• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Sejarah Perusahaan

PT. WIRASINDO SANTAKARYA (WISANKA) merupakan perusahaan furniture yang didirikan oleh sosok yang cerdas yang bernama Bapak J.B Susanto S.B pada tanggal 21 Mei 1993 melalui Akte Notaries Murtini, SH, dengan status Perseroan Terbatas (PT). Adapun surat ijin yang mendukung berdirinya perusahaan ini adalah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) ini yang berlaku untuk melakukan aktivitas perdagangan diseluruh wilayah negara Republik Indonesia selama perusahaan masih menjalankan usahanya.

J.B Susanto S.B adalah seorang Enterpreneurship yang berpotensi mampu melihat dan memanfaatkan peluang atas adanya kondisi dimana terjadi peningkatan permintaan yang tinggi terhadap furniture buatan Indonesia. Peningkatan permintaan yang signifikan tersebut dimanfaatkan oleh J.B Susanto S.B dengan mendirikan perusahaan furniture dengan nama PT.Wirasindo Santakarya (WISANKA) untuk memenuhi permintaan pasar yang signifikan dan menjadi unit usaha baru yang akan membantu indonesia menyerap tenaga kerja sehingga meningkatkan kondisi ekonomi mikro. Bapak J.B Susanto S.B sekaligus sebagai Direktur PT.Wirasindo Santakarya (WISANKA) yang beliau dirikan.

(2)

Peningkatan permintaan yang semakin bertambah tersebut menunjukkan bahwasanya furniture buatan Indonesia cukup diakui kualitasnya maupun nilai seninya oleh dunia Internasional. Hal ini patut dibanggakan bahwa produk furniture buatan Indonesia mampu bersaing dengan produk sejenis yang berasal dari negara lain.

PT.Wirasindo Santakarya (WISANKA) sampai saat ini terhitung mulai tahun 1993 sampai 2014 telah mampu survival selama 21 tahun dengan menghasilkan berbagai kemajuan dan perkembangan yang pesat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya order produksi yang diterima, jumlah karyawan yang cukup banyak serta kemampuan dalam meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.

2. Lokasi Perusahaan

PT.Wirasindo Santakarya (WISANKA) telah berhasil mengembangkan unit usahanya dengan membangun dan mendirikan 6 devisi produksi diberbagai kota dengan kantor pusat berada di jl. Solo-Daleman No.41 Baki Sukoharjo. Adapun rincian lokasi keenam divisi tersebut sebagai berikut :

1. Divisi Daleman

Terletak di jalan Solo-Daleman No.41, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah, Kode Pos : 57556. Unit ini merupakan unit pusat PT.Wirasindo Santakarya. Unit ini menspesialisasikan pada produksi furniture yang bahan bakunya berasal dari kayu mahoni.

(3)

2. Divisi Jonggrangan (Jepara)

Terletak di Jl.Sersan Sadikin km 4,5, Langon, Jepara. Unit ini menspesialisasikan untuk memproduksi furniture yang berasal dari kayu jati dengan ukiran.

3. Divisi Penggung (Piguno)

Terletak di Jl.Solo-Jogja km.26,5, Penggung, Ceper, Kabupaten Klaten. Spesialisasi dari unit ini dalah unit yang menangani proses pabrikasi dengan menggunakan berbagai model mesin untuk proses pembuatan furniture.

4. Divisi Kepoh

Terletak di Jl. Solo-Jogja km 24, Kepoh, Ceper, Kabupaten Klaten 57465. Unit ini menspesialisasikan untuk memproduksi furniture yang berasal dari kayu dan stainless yang dikhususkann untuk indor dan outdor (Indorteak).

5. Divisi Cirebon

Terletak di Jl.Kisabelanang No.41 A, Magu Cilik, Weru, Cirebon, Jawa Barat. Unit ini menspesialisasikan untuk memproduksi furniture lighting dan craft.

6. Divisi RSD

Terletak di Jl.Gesingan, Luwang, Gatak, Kabupaten Sukoharjo 57557. Unit ini menspesialisasikan untuk memproduksi furniture yang berasal dari rotan

.

(4)

3. Tujuan Umum Didirikan Perusahaan

Dalam menjalankan usahanya, PT. WISANKA tidak terlepas dari tujuannya antara lain :

a. Membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi penganggguran.

b. Mengembangkan industri dalam negeri sehingga dapat membantu pemerintah dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya masyarakat Karanganyar.

c. Untuk perusahaan sendiri agar dapat memperoleh keuntungan yang layak bagi pemilik perusahaan guna menunjang kelangsungan hidup perusahaan.

4. Struktur Organisasi Perusahaan

Bagi perusahaan struktur organisasi perusahaan merupakan unsur penting untuk mempermudah pembagian wewenang serta tanggungjawab dan tugas setiap anggota organisasi. Setiap perusahaan mempunyai bentuk dan model struktur organisasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Setiap departemen memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dan antara bagian-bagian tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan yang lainnya.

Struktur organisasi di PT. WISANKA terlampir. Berikut penjabaran tugas dan wewenang beberapa bagian dalam organisasi antara lain:

(5)

Gambar 3.1

Sumber : PT. Wirasindo Santakarya Tugas dan Fungsi masing-masing bagian : a. Direktur/pimpinan

Perusahaan PT. Wirasindo Santakarya dipimpin oleh seorang Direktur. Tugas dan tanggung jawab antara lain :

1) Bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh kegiatan perusahaan 2) Mengusahakan tercapainya tujuan perusahaan dengan anggaran dasar 3) Menyempurnakan kebijakan umum perusahaan yang telah ditetapkan b. General manager

Tugas dan wewenang dari General Manager meliputi :

1) Menetapkan pemasaran dan menyusun strategi pemasaran

(6)

2) Menetapkan pengangkatan, mutasi, kenaikan atau penurunan jabatan, gaji, dan pemberhentian inti perusahaan

3) Mewakili untuk dan atas nama perusahaan dalam menyelenggarakan hubugan dengan pihak luar.

c. Assisten General Manager

Berhubungan dengan bagian produksi dan gudang serta bertanggung jawab kepada general manager.

d. Bagian Administrasi dan Keuangan

Terdiri dari kasir, perbankan, dan EDP (electronic Data Processing), mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan di lingkungan bagian administrasi dan keuangan meliputi :

1) Perencanaan dan pengendalian anggaran pendapatan perusahaan.

2) Penyelenggaraan administrasi keuangan dan uum secara tertib dan teratur. e. Bagian personalia

Mempunyai fungsi sebagai pembantu pimpinan dalam kegiatan pelaksanaan tenaga/karyawan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Bagian personalia mempunyai tugas yang meliputi :

1) Mengkoordinasi karyawan bagian personalia dan membuat laporan hasil kerja.

2) Bertugas untuk menarik, menyeleksi, menempatkan, melaksanakan training, dan memberhentikan tenaga kerja.

(7)

f. Bagian produksi

Bagian ini berfungsi mewakili pimpinan dalam memimpin pelaksaan kegiatan produksi dengan kebijakan yang ditetapkan. Bagian produksi mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain :

1) Bertanggung jawab atas ketepatan jumlah, dan mutu barang yang dibeli dan pengalokasiannya.

2) Bertanggung jawab terhadap pendistribusian order dari buyers kepada para mitra pengrajin.

3) Bertanggung jawab terhadap tersedianya barang mentah dan jalannya proses finishing.

4) Menyusun laporan di lingkungan produksi. g. Bagian pemasaran

Mempunyai fungsi mewakili pimpinan dalam kegiatan pemasaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Tugas dan tanggung jawabnya meliputi : 1) Melaksanakan strategi pemasaran sesuai dengan kebijakan pemasaran yang

ditetapkan oleh direktur.

2) Bertanggung jawab atas pengembangan pemasaran.

3) Merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan pemasaran untuk meningkatkan hasil usaha.

4) Membuat laporan atas usaha pengembangan pemasaran.

(8)

h. Bagian Gudang

Bagian ini mempunyai tugas dan wewenang :

1) Bertanggung jawab terhadap penerimaan dan pengeluaran stok bahan mentah ataupun bahan yang lainnya.

2) Memelihara dan merawat barang selama dalam gudang.

3) Aktif koordinasi dengan bagian lain guna mmperoleh data yang diperlukan. 4) Membuat laporan pada bagiannya.

5. Kebijakan Perusahaan

Dalam aktivitasnya sebagai perusahaan, PT. Wirasindo Santakarya melakukan beberapa kebijakan perusahaan, antara lain kebijakan kepada:

a. Customer (Pelanggan)

1) Perusahaan menjaga pelayanan baik kualitas maupun pelayanan terhadap pelanggan

2) Menjalin kerjasama yang mengutamakan kepercayaan b. Instansi

1) Bersama pemerintah menjalin kerjasama yang saling menguntungkan

2) Bersama perguruan tinggi dan sekolah, menjalin kerjasama dalam penelitian dan kerja praktek

3) Bersama aparat keamanan / kepolisian setempat menjalin dalam pengamanan preventif (patroli)

(9)

c. Masyarakat

1) Perusahaan memperhatikan dinamika yang ada di masyarakat sekitar tentang sosial, budaya, serta ekonomi dan pembangunan.

2) Menjalin keakraban dengan masyarakat sekitar semisal memberikan dana bagi pemohon dengan mengajukan proposal, menjalin silaturahmi pada bulan puasa.

d. Karyawan

1) Memperhatikan jenjang karir kepada karyawan.

2) Selain memberi gaji juga memperhatikan kesejahteraan karyawannya, yaitu memberikan makan siang, asuransi, dan THR. 3) Adanya suatu kegiatan pada hari khusus misalnya 17 Agustus

dengan mengadakan upacara bendera, lomba-lomba dan pembagian hadiah bagi yang menang. Acara ini bertujuan untuk menjalin keakraban antar karyawan staf dan non staf.

4) Adanya kegiatan rutin untuk satpam yaitu olahraga yudo pada hari Jumat sore dan olahraga lari pada hari Selasa sore.

6. Kepegawaian a. Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor utama dalam proses produksi, disamping bahan baku dan mesin. Tanpa tenaga kerja, meskipun bahan baku dan mesin telah tersedia, proses produksi tidak dapat berlangsung Karena tenaga kerja merupakan tenaga pelaksana proses produksi. Jumlah tenaga kerja yang dimiliki PT. Wisanka adalah

(10)

300 orang. Selain tenaga kerja tetap, perusahaan juga mempunyai karyawan borongan yaitu karyawan yang dipekerjakan pada pemotongan kayu log dengan line saw, perakitan meja dan kursi pada garden furniture.

b. Penempatan Tenaga Kerja

Penempatan tenaga kerja di PT. Wisanka berdasarkan tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan keahlian masing-masing karyawan. Sebelum perekrutan tenaga kerja, maka sebelumnya diadakan training / pelatihan selama tiga bulan. Karyawan yang ditempatkan harus lulus seleksi.

c. Jam Kerja

PT. Wisanka menetapkan hari kerja dari Senin sampai Sabtu (enam hari). Untuk hari Senin – Jumat bekerja selama 8 jam yaitu pukul 08.00 s/d 16.00 WIB dengan waktu istirahat selama satu jam yaitu pukul 12.00 – 13.00 WIB dan untuk hari Jumat istirahat pukul 11.45 – 12.45 WIB. Sedangkan untuk hari Sabtu bekerja selama 5 jam yaitu pukul 08.00 – 13.00 WIB tanpa waktu istirahat.

d. Pengupahan

Pengupahan untuk karyawan PT. Wisanka didasarkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukoharjo yang dibayarkan pada karyawan sebagai upah bulanan. Pengupahan dilakukan setiap akhir bulan baik untuk karyawan staf (kantor) maupun non staf (lantai produksi). Ada beberapa karyawan (Pegawai panggilan) yang digaji

(11)

dengan sistem harian. Jika terjadi kerja lembur, maka karyawan juga akan mendapat upah lembur sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan.

e. Sarana dan fasilitas bagi tenaga kerja

Untuk menunjang kesejahteraan karyawannya, perusahaan memberikan beberapa sarana dan fasilitas karyawannya antara lain : 1) Bonus tahunan (Idul Fitri) dimana besarnya bonus satu kali gaji. 2) Adanya Mushola bagi karyawan beragama Islam.

3) Dibentuk Koperasi Tunas Inti untuk membantu karyawan yang membutuhkan barang ataupun pinjaman uang dengan harga dan bunga yang layak.

4) Mendapatkan asuransi Jamsostek (Jaminan Sosial Tehaga Kerja) 5) Kantin bagi karyawan.

6) Lapangan badminton untuk kegiatan olahraga para karyawan. 7) Poliklinik bagi karyawan yang luka ataupun sakit.

8) Upah pada waktu sakit.

9) Cuti tahunan selama 12 hari per tahun dan tidak boleh diambil pada saat bersamaan.

10) Cuti hamil selama tiga bulan yang diberikan sebelum dan sesudah melahirkan.

11) Tunjangan kelahiran maupun kematian bagi karyawan. 12) Diberikan pakaian/seragam dua stel setiap tahunnya.

(12)

f. Pemberhentian Tenaga Kerja

PT. Wisanka melakukan pemberhentian karyawan jika karyawan tersebut sering melakukan kesalahan atau melakukan pelanggaran berat yang tercantum dalam peraturan perusahaan dan sering kali tidak masuk kerja tanpa meminta ijin kepada pimpinan (mangkir). Karyawan yang diberhentikan tidak langsung di PHK (Pemutusn Hubungan Kerja) melainkan diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan biasanya diberikan waktu dua minggu untuk memperbaiki hasil karjanya. Jika karyawan tersebut tetap tidak ada perubahan, maka atas kesepakatan bersama karyawan tersebut dikeluarkan.

Pemecatan juga dapat terjadi karena permintaan karyawan itu sendiri, kesepakatan antara karyawan dengan pimpinan dan keputusan dari pimpinan.

g. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dalam suatu industri masalah keselamatan kerja harus mendapat perhatian yang utama. PT Wisanka dalam menjalankan produktifitasnya menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang beresiko tinggi terhadap keselamatan kerja. Guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang menyangkut keselamtan kerja, PT. Wisanka membekali pengetahuan mengenai keselamatan kerja kepada karyawannya. Selain itu juga memberikan fasilitas-fasilitas keselamatan kerja, baik untuk karyawan maupun pada peralatan-peralatan kerja maupuan tempat kerja.

(13)

Alat-alat pelindung keselamatan kerja perorangan antara lain adalah sebagai berikut :

1) Masker 2) Sarung tangan 3) Sepatu

Selain itu terdapat fasilitas keselamatan di tempat kerja seperti tabung pemadam kebakaran karena bahaya utama dalam industri furniture adalah bahaya kebakaran.Perusahaan juga memberikan slogan-slogan yang ditempel di dinding area kerja seperti “kebodohan dan kelalaian merupakan sebab utama kecelakaan kerja”, dan lain-lain.

Sasaran umum usaha keselamatan dan kesehatan kerja :

1) Perlindungan terhadap tenaga kerja yang ada di tempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dapat diwujudkan peningkatan produktifitas kerja.

2) Perlindungan setiap orang lainnya yang ada di tempat kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat.

3) Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi agar dapat dipakai secara aman dan efisien.

Sasaran khusus usaha keselamatan dan kesehatan kerja :

1) Mencegah dan atau mengurangi kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja

2) Mengamankan mesin, instalasi, pesawat, alat kerja, bahan baku dan bahan hasil produksi.

(14)

3) Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan penyesuaian antara pekerjaan dengan manusia.

h. Tata Tertib Perusahaan

Tata tertib PT. Wisanksa adalah sebagai berikut :

1) Karyawan wajib bekerja di perusahaan selama enam hari kerja selama satu minggu.

2) Karyawan wajib mengisi kartu presensi sewaktu masuk kerja dan selesai kerja.

3) Karyawan wajib menjaga peralatan, serta sarana dan prasarana perusahaan.

4) Karyawan wajib menjaga kebersihan di lingkungan tempat kerja. 5) Karyawan wajib berkonsultasi setiap menghadapi permasalahan

dalam bekerja kepada penanggung jawab divisi / atasannya.

6) Karyawan wajib mengajukan surat ijin apabila tidak masuk kerja maupun akan meninggalkan pekerjaan selama jam kerja.

7) Karyawan wajib menjaga kerukunan, kebersamaan diantara sesama karyawan.

8) Karyawan wajib menjaga nama baik perusahaan, di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan.

9) Karyawan wajib memakai seragam dan sepatu selama berada di perusahaan.

(15)

7. Pemasaran

Perusahaan akan memperoleh pendapatan yang akan digunakan perusahaan untuk membiayai kelangsungan dan kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Karena itu, pemasaran produk merupakan salah satu bagian terpenting bagi perusahaan. Jika dalam pemasaran produk-produk, perusahaan tidak mempunyai pasar yang luas maka hal ini juga akan menghambat kemajuan perusahaan.

Daerah pemasaran produk PT. Wisanka diorientasikan ke luar negeri yaitu: Amerika latin, India, Maldives, USA, Amerika tengah, Kroasia, Tanzania, Arab Saudi, UEA, Jerman, Perancis, Italia. Pemasaran dilakukan melalui buyer agent berfungsi sebagai penghubung perusahaan dan konsumen.

Selain pemasaran di luar negeri, PT Wisanka juga melayani penjualan di dalam negeri atau pemasaran dari konsumen yang langsung datang ke pabrik untuk memesan produk yang diinginkan. Jadi perusahaan ini bersifat Make To Order (MTO). Dalam menerima pesanan produk, perusahaan memproduksi sesuai dengan permintaan konsumen dari segi bentuk maupun ukuran, selain itu di dalam pabrik juga terdapat contoh atau sample produk yang dapat dilihat langsung oleh pemesan. Oleh karena itu, pemesan dapat memesan sesuai sample yang diinginkan.

Pemasaran juga dilakukan dengan mengadakan promosi seperti ikut dalam pameran, ataupun menjaga hubungan baik dengan para

(16)

supplier/pemasok serta memberikan service/layanan pemasaran seperti mengantarkan barang yang dipesan sampai ketempat pembeli dengan tepat waktu.

8. Jenis Produk

Jenis produk yang dihasilkan PT. Wisanka sangat bervariasi, karena perusahaan ini memproduksi berdasarkan order (based on order). Jenis produk yang dihasilkan antara lain :

1) Table (meja) 2) Chair (kursi)

3) Sunlounger (kursi malas) 4) Bench (bangku)

5) Almari

6) Modern outdoor furniture

Bahan baku yang digunakan produk dari PT. Wisanka antara lain kayu mahoni, kayu jati, rotan, dan enceng gondok.

9. Departemen-departemen Produksi

Divisi produksi PT. Wisanka terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut adalah Cutting log (Saw Mill), Kiln Dry, Pembahanan (Foerming), Joinery, Sanding, Assembly dan Finishing. Tiap-tiap bagian tersebut mempunyai fungsi-fungsi ataupun tugas-tugas tertentu dalam jalinan proses produksi pada bagian furniture PT. Wirasindo Santakarya.

(17)

a. Saw Mill

Saw Mill ditunjukan untuk membentuk kayu besar yang berupa kayu gelondongan / log atau kayu kotak (square) menjadi bentuk yang nantinya akan dikerjakan pada lantai produksi.

b. Kiln Dry

Kiln Dry adalah suatu proses pengeringan yang menjadikan kayu tidak dapat terpengaruh oleh perubahan cuaca. Kayu dengan kandungan air antara 70 – 80 MC jika dikerjakan pada cuaca dingin atau pada tingkat kelembaban tinggi, ukuran kayunya dapat berubah pada cuaca panas karena kandungan air di dalamnya telah menguap akibat sambungan antara kayunya menjadi longgar sehingga parodek seperti meja dan kursi dapat menjadi goyang karena sambungan antar kayunya menjadi kurang kuat. Kandungan air pada kayu kering sekitar 12 MC, pada kondisi tersebut serat-seratnya sudah tidak dapat lagi berkembang. Pada proses kiln dry, kayu dipotong dalam lempengan (RST/Raw Sawn Timber) untuk mempercepat waktu pengeringan. Jika kayu masih dalam bentuk gelondongan, maka proses pengeringannya akan menjadi lebih lama. Untuk mengukur kadar MC digunakan alat yang disebut Wagner. c. Pembahanan (Forming)

Bagian pembahan meminta bahan baku dari bagian logistik untuk nantinya dipotong menjadi bentuk yang lebih kecil, penghalusan 2 sisi (S2S) dan empat sisi (S4S) serta melakukan pembentukan. Hasil dari bagian forming ini adalah berupa bahan jadi.

(18)

Bagian pembahanan juga bertugas antuk mengecek bahan baku yang diterima dari bagian logistik, misalnya apakah bahan baku yang diterima dari bagian logistik sudah sesuai dengan permintaan, ada tidaknya cacat pada kayu dan sebagainya. Jika setelah dilakukan pengecekan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai maka bagian pembahanan juga bertugas melakukan afkir atau tukar pada bagian logistik. Bahan baku yang telah diinspeksi maka disimpan di gudang elemen.

d. Joinery

Setelah dari bagian forming berupa bahan jadi maka dilanjutkan pada bagian joinery.Bagian ini bertugas membuat konstruksi samping yang datar berupa alur, profil, lubang. Hasil dari bagian joinery adalah elemen siap rakit.

e. Sanding

Setelah pembuatan berbagai konstruksi samping pada bagian joinery, maka bagian sander bertugas untuk menghaluskan elemen-elemen jadi (siap rakit) tersebut.

f. Assembly

Setelah elemen-elemen produk telah jadi dan siap dirakit maka akan masuk area assembly untuk dirakit menjadi komponen-komponen akan dirakit menjadi satu produk.

(19)

g. Finishing

Setelah produk yang terdiri dari berbagai komponen telah dirakit menjadi satu maka produk tersebut telah siap untuk diproses akhir. Untuk Garden Furniture proses terakhir adalah take oil.

B. Pembahasan

1. Pentingnya Proses Stuffing Dalam Kegiatan Ekspor pada PT Wisanka.

Stuffing merupakan kegiatan memasukkan barang ekspor yang telah di packing kedalam kontainer (Suyono, 2003:198). Pada prinsipnya tujuan stuffing adalah mengisi secara optimal sebuah kontainer. Maju dan berkembangnya perusahaan ekspor sangat tergantung juga dengan pengoptimalan barang dalam kontainer. Dengan melihat kenyataan diatas, maka PT. Wisanka menekankan proses stuffing merupakan hal yang penting dalam kegiatan ekspornya. Sehingga harus diperhitungkan dengan cermat. Adapun manfaat proses stuffing yang efektif bagi PT. Wisanka adalah:

a. Perlindungan lebih baik dari kerusakan barang ekspor.

Dengan penataan yang tepat yaitu pembagian berat yang rata, pola penyusunan yang rapi, dan didukung kemasan yang berkualitas maka dimungkinkan tingkat kerusakan barang relative kecil, bahkan dapat mencapai 0 %.

(20)

b. Mengurangi biaya transport.

Penataan barang yang maksimal yaitu dengan meninggalkan rongga yang sedikit pada kontainer menandakan bahwa barang yang masuk relatif banyak, maka berpengaruh dengan biaya trucking.

c. Menambah keuntungan perusahaan.

Berdasarkan berbagai manfaat proses stuffing yang efektif diatas yaitu resiko kerusakan barang yang relatif kecil dan mengurangi biaya trucking, maka berakibat baik pula bagi perusahaan bahwa secara nyata perusahaan mendapatkan pembayaran atas kegiatan ekspor yang maksimal, sehingga laba perusahaan meningkat, serta secara tidak langsung dapat meningkatkan citra baik perusahaan terhadap buyer.

2. Metode Pemaksimalan Penataan Barang dalam kontainer yang digunakan PT. Wisanka.

Dalam optimasi pengisian barang di kontainer perlu penerapan suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu pola penyusunan barang yang paling optimal. Untuk mengetahui optimal atau tidaknya pengisian barang tersebut, dapat dilakukan dengan melihat dari banyaknya volume barang yang dapat masuk atau juga dapat diketahui dari banyaknya sisa ruang di dalam kontainer. Semakin banyak barang yang masuk atau semakin sedikit sisa ruang di dalam kontainer, maka semakin optimal pengisian tersebut. Adapun berbagai metode yang sederhana digunakan pada PT. Wisanka yaitu:

(21)

a. Menghitung perbandingan antara volume kontainer dengan volume barang. Perhitungan perbandingan antara volume kontainer dengan volume barang tersebut menghasilkan prediksi kemungkinan jumlah barang yang masuk ke dalam kontainer. Adapun perhitungannya dapat di hitung dengan rumus sebagai berikut:

Jumlah barang = Vk/Vb

Keterangan:

Vk = Volume kontainer

Vb = Volume barang (per box)

Dari perhitungan diatas dapat juga digunakan untuk dasar bagi perusahan untuk menentukan kebijakan jenis kontainer apa yang paling sesuai dengan volume barang tersebut, apakah mengunakan kontainer 20 feet, 40 feet, atau 40 feet high cube.

Sebagai contoh:

Scanteak Bench model 20130-RK, size 1300x400x450 mm, cubic meter : 0.319 M3/2pcs, gross weight : 34 kg, nett weight: 31kg, sejumlah 400 pcs(2 pcs/box), maka kontainer jenis apakah yang paling sesuai untuk jumlah volume barang tersebut?

Jawab:

Jumlah barang = Vk/Vb 200 box =Vk/0.319 M3 Vk = 63,8 M3

Sesuai jumlah volume kontainer tersebut, maka jenis kontainer

(22)

pertimbangan bahwa volume barang pembagi tersebut adalah volume barang 2 pcs belum termasuk carton box, jadi dapat dimungkinkan volume kontainer yang tersisa dapat menjadi berkurang karena ada penambahan volume barang akibat carton box tersebut dan tidak menutup kemungkinan juga untuk antisipasi terdapat sisa ruang kosong di dalam penyusunan barang di kontainer.

b. Menentukan pengaturan posisi barang di dalam kontainer.

Dalam menentukan pola pengisian barang ke dalam kontainer yang paling tepat memerlukan 2 hal sebagai pertimbangan, yaitu:

1. Perbandingan ukuran kontainer dengan ukuran carton box.

Perbandingan ukuran kontainer dengan carton box meliputi perbandingan panjang, lebar, tinggi masing-masing. Dari perbandingan tersebut menghasilkan kemungkinan penataan posisi permukaan barang. Dalam penelitian pada PT. Wisanka bentuk barang masih di batasi dengan hanya barang-barang dengan kemasan carton box, dengan demikian barang berbentuk kotak, sehingga dapat dimungkinkan penentuan posisi permukaan barang dengan 6 posisi. Dapat di ilustrasikan dengan gambar sebagai berikut:

a) posisi barang tidur dengan sisi P x L menempel pada lantai dasar kontainer, dan sisi P x T menempel pada dinding kontainer baik kanan atau kiri.

(23)

T.Container

L TP.container

p L.container

b) Posisi barang tegak dengan sisi T x P menempel pada lantai dasar kontainer, dan sisi L x T menempel pada dinding kontainer baik kanan atau kiri.

T.container

LP.container P

L.container T

c) Posisi barang berdiri dengan sisi T x L menempel pada lantai dasar kontainer, dan sisi P x T menempel pada dinding kontainer baik kanan atau kiri.

T.container L

P

P.container T

d) Posisi barang tidur dengan sisi L x P menempel pada lantai dasar kontainer, dan sisi T x L menempel pada dinding kontainer baik

(24)

T.container

T

PP.container L.container

e) Posisi barang tegak dengan sisi P x T menempel pada lantai dasar kontainer, dan sisi P x L menempel pada dinding kontainer baik kanan atau kiri.

T.container P

L

T p.container T

L.container

f) Posisi barang berdiri dengan sisi L x T menempel pada lantai dasar kontainer, dan sisi P x L menempel padadinding kontainer baik kanan atau kiri.

T.container

P

TP.container L

L.container

2. Persyaratan Stuffing yang Baik

Stuffing yang baik (Sudijono, SH, Sarjiyanto, SE. 2009:9) adalah:

(25)

a) Memaksimumkan kapasitas container. b) Pembagian berat yang rata.

c) Penataan yang berat dibawah sedangkan yang ringan diatas. d) Kemasan yang mudah pecah jangan tertekan dinding. e) Susunan jangan rubuh menimpa pintu kontainer. f) Muatan berbahaya harus diperhatikan.

g) Peraturan special cargo harus diperhatikan. h) Pengaturan ruang kosong ditempatkan diatas.

i) Apabila terpaksanya ruang kosong di samping, maka harus di dunnage dan penyusunannya harus di selang seling(zigzag).

j) Perhatian utama pada lebar kontainer, kemudian panjang kontainer, dan yang terakhir tinggi pada kontainer(pengamatan langsung dilapangan, 2010).

Dari contoh soal pada no 1 yaitu:

Scanteak Bench model 20130-RK, size 1300x400x450 mm, cubic meter : 0.319 M3/2pcs, gross weight : 34 kg, nett weight: 31kg sejumlah 400 pcs(2 pcs/box), dari jawaban soal no 1 bahwa kontainer yang paling sesuai untuk jumlah volume barang tersebut adalah kontainer 40 feet high cube. Bagaimanakah pengaturan posisi barang yang paling optimal di dalam kontainer, jika diketahui ukuran carton box = 143 x 44 x 56 cm?

Jawab:

(26)

Dengan melihat ukuran carton box panjang = 143, lebar = 44, tingi = 56 cm, untuk mengetahui bagaimanakah posisi permukaan barang di lantai dasar kontainer, berikut beberapa langkahnya:

1. Mengetahui ukuran dalam kontainer dan ukuran carton box. Tabel 3.1

No jenis ukuran Ukuran dalam kontainer 40” Ukuran luar carton box 1 Ukuran Panjang 12032 mm 1430mm Lebar 2352 mm 440 mm Tingi 2698 mm 560 mm 2 Kapasitas M3 76 M3 0,346 M3

Sumber: divisi packing PT. Wisanka

Membandingkan ukuran baik panjang, lebar, dan tinggi antara kontainer dengan carton box dapat terlihat bagaimanakah posisi barang, dengan pertimbangan sisi kanan dan kiri, sisi atas dan bawah bisa terisi penuh, atau setidaknya susunan paling sedikit meninggalkan rongga sisa di dalam kontainer sesuai dengan persyaratan stuffing yang baik maka susunan yang paling tepat adalah sebagai berikut:

a. Susunannya adalah:

1. Dengan memperhatikan faktor utama yaitu lebar kontainer maka: Untuk lantai dasar mengunakan posisi (a) ( pada Gambar 6 kemungkinan posisi permukaan barang di dalam kontainer) yaitu: posisi barang tidur dengan sisi P x L menempel pada lantai dasar commit to user

(27)

kontainer, dan sisi P x T menempel pada dinding kontainer bagian kiri.

2. Dengan perhatian kedua yaitu panjang kontainer maka Perbandingan panjang kontainer dengan panjang carton box dapat disusun sebanyak 8 baris, dengan perhitungan sebagai berikut: P. container/ panjang carton box = 12032/1430

= 8,413

Dan sisa ruang = 12032 – 11440 = 592 mm Keterangan:

P = 143 cm L = 44 cm T = 56 cm

P. container = Panjang Kontainer L. container = Lebar Kontainer T. container = Tingi Kontainer

Sisa tersebut digunakan sebagai space untuk kemudahan memasukkan carton box kedalam kontainer dan selebihnya di lakukan dunnage.

3. Alur terstruktur dalam Proses Stuffing pada PT. Wisanka

Perusahaan yang berhasil menciptakan strategi yang terstuktur dalam proses stuffing akan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sangat baik dalam pengelolaan perusahaannya. Penjelasan tentang Alur Terstruktur Proses Stuffing pada :

(28)

a. Persiapan Sebelum Melakukan Stuffing 1) Produksi barang.

Produk furniture pada PT. Wisanka memproduksi sendiri dan berkerja sama dengan supplier sekitar Sukoharjo, Transan, dll. Selain memproduksi sendiri perusahaan juga menerima barang setengah jadi yang belum dilakukan proses finishing/pewarnaan pada barang tersebut. Berbagai barang yang diambil dari beberapa supplier tersebut berasal dari berbagai bahan baku pula yaitu kayu jati, mahoni, mindi, sengon, ratan.

2) Quality control internal barang.

Dalam tahapan ini pihak manajemen quality control internal PT. Wisanka mengumpulkan barang di gudang kemudian melakukan seleksi yaitu memilih produk yang sesuai standar perusahaan atau pesanan, meliputi ketepatan ukuran, konstruksi, kekuatan, kualitas dan kekeringan kayu. Dari proses seleksi ditetapkan barang yang lolos dan di terima perusahaan sedangkan barang yang kurang/tidak sesuai akan dikembalikan kepada supplier supaya di renovasi atau bahkan diganti.

3) Finishing / Pewarnaan.

Barang yang lolos seleksi kemudian masuk kedalam proses finishing/pewarnaan. Serangkaian proses tersebut meliputi:

a) Penyemprotan minyak dan tiner untuk membunuh kumankuman. b) Pemberian warna dasar sesuai yang dikehendaki buyer.

c) Pemberian lapisan melamin dan tiner agar memberi warna mengkilat. Dari serangkaian proses finishing tersebut menghasilkan barang jadi.

(29)

4) Quality control internal & eksternal barang jadi

Manajemen quality control PT. Wisanka kembali menyeleksi hasil finishing tersebut yaitu memilih produk yang sesuai pesanan meliputi kehalusan, kerataan warna, serta mengkilatnya cat. Selain quality control internal terdapat juga dari pihak luar yang di beri kuasa oleh buyer untuk melakukan quality control di PT. Wisanka. Kegiatanya sama dengan quality control internal, dari hasil controling tersebut menghasilkan barang yang sesuai dan siap ekspor sedangkan barang yang kurang sesuai dikembalikan ke manajemen finishing untuk diperbaiki agar sesuai dengan standar yang buyer inginkan.

5) Packing

Dengan mempertimbangkan keamanan barang dalam kontainer PT. Wisanka menggunakan media Carton Box sebagai pembungkusnya. Pembungkusan dengan box kardus berlaku untuk semua jenis maupun karakteristik produk baik itu BU, SKD, CKD. Dalam proses packing PT. Wisanka juga mengikuti keinginan buyer yang menghendaki pembungkusan yang berbeda. shipping mark telah disertakan pada Carton Box tersebut.

6) Proses Stuffing

Yang dimaksud dengan stuffing yaitu memasukkan barang-barang yang sudah di packing kedalam kontainer (Suyono, 2003:183). Proses stuffing pada PT. Wisanka sebagai berikut:

a) Pemeriksaan kontainer seperti light test, bersih, bebas bau, kering, bebas hama, pintu dapat ditutup dengan baik dan atap tidak berkarat atau berlubang.

(30)

b) Penutupan rongga udara dalam kontainer c) Pengeringan kontainer jika perlu

d) Memulai penataan barang dalam kontainer.

1. Peralatan dan tenaga yang dibutuhkan dalam proses stuffing.

a) Peralatan yang dibutuhkan dalam proses stuffing adalah lakban, serap air, buku & bolpoin pencatat, gerobak dorong.

b) Tenaga minimal dalam stuffing sebanyak 8 orang dengan distribusi berikut:

1) 1 orang sebagai pencatat 2) 1 orang koordinir

3) 2 orang mengambil/ mengangkat barang keatas kontainer 4) 4 orang di dalam kontainer (2 penyalur barang, 2 orang penata) 2. Kisaran waktu Stuffing

Waktu yang dibutuhkan pada saat stuffing tergantung kapasitas kontainer dan jumlah barang:

a) 20’ = sekitar 1 jam

b) 40’ standar = sekitar 1.5 jam c) 40’ highcube = sekitar 2 jam

3. Stuffing yang baik (Sudijono, SH, Sarjiyanto, SE. 2009:9) adalah: a) Memaksimumkan kapasitas kontainer.

b) Pembagian berat yang rata.

c) Penataan yang berat dibawah sedangkan yang ringan diatas. d) Kemasan yang mudah pecah jangan tertekan dinding.

(31)

e) Susunan jangan rubuh menimpa pintu kontainer. f) Muatan berbahaya harus diperhatikan.

g) Peraturan special cargo harus diperhatikan. h) Pengaturan ruang kosong ditempatkan diatas.

i) Apabila terpaksanya ruang kosong di samping, maka harus di dunnage dan penyusunannya harus di selang-seling(zigzag).

Referensi

Dokumen terkait

“Kami menerbitan brosur untuk melakukan penyambungan listrik baru melalui call center 123 dilaksanakan agar lebih memudahkan calon pelanggan untuk melakukan pendaftaran tanpa

Kelompok pasien asma mempunyai prevalensi lebih tinggi secara signifikan terjadinya gangguan tidur seperti sulit memulai tidur, terbangun lebih awal, mendengkur,

Salah satu hal yang harus diperhatikan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa matematika adalah dari faktor model pembelajaran dengan media pembelajaran

Dengan algoritma short FFT pada tempat/waktu yang sama, maka perbedaan frekuensi antara signal terkirim dan signal yang dipantulkan dapat dihitung untuk menentukan delay waktu

Pertama, optimalisasi pengembangan diri untuk mendongkrak prestasi (vokasional) sekolah dapat dilakukan dengan memosisikan kegiatan ekstrakurikuler setara

150.000,- hanya dibayarkan satu kali Uang jaminan sebesar 3 x dari harga pokok sewa mesin fotocopy. Uang Jaminan akan dikembalikan setelah kontrak

Dari penjelasan di atas dapat dikatakan kecerdasan spiritual itu sangat dibutuhkan pada siswa agar mereka dengan sendirinya memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi

Fenomena Urban Sprawl terjadi karena perkembangan pemukiman perkotaan yang tidak terkendali. Perkembangan permukiman yang tidak terkendali ini berdampak pada