• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, memberikan kewenangan kepada daerah provinsi/kabupaten/kota untuk mengurus dan memajukan daerahnya sendiri. Hal ini diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, dan pemberdayaan peran serta masyarakat

Agar berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanaan dimasa mendatang dapat berhasil dengan baik, maka harus disusun dalam suatu perencanaan yang matang. Perencanaan yang disusun tentunya harus mempertimbangkan keadaan yang ada dan memprediksikan keadaan yang akan datang dengan berbagai dukungan dan hambatan yang akan timbul.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tahun 2014 disusun guna memberikan gambaran tentang pencapaian kinerja Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 73 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 1 (satu) tahun anggaran dalam hal ini Tahun Anggaran 2014. Dalam penyusunannya, LKj IP ini mengacu pada format yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Adapun Indikator Kinerja Utama (IKU) yang diukur dalam LKj IP Dincipkataru Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 mengacu pada ketentuan Permen PAN Nomor Per/20/M.Pan/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan

(2)

2 Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Selain itu juga, substansi IKU Dincipkataru Provinsi Jawa Tengah yang di ukur dan dianalisa kinerjanya mengacu pada Indikator Sasaran yang termuat dalam Rencana Strategis (Renstra) Dincipkataru Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 - 2018 yang telah disempurnakan serta dengan memperhatikan Visi Misi Gubernur Jawa Tengah periode Tahun 2013–2018 dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018.

1.2 Landasan Hukum

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tahun 2014 dilandasi dengan dasar hukum sebagai berikut :

a. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); b. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan

Keuangan Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126);

c. Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

d. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

(3)

3 e. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2014

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 Nomor 5 Noreg Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah: (1/2014). Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 65);

f. Keputusan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah Nomor : 33/ V/ 2014 tentang Penetapan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 – 2018.

1.3 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dari penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tahun 2014 adalah :

a. Untuk mengetahui, menganalisa dan mengevaluasi pencapaian kinerja sasaran strategis Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang sebagaimana yang telah ditetapkan dalam IKU dan Renstra Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang pada Tahun 2014;

b. Mengetahui akuntabilitas kinerja dan akuntabilitas keuangan Dincipkataru Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014;

c. Sebagai acuan untuk perencanaan kinerja dan kegiatan di Tahun mendatang.

Sedangkan tujuan dari penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Tahun 2014 Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang adalah :

a. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang pada Tahun 2014,

b. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang.

(4)

4 c. Mengetahui kekuatan dan kelemahan serta kendala dalam

pencapaian kinerja pada Tahun 2014.

1.4 Gambaran Umum Organisasi

Berdasarkan Perda Daerah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata kerja SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dan Peraturan Gubernur Nomor 73 Tahun 2008 Tentang penjabaran Tupoksi SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dan Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2011 tentang Perubahan atas peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inti Pelaksana Teknis pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, tugas Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang permukiman, perumahan, penataan ruang dan pertanahan berdasarkan asas otonomi daerah dan Tugas Pembantuan.

Sedangkan Fungsi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang permukiman, perumahan; penataan ruang dan pertanahan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang permukiman, perumahan; penataan ruang dan pertanahan;

c. Pembinaan dan fasilitasi bidang permukiman, perumahan; penataan ruang dan pertanahan lingkup provinsi dan kabupaten/kota;

d. Pelaksanaan tugas di bidang tata bangunan dan lingkungan; perumahan prasarana dan sarana permukiman; penataan ruang dan pertanahan;

e. Pemantauan; evaluasi dan pelaporan bidang permukiman, perumahan; penataan ruang dan pertanahan;

(5)

5 g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan

tugas dan fungsi.

1.5 Susunan Kepegawaian Dan Sarana Prasarana

1.5.1 Susunan Kepegawaian Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

Susunan Kepegawaian berdasarkan Struktur Organisasi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, adalah sebagai berikut (Gambar 1.1) :

1) Kepala Dinas.

2) Sekretaris, membawahkan :  Sub Bagian Program;  Sub Bagian Keuangan;

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

3) Bidang Penataan Ruang dan Lahan, membawahkan :  Seksi Perencanaan Tata Ruang;

 Seksi Pengawasan dan Pengendalian Ruang;  Seksi Pembinaan dan Pengendalian Lahan. 4) Bidang Perumahan membawahkan :

 Seksi Pembinaan dan Pengendalian Pembangunan

Perumahan;

 Seksi Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman;  Seksi Pengembangan Perumahan Swadaya.

5) Bidang Prasarana dan Sarana Permukiman, membawahkan :  Seksi Pengembangan Prasarana dan Sarana Air Minum;  Seksi Pengembangan Prasarana dan Sarana PLP;

(6)

6  Seksi Pengawasan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana

Permukiman

6) Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan, membawahkan :

 Seksi Pembinaan dan Pengendalian Bangunan dan Lingkungan;

 Seksi Pengawasan Pemanfaatan Bangunan dan Lingkungan; 7) Unit Pelaksana Teknis Dinas, Balai Pengujian dan Informasi

Konstruksi terdiri dari (Gambar 1.2) : Kepala Balai, membawahkan :

 Sub Bagian Tata Usaha  Seksi Pelayanan Uji

 Seksi Pelayananan Informasi

8) Unit Pelaksana Teknis Dinas, Balai Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi, terdiri dari (Gambar 1.3) :

Kepala Balai, membawahkan :  Sub Bagian Tata Usaha

 Seksi Pemberdayaan Jasa Konstruksi,  Seksi Pengawasan Jasa Konstruksi. 9) Kelompok Jabatan Fungsional.

Dilihat Dari Jumlah pegawai di Lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah status bulan Desember 2014 adalah sebanyak 209 (dua ratus sembilan) orang PNS dengan rincian sebagai berikut :

 Menurut Jabatan :

a. Pejabat Struktural sebanyak 28 Orang b. Pejabat Fungsional tertentu 2 orang

c. Pejabat Fungsional Umum sebanyak 224 orang (pangkat/Gol Ruang) yang terdiri dari :

 Pembina Utama Muda (IV/c) : 1 orang

(7)

7

 Pembina (IV/a) : 18 orang

 Penata Tk.I (III/d) : 26 orang

 Penata (III/c) : 44 orang

 Penata Muda Tk. I (III/b) : 59 orang

 Penata Muda (III/a) : 14 orang

 Pengatur Tk.I (II/d) : 7 orang

 Pengatur (II/c) : 6 orang

 Pengatur Muda Tk.I (II/b) : 20 orang

 Pengatur Muda (II/a) : 4 orang

 Juru Tk.I (I/d) : 1 orang

 Juru (I/c) : 4 orang

 Juru Muda Tk. I (I/b) : - orang

 Juru Muda (I/a) : - orang

 Menurut Pendidikan :

a. Sarjana Strata 2 : 39 orang b. Sarjana Strata 1 : 71 orang c. Diploma III/IV : 15 orang

d. SMU/sederajat : 67 orang

e. SMP/ SD : 17 orang

(8)

8

GAMBAR 1.1 Struktur Organisasi

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

Ir. MALADIYANTO, MT NIP. 19580520 198603 1 011

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

1. Ir. SUDIYARTO, M.Eng. 2. BANDOT AGUSTAMAN, ST. MT. 3. SUTOYO, SST. UPTD SEKRETARIAT Ir. PRIHASTOTO, MT NIP. 19621025 199003 1 005 SUB BAG PROGRAM

Ir. ARIEF FRIYOGA, CES NIP. 19630615 199203 1 009

SUB BAG

UMUM DAN KEPEGAWAIAN

SRI WINDAYANI, SH, MM. NIP. 19660708 198810 2 001 SUB BAG KEUANGAN SUKISWATI, SH, MM. NIP. 19590709 198003 2 004 BIDANG TATA BANGUNAN DAN

LINGKUNGAN

Ir. RONTO DUMADI NIP. 19601205 199402 1 001

SEKSI

PENGAWASAN PEMANFAATAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

INDRARTO WIDYATMOKO, ST. MT. NIP. 19691024 199603 1 004

SEKSI

PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN BANG. GEDUNG DAN LINGKUNGAN

SRI WIHARNANTO, ST. MT. NIP. 19670207 199003 1 005

BIDANG PERUMAHAN

Ir. ARIEF DJATMIKO, MA. NIP. 19660801 199603 1 004 SEKSI PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN Ir. HARTATI NIP. 19581111 198708 2 001 SEKSI PENGEMBANGAN PERUMAHAN SWADAYA

Ir. MUSTOFA KAMAL, MT. NIP. 19601103 199203 1 006

SEKSI

PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN

SUPRAPTA, SH. MT. NIP. 19660611 198809 1 001

BIDANG

PENATAAN RUANG DAN LAHAN

Ir. SIGIT KRIDA HARIONO, M.Si. NIP. 19620223 198901 1 002 SEKSI PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN LAHAN Ir. YUSMINAR, MT NIP. 19621207 199803 2 001 SEKSI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN RUANG SUSILOWATI RETNANINGSIH, ST NIP. 19620430 199401 2 001 SEKSI

PERENCANAAN TATA RUANG

Ir. SUTRISNO NIP. 19620317 199311 1 001

BIDANG

PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN

Ir. TEKAD WINARIYANTO, MT NIP. 19610201 198812 1 001

---

SEKSI

PENGAWASAN PEMANFAATAN PRASARANA DAN SARANA PERKIM

SUSANTI PUJI LESTARI, ST

NIP. 19640205 199703 2 001 SEKSI PENGEMBANGAN PRASARANA DAN SARANA PLP SUHARSONO ADIBROTO, ST, MM NIP. 19640329 198703 1 005 SEKSI PENGEMBANGAN PRASARANA DAN SARANA AIR MINUM

Ir. R. AGUS PRIAMBODO UTOMO, MT

NIP. 19630406 199102 1 001

Sumber : Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

(9)

9

Gambar 1.1

Struktur Organisasi Balai Pengujian Dan Informasi Konstruksi (BPIK)

Sumber : Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur

Nomor 47 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

Gambar 1.2

Struktur Organisasi Balai Pemberdayaan Dan Pengawasan Jasa Konstruksi (BPPJK)

Sumber : Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur

Nomor 47 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

SEKSI

PELAYANAN INFORMASI

Dra. ADIYATI NIP. 19580406 198501 2 001

KEPALA BALAI

Ir. ANIEK CHANIFAH, MM NIP. 19601105 198703 2 003

SUBBAG TATA USAHA

Ir. MOCHAMMAD SALIM NIP. 19610212 199003 1 009

SEKSI PELAYANAN UJI

Ir. DIAH PURBANDARI M.U. MT NIP. 19640516 199603 2 003

KEPALA BALAI

Ir. NUNUK RINI MURWANI, MT NIP. 19580922 199003 2 001

SUBBAG TATA USAHA

HERMAWAN BUDI L, S.Sos. NIP. 19661012 198811 1 001 SEKSI PEMBERDAYAAN JASA KONSTRUKSI SUGITO, ST. MT. NIP. 19620709 199103 1 006 SEKSI PENGAWASAN JASA KONSTRUKSI

Ir. L. AGUS TINARYO NIP. 19610810 199002 1 009

(10)

10 1.5.2 Sarana dan Prasarana Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang

Provinsi Jawa Tengah

Sarana dan Prasarana yang dimiliki Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jateng sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan tugas adalah berikut :

1 (satu) buah Gedung Kantor Induk Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah;

2 (dua) buah Gedung Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK)

1 (satu) buah Balai Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi (BPPJK)

83 (delapan puluh tiga) unit personal computer;

13 (tiga belas) unit portable computer; Koneksi internet;

59 (lima puluh sembilan) unit mesin cetak; 6 (enam) unit mesin telepon/fax;

Sistem pendingin (AC) pada setiap ruangan;

14 (empat belas) unit roll pack;

Sistem pengamanan kantor dengan kamera CCTV;

18 (delapan belas) Kendaraan Operasional Roda 4 (empat); 12 (dua belas) Kendaraan Operasional Roda 2 (dua);

1 (satu) buah pemecah beton;

(11)

11

1.6 Permasalahan Utama (Strategic Issued) yang Dihadapi Dinas

Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

Adapun permasalahan utama Dincipkataru yang harus segera ditangani diantaranya sebagai berikut :

Masih tingginya jumlah rumah yang tidak layak huni;

Masih kurangnya prasarana sarana lingkungan perumahan pada kawasan permukiman yang belum memadai di perkotaan maupun di perdesaan;

Belum optimalnya pelayanan air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat;

Rendahnya cakupan pelayanan air bersih dan sanitasi di perkotaan dan perdesaan;

Belum optimalnya pengelolaan dan pengawasan bangunan sebagaimana pedoman teknis yang berlaku;

Masih banyaknya kawasan strategis di Jawa Tengah yang belum memiliki aturan tata ruang, dan produk RTRWP belum efektif sebagai alat operasional;

Banyaknya Kabupaten / Kota yang belum memiliki Rencana Detail Tata Ruang;

Belum optimalnya upaya pemanfaatan dan pengendalian terhadap pemanfaatan ruang untuk menuju Jawa Tengah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;

Masih perlu peningkatan sumber daya manusia yang bersertifikat kompetensi dalam kegiatan jasa konstruksi;

Masih rendahnya kegiatan konstruksi yang melalui pengujian mutu bahan;

(12)

12

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1 Rencana Strategis (Renstra) Dinas Cipta Karya dan Tata

Ruang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018

Rencana strategis adalah merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai dengan lima tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang, tantangan dan hambatan yang timbul. Rencana Strategis Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tahun 2013-2018 merupakan bagian integral dari kebijakan dan program pemerintah Jawa Tengah dan merupakan landasan dan pedoman bagi seluruh aparat dalam pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan selama kurun waktu 5 (lima) Tahun yaitu sejak Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2018 .

Untuk mewujudkan Renstra tentu perlu ditunjang dengan Visi dan Misi yang rasional. Untuk itu dapat diperhatikan Visi dan Misi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yaitu :

a. Visi

Visi merupakan pernyataan cita-cita atau impian sebuah kondisi yang ingin dicapai di masa depan yang dapat diwujudkan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu pada akhir tahun 2013-2018. Kondisi yang dicita-citakan atau diimpikan tersebut adalah kondisi yang di akhir periode dapat diukur capaiannya melalui berbagai usaha pembangunan.

Visi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk pembangunan daerah jangka menengah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 yaitu:

MENUJU JAWA TENGAH SEJAHTERA DAN BERDIKARI

(13)

13 Mengacu kepada Visi Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah dan isu strategis berdasarkan tugas fungsi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, maka SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang memiliki Visi sebagai berikut :

”Mewujudkan Permukiman Yang Layak Melalui Pembangunan Keciptakaryaan Sesuai Tata Ruang”

Makna dari mewujudkan permukiman yang layak melalui pembangunan keciptakaryaan dalam tata ruang yang berkelanjutan yaitu: 1. Permukiman yang layak, yaitu terciptanya lingkungan permukiman

yang memenuhi persyaratan kebutuhan dasar bagi masyarakat secara merata di seluruh wilayah di Jawa Tengah, serta meningkatkan kualitas permukiman yang layak.

2. Pembangunan Keciptakaryaan merupakan pembangunan prasarana pendukung perumahan melalui perluasan akses dan penyediaan prasarana dan sarana serta pemenuhan standar pelayanan minimal. Prasarana pendukung perumahan tersebut meliputi:

Pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas dan kontinuitas bagi masyarakat;

Pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan sesuai dengan standar teknis, sehingga tidak menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas lingkungan;

Pelayanan prasarana dan sarana persampahan, meliputi semua kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian timbulan sampah, pengumpulan, transfer dan transportasi, pengolahan dan proses akhir sampah dengan mempertimbangkan faktor kesehatan lingkungan, ekonomi, teknologi, konservasi, estetika dan faktor lingkungan lainnya;

(14)

14 3. Tata Ruang yang Berkelanjutan, yaitu kondisi tata ruang yang

sesuai dengan daya dukung dan daya tampung ruang wilayah

Provinsi Jawa Tengah guna mewujudkan pembangunan

berkelanjutan.

b. Misi

Misi merupakan pernyataan tentang hal-hal yang harus dikerjakan untuk mewujudkan visi. Misi akan memberikan arah sekaligus batasan dalam proses pencapaian tujuan. Misi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 yaitu:

1. Meningkatkan kinerja kelembagaan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah;

2. Mewujudkan permukiman yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat;

3. Mewujudkan perumahan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat; dan

4. Mewujudkan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan.

c. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Tujuan dan sasaran merupakan tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah. Hasil dari tujuan dan sasaran ini akan menjadi dasar penyusunan kinerja SKPD selama lima tahun. Tujuan yaitu pernyataan yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi.

Sasaran yaitu hasil yang diharapkan dari suatu tujuan dan diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai dan rasional untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Strategi dan Kebijakan merupakan rumusan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran pada setiap misi. Rumusan strategi dan kebijakan untuk setiap misi adalah sebagai berikut:

(15)

15 Keterkaitan antara misi, tujuan, sasaran, indikator sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel II.1 berikut:

(16)

16 Tabel II.1

Keterkaitan Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan dan Strategi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

NO MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN

1 Meningkatkan Kinerja Kelembagaan Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

1. Penyelenggaraan Pemerintah daerah yang kompeten, profesional,

berdedikasi tinggi dan berorientasi pada pelayanan prima; 2. Menciptakan sistem birokrasi yang transparan dan akuntabel. 1. Penyelenggaraan pemerintahan yang bebas korupsi; 2. Tercapainya laporan keuangan daerah dengan opini wajar tanpa pengecualian

1. Meningkatkan sistem tata kerja birokrasi yang transparan dan meningkatkan

kapasitas dan integritas SDM aparatur;

2. Keterbukaan sistem pola karir manajemen kepegawaian

Kebijakan 1:

Menerapkan sistem tata kerja birokrasi berbasis teknologi informasi Kebijakan 2:

Pengembangan sumber daya aparatur yang terintegritas, netral, kompeten, kapabel, berkinerja, sejahtera dan sistem pembinaan karir yang terbuka 2 Mewujudkan Permukiman Yang Layak Untuk Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Tujuan 1: Meningkatkan kualitas bangunan Sasaran 1: Meningkatnya kualitas bangunan gedung dan non gedung

Strategi 1:

Peningkatan kualitas bangunan didukung jasa konstruksi, informasi dan teknologi yang handal

Kebijakan 1:

Meningkatkan kualitas pelaku jasa konstruksi, pelayanan pengujian dan informasi

Kebijakan 2:

Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana perkotaan dan perdesaan

(17)

17

NO MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN

Tujuan 2: Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman Sasaran 2: Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi

Strategi 2:

Peningkatan cakupan pelayanan air bersih dan sanitasi di perkotaan dan perdesaan

Meningkatkan kualitas dan kapasitas prasarana sarana serta sistem penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis

masyarakat dan institusi (SPAM Regional) 3 Mewujudkan Perumahan Berkualitas Untuk Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Meningkatkan pemenuhan kebutuhan perumahan layak huni Meningkatnya pemenuhan perumahan layak huni Peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan lingkungan

permukiman

Meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni dan lingkungan permukiman kumuh khususnya pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah 4 Mewujudkan Pemanfaatan Ruang Yang Berkelanjutan Meningkatkan daya dukung infrastruktur dengan menerapkan konsep ramah

lingkungan sesuai rencana tata ruang Terwujudnya pembangunan berwawasan lingkungan Strategi 1: Peningkatan penataan ruang Strategi 2: Peningkatan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang Meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pihak terhadap arti pentingnya fungsi dan manfaat penataan ruang sebagai langkah awal sebelum penerapan sanksi atas penegakan perda

(18)

18

2.2 Perjanjian Kinerja (PK)

Perjanjian Kinerja (PK) yang semula Penetapan Kinerja (PK) pada dasarnya adalah lembar/ dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/ kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

Adapun tujuan disusunnya Perjanjian Kinerja diantaranya sebagai berikut :

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur;

2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;

3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi;

4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/ kemajuan kinerja penerima amanah;

(19)

19 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2014 telah melakukan Perjanjian Kinerja dengan Gubernur Jawa Tengah untuk mewujudkan target kinerja sesuai lampiran perjanjian ini.

Guna mewujudkan kinerja yang telah diperjanjikan, maka Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2014 telah melaksanakan 13 (tiga belas) program 51 (lima puluh satu) kegiatan yang didukung oleh APBD Provinsi sebesar Rp. 62.609.399.000,- dan APBN sebesar Rp. 8.792.428.000,- berupa dana dekonsentrasi dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang.

Secara singkat gambaran mengenai keterkaitan antara Tujuan/sasaran, Indikator dan Target Kinerja yang telah disepakati antara Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dengan Gubernur Tahun 2014, secara lengkap tercantum pada Tabel II.1 di bawah ini.

Tabel II.2 Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2014

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5 Meningkatkan Sarana dan Prasarana Perkotaan dan Perdesaan Jumlah Kawasan Perkotaan Kumuh, Prasarana dan Sarana Pendukung Kegiatan Perekonomian, Kawasan Perbatasan Kabupaten/ Kota dan Kawasan Strategis Yang Tertangani 23 Kawasan PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PERKOTAAN DAN PEDESAAN Kegiatan : 1. Revitalisasi Kawasan Perkotaan Kumuh Fungsi PKN dan PKW Rp. 9.100.000.000,- 1. Rp.1.800.000.000,-

(20)

20

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5 2. Pembangunan Prasarana dan Sarana Perumahan pada Kawasan Wisata dan Revitalisasi Kawasan Tradisional/ Cagar Budaya 3. Pembangunan Prasarana dan Sarana pada Kawasan Agropolitan dan Minapolitan 4. Penataan Kawasan Perbatasan dan Kawasan Strategis 5. Pendampingan Program Pusat PPIP 2. Rp.2.000.000.000,- 3. Rp.2.200.000.000,- 4. Rp.2.700.000.000,- 5. Rp.400.000.000,- Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman Cakupan Pelayanan Air Minum dan Sanitasi

 Air Minum Perkotaan (%)  Air Minum Perdesaan (%)  Sanitasi (%)  67,00%  50,50%  69,00% PROGRAM PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM DAN SANITASI Kegiatan : 1. Peningkatan Rp.7.563.000.000,- 1. Rp.2.605.000.000,-

(21)

21

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5 Penyediaan Prasarana dan Sarana Sanitasi 2. Pendampingan Pelaksanaan Program Pusat PAMSIMAS 3. Peningkatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Bersih

4. Evaluasi Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Permukiman 5. Pendampingan Pelaksanaan Program USRI 2. Rp.400.000.000,- 3. Rp.3.558.000.000,- 4. Rp.500.000.000,- 5. Rp.500.000.000,- Meningkatkan Kualitas Bangunan Meningkatnya Pengelolaan Jasa Konstruksi

Jumlah Uji dan

Penyebaran Informasi Jakon

 Sertifikasi Hasil Uji  Informasi

Konstruksi

Jumlah Pelaku Jasa

 400  3 630 orang PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN BANGUNAN GEDUNG SERTA PENGEMBANGAN JASA KONTRUKSI Kegiatan : 1. Peningkatan Kinerja dan Monev Bidang Cipta

Rp.3.435.000.000,-

(22)

22

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM /

KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

1 2 3 4 5

Kontruksi Karya dan Tata

Ruang 2. Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi 3. Peningkatan Pelayanan Laboratorium, Sertifikasi dan Advis Teknik 4. Peningkatan Pelayanan Informasi Konstruksi 5. Pengawasan Teknis Pengelola dan Penyelenggaraan Gedung Milik Daerah 6. Identifikasi Bangunan dan Kawasan Bersejarah 2. Rp.1.000.000.000,- 3. Rp.745.000.000,- 4. Rp.390.000.000 5. Rp.750.000.000,- 6. Rp.100.000.000,- Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni  Jumlah Prasarana dan Sarana Dasar Perumahan Yang Tertangani  13 Lokasi PROGRAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN Kegiatan : 1. Pembangunan Rp.10.760.000.000,- 1. Rp.1.800.000.000,-

(23)

23

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5  Rasio Rumah Layak Huni  76,73% Stimulan Prasarana dan Sarana Rumah Sederhana Sehat 2. Pembangunan Stimulan Perumahan Swadaya Bagi RTM 3. Stimulan Pembangunan dan Perbaikan Rumah Pasca Bencana 2. Rp.5.360.000,000,- 3. Rp.3.600.000.000,- Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni  Prosentase kawasan permukiman kumuh yang tertangani  Prosentase KTP2D Yang Tertangani  12,83%  10,96% PROGRAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PERUMAHAN Kegiatan : 1. Penataan Lingkungan Permukiman Perbatasan Kabupaten/ Kota 2. Prasarana dan Sarana di Kawasan Perdesaan 3. Pembinaan dan Pengendalian Pembangunan Rp.19.827.000.000,- 1. Rp.2.400.000.000,- 2. Rp.13.887.000.000,- 3. Rp.3.540.000.000,-

(24)

24

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5 Perumahan di Daerah Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang  Persentase Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Yang Memiliki Rencana Tata Ruang  Persentase Kabupaten/ Kota Yang Memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)  3,30%  20,00% PROGRAM PERENCANAAN TATA RUANG Kegiatan : 1. Pembinaan dan Penyusunan/ Review RTR Kabupaten/ Kota 2. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Jawa Tengah 3. Penyusunan Sistem Informasi Penataan Ruang Rp.3.000.000.000,- 1. Rp.400.000.000,- 2. Rp.2.100.000.000,- 3. Rp.500.000.000,- Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Dengan Rencana Tata Ruang 63% PROGRAM PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Kegiatan : 1. Pengawasan Penyelenggaraan Penataan Ruang 2. Pembinaan Pengendalian Rp.1.000.000.000,- 1. Rp.450.000.000,- 2. Rp.550.000.000,-

(25)

25

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5 Pemanfaatan Ruang Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang Pembinaan Penataan Ruang dan Pertanahan

PROGRAM PENATAAN, PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH Kegiatan : 1. Pemantauan Perubahan Penggunaan dan Pemanfaatan Lahan Rp.500.000.000,- Rp.500.000.000,- Terpecahnya 13 persil sertifikat tanah Terpecahnya 13 persil sertifikat tanah PROGRAM PENGELOLAAN ASET DAERAH Kegiatan : 1. Optimalisasi Penggunaan dan Pemanfaatan Aset Daerah Rp.243.000.000,- Rp.243.000.000,

(26)

26

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014

3.1 Capaian Kinerja Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Tata cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, setiap instansi pemerintah wajib menyusun Laporan Kinerja yang melaporkan progres kinerja atas mandat dan sumber daya yang digunakannya.

Dalam rangka melakukan evaluasi keberhasilan atas pencapaian tujuan dan sasaran organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan pada perencanaan jangka menengah, maka digunakan skala pengukuran sebagai berikut :

Tabel III.1

Skala Pengukuran Kinerja Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

No Skala Capaian Kinerja Kategori

1 Lebih dari 100% Sangat Baik

2 75 – 100% Baik

3 55 – 74 % Cukup

4 Kurang dari 55 % Kurang

Sumber: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia

Pada tahun 2014, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan seluruh program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Sesuai dengan Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dan Rencana

(27)

27 Strategis Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, setidaknya terdapat 5 sasaran strategis yang harus diwujudkan pada Tahun 2014, yaitu :

a. Sasaran 1 : Meningkatkan Prasarana Dan Sarana Perkotaan Dan Perdesaan

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 1, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Tabel III.2

Capaian Kinerja Tahun 2014 untuk Sasaran 1

(Meningkatkan Prasarana dan Sarana Perkotaan dan Perdesaan) Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi

% Capaian Capaian Tahun 2013 % Capaian Terhadap Target Akhir Renstra (2018) 1 2 3 4 5 6 7 Meningkatkan Sarana dan Prasarana Perkotaan dan Perdesaan Jumlah Kawasan Perkotaan Kumuh, Prasarana dan Sarana Pendukung Kegiatan Perekonomian, Kawasan Perbatasan Kabupaten/ Kota dan Kawasan Strategis Yang Tertangani 23 Kawasan 23 Kawasan 100% 18 Kawasan (100%) 29,11%

Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, 2015

Capaian indikator kinerja pada sasaran 1 (Meningkatkan

Prasarana dan Sarana Perkotaan dan Perdesaan) dapat dicapai

sesuai dengan target yakni sebanyak 23 kawasan atau sebesar 100%. Capaian indikator kinerja Sasaran Strategis 1 pada Tahun 2014 dibandingkan dengan Tahun 2013 adalah sama yakni 100% atau dengan kategori Baik. Akan tetapi secara kuantitatif mengalami peningkatan yakni dari 18 kawasan pada tahun 2013 menjadi 23 Kawasan pada tahun 2014.

Capaian Jumlah Kawasan Perkotaan Kumuh, Prasarana dan Sarana Pendukung Kegiatan Perekonomian, Kawasan Perbatasan

(28)

28 Kabupaten/ Kota dan Kawasan Strategis Yang Tertangani sampai dengan Tahun 2014 dibandingkan dengan target akhir Renstra Dincipkataru sampai dengan Tahun 2018 adalah sebesar 29,11%.

Dalam realisasi pada sasaran 1 (Meningkatkan Prasarana Dan

Sarana Perkotaan Dan Perdesaan) tidak ada hambatan dan kendala

dalam segi teknis.

Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

Mendorong pemerintah kabupaten/kota dalam penanganan kawasan kumuh, terutama kawasan yang masuk kedalam Surat Keputusan (SK) Kawasan Kumuh Kabupaten/Kota yang ditetapkan oleh Kepala Daerah;

Mendorong pemerintah daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan pendataan kawasan-kawasan sebagai penunjang kawasan pariwisata dan cagar budaya;

Mendorong pemerintah daerah kabupaten/kota menyusun Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM), sehingga pembangunan infrastruktur di daerah lebih terarah.

Oleh karena itu ke depan dalam rangka meningkatkan capaian kinerja tahun mendatang maka akan ditempuh strategi sebagai berikut :

Meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur permukiman; Meningkatkan fasilitasi stimulan pembangunan sarana prasarana,

agar daerah dapat mengembangkan keberlanjutannya.

Pengunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian sasaran 1

(Meningkatkan Prasarana Dan Sarana Perkotaan Dan Perdesaan),

adalah sebesar Rp.8.111.738.500,- atau 93,24% dari total pagu sebesar Rp.8.700.271.000, Hal ini berarti terdapat efissiensi penggunaan sumber daya sebesar 6,76% dari pagu yang ditentukan.

(29)

29 Keberhasilan pencapaian Sasaran 1 (Meningkatkan Prasarana

Dan Sarana Perkotaan Dan Perdesaan) sesungguhnya tidak terlepas

dari dilaksanakan Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Perkotaan Dan Pedesaan dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Kegiatan Revitalisasi Kawasan Perkotaan Kumuh Fungsi PKN dan PKW;

2. Kegiatan Pembangunan Prasarana dan Sarana Perumahan pada Kawasan Wisata dan Revitalisasi Kawasan Tradisional/ Cagar Budaya;

3. Kegiatan Pembangunan Prasarana dan Sarana pada Kawasan Agropolitan dan Minapolitan;

4. Kegiatan Penataan Kawasan Perbatasan dan Kawasan Strategis; 5. Kegiatan Pendampingan Program Pusat PPIP.

b. Sasaran 2: Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 2, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Tabel III.3

Capaian Kinerja Tahun 2014 untuk Sasaran 2 (Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman) Sasaran

strategis Indikator kinerja Target Realisasi

% Capaian Capaian Tahun 2013 % Capaian Terhadap Target Akhir Renstra (2018) 1 2 3 4 5 6 7 Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman Cakupan Pelayanan Air Minum dan Sanitasi

Air Minum Perkotaan (%) 67,00% 72,48% 108,18% 63,99% 92,92% Air Minum Perdesaan (%) 50,50% 65,57% 129,84% 49,13% 111,14% Sanitasi (%) 69,00% 76,94% 111,51% 64,50% 101,24%

Rata-Rata Capaian Sasaran 2 116,51% 59,21%

(30)

30 Secara umum capaian seluruh indikator kinerja pada sasaran 2

(Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman) dapat tercapai

bahkan melebihi target yang telah ditetapkan pada tahun 2014. Adapun capaian masing-masing indikator kinerja tersebut mengalami kenaikan di banding capaian pada Tahun 2013, yakni Air minum Perkotaan sebesar 108,18%, Air Minum Perdesaan sebesar 129,84% dan Sanitasi sebesar 111,51%.

Secara rata-rata capaian indikator kinerja pada Sasaran Strategis 2 pada Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan Tahun 2013 mengalami kenaikan. Tahun 2014 rata-rata capaian kinerja sebesar 116,51% atau dengan kategori capaian Sangat Baik, sedangkan tahun 2013 rata-rata capaian kinerja sebesar 59,21% (kategori capaian cukup).

Dibandingkan dengan target akhir Renstra Dincipkataru (Tahun 2018) sudah dua indikator kinerja yang telah melebihi target yakni Air Minum Perdesaan sebesar 111,14% dan Cakupan pelayanan sanitasi sebesar 101,24%. Sedangkan untuk indikator kinerja Air Minum Perkotaan baru mencapai 92,92%.

Walaupun capaian indikator sudah melebihi target, akan tetapi masih terdapat beberapa hambatan dan kendala, mengingat target yang ditetapkan dalam RPJMN bahwa sampai dengan Tahun 2019 Cakupan pelayanan Air minum dan sanitasi adalah sebesar 100%. Hambatan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Meningkatnya kebutuhan air bersih/air minum sebagai dampak adanya peningkatan pertumbuhan penduduk;

Semakin sulitnya menemukan sumber air baku di daerah sehingga PDAM di kabupaten/kota mengalami kesulitan dalam pengembangan; Sulitnya mencari lokasi untuk lahan persampahan didaerah dan sering

terjadi komplain kesesuaian lokasi TPA dengan rencana tata ruang; Masih relatif rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan

(31)

31 Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

Melaksanakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara Regional;

Mendorong peningkatan kerjasama antar pemerintah kabupaten/kota dalam merencanakan sarana prasarana persampahan secara Regional (TPA Regional);

Memberikan pendampingan, pembinaan kepada kabupaten/kota guna peningkatan pembangunan.

Oleh karena itu ke depannya dalam rangka untuk lebih meningkatkan capaian kinerja tahun mendatang, maka akan ditempuh strategi sebagai berikut :

Mengoptimalkan pembangunan SPAM Regional dan pemanfaatannya oleh masyarakat;

Mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pengolahan limbah padat melalui TPA Regional dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Pengunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian Sasaran 2

(Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman), adalah sebesar

Rp. 6.538.961.430,- atau 86,46% dari total pagu sebesar Rp.7.563.000.000,-. Hal ini berarti terdapat efisiensi penggunaan sumber daya sebesar 13,54% dari pagu yang ditentukan.

Keberhasilan pencapaian Sasaran 2 (Meningkatkan Kualitas

Lingkungan Permukiman) sesungguhnya tidak terlepas dari

dilaksanakan Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Air Minum Dan Sanitasi dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Peningkatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Sanitasi; 2. Pendampingan Pelaksanaan Program Pusat PAMSIMAS; 3. Peningkatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Bersih; 4. Evaluasi Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Permukiman; 5. Pendampingan Pelaksanaan Program USRI.

(32)

32 c. Sasaran 3: Meningkatkan Kualitas Bangunan

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 3, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Tabel III.4

Capaian Kinerja Tahun 2014 untuk Sasaran 3 (Meningkatkan Kualitas Bangunan) Sasaran

strategis Indikator kinerja Target Realisasi

% Capaian Capaian Tahun 2013 % Capaian Terhadap Target Akhir Renstra (2018) 1 2 3 4 5 6 7 Meningkatkan Kualitas Bangunan Meningkatnya Pengelolaan Jasa Konstruksi

a. Jumlah Uji dan Penyebaran Informasi Jakon Sertifikasi Hasil Uji 400 899 224,75% 573 (163,71%) 44,95% Informasi Konstruksi 3 2 66,67% 3 (100%) 11,36% b. Jumlah Pelaku Jasa Kontruksi 630 630 100% 585 (100%) 15,95%

Rata-Rata Capaian Sasaran 3 130,47% 121,24%

Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, 2015

Capaian indikator kinerja pada sasaran 3 (Meningkatkan Kualitas

Bangunan), dua diantaranya dapat tercapai sesuai dengan target yang

telah ditetapkan pada Tahun 2014, dan bahkan salah satu indikatornya tercapai melebihi target. Adapun indikator kinerja yang capaiannya melebihi target adalah Sertifikasi Hasil Uji dengan capaian pada Tahun 2014 sebesar 224,75%. Akan tetapi untuk indikator informasi konstruksi tercapai 66,67% atau terealisasi sebanyak 2 kegiatan pameran. Hal ini dikarenakan pameran-pameran konstruksi Indonesia yang sedianya diselenggarakan oleh Badan Pembina konstruksi Kementerian PU ditunda pelaksanaannya. Namun, informasi tentang konstruksi telah dilakukan melalui buku harga satuan bangunan gedung Negara dan penyelenggaraan bintek sebanyak 2 kali.

Capaian masing-masing indikator kinerja Tahun 2014 di banding capaian pada Tahun 2013 mengalami kenaikan. Secara rata-rata capaian

(33)

33 indikator kinerja pada Sasaran Strategis 3 pada Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan Tahun 2013 mengalami kenaikan. Tahun 2014 rata-rata capaian kinerja sebesar 130,47% atau dengan kategori capaian

Sangat Baik, sedangkan tahun 2013 rata-rata capaian kinerja sebesar

121,24%.

Untuk capaian kinerja secara kumulatif sampai dengan Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra Dincipkataru (Tahun 2018), indikator Sertifikasi Hasil Uji sebesar 44,95%, Informasi Konstruksi sebesar 11,36% dan Jumlah Pelaku Jasa Kontruksi sebesar 15,95%.

Dalam realisasi pada sasaran 3 (Meningkatkan Kualitas

Bangunan) tidak ada hambatan dan kendala dalam segi teknis.

Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

Menigkatkan pemberdayaan jasa konstruksi melalui peningkatan kualitas SDM, pelaksanaan bintek ketrampilan tukang dan mandor jasa kontruksi.

Penggantian peralatan uji laboratorium yang manual dengan digitalisasi agar kedepan hasil lebih cepat dan akurat;

Pengunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian sasaran 3

(Meningkatkan Kualitas Bangunan), adalah sebesar

Rp.3.106.009.940,- atau 90,42% dari total pagu sebesar Rp.3.435.000.000,-. Hal ini berarti terdapat efissiensi penggunaan

sumber daya sebesar 9,58% dari pagu yang ditentukan.

Keberhasilan pencapaian sasaran 3 (Meningkatkan Kualitas

Bangunan), sesungguhnya tidak terlepas dari dilaksanakan Program

Pembangunan Dan Pengelolaan Bangunan Gedung Serta

Pengembangan Jasa Kontruksidengan kegiatan sebagai berikut :

1. Peningkatan Kinerja dan Monev Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang; 2. Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi;

3. Peningkatan Pelayanan Laboratorium, Sertifikasi dan Advis Teknik; 4. Peningkatan Pelayanan Informasi Konstruksi;

(34)

34 5. Pengawasan Teknis Pengelola dan Penyelenggaraan Gedung Milik

Daerah;

6. Identifikasi Bangunan dan Kawasan Bersejarah.

d. Sasaran 4 : Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 4, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Tabel III.5

Capaian Kinerja Tahun 2014 untuk Sasaran 4

(Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni)

Sasaran strategis

Indikator

kinerja Target Realisasi

% Capaian Capaian Tahun 2013 % Capaian Terhadap Target Akhir Renstra (2018) 1 2 3 4 5 6 7 Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni Jumlah Prasarana dan Sarana Dasar Perumahan Yang Tertangani

13 Lokasi 13 Lokasi 100% 13 Lokasi

(100%) 35,14% Rasio Rumah Layak Huni 76,73% 78,67% 102,53% 76,67% 102,47% Prosentase kawasan permukiman kumuh yang tertangani 12,83% 12,83% 100% 7,80 % 61,04% Prosentase KTP2D Yang Tertangani 10,96% 10,96% 100% 9,58% 62,52%

Rata-Rata Capaian Sasaran 4 100,63% 48,51%

Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, 2015

Capaian indikator kinerja pada sasaran 4 (Meningkatkan

Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni) dapat tercapai sesuai

(35)

35 indikator yang capaiannya melebihi target. Adapun indikator kinerja yang capaiannya melebihi target adalah Rasio Rumah Layak Huni dengan capaian pada Tahun 2014 sebesar 102,53%.

Secara rata-rata capaian indikator kinerja pada Sasaran Strategis 4 pada Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan Tahun 2013 mengalami kenaikan. Tahun 2014 rata-rata capaian kinerja sebesar 100,63% dengan kategori capaian Sangat Baik, sedangkan tahun 2013 rata-rata capaian kinerja sebesar 48,51%.

Untuk capaian kinerja secara kumulatif sampai dengan Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra Dincipkataru (Tahun 2018), terdapat satu indikator yang sudah melebihi target yakni Rasio Rumah Layak Huni sebesar 102,47%. Sedangkan tiga indikator lainnya capaian kinerja secara kumulatif adalah sebagai berikut : Jumlah Prasarana dan Sarana Dasar Perumahan Yang Tertangani sebesar 35,14%; Prosentase kawasan permukiman kumuh yang tertangani sebesar 61,04% dan Prosentase KTP2D Yang Tertangani sebesar 62,52%

Dalam realisasi pada sasaran 4 (Meningkatkan Pemenuhan

Kebutuhan Perumahan Layak Huni) tidak ada hambatan dan kendala

dalam segi teknis.

Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

Meningkatkan perhatian pemerintah dan legislatif terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah yang layak huni didukung dengan sarana prasarana lingkungan yang layak dan sehat, melalui program pemugaran perumahan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM);.

Meningkatkan penanganan Prasarana Sarana Dasar (PSD) Rusunawa maupun PSD di lingkungan permukiman;

(36)

36 Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan kesadaran masyarakat untuk memperbaiki lingkungan permukiman.

Pengunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian Sasaran 4

(Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni),

adalah sebesar Rp. 31.362.040.100,- atau 95,68% dari total pagu sebesar Rp. 32.777.000.000,-. Hal ini berarti terdapat efissiensi penggunaan sumber daya sebesar 4,32% dari pagu yang ditentukan

Keberhasilan pencapaian 4 (Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni), sesungguhnya tidak terlepas dari

dilaksanakan Pembangunan Perumahan dan Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan dengan kegiatan sebagai berikut :

a) Program Pembangunan Perumahan

Pembangunan Stimulan Prasarana dan Sarana Rumah Sederhana Sehat;

Pembangunan Stimulan Perumahan Swadaya Bagi RTM;

Stimulan Pembangunan dan Perbaikan Rumah Pasca Bencana;

b) Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan

Penataan Lingkungan Permukiman Perbatasan Kabupaten/ Kota; Prasarana dan Sarana di Kawasan Perdesaan;

Pembinaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan di Daerah.

e. Sasaran 5 : Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 5, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

(37)

37

Tabel III.6

Capaian Kinerja Tahun 2014 untuk Sasaran 5

(Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang)

Sasaran

strategis Indikator kinerja Target Realisasi

% Capaian Capaian Tahun 2013 % Capaian Terhadap Target Akhir Renstra (2018) 1 2 3 4 5 6 7 Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang Persentase Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Yang Memiliki Rencana Tata Ruang 3,30% 6,54% 198,18% 0 % 39,64% Persentase Kabupaten/ Kota Yang Memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 20,00% 20% 100% 0% 20% Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Dengan Rencana Tata Ruang 63% 63% 100% 62% 90%

Rata-Rata Capaian Sasaran 5 133% 21%

Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, 2015

Capaian indikator kinerja Sasaran 5 (Meningkatkan Daya Dukung

Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang) dapat tercapai sesuai dengan target yang

telah ditetapkan pada Tahun 2014, bahkan ada satu indikator yang capaiannya melebihi target. Adapun indikator kinerja yang capaiannya melebihi target adalah Persentase Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Yang Memiliki Rencana Tata Ruang dengan capaian pada Tahun 2014 sebesar 198,18%.

Secara rata-rata capaian indikator kinerja pada Sasaran Strategis 5 pada Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan Tahun 2013 mengalami kenaikan. Tahun 2014 rata-rata capaian kinerja sebesar 133% atau

(38)

38 dengan kategori Sangat Baik, sedangkan tahun 2013 rata-rata capaian kinerja sebesar 21%.

Untuk capaian kinerja secara kumulatif sampai dengan Tahun 2014 apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra Dincipkataru (Tahun 2018), adalah sebagai berikut Persentase Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Yang Memiliki Rencana Tata Ruang sebesar 39,64%, Persentase Kabupaten/ Kota Yang Memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebesar 20% dan Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Dengan Rencana Tata Ruang sebesar 90%.

Dalam pencapaian Sasaran 5 (Meningkatkan Daya Dukung

Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang), terdapat beberapa hambatan dan

kendala sebagai berikut: Proses Penyusunan Raperda RTR Kawasan Perkotaan Bergasmalang belum dapat terselesaikan pada Tahun Anggaran 2014 dikarenakan masih sampai pada tahap pembahasan dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah dan masih menunggu persetujuan subtansi dari kementrian PU dan menunggu terbentuknya tatib Dewan.

Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan pusat dalam hal Kementrian Pekerjaan Umum untuk mempercepat persetujuan subtansi dari Raperda RTR Kawasan Perkotaan Bergasmalang; Meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/Kota agar lebih mengaktifkan pokja pengendalian daerah (BKPRD);

Meningkatkan pembinaan kepada Kabupaten/Kota dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota

Meningkatkan kegiatan fasilitasi kepada kabupaten/ kota dalam penyelesaian permasalahan pemanfaatan ruang kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah

Pengunaan sumber daya keuangan untuk pencapaian Sasaran 5

(39)

39 Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang) yang

bersumber dari APBD adalah sebesar Rp. 3.118.247.400,- atau 74,44% dari total pagu sebesar Rp. 4.188.986.000,-. Hal ini berarti terdapat efissiensi penggunaan sumber daya sebesar 25,56% dari pagu yang ditentukan. Sedangkan pengunaan sumber daya keuangan yang bersumber dari APBN realisasinya sebesar Rp. 6.382.495.398,- atau 97,59% dari total pagu sebesar Rp. 8.792.428.000,-. Hal ini berarti terdapat efissiensi penggunaan sumber daya sebesar 2,41% dari pagu yang ditentukan.

Keberhasilan pencapaian Sasaran 5 (Meningkatkan Daya

Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Konsep Ramah

Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang), sesungguhnya tidak

terlepas dari dilaksanakan Program Perencanaan Tata Ruang, Program Pemanfaatan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang serta Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan Dan Pemanfaatan Tanah dengan kegiatan sebagai berikut :

a) Program Perencanaan Tata Ruang

Pembinaan dan Penyusunan/ Review RTR Kabupaten/ Kota;

Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Jawa Tengah;

Penyusunan Sistem Informasi Penataan Ruang.

b) Program Pemanfaatan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Pengawasan Penyelenggaraan Penataan Ruang; Pembinaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang;

c) Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan Dan Pemanfaatan Tanah

Pemantauan Perubahan Penggunaan dan Pemanfaatan Lahan Selain program di atas, keberhasilan pencapaian Sasaran 5 juga tidak terlepas dari pelaksanaan program pusat (Dekonsentrasi dari Kementrian Pekerjaan Umum) yakni Program Penyelenggaraan

(40)

40

3.2 Realisasi Anggaran

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, pada tahun

anggaran 2014, di dukung dengan Anggaran sebesar Rp. 71.401.827.000,-. Angaran tersebut bersumber dari APBD sebesar

Rp. 62.609.399.000,- dan APBN sebesar Rp. 8.792.428.000. Secara ringkas komposisi penggunaan anggaran untuk APBD sebagai berikut : 1. Belanja Pegawai, sebesar Rp. 23.444.310.000,-

2. Belanja Barang dan Jasa, sebesar Rp 57.433.109.000,- 3. Belanja Modal, sebesar Rp. 3.372.035.000,-

Penggunaan anggaran tersebut diluar Belanja Administrasi Umum, apabila diperinci dalam mendukung pencapaian sasaran adalah sebagai berikut :

Tabel III.7 Realisasi Anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014

No Sasaran Program Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Meningkatkan Sarana dan Prasarana Perkotaan dan Perdesaan Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Perkotaan Dan Pedesaan 8.700.271.000 8.111.738.500,- 89,14 2 Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Air Minum Dan Sanitasi 7.563.000.000,- 6.538.961.430,- 86,46 3 Meningkatkan Kualitas Bangunan Program Pembangunan Dan Pengelolaan Bangunan Gedung Serta Pengembangan Jasa Kontruksi 3.435.000.000,- 3.106.009.940,- 90,42 4 Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Layak Huni Program Pembangunan Perumahan 12.950.000.000 12.213.405.100,- 113,51 Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan 19.827.000.000,- 19.148.635.000,- 96,58 5 Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Menerapkan Program Perencanaan Tata Ruang 2.688.986.000 1.817.811.800,- 60,59

(41)

41

No Sasaran Program Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Konsep Ramah Lingkungan Sesuai Rencana Tata Ruang

Program Pemanfaatan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang 1.000.000.000,- 844.619.100,- 84,46 Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan Dan Pemanfaatan Tanah 500.000.000,- 455.816.500 ,- 91,16 Program Pengelolaan Aset Daerah 243.000.000,- 4.356.740 ,- 1,79 Jumlah 56.907.257.000,- 52.241.354.110,-

Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, 2015

Dilihat dari sisi penyerapan anggaran Tahun 2014, apabila dibandingkan Tahun 2013 maka terjadi peningkatan sebesar 2,82%. Secara keseluruhan penyerapan anggaran Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 sebesar 92,00%, sedangkan pada Tahun 2013 sebesar 89,18%. (Hasil perhitungan penyerapan anggaran Tahun 2014 di dasarkan pada pagu di DPPA Tahun Anggaran 2014 Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah). Secara lengkap rincian penyerapan anggaran Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 dapat dilihat pada Lampiran 1.

(42)

42

BAB IV

PENUTUP

4.1 Tinjauan Umum Capaian Kinerja Dinas Cipta Karya dan Tata

Ruang Provinsi Jawa Tengah

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah sebagai SKPD teknis yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang permukiman, perumahan, penataan ruang, dan pertanahan berdasar asas otonomi daerah dan tugas pembantuan yang mempunyai fungsi perumusan kebijakan teknis, pelayanan umum, pembinaan dan fasilitasi serta pelaksanaan tugas di bidang tata bangunan dan lingkungan, perumahan, prasarana dan sarana permukiman, penataan ruang serta pertanahan. Agar pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut berjalan secara optimal maka diperlukan pengelolaan SDM, sumber dana dan sarana secara efektif dan seefisien mungkin

Dengan memperhatikan uraian dan beberapa data tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan tugasnya dapat dikatakan berhasil, karena semua target sasaran yang telah ditetapkan dicapai dengan kategori Baik dan Sangat Baik. Hal tersebut didukung dengan data sebagai berikut :

a. Hasil Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) dicapai sebesar

116,07% atau dengan kategori Sangat Baik, dengan rincian:

sasaran-1 (100%), sasaran-2 (116,51%), sasaran-3 (130,47%), sasaran-4 (100,63%), sasaran-5 (133%);

b. Pendapatan melebihi dari target yang telah ditetapkan yaitu sebanyak Rp.286.925.500,- dari yang ditetapkan sebanyak Rp.285.000.000,- (100,52%);

(43)

43 c. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menggunakan dana kurang dari

dana yang dianggarkan. Hal ini berarti terjadi efisiensi dari angaran yang disediakan.

4.2 Strategi Untuk Peningkatan Kinerja di Masa Datang

Strategi yang diperlukan guna meningkatkan kinerja Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah di masa mendatang antara lain :

Meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur permukiman pada PKN, PKW, kawasan strategis provinsi dan kawasan-kawasan kumuh perkotaan;

Meningkatkan fasilitasi stimulan pembangunan sarana prasarana, agar daerah dapat mengembangkan keberlanjutannya;

Melaksanakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara Regional;

Mendorong peningkatan kerjasama antar pemerintah kabupaten/kota dalam merencanakan sarana prasarana persampahan secara Regional (TPA Regional);

Memberikan pendampingan, pembinaan kepada kabupaten/kota guna peningkatan pembangunan;

Menigkatkan pemberdayaan jasa konstruksi melalui peningkatan kualitas SDM, pelaksanaan bintek ketrampilan tukang dan mandor jasa kontruksi;

Penggantian peralatan uji laboratorium yang manual dengan digitalisasi agar kedepan hasil lebih cepat dan akurat;

Meningkatkan perhatian pemerintah dan legislatif terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah yang layak huni didukung dengan sarana prasarana

(44)

44 lingkungan yang layak dan sehat, melalui program pemugaran perumahan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM);

Meningkatkan penanganan Prasarana Sarana Dasar (PSD) Rusunawa maupun PSD di lingkungan permukiman;

Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan kesadaran masyarakat untuk memperbaiki lingkungan permukiman;

Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan pusat dalam hal Kementrian Pekerjaan Umum untuk mempercepat persetujuan subtansi dari Raperda RTR Kawasan Perkotaan Bergasmalang;

Meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/Kota agar lebih mengaktifkan pokja pengendalian daerah (BKPRD);

Meningkatkan pembinaan kepada Kabupaten/Kota dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota;

Meningkatkan kegiatan fasilitasi kepada kabupaten/ kota dalam penyelesaian permasalahan pemanfaatan ruang kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Demikian laporan akuntabilitas kinerja Instansi pemerintah Tahun 2014 untuk SKPD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan/evaluasi untuk kegiatan/ kinerja yang akan datang

Sekian dan terima kasih

Semarang, Maret 2015

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah

Ir. Maladiyanto, MT Pembina Utama Muda NIP. 19580520 198603 1 011

(45)

45 Lampiran 1

ANGGARAN DAN REALISASI BELANJA TAHUN 2014

NO JENIS

BELANJA PROGRAM KEGIATAN

JUMLAH

ANGGARAN REALISASI SELISIH %

APBD PROVINSI A. BELANJA OPERASIONAL (BOP) I. URUSAN PU (PROGRAM PENINGKATAN PRASARANA DAN SARANA PERKOTAAN DAN PERDESAAN) 8,700,271,000 8,111,738,500 588,532,500

1 Kegiatan Revitalisasi Kawasan Perkotaan Kumuh Fungsi PKN dan PKW

1,800,000,000 1,764,405,000 35,595,000 98.02

2 Kegiatan Pembangunan prasarana dan sarana

perumahan pada kawasan dan revitalisasi kawasan tradisional/cagar budaya 2,000,000,000 1,951,196,000 48,804,000 97.56 3 Kegiatan Pembangunan Prasarana dan Sarana pada Kawasan Agropolitan dan Minapolitan 2,200,000,000 1,994,241,000 205,759,000 90.65

4 Kegiatan Penataan Kawasan Perbatasan dan Kawaan Strategis 2,300,271,000 2,240,244,000 60,027,000 97.39

5 Kegiatan Pendampingan Pusat

PPIP 400,000,000 161,652,500 238,347,500 40.41 II. URUSAN PU (PROGRAM PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM DAN SANITASI) 7,563,000,000 6,538,961,430 1,024,038,570 6 Kegiatan Peningkatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Sanitasi 2,605,000,000 1,853,277,355 751,722,645 71.14 7 Kegiatan Pendampingan pelaksanaan program pusat PAMSIMAS 400,000,000 338,461,970 61,538,030 84.62 8 Kegiatan Peningkatan

Gambar

GAMBAR  1.1  Struktur  Organisasi
Tabel II.2  Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2014  SASARAN
Tabel III.1
Tabel III.2
+5

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan Strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat merupakan perencanaan lima tahunan yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran,

Indikator kinerja utama (IKU) yaitu: tolak ukur keberhasilan pencapaian sasaran strategis. Proses penyusunan peta strategi dan sasaran strategis adalah sebagai

Oleh karena itu LKIP Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, memuat hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis serta rangkuman indikator kinerja Program dan

strategis tepat sasaran sebanyak 96%. 6) Pengelolaan Data dan Informasi Kesehatan.. Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengelolaan data dan. informasi kesehatan.

Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Pertanian Kabupaten Magetan merupakan tingkat pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai pada Tahun 2016,

Rencana Strategis Rumah Sakit merupakan penjabaran pula dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2013-2018 sesuai PERDA

Rumusan indikator kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar mengacu pada tujuan dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan analisisnya diperoleh gambaran mengenai capaian kinerja secara keseluruhan, dari 3 (tiga) Sasaran Strategis dan 4 (empat) Indikator Kinerja