• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 55 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena dimaksudkan untuk mengetahui tindakan sosial suatu kelompok tertentu yaitu komunitas seni pertunjukan Sinar dalam hal adalah adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latensi. Deskriptif kualitatif semata-mata mengacu pada identifikasi karakteristik (sifat yang membedakan) sekelompok manusia, benda atau peristiwa, dan melibatkan proses konseptualisasi, serta menghasilkan pembentukan skema-skema klasifikasi (Silalahi, 2009: 28).

Menurut Atherton dan Klemmack (dalam Soehartono, 1999: 35) sebagaimana ditunjukan oleh namanya, penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau suatu kelompok orang tertentu. Dimana dalam penelitian ini peneliti memberikan gambaran dan mendeskripsikan tentang tindakan sosial yang dilakukan komunitas seni Sinar Betawi dalam melestarikan kesenian tradisional Betawi.

Disini peneliti menjelaskan bahwa tindakan yang di lakukan komunitas seni Sinar Betawi dalam pelestarian budaya dilihat dari aspek adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latensi atau pemeliharaan pola.

(2)

commit to user 56 B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sanggar Seni Budaya Betawi Sinar Betawi di daerah Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Alasan dipilih lokasi tersebut karena di daerah tersebut memang masih banyak terdapat waraga asli Betawi dan beberapa dari mereka aktif dalam pertujukan kesenian Betawi. Selain itu juga memudahkan peneliti dalam akses waktu dan biaya sehingga penelitian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien karena dekat dengan rumah tinggal peneliti.

C. Data Dan Teknik Pengumpulannya

Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah berupa data primer dan skunder. Data primer dalam penelitian ini peneliti peroleh dari wawancara dengan beberapa narasumber. Informasi yang di peroleh peneliti didapat dari beberapa narasumber yaitu:

a. Informasi dari pengurus, pemain, dan orang tua pemain kesenian tradisional Betawi di Sinar Betawi

b. Informasi dari birokrasi setempat

c. Informasi dari warga kecamatan Cipayung .

Sebelumnya peneliti juga memperoleh data dari observasi awal yang telah dilakukan peneliti. Selain didapat dari wawancara, data primer juga di diperoleh melalui pengamatan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak grup dan sanggar Sinar Betawi. Dari pengamatan tersebut peneliti dapat mengetahui bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh grup dan sanggar Sinar

(3)

commit to user 57

Betawi, mulai dari latihan, pentas, dan lain sebagainya. Dari sumber data primer diatas peneliti dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di dalam sebuah grup kesenian Sinar Betawi.

Selain data primer yang dijelaskan diatas, peneliti juga mencari data sekunder. Data sekunder adalah data yang peneliti peroleh secara tidak langsung seperti literatur dari buku, arsip, dan dokumentasi melalui foto atau video yang berkenaan dengan penelitian ini.

a. Data mengenai monografi Kecamatan Cipayung dimana tempat grup kesenian Sinar Betawi berada.

b. Dokumen foto-foto yang merekam kegiatan grup dan sanggar Sinar Betawi.

c. Dokumen dan catatan-catatan penting dari Sinar Betawi.

Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data judgement/ purposive sampling (pengambilan sampel berdasarkan tujuan). Teknik purposive sampling dipilih menjadi teknik pengambilan sampel, karena peneliti memilih responden yang dianggap mengetahui informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang relevan. Dalam teknik ini, siapa yang akan diambil sebagai anggota sampel diserahkan pada pertimbangan pengumpul data yang menurut dia sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Jadi, peneliti akan mengambil siapa saja yang menurut pertimbangannya sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian (Soehartono,1999:63).

(4)

commit to user 58

Dengan kecenderungan peneliti untuk memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap. Bahkan didalam pelaksanaan pengumpulan data, pilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data (Sutopo, 2002 : 56). Dalam penelitian ini peneliti mengambil 15 orang yang dianggap mewakili dan mengetahui informasi secara mendalam. Informan tersebut terdiri dari pemain di grup Sinar Betawi dan warga di lingkungan Sinar Betawi berada.

Dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan beberapa cara melakukan pengambilan data seperti melalui observasi partisispasi, wawancara, dan mendokumentasikan. Obserpasi partisipasi adalah pengumpulan data dengan cara peneliti atau dalam hal ini penulis, terlibat secara langsung dalam kegiatan – kegiatan yang diamati. Dalam hal ini peneliti mempunyai peranan ganda, yaitu sebagai peneliti dan pelaku kegiatan (Slamet, 2006: 86), dimana langsung ke lokasi penelitian dan ikut terlibat untuk mengamati semua aktivitas di dalam grup dan sanggar kesenian sinar Betawi. Pada prosesnya adalah peneliti ikut berkumpul dengan para pemain kesenian Betawi dan berinteraksi langsung dengan mereka, lalu selanjutnya adalah melakukan wawancara. Wawancara adalah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi melalui kegiatan interaksi sosial antara peneliti daengan yang diteliti. Di dalam interaksi itu peneliti berusaha mengungkap gejala yang sedang diteliti melalui kegiatan tanya

(5)

commit to user 59

jawab. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara setengah tersruktur, yaitu mengkombinasikan wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur, sehingga peneliti menstrukturkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diketengahkan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara meloncat- loncat dari waktu ke waktu lain, atau dari topik yang satu ke topik yang lainnya (Slamet, 2006: 105).

Di dalam melakukan observasi dan wawancara, disini juga melakukan pendokumentasian dalam memperoleh data. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan pencatatan-pencatatan atau pengutipan dari dokumen yang ada di lokasi penelitian. Penelitian ini juga berfungsi untuk memperoleh data sekunder yang diperlukan, khususnya sebagai teknik pengumpulan data. Alat kamera foto, film dan video sering juga digunakan di dalam penelitian kualitatif karena bisa membantu di dalam pengumpulan data, terutama untuk memperjelas deskripsi berbagai situasi dan perilaku subjek yang diteliti (Sutopo, 2002 :71-72). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kamera untuk merekam gambar atau foto para anggota komunitas vespa saatsedang berkumpul atau melakukan kegiatan seperti touring dan lain sebagainya dan alat perekam suara (Voice Recorder) untuk merekam hasil wawancara.

D. Validitas Data dan Analisis

Untuk memperoleh data yang valid, cara yang dilakukan peneliti adalah dengan trianggulasi data. Teknik pemeriksaan data dengan

(6)

commit to user 60

menggunakan trianggulasi data atau sering disebut trianggulasi sumber, menurut Patton (dalam Moleong, 2002 : 178) trianggulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Trianggulasi sumber yang memanfaatkan jenis sumber data yang berbeda – beda untuk menggali data yang sejenis. Di sini tekanannya pada perbedaan sumber data, bukan pada teknik pengumpulan data atau yag lain. Peneliti bisa memperoleh dari narasumber (manusia) yang berbeda – beda posisinya dengan teknik wawancara mendalam, sehingga informasi dari narasumber yang satu bisa dibandingkan dengan informasi dari narasumber lainnya (Sutopo, 2002 : 79).

Karena data yang diperoleh berasal dari pengurus dan pemain di grup kesenian Sinar Betawi, oleh karena itu peneliti akan melakukan pengecekkan tentang data-data yang berasal dari hasil wawancara pada informan pertama akan di cek kebenarannya pada informan selanjutnya.

Untuk mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi dengan triangulasi sumber data dengan cara:

a. Membandingkan data hasil dari salah satu orang dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan orang lain yang terkait. b. Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang

berkaitan.

Sedangkan dalam tahap analisis, analisis data pada umumnya adalah sebuah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu

(7)

commit to user 61

pola, kategori dan satuan uraian yang bertujuan memberi penjelasan (Ramdhon, 2011: 52). Dalam tahap analisis data kualitatif ada tiga komponen yang harus diikuti yaitu:

a. Reduksi

Merupakan proses seleksi pemfokusan penyederhanaan, dan abstraksi data kasar melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkan dalam suatu pola yang lebih luas.

b. Sajian Data

Dengan melihat suatu penyajian data peneliti akan mudah memahammi apa yang sedang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis maupun mengambil tindakan berdasarkan pengertian tersebut. Dengan adanya sajian data ini akan mempermudah peneliti dalam membuat kesimpulan.

c. Penarikan Kesimpulan

Merupakan suatu kesimpulan dari apa yang telah diteliti dari awal hingga akhir. Kesimpulan ini bersifat longgar dan terbuka. Kesimpulan diverifikasikan selama penelitian berlangsung. Simpulan perlu diverifikasi agar cukup mantap dan benar – benar bisa dipertanggung jawabkan (Sutopo 2002 : 91 - 93).

Sebelum melakukan analisis data, tentunya peneliti telah melalui beberapa tahap seperti menentukan tema dan topik penelitian, menyusun proposal, mengumpulkan data, dan menyusun laporan. Dalam proses awal

(8)

commit to user 62

penelitian, peneliti mencari informasi tentang grup kesenian Betawi melalui beberapa sumber di internet. Selain itu peneliti juga mengkaji dan mencari beberapa sumber refrensi dari beberapa buku mengenai kesenian pertunjukan Betawi. Di sini sesekali peneliti juga mewawancari beberapa orang yang mengerti tentang kesenian tradisional dan mencari informasi tentang letak grup kesenian Betawi tersebut. Selanjutnya baru peneliti memulai beberapa tahap penelitian, dan tahapan-tahapan tersebut dimulai dari:

Tahap pertama yang dilakukan peneliti adalah mencari letak keberadaan grup dan sanggar kesenian Betawi. Dalam pencarian lokasi, peneliti dibantu oleh informan. Informan tersebut adalah bapak dari peneliti yang merupakan anggota kepolisian yang bertugas diwilayah Cipayung. Setelah menemukan grup dan sanggar kesenian Sinar Betawi, peneliti segera mempelajari mengenali wilayah dan kondisi sosial di lokasi penelitian tersebut. Grup kesenian Sinar Betawi terletak di perumahan TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dimana merupakan komplek perumahan dinas bagi karyawan yang bekerja di TMII. Walaupun merupakan perumahan, namun suasana disini masih seperti sebuah perkampungan, dimana warganya saling berbaur satu sama lain, dan terlihat suasana yang khas seperti di perkampungan.

Setelah mengetahui lokasi dan mengenal kondisi di daerah tersebut, peneliti juga mencari tempat tinggal di dekat daerah objek penelitian. Tujuan peneliti mencari untuk mencari tempat tinggal didaerah tersebut adalah

(9)

commit to user 63

untuk memudahkan proses penelitian selanjutnya. Akhirnya peneliti memutuskan untuk tinggal dirumah salah seorang kerabat yang memang tinggal di daerah Kecamatan Cipayung tepatnya di Kelurahan Lubang Buaya. Jarak dari rumah yang di tinggali peneliti dengan letak grup dan sanggar Sinar Betawi tidak terlalu jauh karena hanya menempuh perjalanan selama kurang lebih 10 menit.

Tahap kedua, peneliti menyelesaikan beberapa prosedur perijinan yang dilakukan di Dinas Pemerintahan setempat untuk bukti dan mempermudah proses penelitian apabila dibutuhkan. Surat-surat tersebut juga nantinya digunakan untuk lampiran di laporan penelitian sebagai salah satu bukti bagi peneliti dalam melakukan penelitian.

Pada tahap ketiga, peneliti melakukan pengamatan di lapangan. Peneliti juga memulai mengenali dan melakukan pendekatan kebeberapa warga disana. Dan peneliti memperoleh seorang teman yang mana ia adalah salah satu dari anggota atau pemain di grup Sinar Betawi, dan ia juga merupakan salah satu pelatih tari di sanggar Sinar Betawi. Orang tersebut akhirnya dijadikan informan dalam penelitian ini. Dalam tahap ini peneliti menghabiskan waktu yang cukup lama, setelah berhasil dekat dengan informan tersebut, peneliti melakukan pengamatan tentang situasi di grup dan sanggar Sinar Betawi. Dengan bantuan informan tersebut juga peneliti dikenalkan dengan beberapa pengurus dan pemain di grup Sinar Betawi.

Disini peneliti melakukan observasi secara mendalam dengan cara berbaur dengan lingkungan di grup dan sanggar Sinar Betawi. peneliti juga

(10)

commit to user 64

mengikutu aktivitas yang dilakukan oleh sanggar Sinar Betawi seperti latihan musik Betawi (tanjidor dan gambang kromong), dan lain sebagainya. Peneliti juga tidak lupa mendokumentasikan dalam bentuk catatan harian di lapangan, dengan mencatat semua yang terjadi di lapangan dalam pengamatan peneliti sejauh ini.

Tahap keempat, setelah melalui beberapa tahapan seperti mencari letak lokasi penelitian, mengurus perijinan, sampai melakukan observasi, pada tahap ini peneliti mulai melakukan wawancara secara mendalam kebeberapa responden mengenai topik-topik yang peneliti angkat dalam penelitian ini. Dari pengamatan yang sudah dilakukan sebelumnya, peneliti lalu mengkonfirmasikan data-data yang di dapat dari pengamatan sebelumnya dengan data-data yang didapat dari hasil wawancara dengan beberapa responden.

E. Profil Informan

Di dalam penelitian ini, peneliti memilih informan dengan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan), dimana memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang relevan. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang bergelut di sanggar Sinar Betawi, dimana peneliti mengambil 15 orang sebagai informan, dimana informan tersebut meliputi pengurus, pembina, pelatih, dan juga pemain atau anggota dan juga warga yang tinggal di lingkungan

(11)

commit to user 65

grup Sinar Betawi berada karena dianggap cocok dan mengetahui permasalahan yang di angkat oleh peneliti. Dari mereka semua ini bukan hanya informasi dengan wawancara yang diperoleh tetapi juga pada hasil pengamatan atau observasi yang peneliti lakukan seperti dijelaskan diatas. Kemudian peneliti juga mengambil salah satu informan untuk dijadikan key

informant dari penelitian ini yaitu seorang mahasiswa Seni Tari UNJ yang

merupakan juga salah seorang pelatih tari di sanggar Sinar Betawi. Dari key

informant tersebut peneliti mendapat beberapa informasi lebih untuk

penelitian ini. Adapun informan yang telah diwawancarai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ici

Ici merupakan key informant dalam penelitian ini, ia juga berperan sebagai pelatih tari di sanggar dan juga pemain di grup kesenian Sinar Betawi. Ici berusia 25 tahun. Dia juga tercatat sebagai mahasiswa Seni Tari di Universitas Negeri Jakarta. Ia merupakan pemain senior di grup kesenian Sinar Betawi, yang ikut membantu dalam membangun grup kesenian Sinar Betawi. Ici juga tinggal di perumahan TMII, Jakarta Timur.

2. Maman

Maman adalah seorang pembina di dalam grup dan sanggar kesenian Sinar Betawi. Maman berusia 54 tahun, dan bersetatus sebagai Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sebagai pengurus kesenian dan kebudayaan se Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah. Ia merupakan bapak dari

(12)

commit to user 66

Yudi seorang pendiri grup dan sanggar kesenian Sinar Betawi. Maman tinggal di Perumahan TMII, kelurahan Bambu Apus dimana sekertariatan grup Sinar Betawi juga terletak disana.

3. Edel

Edel merupakan warga di lingkungan grup kesenian Sinar Betawi berada. Edel berusia 71 tahun. Beliau sudah dianggap sebagai pelindung dan sesepuh di dunia kesenian tradisional Betawi. Pihak Sinar Betawi sering meminta nasihat dari beliau perkara kesenian dan kebudayaan Betawi lainnya. Edel juga tinggal di Perumahan TMII, Bambu Apus, Jakarta Timur.

4. Yudi

Yudi adalah pengurus, sekaligus pelatih di dalam grup dan sanggar kesenian Sinar Betawi. Ia juga merupakan salah satu pencetus pertama yang mendirikan grup kesenian Sinar Betawi. Yudi berusia 25 tahun, dia bekerja di UHAMKA (Universitas Dr.Hamka) di bagian administrasi. Ia juga bekerja sebagai pengajar atau pelatih kesenian tradisional Betawi di ITB (Institut Teknologi Bandung) dan juga sering di undang sebagai juri di perlombaan kesenian tradisional. Yudi juga merupakan anak dari Maman.

5. Nacing

Nacing adalah pemain dan pelatih di grup Sinar Betawi. Ia juga sering di jadikan MC ketika pementasan. Nacing berusia 28 tahun, ia bekerja sebagai wirausaha selain aktif dalam melestarikan kebudayaan Betawi.

(13)

commit to user 67

Sebelum bergabung dengan Sinar Betawi, Nacing sudah bergerak didunia seni dan memiliki grup lawak Betawi. Nacing pernah mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu stasiun tv swasta. Dulu Nacing juga tinggal di Perumahan TMII, namun setelah menikah Nacing pindah rumah di daerah Kelurahan Lubang Buaya.

6. Iwan

Iwan merupakan seorang pemain dan juga pelatih di grup Sinar Betawi. Ia berusia 31 tahun. Ia bekerja sebagai wiraswasta. Sama dengan Nacing, Iwan dulu tergabung dengan grup lawak yang dibentuk bersama Nacing sebelum membentuk Sinar Betwi. Beliau juga sering diminta menjadi pembawa acara di acara-acara kebudayaan Betawi. Iwan tinggal di Kelurahan Setu.

7. Dede

Dede adalah pemain di grup Sinar Betawi. Dia biasa memainkan alat musik Gambang ketika pementasan. Ia berusia 18 tahun, Dede adalah adik dari Yudi. Ia masih bersekolah kelas 3 SMA. Selain tergabung dalam grup Sinar Betawi, Dede juga mempunyai grub band bersama teman-teman sekolahnya.

8. Parti

Parti merupakan orang tua murid yang mengikuti sanggar tari milik Sinar Betawi. Ia merupakan warga di daerah Kecamatan Cipayung. Iya sering mengantarkan anaknya kepementasan-pementasan yang dimainkan anaknya bersama grup Sinar Betawi.

(14)

commit to user 68 9. Dinda, Ajeng dan Putri

Dinda dan Ajeng adalah anak dan keponakan dari Budi, salah satu pemain dan pelatih di Sinar Betawi. Mereka mengikuti kesenian tari di sanggar Sinar Betawi. Sebelumnya mereka berdua juga pernah di daftarkan ke sanggar Noray milik Hj.Nori sebelum sanggar Sinar Betawi di bangun. Sedangkan Putri adalah teman-teman sepermainan Dinda dan Ajeng, ia juga ikut terdaftar sebagai murid di sanggar tari Sinar Betawi. Dari mereka bertiga peneliti memperoleh data tentang motivasi anak-anak di sanggar Sinar Betawi dalam memainkan kesenian tradisional.

10. Aji

Aji adalah warga di daerah Lubang Buaya Kecamatan Cipayung. Menurut beliau, seni pertunjukan seperti yang dilakukan grup Sinar Betawi beberapa waktu lalu sudah jarang ditemui. Bahkan ketika ada acara hajatan warga, warga sendiri lebih sering memanggil grup dangdut atau orgen tunggal untuk mengisi acara.

11. Ade

Ade adalah warga kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung. Ia adalah pemilik warung di dekat sanggar tari milik Sinar Betawi. Menurut beliau juga kesenian Betawi pada saat ini sudah mulai jarang dan sepi peminat. Beliau juga mendukung apabila Sinar Betawi membuka sanggar di daerah Kelurahan Setu. Menurutnya, Sinar Betawi membawa

(15)

commit to user 69

dampak positif bagi remaja dan anak-anak disana, karena dapat mengenal kebudayaan Betawi.

12. Husnizon Nizar

Nizar adalah kepala Dinas Kebudayaan Jakarta Timur. Dari beliau peneliti mendapat beberapa informasi tentang peran pemerintah dalam melestarikan kesenian tradisional Betawi. Salah satu peran pemerintah adalah mendirikan LKB (Lembaga Kebudayaan Betawi) yang sudah ada sejak tahun 1976. Sampai sekarang LKB sendiri masih berjalan dan menampung seniman-seniman Betawi yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

13. Ridwan

Ridwan adalah seorang anggota kepolisian di Polsek Cipayung Jakarta Timur. Ia sering patroli di daerah kelurahan Bambu Apus dan beberapa waktu pernah berkunjung ke sanggar kesenian Sinar Betawi. Ia berumur 52 tahun. Dia juga sering mengurusi surat ijin jalan untuk grup kesenian Sinar Betawi apabila ingin melakukan atau mengadakan pentas dan keramaian di daerah tertentu.

Referensi

Dokumen terkait

Teramati dengan jelas bahwa tegangan tidak berubah atau konstan dengan perubahan nilai volume elektrolit ekstrak buah nanas baik tanpa (sampel A) maupun melalui penyaringan

Jika cadel juga termasuk gen yang ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin yang dominan pada laki-laki dan resesif pada orang perempuan, maka perkawinan antara

Dalam transaksi Lease: Lessor dapat menikmati pajak yang lebih kecil akibat penerapan.. accelerated depreciation,

Jika produk ini mengandung komponen dengan batas pemaparan, atmosfir tempat kerja pribadi atau pemantauan biologis mungkin akan diperlukan untuk memutuskan keefektifan ventilasi atau

Reabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama. Uji reabilitas digunakan untuk mengukur keakuratan dan presisi

Perencanaan dimulai dengan meminta izin kepada kepala sekolah untuk melakukan observasi dikelas 4 SD Negeri Samirono. Setelah mendapat izin dari kepala

Prasasti mempunyai sifat resmi sebagai suatu keputusan atau perintah yang diturunkan oleh seorang raja atau penguasa, sehingga dalam penulisannya ada aturan- aturan penulisan

Menurut David Williams (1995) dalam buku Lexy Moleong menyatakan: “Bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode