23
BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH
Berikut ini adalah detail komponen-komponen yang akan penulis rancang dan analisa dalam Mesin Penghancur Limbah Press Mobil, antara lain :
3.1 Nama - Nama Bagian
Mesin Penghancur Limbah Press Mobil terdiri dari 8 part utama dan di bagi ke dalam beberapa sub-assy. Pada gambar di bawah ini terdapat gambar susunan dari Mesin Penghancur Press Mobil.
24
Table 3.1 nama mesin pemecah dan pengurai limbah press mobil
3.2 Pergerakan Mesin
Prinsip kerja dari mesin penghancur limbah press mobil adalah adalah benda kerja di masukan ke dalam mesin melalui conveyor yang selanjutnya di cekam , system pencekam ini lah yang nantinya akan menahan benda kerja ketika proses kerja terjadi. Gambar-gambar di bawah ini akan menjelaskan bagaimana prinsip kerja mesin pengurai.
No Nama 1 Upper Blade 2 Lower blade 3 cover 4 base 5 Pulling 6 Upper Cylinder 7 lower Cylinder 8 clamp 9 Poros penghubung 10 slider 11 pushing cyl 12 Construction1 13 conveyor 14 Construction2 15 conveyor 2 16 Benda 17 Pulling cyl 18 Clamp Cyl 19 Pendorong benda 20 Spring Swf 60 x125 21 Nut M56 22 Shaft Puller 23 T7FC060 24 S6212 25 Pasak
25
Gambar 3.2 Prinsip kerja 1
Yang pertama adalah benda kerja di masukan kedalam mesin lalu
cylinder pendorong memposisikan benda kerja selanjutnya di clamp.
Gambar 3.3 Prinsip kerja 2
Selanjutnya setelah benda di clamp lalu cylinder mendorong upper blade dan lower blade sampai masuk kedalam benda kerja.
26
Gambar 3.4 Prinsip kerja 3
Setelah benda di clamp dan blade mencengkram material selanjutnya
Pulling cylinder akan bergerak ke belakang yang mengakibatkan benda
kerja terurai. Pada bagian inilah proses produksi berlangsung.
Gambar 3.5 Prinsip kerja 4
Proses yang keempat adalah menyimpan benda kerja ke conveyor pembawa yang nantinya akan di teruskan ke proses berikutnya.
27
Gambar 3.5 Prinsip kerja 5
Setelah benda di bawa ke conveyor pembawa maka proses berulang ke awal lagi. Untuk satu benda kerja di perlukan tiga kali proses. Setelah itu berulang kembali, material di masukan lagi oleh conveyor kumudian proses berawal lagi.
3.3 Analisa masalah
28
Setelah mengamati gambar 3.6 dapat dilihat bagian mana saja yang kritis dan apa saja yang perlu diperhatikan pada mekanisme mesin pemecah dan pengurai limbah press mobil. Selanjutnya permasalahan yang akan di bahas adalah yang di tunjuk oleh tanda panah (dengan keterangan angka sebagai urutan) dan penjelasanya sebagai berikut:
1) Assy Upper Blade
Upper blade terdiri dari beberapa part penyusun. a) Blade
Blade yang merupakan komponen utama menjadi part penentu, disini terjadi momen bengkok yang terjadi akibat gaya normal yang di hasilkan dari proses kerja.
b) Poros blade
Poros blade nantinya akan menerima gaya dari cylinder dan kemudian akan di conversikan menjadi gerak mekanis untuk melakukan proses kerja.
Gambar 3.7 assy blade
29
c) Bearing
tapered roller bearing adalah bearing yang dapat menerima beban aksial
dan radial.
2) Assy Lower Blade
Upper blade terdiri dari beberapa part penyusun. a) Blade
Blade yang merupakan komponen utama menjadi part penentu, disini terjadi momen bengkok yang terjadi akibat gaya normal yang di hasilkan dari proses kerja.
Gambar 3.9 tapered roller bearing
30
b) Poros blade
Poros blade nantinya akan menerima gaya dari cylinder dan kemudian akan di conversikan menjadi gerak mekanis untuk melakukan proses kerja.
c) Bearing
tapered roller bearing adalah bearing yang dapat menerima beban aksial
dan radial. Pada bagian bearing akan dihitung berapa umur bearing.
3) Cover
Cover berfungsi untuk mencegah material yang di proses tercecer ke luar
area kerja.
Gambar 3. 13 Cover
Gambar 3.12 tapered roller bearing Gambar 3. 11 Poros blade
31
4) Base
Base merupakan tempat penahan material ketika terjadi proses pencekaman.
Di sini juaga akan di bahas kekuatan dari base tersebut apakah kuat menahan tekanan dari atas ketika terjadi proses pencekaman.
5) Holder Blade
Holder Blade berfungsi sebagai tempat pemegang blade selain itu juga sebagai tempat dudukan cylinder untuk menjalankan proses kerja.
6) Lower Cylinder Hydrolic
Cylinder hydrolic di sini di fungsikan sebagai penyalur tenaga yang di perlukan untuk proses kerja. Besaran ukuran cylinder yang nantinya akan di hitung.
Gambar 3. 14 Base
32
7) Upper Cylinder Hydrolic
Cylinder hydrolic di sini di fungsikan sebagai penyalur tenaga yang di perlukan untuk proses kerja. Besaran ukuran cylinder yang nantinya akan di hitung.
8) Clamp
Pada bagian ini berfungsi sebagai pencekam benda kerja supaya terjaga pada posisi yang di inginkan. Clamp terdiri dari beberapa part pendukung.
Ø 125 x 800 mm
Gambar 3. 16 Lower Cylinder
Gambar 3. 18 Clamp Assy Ø 125x 800 mm
33
a) Base
Berfungsi untuk tempat clamp di pasang. Pada bagian ini di bahas tentang kekuatan menahan tegangan bengkok dari proses clamping.
b) Clamp
Clamp merupakan batang-batang besi yang nantinya akan masuk ke
dalam benda kerja sehingga dapat tertahan di posisi yang di harapkan. Pada tahap ini di analisa tentang kekuatan batang menahan tengangan begkok yang di hasilkan dari proses kerja mesin.
c) Cover pin clamp
Cover pin clamp adalah bagian yang mana di fungsikan sebagai penahan clamp supaya tetap pada posisinya. Analisa kekuatan bahanya mengenai
kemampuanya menahan gaya dari proses clamping. Gambar 3.19 Base clamp
34
9) Rangka
Rangka berfungsi sebagai tempat dudukan komponen-komponen yang di di letakan di atasnya. Komponen yang nantinya akan di asemblingkan adalah base,
cylinder untuk clamp dan cover. Rangka harus dipastikan kuat menahan beban
yang diletakan di atasnya.
Gambar 3.22 Rangka 10) Rangka 2
Rangka berfungsi sebagai tempat dudukan komponen-komponen yang di di letakan di atasnya.Komponen yang nantinya akan di asemblingkan adalah Pulling
Cylinder, slider. Dan nantinya mekanisme penarik juga akan bertumpu pada
bagian ini. Rangka harus dipastikan kuat menahan beban yang diletakan di atasnya.
35
Gambar 3.23 Rangka 2
11) Slider
Slider berfungsi sebagai tempat pergerakan maju mundurnya konstruksi ini. Slider biasanya terbuat dari dua jenis material. Yang pertama sebagai komponen
utamanya atau bodinya sedangkan yang kedua terbuat dari bahan yang lebih lunak seperti kuningan atau material logam lain yang lebih lunak dari material yang bergesekan.
Gambar 3.24 Slider
12) Cylinder Pneumatic
Cylinder pneumatic berfungsi untuk mendorong benda kerja ke posisi prosesnya. Pada bagian ini akan dibahas berapa ukuran cylinder yang di perlukan.
36
13) Pulling Cylinder
Puliing Cylinder berfungsi untuk menarik konstruksi blade sehingga proses
kerja bisa berlangsung. Pada bagian ini penulis nantinya akan membahas tentang berapa diameter cylinder yang diperlukan untuk menarik benda kerja.
Gambar 3.26 Pulling Cylinder
14) Cylinder for clamping
Cylinder ini nantinya akan mendorong konstruksi clamping, sehingga di
perlukan gaya yang cukup besar untuk menembus material. Akan di hitung berapa Ø 63 x 800 mm
37
gaya yang diperlukan untuk menekan benda kerja sehingga dapat dihitung pula berapa diameter cylinder yang di perlukan.