• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENJASORKES DAMPAK DAN BAHAYA NA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENJASORKES DAMPAK DAN BAHAYA NA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENJASORKES

“DAMPAK DAN BAHAYA NARKOBA

BAGI KESEHATAN”

DI SUSUN OLEH :

GLORY ANGGRAINI

KHAIRUNISA

KIKI RAHMAWATI

RABI’AN

RAUDA NEVILIA

XI MIPA II

SMAN 1 TELUK KERAMAT TAHUN PELAJARAN

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami ucapkan kehadirat ALLAH SWT, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Dampak dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan”.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih, terutama kepada beberapa pihak diantaranya :

1. Bapak Suryadinata S.Pd , Selaku Guru mata pelajaran Penjasorkes. 2. Orang tua yang telah membantu dalam dukungan moril, maupun materi. 3. Pihak-pihak yang membantu pembuat makalah ini agar baik dan benar.

Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan, baik dari segi penulisan, tata Bahasa, serta penyusunannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, guna menjadi bekal pengalaman kami untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Sekura, 25 Juli 2017

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI ...iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Rumusa Masalah ...1

1.3 Tujuan ...2

1.4 Manfaat...2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Narkoba ...3

2.2 Jenis-Jenis dan Golongan Narkoba ...3

2.3 Dampak dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba ...5

2.4 Kiat-Kiat Menghindari Penyalahgunaan Narkoba ...7

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...8

3.2 Saran ...8

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Istilah ini sering digunakan oleh aparat penegak hukum seperti Polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), Jaksa, Hakim dan petugas permasyarakat. Narkoba sering disalah gunakan penggunaannya karena narkoba dapat menolong mereka yang sedang mengalami masalah dalam kehidupannya. Narkoba memiliki sifat yang apabila dikonsumsi tidak sesuai oleh penggunanya maka akan berakibat fatal, seperti rusaknya sistem saraf yang berujung dengan kematian.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.22 tahun 1997 tentang Narkotika “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan, kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan”

Di zaman yang modern ini hampir semua kalangan menyalahgunakan narkoba, termasuk remaja dan anak-anak. Remaja merupakan jumlah terbesar dalam penyalahgunaan narkoba. Karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk selalu mencoba hal-hal yang baru. Selain itu, remaja juga mulai menikmati bergabung dengan suatu kelompok. Apabila remaja tersebut masuk ke dalam kelompok yang sering menggunakan narkoba, kemungkinan besar ia pun akan terpengaruh dan akan menggunakannya. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan tentang narkoba khususnya untuk kalangan remaja.

1.2 Rumusan Masalah

1) Apa pengertian dari narkoba? 2) Apa saja jenis-jenis narkoba?

3) Apa bahaya dan dampak dari narkoba?

4) Bagaimana kiat-kiat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba? 1.3 Tujuan

1) Untuk memperkenalkan dan menjelaskan tentang narkoba serta mengetahui bahaya dari penggunaannya.

(5)

1.4 Manfaat

1) Dapat mengetahui tentang apa itu narkoba serta dampak dan bahayanya. 2) Dapat mencegah penyalahgunaan dari narkoba.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan istilah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Narkoba merupakan bahan/zat yang dapat mempengaruhi kejiwaan/psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.22 tahun 1997 tentang Narkotika “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan, kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan”. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.

2.2 Jenis-Jenis dan Golongan Narkoba A. Narkotika

Narkotika adalah zat dapat menimbulkan pengaruh berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan bagi yang menggunakannya. Narkotika dimanfaatkan untuk pengobatan dan kepentingan di bidang pembedahan.

Narkotika digolonglan menjadi 3 kelompok sebagai berikut : 1. Narkotika Golongan I

Merupakan jenis narkotika paling berbahaya yang menyebabkan ketergantungan dan daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : Ganja, Heroin, Kokain, dan Opium.

(7)

Merupakan narkotika yang memiliki daya adiktif kuat namun bermanfaat untuk penelitian dan pilihan terakhir dalam pengobatan serta terapi. Contoh : Morfin, Petidin, Benzetidin, dan Betametadol.

3. Narkotika Golongan III

Merupakan narkotika yang memiliki daya adiktif ringan namun bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : Kodein dan Bufrenofin.

B. Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat, baik ilmiah maupun sintesis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sususan saraf pusat menyebabkan perubahan pada aktifitas mental dan perilakunya.

Psikotropika digolongkan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : 1. Psikotropika Golongan I

Yaitu psikotropika yang mempunyai potensi sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan. Contoh : Broloamfetamine, Cathinone, LSD, STP, dan Ekstasi.

2. Psikotropika Golongan II

Yaitu psikotropika yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : Amfetamin, Metamfetamin, dan Metakualon.

3. Psikotropika Golongan III

Yaitu psikotropika dengan efek ketergantungan sedang dari kelompok hipnotik sedatif. Contoh : Lumibal, Buprenorsina, dan Fleenitrazepam.

4. Psikotropika Golongan IV

Yaitu psikotropika dengan efek ketergantungan ringan. Contoh : Nitrazepam dan Diazepam.

C. Zat Adikif Lainnya

(8)

2.3 Dampak dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba A. Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan obat artinya memakai obat tanpa indikasi medis atau tanpa petunjuk dokter karena penyakit atau hal lain yang dianjurkan dokter. Obat yang paling banyak disalahgunakan adalah narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang menimbulkan ketagihan atau kecanduan dan ketergantungan.

Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba : 1. Faktor Internal

Yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangnya religiusitas.

2. Faktor Eksternal

Yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan. Penyalahgunaan narkoba hampir terjadi disemua kalangan, termasuk remaja dan anak-anak. Remaja merupakan jumlah terbesar yang menyalahgunakan narkoba. Berikut adalah beberapa jenis narkoba yang sering disalah gunakan :

1. Heroin

Heroin adalah jenis narkotika yang sifat adiktifnya tinggi, berbentuk butiran, tepung, maupun cairan. Jenis heroin yang terkenal adalah Putaw.

Dampak yang ditimbulkan oleh heroin antara lain : a. Timbul rasa sakit disertai kejang-kejang.

b. Kram di perut disertai muntah-muntah. c. Mata berair.

d. Kehilangan cairan tubuh. e. Hilang nafsu makan.

2. Ganja

Ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya (tetrahidrokanabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia.

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan ganja : a. Hilangnya konsentrasi.

(9)

d. Rasa gelisah dan panik.

e. Depresi, kebingungan, dan halusinasi.

3. Morfin

Morfin adalah Hasil olahan dari opium atau candu mentah. Morfin rasanya Pahit, Berbentuk tepung halus, berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pengunaannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.

Dampak yang di timbulkan dari penggunaan morfin :

a. Rasa mual yang terus-terusan dan tidak berhenti serta berkeringat secara berlebihan.

b. Merasakan sakit kepala yang sangat.

c. Mulut pengguna akan kering dan warna pada muka berubah. d. Perubahan suasana hati yang tidak nyaman.

e. Rasa euforia.

f. Timbulnya insomnia dan mimpi buruk pada saat tidur.

4. Kokain

Kokain adalah senyawa sintetis yang memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain berbentuk daun dan butiran-butiran Kristal.

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan Kokain : a. Kehilangan nafsu makan.

b. Peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh. c. Meningkatnya laju pernafasan.

d. Hiperstimulasi.

e. Halusinasi, gembira yang berlebihan, cepat marah.

5. Ekstasi (MDMA)

Ekstasi adalah salah satu zat psikotropika yang dapat mendorong fisik penggunanya bekerja di luar batas kemampuan sehingga menyebabkan cairan tubuh akan mengalami kekeringan bahkan mengalami kematian. Ekstasi biasanya dalam bentuk tablet berbagai warna denga desain yang berbeda dan dapat juga berbentuk berupa bubuk atau kaspul.

(10)

b. Rasa haus yang hebat dan tidak beraturan. c. Hiperaktif.

d. Sakit kepala dan pusing.

e. Menggigil yang tidak terkendali. f. Detak jantung yang cepat. g. Mual disertai muntah-muntah. h. Hilang nafsu makan.

B. Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Penggunaan salah satu atau beberapa jenis narkoba yang dilakukan secara berkala di luar tujuan pengobatan dan penelitian dapat menimbulkan gangguan kesehatan jasmani, mental dan fungsi sosial.

1. Bahaya terhadap fisik

a. Kerusakan fungsi sistem syaraf pusat (otak).

b. Terjadinya infeksi akut jantung dan gangguan peredaran darah.

c. Menggunakan jarum suntik secara sembarangan rentan terhadap penyakit hepatitis dan HIV/AIDS.

d. Ganggu pada paru, sukar bernafas, sesak nafas, dan penyakit-penyakit paru-paru lainnya.

e. Susah buang air besar kerena kinerja saluran cerna pada lambung dan usus besar terganggu.

2. Bahaya terhadap Kejiwaan

Bagi remaja pemakai narkoba akan mengalami kecendrungan untuk : a. Bersikap labil.

b. Cepat memberontak.

c. Introvert dan penuh rahasia.

d. Sering berbohong dan suka mencuri. e. Menjadi sensitif, kasar, dan tidak sopan.

f. Memiliki kecurigaan yang sama terhadap semua orang. g. Menjadi malas dan prestasi belajar menurun.

h. Akal sehat tidak berperan, berpikir irasional.

(11)

1. Pererat diri dengan keimanan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur. 2. Membiasakan diri berpola hidup sehat.

3. Menolak bujukan untuk menggunakan narkoba. 4. Belajar dengan sungguh-sungguh.

(12)

BAB III KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan istilah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Narkotika terdiri dari 4 golongan, yaitu Golongan I, Golongan II, Golongan III, dan Golongan IV. Psikotropika terdiri dari Golongan III dan IV, Sedangkan untuk psikotropika golongan I dan II sudah termasuk ke dalam Narkotika.

Obat yang paling banyak disalahgunakan adalah narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang menimbulkan ketagihan atau kecanduan dan ketergantungan. Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba yaitu Faktor Internal (faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangnya religiusitas) dan Faktor Eksternal (faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan).

Penyalahgunaan narkoba hampir terjadi disemua kalangan, termasuk remaja dan anak-anak. Remaja merupakan jumlah terbesar yang menyalahgunakan narkoba. Narkoba yang sering disalah gunakan adalah Heroin, Ganja, Morfin, Kokain, dan Ekstasi. Penggunaan salah satu atau beberapa jenis narkoba yang dilakukan secara berkala di luar tujuan pengobatan dan penelitian dapat menimbulkan gangguan kesehatan jasmani, mental dan fungsi sosial.

3.2 SARAN

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun. 2016. Pendidikan Jamanis Olahraga dan Kesehatan K13 untuk SMA/MA/SMK Kelas X Semester 1. Yogyakarta: Citra Pustaka.

Tim Penyusun. 2017. Pendidikan Jamanis Olahraga dan Kesehatan K13 untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas X jilid 2. Surakarta: Putra Nugraha.

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah kebudayaan Islam materi kisah nabi pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi penjatuhan pidana denda terhadap anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Perancangan form jadwal kontraktor merupakan rancangan yang dibuat. untuk melakukan proses penjadwalan untuk pemeriksaan

Maier menjelaskan bahwa ada upaya yang ditempuh pe- merintah kolonial untuk menggunakan sastra Melayu klasik sebagai standar tulisan dan penerbitan dalam bahasa

Pembuatan alat peraga dari sampah botol bekas sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran ini disasarkan pada pendidik untuk dapat membuat inovasi alat peraga bantu

Menanyakan tema tentang teks yang akan dibahas.. Membaca/mendiskusikan teks yang

Salah  satu  penyebab  kecelakaan  kapal  laut  yang  terjadi  di  perairan  pantaikhu­ susnyua  di  siang  hari  adalah  karena  kelalaian  petugas  jaga 

Semua ilustrasi yang Penulis paparkan diatas hanya dapat terwujud jika pimpinan institusi Diktikes Pemda mampu menyeimbangkan antara tuntutan otonomi perguruan tinggi