that actualize “people gain the certainty of law”.nce, that actualize “people gain the certainty of law”.
This movements is important, because now we are stayed in the governmental This movements is important, because now we are stayed in the governmental cabinet of
cabinet of Indonesia Kerja. Indonesia Kerja. Kerja or woKerja or work means created, rk means created, created means created means makemake something real. Not only in the shape of concept without sense, but should be one something real. Not only in the shape of concept without sense, but should be one operationaliz
operationalization of actions that ation of actions that can be feel it’s rcan be feel it’s result by all people and nation.esult by all people and nation.
The value orders of this movements, from the first beginning of formed, have The value orders of this movements, from the first beginning of formed, have implementated directly to the entire line of the ministry, from the central until the implementated directly to the entire line of the ministry, from the central until the technic implementer units, not except in National Prison of Raba Bima. The technic implementer units, not except in National Prison of Raba Bima. The conversions start feeled in the task and duty implementations in field, included in the conversions start feeled in the task and duty implementations in field, included in the estimate planning sector.
estimate planning sector.
The estimate planning, as the top of the spear from the all task and duty, have get The estimate planning, as the top of the spear from the all task and duty, have get the conversions. In the implementations, the estimate planning now have make in the conversions. In the implementations, the estimate planning now have make in transparently and accountable, appropriate with the principle of “money follow transparently and accountable, appropriate with the principle of “money follow program”.
program”.
Key Words : Estimate Planning, RKAKL, Lets Work Kami PASTI, National Prison of Key Words : Estimate Planning, RKAKL, Lets Work Kami PASTI, National Prison of Raba Bima.
BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG A. LATAR BELAKANG
Tahun 2010 merupakan titik awal dilaksanakannya reformasi birokrasi di Tahun 2010 merupakan titik awal dilaksanakannya reformasi birokrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Segala aspek melakukan perubahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Segala aspek melakukan perubahan ((reformreform) dimulai dari merubah) dimulai dari merubah pola pola pikir pikir dan dan budaya budaya kerjakerja,, penataan penataan peraturanperaturan perundang-undangan
perundang-undangan,, penataan penataan dan dan penguatan penguatan organisasi organisasi ,, penataan penataan tata tata laksanalaksana,, penataan
penataan sistem sistem manajemen manajemen aparatur aparatur ,, penguatan penguatan pengawasanpengawasan,, penguatan penguatan akuntabilitas kinerja
akuntabilitas kinerja dan yang terakhir tentu untuk dipersembahkan kepada dan yang terakhir tentu untuk dipersembahkan kepada masyarakat, bangsa dan negara yaitu
masyarakat, bangsa dan negara yaitu peningkatan peningkatan kualitas kualitas layanan layanan publik publik atau atau dikenal dengan nama 8 area perubahan. Masih ingat kala itu di tahun 2010, kita dikenal dengan nama 8 area perubahan. Masih ingat kala itu di tahun 2010, kita harus mulai belajar bekerja penuh dengan disiplin, bekerja yang terukur, bekerja harus mulai belajar bekerja penuh dengan disiplin, bekerja yang terukur, bekerja yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat.
yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Jika kita flashback perjalanan reformasi birokrasi di Kementerian Hukum dan Hak Jika kita flashback perjalanan reformasi birokrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dari tahun 2010
Asasi Manusia dari tahun 2010 samsampai dengan 2016 pai dengan 2016 saat ini, ketika landasan dasar/saat ini, ketika landasan dasar/ pondasi ditetapkan di tahun 2010, di masa itu kita secara bersama sama pondasi ditetapkan di tahun 2010, di masa itu kita secara bersama sama menyatukan tekad dengan menyatakan satu motto yaitu
menyatukan tekad dengan menyatakan satu motto yaitu h a r m o n i dh a r m o n i d a l aa l am gm g e r ae r ak d a nk d a n l a n g k a h
l a n g k a h di setiap pidato dan sambutan, di setiap spanduk dan stiker pada pojok di setiap pidato dan sambutan, di setiap spanduk dan stiker pada pojok kantor di
kantor di Kementerian Kementerian Hukum Hukum dan Hak Adan Hak Asasi Manussasi Manusia. Itu beraria. Itu berarti kita ti kita semuasemua sedang meyakinkan diri kita sendiri untuk serasi, selaras dan seimbang berpadu sedang meyakinkan diri kita sendiri untuk serasi, selaras dan seimbang berpadu dalam mewujudkan cita-cita. Itu semua tidak akan tercapai kalau tidak melakukan dalam mewujudkan cita-cita. Itu semua tidak akan tercapai kalau tidak melakukan gerak
gerak sebagai perubahan dari kondisi semula menuju kondisi yang berikutnya sebagai perubahan dari kondisi semula menuju kondisi yang berikutnya (perubahan yang lebih baik). Untuk mewujudkan gerak yang terarah maka (perubahan yang lebih baik). Untuk mewujudkan gerak yang terarah maka diperlukan
diperlukan langkahlangkah sebagai pelaksanaan tindakan, maka dengan sebagai pelaksanaan tindakan, maka dengan harmoni dalamharmoni dalam gerak dan langkah
gerak dan langkah sesungguhnya perubahan besar sedang dilakukan Kementerian sesungguhnya perubahan besar sedang dilakukan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam rangka turut mewujudkan
Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam rangka turut mewujudkan Indonesia yangIndonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur
mandiri, maju, adil dan makmur ..
Masih di tahun 2010, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan Masih di tahun 2010, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan transformasi di
transformasi di segala aspek dari perubahan logo segala aspek dari perubahan logo pengayompengayoman, perubahan seragaman, perubahan seragam dinas, yel-yel reformasi birokrasi juga diperkenalkan sebagai spirit baru di dinas, yel-yel reformasi birokrasi juga diperkenalkan sebagai spirit baru di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Laksanakan!!!!!
Laksanakan!!!!! menggema di setiap hari mengawali aktivitas dan kegiatan hari itu.menggema di setiap hari mengawali aktivitas dan kegiatan hari itu. Akhirnya
Akhirnya spirit spirit baru baru dan dan terbarukan terbarukan tersebut tersebut membuahkmembuahkan an hasil. hasil. Pada Pada tahun tahun 20112011 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mendapatkan opini Wajar Tanpa Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan yang sebelumnya di tahun 2010 Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan yang sebelumnya di tahun 2010 mendapatkan opini WTP-DPP. Disamping itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi mendapatkan opini WTP-DPP. Disamping itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga mendapatkan predikat B atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Manusia juga mendapatkan predikat B atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang semula mendapat predikat CC dari Kementerian Pendayagunaan Pemerintah yang semula mendapat predikat CC dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reform
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.asi Birokrasi.
Kemudian di tahun 2012, tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2012, Kementerian Kemudian di tahun 2012, tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2012, Kementerian Hukum dan HAM melalui layanan Sistem Penerbitan Paspor Republik Indonesia Hukum dan HAM melalui layanan Sistem Penerbitan Paspor Republik Indonesia meraih peringkat ke 2 didalam Kompetisi
meraih peringkat ke 2 didalam Kompetisi Open Goverment IndonesiaOpen Goverment Indonesia yang yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian diselenggarakan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Penganugerahan langsung diberikan oleh Wakil Presiden Pembangunan (UKP4). Penganugerahan langsung diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Kemudian berturut-turut Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia. Kemudian berturut-turut Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menerima Piagam Inovasi Penghargaan Pelayanan Publik dari Manusia menerima Piagam Inovasi Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Piagam Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Piagam tersebut didapatkan dari Pendirian Perseroan Terbatas Secara Online yang ada di tersebut didapatkan dari Pendirian Perseroan Terbatas Secara Online yang ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum (AHU).
Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum (AHU).
Sebelumnya pada tahun 2014 Kemenkumham juga mendapatkan piagam serupa Sebelumnya pada tahun 2014 Kemenkumham juga mendapatkan piagam serupa setelah mendaftarkan Pelayanan Fidus
setelah mendaftarkan Pelayanan Fidusia Online yang juga ada ia Online yang juga ada di Ditjen AHU.di Ditjen AHU.
Kemudian di tahun 2015 dengan semangat terbarukan lagi dicetuskan sebuah Kemudian di tahun 2015 dengan semangat terbarukan lagi dicetuskan sebuah slogan baru, suatu gerakan revolusi mental
slogan baru, suatu gerakan revolusi mental dengan tata nilai “dengan tata nilai “kami PASTIkami PASTI”” (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif) , sehingga Kementerian (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif) , sehingga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia semakin mantap mewujudkan tata kelola Hukum dan Hak Asasi Manusia semakin mantap mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
pemerintahan yang baik. Di tahun 2016 ini, be
Di tahun 2016 ini, berbagai penghargaarbagai penghargaan telah diraih n telah diraih dan telah banyak dan telah banyak berimplikasiberimplikasi pada kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini tentu merupakan pada kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini tentu merupakan suatu tantangan tersendiri
suatu tantangan tersendiri, sesuai peribahasa “, sesuai peribahasa “The big power bring the bigThe big power bring the big responsibility
responsibility ”.”. Sesungguhnya bukanlah penghargaan yang utama dari sebuahSesungguhnya bukanlah penghargaan yang utama dari sebuah transformasi tetapi yang terpenting adalah sebuah tatanan yang dapat mewujudkan transformasi tetapi yang terpenting adalah sebuah tatanan yang dapat mewujudkan sebuah tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi pemerintah yang profesional, sebuah tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi pemerintah yang profesional,
berintegritas tinggi, menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara menuju Indonesia berintegritas tinggi, menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara menuju Indonesia menjadi bangsa kelas dunia
menjadi bangsa kelas dunia22
Kementerian Hukum dan HAM, sebagai sebuah lembaga yang besar, dengan Kementerian Hukum dan HAM, sebagai sebuah lembaga yang besar, dengan segala prestasi yang dimilikinya, tidak terlepas dari peranan seluruh jajaran mulai segala prestasi yang dimilikinya, tidak terlepas dari peranan seluruh jajaran mulai dari pusat hingga daerah, termasuk di Rutan Raba Bima.
dari pusat hingga daerah, termasuk di Rutan Raba Bima.
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Rumah Tahanan Negara klas IIB Raba Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Rumah Tahanan Negara klas IIB Raba Bima harus memberikan kontribusi bagi pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran Bima harus memberikan kontribusi bagi pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran Pemasyarakatan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang Pemasyarakatan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang matang, dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan target kegiatan, sesuai matang, dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan target kegiatan, sesuai dengan tata nilai Kami PASTI
dengan tata nilai Kami PASTI
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis akan membahas nya secara sistematis Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis akan membahas nya secara sistematis dalam suatu karya ilmiah, d
dalam suatu karya ilmiah, dengan judul “Implementasi Tata Nilai Gerakan Ayo Kerjaengan judul “Implementasi Tata Nilai Gerakan Ayo Kerja “Kami Pasti” Dalam Proses Analisa Dan Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran “Kami Pasti” Dalam Proses Analisa Dan Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Di Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Bima”.
Di Rumah Tahanan Negara Klas IIb Raba Bima”.
B. RUMUSAN MASALAH B. RUMUSAN MASALAH
Untuk lebih mempermudah dalam pembahasan, maka permasalahan tersebut Untuk lebih mempermudah dalam pembahasan, maka permasalahan tersebut dibagi dalam beberapa sub permasalahan yaitu :
dibagi dalam beberapa sub permasalahan yaitu :
1.
1. Apa itu tata nilai gerakan ayo kerja kami pasti dan bagaimana Apa itu tata nilai gerakan ayo kerja kami pasti dan bagaimana pengertiannya
pengertiannya
2.
2. Bagaimana Bagaimana awal mawal mula perumusan ula perumusan slogan Kaslogan Kami Pasmi Pasti di kemti di kemenkumhamenkumham
3.
3. Bagaimana mBagaimana makna atau penjakna atau penjelasan tata nelasan tata nilai gerakan ilai gerakan ayo kerjayo kerja kami pasta kami pastii
4.
4. Seperti apa bentuk ImplemSeperti apa bentuk Implementasi sikap mental Profesional, Akuntabeentasi sikap mental Profesional, Akuntabel,l, Sinergi, Transparan, dan Inovatif dalam proses Analisa dan Penyusunan Sinergi, Transparan, dan Inovatif dalam proses Analisa dan Penyusunan Anggaran di Satuan Kerja
Anggaran di Satuan Kerja
5.
5. Apa saja Apa saja tantangan yang dihadapi datantangan yang dihadapi dalam mengimplemlam mengimplementasikan tata nilaientasikan tata nilai gerakan Kami PASTI
gerakan Kami PASTI
2 2
Dra. Sri Puguh Budi Utami, Bc.IP, M.Si., Mars Kementerian Hukum dan HAM Dra. Sri Puguh Budi Utami, Bc.IP, M.Si., Mars Kementerian Hukum dan HAM
C. TUJUAN C. TUJUAN
Sesuai dengan permasalahan sebagaimana tersebut di atas, maka tujuan dari Sesuai dengan permasalahan sebagaimana tersebut di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
1. Mengetahui penMengetahui pengertian dari gertian dari tata nilai tata nilai gerakan gerakan ayo kerjayo kerja kama kami pastii pasti
2.
2. Mengetahui sejarah awal mula dirumuskannya slogan Kami Pasti di Mengetahui sejarah awal mula dirumuskannya slogan Kami Pasti di kemenkumham
kemenkumham
3.
3. Mengetahui mMengetahui makna dan penjakna dan penjelasan tata elasan tata nilai gerakan nilai gerakan ayo kerjayo kerja kama kami pastii pasti
4.
4. Memahami Memahami cara menerapkan cara menerapkan tata nilai geraktata nilai gerakan ayo an ayo kerja kamkerja kami pasti dalami pasti dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
pelaksanaan tugas dan fungsi
5.
5. Dapat mDapat mengimplementasikan engimplementasikan sikap msikap mental Profesionaental Profesional, Akuntabel, l, Akuntabel, Sinergi,Sinergi, Transparan, dan Inovatif dalam proses
Transparan, dan Inovatif dalam proses Analisa dan Penyusunan AnggaranAnalisa dan Penyusunan Anggaran di Satuan Kerja
di Satuan Kerja
6.
6. Mengetahui Mengetahui tantangan tantangan yang yang ada ada dalam dalam mengimplementasikan mengimplementasikan tata tata nilainilai gerakan Kami PASTI serta dapat menghadapinya
gerakan Kami PASTI serta dapat menghadapinya
D. FUNGSI/MANFAAT D. FUNGSI/MANFAAT
Penelitian ini berguna untuk mengembangkan kemampuan penulis dalam Penelitian ini berguna untuk mengembangkan kemampuan penulis dalam membangun argumentasi dan menuangkan dalam suatu karya tulis yang membangun argumentasi dan menuangkan dalam suatu karya tulis yang sistematis dan ilmiah,
sistematis dan ilmiah, serta untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat luasserta untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat luas tentang proses analisa dan penyusunan rencana kerja dan anggaran di UPT tentang proses analisa dan penyusunan rencana kerja dan anggaran di UPT pemasyarakatan khususnya di RUTAN Raba Bima, selain itu penelitian ini juga pemasyarakatan khususnya di RUTAN Raba Bima, selain itu penelitian ini juga berguna sebagai masukan bagi Kementerian Hukum dan HAM agar berguna sebagai masukan bagi Kementerian Hukum dan HAM agar memperhatikan segala permasalahan dalam Proses Kerja, mulai dari memperhatikan segala permasalahan dalam Proses Kerja, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya, serta untuk menemukan pola-pola baru perencanaan hingga pelaksanaannya, serta untuk menemukan pola-pola baru dalam proses penyusunan anggaran, dalam rangka memberikan pelayanan dalam proses penyusunan anggaran, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik pada
terbaik pada kemasyakemasyarakat.rakat.
E.
E. OUTPUT OUTPUT YANG YANG DIHARAPKANDIHARAPKAN
Diharahapkan karya tulis ini dapat dimuat dalam sebuah artikel ilmiah agar dapat Diharahapkan karya tulis ini dapat dimuat dalam sebuah artikel ilmiah agar dapat mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat lebih memaham
memahami tentang i tentang bagaimbagaimana proses analisa dan ana proses analisa dan penyusunan renpenyusunan rencana kerjacana kerja dan anggaran di UPT Pemasyarakatan, khususnya di RUTAN Raba Bima, dan dan anggaran di UPT Pemasyarakatan, khususnya di RUTAN Raba Bima, dan apakah proses tersebut sudah sesuai dengan Tata Nilai Kami PASTI dan efektif apakah proses tersebut sudah sesuai dengan Tata Nilai Kami PASTI dan efektif atau harus diperbaiki lagi untuk masa yang akan datang.
F. METODE F. METODE
Sesuai dengan judul yang telah dibuat maka penelitian ini adalah penelitian Sesuai dengan judul yang telah dibuat maka penelitian ini adalah penelitian deskripsi hubungan variabel atau disebut juga dengan penelitian
deskripsi hubungan variabel atau disebut juga dengan penelitian deskriptifdeskriptif korelasional research
korelasional research, dimana penelitian dapat dilaksanakan dengan penelitian, dimana penelitian dapat dilaksanakan dengan penelitian kepustakaan (library research) dan dengan penelitian lapangan (
kepustakaan (library research) dan dengan penelitian lapangan ( field researchfield research)) sehingga dapat menjawab setiap rumusan masalah.
sehingga dapat menjawab setiap rumusan masalah. Sumber data
Sumber data
Guna memudahkan penelitian, maka diambil data dari sumber data primer yaitu Guna memudahkan penelitian, maka diambil data dari sumber data primer yaitu sumber data yang didapat langsung dari penelitian dengan cara memakai sumber data yang didapat langsung dari penelitian dengan cara memakai seperti: seperti: a. Observasi a. Observasi b. Wawancara b. Wawancara c.
c. Tinjauan Tinjauan pustaka pustaka dari sumdari sumber data yber data yaitu terdaitu terdiri dari:iri dari: 1.
1. Bahan data Bahan data primer, seprimer, seperti peraturan perti peraturan perudang-undaperudang-undanganngan 2.
2. Bahan data sekunder, seperti buku ataBahan data sekunder, seperti buku atau karangan ahli yang berkau karangan ahli yang berkaitanitan dengan penelitian
dengan penelitian
3. Bahan data tersier, yaitu bahan penunjang penelitian seperti : diktat 3. Bahan data tersier, yaitu bahan penunjang penelitian seperti : diktat
seminar dan browsing internet. seminar dan browsing internet.
BAB 2 BAB 2 PEMBAHASAN PEMBAHASAN
A.
A. SEJARAH SEJARAH AWAL AWAL MULA MULA PERUMUSAN PERUMUSAN SLOGAN SLOGAN KAMI KAMI PASTI PASTI DIDI KEMENKUM
KEMENKUMHAM SEBAGAI WUJUD GERAKAN RHAM SEBAGAI WUJUD GERAKAN REVOLUSI MENTALEVOLUSI MENTAL
Perumusan Slogan Gerakan Ayo Kerja KAMI PASTI diawali dengan Perumusan Slogan Gerakan Ayo Kerja KAMI PASTI diawali dengan diselenggarakanny
diselenggarakannya Deklarasi a Deklarasi yang telah diamanatkan oleh Menteri yang telah diamanatkan oleh Menteri Hukum danHukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly ini, secara serentak Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly ini, secara serentak dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2015, bertepatan dengan Hari Lahirnya dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2015, bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila, di 817 satuan kerja, meliputi seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) dan Pancasila, di 817 satuan kerja, meliputi seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk Manusia (Kemenkumham). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut Surat Sekjen Kemenkumham Nomor: SEK.PR.01.01-52 tanggal 27 tindak lanjut Surat Sekjen Kemenkumham Nomor: SEK.PR.01.01-52 tanggal 27 Mei 2015 Perihal Pelaksanaan Gerakan "Ayo Kerja Kami PASTI"
Mei 2015 Perihal Pelaksanaan Gerakan "Ayo Kerja Kami PASTI"
Isi Deklarasi “GERAKAN AYO KERJA KAMI PASTI”
Isi Deklarasi “GERAKAN AYO KERJA KAMI PASTI” bahwa bahwa kami kami PegawaiPegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia , Berkomitmen;
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia , Berkomitmen; 1.
1. Senantiasa meningkatkaSenantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwn keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yangaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Maha Esa 2.
2. MengutamakMengutamakan kejujuran dalam an kejujuran dalam pengabdian kepada mpengabdian kepada masyarakat sebagaasyarakat sebagaii bentuk dukungan dalam menghadirkan kembali Negara untuk melindungi bentuk dukungan dalam menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga Negara
Negara
3. Menjunjung tinggi integritas dan kehormatan sebagai aparatur Negara 3. Menjunjung tinggi integritas dan kehormatan sebagai aparatur Negara
yang mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan pribadi yang mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan pribadi 4.
4. Membangun kMembangun karakter bangsa denarakter bangsa dengan semgan semangat kerja keras, kangat kerja keras, kerja cerdas,erja cerdas, kerja ikhlas dalam mewujudkan Kami PASTI (Profesional, Akuntabel, kerja ikhlas dalam mewujudkan Kami PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, Inovatif)
Sinergi, Transparan, Inovatif) 5.
5. Menguatkan semMenguatkan semangat gotong royong angat gotong royong dalam kerangkdalam kerangka Negara Kesatuana Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gerakan Ayo Kerja Kami PASTI sebagai bentuk perubahan yang meliputi 3 Gerakan Ayo Kerja Kami PASTI sebagai bentuk perubahan yang meliputi 3 aspek, yaitu menghadirkan Negara yang bekerja, kemandirian yang aspek, yaitu menghadirkan Negara yang bekerja, kemandirian yang mensejahterakan, dan revolusi mental.
mensejahterakan, dan revolusi mental.
Hal ini sejalan dengan area perubahan capaian reformasi birokrasi yang Hal ini sejalan dengan area perubahan capaian reformasi birokrasi yang dimiliki Kemenkumham
dimiliki Kemenkumham, antara l, antara lain :ain :
Pola pikir Pola pikir dan dan budaya budaya kerja kerja (manajemen (manajemen perubahan)perubahan)
Penataan peraturan Penataan peraturan perundang-undangaperundang-undangann
Penataan dan Penataan dan penguatan penguatan organisasiorganisasi
Penataan tata Penataan tata laksanalaksana
Penataan sistem Penataan sistem manajemen manajemen SDM SDM aparaturaparatur
Penguatan PengawPenguatan Pengawasanasan
Penguatan Akuntabilitas Penguatan Akuntabilitas kinerjakinerja
Peningkatan kualitas Peningkatan kualitas pelayanan pelayanan publikpublik
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh aparatur Kementerian Hukum Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh aparatur Kementerian Hukum dan HAM menjadi manusia yang sehat,
dan HAM menjadi manusia yang sehat, cerdas, dan berkepribadian, sehinggacerdas, dan berkepribadian, sehingga mampu berperan aktif dalam mensukseskan sasaran pembangunan nasional mampu berperan aktif dalam mensukseskan sasaran pembangunan nasional yang diemban oleh Kementerian Hukum dan HAM
yang diemban oleh Kementerian Hukum dan HAM33..
3 3
Materi sosialisasi Gerakan ayo kerja Kami PASTI Materi sosialisasi Gerakan ayo kerja Kami PASTI
B.
B. PENGERTIAN TAPENGERTIAN TATA NILAI GERAKATA NILAI GERAKAN AYO KERJA N AYO KERJA KAMI PASTIKAMI PASTI
Kami PASTI memiliki logo khusus berupa gambar lingkaran bertuliskan Kami PASTI memiliki logo khusus berupa gambar lingkaran bertuliskan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kami PASTI beserta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kami PASTI beserta kepanjangannya. Di tengahnya terdapat gambar 5 manusia yang sedang kepanjangannya. Di tengahnya terdapat gambar 5 manusia yang sedang melompat dan bergandengan tangan, dengan baju berwarna biru serta berlatar melompat dan bergandengan tangan, dengan baju berwarna biru serta berlatar belakang bendera merah putih
belakang bendera merah putih dan lambang pengayoman.dan lambang pengayoman.
Penjelasan Makna Tata Nilai (Core Value) Logo Kami PASTI Penjelasan Makna Tata Nilai (Core Value) Logo Kami PASTI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Frame Lingkaran
Frame Lingkaran : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia: Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa mengedepankan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa mengedepankan prinsip sinergitas
prinsip sinergitas
Latar Belakang Merah Putih
Latar Belakang Merah Putih : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berjiwa pemberani (merah) dan niat yang suci/tulus (putih)
Manusia berjiwa pemberani (merah) dan niat yang suci/tulus (putih) Simbol Manusia berjumlah 5 orang melompat
Simbol Manusia berjumlah 5 orang melompat : Aparatur Kementerian : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memiliki semangat kerja keras dalam Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memiliki semangat kerja keras dalam mencapai visi dan misi
Bergandengan tangan
Bergandengan tangan : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia senantiasa mempunyai semangat kebersamaan dalam Manusia senantiasa mempunyai semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi
melaksanakan tugas dan fungsi organisasi Warna Seragam Biru
Warna Seragam Biru : Sama seperti warna seragam Kemenkumham, Biru : Sama seperti warna seragam Kemenkumham, Biru melambangkan kekuatan dan optimisme, artinya setiap
melambangkan kekuatan dan optimisme, artinya setiap Aparatur KementerianAparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai kekuatan atau potensi diri serta Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai kekuatan atau potensi diri serta optimisme dalam memberikan sumbangsihnya bagi organisasi, bangsa dan optimisme dalam memberikan sumbangsihnya bagi organisasi, bangsa dan negara
negara
Kami PASTI
Kami PASTI : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam: Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berkarakter Profesional, Akuntabel, melaksanakan tugas dan fungsinya berkarakter Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif untuk mencapai Visi dan Misi Kementerian Sinergi, Transparan dan Inovatif untuk mencapai Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Hukum dan Hak Asasi Manusia44
Arti dari singkatan PASTI ada Arti dari singkatan PASTI adalah :lah :
P
Profesionalrofesional
Bekerja dengan Bekerja dengan kerangka kerangka acuan acuan yang yang jelasjelas
Jadwal yang Jadwal yang tepattepat
Mekanisme yang Mekanisme yang benarbenar
A
Akuntabelkuntabel
Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban yang yang akuntabelakuntabel
Prinsip efektivitas Prinsip efektivitas dan dan efisiensiefisiensi
Mendahulukan yang Mendahulukan yang strategis strategis dan dan prioritasprioritas
S
Sinergiinergi
Kembangkan kompetensi Kembangkan kompetensi sesuai sesuai TUSITUSI
Satukan energySatukan energy
Komunikasi yang Komunikasi yang efektifefektif
T
Transparanransparan
Prosedur permohonanProsedur permohonan
Proses pelayananProses pelayanan
Kejelasan tarifKejelasan tarif
Kejelasan waktu Kejelasan waktu penyelesaianpenyelesaian
Fasilitas lain Fasilitas lain yang yang mendukung mendukung standar standar pelayanan pelayanan PrimaPrima
IInovatifnovatif
Mengoptimalkan diri Mengoptimalkan diri untuk untuk berkreatifberkreatif
Pengembangan Pengembangan InisiatifInisiatif
Melakukan pembaharuan Melakukan pembaharuan dalam dalam pelaksanaan pelaksanaan TUSITUSI
4 4
https://twitter.com/kanwilkumhamdki/status/600187623190048768 https://twitter.com/kanwilkumhamdki/status/600187623190048768
Kerja keras, kerja cerdas serta kerja ikhlas itulah karakter aparatur yang Kerja keras, kerja cerdas serta kerja ikhlas itulah karakter aparatur yang "PROFESIONAL". Serta sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. "PROFESIONAL". Serta sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inilah ciri-ciri aparatur Negara yang "AKUNTABEL". Bekerja dalam kebersamaan Inilah ciri-ciri aparatur Negara yang "AKUNTABEL". Bekerja dalam kebersamaan tentu lebih maksimal hasilnya dibandingkan dalam kesendirian. Ibarat lidi saat tentu lebih maksimal hasilnya dibandingkan dalam kesendirian. Ibarat lidi saat sendiri dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, namun saat berada dalam sendiri dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, namun saat berada dalam ikatan berbentuk sapu maka pekerjaan besar dalam membersihkan kotoran ikatan berbentuk sapu maka pekerjaan besar dalam membersihkan kotoran dapat diselesaikan dengan sempurna
dapat diselesaikan dengan sempurna55 dan inilah makna dari "SINERGI". Apabila dan inilah makna dari "SINERGI". Apabila kita telah mampu melaksanakan hal tersebut, maka kita menjadi aparatur yang kita telah mampu melaksanakan hal tersebut, maka kita menjadi aparatur yang memegang teguh nilai-nilai
memegang teguh nilai-nilai "TRANSPARA"TRANSPARAN".N".
Dari penggambaran itulah maka tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali Dari penggambaran itulah maka tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali mengoptimalkan diri untuk terus berkreatifitas, dan mengembangkan inisiatif mengoptimalkan diri untuk terus berkreatifitas, dan mengembangkan inisiatif serta senantiasa melakukan pembaharuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi serta senantiasa melakukan pembaharuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehingga mampu menguatkan peran organisasi Kementerian Hukum dan HAM sehingga mampu menguatkan peran organisasi Kementerian Hukum dan HAM untuk terus berprestasi. Karena sejatinya, kesadaran itulah yang menjadikan kita untuk terus berprestasi. Karena sejatinya, kesadaran itulah yang menjadikan kita sebagai aparatur yang "INOVATIF"
sebagai aparatur yang "INOVATIF"66
C. IMPLEMENTASI SIKAP MENTAL PROFESIONAL, AKUNTABEL, SINERGI, C. IMPLEMENTASI SIKAP MENTAL PROFESIONAL, AKUNTABEL, SINERGI, TRANSPARAN,DAN INOVATIF DALAM PROSES ANALISA DAN TRANSPARAN,DAN INOVATIF DALAM PROSES ANALISA DAN PENYUSUNA
PENYUSUNAN ANGGARAN DI N ANGGARAN DI SATUAN KERJASATUAN KERJA
Penyusunan anggaran dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Penyusunan anggaran dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) merupakan bagian dari penyusunan Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) merupakan bagian dari penyusunan AnggaranPendapata
AnggaranPendapatan n dan dan Belanja Belanja Negara Negara (APBN), (APBN), serta serta merupakan merupakan ujungujung tombak dari seluruh pelaksanaan program suatu Lembaga atau organisasi.
tombak dari seluruh pelaksanaan program suatu Lembaga atau organisasi.
Secara garis besar,
Secara garis besar, proses penyusunan Rencaproses penyusunan Rencana Kerja dan Ana Kerja dan Anggaran mengaturnggaran mengatur 3 (tiga) materi pokok, yaitu : pendekatan penyusunan anggaran, klasifikasi 3 (tiga) materi pokok, yaitu : pendekatan penyusunan anggaran, klasifikasi anggaran, dan proses
anggaran, dan proses penganggaran.penganggaran.
Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran terdiri atas Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran terdiri atas pendekatan : (1) penganggaran terpadu, (2) Penganggaran Berbasis Kinerja pendekatan : (1) penganggaran terpadu, (2) Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK), dan (
(PBK), dan (3) Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM).3) Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM).
5 5
Kepala Biro Humas dan KLN Ansaruddin, amanat Menkumham saat Apel Pagi Gerakan Ayo Kerja Kami Pasti di Kepala Biro Humas dan KLN Ansaruddin, amanat Menkumham saat Apel Pagi Gerakan Ayo Kerja Kami Pasti di Kanwil Sumbar, Senin (01/06/2015)
Kanwil Sumbar, Senin (01/06/2015)
6 6
Himbauan Menkumham pada apel serentak gerakan ayo kerja Kami PASTI di lapangan upacara Himbauan Menkumham pada apel serentak gerakan ayo kerja Kami PASTI di lapangan upacara Kemenkumham, dibacakan oleh Direktur Jenderal HAM, Mualimin Abdi
Sementara itu, klasifikasi anggaran yang digunakan dalam penganggaran meliputi Sementara itu, klasifikasi anggaran yang digunakan dalam penganggaran meliputi (1) klasifikasi menurut organisasi, (2) klasifikasi menurut fungsi, dan (3) klasifikasi (1) klasifikasi menurut organisasi, (2) klasifikasi menurut fungsi, dan (3) klasifikasi menurut Jenis belanja (ekonomi).
menurut Jenis belanja (ekonomi).
Selanjutnya, proses penganggaran merupakan uraian mengenai proses dan Selanjutnya, proses penganggaran merupakan uraian mengenai proses dan mekanisme penganggaran
mekanisme penganggarannya, dimulai dari nya, dimulai dari Pagu lndikatif sampai dengan penetapanPagu lndikatif sampai dengan penetapan Pagu Alokasi Anggaran K/L yang bersifat final. Sistem penganggaran tersebut harus Pagu Alokasi Anggaran K/L yang bersifat final. Sistem penganggaran tersebut harus dipahami dan dilaksanakan secara baik dan benar oleh pengelola dan pelaksana dipahami dan dilaksanakan secara baik dan benar oleh pengelola dan pelaksana anggaran agar dapat dihasilkan APBN yang kredibel dan dapat di anggaran agar dapat dihasilkan APBN yang kredibel dan dapat di pertanggungjawabkan.
pertanggungjawabkan.
C.1 PENDEKATAN PENYUSUNAN ANGGARAN C.1 PENDEKATAN PENYUSUNAN ANGGARAN
Sesuai
Sesuai dengan dengan amanat amanat Undang-Undang Undang-Undang Nomor Nomor 17 17 Tahun 2Tahun 2003 003 tentangtentang Keuangan Negara (UU 17/2003), penyusunan anggaran oleh K/L mengacu Keuangan Negara (UU 17/2003), penyusunan anggaran oleh K/L mengacu kepada 3 (tiga) pilar sistem penganggaran, yaitu (1) penganggaran terpadu, (2) kepada 3 (tiga) pilar sistem penganggaran, yaitu (1) penganggaran terpadu, (2) Penganggara Berbasis Kinerja (PBK), dan (3) Kerangka Pengeluaran Jangka Penganggara Berbasis Kinerja (PBK), dan (3) Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM).
Menengah (KPJM).
C.1.1 Pendekatan Penganggaran Terpadu C.1.1 Pendekatan Penganggaran Terpadu
Penganggaran terpadu merupakan unsur yang paling mendasar bagi Penganggaran terpadu merupakan unsur yang paling mendasar bagi penerapan pendekatan penyusunan anggaran lainnya yaitu PBK dan KPJM. penerapan pendekatan penyusunan anggaran lainnya yaitu PBK dan KPJM. Dengan kata lain bahwa pendekatan anggaran terpadu merupakan kondisi Dengan kata lain bahwa pendekatan anggaran terpadu merupakan kondisi yang harus terwujud terlebih dahulu. Penyusunan anggaran terpadu yang harus terwujud terlebih dahulu. Penyusunan anggaran terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan K/L untuk menghasilkan dokumen RKA-K/L penganggaran di lingkungan K/L untuk menghasilkan dokumen RKA-K/L dengan klasifikasi anggaran menurut organisasi , fungsi, dan jenis belanja. dengan klasifikasi anggaran menurut organisasi , fungsi, dan jenis belanja. Integrasi atau keterpaduan proses perencanaan dan penganggaran Integrasi atau keterpaduan proses perencanaan dan penganggaran dimaksudkan agar tidak terjadi duplikasi dalam penyediaan dana untuk K/L dimaksudkan agar tidak terjadi duplikasi dalam penyediaan dana untuk K/L baik yang bersifat i
baik yang bersifat i nvestasnvestasi maupun untuk i maupun untuk keperluan biaya operasional.keperluan biaya operasional.
Pada sisi yang lain penerapan penganggaran terpadu juga diharapkan dapat Pada sisi yang lain penerapan penganggaran terpadu juga diharapkan dapat mewujudkan Satuan Kerja (Satker) sebagai satu-satunya entitas akuntansi mewujudkan Satuan Kerja (Satker) sebagai satu-satunya entitas akuntansi yang bertanggung jawab terhadap aset dan kewajiban yang dimilikinya, serta yang bertanggung jawab terhadap aset dan kewajiban yang dimilikinya, serta adanya akun (pendapatan dan/atau belanja) untuk satu transaksi sehingga adanya akun (pendapatan dan/atau belanja) untuk satu transaksi sehingga dipastikan tidak ada duplikasi dalam penggunaannya.
Penganggaran terpadu tersebut diterapkan pada ketiga klasifikasi anggaran, Penganggaran terpadu tersebut diterapkan pada ketiga klasifikasi anggaran, yaitu klasifikasi organisasi, klasifikasi fungsi, dan klasifikasi ekonomi. Dalam yaitu klasifikasi organisasi, klasifikasi fungsi, dan klasifikasi ekonomi. Dalam kaitan ini, pengalokasian anggaran untuk suatu kegiatan, misalnya, secara kaitan ini, pengalokasian anggaran untuk suatu kegiatan, misalnya, secara total harus merupakan gabungan antara anggaran operasional dan anggaran total harus merupakan gabungan antara anggaran operasional dan anggaran non- operasional. Berkaitan dengan itu, mulai tahun ini di Kementerian/ non- operasional. Berkaitan dengan itu, mulai tahun ini di Kementerian/ Lembaga, khususnya dalam postur anggaran Rutan Raba Bima telah Lembaga, khususnya dalam postur anggaran Rutan Raba Bima telah dilakukan penataan pengalokasian anggaran menurut fungsi dilakukan penataan pengalokasian anggaran menurut fungsi program-kegiatan agar sejalan dengan penggangaran terpadu.
kegiatan agar sejalan dengan penggangaran terpadu.
C.1.2 Pendekatan Penganggaran Berbasis Kiner
C.1.2 Pendekatan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK)ja (PBK) PBK
PBK merupakan merupakan suatu suatu pendekatan pendekatan dalam dalam sistem sistem penganggaran penganggaran yangyang memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dan kinerja yang diharapkan, memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dan kinerja yang diharapkan, serta memperhatikan efisiensi dalam pencapaian kinerja tersebut. Yang serta memperhatikan efisiensi dalam pencapaian kinerja tersebut. Yang dimaksud kinerja adalah prestasi kerja yang berupa keluaran dari suatu dimaksud kinerja adalah prestasi kerja yang berupa keluaran dari suatu Kegiatan atau hasil dari suatu Program dengan kuantitas dan kualitas yang Kegiatan atau hasil dari suatu Program dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
terukur.
Landasan konseptua
Landasan konseptual yang l yang mendasarmendasari penerapan PBK meliputi i penerapan PBK meliputi :: a.
a. Pengalokasian anggaPengalokasian anggaran berorientasi pada kineran berorientasi pada kinerja (output and outcomerja (output and outcome oriented);
oriented);
b. Pengalokasian anggaran Program / Kegiatan didasarkan pada b. Pengalokasian anggaran Program / Kegiatan didasarkan pada tugas-fungsi Unit Kerja yang dilekatkan pada struktur organisasi (money follow fungsi Unit Kerja yang dilekatkan pada struktur organisasi (money follow function);
function);
c. Terdapatnya fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjaga c. Terdapatnya fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjaga
prinsip akuntabilitas (let the
prinsip akuntabilitas (let the manager manages).manager manages). Landasan konseptua
Landasan konseptual dalam rl dalam rangka penerapan PBK tersebut bertujuan untuk:angka penerapan PBK tersebut bertujuan untuk: a. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dengan kinerja yang akan a. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dengan kinerja yang akan
dicapai (direct linkages between performance and budget); dicapai (direct linkages between performance and budget); b.
b. Meningkatkan Meningkatkan efisiensi efisiensi dan dan transparanstransparansi i dalam dalam penganggaranpenganggaran (operational efficiency);
(operational efficiency);
c. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit dalam melaksanakan c. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit dalam melaksanakan
tugas dan pengelolaan anggaran (more flexibility
Agar
Agar penerapan penerapan PBK PBK tersebut tersebut dapat dapat dioperasionalkan, dioperasionalkan, PBK PBK menggunakanmenggunakan instrumen sebagai berikut:
instrumen sebagai berikut: a.
a. Indikator Kinerja, merupakan insIndikator Kinerja, merupakan instrumen yang digunakan untrumen yang digunakan untuk mengukurtuk mengukur Kinerja;
Kinerja; b.
b. Standar Biaya, adalah sStandar Biaya, adalah satuan biaya yang atuan biaya yang ditetapkan baditetapkan baik berupa standarik berupa standar biaya masukan dan standar biaya keluaran maupun standar struktur biaya biaya masukan dan standar biaya keluaran maupun standar struktur biaya sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran ; dan
sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran ; dan c.
c. Evaluasi Kinerja, mEvaluasi Kinerja, merupakan penilaian erupakan penilaian terhadap capaterhadap capaian Sasaran Kian Sasaran Kinerja,inerja, konsistensi perencanaan dan implementasi, serta realisasi penyerapan konsistensi perencanaan dan implementasi, serta realisasi penyerapan anggaran.
anggaran.
Berdasarkan landasan konseptual , tujuan penerapan PBK, dan instrumen Berdasarkan landasan konseptual , tujuan penerapan PBK, dan instrumen yang digunakan PBK dapat disimpulkan bahwa secara operasional prinsip yang digunakan PBK dapat disimpulkan bahwa secara operasional prinsip utama penerapan PBK adalah adanya keterkaitan yang jelas antar
utama penerapan PBK adalah adanya keterkaitan yang jelas antar a kebijakana kebijakan yang terdapat dalam dokumen perencanaan nasional dan alokasi anggaran yang terdapat dalam dokumen perencanaan nasional dan alokasi anggaran yang dikelola K/L sesuai tugas-fungsinya (yang tercermin dalam struktur yang dikelola K/L sesuai tugas-fungsinya (yang tercermin dalam struktur organisasi K/ L).
organisasi K/ L).
C.1.3 Pendekatan Kerangka Pengeluaran Jangka Menen
C.1.3 Pendekatan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM)gah (KPJM)
KPJM adalah pendekatan penyusunan anggaran berdasarkan kebijakan, KPJM adalah pendekatan penyusunan anggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilan keputusan yang menimbulkan implikasi anggaran dalam dengan pengambilan keputusan yang menimbulkan implikasi anggaran dalam jangka
jangka waktu lwaktu lebih ebih dari dari 1 1 (satu) (satu) tahun anggaran. tahun anggaran. Sesuai Sesuai dengan amanat dengan amanat UUUU 17 /2003, dalam penerapan KPJM, K/L menyusun prakiraan maju dalam 17 /2003, dalam penerapan KPJM, K/L menyusun prakiraan maju dalam periode 3 (tiga) tahun ke depan, dan hal tersebut merupakan keharusan yang periode 3 (tiga) tahun ke depan, dan hal tersebut merupakan keharusan yang dilakukan setiap tahun, bersamaan dengan penyampaian RKA-K/ L.
dilakukan setiap tahun, bersamaan dengan penyampaian RKA-K/ L.
Secara umum, penyusunan KPJM yang komprehensif memerlukan suatu Secara umum, penyusunan KPJM yang komprehensif memerlukan suatu tahapan proses penyusunan perencanaan jangka m
tahapan proses penyusunan perencanaan jangka menengah meliputi enengah meliputi ::
a.
a. penyusunan proyeksi /rencana kerangka (asumsi) ekonomi makro untukpenyusunan proyeksi /rencana kerangka (asumsi) ekonomi makro untuk jangka menengah ;
jangka menengah ;
b.
b. penyusunan proyeksi /rencana/ target-target fiskal (seperti tax ratio, defisit,penyusunan proyeksi /rencana/ target-target fiskal (seperti tax ratio, defisit, dan rasio utang pemerintah) jangka menengah;
c.
c. rencana kerangka anggaran (penerimaan, pengeluaran, dan pembiayaan)rencana kerangka anggaran (penerimaan, pengeluaran, dan pembiayaan) jangka
jangka menengah menengah (medium (medium term term budget budget framework), framework), yang yang menghasilkanmenghasilkan pagu total belanja pemerintah (resources envelope) ;
pagu total belanja pemerintah (resources envelope) ;
d.
d. pendistribusian total pagu belanja jangka menengah ke masingmasing K/pendistribusian total pagu belanja jangka menengah ke masingmasing K/ L (line ministries ceilings). Indikasi pagu K/L dalam jangka menengah L (line ministries ceilings). Indikasi pagu K/L dalam jangka menengah tersebut merupakan perkiraan batas tertinggi anggaran belanja dalam tersebut merupakan perkiraan batas tertinggi anggaran belanja dalam jangka menengah ;
jangka menengah ;
e.
e. penjabaran pengeluaran jangka menengah masing- masing K/ L (linepenjabaran pengeluaran jangka menengah masing- masing K/ L (line ministries ceilings) ke masing-masing program dan kegiatan berdasarkan ministries ceilings) ke masing-masing program dan kegiatan berdasarkan indikasi pagu jangka menengah · yang telah
indikasi pagu jangka menengah · yang telah ditetapkan.ditetapkan.
Tahapan penyusunan proyeksi/rencana huruf a sampai dengan huruf d Tahapan penyusunan proyeksi/rencana huruf a sampai dengan huruf d merupakan proses top down, sedangkan tahapan huruf e merupakan merupakan proses top down, sedangkan tahapan huruf e merupakan kombinasi dari proses top down dengan proses bottom up.
kombinasi dari proses top down dengan proses bottom up.
Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran dengan pendekatan Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran dengan pendekatan KPJM, K/ L perlu menyelaraskan kegiatan/program dengan RPJMN dan KPJM, K/ L perlu menyelaraskan kegiatan/program dengan RPJMN dan Renstra K/ L, yang pada tahap sebelumnya juga menjadi acuan dalam Renstra K/ L, yang pada tahap sebelumnya juga menjadi acuan dalam menyusun RKP dan Renja K/ L.
menyusun RKP dan Renja K/ L.
C.2 KLASIFIKASI ANGGARAN C.2 KLASIFIKASI ANGGARAN
Klasifikasi anggaran merupakan pengelompokan anggaran berdasarkan Klasifikasi anggaran merupakan pengelompokan anggaran berdasarkan orgamsasi, fungsi, dan jenis belanja (ekonomi) yang bertujuan untuk melihat orgamsasi, fungsi, dan jenis belanja (ekonomi) yang bertujuan untuk melihat besaran alokasi anggaran menurut organisasi K/ L, tugas-fungsi pemerintah, besaran alokasi anggaran menurut organisasi K/ L, tugas-fungsi pemerintah, dan belanja K/ L.
dan belanja K/ L.
C.2.1 Klasifikasi
C.2.1 Klasifikasi MenurMenurut Organisasiut Organisasi
Klasifikasi organisasi mengelompokkan alokasi anggaran belanja sesuai Klasifikasi organisasi mengelompokkan alokasi anggaran belanja sesuai dengan struktur organisasi K/ L. Organisasi diartikan sebagai K/ L yang dengan struktur organisasi K/ L. Organisasi diartikan sebagai K/ L yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
undangan yang berlaku.
Selanjutnya yang dimaksud dengan unit organisasi pada K/ L adalah Unit Selanjutnya yang dimaksud dengan unit organisasi pada K/ L adalah Unit Eselon I yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran program/hasil Eselon I yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran program/hasil
(outcome) dan pengoordinasian atas pelaksanaan kegiatan oleh Satker. (outcome) dan pengoordinasian atas pelaksanaan kegiatan oleh Satker. Satker pada unit organisasi K/ L adalah Satker baik yang berada di kantor Satker pada unit organisasi K/ L adalah Satker baik yang berada di kantor pusat maupun kantor daerah, atau Satker yang memperoleh penugasan pusat maupun kantor daerah, atau Satker yang memperoleh penugasan dari unit organisasi K/L.
dari unit organisasi K/L.
C.2.2 Klasifikasi
C.2.2 Klasifikasi MenurMenurut Fungsiut Fungsi
Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional, dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional, sedangkan Subfungsi merupakan penjabaran lebih lanjut/lebih detail dari sedangkan Subfungsi merupakan penjabaran lebih lanjut/lebih detail dari deskripsi fungsi. Subfungsi terdiri atas kumpulan program dan program deskripsi fungsi. Subfungsi terdiri atas kumpulan program dan program terdiri atas kumpulan kegiatan.
terdiri atas kumpulan kegiatan.
Yang dimaksud program adalah penjabaran- kebijakan K/ L di bidang Yang dimaksud program adalah penjabaran- kebijakan K/ L di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam bentuk upaya yang berisi satu atau tertentu yang dilaksanakan dalam bentuk upaya yang berisi satu atau beberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan beberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misinya yang untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misinya yang dilaksanakan in stansi atau masyarakat dalam koordinasi K/ L yang dilaksanakan in stansi atau masyarakat dalam koordinasi K/ L yang bersangkutan.
bersangkutan.
Ketentuan mengenai fungsi diatur
Ketentuan mengenai fungsi diatur sebagaimsebagaimana berikut:ana berikut: a.
a. Penggunaan fungsPenggunaan fungsi dan subfungsi dan subfungsi disesuaikan dengan tugi disesuaikan dengan tugas dan fungsas dan fungsii masing-masing K/ L.
masing-masing K/ L. b.
b. Sesuai dengan peSesuai dengan penataan Arsitektur Dan Infnataan Arsitektur Dan Informasi Kinerja (ADIK), visiormasi Kinerja (ADIK), visi dan misi organisasi atau tugas dan fungsi K/ L mencerminkan outcome dan misi organisasi atau tugas dan fungsi K/ L mencerminkan outcome dan output K/ L.
dan output K/ L. c.
c. Pada levePada level Eselon I, ol Eselon I, output dirumutput dirumuskan dalam uskan dalam program daprogram dan kegiatan.n kegiatan. d.
d. Jika Eselon I mJika Eselon I memiliki lebih dari 1 (satu) funemiliki lebih dari 1 (satu) fungsi, maka Egsi, maka Eselon I tersebutselon I tersebut harus memiliki program sejumlah fungsi yang dimiliki.
harus memiliki program sejumlah fungsi yang dimiliki. e.
e. Sesuai Sesuai dengan dengan sistem sistem penganggaran penganggaran belanja belanja negara negara yangyang menggunakan sistem Penganggaran Terpadu, dimana tidak ada menggunakan sistem Penganggaran Terpadu, dimana tidak ada pemisahan lagi antara pengeluaran rutin (belanja operasional) dan pemisahan lagi antara pengeluaran rutin (belanja operasional) dan pengeluaran pembangunan (belanja non-operasional), maka pengeluaran pembangunan (belanja non-operasional), maka pembebanan belanja operasional K/L harus digabung dengan belanja pembebanan belanja operasional K/L harus digabung dengan belanja non operasional K/L dan dikelompokkan pada satu Fungsi yang sama non operasional K/L dan dikelompokkan pada satu Fungsi yang sama sesuai dengan tugas dan fungsi K/L sehingga tidak terdapat tumpang sesuai dengan tugas dan fungsi K/L sehingga tidak terdapat tumpang tindih antar belanja tersebut.
C.2.3 Klasifikasi Jenis Belanja (Ekonomi) C.2.3 Klasifikasi Jenis Belanja (Ekonomi)
Jenis be
Jenis belanja atalanja atau klasu klasifikasi mifikasi menurut ekonomenurut ekonomi dalam i dalam klasifikasi klasifikasi belanjabelanja digunakan dalam dokumen anggaran baik dalam proses penyusunan, digunakan dalam dokumen anggaran baik dalam proses penyusunan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban/pelaporan anggaran. Namun pelaksanaan dan pertanggung jawaban/pelaporan anggaran. Namun penggunaan jenis belanja dalam dokumen tersebut mempunyai tujuan penggunaan jenis belanja dalam dokumen tersebut mempunyai tujuan berbeda. Berkenaan dengan proses penyusunan anggaran dalam dokumen berbeda. Berkenaan dengan proses penyusunan anggaran dalam dokumen RKAK/L, tujuan penggunaan jenis belanja dimaksudkan untuk mengetahui RKAK/L, tujuan penggunaan jenis belanja dimaksudkan untuk mengetahui pendistribusian alokasi anggaran kedalam jenis-jenis belanja. Terdapat 8 pendistribusian alokasi anggaran kedalam jenis-jenis belanja. Terdapat 8 jenis
jenis belanja, belanja, antara antara lain lain Belanja Belanja pegawai, pegawai, barang barang dan dan jasa, jasa, modal,modal, pembayaran kewajiban utang, subsidi, hibah, bantuan sosial, dan belanja pembayaran kewajiban utang, subsidi, hibah, bantuan sosial, dan belanja lainnya. Namun dalam pengelolaan keuangan di Rutan Raba Bima, hanya lainnya. Namun dalam pengelolaan keuangan di Rutan Raba Bima, hanya terdapat 3 jenis belanja sebagai berikut:
terdapat 3 jenis belanja sebagai berikut:
a.
a. Belanja Belanja PegawaiPegawai
Belanja Pegawai adalah kompensasi terhadap pegawai baik dalam Belanja Pegawai adalah kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang, yang harus dibayarkan bentuk uang maupun dalam bentuk barang, yang harus dibayarkan kepada pegawai pemerintah, baik kepada Pejabat Negara, PNS dan kepada pegawai pemerintah, baik kepada Pejabat Negara, PNS dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS maupun kepada non-PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah maupun kepada non-PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas fungsi unit organisasi dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas fungsi unit organisasi pemerintah, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan pemerintah, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal dan/atau kegiatan yang mempunyai keluaran (output) dalam modal dan/atau kegiatan yang mempunyai keluaran (output) dalam kategori belanja barang. Belanja Pegawai terdiri atas belanja gaji dan kategori belanja barang. Belanja Pegawai terdiri atas belanja gaji dan tunjangan, belanja honorarium/vakasi/lembur/tunjangan khusus, belanja tunjangan, belanja honorarium/vakasi/lembur/tunjangan khusus, belanja kontribusi social dan belanja pegawai
kontribusi social dan belanja pegawai transito.transito.
b.
b. Belanja Belanja Barang Barang dan dan JasaJasa
Belanja Barang dan Jasa adalah pengeluaran untuk pembelian barang Belanja Barang dan Jasa adalah pengeluaran untuk pembelian barang dan/atau jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan/atau jasa dan/atau jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan/atau jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan dan pengadaan barang yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat, dan yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat, dan belanja perjalanan. Dalam pengertian belanja tersebut termasuk belanja perjalanan. Dalam pengertian belanja tersebut termasuk honorarium dan vakasi yang diberikan dalam rangka pelaksanaan honorarium dan vakasi yang diberikan dalam rangka pelaksanaan kegiatan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
Belanja Barang terdiri atas Belanja Barang (Operasional dan Belanja Barang terdiri atas Belanja Barang (Operasional dan Non-Operasional), Belanja Jasa, Belanja Pemeliharaan, Belanja Perjalanan, Operasional), Belanja Jasa, Belanja Pemeliharaan, Belanja Perjalanan, Belanja Badan Layanan Umum (BLU), serta Belanja Barang Untuk Belanja Badan Layanan Umum (BLU), serta Belanja Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat.
Diserahkan Kepada Masyarakat.
c.
c. Belanja Belanja ModalModal
Belanja Modal adalah pengeluaran untuk pembayaran perolehan aset Belanja Modal adalah pengeluaran untuk pembayaran perolehan aset tetap dan/ atau aset lainnya atau menambah nilai aset tetap dan/ atau tetap dan/ atau aset lainnya atau menambah nilai aset tetap dan/ atau aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan melebihi batas minimal kapitalisasi asset tetap / aset lainnya yang melebihi batas minimal kapitalisasi asset tetap / aset lainnya yang ditetapkan pemerintah . Dalam pembukuan nilai perolehan aset dihitung ditetapkan pemerintah . Dalam pembukuan nilai perolehan aset dihitung semua pendanaan yang dibutuhkan hingga aset tersebut tersedia dan semua pendanaan yang dibutuhkan hingga aset tersebut tersedia dan siap digunakan. Aset tetap / aset lainnya terse but dipergunakan untuk siap digunakan. Aset tetap / aset lainnya terse but dipergunakan untuk operasional kegiatan sehari hari suatu Satker atau dipergunakan oleh operasional kegiatan sehari hari suatu Satker atau dipergunakan oleh masyarakat /publik, tercatat sebagai aset K/ L terkait dan bukan masyarakat /publik, tercatat sebagai aset K/ L terkait dan bukan dimaksudkan untuk dijual/ diserahkan kepada masyarakat /Pemda. dimaksudkan untuk dijual/ diserahkan kepada masyarakat /Pemda. Belanja Modal terdiri atas Belanja
Belanja Modal terdiri atas Belanja
Modal Tanah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Modal Tanah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan, Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan, Belanja Modal Lainnya, Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap / Aset Belanja Modal Lainnya, Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap / Aset Lainnya, serta Belanja Modal BLU.
Lainnya, serta Belanja Modal BLU.
C.3 PROSES PENETAPAN PAGU BELANJA K/ L C.3 PROSES PENETAPAN PAGU BELANJA K/ L
Dalam rangka penyusunan APBN, seperti telah diamanatkan dalam PP90/2010, Dalam rangka penyusunan APBN, seperti telah diamanatkan dalam PP90/2010, terdapat 3 (tiga) kali penetapan pagu dana untuk K/ L yaitu pagu indikatif, pagu terdapat 3 (tiga) kali penetapan pagu dana untuk K/ L yaitu pagu indikatif, pagu anggaran, dan alokasi anggaran. Angka yang tercantum dalam ketiga pagu anggaran, dan alokasi anggaran. Angka yang tercantum dalam ketiga pagu tersebut merupakan angka tertinggi yang tidak
tersebut merupakan angka tertinggi yang tidak boleh dilampaui oleh K/L boleh dilampaui oleh K/L sebagaisebagai acuan dalam menyusun RKA-K/L-nya. Secara garis besar penjelasan tentang acuan dalam menyusun RKA-K/L-nya. Secara garis besar penjelasan tentang ketiga pagu dijelaskan sebagai berikut:
ketiga pagu dijelaskan sebagai berikut:
C.3.1 Pagu Indikatif C.3.1 Pagu Indikatif
Mulai tahun 2012, angka yang tercantum dalam prakiraan maju untuk tahun Mulai tahun 2012, angka yang tercantum dalam prakiraan maju untuk tahun anggaran 2013 yang dicantumkan pada saat penyusunan RKA-K/ L tahun anggaran 2013 yang dicantumkan pada saat penyusunan RKA-K/ L tahun anggaran 2012 dijadikan sebagai angka dasar, sebagai salah satu variabel anggaran 2012 dijadikan sebagai angka dasar, sebagai salah satu variabel