• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis pembiayaan kota bandar lampung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis pembiayaan kota bandar lampung"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

http://epserv.fe.unila.ac.id

ABSTRAK

ANALISIS PEMBIAYAAN KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN ANGGARAN 2004-2007

Oleh : WINDI ASTUTI

Setelah berlakunya Anggaran berbasis kinerja dengan sistem Surplus/Defisit dan berlakunya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 yang telah disempurnakan oleh Peraturan Meneteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengurusan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah.

Struktur APBD mengalami perubahan yang terdiri dari Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan daerah. Penambahan pembiayaan dalam struktur APBD sebagai alternatif untuk menutupi defisit atau selisih pendapatan dan belanja derah. Pembiayaan

merupakan transaksi keuangan yang dilakukan oleh Pemerintah daerah yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.

Permasalahan yang di angkat dalam penelitian ini adalah : ”Apakah Pembiayaan di Kota Bandar Lampung sudah benar-benar berjalan sesuai dengan fungsinya?” Dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui apakah Pembiayaan di Kota Bandar Lampung sudah berjalan sesuai dengan fungsinya. Analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan yang ada yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis yang dilakukan dengan menghitung dan membandingkan antara sisi penerimaan dan pengeluaran pembiayaan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menganalisis alur pengalokasian pembiayaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan Kota Bandar Lampung selalu mengalami defisit sejak Tahun Anggaran 2004-2007. Sehingga fungsi pembiayaan untuk menutupi defisit belum berjalan sesuai fungsinya. Faktor-faktor yang

mempengaruhi terjadinya defisit pada pembiayaan Kota Bandar Lampung yaitu yang pertama minimnya sumber penerimaan pembiayaan Kota Bandar Lampung dari Tahun Anggaran 2004-2007 yang hanya bersumber dari sisa lebih anggaran tahun lalu faktor yang kedua pembiayaan belum menjadi fokus utama sumber penerimaan daerah, melainkan masih bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah sehingga pembiayaan kurang terfokuskan hal ini dapat terlihat dari anggaran yang selalu surplus yaitu pendapatan selalu lebih besar dari belanja daerah. Faktor yang ketiga yaitu belum sesuainya pelaksanaan pembiayaan dengan konsep dan aturan yangh berlaku. Pembiayaan merupakan komponen baru yang masuk dalam struktur APBD sehingga memerlukan pemahaman, penyesuaian dan pelatihan untuk

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan pengembangan program BRT-Trans Bandar Lampung oleh Pemerintah Kota yang dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung berpedoman pada amanat

Penelitian ini bertujuan : (1) mengidentifikasi dinamika perubahan RTH di Kota Bandar Lampung Tahun 2000-2007, (2) mengidentifikasi kebutuhan luas RTH berdasarkan

Pembangunan pola transportasi massal yaitu Bus Trans Bandar Lampung, merupakan prakasa Pemerintah Kota Bandar Lampung Drs. Herman HN, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung

Melihat perkembangan perekonomian Kota Bandar Lampung sebagaimana diuraikan diatas maka menarik untuk mengkaji dan menganalisis interaksi ekonomi Kota Bandar Lampung sebagai

Adapun yang menjadi Visi Kementerian Agama Kota Bandar Lampung:.. Terwujudnya Masyarakat Kota Bandar Lampung yang taat

pembiayaan Islam, pembiayaan pensiun yang diterapkan oleh Bank Syari‟ah Mandiri KC Bandar Lampung dapat dikatakan telah memenuhi prinsip pembiayaan Islam, sebab transaksi

1 Keterangan: LQ: Angka Location Quotient N: PDRB Provinsi Lampung Sang: PDRB Zona i di Kota Bandar Lampung S: PDRB di Kota Bandar Lampung Ni: PDRB Zona i di Provinsi Lampung “Analisa

Buku Statistik Sektoral Kota Bandar Lampung Tahun 2020 berisi data sekunder yang bersumber dari OPD Pemerintah Kota Bandar