• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP Pemanasan Global untuk SMP MI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RPP Pemanasan Global untuk SMP MI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)

Oleh:

Ferit Very Priyonggo

(14030654051)

Iganov Puradi Robby

(14030654052)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM

(2)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Kompetensi Inti (KI):

KI .1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI .2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI .3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

KI .4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.Kompetensi Dasar dan Indikator

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

Indikator:

1.1.1 Mengamalkan ajaran yang dianut dengan membaca do’a agar diberi kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam melakukan proses pembelajaran.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan,percobaan, dan berdiskusi.

Indikator:

2.1.1 Tanggungjawab dan berpikir kritis dalam aktivitas belajar baik secara individu ataupun kelompok.

2.1.2 Menghargai siswa lain yang mengutarakan argumen.

3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem

Sekolah : SMP/MTs

Mata pelajaran : IPA Kelas/Semester : VII/2

(3)

3.10.1 Menjelaskan pengertian pemanasan global

3.10.2 Menjelaskan konsep terjadinya pemanasan global

3.10.3 Mengidentifikasi penyebab-penyebab dari terjadinya pemanasan global

3.10.4 Menyebutkan minimal 1 contoh dampak dari pemanasan global 3.10.5 Menjelaskan cara-cara untuk mengurangi dampak dari pemanasan

global

4.10 Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan penanggulangan masalah

Indikator:

4.10.1 Mengamati fenomena pemanasan global yang ada di kehidupan sehari-hari

4.10.2 Menganalisis fenomena pemanasan global yang ada di kehidupan sehari-hari

4.10.3 Menyajikan data hasil analisis secara tertulis dari fenomena pemanasan global yang ada di kehidupan sehari-hari

4.10.4 Memberikan solusi penanggulangan masalah pemanasan global

C.MATERI PEMBELAJARAN

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. [1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas kalor lautan.

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.

(4)

gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.

Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara,kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan.

Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

D.MODEL/METODE PEMBELAJARAN

1.Model : Team Game Tournament (TGT)

(5)

G.MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN

1.Media : Laptop, LCD, Papan tulis

2.Alat : Kertas, pensil

3.Sumber Pembelajaran : Buku SMP/MTs kelas VII Kurikulum 2013, LKS “Pemanasan Global”

H.KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Langkah-langkah

Pendahuluan (10 menit)

Menyiapkan siswa untuk belajar:

 Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan kabar siswa, dengan menyampaikan ucapan “Bagaimana kabar kalian hari ini?”

 Guru mempresensi siswa

 Guru memeriksa kesiapan siswa

 Guru menyuruh ketua kelas untuk memimpin do’a

Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

 Guru memberitahu kepada siswa tentang tujuan pembelajaran yang akan disampaikan

 Guru memperlihatkan (melalui tayangan lcd) video akibat dari pemanasan global

 Siswa diberi kesempatan untuk mengutarakan pikirannya tentang video yang telah ditayangkan

Inti (50 menit)

Fase 2: Menyajikan informasi

 Guru memberikan gambaran di ppt berupa mind map tentang pemanasan global

 Guru menyuruh siswa untuk menjelaskan apa itu pemanasan global

 Guru menanggapi apa yang telah siswa utarakan dengan menjelaskan pengertian pemanasan global yang benar  Guru menyuruh siswa untuk menyebutkan contoh-contoh

tentang akibat pemanasan global (minimal satu contoh)

 Guru mengoreksi contoh-contoh akibat pemanasan global yang telah disebutkan oleh siswa dan memberi contoh-contoh lain  Guru memberikan berbagai solusi untuk mengurangi dampak

pemanasan global

Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok- kelompok belajar

 Guru membagi kelompok yang beranggotakan 4-5 orang secara heterogen berdasarkan kemampuan dan jenis kelamin

 Guru menjelaskan peraturan permainan yang akan dilakukan yaitu pemain pertama, penantang 1, penantang 2, dan penantang 3 ditentukan dengan cara undian.

 Kemudian pemain pertama akan membacakan soal dan

(6)

Kegiatan Langkah-langkah

 Setelah itu penantang ketiga membacakan kunci jawaban.  Kemudian pemain atau penantang yang menjawab benar dapat

menyimpan kartu tersebut, dan permainan dapat berlanjut kembali dengan soal yang selanjutnya dan dengan pembaca soal yang berbeda.

Fase 4:Membimbing kelompok bekerja dan belajar

 Guru menentukan nomor urut siswa dan menempatkan siswa pada 3 meja turnamen yang disediakan berdasarkan kemampuan siswa (misalkan 4 orang satu meja dengan kemampuan setara)  Guru mempersilahkan siswa untuk memulai permaian

 Guru memandu dan mengawasi berlangsungnya kegiatan  Guru menghitung skor yang diperoleh oleh setiap kelompok Penutup

(20 menit)

Fase 5:Evaluasi

 Guru memberikan evaluasi terhadap individu siswa berupa tes tulis

 Guru menyuruh siswa mengumpulkan hasil tes tulis

Fase 6:Memberikan penghargaan

 Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang memperoleh skor tertinggi yaitu kelompok juara 1, dan juga kepada kelompok juara 2

Kegiatan akhir pembelajaran :

 Guru memberi tugas lanjutan berupa observasi lingkungan yang berhubungan dengan akibat pemanasan global secara kooperatif (kelompok tetap seperti kelompok pada TGT),kemudian direkam dengan video atau foto dan dibuat laporan beserta solusi yang memungkinkan terhadap penanggulangan akibat pemanasan global tersebut

 Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam

I.PENILAIAN a. Sikap

Teknik : Observasi

Instrumen : Lembar observasi Bentuk Instrumen : Rubik penilaian

(7)

Rubrik Penilaian Sikap Individu

No Aspek Yang Dinilai Rubrik

1 Membaca do’a di awal pembelajaran

4 :Siswa membaca do’a di awal pembelajaran 3 :Siswa tidak membaca do’a di awal pembelajaran 0: Siswa tidak membaca do’a dan rame sendiri. 2 Berpikir kritis tentang materi

pemanasan global

4 : Siswa menjelaskan tentang pemanasan global dengan benar dan lengkap sesuai konsep 3 : Siswa menjelaskan tentang pemanasan global

dengan benar tetapi tidak lengkap

2 : Siswa menjelaskan tentang pemanasan global dengan tidak benar

1 : Siswa tidak menjelaskan apapun,tetapi masih mengikuti kegiatan pembelajaran

0 : Siswa tidak ada di kelas tanpa alasan

3 Tanggungjawab individu 4 : Siswa mengikuti pembelajaran dengan baik 2 : Siswa bermain sendiri saat guru menerangkan

materi, tetapi tidak membuat gaduh 1 : Siswa membuat rame sendiri saat guru

menerangkan materi

0 : Siswa tidak ada di kelas tanpa alasan. 4 Menghargai siswa lain yang

mengutarakan pendapat

4 : Siswa mendengarkan argumen siswa lain dengan baik

2 : Siswa bermain sendiri saat siswa lain

mengutarakan argumen, tetapi tidak membuat gaduh

0 : Siswa membuat gaduh saat siswa lain mengutarakan pendapat

b. Penilaian Pengetahuan

Teknik : Tes Tulis

Instrumen : Lembar tes tulis Bentuk Instrumen : Uraian

A.Penilaian Individu

Soal tes tulis individu :

1. Jelaskan mengapa pemanasan global bisa terjadi !

2. Sebutkan minimal 1 contoh akibat pemanasan global selain yang sudah disebutkan pada awal pembelajaran !

3.Sebutkan cara menanggulangi pemanasan global dari contoh yang disebutkan di nomor 2 !

No Jawaban Skor

1

Pemanasan global dapat terjadi karena panas dari cahaya matahari diserap dan dipantulkan kembali oleh gas-gas seperti karbondioksida,CFC,metana,dan lain-lain.

30

(8)

No Jawaban Skor

karena panas bumi meningkat sehingga gunung-gunung es di kutub utara dapat mencair dan menambah volume air laut.

3 Mengurangi penggunaan CFC seperti AC dan Meningkatkan penghijauan

40

Nilai 100

Lembar Penilaian Pengetahuan Individu

Nama Siswa

Skor soal nomor

Skor Total

1 2 3

0 5 10 30 0 5 10 30 0 5 20 40

Rubrik penilaian tes tulis individu

No.

Soal Skor Maksimal Skor Keterangan

1 30

0 Tidak ada jawaban 5 Dijawab tetapi salah

10 Dijawab dengan benar tetapi tidak lengkap 30 Dijawab benar dan lengkap

2 30

0 Tidak ada jawaban 5 Dijawab tetapi salah

10 Dijawab benar tetapi tidak lengkap 30 Dijawab benar dan lengkap

3 40

0 Tidak ada jawaban 5 Dijawab tetapi salah

20 Dijawab dengan benar tetapi tidak lengkap 40 Dijawab benar dan lengkap

B.Penilaian Kelompok

Lembar Skor

Nama Tim Skor Total Tim Nilai Kriteria

Rubrik Skor Tiap Soal

Nomor Soal Skor

Benar Salah

1 5 0

2 5 0

3 5 0

(9)

Rumus : Skor total tiap pemain = jumlah soal yang dijawab benar x 5

Skor total kelompok = skor pemain meja 1 + skor pemain meja 2 + skor pemain meja 3

Rubrik Skor Kelompok

Skor Total Kelompok Nilai Kriteria

50-60 60 Tim Super

40-50 50 Tim Hebat

25- 35 35 Tim Baik

Referensi

Dokumen terkait

a) Tenaga perawat yang menyatakan bahwa prosedur merupakan langkah-langkah nyata yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dalam pelaksanaan prosedur standar pelayanan diperlukan

HUBUNGAN JOB INSECURITY D ENGAN KOMITMEN ORGANISASI PAD A KARYAWAN HOTEL ISTANA BAND UNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Adat merupakan sebuah wujud dari kebudayaan yang lahir dan berproses dalam kehidupan masyarakat, sehingga adat dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat

Setelah user login pada bagian kanan atas laman akan ditampilkan kolom tahun dan jabatan (posisi pegawai), default dari nilai tersebut adalah tahun dan jabatan yang ada

kaidah kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.. 4.2

07.00 Praktik mengajar dikelas VIII F dengan materi apresiasi tari tunggal daerah Nusantara tari tiga serangkai,beserta evaluasi pembelajaran. Mengisi jam tambahan kelas VIII F

Didalam Pembuatan keputusan ada beberapa tipe yaitu keputusan-keputusan yang deprogram dan keputusan yang tidak di program dan disis lain ada bebrapa keuntungan dan

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang