• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARTISIPASI MASYARAKAT PERKOTAAN DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PERTANIAN URBAN, MAKASSAR, INDONESIA (Studi kasus Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PARTISIPASI MASYARAKAT PERKOTAAN DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PERTANIAN URBAN, MAKASSAR, INDONESIA (Studi kasus Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Ruang terbuka hijau dengan konsep urban farming(lorong garden)
Gambar 3. Lorong garden setelah pembinaan yang dikelolah oleh masyarakat

Referensi

Dokumen terkait

Mengingat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang

Dalam perkembangannya juga terdapat beberapa permasalahan terkait identitas kota, diantaranya pusat kegiatan mengalami pergeseran ke kawasan lain, jalur menuju pusat

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN MOROWALI UTARA. Ruang Terbuka adalah ruang-ruang dalam

Meliputi proporsi hijau ruang terbuka hijau publik di Kota Karanganyar pada masing-masing kelurahan dan masing-masing lokasi ruang terbuka hijau publik. Dari hasil

Penelitian mengenai “Kebijakan Pemerintah Kota Dalam Memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Surabaya (Studi Kasus Pengelolaan Kebun Bibit Bratang Surabaya)“

 Partisipasi antar instansi dalam pelaksanaan koordinasi horizontal terkait pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Surabaya dikatakan sesuai dengan pedoman kerja

Fotokopi SITU Fotokopi SITU atau su atau surat keterang rat keterangan lain an lainnya dari nya dari instansi y instansi yang ang berwenang (Surat ket Domisili dari.. berwenang

Syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Jurusan