PERAMALAN PRODUKSI SEBAGAI
DASAR PERENCANAAN PERSEDIAAN
PENGAMAN KEBUTUHAN BAHAN
BAKU BILLET BAJA DI PABRIK WIRE
ROD MILL P.T. KRAKATAU STEEL
(PERSERO)
NAMA : RIO YURI ALDINO
NPM : 11130012
FAK/JUR : TEKNIK INDUSTRI
PEMBIMBING : EMY KHIKMAWATI S.T., M.T.
Latar Belakang
P.T. Krakatau Steel (Persero) adalah perusahaan baja terpadu yang terletak di kota Cilegon Provinsi Banten. P.T. Krakatau Steel (Persero) juga merupakan pabrik baja terbesar di Indonesia dan merupakan distributor baja terbesar di seluruh Indonesia. Hasil produksi P.T. Krakatau Steel (Persero) berupa Batang baja (Billet), Slab Baja, Batang Kawat Baja (Wire Rods), Baja Lembaran Dingin (Cold Rolled Coil), Baja Lemabaran Panas (Hot Sheet Coil) dan Baja Gulungan Panas (Hot Rolled Coil). Untuk itu dalam memenuhi permintaan konsumen, kebutuhan bahan baku harus dimanajemen sebaik mungkin, baik dari perencanaan bahan baku hingga proses perencanaan persediaan pengaman (safety stock) kebutuhan bahan baku untuk kedepannya agar dapat memenuhi permintaan konsumen dengan mempertimbangkan segala aspek produksi di perusahaan.
Identifikasi Masalah
Perumusan Masalah
•
Metode Peramalan apakah yang sebaiknya diterapkan di Pabrik
Wire Rod Mill P.T. Krakatau Steel (Persero) tbk untuk
meminimumkan kesalahan peramalan perencanaan persediaan
bahan baku
•
Berapa ton peramalan produksi baja batang batang kawat di Pabrik
Wire Rod Mill P.T. Krakatau Steel (Persero) tbk dengan
menggunakan metode peramalan terpilih
•
Berapa ton peramalan persediaan kebutuhan bahan baku (baja
billet) Pabrik Wire Rod Mill P.T. Krakatau Steel (Persero) tbk
dengan menggunakan peramalan yang terpilih
Batasan Masalah
•
Kerja praktek yang penulis lakukan adalah di
pabrik Wire Rod Mill P.T. Krakatau Steel
(Persero) Tbk.
Manfaat Kerja Praktek
•
Mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan
metodologinya yang selama ini telah diterima di bangku kuliah
pada dunia kerja.
•
Menguji kemampuan penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang telah diperoleh di bangku kuliah.
•
Memberikan informasi kepada mahasiswa terutama mahasiswa
teknik Universitas Malahayati tentang keadaan dunia kerja
nyata sehingga memotivasi untuk mempersiapkan dirinya.
Waktu Pelaksanaan
Tanggal Pelaksanaan : 07 Juli s/d 07 Agustus 2014
Tempat/Perusahaan : PT. KRAKATAU STEEL (Persero)
Divisi Pabrik Baja Batang Kawat (Wire Rod
Mill)
Alamat Perusahaan : PT. KRAKATAU STEEL (Persero)
Peramalan
Metode Peramalan Time Series
1. Pendekatan naif
2. Rata-rata bergerak (
moving average)
3. Penghalusan eksponential
(exponential
smoothing)
Metode Rata-rata bergerak sederhana
(single moving average)
Metode Penghalusan Eksponential
(exponential smoothing)
Fx = Fx-1 + α (Ax-1 – Fx-1)
Dimana : Fx = Periode x yang diramalkan
Fx-1 = Hasil ramalan periode x-1
Ax-1 = Nilai sebenarnya periode x-1
α
= Porsi perbedaan nilai
Metode garis lurus (
linear trend)
= a + bx
dimana:
ŷ = nilai terhitung dari variabel yang akan diprediksi
( disebut variabel terikat )
a = persilangan sumbu y
b = kemiringan garis regresi (atau tingkat perubahan
pada y untuk perubahan yang terjadi di x).
x = variable bebas
Rumus :
b =
a =
dimana: Σ = tanda penjumlahan total
x = nilai variabel bebas yang diketahui
y = nilai variabel terkait yang diketahui
x^ = rata-rata nilai x
ŷ = rata-rata nilai y
Pengukuran Kesalahan Peramalan
(Error)
E = y -y
ꞌ
Dimana : E = Error atau Kesalahan
y = peramalan
ꞌ
Teknik mengukur kesalahan peramalan
menurut Render dan Heizer (2004):
1. Deviasi rata-rata absolute atau
Mean Absolute
Error
(MAE)
MAE
=
2. Kesalahan rata-rata kuadrat atau
Mean
Squared Error
(MSE)
MSE
=
Dimana : |E
2| = Absolute Squarred Error
3. Kesalahan Persentase rata-rata absolute atau
Mean Absolute Percent Error
(MAPE)
MAPE =
Persediaan
(inventory)
Tujuan pengawasan persediaan
•
Menjaga jangan sampai kehabisan persediaan
•
Supaya pembentukan persediaan stabil
•
Menghindari pembelian kecil-kecilan
Persediaan Pengaman (safety stock)
Menurut Rangkuti (2002) persediaan pengaman adalah
persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau
menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan (
stock
out).
Rumus : SS = Z . SD
•
Dimana : SS = Persediaan Pengaman
(safety stock)
PT. Krakatau Steel (Persero)
•
Kantor Pusat :
Jl. Industri No. 5 P.O. Box 14 Cilegon -
Banten 42435 Indonesia Tel:+62-254 392159, 392003
(Hunting) Fax: +62-254 372246, 395178
•
Kantor Jakarta :
Gedung Krakatau Steel, Lantai 4 Jl.
Gatot Subroto Kav. 54 Jakarta Selatan 12950
Indonesia Tel: +62-21 5221255 (Hunting) Fax: +62-21
5200876, 5204208, 5200793
Pabrik Baja Batang Kawat (
Wire Rod
Mill
/ WRM )
Pengumpulan Data
Dapat dilihat data yang dikumpulkan bersifat random
atau tidak tetap. Sehingga metode yang cocok untuk
digunakan adalah sebagai berikut :
•
Trend Linear
•
Single Moving Average 3 bulanan.
•
Single Moving Average 4 bulanan.
•
Single Moving Average 5 bulanan.
•
Single Exponential Smoothing
dengan menggunakan
Metode Trend Linear
Metode Single Moving Average 3 bulanan
Grafik Peramalan Jumlah Produksi Januari 2013 – Mei 2014 dengan metode
Metode Single Moving Average 4 bulanan
Metode Single Moving Average 5 bulanan
Metode Single Exponential Smoothing dengan α = 0,1
Metode Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5
Metode Single Exponential Smoothing dengan α = 0,9
Penggunaan Metode
Peramalan yang tepat adalah peramalan yang memiliki
nilai kesalahan rata-rata terkecil, yaitu
Mean Absolute
Error
(MAE) dan
Mean Squarred Error
(MSE). Dari
tabel diatas dapat diketahui bahwa peramalan jumlah
produksi yang tepat digunakan di Pabrik Wire Rod P.T.
Krakatau Steel (Persero) adalah menganalisis data
dengan menggunakan metode
Single Moving Average
5
bulanan karena memiliki nilai
Mean Absolute Error
(MAE) dan
Mean Squarred Error
(MSE). Yaitu MAE =
3603,028 dan MSE = 18166393,669.
Penentuan Kebutuhan Bahan Baku
Kebutuhan Rata-rata billet baja =
=
= 1,02971 ton
Untuk menentukan kebutuhan bahan baku untuk periode mendatang adalah dengan cara mengalikan hasil peramalan jumlah produksi perbulan nya untuk bulan Juni 2014 hinggan Mei 2015 dengan hasil kebutuhan rata-rata billet baja. Berikut contoh hasil perhitungannya :
Juni 2014 = 13377,721 x 1,02971 = 13775,173 Ton
Penentuan Kebutuhan Bahan Baku
Grafik perbandingan penggunaan bahan baku billet baja
periode Januari 2013 - Mei 2014 dan periode Juni 2014 – Mei
Persediaan Pengaman
(Safety
Stock)
SD =
Dimana : SD = Standart Deviasi
X = Perkiraan Pemakaian
Y = Pemakaian Sesungguhnya
n = Banyaknya Data
Rata-Rata persediaan perbulan =
=
SD =
=
=
=
5705,072
Perhitungan Safety Stock
Berdasarkan hasil wawancara, Pabrik Wire Rod Mill
menetapkan kebijakan
Yield
atau tingkat pemenuhan
kebutuhan bahan baku terhadap jumlah produksi
adalah 97,20%. Sedangkan kemungkinan terjadinya
stockouts
adalah 2,80%. Dengan Menggunakan tabel
distribusi normal, nilai
Z
pada daerah dibawah kurva
normal 97,20 (atau 1 - 0,028), diperoleh : 1,92
Simpulan
• Berdasarkan data Yield actual yang terjadi pada perusahaan, proses produksi dan perencanaan pada Pabrik Wire Rod Mill P.T. Krakatau Steel (Persero) sudah berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan selisih perbandingan antara tingkat Yield yang ditargetkan perusahaan dengan Yield actual tidak berselisih terlalu jauh.
• Sebaiknya metode peramalan yang dilakukan pada Pabrik Wire Rod Mill P.T.
Saran
• Apabila perusahaan ingin mengambil keputusan untuk perencanaan
persediaan bahan baku dan persediaan safety stock sebaiknya perusahaan melakukan perhitungan peramalan terlebih dahulu.
• Apabila Perusahaan ingin menerapkan metode peramalan, maka
metode peramalan yang tepat untuk diterapkan adalah dengan menggunakan metode peramalan Single Moving Average 5 bulanan karena memiliki nilai kesalahan (error) Mean Absolute Error dan Mean Squarred Error terkecil apabila dibandingakan dengan metode Linier Trend, Single Moving Average 3 bulanan, Single Moving Average 4 bulanan dan dengan metode Single Exponential Smoothing dengan
alpha 0,1 0,5 dan 0,9.
• Sebaiknya perusahaan memproduksi Batang Kawat untuk periode
selanjutnya sebesar hasil peramalan yang telah dihitung dengan menggunakan metode peramalan Single Moving Average 5 bulanan.
• Sebaiknya perusahaan merencanakan kebutuhan bahan baku Billet Baja
untuk periode selanjutnya sebesar hasil peramalan yang telah dihitung dengan menggunakan metode peramalan Single Moving Average 5 bulanan.
• Untuk meningkatkan tingkat Yield atau service level, perusahaan