STIMULASI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS MELALUI PUZZLE
Paper disusun Guna Mendukung Simulasi Pembelajaran Kecerdasan Majemuk AUD Dosen pengampu: Anayanti Rahmawati, S.Psi, Psi, M.A
Disusun oleh:
Nama : Dwi Retno Safitri
NIM : K8113023
Kelas : 4A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2015
BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
BAB II PEMBAHASAN
A. LANDASAN TEORI (LOGICAL-MATHEMATICAL INTELLIGENCE)
Menurut Amstrong Kecerdasan Logis-Matematis (Logical-Mathematical Intelligence) yaitu kemampuan untuk menggunakan angka dengan baik (misalnya ahli matematika, akuntan pajak atau ahli statistik) dan melakukan penalaran yang benar (misalnya ilmuan, pemrogram komputer atau ahli logika). Kecerdasan ini digunakan oleh ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan mengujinya dengan data eksperimen. Termasuk dalam kecerdasan ini adalah kepekaan pada pola logika untuk menganalisa kasus atau permasalahan, dan melakukan perhitungan matematis.
Indikator kecerdasan Logis-Matematis: Logical-Mathematical Intelligence, di antaranya adalah sebagai berikut: senang dengan angka-angka, menyukai ilmu pengetahuan, suka memecahkan misteri, senang menghitung, senang
mengestimasikan, atau menerka jumlah (seperti jumlah uang logam dalam sebuah wadah), mudah mengingat angka-angka serta statistik (statistik baseball, skor sports, tinggi gedung tertinggi di dunia, menyukai permainan yang menggunakan strategi seperti catur, memperhatikan hubungan antara perbuatan dengan akibatnya (yang disebut sebab akibat), menghabiskan waktu mengerjakan asah otak atau teka-teki logika, senang menemukan cara kerja komputer, senang mengorganisasikan informasi dalam tabel serta grafik, menggunakan komputer lebih dari sekedar untuk bermain permainan.
B. STIMULASI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS
Salah satu indikator kecerdasan Logis-Matematis adalah suka memecahkan misteri, melalui indikator ini penulis mencoba mengaplikasikannya melalui
pembelajaran menyusun puzzle. Puzzle membantu mengembangkan daya nalar anak karena anak menghubungkan dan mencocokkan susunan puzzle secara benar. Anak yang mempunyai kecerdasan logis-matematis menonjol biasanya jalan pikirannya logis. Mereka mudah belajar dengan skema dan bagan.
Pembelajaran multiple intelligence melalui puzzle ini bukan ditujukan untuk mengetahui kemenonjolan anak dalam bidang logis-matematis, akan tetapi membantu anak belajar sesuai dengan kecerdasan yang menonjol pada dirinya. Sehingga anak yang tidak menonjol dalam bidang logis-matematis memiliki kemungkinan yang besar menonjol dalam bidang yang lain, dengan kata lain anak memiliki kecerdasan masing-masing sesuai dengan bidangnya.
Pembelajaran puzzle ini bertujuan untuk menstimulasi kecerdasan matematis, artinya pembelajaran bertujuan untuk merasang kecerdasan maematis anak bukan untuk membandingkan kemenonjolan kecerdasan logis-matematis antara anak yang satu dengan yang lain. Langkah-langkah pembelajaran tersebut yakni:
a. Menentukan Tema dan Perangkat Pembelajaran Lainnya.
Tema Sub tema Indikator Pengalaman
belajar (kegiatan)
Media Evaluasi
Binatang Binatang ternak
- Guru melakukan recalling/ review dengan tujuan membangkitkan memori anak.
- Guru memberikan puzzle kepada masing-masing anak. - Anak ditugaskan untuk menyusun puzzle.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kecerdasan Logis-Matematis (Logical-Mathematical Intelligence) yaitu kemampuan untuk menggunakan angka dengan baik (misalnya ahli matematika, akuntan pajak atau ahli statistik) dan melakukan penalaran yang benar (misalnya ilmuan, pemrogram komputer atau ahli logika). Kecerdasan ini digunakan oleh ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan mengujinya dengan data eksperimen. Termasuk dalam kecerdasan ini adalah kepekaan pada pola logika untuk menganalisa kasus atau permasalahan, dan melakukan perhitungan matematis.
Pembelajaran multiple intelligence melalui puzzle ini bukan ditujukan untuk mengetahui kemenonjolan anak dalam bidang logis-matematis, akan tetapi membantu anak belajar sesuai dengan kecerdasan yang menonjol pada dirinya. Sehingga anak yang tidak menonjol dalam bidang logis-matematis memiliki kemungkinan yang besar menonjol dalam bidang yang lain, dengan kata lain anak memiliki kecerdasan masing-masing sesuai dengan bidangnya.
B. SARAN
Permainan menyusun puzzle untuk mestimulasi kecerdasan logis-matematis anak yang penulis simulasikan tentu memiliki banyak kekurangan. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan bagi penulis dan siapapun yang menggunakan paper ini sebagai rujukan.
DAFTAR PUSTAKA
Amstrong, T. 2013. Kecerdasan Multipel Didalam Kelas. Jakaerta: PT. Indeks