S PKN 1001478 Bibliography

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

1. Buku

Arikunto, S. (2006).ProsedurPenelitan: SuatuPendekatanPraktis (EdisiRevisi VI). Jakarta: RinekaCipta.

Azra, A. (2006). “PancasiladanIdentitasNasional Indonesia:

PerspektifMultikulturalisme”. DalamRestorasiPancasila: MendamaikanPolitikIdentitasdanModernitas. Bogor: Brighten Press. Jakarta: RinekaCipta.

Budimansyah, D. dan Suryadi, K. (2008). PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewaragenegaraan.

Branson, M. S. (1999). [Alih Bahasa: Fawaid, A.]. “Belajar Civic” dari Amerika. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS).

Cohen, L. dan Cohen, A. (1986). Multikultural Education: A Sourcebook For Teacher. London: Harper and Row Ltd.

Creswell, J. C. (2010). [Alih Bahasa: Syafruddin, M. Alimi, Y. M. Khoiron, M.N.]. Resreach Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed (third ed.).Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Danial, E. dan Wasriah, N. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Laboratorium PKn UPI.

Erwin, M. (2011). Pengantar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Refika Aditama.

Ganeswara, G. M. dan Wilodati. (2002). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Bandung: CV. Yasindo Multi Aspek.

Kalijernih, F.K (2010), „Situasionisme: Refleksi Untuk Pendidikan Karakter Di

Indonesia‟, Prosiding Seminar Aktualisasi Pendidikan Karakter Bangsa, Bandung: Widya Aksara Press

Mahfud, C. (2011). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

(2)

Moleong, L. J. (2008). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Naim, N. dan Sauqi, A. (2010). Pendidikan Multikultural Konsep dan Aplikasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Medi Group.

Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Nurmalina, K. dan Saifullah. (2008). Memahami Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia.

Rahmat. Dkk. (2009). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia.

Setiawan, D. (2008). “Inovasi Pendidikan Kewarganegaraan Melalui

Pemberdayaan Warga Negara dan Implikasinya terhadap Restrukturisasi

Isi Kurikulum”. Jurnal Civicus. 2, (11), 749-762.

Sofian, S. Gatara, A. S. (2011). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Bandung: Fokus Media.

Somantri, M. N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta.

Sumarsono. (2008). Pendidikan Kewarganegaran. Bogor: Grafika Mardi Yuana. Suparlan, P. (2005). Sukubangsadan Hubungan antar Sukubangsa. Jakarta:

Yayasan Pengembangan Ilmu Kepolisian.

(3)

Wahab, A. A. dan Sapriya. (2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaran. Bandung: Alfabeta.

Winataputra, US. (2001). “Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi (Suatu Kajian Konseptual dalam

Konteks Pendidikan IPS)”. Disertasi Doktor pada Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Winataputra, U. (2007). “Pendidikan Kewarganegraan dalam Prespektif

Internasional”. Dalam acta civicus vol. 1, hlm. 1-10.

Winataputra, U. dan Budimansyah, D.(2007). Civic Education (Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas. Bandung: Program Studi PKn SPs UPI.

Wuryan, S. Dan Syaifullah. (2008). Ilmu Kewarganegraan (civics). Bandung: laboratorium PKn UPI.

2. Lain-lain

. (2013). Proyeksi Penduduk 2000-2025. [online]. Tersedia : http://www.datastatistik_Indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_co ntent&task=view&id=923&Itemid=93tik) (25 Januari 2013).

. (2013).Negara Majemuk, Konflik, dan Internalisasi Nilai Kebangsaan. [online]. Tersedia : http://sosbud. kompasiana. com/2012/10/31/negara-majemuk-konflik-dan-internalisasi-nilai

kebangsaan - 504843. html (18 maret 2013)

. (2013).Indonesia Suku bangsa di Indonesia. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bangsa_di_Indonesia (19Maret 2013).

Anggraeni, L. (2009). Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Mltikultural Dalam Memupuk Nasionalisme Siswa (Studi Kasus di SMA Aloy Sius Bandang). Tesis Magister pada Prodi PKn SPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

(4)

Arif, D. B. (2009). Kompetensi kewarganegaraan untuk pengembangan masyarakat multicultural indonesia. [online]. Tersedia : http://baehaqiarif.wordpress.com/2009/10/08/kompetensi-kewarganegaraan-untuk-pengembangan-masyarakat-multikultural-indoonesia(25 Januari 2013).

Danial, E. (2009). “Aktualisasi Guru Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membina WNI Masa Depan”. Jurnal Civicus: Upaya Mengembangkan Karakter PKN Masa Depan. 12, (1), 146-161.

Lestari, G. (2013), Persepsi Mahasiswa Tentang Mmultikulturalisme Pengaruhnya terhadap Radikalisme Atas Nama Agama (Studi Deskriptif dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Pendidikan Indonesia. Skripsi, Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Univesitan Pendidikan Indonesia.

Kusmarni, Y.(2008). Pendidikan Multikultural Suatu Kajian Tentang Pendidikan Alternatif Di Indonesia Untuk Merekatkan Kembali Nilai-Nilai Persatuan,

Kesatuan Dan Berbangsa Di Era Global. [online].

Tersedia:http://file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori/FPIPS/JUR._PEND._ SEJARAH/196601131990012-YANI_KUSMARNI/ [Jumat, 15 Maret 2013].

Montessori, M. (2006) “Pola Pikir Guru SMA tentang Peranya dalam

Mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan”. Forum Pendidikan. 31. (1), 1-2.

Murtadlo, S. (2013). Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMATaruna Bakti (Studi Deskriptif di SMA Taruna Bakti Bandung).Skripsi, Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Univesitan Pendidikan Indonesia

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menegah.

Proyek PKn, dan B. P., Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2000 tentang tujuan Pendidikan Kewarganegaraan.

(5)

Somardi. (2007). “Konsepsi Kewarganegaraan dan Pendidikan Kewarganegaraan Sebuah Refleksi”. Jurnal Civicus: Nasionalisme dan Upaya Demokrasi, hal 594-602.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

Winataputra, US. (2001). “Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi (Suatu Kajian Konseptual dalam Konteks Pendidikan IPS)”. Disertasi Doktor pada Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...