• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kelayakan Bisnis bebonk Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Studi Kelayakan Bisnis bebonk Indonesia"

Copied!
195
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) belakangan memiliki kontribusi yang sangat penting di dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan sifat usaha UMKM yang lebih fleksibel dalam menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan pasar karena mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dan investasi kecil maka usaha-usaha UMKM akan lebih diuntungkan oleh pertumbuhan ekonomi suatu lingkungan dimana pasar berfungsi secara efektif dalam menyediakan berbagai jasa yang memungkinkan pertumbuhan bisnis. UMKM setiap tahunnya mengalami perkembangan di dalam kontribusinya baik dari segi unit usaha, penyerapan tenaga kerja, kontribusi terhadap produk domestik bruto, ekspor dan Investasinya.

Sekitar 99 persen dari jumlah unit usaha di Indonesia berskala UMKM, dan tercatat mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak sekitar 99,4 juta tenaga kerja. Sementara, usaha besar menyerap sekitar 2,8 juta pekerja (data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tahun 2010), yang artinya dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak UMKM dapat membantu kesejahteraan perekonomian Indonesia.

(2)

yang banyak dan tersebar di wilayah nusantara, menyebabkan UMKM memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap berbagai gejolak ekonomi.

Di sisi lain UMKM juga memiliki banyak kendala umum sebagaimana yang di identifikasikan oleh Badan Pusat Statistik (2003) , seperti kurang permodalan. Kesulitan pemasaran, persaingan usaha yang ketat, kesulitan bahan baku, kurang teknis produksi dan keahlian, keterampilan manajerial kurang, kurang pengetahian manajemen keuangan, iklim usaha yang kurang kondusif, dll.

Dengan adanya masalah-masalah umum tersebut perlu adanya kerjasama antara pengusaha UMKM, lembaga swasta dan lembaga pemerintah. Pemerintah sebagai regulator memiliki kewajiban untuk menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat membantu pengembangan UMKM.

Strategi yang diterapkan dalam upaya mengembangkan UMKM di masa depan terlebih dalam menghadapi pasar bebas di tingkat regional dan global, sebaiknya memperhatikan kekuatan dan tantangan yang ada dengan:

1) Menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menyediakan lingkungan yang

mampu mendorong pengembangan UMKM secara sistemik, mandiri dan berkelanjutan.

2) Mempermudah perijinan, pajak dan retribusi lainnya.

(3)

4) Menyediakan bantuan teknis (pelatihan,penelitian) dan pendampingan dan

manajemen (SDM, keuangan dan pemasaran) melalui BDSP. 5) Secara rutin BDSP melakukan pertemuan, lokakarya model

pelayanan bisnis yang baik dan tepat.

6) Mendorong BDSP untuk memiliki keahlian khusus (spesialis) 7) Menciptakan sistem penjaminan kredit (financial guarantee

system) yang terutama disponsori oleh pemerintah pusat dan daerah.

8) Secara bertahap dan berkelanjutan mentransformasi sentra bisnis (parsial) menjadi klaster bisnis (sistemik).

Dengan strategi-strategi demikian diharapkan dapat meningkatkan kontribusi UMKM pada perekonomian Indonesia.

(4)

Melihat kondisi yang demikian maka pada kesempatan kali ini peneliti memilih CV. Vallenzindo Abadi sebagai objek penelitian kami pada studi kelayakan bisnis. Untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis yang dijalankan oleh CV. Vallenzindo Abadi yang ditinjau dari 5 aspek utama dalam menjalankan usaha bisnisnya. Sehingga akan didapat informasi yang dijadikan sebagai proyeksi perusahaan 5 tahun kedepan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah kelayakan bisnis pada CV. Vallenzindo Abadi ditinjau dari aspek pemasaran ?

2. Bagaimanakah kelayakan bisnis pada CV. Vallenzindo Abadi jika ditinjau dari aspek operasional ?

3. Bagaimanakah kelayakan bisnis pada CV. Vallenzindo Abadi jika ditinjau dari aspek sumber daya manusia ?

4. Bagaimanakah kelayakan bisnis pada CV. Vallenzindo Abadi jika ditinjau dari aspek keuangan ?

5. Bagaimakah kelayakan bisnis pada CV. Vallenzindo Abadi jika ditinjau dari aspek pendukung ?

1.3 Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. Vallenzindo Abadi dari aspek pemasaran.

(5)

3. Untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. Vallenzindo Abadi dari aspek sumber daya manusia.

4. Untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. Vallenzindo Abadi dari aspek keuangan.

5. Untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis CV. Vallenzindo Abadi dari aspek pendukung.

1.4 Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang kemudian dapat dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Mahasiswa

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan mengenai studi kelayakan bisnis. Selain itu penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran kegiatan usaha, khusunya usaha distributor buku yang dilihat dari berbagai aspek dengan menganalisis usahanya.

2. Bagi Fakultas Ekonomi UNESA

Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi ekonomi yang ada di fakultas ekonomi dalam bidang usaha kecil menengah, khususnya usaha distributor buku.

3. Bagi CV. Vallenzindo Abadi

(6)
(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis atau sering pula disebut dengan studi kelayakan proyek ialah suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi itu dilaksanakan. Maksud layak atau tidak layak disni ialah perkiraan bawah proyek akan dapat atau tidak menghasilkan keuntungan yang layak bila telah dioperasionalkan.

Mengenai pengertian untung itu sendiri berbeda antara pihak yang berorientasi pada keuntungan ekonomi seperti pengusaha dan yang berorientasi pada keuntungan non-ekonomi, seperti pemerintah dan lembaga-lembaga nirlaba lainnya.

Analisis yang dilakukan dalam studi kelayakan bisnis mencakup banyak factor yang dikerjakan secara menyeluruh, meliputi aspek-aspek teknik dan teknologi, pasar dan pemasaran, manajemen, hukum, lingkungan dan keuangan.

(8)

menolak, bukan saja karena laporan tadi merupakan hasil rekayasa atau tidak objektif, tetapi dapat saja karena intervensi pihak lain yang merasa kepenatingannya tidak dipenuhi.

Terlepas dari persoalan diatas, pihak-pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis itu dapat dijelaskan di bawah ini.

1. Pihak Investor

Jika studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan, penandaannya dapat mulai dicari, misalnya dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu. Sudah tentu calon investor ini akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung sehubungan dengan keuntungan yang akan diperloleh serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditnamkannya.

2. Pihak Kreditor

Penandaan proyek dapat juga didapat dari bank. Pihak bank perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat tersebut termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimiliki perusahaan sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak. 3. Pihak Manajemen Perusahaan

(9)

internal perusahaan. Terlepas dari siapa yang membuat, jelas bagi manajemen bahwa pembuatan proposal ini merupakan suatu upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek yang ujung-ujungnya bermuara pada peningkatan usaha dalam rangka meningkatkan laba perusahaan. Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu ia perlu mempelajari studi kelayakan itu, misalnya dalam hal penandaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana dari investor dan dari kreditor.

4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat

Studi kelayakan bisnis yang disusun perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun pemerintah secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa Negara, penggalakkan ekspor non-migas dan pemakaian tenaga kerja massal merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintah di sector ekonomi. Proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintah inilah yang diprioritaskan untuk dibantu, misalnya dengan subsidi dan keringanan lain.

5. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi

(10)

Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat tersebut antara lain, ditinjau dari aspek rencana pembangunan nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investasi per tenaga kerja, pengaruh sosial dan analisis kemanfaatan maupun bebn sosial. Jadi, jelas disini bahwa studi kelayakan bisnis yang dibuat perlu dikaji demi ujuan-tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis

Aspek-aspek studi kelayakan bisnis dapat dijelaskan dari tujuan-tujuan dari tiap aspek, sebagai berikut :

1. Aspek Teknis

Evaluasi aspek teknis ini mempelajari kebutuhan-kebutuhan teknis proyek, seperti penentuan kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan dan mesin, lokasi proyek dan letak pabrik yang paling menguntungkan. Lalu dari kesimpulannya dapat dibuat rencana jumlah biaya pengendaraan harta tetapnya

2. Aspek Pasar dan Pemasaran

(11)

deskriptif maupun inferensial; sedangkan jenis datanya dapat menggunakan data kuantitatif maupun kualitaif.

3. Aspek Yuridis

Evaluasi terhadap aspek yuridis perlu dilakukan. Bagi pemilik proyek, evaluasi ini berguna antara lain untuk kelangsungan hidup proyek serta dalam rangka meyakinkan para kreditur dan investor bahwa proyek yang akan dibuat tidak menyimpang dari aturan yang berlaku, seperti diketahui, dalam suatu proyek dimana banyak pihak-pihak yang berkepentingan bergabung dapat saja terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap kewajiban dari masing-masing pihak, sehingga penegakan aturan menjadi penting untuk dilaksanakan.

4. Aspek Manajemen

Aspek majanemen yang dievaluasi ada dua macam, yang pertama manajemen saat pembangunan proyek, dan kedua manajemen saat proyek telah dioperasionalkan. Banyak terjadi proyek-proyek gagal dibangun maupun dioperasionalkan bukan disebabkan karena aspek lain, tetapi karena lemahnya manajemen.

(12)

5. Aspek Lingkungan

Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan ini dapat berpengaruh positif maupun negative pada perusahaan, sehingga dalam studi kelayakan aspek ini perlu dianalisis pula. Factor lingkungan tidak bersidat statis melainkan dinamis. Misalnya, hal-hal yang pada saat ini suatu kondisi tertuntu berpengaruh positif pada perusahaan, diwaktu yang akan dating bias saja berpengaruh negative, begitu pula sebaliknya, sehingga seorang pembuat studi kelayakan dituntut untuk jeli dalam menganalisis dinamika lingkungan ini. Sistem nilai masyarakat, sistem birokrasi, iklim politik dan perekonomian, lingkungan alam dan lingkungan hidup, merupakan beberapa contoh dari faktor lingkunagn yang perlu diperhatikan untuk contoh yang terakhir, yaitu mengenai lingkungan hidup akan dibahas khusus pada bab tersendiri.

6. Aspek finansial

(13)

Laporan keuangan pada prinsipnya merupakan hasil dari dari proses akuntansi yang digunakan untuk mengkomunikasikan keadaan keuangan dengan pihak yang berkepentingan.

2.2 ASPEK PEMASARAN 2.2.1 Pengertian Pemasaran

Menurut Stanton Pemasaran merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Sehingga tugas manajer pemasaran ialah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.

2.2.2 Konsep Pemasaran

(14)

dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk pemenuhan tujuan tersebut.

2.2.3 Pengertian Pasar

Pasar pada dasarnya dapat diartikan sebagai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli atau tempat di mana kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran saling bertemu untuk membentuk harga. Pendapat lain mengatakan bahwa pasar merupakan suatu kelompok orang-orang yang diorganisasikan untuk melakukan tawar menawar sehingga dengan demikian terbentuk harga. Menurut Stanton pasar adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi ada tiga faktor utama yang menunjang terjadinya pasar, yaitu orang dengan segala keinginannya, daya belinya serta tingkah laku dalam pembeliannya.

2.2.4 Permintaan Pasar

(15)

yang diminta dan semua variabel yang mepengaruhinya untuk dapat dipakai misalnya dalam pengambilan keputusan manajemen. Jika barang yang diminta adalah X, fungsi permintaan secara matematisnya dapat ditulis menjadi X=f(Px,Pa-z,Y,S) dimana Px adalah harga barang X, Pa-z adalah harga barang lain dari A sampai Z,Y adalah tingkat pendapatan konsumen dan S adalah selera konsumen.

Menurut para ahli ekonomi ada beberapa faktor utama sebagai penentu dari permintaan. Faktor-faktor tersebut ialah :

1. Harga produk 2. Harga produk lain 3. Penghasilan pembeli 4. Selera pembeli 2.2.5 Produk

(16)

memperoduksi atau memasarkan produknya dapat di kategorikan sebagai berikut :

a. Untuk meningkatkan penjualan dan laba

Artinya, tujuan perusahaan dalam hal ini sebagaimana caranya memperbesar omzet penjualan dari waktu ke waktu. Dengan meningkatnya omzet penjualan, maka diharapkan keuntungan atau laba juga dapat meningkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

b. Untuk menguasai pasar

Untuk perusahaan jenis ini jelas tujuannya bagaimana caranya menguasai pasar yang ada dengan cara memperbesar market share-nya untuk wilayah tertentu. Peningkatan market share dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan cara mencari atau menciptaka peluang baru atau merebut market share pesaing yang ada.

c. Untuk mengurangi saingan

Tujuan perusahaan model ini adalah dengan cara menciptakan produk sejenis dengan mutu yang sama tetapi dengan harga lebih rendah dari produk utama. Tujuannya adalah untuk mengurai sangan dan antisipasi terhadap kemungkinan pesaing baru yang akan massuk ke dalam industri tersebut.

d. Untuk menaikan prestise produk tertentu di pasaran

(17)

prestise produk di depan pelanggannya dengan cara promosi atau cara lainnya. Cara lainnya juga dilakukan dengan meningkatkan mutu, selera yang sesuai dengan keinginan konsumen.

e. Untuk memenuhi pihak-pihak tertentu

Tujuan ini biasanya lebih diarahkan untuk memenuhi pihak-pihak tertentu dengan jumlah yang biasanya terbatas, misalnya permintaan oemerintah, atau lembaga tertentu.

2.2.6 Product Positioning

Istilah product positioningmerupakan gabungan antara product differentiation dengan segmentasi pasar. Product positioning lebih penitik beratkan pada pandangan dan preferensi pembeli mengenai suatu produk atau merek yang ada di pasar tertentu.

Product Positioningadalah suatu strategi manajemen yang menggunakan informasi (dikumpulkan melalui riset dan studi segmentasi) untuk menciptakan suatu kesan terhadap produk sesuai dengan keinginan pasar yang dituju atau pasarnya.

2.2.7 Segmentasi Pasar

(18)

kelamin, pendapatan, kombinasi beberapa variabel. Komponen psikologis: kelas sosial, gaya hidup, kepribadian. Komponen perilaku: kesempatan, manfaat yang dicari, status pengguna, tingkat penggunaan, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, sikap.

Dalam melakukan segmentasi harus memperhatikan beberapa faktor untuk menunjang efektivitas usaha segmentasi tersebut. Dan faktor tersebut ialah:

1. Measurability

Yaitu tingkat informasi yang ada mengenai sifat-sifat pembeli, sejauh mana sifat-sifat tersebut dapat diukur.

2. Accesability

Yaitu tingkat dimana perusahaan itu secara efektif memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilihnya.

3. Substantiality

Yaitu tingkat dimana segmen tersebut adalah luas dan cukup menguntungkan untuk melakukan kegiatan pemasaran sendiri. 4. Actionability

Hal ini merupakan ukuran seberapa jauh program-program yang efektif dapat dirancang untuk menarik segmen pasar.

(19)

a) Segmentasi geografis mengharuskan pembagian pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda seperti negara, negara bagian, wilayah, propinsi, kota atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau sedikit wilayah geografis atau beroperasi dalam seluruh wilayah tetapi memberikan perhatian pada perbedaan lokal.

b) Segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas sosial.

c) Segmentasi psikografis, para pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan gaya hidup/kepribadian. Orang-orang dalam kelompok demografis yang sama dapat menunjukkan gambaran psikografis yang sangat berbeda.

(20)

pemakaian, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, dan sikap merupakan titik awal terbaik dalam membentuk segmen pasar.

2.2.8 Sikap Konsumen

Sikap konsumen merupakan kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Sikap disebut sebagai konsep yang paling khusus dan sangat dibutuhkan dalam psikologis sosial kontemporer. Sikap kosumen terhadap suatu merek berarti sikap terhadap merek yaitu mempelajari kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek baik disenangi ataupun tidak disenangi secara konsisten. Dengan demikian konsumen mengevaluais merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik.

Fungsi sikap menurut Kazt: 1. Fungsi utilitarian

fungsi yang berhubungan dengan prinsip2 dasar imbalan dan hukuman. Dsini konsumen mengembangkan beberapa sikap terhadap produk. Atas dasar apakah suatu produk memberikan kepuasan atau kekecewaan.

2. Fungsi ekspresi nilai

(21)

itu. Tetapi lebih didasarkan atas kemampuan merek produk ituh mengekspresikan nilai-nilai yang ada pada dirinya.

3. Fungsi mempertahankan ego

sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk melindunginya dari tantangan eksternal maupun perasaan internal sehingga membentuk fungsi mempertahankan ego.

4. Fungsi pengetahuan

sikap membantu konsumen mengorganisasikan informasi yang begitu banyak yang setiap hari dipaparkan pada dirinya. Fungsi pengetahuan dapat membantu konsumen mengurangi ketidakpastian dan kebingungan dlam memilah- milah informasi yang relevan dan tidak relevan dengan kebutuhannya.

5 cara yang penting yang mempengaruhi perilaku konsumen: 1. Sumber daya konsumen

(22)

2. Motivasi dan keterlibatan

psikolog dan pemasar bersama-sama selalu berkepentingan untuk menjelaskan apa yang terjadi bila perilaku yang diarahkan pada tujuan diberi energi dan diaktifkan.

3. Pengetahuan

pengetahuan , hasil belajar dapat didefinisikan secara sederhana sebagai informasi yg disimpan di dalam ingatan.

4. Sikap

sikap sebagai suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang berespons dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan objek atau alternatif terkait

5. Kepribadian, gaya hidup, dan demografi

Berdasarkan model struktur sikap dibagi menjadi 3 yakni : 1. Komponen kognitif

pengetahuan dan persepsi yang diperoleh berdasarkan kombinasi pengalaman langsung dengan objek sikap dan informasi yang berkaitan dari berbagai sumber. 2. Komponen afektif

(23)

3. Komponen konatif

komponen yang berhubungan dengan kemungkinan atau kecenderungan bahwa individu akan melakukan tindakan khusus atau perilaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap tertentu.

2.2.9 Perkiraan Jumlah Penjualan

Untuk mengetahui jumlah penjualan dimasa yang akan datang maka dilakukan prediksi atau peramalan. Peramalan (forecasting) adalah suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis di masa yang akan datang. Dalam melakukuan peramalan, peramal harus mencari data dan informasi di masa lalu. Pengukuran tersebut dapat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran secara kuatitatif biasanya menggunakan metode statistik dan matematik. Sedangkan pengukuran secara kualitatif biasanya menggunakan judgement (pendapat). Ada beberapa jenis peramalan yaitu :

a. Dilihat dari segi penyusunannya 1. Peramalan subyektif

Merupakan peramalan yang didasarkan atas dasar perasaan dari seseorang yang menyusunnya. 2. Peramalan obyektif

(24)

dengan menggunakan teknik atau metode tertentu.

b. Dilihat dari segi sifat ramalan 1. Peramalan kualitatif

Merupakan peramalan yang didasarkan atas data kualitatif dan biasanya peramalan ini didasarkan atas hasil penyelidikan.

2. Peramalan kuantitatif

Merupakan peramalan yang didasarkan atas data-data kuantitatif masa lalu.

c. Dilihat dari segi jangka waktu 1. Peramalan jangka pendek

Merupakan peramalan yang didasarkan pada waktu kurang dari 1 tahun.

2. Peramalan jangka panjang

Merupakan peramalan yang didasarkan pada waktu lebih dari 1 tahun.

Pada dasarnya ada 2 (dua) cara untuk menghitung perkiraan jumlah penjualan di masa datang berdasarkan peramalan kuantitatif, yaitu:

1. Analisa trend

Penerapan garis trend dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

(25)

3. Penerapan garis trend dengan setengah rata-rata 4. Penerapan garis trend secara matematis

Ada 2 teknik dalam metode matematis ini yang umum digunakan untuk menggambarkan garis trend yaitu:

a. Metode moment

Rumus-rumus dasar yang digunakan disini:

Y = a+bx

∑Yi = n.a + b∑Xi ∑Xi Yi = a∑Xi + b∑Xi2

Rumus II dan III digunakanuntukmenghitungnilai a dan b yang akan dipergunakan sebagai penerapan garis trend. Sedangkan rumus I merupakan persamaan garis trend yang akan digambarkan (Adisaputro, 1998:156).

a. Metode least square

Rumus-rumus yang digunakan disini: a = ∑Y/n

b = ∑XY/X2

denganpersamaantrend Y= a + bX b. Analisa korelasi

(26)

ditentukan oleh pola penjualan yang telah terjadi tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor lain.

c. Forecast Berdasarkan Pendapat (Judgment Method) Biasanya digunakan untuk menyusun forecast penjualan maupun forecast kondisi bisnis pada umumnya. Sumber pendapat-pendapat yang dipakai sebagai dasar melakukan forecast adalah:

1. Pendapat salesman

Para salesman diminta untuk mengukur apakah ada kemajuan atau kemunduran segala hal yang berhubungan dengan tingkat penjualan pada daerah mereka masing-masing. Kemudian mereka diminta pula untuk mengestimasi tentang tingkat penjualan di daerah masing-masing di waktu mendatang. Perkiraan para salesman itu perlu diawasi karena mungkin ada unsur kesengajaan untuk membuat perkiraan yang lebih rendah (under estimate) dengan harapan apabila ia menjual di atas perkiraannya ia akan mendapat hadiah. 2. Pendapat sales manager

(27)

penjualan tentu mempunyai pertimbangan dan pandangan yang lebih luas meliputi seluruh daerah penjualan. Pada umumnya perkiraan kepala bagian dapat lebih obyektif karena mempertimbangkan banyak factor. Hal ini mungkin juga disebabkan pendidikan yang relative lebih tinggi dan pengalamannya yang lebih luas di bidang penjualan.

3. Pendapat para ahli

Kadang-kadang perkiraan yang dibuat oleh kepala bagian penjualan sangat bertentangan satu sama lain, sehingga perusahaan menganggap perlu untuk meminta pertimbangan kepada orang yang dianggap ahli. Mereka ini disebut konsultan

2.3 ASPEK OPERASIONAL

2.3.1 Pengertian Aspek Operasional

(28)

jenis usaha yang akan dijalakan, karena setiap jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.

Aspek operasional adalah untuk menilai kesiapan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi, luas produksi, dan layout serta kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakan.

Dalam kaitannya dalam studi kelayakan bisnis hal yang paling kompleks dan rumit adalah penentuan lokasi, karena banyaknya pertimbangan yang harus diperhitungkan. Pertimbangannya antara lain :

1. Apakah dekat bahan baku atau dekat pasar atau dekat konsumen.

2. Faktor biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu lokasi. Penilaian lokasi pabrik nantinya dapat dilakukan dengan hasil penilaian value, perbandingan biaya, atau analisis ekonomi, tergantung dari keinginan pihak yang melaukannya.

Penentuan luas produksi adalah berapa jumlah produksi yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan biaya yang paling efisien, sehingga dapat diperoleh profit margin yang tinggi.

(29)

serampangan, tetapi dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti produk yang dihasilkan atau ragam produk.

Pemilihan teknologi melalui proses produksi yang diinginkan, apakah continous process atau intermitten process. Pemilian proses produksi biasanya terkait dengan teknologi yang diinginkan apakah padat karya atau padat modal. Untuk negara berkembang seperti Indonesia biasanya lebih mengutamakan teknologi padat karya, karena mengingat tingginya pengangguran.

Penentuan metode persediaan yang akan digunakan tergantung dari jenis usaha yang dijalankan.

2.3.2 Tujuan Aspek Operasional

Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek operasi yaitu :

1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor pusat. 2. Agar perusahaan dapat menentukan layout yang sesuai

dengan proses produksi yang dipilih, sehingga dapat memberikan efisiensi.

3. Agar perusahaan dapat menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya.

(30)

Agar dapat menentukkan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan dimasa yang akan datang.

2.3.3 Proses dan Desain Produksi

proses desain adalah suatu proses yang berulang. Informasi baru yang diberikan oleh pemakai dapat dimanfaatkan guna menemukan cara-cara meningkatkan desain untuk menghemat biaya produksi ataupun untuk mencapai sasaran kualitas.

Berdasarkan desain yang ditetapkan, perencanaan proses dapat bekerja dalam keterbatasan-keterbatasan peralatan yang tersedia, tetapi bila volume cukup besar dan desainnya stabil, perenanaan proses dapat mempertimbangkan pemakaian perlatan khusus, termasuk proses-proses otomatis serta tata letak yang khusus pula. Dalam melaksanakan fungsinya, perencanaan proses telah menetapkan desain dasar sistem produksi.

2.3.4 Penjadwalan Produksi

Penjadwalan adalah mengatur pendayagunaan kapasitas dan sumber daya yang tersedia melalui suatu aktivitas atau tugas. Menurut Sumayang (2003:183).

menurut P. Tampubolon (2004:110) dalam sistem operasional dikenal ada empat strategi proses yaitu :

(31)

untuk menghasilkan berbagai produk atau jasa. Sebagai contoh, dibidang produksi barang, yaitu usaha bengkel las yang menerima order atau pesanan untuk membuat pagar atau teralis besi, yang standarnya disesuaikan dengan pesanan tersebut. Pada umumnya, proses intermittent merupakan sistem operasional yang tidak terstandarisasi, hanya berdasarkan keinginan pelanggan pada saat dilakukan pemesanan.

2. Proses produksi yang kontinu (Continous Process)

Merupakan proses produksi yang mempergunakan peraiatan produksi yang disusun dan diatur dengan memperhatikan urutan-urutan kegiatan dalam menghasilkan produk atau jasa. Sebagai contoh, untuk produksi barang seperti minuman ringan "Teh Botol" merupakan produk yang terstandarisasi.

(32)

4. Proses produksi massa (Mass Customization)

Merupakan proses produksi yang menggabungkan intermittent Process, Continous Process, serta Repetitive Process, yang menggunakan berbagai komponen bahan, mempergunakan teknik skedul produksi dan mengutamakan kecepatan pelayanan.

2.3.5 Kapasitas Produksi

Kapasitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk pengeluaran per satuan waktu.

Proses dalam perencanaan kapasitas secara ringkas adalah sebagai berikut :

1. Memperkirakan permintaan masa depan, termasuk dampak dari teknologi, persaingan dan lainnya.

2. Menjabarkan perkiraan itu dalam kebutuhan kapasitas fisik.

3. Menyusun pilihan rencana kapasitasnya.

4. Menganalisis pengaruh ekonomi pada pilihan rencana 5. Meninjau resiko dan pengaruh strategi atas pilihan

rencana.

(33)

2.3.6 Perhitungan Biaya Produksi

Biaya merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan biaya sangat menentukan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan.

Secara umum rumus untuk perhitungan proyeksi penjualan adalah sebagai berikut :

Y = a+bX 2.3.7 BEP (Break Event Point)

Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.

Manfaat-manfaat BEP :

1. alat perencanaan untuk hasilkan laba

2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

3. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan.

4. Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.

(34)

1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali.

2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastic, biaya nota penjualan.

3. Harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli.

Rumus BEP :

S VC FC BEP

 

1

Dimana :

FC : Biaya tetap

V : Biaya variabel per unit

P : Harga Jual per unit

TVC: Total biaya variabel

(35)

2.3.8 Manajemen Persediaan

Menurut Khairil Anwar, SE, M.SiManajemen Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin.

Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang. Bisa dikatakan tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa persediaan, meskipun sebenarnya persediaan hanyalah suatu sumber dana yang menganggur, karena sebelum persediaan digunakan berarti dana yang terikat didalamnya tidak dapat digunakan untuk keperluan yang lain. Begitu pentingnya persediaan ini sehingga para akuntan memasukkannya dalam neraca sebagai salah satu pos aktiva lancar. 2.3.9 Persediaan Bahan Baku

(36)

Keterlambatan jadwal pemenuhan produk yang dipesan kosumen dapat merugikan perusahaan dalam hal ini image yang kurang baik.

beberapa pendapat mengenai pengertian persediaan :

a. Menurut Przwirosentono ( 2001), persediaan adalah kekayaan lancar yang terdapat dalam perusahaan dalam bentuk persediaan bahan mentah (bahan baku / material), barang setengah jadi dan barang dalam proses.

b. Persediaan adalah bagian utama dari modal kerja, merupakan aktiva yang pada setiap saat mengalami perubahan ( Gitosudarmo, 2002).

c. Soemarso (1999), Mengemukakan pengertian persediaan sebagai barang barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan.

d. Persediaan dapat diartikan sebagai sumber daya yang belum digunakan, persediaan mempunyai nilai ekonomis di masa yang akan datang pada saat aktif. (Yuliana, 2001).

(37)

2.3.10 Pemasok Utama

Pada dasarnya perdagangan merupakan kegiatan distribusi karena distribusi merupakan kegiatan utama dala sebuah sistem perdagangan. Dalam pelaksanaan distribusi terdapat beberapa badan yang berhubungan langsung. Mulai dari agen, makelar, komisioner, importir, eksportir, pedagang besar (grosir), sampai dengan pedagang eceran. Sedangkan cara yang digunakan untuk menyalurkan barang dan jasa tersebut dibedakan menjadi sistem distrbusi langsung, sitem distribusi semu langsung, dan sistem distribusi tidak langsung.

Menurut Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, Distribusi merupakan kegiatan ekonomis yang berfungsi sebagai penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Sedangkan menurut Mila Saraswati & Ida Widaningsing distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen dengan mekanisme tertentu.

2.3.11 Bahan baku utama dan bahan pendukung

(38)

Besarnya bahan baku yang dimiliki perusahaan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:

a. Anggaran produksi

Semakin besar produksi yang dianggarkan semakin besar bahan baku yang disediakan. Sebaliknya semakin kecil produksi yang dianggarkan semakin kecil juga bahan baku yang disediakan.

b. Harga beli bahan baku

Semakin tinggi harga beli bahan baku, semakin tinggi persediaan bahan baku yang direncanakan. Sebaliknya semakin rendah harga bahan baku yang dibeli, semakin rendah persediaan bahan baku yang direncanakan.

c. Biaya penyimpanan bahan baku di gudang (carrying cost) dalam hubungannya dengan biaya extra yang dikeluarkan sebagai akibat kehabisan persediaan (stockout cost).

(39)

e. Ketepatan pemasok (penjual bahan baku) dalam menyerahkan bahan baku yang dipesan.

f. Jumlah bahan baku setiap kali pesan.

Besarnya pembelian bahan baku tiap kali pesan untuk mendapatkan biaya pembelian minimal dapat ditentukan dengan kuantitas pesanan ekonomis (economical order quantity, EOQ).

2.3.12 Perhitungan Economic Order Quantity

Economic order quantity adalah tingkat persediaan yang meminimalkan total biaya menyimpan persediaan dan biaya pemesanan. Menurut Kasmir dan Jakfar (2006:236) EOQ merupakan jumlah pembelian bahan mentah pada setiap kali pesan dengan biaya yang paling rendah, dengan arti bahwa setiap kali memesan bahan mentah, perusahaan dapat menghemat biaya yang akan dikeluarkan.

Kalisifikasi biaya yang perlu diperhatikan dalam EOQ diantaranya sebagai berikut :

a. Biaya angkut/penyimpanan atau carrying cost (CC) b. Biaya pemesanan atau ordering cost (OC)

c. Biaya total atau total cost (TC)

(40)

yang diperlukan perusahaan untuk memenuhi pemesanan. Jadi, model EOQ juga harus dapat menjawab pertanyaan berapa banyak dan kapan item yang harus dipesan agar tercapai nilai yang ekonomis.

Secara umum model perhitungan (rumus) EOQ adalah sebagai berikut.

EOQ = Q*= 2RSC

Q* : jumlah pesanan optimum (EOQ)

R : jumlah pembelian (permintaan) selama 1 periode

S : Biaya setiap kali pemesanan

C : biaya simpan tahunan dalam rupiah/ unit

2.3.13 Tata Ruang dan Denah

Tata ruang/Layout merupakan suatu proses dalam penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi. Layout dirancang berkenaan dengan produk, proses, sumber daya manusia dan lokasi sehingga dapat tercapai efisiensi operasi.

Menurut Handoko (2000:107), ada empat jenis layout produksi, yaitu:

(41)

Berarti bahwa kebutuhan-kebutuhan operasi produk mendominasi dan menentukan layout mesin-mesin dan peralatan-peralatan lainnya.

2. Layout proses

Pengelompokan bersama mesin-mesin dan personalia untuk melaksanakan pekerjaan yang serupa atau sejenis.

3. Layout posisi tetap

Sering digunakan untuk produk-produk besar dan kompleks.

4. Layout kelompok

Layout kelompok memisah-misahkan daerah-daerah dan kelompok-kelompok mesin bagi pembuatan produk yang memerlukan pemrosesan yang sejenis.

Keuntungan yang diperoleh dengan adanya layout antara lain:

1. Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas dan pemeliharaan

2. Pemakaian ruangan yang efisiensi

3. Mengurangi biaya produksi maupun investasi 4. Aliran material menjadi lancer

5. Pengangkutan material dan barang jadi yang rendah 6. Kebutuhan persediaan yang rendah

(42)

2.4 ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA 2.4.1 Pengertian Sumber Daya Manusia

Aspek sumber daya manusia menjadi salah satu hal penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia dianggap sebagai penggerak sumber daya lainnya dalam perusahaan. Manajemen sumber daya manusia (Human Resources Management) merupakan pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok karyawan. (Simamora, 2004:4).

Disamping itu sumber daya manusia dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Dengan adanya sumber daya manusia yang efektif mengharuskan Manajer atau Pimpinan perusahaan untuk mencari dan menemukan cara terbaik dalam memberdayakan karyawan yang ada dalam lingkungan organisasi agar tujuan-tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan cara mengelola, mengatur dan memanfaatkan sumber daya manusia.

(43)

manusia menjadi penghubung antara lingkungan organisasi dan manajemen sumber daya manusia.

2.4.2 Jenis dan Deskripsi Pekerjaan

Deskripsi pekerjaan adalah hasil analisis pekerjaan sebagai rangkaian kegiatan atau proses menghimpun dan mengolah informasi mengenai pekerjaan. Deskripsi pekerjaan dapat diasumsikan sebagai keseluruhan kajian ringkas informasi pekerjaan dan syarat-syarat pelaksanaanya sebagai hasil dari analisis, yang biasanya berisi tugas pokok seperti tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang diperlukan oleh pekerjaan tertentu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa deskripsi jabatan merupakan bagian dari analisis jabatan, yang dimana untuk menentukan analisis jabatan dapat diuraikan dalam bentuk spesifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan. Spesifikasi dan deskripsi pekerjaan berisi tentang uraian nama pekerjaan, atau jabatan, tugas dan fungsi dasar, wewenang, tugas-tugas, penggunaan teknologi, ruang lingkup kegiatan, tanggung jawab, hubungan kerja dan kriteria penilaian hasil kerja.

2.4.3 Persyaratan Pekerjaan

(44)

persyaratan-persyaratan jabatan tentang ketrampilan yang dikehendaki.

2.4.4 Struktur Organisasi

Dalam suatu organisasi diperlukan adanya suatu struktur organisasi sebagai pedoman pelaksanaan operasional perusahaan. Dengan adanya stuktur organisasi yang jelas, diharapkan adanya kerjasama yang baik dimasing-masing bagian. Struktur organisasi membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih efektif dan efisien. Berikut tahapan penyusunan struktur organisasi:

a. Mempertimbangkan rencana dan tujuan yang ingin dicapai.

b. Menentukan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

c. Mengelompokkan aktivitas-aktivitas. d. Menentukan tingkatan manajemen.

Beberapa bentuk struktur organisasi menurut Swastha (2002:140), yaitu:

a. Organisasi Garis

(45)

b. Organisasi Garis dan Staf

Kombinasi yang diambilkan dari keuntungan-keuntungan adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dalam perusahaan.

c. Organisasi Fungsional

Menempatkan masing-masing manajer sebagai seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan atau pekerja mempunyai beberapa pimpinan.

d. Organisasi Komitee

Kombinasi dari organisasi struktur garis yang ditambah dengan adanya anggota-anggota komite dalam organisasi. e. Organisasi Matrik

Struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengadakan proyek khusus.

2.4.5 Rekruitmen Sumber Daya Manusia

(46)

penting dalam menentukan baik tidaknya pelamar yang akan melamar pada organisasi tersebut.

Penarikan (recruitment) menurut Hasibuan (2000:38) adalah usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam suatu perusahaan. Sedangkan Handoko (2001:69) menyatakan bahwa penarikan (recruitment) adalah proses pencarian dan “pemikatan” para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Dari pengertian di atas penarikan pegawai adalah sebuah proses yang dilakukan perusahaan untuk mengisi organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Penarikan berkenaan dengan pencarian dan penarikan sejumlah karyawan potensial yang akan diseleksi untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Penarikan menyangkut usaha untuk memperoleh karyawan dalam jumlah yang tepat dengan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan-jabatan yang tersedia.

a) Kebutuhan Sumber Daya Manusia

(47)

b) Ketersedian Pasar Tenaga Kerja

Menurut Handoko (2001:72) pasar tenaga kerja merupakan suatu wilayah geografis dimana kekuatan-kekuatan suplai (orang-orang yang sedang mencari pekerjaan) berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan permintaan (perusahaan-perusahaan yang sedang mencari karyawan) dan dengan demikian menentukan harga tenaga kerja.

c) Pemilihan Tenaga Kerja

(48)

d) Proses Rekruitmen SDM

Prosedur yang dilakukan perusahaan dalam merekrut sumber daya manusia sangat diperlukan dan diperhitungkan secara matang-matang. Hal ini bertujuan agar dalam pencarian pelamar, perusahaan dapat menerima pelamar sesuai dengan kualifikasi kebutuhan perusahaan dari berbagai sumber, sehingga memungkinkan akan terjaring calon karyawan yang sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Rekrutmen dan seleksi termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai Peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi. Kedua kegiatan tersebut didahului oleh kegiatan analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia. Hal ini berarti bahwa kegiatan rekrutmen dan seleksi harus didasarkan pada suatu kebutuhan yang dialami organisasi, baik dalam fisik maupun dari segi kemampuan dan keterampilan. Berbagai tahap dalam proses rekrutmen meliputi :

1. Mengindentifikasi kebutuhan untuk melakukan rekrutmen

2. Mengindentifikasi persyaratan kerja

(49)

4. Menetapkan metode seleksi 5. Menyortir kandidat

6. Menyeleksi kandidat yang berhasil

7. Memberitahukan hasilnya kepada para kandidat 8. Menunjuk kandidat yang berhasil lulus seleksi. e) Pemberhentian

Pemutusan hubungan kerja (PHK) memiliki kesamaan dengan pemberhentian atau pemisahan karyawan dari suatu organisasi. Menurut Tulus (1993), pemutusan hubungan kerja adalah mengembalikan karyawan ke masyarakat. Sedagkan menurut Hasibuan (2001) pemberhentian adalah pemutusan hubungan kerja seseorang karyawan dengan suatu organisasi. Dari beberapa pegertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pemutusan hubungan kerja merupakan pemberhentian karyawan dari suatu perusahaan sehingga antara karyawan dan perusahaan tidak ada hubungan lagi.

(50)

kesalahan. Hal tersebut dilakukan para pegawai bila sudah merasa tidak nyaman dengan situasi kerja yang ada.

2.4.6 Pola Pemberdayaan Sumber Daya Manusia

Pola pemberdayaan sumber daya manusia suatu perusahaan sangat mempengaruhi kelangsungan hidup usaha. Hal ini dikarenakan pemberdayaan sumber daya manusia merupakan usaha perusahaan untuk tetap menarik dan mempertahankan para pegawainya. Dilakukan pemberdayaan terhadap manusia agar usaha terus berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Adapun contoh dari pola pemberdayaan pegawai adalah pelatihan dan pengembangan serta adanya program promosi jabatan.

Menurut Hasibuan (2000:72) prinsip pengembangan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan bekerja karyawan. Sedangkan pelatihan (Hasibuan, 2000:70) adalah usaha peningkatan pengetahuan dan keahlian seorang karyawan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Terdapat beberapa pemberdayaan sumber daya manusia yang dilakukan antara lain:

a. Program Pendidikan dan Pelatihan

(51)

Dua model program pelatihan dan pengembangan yang dapat dilaksanakan adalah:

1. On the job programs

yakni pelatihan yang dilaksanakan berdasarkan pengalaman langsung dalam bekerja di organisasi tertentu.

2. Off the job programs

yakni model pelatihan di luar jabatan yang dilaksanakan secara formal melalui kursus-kursus, pendidikan dan pelatihan.

Ada tiga jenis keterampilan yang bisa dilakukan oleh para manajer dalam program pelatihan dan pengembangan, yakni:

1. Teknis dan professional

2. Interpersonal, seperti pemahaman memotivasi kerja personalia, efektifitas hubungan dan sensitivitas (kepekaan hubungan),

(52)

b. Program Promosi Jabatan dan Perencanaan Karir

Siagian (2006) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan promosi ialah apabila seorang pegawai dipindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang tanggung jawabnya lebih besar, tingkatannya dalam hierarki jabatan lebih tinggi dan penghasilannya pun lebih besar pula. Setiap pegawai mendambakan promosi karena dipandang sebagai penghargaan atas keberhasilan seseorang menunjukkan prestasi kerja yang tinggi dalam menunaikan kewajibannya dalam pekerjaan dan jabatan yang dipangkunya sekarang, sekaligus sebagai pengakuan atas kemampuan dan potensi yang bersangkutan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dalam organisasi. Promosi dapat terjadi tidak hanya bagi mereka yang menduduki jabatan manajerial, akan tetapi juga bagi mereka yang pekerjaannya bersifat teknikal dan non manajerial.

(53)

seseorang, guna mendukung peningkatan karirnya. Keberhasilan karir seseorang dapat dipengaruhi oleh pendidikan formal, pengalaman kerja, sikap atasan, prestasi kerja, bobot pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan oleh suatu jabatan, dan sebagainya.

c. Sistem Penggajian

Sistem penggajian yang merupakan sistem pembayaran atas jasa yang diserahkan oleh karyawan yang bekerja sebagai manajer, atau kepada karyawan yang gajinya dibayarkan bulanan, tidak tergantung dari jumlah jam atau hari kerja atau jumlah produk yang dihasilkan, (Mulyadi, 2001:391). Sistem digunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi yang memerlukan. Dengan adanya sistem maka penyelenggaraan operasional perusahaan terjalin dengan rapi danterkoordinasi sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.

2.4.7 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(54)

a. Keadaan tempat lingkungan kerja, yang meliputi:

1. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya.

2. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak

3. Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.

b. Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi:

1. Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak.

2. Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik Pengaturan penerangan.

Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.

2.5 ASPEK KEUANGAN

2.5.1 Pengertian Aspek Keuangan

(55)

pelaksanaan pembangunan proyek dan periode operasi ketika usaha berjalan. Kita bedakan periode tersebut menjadi dua yaitu Periode Persiapan dan Periode Operasi. Implikasi keuangan periode persiapan akan terkafer dalam kebutuhan dana investasi, sedangkan dalam masa operasi tercermin pada proyeksi rugi-laba, proyeksi neraca, proyeksi arus kas dan proyeksi kemampuan melunasi pinjaman serta tingkat pengembalian.

Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan bisnis adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal awal, kemampuan untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan dan menilai apakah perusahaan akan dapat berkembang terus.

2.5.2 Jumlah Kebutuhan Dana a. Kebutuhan Dana Investasi

(56)

sebagai instrumen investasi jangka panjang tersebut dapat meliputi:

 Tanah, merupakan salah satu jenis aktiva tetap yang memiliki jangka waktu yang tidak terbatas dalam hal penggunaannya. Luas tanah yang dimiliki perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap pajak pendapatan perusahaan meskipun dapat dikenai pajak yang lain.

 Bangunan, merupakan salah satu jenis aktiva tetap yang memiliki batas umur penggunaan. Perusahaan harus melakukan penyisihan atas sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya. Dana yang disisihkan tersebut dinamakan penyusutan atau depresiasi. Besarnya penyusutan ini akan mempengaruhi besarnya pendapatan bersih sesudah pajak. Dengan kata lain, penyusutan tersebut akan menurunkan jumlah pembayaran pajak.

(57)

waktu. Besarnya nilai penyusutan ini akan berpengaruh terhadap pembayaran pajak pendapatan perusahaan.

2.5.3 Kebutuhan Dana Operasional

Merupakan sejumlah dana yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang bersifat jangka pendek, seperti kebutuhan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai, membayar rekening-rekening, membayar utang jangka pendek, dan lain-lain. Kebutuhan dana operasional ini sangat penting bagi kegiatan perusahaan sehari-hari, sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.

Kebutuhan akan dana operasional dapat dipenuhi dengan penggunaan aktiva lancar. Adapun aktiva lancar yang dimaksud dalam hal ini adalah aktiva yang dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan. Aktiva lancar ini terdiri dari empat elemen utama, diantaranya yaitu (Swastha, 1988: 235):

(58)

2. Surat-surat berharga, merupakan salah satu alternatif investasi yang dapat dilakukan oleh manajer keuangan yang ingin memelihara keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas (kemampuan untuk mendapatkan laba) dengan cara menginvestasikan dana yang terdapat dalam kas ke dalam surat-surat berharga yang dapat menghasilkan bunga.

3. Piutang, merupakan suatu aktiva yang timbul karena perusahaan menjual barangnya atau memberikan jasanya kepada para pelanggan dan menerima janji bahwa pelanggan akan memberikan sejumlah uang kepada perusahaan pada suatu waktu di masa yang akan datang.

4. Persediaan, merupakan barang yang diperoleh perusahaan yang dimaksudkan untuk dijual kembali atau diolah lebih lanjut dalam rangka menjalankan kegiatan usaha normalnya. Persediaan dalam perusahaan pengolahan akan terdiri atas persediaan bahan baku dan bahan pembantu, persediaan barang dalam proses, dan persediaa barang jadi.

2.5.4 Proyeksi Neraca dan Laba Rugi a. Proyeksi Neraca

(59)

diketahui jumlah nilai kekayaan bersih perusahaan sebenarnya. Dengan demikian, patokannya dalam membuat neraca adalah bahwa laporan keuangan ini harus bisa menerangkan berapa jumlah harta, utang dan modal (kekayaan bersih). Neraca umumnya berbentuk 2 kolom, dimana kolom sebelah kiri adalah kolom aktiva atau kolom harta yang berisi semua harta kekayaan perusahaan. Sedangkan pada kolom sebelah kanan adalah kolom pasiva atau kolom hutang dan modal, yang menunjukkan sumber-sumber pembiayaan yang digunakan perusahaan (apakah dari modal sendiri atau dari hutang).

(60)

sifatnya tunai di Arus kas akan mempengaruhi kolom aktiva dan pasiva di Neraca.

b. Proyeksi Laba Rugi

Menurut Brigham dan Houston (2001:42) laporan laba-rugi adalah laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan beban perusahaan selama periode akuntansi tertentu, yang umumnya setiap kuartal atau satu tahun.

Laporan laba-rugi ini merupakan laporan yang paling penting dalam laporan tahunan. Sebab, dalam laporan laba-rugi akan dilaporkan kegiatan-kegiatan yang meliputi kegiatan rutin (operasi bisnis) dan juga kegiatan yang tidak rutin, seperti penjualan asset tertentu, penghentian lini bisnis tertentu, perubahan metode akuntansi, dan sebagainya.

Proyeksi mengenai laporan laba rugi ini penting untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan. Sebab, dengan adanya proyeksi ini, maka perusahaan dapat mengetahui beberapa informasi penting yang berkaitan dengan tingkat keuntungan, risiko, fleksibilitas keuangan, dan kemampuan operasional perusahaan.

2.5.5 Analisis Kebutuhan Investasi a. Net Present Value (NPV)

(61)

biaya pengeluaran suatu investasi (outlays). Jika hasil perhitungan NPV positif berarti investasi akan memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan rate of return minimum yang diinginkan. Kriteria kelayakan penerimaan investasi menggunakan metode Net Present Value (NPV) adalah suatu investasi yang diusulkan dinyatakan layak jika Net Present Value (NPV) suatu investasi lebih kecil dari nol atau bernilai positif. Sebaliknya, jika Net Present Value (NPV) suatu investasi lebih kecil dari nol atau bernilai negatif maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak.

Model persamaan untuk menghitung nilai NPV adalah:

Keterangan:

k = Discount rate yag digunakan At = Cash flow pada periode t

n = Periode yang terakhir dimana cash flow diharapkan b. Internal Rate of Return (IRR)

(62)

investasi lebih besar dari tingkat keuntungan yang dikehendaki. Sebaliknya, jika Internal Rate of Return (IRR) suatu investasi lebih kecil dari tingkat keuntungan yang dikehendaki maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak.

Besaran nilai IRR juga dapat dihitung dengan menggunakan persamaan matematis yang dapat membuat NPV sama dengan nol:

Keterangan:

r = Tingkat bunga yang akan menjadikan PV dari proceeds sama dengan PV dari capital outlays

At = Cash flow pada periode t

n = Periode yang terakhir dimana cash flow diharapkan Metode IRR memiliki kesamaan dengan metode NPV dalam hal penggunaan persamaan dasar. Namun dalam metode NPV, tingkat diskonto telah ditetapkan untuk mendapatkan nilai NPV. Sedangkan dalam metode IRR, NPV ditetapkan sama dengan nol dan suku bunga yang membuat ekuitas ini (IRR) dihitung.

c. Profitability Index (PI)

(63)

sekarang investasi (outlays). Kriteria kelayakan penerimaan investasi menggunakan metode P adalah suatu investasi yang diusulkan dinyatakan layak jika PI lebih besar dari satu. Sebaliknya, jika PI suatu investasi lebih kecil dari satu (>1) maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak.

Berikut ini disajikan persamaan matematis untuk menghitung besaran nilai PI:

d.Payback Period (PP)

Menurut Suliyanto (2010,196) merupakan metode yang digunakan untuk menghitung lama periode yang diperlukan untuk mengembalikan uang yang telah diinvestasikan dari aliran kas masuk (proceeds) tahunan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut. Kriteria kelayakan penerimaan investasi menggunakan metode Payback Period adalah suatu investasi yang diusulkan dinyatakan layak jika Payback Period lebih pendek dibandingkan periode payback maksimum. Sebaliknya, jika Payback Period (PP) suatu investadi lebih panjang daripada periode payback maximum maka investasi tersebut dinyatakan tidak layak.

(64)

2.6 ASPEK PENDUKUNG 2.6.1 Aspek Hukum

Untuk memulai studi kelayakan suatu usaha pada umumnya dimulai dari aspek hukum, walaupun banyak pula yang melakukannya dari aspek lain. Mengenai aspek mana yang harus dimulai tergantung dari kesiapan data dan kesiapan dari para penilai. Tujuan dari aspek hokum adalah untuk meneliti keabsahan. Kesempurnaan, dan keaslian dari dokumen – dokumen yang dimiliki. Penelitian keabsahan dokumen dapt dilakukan sesuai lembaga yang mengeluarkandan yang mengesahkan dokuen yang tersebut penelitian ini sangat penting mengignat sebelum usaha tersebut dijalankan, maka segala prosedur yang berkaitan dengan izin atau berbagai persyaratan harus terlebih dahulu sudah terpenehi bagi badan usaha yang akan dijalankan juga perlu di persiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek hokum seperti badan hokum perusahaan yang dipilih seperti apakah perseroan terbatas (PT), firma, koperasi, atau yayasan.

(65)

yang semula kita nyatakan layak untuk semua aspek, ternyata menjadi sebalikknya. Hal ini disebabkan karena kurang teliti dalam penilaian di bidang hukum sebelum usaha tersebut dijalannkan. Sebagai contoh, jika badan hukum yang ternyata fikif, artinya tidak sah secara hukum, sehingga tidak layak disebut sebagai perusahaan yang berbadan hukum. Atau dapat terjadi izin –izin yang dimiliki ternyata palsu. Kemudian peliknya msalah tanah, dimana sering terjadi pemalsuan surat – surat, sehingga menimbulkan sengketa yang berkepanjangan. Pada akhirnya akibat kurang teliti dalam penelitian dokumen akan sangat merugikan pihak perusahaan itu sendiri.

Oleh karena itu, hendaknya dalam melakukan analisis aspek hukum ini dilakukan secara teliti dan cermat dengan mencari sumber-sumber informasi yang jelas sampai ke tangan yang memang berkompeten untuk mengeluarkan surat – surat yang hendak kita teliti.

a. Badan hukum usaha

(66)

Dalam praktiknya jenis badan hukum yang ada di Indonesia sebagai berikut :

1. Perseorangan

Perusahaan perseorangan merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan (hanya seorang). Untuk mendirikan perusahaan perseorangan sangatlah sederhana dan tidak memerlukan persyaratan khusus sebagai bentuk badan hukum lainnya. Disamping itu, pendirian perusahaan perseorangan tidak memerlukan modal besar, kelebihan perusahaan jenis ini disamping pendiriannya mudah adalah tidak diperlukan organisasi yang besar, tetapi cukup dengan organisasi dan manajemen sederhana. Pimpinan perusahaan perseorangan biasanya pemilik usaha tersebut sekaligus menjadi penanggung jawab terhadap segala aktivitas perusahaan, termasuk kewajiban kepada pihak lain, misalnya dalam hal utang, maka sepenuhnya tanggung jawab pemilik sampai kepada harta pribadi

Kebutuhan modal anyalah dari pemilik sendiri dan untuk mencari modal dari luar relative lebih sulit. Tujaun utama didirikan perusahaan perseorangan adalah semata-mata hanya untuk mencari keuntungan.

2. Farma (Fa)

(67)

mendirikan farma terdiri dari dua cara. Pertama melalui akta resmi dan yang kedua akta di bawah tangan. Jika melalui kata resmi, maka proses selanjutnya harus sampai di berita Negara. Namun jika memilih akta di bawah tangan proses ini tidak prlu, cukup melalui kesepakatan pihak-pihak terlibat.

Kepemimpinan farma berada sepenuhnya ditangan pemilik sekaligus bertanggung jawab terhadap segala risiko yang mungkin timul, seperti masalah uatang piutang. Modal farma diperoleh dari mereka yang terlibat dengan farma.

Sama halnya perusahaan perseorangan, tujuan farma adalah untuk mencari keuntungan. Perolehan dana dari pihak luar cukup memungkinkan dan relative lebih jika dibandingkan dengan perusahaan.

3. Perseroan Komanditer ( Commanditaire Vennotschap)

Perseroan komanditer, atau lebih sering disingkat dengan CV, merupakan persekutuan yang didirikan atas dasar kepercayaan. Dalam perseroan komanditer terdapat bebera[a sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas sekutu lainnya.

(68)

Tujuan pendirian CV guna memberikan peluang bagi perseorangan untuk ikut menanamkan modalnya dengan tanggung jawab terbatas. 4. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas (PT) adalah badan hukum perusahaannya yang paling banyak digunakan dan diminati oleh para pengusaha. Penyebabnya ada;ah karena badan hukum jenis ini memiliki banyak kelebihan jika disbandingkan dengan badan hukum lainnya.

Pengertian perseroan terbatas menurut undang-undang adalah :

“ badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian yang

melakukan kegiatan usaha dengan modal tertentu, yang seluruhnya

terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan

dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.”

dari pengertian di atas dapat kita kemukakan hal-hal penting sebagai berikut :

1. Bahwa perseroan terbatas merupakan suatu badan hukum perusahaan melakukan suatu kegiatan.

2. Pendirian perseroan terbatas dilakukan atas dasar suatu perjanjian antara pihak-pihak yang ikut terlibat didalamnya. 3. Pendirian perseroan terbatas didasarkan atas kegiatan atau

ada usaha tertentu yang akan dijalankan

(69)

5. Perseroan terbatas harus mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan dengan undang-undang serta peraturan pemerintah laiinya.

5. Perusahaan Negara

Perusahaan Negara (PN) adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan undang-undang. Modal untuk mendirikan PN adalah atas kekayaan Negara yang dipisahkan dan tidak dipisahkan atas saham. Perusahaan Negara dipimpin oleh seorang kepala atau direksi yang diangkat oleh pemerintah.perusahaan Negara dibagi menjadi beberapa jenis antara lain perusahaan jawatan (Perjan), perusahaan umu (perum), dan perusahaan perseorangan (persero)

Perusahaan jawatan (perjan) merupakan perusahaan Negara yang didirikan utnuk pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakat dengan tetap memgang teguh pada efisiensi, efektivitas, dan ekonomis. Perjan dipimpin oleh seorang kepala yang berada pada suatu departemen.modal diperoleh dari Negara yang dimasukkan dalam anggaran belanja departemen yang membawahinya. Pegawai perusahaan perjan merupakan pegawai negeri.

(70)

Perusahaan Perseroan (Persero) merupakan perusahaan Negara yang didirikan dengan maksud untuk mencari keuntungan. Bentuk badan hukum perusahaan ini adalah perseroan terbatas (PT). modal diperoleh seluruh atau sebagian dari negara. Dengan demikian, dimungkinkan patungan antara swasta dan Negara. Peranan pemerintah adalah sebagai pemegang hak suara terbesar sesuai dengan mayoritas saham yang dipegangnya.

6. Perusahaan Daerah

Perusahaan daerah erupakan perusahaan yang didirikan dengan suatu peraturan daerah. Modalnya seluruhnya atau sebagian besar milik pemerintah daerah yang diisahkan kecuali dengan ketentuan lain dengan atau berdasarkan undang-undang.

Tujuan didirikan untuk perusahaan daerah untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya. Pimpinan perusahaan daerah diangkat oleh kepala daerah.

7. Yayasan

Yayasan merupakan badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan dan lebih menekankan usahanya pada tujuan sosial. Modal berasala dari sumbangan, wakaf, hibah, atau sumbangan lainnya. Yayasanmemiliki pengurus dan harta milik pengurus dipisahkan dari harta yayasan

(71)

Menurut undang-undang No. 25 tahun 1995, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip koperasi, sealigs sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan.

Pendirian koperasi melalui akta pendirian setelah memperoleh pengesahan pemerintah dan diumumkan dalam berita Negara. Untuk mendirikan koperasi dibentuk melalui rapat anggota minimal 20 orang yang masing-masing memenuhi tiga syarat, yaitu:

1. Msmpu mrlskdsnsksn tindakan hukum

2. Menerima landasan idiil, asas, dan sendiri dasar koperasi 3. Sanggup dan bersedia melakukan kewajiban dan hak

sebagai anggaran koperasi. b. Jenis-jenis izin perusahaan

Dalam praktiknya terdapat beragam izin. Banyaknya izin dan jenis-jenis izin yang dibutuhkan tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Adapun izinyang dimaksud adalah:

1. Tanda daftar perusahaan 2. Nomor pokok wajib pajak 3. Izin-izin usaha

4. Sertifikat tanah atau surat-surat berharga yang dimiliki.

(72)

a. Surat izin usaha perdagangan b. Surat izin usaha industri c. Izin usaha tambang

d. Izin usaha perhotelan dan pariwisata e. Izin usaha farmasi dan rumah sakit f. Izin usaha peternakan dan pertanian

g. Izin domisili, dimana perusahaan/ lokasi proyek berada. h. Izin gangguan

i. Izin pendirian bangunan

j. Izin tenaga kerja asing jika perusahaan menggunakan tenaga kerja asing.

Disamping keabsahan dokumen di atas yang tidak kalah pentingnya adalah penelitian dokumen lainnya yaitu:

a. Bukti diri (KTP atau SIM) b. Sertifikat tanah

c. Bukti kepemilikan kendaraan bermotor

d. Serta surat-surat atau sertifikat lainnya yang kita anggap perlu.

c. Dokumen Yang Diteliti 1. Bentuk Badan Usaha

(73)

sebelum melakukan usahanya adalah perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).

2. Bukti Diri

Yaitu kartu identitas diri para pemilik usaha yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat yang dikenal dengan nama kartu tanda penduduk (KTP).

3. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Setiap perusahaan yang akan beroperasi di Indonesia, harus membuat surat tanda daftar perusahaan (TDP) sesuai dengan bidang usahanya masing-masing. Dalam hal ini, yang perlu kita teliti adalah departemen teknis yang mengeluarkan surat tanda daftar perusahaan tersebut. Departemen teknis yang mengeluarkan TDP adalah Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Biasanya pengurusan TDP adalah saat perusahaan mengurus akta pendirian perusahaan tersebut. 4. Nomor Pokok Wajib Pajak

Gambar

Tabel 4.1Daftar Harga Bebek Obonk Edaan!
Tabel 4.3 :
Tabel 4.4 :
Tabel 4.6
+7

Referensi

Dokumen terkait

Lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 62/Permenhut‐II/2007 ditetapkan bahwa kawasan taman nasional sekurang‐kurangnya terdiri dari zona inti, zona rimba

Pertemuan terakhir dilakukan dalam kelas besar dengan diskusi panel untuk melaporkan hasil diskusi masing-masing kelompok dan menanyakan hal-hal yang belum

Dimensi f merupakan nilai yang bersifat nyata dari suatu kriteria yang dituliskan dalam fungsi, f : K → R dan tujuannya berupa prosedur optimasi untuk setiap alternatif

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar penerapan konstruktivisme dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menggunakan media styrofoam

Metode ini dilakukan untuk aspek teknologi PTT yang adopsinya masih rendah.Metode kunjungan yang dapat dilaksanakan dalam rangka pengembangan teknologi PTT ada

bahwa berdasarkan Pasal 127 huruf a, huruf f, huruf i dan huruf k Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Retribusi

Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan pita ukur (roll meter) dan melalui pembacaan benang pada alat ukur theodolit untuk mengetahui jarak optis

Optimasi penggunaan tenaga kerja keluarga petani temak dalam melaksanakan unit - unit usaha akan dipengaruhi oleh luas laban usaha dan pembagian waktu yang jelas