• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada masa sekarang ini komputer merupakan suatu alat elektronik yang sangat berguna membantu berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu komputer dapat dijadikan sebagai alat untuk membantu dalam kegiatan medis misalnya operasi baik kecil maupun besar.Komputer di zaman modern seperti sekarang ini tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan masyarakat, sebab komputer sudah menjadi sendi dalam melakukan berbagai aktifitas.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas terdapat berbagai masalah salah satunya adalah bagaimana mengatasi kerusakan-kerusakan pada hardware komputer.

(2)

BAB II PEMBAHASAN

1. Main Unit

Berikut ini adalah beberapa permasalahan dan tanda-tanda yang muncul ketika terjadi kerusakan pada mainboard dan perangkat yang melekat padanya:

 Ketika komputer dihidupkan, tidak ada reaksi sama sekali.

Kemungkinan Penyebab: 1. Power supply rusak.

2. Memory utama rusak, atau tidak tepat kedudukannya. 3. Processor rusak.

4. Mainboard rusak.

Solusi:

Bila lampu indikator pada main unit mati, periksa hubungan kabel power, kondisi kabel power, stavol atau UPS dengan cara menghubungkan pada monitor.

Selanjutnya perhatikan kinerja power supply, kemungkinan kerusakan pada saklar on/off sangat kecil, namun tidak ada salahnya periksa juga tombol tersebut. Jika tidak ada masalah, maka kemungkinan lain yaitu pada mainboard-nya.

Coba anda lepas kabel power kemudian pasang kembali dan coba hidupkan komputer. Perhatikan setiap tanda-tanda power supply bekerja walau sejenak misalnya fan yang bekerjasaat kabel power ditancapkan atau saat mencoba menekan tombol on/off pertama kali. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, maka power supply masih bekerja dengan baik.

(3)

Lanjutkan dengan memeriksa mainboard.Coba periksa kemungkinan pemasangan komponen yang kurang benar, terutama komponen SIMM RAM dan mikroprosesor.Bila perlu bisa mengganti komponen tersebut untuk memastikan bahwa kerusakan ada pada mainboard atau kedua komponen tersebut.

 Ketika tombol power ditekan, lampu indikator menyala, kipas jalan tetapi tidak ada tampilan pada monitor.

Kemungkinan penyebab: 1. Memory utama rusak. 2. Kabel VGA monitor rusak. 3. Monitor rusak.

4. Hard disk rusak.

Solusi:

Jika pada saat menghidupkan komputer dan setelah power supply bekerja dengan baik ternyata tidak ada tampilan apapun di layar monitor, perhatikan adakah bunyi tertentu saat komputer dihidupkan seperti bunyi bip dengan panjang dan jarak tertentu. Jika idak ada maka kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian mainboard, mikroprosesor, atau ROM BIOS.

Jika ada bunyi yang agak panjang berulang-ulang pada jarak tertentu, maka ada 2 kemungkinan kerusakan yaitu VGA card atau memory RAM.

Jika bunyi bip tadi tidak panjang tetapi berulang-ulang maka kemungkinan besar kerusakan adalah pada VGA / display adapter.

Jika bip yang terdengar adalah panjang terus menerus, maka kerusakannya ada pada SIMM RAM. Oleh sebab itu bisa menukarnya dengan SIMM RAM yang lain.

(4)

Saat POST berlangsung ada tampilan tetapi saat akan memasuki jendela sistem operasi tampilan hilang. Periksa CPU speed pada advance menu dalam setup BIOS apakah sesuai atau tidak. Pengaturan CPU speed yang tidak sesuai/melebihi nilai nominalnya menyebabkan masalah ini timbul. Perbaiki jika ada perubahan.

Jika langkah diatas tidak menyelesaikan masalah, maka kemungkinan CPU rusak. Cobalah ganti dengan CPU yang lain untuk memastikan.

Kasus di atas dapat juga disebabkan oleh kerusakan pada Hard Disk terutama kerusakan regulator HDD. Jika ini terjadi maka yang menyala hanya LED indikator power, sedangkan pada layar tidak akanada tampilan sama sekali.

Dalam kasus tertentu kerusakan regulator CD ROM juga dapat menyebabkan hal ini terjadi.

 Setiap kali menghidupkan komputer, harus terlebih dahulu melakukan setup BIOS/CMOS.

Kemungkinan penyebab: Baterai BIOS bocor/rusak.

Solusi:

Untuk kondisi dimana setiap kali menghidupkan komputer, harus terlebih dahulu melakukan setup BIOS/CMOS, cobalah ganti baterai CMOS pada mainboard. Lalu lakukan setup konfigurasi pada CMOS.

 1 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Kemungkinan besar refresh memory RAM gagal. Atau sistem gagal dalam refresh memory.

(5)

 2 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Ada masalah pada memory atau pada mainboard yang menyebabkan kegagalan rangkaian parity.

 3 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Slot memory dalam modul mungkin mengalami kerusakan pada chip sehingga menyebabkan kegagalan base memory 64kb.

 4 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Kemungkinan terbesar adalah kesalahan pada satu atau beberapa sistem timer yang berguna untuk mengontrol fungsi-fungsi pada mainboard.

Solusi (untuk 1-4 kali bunyi beep pendek): - Ganti RAM dengan yang baru.

- Perbaiki kedudukan RAM.

- Pindahkan RAM ke slot yang lain.

 5 kal bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Kegagalan fungsi pada prosesor yang desebabkan oleh panas tinggi atau kedudukan tidakbenar pada posisinya.

Solusi:

- Perbaiki kedudukan prosesor. - Perbaiki kedudukan pendingin.

(6)

 6 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Kegagalan chip controller keyboard pada mainboard. Chip ini berguna untuk mengendalikan keyboard.

Solusi:

- Perbaiki posisi jack keyboard.

- Jika mampu mengerjakannya, ganti chip-nya.

 7 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Terjadi kerusakan fisik pada prosesor atau posisinya tidak tepat.

Solusi:

- Ganti sementara dengan yang lain. - Perbaiki kedudukanya.

- Periksa keadaan fisik untuk memastikan.

 8 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

Kesalahan eksekusi pada memory display adapter.

Solusi:

- Perbaiki posisinya.

- Coba untuk mengganti dengan yang baru.

 9 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

(7)

Solusi:

Ganti IC dengan yang baru.

 10 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemungkinan penyebab:

CMOS shutdown read/write mengalami error.

Solusi:

- Periksa jalur baterai pada mainboard, dan betulkan posisinya apabila tidak sesuai.

- Ganti baterai BIOS jika tidak ada kesalahan pada jalur baterai.

 11 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS) Kemugkinan penyebab:

Kemungkinan kerusakan pada Cache Memory

Solusi:

Jika anda mampu mengerjakannya, ganti dengan chip yang baru.Jika tidak bisa, anda bisa menggunakan tenaga teknisi komputer.

 Sangat sering terjadi hang. Kemungkinan penyebab:

- Overlocking yang anda lakukan. - Infeksi virus pada hard disk. - Hard disk akan atau sudah rusak.

(8)

Solusi:

- Kembalikan setting prosesot pada BIOS ke posisi normal. - Scan dengan anti virus.

- Segera siapkan hard disk baru.

- Pastikan memory yang anda gunakan sudah tepat.

 Kinerja komputer sangat lambat. Kemungkinan penyebab:

- Memory tidak cukup. - Infeksi virus pada hard disk.

- Prosesor over hit atau terlalu panas. - Terlalu banyak program terinstall.

Solusi:

- Tambah atau ganti memory yang mencukupi. - Scan dengan anti virus.

- Periksa pendingin CPU.

- Jika anda tidak menambah memory, kurangi program aplikasi dengan menguninstall-nya.

 CMOS failure.

Kemungkinan penyebab: - Baterai BIOS habis.

- Setting BIOS berubah mungkin karena pernah mati listrik tiba-tiba.

Solusi:

- Ganti baterainya.

(9)

 Hardware on board tidak berfungsi. Kemungkinan penyebab:

- Hardware on board rusak. - Kesalahan setting BIOS. - Belum terisntall driver-nya.

Solusi:

- Pasang card yang baru kalau bisa diganti misalnya soundcard atau LAN card. - Periksa setting pada BIOS.

- Periksa dan install drivernya.

2. Monitor

Penelusuran kerusakan pada sekitar monitor tidak serumit mainboard. Kerusakannya dapat kita deteksi seperti berikut:

 Ketika tombol power ditekan CPU jalan normal, tetapi tidak ada tampilan apa-apa pada monitor.

Kemungkinan penyebab: - Monitor rusak.

- Kabel VGA tidak terpasang dengan benar. - Kabel VGA putus/rusak.

- Pengaturan brightness terlalu minim.

Solusi:

- Periksa hubungan kabel power pada monitor, perhatikan apakah lampu indikatornya menyala atau tidak. Setelah itu periksa hubungan kabel data pada port video out apakah sudah terhubung dengan benar atau belum. Matikan komputer dan amati, apakah ada kilatan cahaya pada monitor yang menandakan adanya kesalahan pada main unit komputer. Sedangkan jika tidak terdapat kilatan tersebut, maka kemungkinan kerusakan memang pada monitor.

(10)

- Satu lagi kemungkinan utnuk memastikan bahwa kerusakan ada pada monitor yaitu dengan cara monitor dihidupkan, dan kemudian atur posisi brightness dan contrast posisi maksimum. Jika layar monitor tampak putih terang, kemungkinan monitor tidak rusak.

- Selanjutnya periksa display adapter, beberapa komputer atau mainboard akan memberi tanda berupa bunyi beep pada speaker yaitu 1 kali panjang dan 3 kali pendek ketika terdapat kerusakan pada kartu display adapter.

 Awalnya normal tetapi ketika akan keluar ke Windows desktop, tampilan menghilang dan muncul pesan “no signal”.

Kemungkinan penyebab: - Refresh rate tidak tepat.

- Pengaturan display setting tidak tepat.

Solusi:

- Ketika komputer dihidupkan, POST test berjalan normal pada BIOS lalu masuk ke Welcome windows tetapi ketika desktop akan terbuka, layar menjadi gelap kembali dan selanjutnya tidak ada lagi reaksi apa-apa. Hampir dapat dipastikan bahwa penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara frekuensi listrik pada monitor dengan setting pada display adapter.

Misalnya monitor hanya mendukung 60Hz lalu kita melakukan setting 85Hz maka kasus ini yang terjadi.

- Ini juga bisa terjadi ketika penggantian monitor atau salah setting pada display adapter. Untuk kasus salah setting dapat diatasi dengan masuk ke save mode lalu login sebagai Administrator kemudian lakukan restore.

 Tampilan mengecil dan hanya muncul setengah dari besarnya layar atau lebih kecil.

Kemungkinan penyebab:

- Pengaturan ukuran gambar vertical salah.

(11)

Solusi:

Kasus ini hanya terjadi pada monitor tabung (CRT). Ini terjadi karena tegangan vertical atau komponen IC vertical monitor mengalami kerusakan.Cari tombol pengatur vertical size untuk mengatur lebar tampilan secara vertical dan tombol horizontal size untuk mengatur secara horizontal, jika tiak ada perubahan maka terdapat kerusakan pada rangkaian elektronik pada monitor tersebut.

 Tampilan berjaan atau menggulung. Kemungkinan penyebab:

Pengaturan posisi vertical tidak tepat.

Solusi:

Coba hentikan menggunakan tombol V-Hold (Vertikal Hold) dan H-Hold (Horizontal Hold) pada monitor.

 Tampilan semakin terang atau semakin kabur. Kemungkinan penyebab:

- Pengaturan brightness salah. - Flyback monitor bocor.

Solusi:

Biasanya timbul karena komponen flyback trafo pada monitor rusak. Jika hal ini terjadi, gunakan jasa teknisi untuk perbaikan atau penggantian.

 Warna tertentu menghilang. Kemungkinanpenyebab:

- Pengaturan warna tidak tepat.

(12)

Solusi:

- Perbaiki pengaturan warna.

- Untuk memperbaiki kerusakan ini, membutuhkan jasa teknisi elektronik.

3. Power Supply

Power supply pada komputer adalah bagian yang sangat sering rusak apalagi jika kelas mutu yang anda gunakan berada pada level menengah ke bawah. Kebanyakan user tidak mau ambil pusing ketika power suply bermasalah.Biasanya mereka langsung mengganti dengan yang baru. Berikut ini adalah beberapa kerusakan pada power supply:

 CPU mati total dan tidak ada reaksi apa-apa pada power suppy ketika tombol power ditekan.

Kemungkinan penyebab:

- Kabel listrik putus/tidak terpasang dengan tepat. - Sekering power supply putus.

- Daya keluaran power supply jatuh sangat jauh. - Ada komponen elektronika power supply yang rusak.

- Kabel power supply yang menuju ke mainboard tidak tepat pemasangannya.

Solusi:

- Periksa keadaan kabel listrik power supply. - Buka power supply dan periksa sekeringnya.

- Kurangi hardware yang anda gunakan atau gunakan stabilizer.

- Periksa secara fisik apakah ada komponen yang rusak. Yang paling sering rusak adalah transistor daya, resistor, dan kapasitor.

(13)

 CPU sering restart sendiri. Kemungkinan penyebab:

- Daya dan tegangan keluaran power supply jatuh sangat jauh.

- Tegangan keluaran power supply turun naik karena gejala kerusakan komponen power supply.

Solusi:

- Kurangi hardware yang digunakan atau gunakan stabilizer. - Ganti power supply dengan yang baru.

4. Display Adapter (VGA Card)

Kerusakan pada VGA sebenarnya tidak bisa langsung dipastikan tanpa memeriksa monitor oleh karena itu pastikan bahwa monitor yang anda gunakan masih baik.

 Tidak dapat menampilkan gambar ke monitor. Perbaikan:

- Pastikan bahwa kabel yang keluar dari VGA menuju monitor sudah terhubung dengan baik.

- Jika langkah pertama sudah benar tetapi gambar tidak juga muncul, maka:  Matikan komputer untuk melindungi sistem operasi.

 Lepaskan kabel listrik komputer agar anda dapat membuka casing dengan aman.

 Buka penutup casing dengan hati-hati lalu buka VGA card.

 Bersihkan VGA dari debu yang mungkin menghambat aliran listriknya, setelah itu pasang kembali dengan baik.

 Jika gambar belum juga muncul sedangkan tanda-tanda mainboard masih normal maka silahkan ganti VGA card.

(14)

 Gambar tidak normal atau pecah. Perbaikan:

Penyebabnya adalah driver VGA tidak terinstall. Lakukan istalasi driver VGA

 Gambar terpotong-potong. Perbaikan:

Jika gambar terpotong-potong misalnya gambar manusia yang kepalanya bergeser atau hanya bentuk kotak-kotak saja maka dipastikan VGA rusak, segera ganti dengan yang baru.

5. Harddisk

 Komputer baru selesai dirakit, tetapi tidak dapat booting dari hard disk. Kemungkinan penyebab:

- Komputer belum mempunyaii sistem operasi. - Tegangan masuk pada hard disk tidak ada.

- Kabel data tidak terpasang / tidak tepat kedudukannya. - Hard disk tidak terdeteksi BIOS.

Solusi:

- Install sistem operasi Windows, Linux atau yang lain.

- Periksa kabel power supply hard disk, apakah sudah tepat atau belum. - Pastikan kabel data sudah terpasang dengan benar.

- Periksa BIOS lalu lakukan setting ulang.

 Ketika komputer baru start, muncul pesan “HDD controller failure”. Kemungkinan penyebab:

(15)

Solusi:

Periksa kembali pemasangan jumper, pasang pada posisi master.

 Susah atau tidak bisa membaca data. Kemungkinan penyebab:

- Terdapat bad sector pada HDD. - Serangan virus.

Solusi:

- Gunakan low level format untuk mengatasi keadaan ini. - Scan dengan anti virus

 Pembacaan / penyimpanan data pada HDD menjadi sangat lambat. Kemungkinan penyebab:

- HDD hampir penuh dengan data. - Tidak pernah didefrag.

- Serangan virus.

Solusi:

- Hapus folder / file atau pindahkan ke media penyimpanan yang lain. - Lakukan defragment HDD.

- Scan dengan anti virus.

 HDD tidak berfungsi dan tidak ada reaksi apa-apa. Kemungkinan penyebab:

- Motor HDD tidak berputar / sudah rusak. - Catu daya power supply tidak tersambung.

Solusi:

- Jika anda mampu mengerjakannya ganti motor HDD-nya. - Perbaiki / pastikan power supply ke HDD tegangannya normal.

(16)

 HDD mengeluarkan suara aneh dan sangat keras. Kemungkinan penyebab:

Terdapat gesekan platter (piringan) dengan acces arm.

Solusi:

Back up data anda dan segera ganti dengan HDD baru. Karena dalam beberapa booting lagi HDD pasti rusak.

6. Memory

Mengingat memory yang bisa terdiri dari beberapa chip memory Silikon (disebut DRAM) disolder di sebuah papan sirkuit kecil, memory komputer sebenarnya harus jauh lebih tahan terhadap kegagalan dari komponen-komponen komputer yang lain. Namun ada kalanya memory mengalami kerusakan yang mempengaruhi kinerja komputer. Berikut beberapa permasalahannya:

 RAM tidak bisa terdeteksi oleh DOS, tetapi bisa terdeteksi oleh Windows. Keungkinan penyebab:

Memasang RAM pada komputer dengan kapasitas melebihi 64MB.

Solusi:

Kondisi semacam itu wajar dan normal, karena DOS pada waktu dirancang hanya bisa mengenali RAM yang terpasang dengan kapasitas 64 MB, lebih dari 64 MB tidak akan terdeteksi. Berbeda dengan Windows, semua RAM yang terpasang akan terdeteksi dengan baik, selama RAM yang dipasang dalam kondisi bagus dan tidak rusak.

 Sistem komputer menjadi lambat ketika ditambahkan beberapa memori. Kemungkinan penyebab:

(17)

Solusi:

Langkah pertama adalah, pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali dengan baik oleh BIOS atau Windows.Apabila motherboard tidak mendukung penambahan memori dan hanya menerima kapasitas paling besar adalah 64 MB, maka percuma saja menambah memori baru.Memori tetap bisa terpasang tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja komputer.

 Ketika menghidupkan komputer, terdengar bunyi beep dan komputer tidak mau booting.

Kemungkinan penyebab: Identifikasi memori yang rusak.

Solusi:

Beep tersebut menandakan adanya perangkat keras yang melekat pada motherboard mengalami kerusakan. Yang paling umum adalah kerusakan terjadi pada memori.Segera ambil memori tersebut dari motherboard kemudian coba bersihkan memori dengan tisu atau atau kain yang bersih. Setelah dibersihkan pasang kembali pada slot nya. Apabila setelah dipasang, masih keluar bunyi beep, memorinya harus diganti dengan yang baru.

7. Keyboard dan Mouse

Dua komponen utama sebagai media masukan komputer adalah keyboard dan mouse. Beberapa masalah sering timbul mengganggu kinerja kedua komponen tersebut, antara lain :

 Keyboard Error or No Keyboard..

Pesan ini tampil saat komputer start karena pada proses POST, komputer memeriksa seluruh perangkat yang ada. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan timbulnya masalah ini, yaitu :

(18)

- Keyboard belum terpasang dengan benar pada konektornya. Cobalah periksa dan betulkan kembali konektornya.

- Salah satu kabel keyboard ada yan putus. Cobalah menggunakan keyboard yang lain.

- Salah satu atau beberapa tombol keyboard ada yang tertekan saat proses POST berlangsung, biasanya diikuti bunyi bip pendek yang terus menerus. Periksa tombol-tombol keyboard.

- Kemungkinan lain adalah kerusakan pada rangkaian elektronik atau rangkaian kontroler keyboard pada mainboard. Cobalah dahulu dengan menggunakan keyboard yang normal, jika masih bermasalah dapat

dipastikan kontroler keyboard pada mainboard yang mengalami kerusakan.

Catatan : Jika komputer tidak mengenal keyboard maka dipastikan komputer tidak bisa Booting.

 Ketikan rangkap (respon keyboard terlalu cepat).

Keyboard yang terlalu peka atau terlalu cepat merespon penekanan tombol akan menghasilkan cetakan rangkap (berulang). Misalnya “a” menjadi “aaa” walaupun hanya menyentuh tombol “a” sekali. Sering hal ini akibat keyboard sudah lemah atau kotor, dapat dicoba membersihkan bagian dalam keyboard. Buka ikon keyboard pada Control Panel lalu lakukan pengaturan kecepatan tanggapan keyboard.

 Mouse tidak dikenali.

Jika pada saat menghidupkan komputer temyata mouse tidak dikenali. Beberapa hal di bawah ini kemungkinan penyebabnya, yaitu :

- Kabel mouse terhubung kurang sempurna pada konektor port mouse. Periksa hubungan kabel tersebut, perhatikan pula kemungkinan adanya kabel mouse yang terputus.

(19)

- Device driver untuk mouse tidak terinstal dengan benar. Pada komputer dengan sistem operasi DOS, device driver mouse biasa ditempatkan pada

file CONFIG.SYS atau AUTOEXEC.BAT, periksa kedua file tersebut dan lokasi tempat file tersebut berada.

- Sedangkan pada sistem operasi Windows, bisa memeriksanya pada Sistem Properties melalui menu [Start], [Setting], [Control Panel], [Sistem], [Device Manager].

 Mouse atau port mouse rusak.

Untuk memastikannya bisa mencoba menukar dengan mouse yang lain. Masalah lain yang sering terjadi adalah tidak berfungsinya mouse sebagaimana mestinya. Ketidak-normalan tersebut adalah:

- Mouse dikenali namun tidak bisa berfungsi. Ini dialami oleh mereka yang menggunakan sistem operasi Windows. Mouse hanya tampil berupa kursor, tanda panah atau tanda lain di tengah-tengah layar monitor, dan tidak bisa digerakkan. Hal ini bisa disebabkan oleh karena mouse yang rusak atau device driver yang ada tidak sesuai. Atasi dengan me-remove device driver dari Device Manager, kemudian deteksi lagi keberadaan mouse. Jika mouse terdeteksi tetapi tetap tidak berfungsi dengan baik, maka kemungkinan mousenya yang rusak.

- Mouse berjalan tersendat-sendat atau kursor melompat-lompat. Cobalah perbaiki device drive rmouse atau atur kecepatan mouse pada item mouse dari [Control Panel], yaitu pada tab [Motion], dari [Mouse properties]. Jika belum berhasil, cobalah buka dan bersihkan tempat bola mouse.

- Jika tombol mouse tidak merespon dengan baik, cobalah atur melalui fasilitas pengaturan kecepatan klik mouse pada item mouse dari [Control Panel], pada tab [Button] dari [Mouse Properties]. Selain itu coba bersihkan tombol mouse dengan bantuan cairan contact cleaner.

(20)

- Pointer mouse jadi liar dan susah diarahkan. Penyebabnya adalah kabel mouse mengalami kerusakan/putus sebagian sehingga ketika mouse digerakkan pointernya jadi liar.

(21)

BAB III PENUTUP

Berdasarkan pembahasan troubleshooting hardware diatas kita bisa menyimpulkan bahwa tidak semua kerusakan-kerusakan pada hardware harus diperbaiki oleh teknisi.Dengan mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan kita bisa mengetahui atau bahkan bisa memperbaiki kerusakan hardware tersebut tanpa bantuan teknisi komputer.

Demikian makalah troubleshooting “Hardware” ini kami buat.Semoga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

(22)

TROUBLESHOOTING HARDDISK

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG

Pada perkembangan teknologi yang semakin maju, penggunaan komputer serta barang elektronik lain semakin marak di gunakan. Memang kita sebagai pengguna hanya menggunakan alat tersebut. Akan tetapi kita terkadang susah atau bingung apabila alat tersebut mengalami masalah dalam hal ini rusak, misalnya pada perangkat komputer atau laptop contohnya harddisk.

Terkadang jika muncul permasalahan, masih banyak yang bingung untuk memperbaikinya dan terkadang harus membawanya ketukang service, meskipun itu hanya masalah kecil yang seharusnya bisa kita perbaiki.

Nah, dalam sebuah materi ini akan di jelaskan tentang bagaimana carameng trouble harddisk PC / Komputer kita. Mulai dari penyebabnya terjadinya masalah, menemukan masalahnya, dan memperbaiki masalahnya.

2. RUMUSAN MASALAH

A. Apa itu harddisk?

B. Bagaimana cara troubleshooting harddisk?

3. TUJUAN

Tujuan pembuatan makalah :

a) Memahami pengertian troubleshooting

(23)

BAB II PEMBAHASAN 1. HARDDISK

Hard disk drive (HDD, hard drive, hard disk, atau disk drive) adalah perangka tuntuk menyimpan dan mengambil informasi digital, terutama data pada komputer. Ini terdiri dari satu atau lebih cakram keras yang berputar dengan cepat (sering disebut sebagai piringan keras), dilapisi dengan bahan magnetik dan dengan kepala magnet diatur untuk menulis data kepermukaan dan membaca data dari hard disk itu.

Selain digunakan untuk menyimpan data di dalam sebuah komputer (internal HDD), Hard disk juga dapat digunakan external data storage (penyimpanan eksternal data)

2. TROUBLESHOOTING PADA HARDDISK

Masalah dan solusi yang sering terjadi pada harddisk :

1. Masalah :

Data di harddisk terkena virus

Solusi :

Apabila data di harddisk terinfeksi virus dan telah menjalar ke system dan tidak memungkinkan kita untuk membackup data-data penting, mungkin beberapa software ini bisa membantu dalam menyelamatkan data-data yang penting di dalam hardisk hingga 80% tergantung pada tingkat infeksi virus pada data yang ada di hardisk. Software yang sering digunakan dan diakui ampuh oleh troubleshooter yaitu norton ghost, dan beberapa software free sebagai alternative seperti Test-Disk.

2. Masalah :

Partisi pada harddisk hilang atau terhapus.

Solusi :

Pada keadaan ini computer masih bisa login ke windows (jika partisi yang hilang bukan partisi dimana MBR berada). Partisi tidak bisa tampil pada windows eksplorer. Coba dicheck dulu dengan cara klik kanan [My

(24)

Computer] > [Manage] > pada storage pilih [disk management]. Coba dilihat pada jendela sebelah kanan, terlihat apa tidak partisi yang hilang atau tidak muncul tadi. Setelah itu gunakan software untuk mengembalikan partisi yang hilang atau terhapus. menggunakan software Partition Find and Mount Pro untuk mengatasi masalah partisi hilang atau terhapus. Menggunakannya yaitu setelah program dibuk apilih harddisk > scan > pilih salah satu dari pilihan yang tersedia > klik [scan]. Jika sudah ketemu partisi yang dicari (partisi yang hilang atau terhapus) klik [Mount As] ikuti perintah selajutnya. Buka kembali windows explorer, semoga partisi yang hilang sudah bertengger ataumuncul kembali.

3. Masalah :

Harddisk macet saat loading windows Pada saat loading windows, tiba-tiba muncul pesan sebagai berikut :

verifying dmi pool data.

selanjutnya booting gagal dan komputer langsung hang

tampilan di atas bisa di sebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

1. boot files corrupt atauada yang terhapus.

2. settingan drive harddisksalah.

3. device boot tidak di set denganbenar.

4. settingan BIOS tidak normal.

5. koneksidenganharddiskterputusatauhilang.

6. harddisk mengalami kerusakan atau hardware yang lain mengalami kerusakan.

Solusi :

Berikut adalah beberapa solusi yang mungkin dapat digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah :

1. Kemungkinan pertama adalah boot files corrupt atau ada yang terhapus. Jika itu yang terjadi lakukan beberapa langkah sebagai berikut :

o lakukan booting dari floopy dan masukkan bootable disk. Yakinkan bahwa disketter sebut dibuat dengan menggunakan versi sistem operasi yang sama dengan yang terpasang didalam komputer.

(25)

o setelah proses booting lewat disket berhasil, pada drive A:\>ketikan "sys c:" dan tekan enter. Jika perintah di eksekusi dengan benar oleh sistem maka akan menampilkan pesan "File system transferred". o Setelah itu pindahkan disket dan boot ulang.

o Jika dengan cata diatas tetap belum bisa booting, lakukan kembali boot dari floopy dan masukkan boot disk.

o pada prompt A:\>ketika "fdisk/mbr" dan tekan enter. Perintah tersebut digunakan untuk mempartisi kembali master boot record harddisk. Setelah itu pindahkan disket dan boot ulang.

Sebagai catatan, perintah-perintah diatas hanya berlaku untuk penggunaan sistem operasi yang berbasis Microsoft windows.

2. Setting drive harddisksalah.

Computer berhenti pada saat proses load windows dan muncul pesan "verifying dmi pool data..." hal ini mungkin juga disebabkan oleh settingan harddisk dengan CMOS yang tidak tepat. Cobalah untuk masuk di CMOS (BIOS) dan pastikan apakah harddisk sudah di set dengan benar. Jika perlu lakukan kembali proses Auto Detect.

(26)

Flowchart troubleshooting jika harddisk terkena virus START SCAN HARDDISK TERDETEKSI VIRUS? HARDDISK AMAN DARI VIRUS LAKUKAN PEMBERSIHAN DENGAN APLIKASI FINISH YA TIDAK

(27)

YA TIDAK

Flowchart troubleshooting jika partisi tidak terbaca atau hilang

START

CEK HARDDISK DI EXPLORER

TERBACA SEMUA ?

PARTISI LENGKAP PARTITION FIND ATAU GUNAKAN SOFTWARE

MAOUNT PRO

CARA MENGGUNAKAN :PILIH HARDISK>SCAN>PILIH PILIHAN

YANG TERSEDIA>KLIK SCAN

PILIH MOUNT AS>IKUTI LANGKAH SELANJUTNYA FINISH

(28)

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN

Masalah-masalah yang terjadi pada perangka tkomputer / Laptop dalam hal ini pada harddisk tidak selalu harus membawanya ke tukang sevice.

Kita bisa mencoba cara-cara yang mudah seperti diatas untuk memperbaiki atau menyelesaikan masalah yang ada pada harddisk kita.

B. SARAN

Dalam setiap makalah masing–masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, demi penyempurnaan makalah ini sangat di harapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun. Dan di dalam materi makalah ini penulis berharap dapat bermanfaat bagi semua kalangan yang memiliki komputer / laptop sehingga masalah–masalah yang sering terjadi pada harddisk dapat teratasi dengan adanya makalah ini, dan atau pun bisa menghindari hal – hal yang dapat menjadi pemicu kerusakan terhadap harddisk komputer / laptop si pengguna.

(29)

Troubleshooting Processor

A. Latar Belakang

Pembahasan pada modul materi merakit dan troubleshooting komputer ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

1. Pengenalan Teknologi Komputer dengan pendekatan hardware (hardware approach) yang menjelaskan bagian dari komputer secara keseluruhan baik secara system maupun secara detil perbagian dengan pendekatan hardware untuk mempermudah pengenalan komputer secara komprehensif dan aplikatif.

2. Merakit Komputer, menjelaskan bagaimana merakit komputer dengan tuntunan praktis disertai dengan gambar dan penjelasan.

3. Troubleshooting, menjelaskan deteksi kesalahan dalam merakit komputer dan pemecahannya. Pada kesempatan kali ini penulis sedikit akan membahas dalam makalah tentang Troubleshooting yaitu pada poin ketiga dari poin-poin yang telah di atas.

B. Tujuan

Dalam pembuatan makalah ini tentunya ada tujuan tersendiri diman tujuan itu harus tercapi meskipun separuh atau 50 % dari kesempurnaan, tujuan penulis antara lain :

1. Menambah wawasan tentang troubleshooting PC atau yang biasa disebut melakukan perbaikan dan atau setting ulang system PC.

2. Memenuhi tugas dari salah satu guru pengajar.

3. Sebagai bahan pembelajran apabila makalah ini di perlukan nantinya.

C. Pengertian Troubleshooting

Troubleshooting adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris, yang merujuk kepada sebuah bentuk penyelesaian sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Troubleshooting, kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah, dan juga proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan. Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya.

Pada kesempatan ini kita akan sedikit belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer Anda terutama yang berhubungan dengan Hardware. Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya. Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software, sedangkan untuk permasalahan dengan Brainware, penulis hanya dapat memberikan saran

(30)

D. Teknik dalam Troubleshooting

Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.

1. Teknik Forward

Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :

 Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.

 Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan

 benar.

2. Teknik Backward

Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :

 Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.

 Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.

 Pendeteksian Masalah Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut penulis akan membahas lebih dalam lagi ke teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda,

E. Pendeteksi Masalah

Analisa Pengukuran Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.

Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

Analisa Suara Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :

1. Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.

(31)

3. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.

4. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.

5. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.

6. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.

7. Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.

8. Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).

9. Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

Catatan :

kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

Analisa Tampilan Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

Cara Cepat Mengenali Troubleshooting

1. Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.

2. Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.

3. Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard. Dengan kedua macam teknik dalam pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya akan lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang komputer, jadi jika suatu saat terdapat masalah pada komputer Anda kita dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum membawa ke tempat servis, kalaupun harus membawa ke tempat servis kita sudah mengerti letak permasalahannya, jadi kita tidak dibohongi oleh tukang servis yang nakal Dengan pemahaman troubleshooting komputer yang lebih dalam tentunya akan lebih mempermudah kita untuk mengetahui letak permasalahan dalam komputer dan tentunya akan lebih menyenangkan apabila kita dapat memperbaiki sendiri permasalahan tersebut. Semoga pembahasan sederhana tentang troubleshooting ini dapat bermanfaat.

F. PROCESSOR

Processor atau dikenal juga dengan Central Processing Unit merupakan pusat peng”eksekusi” setiap tugas atau perintah baik yang berupa data maupun informasi di dalam system computer. Contoh merk processor terkemuka di dunia yakni intel, AMD dll.

(32)

Processor merupakan prosentase terbesar yang menentukan baik buruknya sebuah computer. Jika kita akan membeli sebuah computer, pasti pertanyaan pertama yang akan diajukan oleh pemilik took adalah “ computer dengan prosesor jenis apa yang anda inginkan?”. Itu menggambarkan seakan‐akan untuk menyebutkan fitur atau jenis sebuah computer, sudah terwakili dengan menyebutka njenis prosesornya saja.

MASALAH : PROCESSOR CEPAT PANAS

 Masalah : Processor PC cepat sekali panas sehingga berdampak pada computer yang menjadi seringkali hang, reboot, dan sebagainya.

 Solusi :Inilah masalah utama processor. Terutama processor jenis AMD. Untuk mengantisipasinya, pastikan bahwa pada saat pembelian processor, kita juga telah membeli heatsink tan (pendingin) yang berkualitas. Itu akan menjadi sirkulasi udara pada casing lebih baik. Jika perlu menggunakan thermal paste untuk membantu kontak antara permukaan chip processor dengan heatsink dibawah kipas. Pasta penghantar panas tersebut akan memperbaiki kontak CPU dengan kipas sehingga suhu processor akan lebih terjaga.

MASALAH : PASANG PROCESSOR BARU TIDAK TERDETEKSI

 Masalah : Kita baru saja memasang processor baru pada motherboard untuk menggantikan processor lama. Tetapi pada saat booting pertama kali, ternyata speed CPU yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default processor baru tersebut.

 Solusi : Jika pada saat booting pertama kali setelah mengganti processor, ternyata speed CPU yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default processor baru maka melakukan langkah pengecekan sebagai berikut :

a) Chek kembali CPU apakah sudah terinstal dengan tepat.

b) Jika CPU sudah terpasang dengan tepat, tetapi tetap tidak terdeteksi dengan baik, coba chek setting motherboard. Apakah jumper‐jumper yang ada sudah terpasang dengan benar.

TIPS: OPTIMALISASI DENGAN OVERCLOCK

Sebelum kita melangkah lebih lanjut pada kegiatan overclocking, kita harus memahami terlebih dahulu beberapa istilah seperti berikut:

1. BUS, istilah yang digunakan untuk menyatakan system aliran data yang digunakan komponen komponen dalam motherboard untuk berkomunikasi dengan prosesor

2. FSB, merupakan singkatan dari Front Side Bus, yaitu bus utama yang menghubungkan processor dengan chipset Motherboard. Satuan yang dipakai biasanya MHz atau GHz.

3. Clock Speed, merupakan istilah yang digunakan untuk menyatan kecepatan dari sebuah processor atau komponen yang lainnya. Angka clock speed didapat dari perkalian multiplier terhadap FSB. Semakin tinggi clock speed, maka akan semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan komponen tersebut.

(33)

4. Overclocking merupakan suatu teknik yang digunakan untuk meningkatkan kinerja processor memori atau kartu grafis dengan cara meningkatan FSB atau clock speed komponen tersebut.

Agar proses overclock dapat berjalan dengan lancar, lakukan empat langkah persiapan sbb:

1. Siapkan komponen pendingin yang tepat Salah satu masalah pokok overclocking adalah panas berlebih dari proses yang dihasilkan. Oleh karena itu yang perlu dipersiapkan dengan baik adalah system pendingin di dalam casing. Mencari fan atau kipas serta heatsink yang terbaik. Mencari produk yang sedikit mahal tapi memberikan hasil yang maksimal. Menggunakan juga thermal paste yang berkualitas untuk membantu koneksi processor dengan pendingin. Hati‐hati dengan penyiapan ini karena sudah banyak berita bahwa processor terbakar pada saat proses overclocking karena pending yang kurang berfungsi.

2. Siapkan power supply yang berkapasitas tinggi Menggunakan power supply yang berkualitas dengan kemampuan minimal 250 watt

3. Pilih motherboard yang tepatTidak semua jenis motherboard dapat meningkatkan factor pengali (multiplier) processor. Fiturmotherboard yang support untuk keperluan overclocking, minimal harus dapat mengubah speed FSB dan level tegangan inti processor. Teliti betul‐betul jenis motherboard dan kemampuannya. Jika perlu chek kembali spesifikasi yang ada pada buku manual.

4. Update BIOS MotherboardSebaiknya menggunakan BIOS motherboard terbaru, Update BIOS jika diperlukan untuk menjagakestabilan Motherboard pada saat overclock. Beberapa motherboard, memiliki system BIOS yang dapat digunakan untuk melakukan pensettingan FSB dan level tegangan untuk keperluan overclock. Beberapa yang lain dapat dilakukan melalui jumper –jumper yang ada. Tetapi bagaimana jika terlanjur membeli motherboard yang tidak support untuk overclock?. Kemungkinan terakhir adalah melakukan overclocking dengan menggunakan software utility seperti SoftFSB. Utility tersebut bermanfaat karena dapat langsung mengubah speed FSB melalui interface yang ada pada Windows.

TIPS: MEMILIH PROCESSOR

Processor merupakan pusat pengolahan data pada computer. Seandainya manusia, ini adalah organ jantung. Salah memilih processor bisa berakibat fatal bagi computer dan pekerjaan kita. Ini adalah sedikit tips yang dapat dipertimbangkan sebelum memilih sebuah processor:

1. Pertimbangkan kebutuhan kita akan computer Pertanyaan yang harus dijawab adalah untuk keperluan apa kita membangun sebuah system computer? Untuk keperluan biasa, semacam keperluan administrasi perkantoran, desain atau untuk membangun sebuah system teknologi informasi tingkat tinggi.

2. Mempertimbangkan dana Ini juga penting. Jangan memaksakan diri membeli processor kelas tinggi kalu untuk keperluan yang diharapkan, cukup dengan memilih processor yang membuat kita tidak perlu merogoh kocek lebih dalam.

(34)

3. Cari dan bandingkan spesifikasi beberapa processor Dari pertimbangan kebutuhan dan data, tentukan processor yang kita pilih. Cari informasi yang lengkap tentang spesifikasi processor tersebut dan bandingkan dengan jenis yang lain. Yang pasti, jangan tergesa‐gesa menentukan pilihan.

4. Cari processor asli bukan remark Jika keputusan akan jenis processor sudah bulat, silahkan memulai survey harga untuk melakukan pembelian. Tentu saja cari toko termurah untuk spesifikasi komponen yang sama. Bila kita sudah memutuskan membeli processor Intel, pastikan kita mendapatkan yang asli bukan remark. Processor remark adalah processor hasil penyulapan frekuensi bus. Biasanya sering terjadi dari 100MHz ke 1333MHz.

5. Untuk processor AMD, pilih heatsink yang berkualitas

Masalah utama yang sering menjadi persoalan pada processor AMD, biasanya disebabakan karena panas berlebihan. Imbangi hal itu dengan membeli heatsink yang berkualitas sebagai stabilisator dan menciptakan sirkulasi udara yang baik.

G. Macam-Macam Troubleshooting

Kalau prosesor dianggap sebagai “otak” komputer, maka motherboard boleh dianggap merupakan “jantung” kehidupan di PC. Sebagai komponen yang menyandang “beban berat” kerusakan sedikit saja bisa membikin PC tersengal-sengal. Pada komputer generasi awal, komponen seperti prosesor dan Ram langsung dilekatkan pada motherboard tanpa bisa diganti-ganti atau ditambah lagi. Model semcam ini dinamakan backplane. Desain baru yang bersifat modular memungkinkan penggantian beberapa komponen yang melekat pada motherboard secara mudah, sekaligus memberikan keleluasaan tersedianya peluang-peluang peningkatan teknologi PC itu sendiri. Namun, kemudahan senantiasa mengandeng resiko. Begitu pula dengan motherboard. Sejak motherboard dijadikan “sasaran tembak” utama untuk menghasilkan PC yang optimal, kita dihadapkan pada keruwetan-keruwetan yang semakin besar. Mari tunjuk beberapa contoh. Peningkatan kebutuhan prosesor yang bertenaga membuat desain motherboard harus mengikuti tuntutan perkembangan prosesor.

Kebutuhan akan transfer data yang lebih cepat membutuhkan desain motherboard terus berubah. Perkembangan-perkembangn terbaru seperti teknologi Fire Ware, USB 2.0, RAID System, Smart Card, Secure Digital, wireless, semuanya berkumpul pada lahan yang sama : motherboard. Meski untuk saat ini belum semua teknologi tersebut populer, namun untuk memberi daya tarik suatu produk motherboard para produsen pun tak kurang akal. Mereka beramai-ramai menyediakan ruang upgrade itu, tanpa harus menyertakannya ketika ia diproduksi secara massal, untuk tetap membuatnya tetap ekonomis. Beragamnya tipe chipset pada motherboard yang menjadi tolak ukur dukungan teknis juga kian membuat para pengguna dipusingkan untuk memilih mana yang terbaik. Belum lagi selesai dengan masalah yang satu ini, kita juga dihadapkan dengan berbagai kekhawatiran, bagaimana mengatasi persoalan bila mana terjadi motherboard sebagai jantung PC, masalah sedikit saja bisa membuat PC termehek-mehek. Justru dengan banyaknya pilihan tersebut, kunci pertama supaya kita tetap tidak tersesat delam belantara adalah memahami seni arsitektur mother board, dan membekali diri dengan kemampuan praktis yang mumpuni.

(35)

Berikut ini langkah-langkahnya. Repair or Replace Keputusan untuk mereparasi sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang terjadi pada sebuah motherboard. Sementara, langkah penggantian sangat tergantung oleh tingkat daya dukung teknologi motherboard ataupun kemampuan ekonomi Anda dalam membelanjakan barang-barang komputer. Masalahnya adalah bagaimana seandainya motherboard itu masih terhitung baru, sementara kita tidak mampu mendeteksi kerusakan atau menentukan jalan keluarnya? ikuti dulu langkah kedua sebelum memutuskan untuk membeli yang baru. Back to Basics I  Periksa semua konektor. Tentu saja, langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu

konektor pun yang terlepas atau tidak tertancap dengan benar.

 Periksa semua komponen yang melekat. Ini penting untuk memdeteksi, apakah pemasangan prosesor, RAM, VGA Card sudah benar atau belum. Juga untuk memastikan bahwa secara fisik IC-IC di dalam motherboard tidak mengalami kerusakan atau terlepas.

 Periksa sumber listrik yang masuk melalui power suplay. Untuk memastikannya, periksa dulu suplai listrik dari jala listrik, lalu periksalah output listrik pada kabel-kabel power suplay dengan menggunakan multimeter. Pastikan bahwa output tiap kabel sudah sesuai dengan yang direkomendasikan pada buku manual.

 Periksa, adakah barang-barang asing yang menggangu jalur motherboard. Kabel, sekrup, kotoran, juga debu bisa mempengaruhi nafas kehidupan motherboard. Gangguan semacam ini, selain membuat lalu lintas data terganggu, bila posisinya strategis bisa menimbulkan hubungan pendek alias konslet.  Periksa jumper-jumper, DIP switch, atau pin-pin pengatur setiap fitur dengan teliti dan benar. Pastikan

bahwa Anda mengacu pada buku manual jangan menggunakan ilmu hafalan. Setting yang salah bisa membuat motherboard Anda tak mau hidup.

 Periksa bagian-bagian motherboard yang melekat pada casing. Hubungan pendek akibat penguncian tanpa isolator antara casing, sekrup pengunci dengan motherboard akan membuat listrik terhenti setiap kali tombol power ditekan.

Contoh Lain Troubleshooting PC dan Solusinya :

a. Sistem PC tidak menyala ketika kartu grafis onboard diganti dengan VGA Card Masalah semacam ini sering terjadi ketika pengguna hendak melakukan upgrade kartu grafis pada motherboard yang memiliki VGA add on yang terpasang. Namum, pada sebagian motherboard, Anda harus melakukan pergantian setting secara manual. Sebenarnya ini tidak akan terjadi kalau Anda tahu tips dan triknya. Biasanya masalah akan terjadi ketika kartu grafis add on ditancapkan dan Anda melakukan booting untuk pertama kalinya.

b. Sistem kemudian tidak menyala sama sekali. Bahkan tidak mengeluarkan bunyi beep sama sekali. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan kembali VGA onboard Anda. Ketika Sudah masuk sistem Windows, lakukan uninstall driver VGA onboard yang Anda pakai. Setelah itu, lakukan restart kembali sistem Anda untuk kemudian masuk pada menu BIOS. Pada menu ini, Anda harus mematikan atau mend-disable fitur VGA onboard. Setelah mematikan fungsi ini keluarlah dari BIOS dan matikan sistem. Langkah selanjutnya adalah pasang kartu grafis add on Anda pada slot AGP

(36)

atau slot PCI sesuai dengan tipe kartu grafis yang hendak Anda pakai. Setelah tertancap dengan benar pada slot yang sesuai, nyalakan kembali sistem Anda. Sistem akan kembali menyala dengan kartu grafis add on sebagai kartu grafis utama. Jangan lupa untuk menginstall driver terbaru yang sesuai dengan kartu grafis tersebut.

c. Sistem tidak bekerja ketika prosesor diganti Kejadian ini amat sering terjadi ketika Anda hendak melakukan upgrade atau downgrade dengan menggunakan prosesor yang memiliki front side bus yang berbeda. Misalnya ketika Pentium Anda ber-FSB 533 MHz Anda ganti dengan yang ber-FSB 400 MHz, sementara BIOS Anda masih men-setting sistem bekerja pada FSB 533 MHZ. Agar sistem mau bekerja kembali, ada dua cara yang bisa ditempuh. Cara pertama adalah masuk ke sistem BIOS dan menganti FSB yang dipakai dari 133 MHZ manjadi 100 MHz. Ini dengan catatan kalau sistem motherboard dan prosesor Anda masih bisa mentolerir penggunaan FSB yang jauh lebih tinggi dibanding yang dipakai. Cara lain adalah melakukan clear CMOS. Apabila langkah ini sudah dilakukan. Masuklah ke menu BIOS Anda dan pastikan FSB yang dipakai sudah sesuai dengan FSB yang bekerja pada prosesor Anda. Langkah ini dijamin manjur untuk mengatasi masalah yang semacam ini.

d. Sistem tidak bekerja ketika modul memori DDR diganti Ada beberapa kemungkinan maslah yang mungkin jadi penyebab mangapa masalah semacam ini terjadi. Pertama adalah kompatibilitas motherboard yang dipakai terhadap memori baru yang dipasang. Penyebabnya ada dua, yaitu masalah chip memori yang digunakan atau maslah tipe memori yang dipakai. Beberapa motherboard mensyaratkan secar tegas jenis chip yangh dipakai. Apabila tidak sesuai, motherboard tidak akan mendeteksi adanya memori yang berakibat pada tidak bekerjanya sistem. Sementara beberapa motherboard juga tidak mau dipsangi memori tipe single side atau double side. Sekali lagi ini masalah kompatibilitas motherboard terhadap memori yang dipasang. Apabila masalahnya adalah chip memori, update BIOS terkadang bisa jadi salah satu pemecahan jitu. Kemungkinan kedua adalah tipe memori yang dipasang memiliki CAS latency yang lebih rendah ketimbang CAS latency memori sebelumnya, sementara pada BIOS latency masih di setting pada CAS-2. cara satu-satunya adalah dengan melakukan reset atau clear BIOS. Setelah itu masuklah pada menu BIOS yang mengatur latency yang bekerja pada memori dan ubah sesuai dengan kemampuan memorinya. Yang paling aman adalah dengan mengubah latency yang bekerja pada CL-2,5.

e. Sistem tidak bekerja meski semua power sudah terpasang Bisa jadi masalah ini muncul lantaran beberapa penyebab. Pertama periksa apakah ada aliran listrik yang masuk pada motherboard. Ini penting untuk memastikan adakah aliran listrik yang mengalir pada motherboard. Pada sebagian besar motherboard, indikasi adanya arus listrik yang mengalir ini ditandai dengan lampu LED yang menyala. Kalau lampu ini tidak menyala, bisa dipastikan tidak ada arus listrik yang mengalir. Kedua, kemungkinan power suplay yang tidak terlalu bagus alias tidak memiliki tenaga yang sesuai. Cara satu-satunya adalah menganti power suplay yang Anda punya dengan yang lebih bagus.

f. Penyebab ketiga yang mungkin adalah tidak terpasangnya kartu grafis dengan benar. Ini memang biasa terjadi kalau Anda sembrono memasang kartu grafis add on. Untuk mengatasinya, Anda bisa

(37)

memperbaiki posisi pemasangan. Usahakan agar posisinya tegak lurus terhadap motherboard. Penyebab keempat yang sering tidak terbayang adalah rusaknya tombol power atau koneksinya yang menghubungkan front panel dengan tombol power pada casing depan. Ini menyebabkan Anda tidak dapat menyalakan sistem meski semua terpasang dengan benar. Sistem tiba-tiba hang ketika di overclock Ada beberapa penyebab untuk masalah ini. Penyebab pertama ada pada beberapa komponen yang membutuhkan frekuensi kerja yang lebih tinggi. Ini misalnya terjadi untuk AGP ataupun PCI yang terpasang. Untuk melakukan ini, Anda bisa masuk ke BIOS dan menaikkan frekuensi kerjanya. Ini pun dengan catatan apabila motherboard yang Anda pakai memang mendukung. Penyebab kedua adalah kurangnya tegangan yang dipakai. Untuk itu, Anda juga bisa masuk ke menu BIOS dan melakukan penaikan tegangan, baik pada prosesor atau memori. Tapi cara ini riskan kaerena sangat tergantung pada kemampuan dan daya tahan motherboard, prosesor, memori, ataupun kartu grafis yang dipasang. Ini kareena kenaikan tegangan akan mempengaruhi kerja dari beberapa periferal yang terpasang.

g. Sistem tidak bekerja karena hardisk tidak terdeteksi Masalah ini sering sekali muncul pada beberapa motherboard. Kesalahan sendiri terjadi bukan pada motherboard-nya, tetapi pada kabel data yang Anda gunakan. Kesalah ini biasanya muncul karena Anda menggunakan port secondary dan bukan port primary meskipun Anda tidak menggunakannya buat CD-ROM atau drive lain. Pada beberapa sistem, motherboard tidak akan mendeteksi lantaran penggunaan kabel data semacam ini. Solusi yang bisa dilakukan adalah menggunakan port utama pada kabel IDE untuk hardisk sementar secondary untuk CD-ROM drive atau yang lain.

h. Sistem tidak bekerja ketika kabel fan CPU tidak dipasang Ini biasa terjadi pada beberapa motherboard yang memiliki tingkat keamanan yang cukup bak. Pada mother board yang demikian, sistem tidak akan mau bekerja kalau kabel fan tidak terpasang pada pin yang sesuai yaitu pun CPU fan. Ini dimaksudkan untuk menjamin agar fan bekerja untuk melindungi prosesor dari panas berlebihan. Nah, kalau Anda tidak memasang kabel fan pada pin power fan, atau bahkan tidak memasang pada salah satu pin, otomatis sistem tidak akan bekerja. Langkah satu-satunya yang diambil adalah memasang kabel fan CPU pada pin yang sesuai.

i. Ketika booting sistem nyatakan disk fail Masalah ini muncul kalau Anda tidak memiliki floppy drive sementara pada BIOS fitur ini masih difungsikan. Cara satu-satunya adalah masuk ke menu BIOS dan matikan fitur yang satu ini.

j. Sistem tidak bekerja ketiga primary graphic adapter diganti Ini biasa terjadi pada motherboard yang memiliki fitur VGA onboard. Ketika akan diganti dengan kartu grafis add on, baik yang berebasis PCI ataupun AGP. Ketika setting yang dipasang tidak sesuai dengan kondisi nyata, sistem tidak akan mampu melakukan booting. Satu-satunya langkah yang bisa diambil adalah dengan melakukan clear CMOS atau bahkan mencabut baterai CMOS kalau jumper untuk melakukan clear CMOS tidak ada. Ini untuk memaksa motherboard kembali pada posisi default. Setelah booting dapat dilakukan, masuk pada menu BIOS dan ubah setting primary graphic adapter sesuai dengan jenis kartu grafis yang dipasang. Apabila Anda memasang kartu grafis berbasis AGP, setting fitur ini pada AGP add on.

(38)

k. BIOS yang terkunci Password Password BIOS biasanya digunakan user untuk melindungi setting BIOS pada komputer. Dan bila Anda ingin mereset password pada BIOS tidak terlalu susah untuk mengkoneksikan bateray CMOS nya, dengan sedikit trik pada Dos, Anda bisa mereset BIOS tersebut. Pertama keluarlah dari Windows atau me reboot komputer, jalankan komputer pada MS-DOS mode, gunakan pilihan “ Command prompt only” Pada C:\> prompt, ketik : DEBUG Tekan enter. Anda akan melihat tanda (-) pada DEBUG prompt, kemudia ketik: o 70 2e Pada DEBUG prompt akan ditampilkan seperti –o 70 2e. Tekan enter, ketik : o 71 ff Tekan enter, terakhir ketik : QTekan enter, makan Anda akan keluar dari DEBUG prompt dan kembali pada C:\> prompt Sekarang reboot PC Anda, tekan tombol del, dan password untuk memasuki Setup BIOS pun sudah lenyap.

PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

(39)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Dokumentasi Tugas Besar Sistem Komputer

Troubleshooting

(Registry)

PCE 0909

Disusun Oleh:

Kidung Dwi Prasetyo

:

30209083

Hendri Sildrian

:

30209282

Bimo Febriantoko

:

30209084

Teknik Komputer

Politeknik Telkom

Bandung

2009

(40)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom i

Kata PENGANTAR

Windows merupakan sistem operasi untuk PC yang paling popular saat ini. Salah satu keunggulan Windows adalah kemudahan dan penggunaannya. Misalnya kemudahan install, konfigurasi sampai dengan adanya feature plug dan play untuk hardware. Tentunya semua konfigurasi dan setting tersebut disimpan dalam system operasi , dan untuk menyimpan informasi berbagai setting dan konfigurasi, windows menggunakan registry. Registry merupakan database yang digunakan untuk menyimpan semua setting dan informasi hardware , software dan berbagai dan berbagai preferences untuk windows 32 bit. Salah satu contohnya adalah misalnya seseorang mengganti assosiasi file atau menginstal program , maka perubahan setting tersebut akan dituliskan pada registry. Contoh lainnya adalah mendisable display properties, menyembuhkan berbagai menu pada menu start.

Selain sebagai tempat untuk menyimpan informasi system operasi windows sendiri, registry juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai informasi setting dan konfigurasi pada aplikasi atau program. Misalnya winzip menggunakan registry untuk menyimpan informasi toolbar, aplikasi untuk membuka file (viewer), user name, serial number, dll.

Registry diletakkan pada dua hidden file yaitu user.dat dan system.dat yang terletak pada directory windows untuk Win 95/98/Me dan pada directory Windows/System32/Config untuk Windows NT. Selain menggunakan registry (system.dat dan user.dat), windows juga menyimpan informasi setting tertentu pada file msdos.sys, system.ini dan win.ini.

Walaupun dalam penyusunan makalah ini, saya telah melakukan pengkajian dan pemahaman yang mendalam serta berusaha untuk menyampaikannya secara lengkap dan terstruktur, tetapi tentunya setiap karya tidaklah benar-benar sempurna sehingga mungkin makalah ini kurang dapat memenuhi kebutuhan para pembaca, untuk itu saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan makalah ini akan disambut dengan senang hati.

(41)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register! Politeknik Telkom ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Perumusan Masalah 1

C. Tujuan 1

D. Pembatasan Masalah 2

BAB II: LANDASAN TEORI

2.1. Apa Itu Registry? 3

2.2. Apa Guna Dari Registry? 3

2.3. Seberapa Pentingkah Registry 4

2.4. Macam-Macam Registry Windows 5

2.4.1. Registry Dalam windows 16-bit 5

2.4.2. Registry Dalam Windows 9x 5

2.4.3. Registry Dalam Windows NT 5

2.5. Bagin-Bagian Registry 6 2.5.1. HKEY_CLASSES_ROOT 7 2.5.2. HKEY_CURRENT_USER 7 2.5.3. HKEY_LOCAL_MACHINE 7 2.5.4. HKEY_USER 7 2.5.5. HKEY_CURRENT_CONFIG 8

(42)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom iii

2.6. Struktur Registry 9

2.7. Cara Mengunci Regedit Dan Membuka Regedit 14

2.7.1. Langkah-Langkah Mengunci Regadit 14

2.7.2. Langkah-Langkah Membuka Regedit 16

2.8. Backup Registry 18

2.8.1. Langkah-Langkah Backup Registry 18

2.9. Fungsi Dari Max Registry Cleaner Dan Tutorialnya 20

2.9.1. Fungsi Max Registry Cleaner 20

2.9.2. Tutorial Max Registry Cleaner 20

BAB III: PENUTUP

3.1. Kesimpulan 24

(43)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom 1

BAB 1

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Sebab-sebab kami mengambil tema ini, karena banyak diantara kita yang menginginkan agar PC yang kita miliki agar dapat di optimalisasi dengan mudah. Nah oleh karena itu kami memilih tema ini, karena kami telah memiliki bahan-bahannya dan memilki sedikit ilmu tentang tata cara mengedit registry supaya komputer lebih optimal dan nyaman digunakan. Mudah-mudahan pendemoan yang kami laksanakan dipresentasi nanti tidak bermasalah. amien.

B. Perumusan Masalah

Masalah yang berkaitan dengan tema tugas besar yang kami berikan yaitu; - Bagian-bagian registry

- Cara mengunci dan Membuka registry - Backup registry

- Tools registry

C. Tujuan

Tujuan kami adalah ingin berbagi pengalaman dan berbagi ilmu yang kami punya tentang bagaimana cara memecahkan masalah registry pada windows dan memberi tahu tentang seberapa pentingnya registry dalam sebuah PC. Dan setelah mempelajari ini kita dapat mengetahui seberapa pentingkah itu registry.

(44)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom 2

D. Pembatasan Masalah

- Fungsi-fungsi dari bagian registry

- Langkah-langkah cara mengunci dan membuka registry - Langkah-langkah membackup registry

- Tutorial tools registry

(45)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom 3

BAB 2

2. Landasan Teori

2.1. Apa itu registry?

Pusat susunan database yang digunakan oleh Windows 9x keatas untuk menyimpan informasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi satu atau lebih pengguna, aplikasi, dan perangkat keras. Informasi dari registry diakses terus oleh Windows untuk mengetahui profil pengguna, aplikasi yang di install di komputer dan dokumen apa yang bisa dibuat oleh aplikasi tersebut, setting dari folder dan icon, perangkat lunak yang dipasang, dan port yang sedang dipakai. Registry menggantikan hampir semua .ini file yang digunakan oleh konfigurasi Windows 3.x dan MS-DOS, seperti autoexec.bat dan config.sys. Meskipun registry ini seragam di Windows, tapi tiap versi mempunyai perbedaan sendiri.

2.2. Apa guna dari registry?

Registry bertugas untuk mengatur semua lalu-lintas yang berada dikomputer, setiap aplikasi yang masuk dan yang keluar (berhenti) akan di atur oleh registry. Selain tiu juga registry bertugas untuk mengatur pemakaian setiap hardware yang telah terdaftara oleh aplikasi-aplikasi yang membutuhkannya. Semuanya tersebut diatur oleh registry karena sudah terlebih dahulu terdaftar di dalamnya. Struktur dari registry ini berbentuk pohon (tree) seperti halnya windows explorer yang sering kita pakai untuk menelusuri isi dari hardisk. Induk atau root dari registry ini adalah My Computer.

(46)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom 4

2.3. Seberapa pentingkah registry?

Seperti yang kita ketahui, Registry merupakan database yang digunakan untuk menyimpan semua setting dan informasi hardware, software dan berbagai preferences di windows sehingga sebuah pc dapat berjalan dengan semestinya. Selain itu, registry juga merupakan salah satu komponen penting dalam penyidikan digital. Sistem Windows menggunakan registry untuk menyimpan konfigurasi sistem dan detail penggunaan sistem operasi. Jadi dari key-key yang ada di dalam registry, banyak informasi yang bisa Anda dapatkan seperti kapan waktu akses sebuah aplikasi, file apa yang diakses menggunakan aplikasi tersebut, di mana letak file yang diakses, dan banyak lagi. Jadi, registry sangatlah penting dalam sebuah sistem operasi karena registry merupakan jantung dari sistem operasi tersebut.

(47)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom 5

2.4. Macam-macam registry Windows

2.4.1. Registry dalam Windows 16-bit

Registry dalam sistem Windows 16-bit dimulai pada Windows 3.x yang mana berguna

hanya untuk menyimpan asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, serta asosiasi objek OLE di dalam dokumen dengan aplikasinya. Implementasi registry dalam windows 16-bit ini masih tergolong yang sangat sederhana.

2.4.2. Registry dalam Windows 9x

Struktur registry pada windows 9x hampir sama dengan struktur registry dalam Windows NT, tapi tidak kompatibel secara fisik. Dalam sistem operasi windows 9x ini terdapat sebuah anak pohon tambahan, yakni HKEY_DYN_DATA yang digunakan untuk mengukur performa serta melakukan konfigurasi perangkat keras Plug and Play. Windows 9x menyimpan registry di dalam dua berkas yaitu %WINDIR%\system.dat dan %WINDIR%\user.dat. System.dat mengandung informasi mengenai sebuah komputer tertentu, sedangkan user.dat mengandung informasi mengenai user dari komputer tersebut. Contoh windows 9x yaitu Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition.

2.4.3. Registry dalam Windows NT

Registry dalam Windows NT sama dengan yang diterapkan pada Windows 2000,

Windows XP dan Windows Server 2003 terbagi ke dalam lima buah anak pohon (subtree), yang setiap pohon tersebut mengandung kumpulan kunci (key) dan anak kunci (subkey).

(48)

Generated by Unregistered Batch DOC TO PDF Converter 2009.1.1201.1343, please register!

Politeknik Telkom 6

2.5. Bagian-Bagian Registry

Dalam operating sistem seperti windows XP yang sering dipakai oleh masyarakat pada umumnya My computer atau root dari registry ini memiliki 5 buah subpohon (subtree), yaitu: - HKEY_CLASSES_ROOT - HKEY_CURRENT_USER - HKEY_LOCAL_MACHINE - HKEY_USER - HKEY _CURRENT_CONFIG

Referensi

Dokumen terkait

Dalam system akuntansi, file voucher adalah sebuah bagian penting dari jejak audit, menyediakan informasi mengenai sumber seluruh entri yang dibuat untuk memperbaharui

Untuk membuat suasana pembelajaran yang aplikatif sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat maka perlu dilakukan perubahan pendekatan pembelajaran yang mengacu

Menurut Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan sepanjang hayat, memerlukan ilmu dan keterampilan,menggunakan hasil penelitian dan aplikasi teori

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa bahan evaluasi dan saran bagi perusahaan Abata Donuts maupun usaha yang sejenis mengenai desain operasi

Sifat hakikat manusia adalah ciri-ciri karakteristik yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan, meskipun antara manusia dengan hewan tertentu terdapat

Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal, maka informasi biaya perunit diperoleh dari total biaya produksi, sedangkan untuk pengambilan keputusan

Sedangkan pada media dengan zat alelopati menunjukkan pertumbuhan akar yang berbeda yaitu lebih pendek daripada media tanam tanpa zat alelopati yaitu: contoh

Dengan kenaikan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja dan peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan susu buatan serta luasnya distribusi