• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH ANALISIS SWOT SMK BHAKTI KARTINI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH ANALISIS SWOT SMK BHAKTI KARTINI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ANALISIS SWOT SMK BHAKTI KARTINI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu ciri sekolah yang bermutu adalah dapat merespon kepercayaan masyarakat artinya, bagaimana pihak sekolah mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putrinya sehingga menghasilkan anak-anak yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan dunia IPTEK serta era globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat maka pihak sekolah perlu melakukan pembenahan-pembenahan dalam hal sumber daya manusia yang profesional, manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf internasional. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan khususnya bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen, pengambil kebijakan urusan pendidikan dalam hal ini pemerintah, harus memiliki alat atau peranti untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja layanan pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (sekolah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan analisis SWOT.

(2)

Obyek organisasi penelitian yang dipilih oleh pemakalah dalam kajian makalah ini adalah SMK Bhakti Kartini. Model analisis SWOT di atas digunakan untuk menganalisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), Opportunity (Kesempatan), dan Threats (ancaman) dari Sekolah tersebut. Sebagai bahan pertimbangan pemilihan sekolah ini adalah melihat sejauh mana nilai “PLUS” yang terdapat di sekolah tersebut dan bagaimana kondisi dan situasi dari sekolah tersebut.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut :

 Apakah definisi analisis SWOT?

 Bagaimana penerapan analisis SWOT di SMK Bhakti Kartini?

 Bagaimana perhitungan analisis SWOT di SMK Bhakti Kartini?

C. Tujuan

 Mengetahui definisi analisis SWOT

 Mengetahui bagaimana penerapan analisis SWOT di SMK Bhakti Kartini

 Mengetahui dan membahas perhitungan analisis SWOT di SMK Bhakti Kartini

D. Manfaat

(3)

BAB II LANDASAN TEORI A. Profile Sekolah

SMK Bhakti kartini memberikan kesempatan kepada lulusan SMP /MTs dan yang sederajat untuk melanjutkan sekolah di SMK Bhakti Kartini, adapun program keahlian yang dibuka adalah program keahlian Kesehatan,Perhotelan dan Travel.

Era globalisasi menyebabkan terjadinya persaingan bebas diberbagai bidang kehidupan manusia, kemajuan teknologi industri dan komunikasi begitu cepat sehingga membutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki kompetensi berstandar Internasional agar dapat berkompetitif secara global.

SMK Bhakti kartini sebagai lembaga pendidikan mempersiapkan anak didiknya untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang berstandar Internasional, dituntut untuk memelaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri serta perkembangan teknologi. Metode yang diterapkan dalam proses belajar mengajar adalah metode yang dapat mendorong siswa belajar secara Proaktif, Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan, semua guru didorong untuk menggunakan Powerpoint.

a. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : Bhakti Kartini

Status : Swasta

Program Keahlian : 1.Kesehatan: a.Farmasi b.Perawat c.TLM 2. Akomodasi Perhotelan 3. Pariwisata

Pendirian :

Luas Lahan :

Kepala Sekolah :

B. Lokasi

(4)

C. VISI & MISI SMK VISI

Berdasarkan hasil penyusunan, Visi SMK Bhakti Kartini berbunyi sebagai berikut:

“Menjadi SMK unggulan yang menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) berahlak

mulia, cerdas, berkompetensi dan berwawasan global”.

MISI

1. Menanamkan keimanan dan ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agama

2. Mengoptimalkan proses pemblejaran dan bimbingan

3. Mengembangkan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan minat, bakat dan

potensi peserta didik

4. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan kewirausahaan dan

pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan

5. Mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan

6. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah dan lembaga lain yang terkait

D. TUJUAN PENDIDIKAN SMK

1. Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk dapat melanjutkan

pendidikan dalam bidang kesehatan sesuai dengan permintaan / jurusan yang

dikehendaki.

2. Berperan aktif dalam meingkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan

menghasilkan lulusan yang siap kerja

3. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan teknologi serta

mengupayakan penggunaannya untuk memperkaya kebudayaan nasional.

4. Menghasilkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan intelektual dan ketrampilan

yang dapat menerapkan dan mengembangkan khasanah pengetahuan, teknologi,

kesenian dan dilandasi oleh nilai-nilai islami.

E. Potensi Sekolah

Pendidikan merupakan dasar untuk mengembangkan minat dan bakat serta potensi sebagai pranata social yang kuat, berwibawa, beriman dan bertaqwa serta berkualitas, sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan yang selalu berubah. Disadari bahwa pendidikan merupakan aspek terpenting bagi pembangunan setiap bangsa, yang salah satunya sekolah pendidikan.

(5)

beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta di dukung tangan – tangan pendidikan yang profesional, berwawasan luas serta berpengalaman dan berdedikasi tinggi. Meningkatkan profesionalisme dan good governance SMK Bakti kartini sebagai pusat pemberdayaan kompetensi.

Dengan berbekal itu, semua akan terwujud suatu lembaga yang melahirkan out put yang tidak hanya memiliki pengetahuan luas tetapi juga memiliki keutamaan keimanan dan ketaqwaan yang mantap serta berwawasan lokal dan global.

SMK Bhakti kartini merupakan lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat untuk mendidik dan memberikan pengarahan serta bekal kepada putra/putri penerus bangsa yang kelak akan menjadi tumpuan kesuksesan bangsa Indonesia.

F. Modal

Modal berasal dari lingkungan di luar sekolah maupun dari dalam sekolah seperti: Iuran siswa

Donatur Pemerintah G.Sumber Daya manusia

SMK Bhakti kartini memang sekolah yang baru berdiri , sampai saat ini baru berusia 9 tahun. Namun prestasi yang di peroleh SMK Bhakti kartini tidak kalah dengan SMK yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lamanya.

Berikut adalah prestasi yang dicapai oleh siswa siswi tembarak kurang lebih selama tahun :

1. Karya ilmiah provinsi Jawa Tengah juara 1 2. Dance kabupaten Temanggung juara 1 3. Karya Ilmiah AKPER Al Kautsar juara 2 4. MTQ Depag Temanggung juara 3 5. Poster kabupaten Temanggung juara 1

6. Bulu tangkis PBSI kabupaten Temanggung juara 3 dan juara 2 7. Sekolah sehat kabupaten Temanggung juara 2

8. OSTN Jawa Tengah harapan 3

9. Pidato Bahasa Indonesia kabupaten Temangung juara 3 10. LBB kabupaten Temanggung juara 3

(6)

Sebagian contoh prestasi yang dicapai oleh SMK Negeri Tembarak kurang lebih 7 tahun. Jadi Sumber Daya Manusia yang dimiliki SMK Negeri Tembarak sudah cukup baik tidak buruk sekali.

H. Aspek Pasar

SMK Negeri Tembarak memang baru berdiri selama 7 tahun mungkin sampai saat ini SMK Negeri Tembarak belum begitu melekat di telinga masyarakat luas. Namun upaya yang dilakukan SMK Negeri Tembarak untuk memperkenalkan sekolah sangat banyak diantaranya : Membuat website agar dapat dikenal oleh masyarakat luas melalui dunia maya untuk dunia perusahaan melalui Praktek Industri dan Kunjungan Industri. Bekerjasama dengan RCTI, TRANS TV, INDOSIAR saat Kunjungan Industri.

Kerjasama dengan perusahaan ternama seperti : 1. PT BGA Kalimantan Selatan

2. PT CITRA BORNEO INDAH Kalimantan Tengah 3. PT BATAM TEXTILE Semarang

4. PT MAYORA INDAH Tangerang 5. PT SAMSUNG Cikarang Bekasi 6. PT ASTRA Jakarta Utara 7. PT SIRTEX Sukoharjo Solo 8. PT WESTER DIGITAL Malaysia

I. Teknologi

(7)

BAB III PEMBAHASAN

Suatu kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai sasaran jika sebelumnya dilakukan suatu perencanaan yang matang. Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, di mana menyusun perencanaan sebagai langkah awal akan cukup diperhitungkan guna mencapai tujuan yang ingin dicapai (Sanjaya, 2009). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.

Satu hal yang harus diingat oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang tepat bagi masalah – masalah yang dihadapi oleh organisasi. Analisa SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada suatu lembaga sehingga mampu memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan membangun peluang.

A. Definisi Analisis SWOT

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (tantangan). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).

Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

S = Strength, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.

W = Weakness,.adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.

O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan.

T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.

(8)

proses belajar mengajar, fungsi pelayanan kesiswaan, fungsi pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat dan sebagainya dilibatkan. Maka untuk mencapai tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya dilakukanlah analisis SWOT (Depdiknas, 2002)

Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor internal maupun eksternal (Depdiknas, 2002).

a. Tahap – Tahap Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah bagian dari tahap tahap perencanaan strategis suatu organisasi yang terdiri dari tiga tahap yaitu : tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan tahap pengambilan keputusan.

b. Tahap pengumpulan data

Tahap ini pada dasarnya tidak hanya sekedar kegiatan pengumpulan data, tetapi juga merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian dan pra analisis data. Pada tahap ini data dapat dibedakan menjadi dua yaitu data eksternal dan data internal.

Data eksternal dapat diperoleh dari lingkungan di luar sekolah seperti: Peran masyarakat

Donatur Pemerintah

Data internal dapat diperoleh dari dalam sekolah itu sendiri, antara lain: Laporan keuangan sekolah

Administrasi sekolah Kegiatan Belajar mengajar Keadaan guru dan siswa

Fasilitas dan prasarana sekolah Administrasi guru dan lain lain

Pada tahap ini digunakan 2 model matriks pengumpulan data yaitu: matriks faktor strategi eksternal dan matriks faktor strategi internal.

Langkah – Langkah Menyusun Matriks Faktor Strategi Eksternal (EFAS) Matriks Faktor Strategi Internal (IFAS)

(9)

2. Beri bobot masing – masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting).

3. Hitung rating (di dalam kolom 3) untuk masing masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi sekolah yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberi rating +4 tetapi jika peluangnya kecil diberi rating +1), sedangkan pemberian rating untuk ancaman adalah kebalikan dari pemberian rating peluang.

4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating kolom 3 untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outsatnding) sampai 1,0 (poor).

5. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor – faktor tersebut dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.

6. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh skor pembobotan bagi sekolah yang bersangkutan. Nilai total ini akan menunjukkan bagaimana sekolah dalam hal ini SMK Bhakti kartini bereaksi terhadap faktor – faktor strategis eksternalnya.

B. Penerapan Analisis SWOT di SMK Bahti kartini

Tabel 1. Perhitungan EFAS SMK Bhakti kartini

Faktor – Faktor

0,10 3 0,30 Sekolah dapat

(10)

p lulusan yang

0,10 3 0,30 Terbukti dengan orang tua

yang mendaftarkananak nya test masuk SMK Negeri Tembarak sangat banyak

sekolah 0,10 3 0,30 Memiliki lapangan olah raga yang belum begitu memadai dan tempat parkir yang tidak cukup luas

3.Pusat Berbagai kegiatan

0,05 3 0,15 Belum banyak kegiatan yang

dipusatkan di SMK ini 4.Persaingan

masuk SMK negeri 0,10 3 0,30

Banyak Persaingan

(11)

Kesimpulan:

Dapat dilihat dari butir peluang sarana dan prasarana adalah peluang yang paling besar

yang dimiliki oleh SMK Bhakti kartini walaupun ini peluang ini masih jauh dari sekali tertinggi.

tetapi haruslah dimanfaatkan secara maksimal dengan kerjasama yang baik antara pihak

sekolah dengan pihak diluar sekolah, dimana peluang ini akan memperkecil ancaman pada

butir lima yaitu persaingan dalam bidang TIK yang belum begitu baik. Ancaman ini dapat

diminimalisir dengan peluang tersebut dengan cara tidak hanya infrastruktur saja yang di

pehatikan tapi tenaga pengajar yang mumpuni juga harus di penuhi.

Tabel 2. Perhitungan IFAS SMK BHakti kartini Faktor – Faktor strategi 1. Motivasi guru dan siswa

0,15 3 0,45 Motivasinya tinggi dengan mampu

0,15 3 0,45 Selain kondusif, kelengkapan buku,

antara guru dengan guru ataupun guru dengan siswa

0,10 3 0,30 Sangat kondusif baik dalam kegiatan

(12)

5. Pembiyaan 0,10 3 0,30 Orang tua siswa memiliki

kemampuan membayar biaya yang relatif mahal

KELEMAHAN (W) 1. Rekrutmen guru dan staff

0,15 3 0,45 Rekrutmen guru dan staf

yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan dan sarat dengan unsur kekeluargaan 2. Keadaan guru 0,10 3 0,30 Sebagian besar

tenagaguru masih berstatus Honorer dan mengajar ditempat lain

3. Penerimaan siswa

Baru/pindahan 0,10 3 0,30

Peneriman siswa dengan test,

transparan tetapi masih adanya titipan dari berbagai pihak. 4. Jamsostek

0,10 3 0,30

Tidak adanya

jamsostekbagi guru – guru terutama Guru Honorer.

5. Gedung sekolah 0,10 3 0,30 Sudah banyak membutuhkan

perbaikan – perbaikan.

JUMLAH S + W 1,00 3,45

Kesimpulan :

Dilihat dari bobot masing – masing butir Kekuatan dan kelemahan yang ada pada matrik

diatas dapat disimpulkan bahwa antara kekuatan dan kelemahan yang dimiliki SMK Bhakti

kartini ini seimbang baik dari skor dan rating. Hal ini bisa dijadikan pelajaran untuk pihak

sekolah bahwa kekuatan yang ada kurang begitu dimaksimalkan untuk meminimalisir

kelemahan yang ada. Diharapkan dengan analisis ini sekolah akan terus berusaha dan

meningkatkan kekuatan sekolah dengan seoptimal mungkin agar kelemahan yang ada dapat

(13)

a. Tahap Analisis Data SWOT

Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan

sekolah, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model –

model kuantitatif perumusan strategi. Ada beberapa Model yang dapat digunakan dalam

menyusun analisis SWOT antara lain:

a. Matriks TOWS atau Matrik SWOT

b. Matriks BCG (Boston Consultinfg Group) atau dikenal dengan Growth / Share Matriks

c. Matriks Internal Eksternal

d. Matriks SPACE

e. Matriks Grand Strategy

Dalam makalah ini penulis akan menggunakan Matriks TOWS atau SWOT, karena

matrik ini akan menggambarkan secara jelas bagaimana peluang, ancaman eksternal yang

dihadapi sekolah dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.

Diagram 1 Matrik SWOT

IFAS

EFAS

STRENGTHS (S) o Motivasi guru dan siswa o Fasilitas perpustakaan

dan laboratorium · Kesesuaian sarana dan prasarana sekolah dengan tuntutan potensi daerah dan

per-STRATEGI SO

· Terus memotivasi guru dan siswa dalam KBM dengan Dukungan pemerintah dalam melengkapi sarana

prasarana

(14)

kembangan IPTEK · Dukungan orang tua tinggi

· Terus melakukan pendekatan dan metode mengajar yang bervariasi dan berinovasi dalam mengajar agar terus akan menghasilkan lulusan yang · Lingkungan sosial sekolah

· Pusat Berbagai kegiatan

· Persaingan masuk SMK negeri bekerja keras untuk menjadi yang terbaik di segala bidang baik itu guru, siswa dalam rangka persaingan dengan sekolah lain. · Terus berkreatifitas dan berinovasi dalam KBM .

C. Perhitungan Analisis SWOT SMK Bhakti kartini Penentuan Posisi SMK Bhakti kartini

Dengan mempergunakan tabel Faktor Internal-Eksternal, dan skala sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah, maka kedudukan SMK Bhakti kartini apabila dianalisis dengan diagram Cartesius, maka posisinya dapat diketahui sebagai perhitungan berikut:

IFAS 3,60 EFAS 3,15

(15)

Daerah ST Strengths (S) 1,80 Daerah SO Threats (T)1,20

Daerah WO Opportunity(O)1,95 Daerah WT Weaknesses (W) 1,65 KETERANGAN

AFI = 3,60 , dengan (S = 1.80) dan (W = 1,65) , jadi (S – W =1,80 – 1,65 = 0,15) AFE = 3,15 , dengan (O = 1,95) dan (T = 1,20) , jadi (O – P = 1,95 – 1,20 = 0,75) Penjelasan:

Dari perhitungan diatas dapat diuraikan beberapa hal yang berhubungan dengan SWOT di SMK Bhakti kartini ini bisa dikatakan memiliki kekuatan yang masih kurang baik terbukti dari AFI (analisis faktor internal) berupa kekuatan dengan poin 1,80 dari skala 1 s/d 4 (1,80) adalah angka yang masih kurang untuk kategori kekuatan

Poin kelemahan 1,65 adalah angka yang sangat besar untuk kategori kelemahan. Selisih S dan T ini tidak jauh hanya 0,15. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi pihak sekolah untuk menetapkan kebijakan kebijakan yang baru dan lebih kreatif guna meningkatkan poin kekuatan sekolah sehingga jauh diatas poin kelemahan sekolah.

Pada analisis AFE (analisis faktor eksternal) SMK Bhakti kartini ini mempunyai poin peluang 1,95 angka ini jika dilihat dari skala 1 – 4 masih belum bisa dikatakan cukup.. Hal ini adalah dapat dijadikan pelajaran bagi sekolah ini untuk lebih cerdas dalam memanfaaatkan peluang dan mencari peluang lain dalam rangka memajukan sekolah

Pada poin ancaman 1,20 poin ini adalah angka yang melebihi standar skala untuk kategori ancaman yaitu jika poin 1 maka ancaman tersebut besar. Dengan demikian antara peluang dan ancaman hanya beselisih 0,75 masih banyak hal – hal yang harus diusahakan sekolah agar poin peluang bisa lebih besar daripada poin ancaman.

Keadaan SMK Bhakti kartini ini belum bisa dikatakan baik setelah dilakukan analisis SWOT masih banyak hal – hal yang harus di perbaiki guna memperoleh keadaan yang stabil sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk kemajuan sekolah.

Berikut Skala yang biasa digunakan dalam menganalisis SWOT skala angka 1-4

(Dalam Rangkuti, 2008 : 22 – 25)

Kekuatan : Poin 1 = Kecil

Poin 4 = Besar

(16)

Poin 4 = Besar

Kelemahan : Poin 1 = Besar

Poin 4 = Kecil

Ancaman : Poin 1 = Besar

Poin 4 = Kecil

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Dari pembahasan dan perhitungan analisis SWOT di SMK Bhakti kartini diatas dapat

disimpulkan:

1. Analisis SWOT adalah didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan

(Strength), dan Peluang (opportunities), namun secaran bersamaan dapat meminimalkan

(17)

selalu berkaitan dengan pengembangan visi, misi, tujuan, dan kebijakan program – program

sebuah organisasi.

2. Analisis SWOT di SMK Bhakti kartini dilakukan dengan teknik EFAS dan IFAS yaitu analisis

faktor eksternal dan Faktor Internal sekolah. Kemudian dijabarkan ke dalam matrik analisis

SWOT dan dihitung dengan perhitungan AFE dan IFE yaitu analisis faktor eksternal dan

analisis faktor internal.

3. Hasil dari tahap analisis tersebut diperoleh hasil sebagai berikut: (S = 1.80) dan (W = 1,65) , (O

= 1,95) dan (T = 1,20). Dan poin poin angka ini masih sangat jauh dari skala tertinggi SWOT

dengan Kriteria :

Kekuatan : Poin 1 = Kecil Kelemahan : Poin 1 = Besar

Poin 4 = Besar Poin 4 = kecil

Ancaman : Poin 1 = Besar Peluang : Poin 1 = Kecil

Poin 4 = Kecil Poin 4 = besar

B. Saran

Diharapkan kepada pihak sekolah SMK Bhakti kartini untuk selalu bekerja keras dalam

meningkatkan kekuatan sekolahnya dengan memanfaatkan peluang peluang yang ada. terus

berinovasi, membangun, memperbaiki diri dan administrasi agar dapat meningkatkan kualitas

sekolah ini lebih baik lagi

Gambar

Tabel 1. Perhitungan EFAS SMK Bhakti kartini
Tabel 2. Perhitungan IFAS SMK BHakti kartini

Referensi

Dokumen terkait

Suatu perusahaan harus menyadari perubahan teknologi yang mungkin mempengaruhi bisnisnya. Kemajuan teknologi dapat menciptakan produk baru, perkembangan produk, serta

Suatu proses rencana manajemen strategis digunakan untuk menganalisis tuntutan perkembangan lingkungan strategis, yang langsung atau tidak langsung bersentuhan dengan

Untuk mengelola pengembangan Fakultas dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan, laju perubahan cepat, tuntutan masyarakat yang lebih maju, kehidupan

Penilaian untuk mata pelajaran C2 dan C3 mengacu pada rubrik dari tuntutan kriteria ( IPK ) dari KD yang berlaku di dunia kerja yaitu minimal memuaskan

Pada era globalisasi ini perkembangan dunia usaha semakin cepat ditandai dengan persaingan antar perusahaan makin ketat dan tinggi.Kondisi ini membuat perusahaan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat dalam dunia ini, membuat banyak masyarakat sadar akan pentingnya informasi. Media informasi dan

Di era globalisasi informasi dan perkembangan dunia pendidikan yang sangat kompetitif serta memperhatikan mutu, kecilnya alasan akademik yang dapat dijadikan dasar