Pikiran
Rakyat
o
Selasa
4 5
20
o
Maro
Rabu
6 7
21 22
.Apr OMei
o Kamis 0 Jumat
8
9
10
fil.
23
24
25
26
OJun
OJul
0 Ags
. Sabtu
12
13
27
28
OSep
OOkt
o Minggu
14 15 16. 29 30 31
ONov ODes
Jabar Harns Ubah
- -
-Pola_tn~stasi
-
- --
-
. ..1. IPM 70,31 70.71 71.31*") 72.39 73,51 '
1) Indeks Pendidikan (IP) 79.93 80.21 80,66*") 82.02 83,46 2) Indeks Kesehatan (IK) 70,67 71,00 71.88*") 72.80 73.79 3) Indeks DayaBeli (IDB) 60.34 60.93 61,40*") 62,34 63,28 2. Jumlah Penduduk Uutajiwa) 40,73 41,48 42,19 42.8142,95 43,5943.72 3. Laju Pertumbuhan Penduduk (%) 1,94 1.83 1,71 1,&1,7 1.&1,7 4. % Penduduk Miskin terhadap Total Penduduk 13,39 13.55 13.01 13-14 12-13 5. PDRB adh Konstan Tahun 2000 257,49 273,99 215,66 304.13-305.17 319,34-322,12
6. Inflasi (%) 6.15 5,10 11,11 1()'12 9-10
7. Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) 6.02 6,41 5,84 5.5-5,8 6.5
8. Investasi adh Berlaku (triliun Rp) 75,64 87.13 113,14 97,59-101,07 107,35-113,20 9. Jumlah Pengangguran Uutajiwa) 2,54 2,39 2.26 1,73-1.94 1,&1,75
Jumlah Pengangguran (%) 14.51 13,08 12,08 9-10 8-9
Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat. angka sangat sementara tahun 2008; Keterangan: ') KU-APBDTahun 2009, ") Target Midterm RPJMD Tahun 2008-2013, ,..) Angka sangat sementara
.
-Untuk Bisa Memenuhi Target Dalam RKPD
BANDUNG,
(PR).-Pemerintah Provinsi Jabar harus mengubah pola inves-tasi agar target-target mak-roekonomi, terqtama indeks pembangunan manusia (IPM) tercapai.
Selain itu, target inflasi se-besar 10-11% pada 2009 di-nilai relatif tinggi. Sehingga, diharapkan ada 1,1payalebih untuk mengendalikannya pada angka yang lebih ren-dah.
Demikian rangkuman pen-dapat Ketua Jurusan Studi pembangunan Unpad Kodrat Wibowo dan pengamat eko-nomi Coki Ahmad Syahwier yang dihubungi, Jumat
(10/4) .
Dalam Rencana Kerja Pe-merintah Daerah (RKPD) Provinsi Jabar tahun 2010 yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musren-bang) Provinsi, beberapa waktu talu, disebutkan, ttlr-get IPM tahun 2009 adalah
72,39.
Menurut
Coki
Ahmad
Syahwier, meski di 2008
ter-jadi peningkatan besaran
in-vestasi dari Rp 87,13 triliun
menjadi Rp 113,14 triliun,
pola investasi yang
dilaku-kan masih berupa capital
in-tensive yang terfokus pada
mesin-mesin.
"Seharusnya
pola tersebut .diubah
menja-di labour intensive yang
ba-nyak menyerap tenaga kerja.
Dengan demikian,
lambat
laun indeks daya beli
inasya-rakat akan meningkat dan
baru setelah itu target IPM
Jabar akan tercapai,"
ujar-nya.
Sementara Kodrat Wibowo
menilai,
target
indikator
pembangunan
Jabar tahun
2009 sudah mengikuti
dina-mika global. "Hal ini terlihat
dari penurunan LPE yang
sa-ngat mencerminkan situasi
saat ini. Karena "halitu pula,
saya rasa Pemprov Jabar
cu-kup realistis untuk membuat
target indikator
pembangun-Kllplng
Humos
Un pod
2009
2009* 2010**
an," katanya.
Menurut dia, tahun 2008 adalah tahun yang berat bagi Jabar karena terhantam dampak naiknya harga BBM yang diikuti pukulan krisis keuangan AS.
Hal ini diperkuat dengan data kondisi inflasi tahun 2008 sebesar 11,11% yang mengalami lonjakan cukup tinggi dari 5,10% pada tahun
~ .
sebelumnya. Padahal, Jabar pada tahun 2007 telah ber-hasil menurunkan tingkat in-flilsinya dari 6,15%.
Inflasi yang demikian ting-gt bagi daerah seperti Jabar akan membahayakan penca-paian target inflasi nasional 2009 yaitu 6%. "Di sini dapat saya lihat pemerintah cukup bijak untuk tidak memak-sakan target inflasi agar seja-
--- -
~---Ian dengan target nasional. Meski begitu, target inflasi Jabar tahun 2009 yang sebe-sar 10%-12% 'bisa membaha-yakan perekonomian nasio-nal karena andil Jabar cukup besar," ujar Kodrat.
111.juga mengafakan, meski angka kemiskinan dan jum-lah pengangguran menurun, belum bisa dikatakan signifi-kan. (A-176)***