• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN PERAWAT DLM ARV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERAN PERAWAT DLM ARV"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN PERAWAT DALAM

MANAJEMEN ARV

PADA PASIEN HIV / AIDS

Oleh: Darmono Muhammad Oleh: Darmono Muhammad

PELATIHAN CST BAGI PERAWAT PELATIHAN CST BAGI PERAWAT SEMARANG 25 – 28 FEBRUARY

(2)

ARV (Antiretroviral

)

Tujuan Pengobatan ARV :

Tujuan Pengobatan ARV :

Mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait

Mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait

HIV/AIDS.

HIV/AIDS.

Memperbaiki mutu hidup.

Memperbaiki mutu hidup.

Memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan.

Memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan.

Menekan replikasi virus semaksimal mungkin

Menekan replikasi virus semaksimal mungkin

dalam waktu yang lama.

dalam waktu yang lama.

Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

Menurunkan biaya perawatan.

Menurunkan biaya perawatan.

(3)

Tenofovir (TDF)

Tenofovir (TDF)

(4)

Obat Antiretroviral

yang tersedia di Indonesia

 

 

NsRTI

NsRTI

NNRTI

NNRTI

PI

PI

zidovudine

zidovudine

(ZDV)

(ZDV) nevirapine (NVP)nevirapine (NVP) lopinavir/r (LPV/r)lopinavir/r (LPV/r)

d

didanosine (ddI)idanosine (ddI) efavirenz (EFV)efavirenz (EFV) ritonavir (RTV)ritonavir (RTV) stavudine (d4T)

stavudine (d4T)

NtRTI

NtRTI

lamivudine

lamivudine

(3TC)

(3TC) tenofovir (TDF)tenofovir (TDF)

abacavir (ABC)

(5)

Cara Kerja ARV

 NRTI ( Nucleoside Reverse Transcriptase NRTI ( Nucleoside Reverse Transcriptase

Inhibitor )

Inhibitor )

Menghambat proses perubahan RNA HIV menjadi Menghambat proses perubahan RNA HIV menjadi DNA HIV.

DNA HIV.

 NNRTI ( Non-Nucleoside Reverse Transcriptase NNRTI ( Non-Nucleoside Reverse Transcriptase

Inhibitor)

Inhibitor)

Berbeda dengan NRTI meskipun bekerja Berbeda dengan NRTI meskipun bekerja

menghambat proses perubahan RNA HIV menjadi

menghambat proses perubahan RNA HIV menjadi

DNA HIV.

DNA HIV.

 PI ( Protease Inhibitor )PI ( Protease Inhibitor )

Menghambat enzim protease yg memotong rantai Menghambat enzim protease yg memotong rantai panjang asam amino menjadi protein yg lebih kecil.

(6)

PERKEMBANGAN HIDUP HIV

PERKEMBANGAN HIDUP HIV

200 800-1200

---- viral load

---- jmlh sel T CD4

(7)

EFEK ART PADA VIRAL LOAD DAN

HITUNG CD4

800 - 1200

200

50,000

hari tahun Awal. pengobatan

---- viralload

(8)

REGIMEN OBAT YANG

DIREKOMENDASI

NRTI

NRTI

NNRTI

NNRTI

Lini pertama

Lini pertama

AZT+3TC

AZT+3TC

NVP atau EFV

NVP atau EFV

D4T +3TC

(9)

ARV YANG TERSEDIA DI INDONESIA

Kimia farma ReviralReviral Kap. 100 mgKap. 100 mg Tab. 300 mg

Kimia farma Lamivox*Lamivox* Hiviral

(10)
(11)

KOMBINASI ARV YANG UMUM DIPAKAI

AZT + 3TC

AZT + 3TC

+

+

nevirapine

nevirapine

d4T + 3TC

d4T + 3TC

+

+

efavirenz

efavirenz

Catatan:

Catatan:

AZT + d4T

AZT + d4T

TIDAK BOLEH

TIDAK BOLEH

dipakai

dipakai

bersama

bersama

(12)

TIDAK

TIDAK

Tergantung pada tahap infeksi HIV yang

Tergantung pada tahap infeksi HIV yang

ditunjukkan oleh :

ditunjukkan oleh :

Status kekebalan

Status kekebalan

(jumlah CD4 atau TLC)

(jumlah CD4 atau TLC)

Gejala klinis

Gejala klinis

(stadium penyakit)

(stadium penyakit)

Faktor yang juga penting!!!

Faktor yang juga penting!!!

KESIAPAN

KESIAPAN

UNTUK MEMULAI ART

UNTUK MEMULAI ART

(13)

KEBERHASILAN TERAPI

 Viral Load turun di bawah 400 sampai tidak Viral Load turun di bawah 400 sampai tidak

terdeteksi (tapi tes ini sering tidak tersedia) terdeteksi (tapi tes ini sering tidak tersedia)

Jumlah CD4 naik

Jumlah CD4 naik

Infeksi oportunistik pulih

Infeksi oportunistik pulih

Berat badan naik

Berat badan naik

(14)

KEBERHASILAN ART

mampu mengurangi

mampu mengurangi

viral load

viral load

secara bermakna

secara bermakna

memungkinkan pemulihan kekebalan

memungkinkan pemulihan kekebalan

diikuti

diikuti

peningkatan mutu hidup

peningkatan mutu hidup

pengurangan angka kesakitan dan kematian

pengurangan angka kesakitan dan kematian

namun

namun

(15)

ARV Tidak Sempurna

Dapat terjadi kegagalan

Kegagalan terapi yang sering terjadi :

Kegagalan terapi yang sering terjadi :

Berat badan

mulai turun lagi

Infeksi oportunistik

kambuh

Jumlah

CD4

turun di bawah angka sebelum

terapi, atau 50% puncak setelah terapi

Peningkatan

viral load

terus menerus sampai

(16)

yang cocok untuk seseorang

yang cocok untuk seseorang

mungkin gagal pada orang

mungkin gagal pada orang

lain

lain

Setiap orang berbeda

(17)

KESULITAN MENGOBATI

AIDS

HIV

HIV

Bandel dan Pintar

Bandel dan Pintar

HIV bereplikasi sangat cepat miliar

HIV sering ganti baju agar sulit dikenal

Selain itu

Ada masalah Resistensi, Adherence dan Efek

(18)

KAPAN MEMULAI ART

BAGI ODHA DEWASA DAN REMAJA ?

PEDOMAN WHO (2006)

PEDOMAN WHO (2006)

Bila tes CD4 tersedia

Bila tes CD4 tersedia

1.

1.

Penyakit HIV stadium IV WHO, tanpa

Penyakit HIV stadium IV WHO, tanpa

memperhatikan jumlah CD4; atau

memperhatikan jumlah CD4; atau

2.

2.

Penyakit HIV stadium III WHO, dengan

Penyakit HIV stadium III WHO, dengan

jumlah CD4 di bawah 350; atau

jumlah CD4 di bawah 350; atau

3.

3.

Penyakit HIV stadium I atau II WHO,

Penyakit HIV stadium I atau II WHO,

dengan jumlah CD4 di bawah 200

(19)

KAPAN MEMULAI ART BAGI ODHA

DEWASA DAN REMAJA ?

Pedoman WHO (2006)

Pedoman WHO (2006)

Bila tes CD4 tidak

Bila tes CD4 tidak

tersedia,

tersedia,

P

P

enyakit HIV stadium III atau IV

enyakit HIV stadium III atau IV

WHO, tanpa memperhatikan limfosit

WHO, tanpa memperhatikan limfosit

total; atau

(20)

EFEK SAMPING

REJIMEN

REJIMEN EFEK EFEK SAMPING

EFEK SAMPING

EFEK SAMPING

YANG DAPAT

YANG DAPAT

SERIUS

SERIUS

EFEK SAMPING

EFEK SAMPING

YG TIMBUL STL

stavudine Mual, Diare

Mual, Diare Cari Perawatan Cari Perawatan Segera :

Segera :

- Nyeri perut hebat

- Nyeri perut hebat

- Kelelahan dan Kelelahan dan

napas pendeknapas pendek

Cari Nasihat segera

Cari Nasihat segera :

:

-Kesemutan, rasa Kesemutan, rasa

kebal atau nyeri di

kebal atau nyeri di

kaki atau tungkai

kaki atau tungkai

atau tangan

atau tangan

Perubahan pada

Perubahan pada

distribusi lemak

distribusi lemak::

lengan, tungkai,

lengan, tungkai,

bokong dan pipi

bokong dan pipi

menjadi kurus

menjadi kurus

Dada, perut,

Dada, perut,

tengkuk menjadi

tengkuk menjadi

gemuk

(21)

EFEK SAMPING

REJIMEN

REJIMEN EFEK EFEK SAMPING

EFEK SAMPING

EFEK SAMPING

YANG DAPAT

YANG DAPAT

SERIUS

3TC lamivudin MualMual

NVP nevirapine

NVP nevirapine MualMual Cari PerawatanCari Perawatan Segera :

Segera :

- Mata kuning

- Mata kuning

- Ruam kulit

- Ruam kulit

- Kelelahan dan

- Kelelahan dan

- Napas pendek

- Napas pendek

- Demam

(22)

EFEK SAMPING

REJIMEN

REJIMEN EFEK SAMPING YG EFEK SAMPING YG SGT UMUM

SGT UMUM EFEK SAMPING EFEK SAMPING YANG DAPAT YANG DAPAT SERIUS

Mual, Diare, Mual, Diare,

Sakit kepala, Kelelahan Sakit kepala, Kelelahan Nyeri otot

Nyeri otot

Cari Perawatan

Cari Perawatan

Segera:

Segera:

- Pucat (anemia - Pucat (anemia))

EFV

EFV

efavirenz

efavirenz Mual,Diare, mimpi aneh Mual,Diare, mimpi aneh sulit tidur, daya ingat sulit tidur, daya ingat Bermasalah, sakit kepala Bermasalah, sakit kepala pusing

pusing

Cari Perawatan

Cari Perawatan

Segera :

Segera : Mata kuning Mata kuning Psikosa atau Psikosa atau

bingung

(23)

PERAN PERAWAT DALAM

PEMBERIAN OBAT

Hal penting :

Keinginan pasien untuk mendapat

pengobatan.

Kemampuan pasien menerima

pengobatan.

Partisipasi aktif pasien dalam

pengobatan.

(24)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

KEPUTUSAN PASIEN

Stres.

Stres.

Hubungan perawat pasien.

Hubungan perawat pasien.

Budaya.

Dukungan.

(25)

PERAN PERAWAT

1.

1.

Mengkaji kesiapan pasien dalam

Mengkaji kesiapan pasien dalam

manajemen pengobatan

manajemen pengobatan

(26)

3. MENDIDIK PASIEN MENGENAI ART

.

Manfaat ART.

ART tidak menyembuhkan HIV tapi hanya

mengendalikan

ART tidak dapat mencegah penularan HIV,

(27)

3. MENDIDIK PASIEN MENGENAI ART

.

Anda harus konsumsi obat setiap hari untuk

pertahankan tingkat kandungan ART dalam

darah.

Minum obat 2 kali/ hari, tidak boleh meminum

obat double bila lupa meminumnya satu (1) kali.

Pil harus diminum dalam dosis penuh dan tepat

(28)

4

4

.

.

PERTIMBANGAN POLA MAKAN

PERTIMBANGAN POLA MAKAN

Penting karena ada ART yang memerlukan

Penting karena ada ART yang memerlukan

makanan atau asam tertentu dalam lambung

makanan atau asam tertentu dalam lambung

untuk

(29)

5. PENYIMPANAN OBAT.

Semua obat disimpan dalam suhu

Semua obat disimpan dalam suhu

kamar, kecuali Ritonavir ( suhu 36 –

kamar, kecuali Ritonavir ( suhu 36 –

46

(30)

6. IDENTIFIKASI KEKUATAN

DAN KELEMAHAN.

Perilaku hidup ODHA.

Dukungan keluarga dan masyarakat.

(31)

Kemampuan pasien untuk datang pada jadwal

Kemampuan pasien untuk datang pada jadwal

yang ditentukan untuk pengobatan.

yang ditentukan untuk pengobatan.

Situasi rumah dan pekerjaan yang memungkin

Situasi rumah dan pekerjaan yang memungkin

kan pasien mengkonsumsi obat setiap 12 jam.

kan pasien mengkonsumsi obat setiap 12 jam.

Keluarga dan teman – teman yang mendukung.

Keluarga dan teman – teman yang mendukung.

(32)

PENGENDALIAN TERHADAP EFEK

SAMPING.

Hal – hal yang perlu disampaikan perawat :

 Efek samping sebagian besar bersifat sementara

dan akan hilang beberapa minggu setelah

minum obat. Bila berlanjut cari penyebabnya.minum obat. Bila berlanjut cari penyebabnya.

 Perawat mencatat sejarah serangan, lama dan Perawat mencatat sejarah serangan, lama dan

kekuatan gejala.kekuatan gejala.

 Beberapa efek samping memiliki batas waktu Beberapa efek samping memiliki batas waktu

(mimpi buruk dengan efavirenze) dan akan hilang (mimpi buruk dengan efavirenze) dan akan hilang

(33)

PENGENDALIAN TERHADAP EFEK SAMPING

Mengadakan “ Hot line “ pasien

Mengadakan “ Hot line “ pasien

dapat bercakap cakap dengan

dapat bercakap cakap dengan

perawat atau manajer kasus

perawat atau manajer kasus

berkaitan dengan efek samping.

(34)

PANDUAN UNTUK MENGENDALIKAN

GEJALA

Tanda/gejala

Tanda/gejala

Pertimbangan Perawatan.

Pertimbangan Perawatan.

Mual

Mual

Konsumsi obat bersamaan dengan

Konsumsi obat bersamaan dengan

makan, kecuali ddl atau IDV. Lapor

makan, kecuali ddl atau IDV. Lapor

dokter bila menetap dalam 2 minggu.

dokter bila menetap dalam 2 minggu.

Sakit Kepala

Sakit Kepala

Beri obat paracetamol, bila ada

Beri obat paracetamol, bila ada

meningitis perlu dirawat. AZT dan

meningitis perlu dirawat. AZT dan

EFV pastikan biasa dikonsumsi.

EFV pastikan biasa dikonsumsi.

Menetap dalam 2 minggu lapor

Menetap dalam 2 minggu lapor

dokter.

dokter.

Diare

(35)

PANDUAN UNTUK MENGENDALIKAN

GEJALA

Kelelahan

Kelelahan Berlangsung 4 – 6 minggu, khususnya pada Berlangsung 4 – 6 minggu, khususnya pada ZDV. Bila semakin sering dan lama perlu ZDV. Bila semakin sering dan lama perlu

perawatan lanjut. perawatan lanjut. Gelisah, mimpi

Gelisah, mimpi buruk,

Biasa terjadi pada EFV : berikan obat tsb Biasa terjadi pada EFV : berikan obat tsb pada malam hari, konseling dan dukungan. pada malam hari, konseling dan dukungan. Bertambah berat /pschosis konsultasikan Bertambah berat /pschosis konsultasikan

ke psikolog or psykiatri ke psikolog or psykiatri Kuku

Biasa terjadi pada zidovudin, bila terjadi Biasa terjadi pada zidovudin, bila terjadi

pada NVP dan ABC harus nilai lebih pada NVP dan ABC harus nilai lebih

hati-hati. Bila bertambah berat stop obat, hati. Bila bertambah berat stop obat,

(36)

MENINGKATKAN KESETIAAN PASIEN

MENGKONSUMSI OBAT.

1.

1.

Bila pasien siap menerima ARV, diskusikan

Bila pasien siap menerima ARV, diskusikan

dengan tim klinis dan buat rencana pertemuan.

dengan tim klinis dan buat rencana pertemuan.

2.

2.

Catat informasi yang telah diberikan pada

Catat informasi yang telah diberikan pada

setiap kunjungan.

setiap kunjungan.

3.

3.

Kaji ulang tentang kesetiaan pasien

Kaji ulang tentang kesetiaan pasien

mengkonsumsi obat secara teratur dengan

mengkonsumsi obat secara teratur dengan

menanyakan beberapa hal penting sehingga

menanyakan beberapa hal penting sehingga

pasien benar-benar mengerti pentingnya obat

pasien benar-benar mengerti pentingnya obat

dan bantu mengatur stategi yang dapat

dan bantu mengatur stategi yang dapat

memfasilitasi kebiasaan dalam mengkonsumsi

memfasilitasi kebiasaan dalam mengkonsumsi

(37)

KEPATUHAN

1.

1.

Kepatuhan adalah istilah yang digunakan

Kepatuhan adalah istilah yang digunakan

untuk menggambarkan perilaku pasien

untuk menggambarkan perilaku pasien

dalam minum obat secara benar tentang

dalam minum obat secara benar tentang

dosis, frekuensi dan waktunya

dosis, frekuensi dan waktunya

2.

2.

Supaya patuh, pasien dilibatkan dalam

Supaya patuh, pasien dilibatkan dalam

memutuskan apakah minum atau tidak

memutuskan apakah minum atau tidak

3.

3.

Compliance adalah pasien mengerjakan

Compliance adalah pasien mengerjakan

apa yang telah diterangkan oleh dokter /

apa yang telah diterangkan oleh dokter /

apotekernya

(38)

KEPATUHAN

Menyiapkan Pasien Untuk ART:

Menyiapkan Pasien Untuk ART:

Mengkaji Pengertian Pasien tentang ARV

Mengkaji Pengertian Pasien tentang ARV

Mengkaji minat dan motivasi pasien untuk

Mengkaji minat dan motivasi pasien untuk

menerima ART

menerima ART

Memberikan Informasi yang lengkap tentang

Memberikan Informasi yang lengkap tentang

ART

ART

Menentukan apakah pasien mau dan termotivasi

Menentukan apakah pasien mau dan termotivasi

minum ART

minum ART

(39)

KEPATUHAN

Bantu pasien untuk mendapatkan

Bantu pasien untuk mendapatkan

dukungan yang diperlukan

dukungan yang diperlukan

Bantu pasien untuk menyesuaikan

Bantu pasien untuk menyesuaikan

minum obat dengan rutinitas

minum obat dengan rutinitas

sehari-hari

(40)

KEPATUHAN

6 hambatan potensial untuk kepatuhan pengobatan 6 hambatan potensial untuk kepatuhan pengobatan

ARV : ARV :

 kesulitan mendapat terapi ARVkesulitan mendapat terapi ARV

 attitude /sikap negatif terhdap terapi ARVattitude /sikap negatif terhdap terapi ARV  sulit mengintegrasikan regimen pada lifestylesulit mengintegrasikan regimen pada lifestyle

 kurangnya dukungan dari orang lain untuk menjalani kurangnya dukungan dari orang lain untuk menjalani

terapi ARV terapi ARV

 kurangnya instruksi pengobatan ARVkurangnya instruksi pengobatan ARV

 kurangnya petunjuk untuk mengongat regimen dari kurangnya petunjuk untuk mengongat regimen dari

(41)
(42)

Diskusi 1

1.

1. Seorang pria berusia 45 tahun telah menjalani ARV Seorang pria berusia 45 tahun telah menjalani ARV

selama 2 bulan. Hari ini ia mengunjungi sebuah klinik ARV,

selama 2 bulan. Hari ini ia mengunjungi sebuah klinik ARV,

lalu anda bertanya padanya,”Dapatkah anda menceritakan

lalu anda bertanya padanya,”Dapatkah anda menceritakan

pada saya kapan dan bagaimana anda mengkonsumsi setiap

pada saya kapan dan bagaimana anda mengkonsumsi setiap

pil?” Ia menjawab bahwa dalam 3 hari terakhir, ia telah

pil?” Ia menjawab bahwa dalam 3 hari terakhir, ia telah

melewatkan beberapa dosis karena ia berpikir bahwa hal

melewatkan beberapa dosis karena ia berpikir bahwa hal

tersebut tidak terlalu penting karena dirinya merasa

tersebut tidak terlalu penting karena dirinya merasa

sehat. Ia mengatakan bahwa ia takut akan efek samping

sehat. Ia mengatakan bahwa ia takut akan efek samping

yang ditimbulkan oleh obat-obatannya.

yang ditimbulkan oleh obat-obatannya.

Pertanyaan:Pertanyaan:

 Apakah masalah utama dari pasien ini?Apakah masalah utama dari pasien ini?

 Bagaimana anda mengatasi masalah pasien ini?Bagaimana anda mengatasi masalah pasien ini?

 Bagaimana anda merencanakan untuk membantunya agar Bagaimana anda merencanakan untuk membantunya agar

dapat meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat?

(43)

DISKUSI 2

Seorang pasien pria berusia 29 tahun telah mengkonsumsi

Seorang pasien pria berusia 29 tahun telah mengkonsumsi

3TC, EFV, dan AZT selama enam bulan, dengan dosis satu

3TC, EFV, dan AZT selama enam bulan, dengan dosis satu

kali sehari. Ia biasanya menelan seluruh pilnya secara

kali sehari. Ia biasanya menelan seluruh pilnya secara

sekaligus di antara pukul 22.30 dan 00.40 pagi sebelum

sekaligus di antara pukul 22.30 dan 00.40 pagi sebelum

tidur. Tadi malam, dalam keadaan sedikit mabuk, ia pulang

tidur. Tadi malam, dalam keadaan sedikit mabuk, ia pulang

kerumah dan tertidur tanpa meminum obatnya. Lalu ia terbangun pada

kerumah dan tertidur tanpa meminum obatnya. Lalu ia terbangun pada

pukul 05.30 pagi, teringat akan obatnya dan langsung meminumnya. Jadi

pukul 05.30 pagi, teringat akan obatnya dan langsung meminumnya. Jadi

ia berpikir bahwa ia terlambat mengkonsumsi obat selama 5 jam.

ia berpikir bahwa ia terlambat mengkonsumsi obat selama 5 jam.

Pertanyaan:

Pertanyaan:

 Apakah penilaian medis yang berhubungan dengan masalah pasien ini?Apakah penilaian medis yang berhubungan dengan masalah pasien ini?  Bagaimana anda merencanakan untuk membantunya menyelesaikan Bagaimana anda merencanakan untuk membantunya menyelesaikan

masalah tersebut?

masalah tersebut?

(44)

DISKUSI 3

Seoranng pria berusia 36 tahun telah dinyatakan positif Seoranng pria berusia 36 tahun telah dinyatakan positif

mengidap HIV. Tidak menjalani pengawasan rutin selama 6 mengidap HIV. Tidak menjalani pengawasan rutin selama 6

tahun sejak didiagnosa. Sekarang ia ingin mengkonsumsi tahun sejak didiagnosa. Sekarang ia ingin mengkonsumsi

obat- obatan ARV. obat- obatan ARV.

Riwayat : 6 thn lalu HIV pos, sering mengunjungi pekerja Riwayat : 6 thn lalu HIV pos, sering mengunjungi pekerja sex dan hanya sekali pakai kondom, namun sejak didiagnosa sex dan hanya sekali pakai kondom, namun sejak didiagnosa

secara rutin menggunakan kondom, tidak homosexual dan secara rutin menggunakan kondom, tidak homosexual dan

tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Tidak mengalami tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Tidak mengalami

gejala-gejala tertentu, hanya sering merasa lelah selama 4 gejala-gejala tertentu, hanya sering merasa lelah selama 4

minggu terakhir. 6 bulan terakhir BB turun 4 kg, belum minggu terakhir. 6 bulan terakhir BB turun 4 kg, belum

minum obat ARV kecuali multivitamin, tidak mengidap TB minum obat ARV kecuali multivitamin, tidak mengidap TB

meskipun kakeknya mengidap TB ketika dia berusia 15 meskipun kakeknya mengidap TB ketika dia berusia 15

(45)

DISKUSI

Klinis : Pasien terlihat kurus, TB: 160 cm dan BB 53 kg, Klinis : Pasien terlihat kurus, TB: 160 cm dan BB 53 kg, Tek. Darah 110/80 mmkg, pernapasan 24 x/mnt, afibril. Tek. Darah 110/80 mmkg, pernapasan 24 x/mnt, afibril.

Pertanyaan: Pertanyaan:

a.

a. Bagaimana penilaian saudara mengenai pasien ini Bagaimana penilaian saudara mengenai pasien ini

sebelum mulai ART ? sebelum mulai ART ?

b.

b. Tes dasar apa yang harus dijalani?Tes dasar apa yang harus dijalani?

c.

c. Pertanyaan apa saja yang akan anda ajukan untuk Pertanyaan apa saja yang akan anda ajukan untuk

menilai kesetiaan pasien dalam mengkonsumsi obat? menilai kesetiaan pasien dalam mengkonsumsi obat?

d.

d. Bagaimana saudara membuat rencana konsumsi obat Bagaimana saudara membuat rencana konsumsi obat

yang teratur ? yang teratur ?

e.

e. Bagaimana saudara membantunya mengatur jadwal Bagaimana saudara membantunya mengatur jadwal

(46)

Referensi

Dokumen terkait

Tahap 2 : Tambahkan β -agonis MDI atau nebulizer, tunjukkan cara penggunaan yang tepat, advis pasien ttg pentingnya penggunaan teratur dan efek samping yg mungkin timbul

3) Efek Samping.. Efek samping utama adalah ruam kemerahan yang timbul bila diberikan dosis melebihi 40 mg/kg/hari. Ruam ini dapat hilang meskipun tanpa menghentikan

Efek samping yang dapat timbul pada pemberian levamisole yaitu muntah,. sakit kepala,

Tahap 2 : Tambahkan β-agonis MDI atau nebulizer, tunjukkan cara penggunaan yang tepat, advis pasien ttg pentingnya penggunaan teratur dan efek samping yg mungkin timbul

3) Efek Samping.. Efek samping utama adalah ruam kemerahan yang timbul bila diberikan dosis melebihi 40 mg/kg/hari. Ruam ini dapat hilang meskipun tanpa menghentikan

• Pasien dengan efek samping berat atau serius dan pasien yang tidak menunjukkan perbaikan setelah penanganan efek samping ringan atau sedang harus segera

Identifikasi Biaya Efek Samping Obat Biaya efek samping merupakan biaya yang diperlukan oleh pasien untuk menanggulangi efek samping yang timbul, dalam hal ini yang termasuk dalam

Efek samping yang timbul pada ibu menyusui saat menggunakan galaktagog ialah 55,88% responden menyatakan tidak mengalami efek samping, 38,23% menyatakan mengalami efek samping kenaikan