• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI HIKMAH DAN MANFAAT SYAJAAH DI KELAS XI IPS 1 SMAN 2 KUALA KAPUAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI HIKMAH DAN MANFAAT SYAJAAH DI KELAS XI IPS 1 SMAN 2 KUALA KAPUAS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI HIKMAH DAN MANFAAT SYAJAAH DI KELAS XI IPS 1 SMAN 2

KUALA KAPUAS

Rentho Hadinata

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email [email protected]

ABSTRAK

Rumusan masalah dalam penelitian adalah Apakah Terdapat Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS I di SMAN 2 kuala Kapuas setelah menggunakan model Problem Based Learning dan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas XI IPS I SMAN Negeri 2 Kuala Kapuas pada materi Hikmah dan Manfaat Syajaah melalui pembelajaran model Problem Based Learning ,mengetahui aktivitas siswa di kelas XI IPS I SMAN 2 Kuala Kapuas dan Juga mengetahui kondisi siswa dengan diterapkannya model pembelajaran tersebut. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus . Subyek penelitian ini siswa kelas XI IPS I SMAN 2 Kuala Kapuas yang terdiri 23 orang siswa pada semester I tahun ajaran 2022/2023. Jenis data yang diambil berupa data kualitatif melalui lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa serta data kuantitatif yang berupa hasil evaluasi belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas Siswa siklus I memperoleh Nilai Rata-rata 87 % dan 6 orang siswa yang tidak Tuntas dan kemudian mengalami peningkatan pada siklus II dengan Nilai Rata-rata 92,5 %.

Kesimpulannya bahwa Hasil Belajar Siswa Pada Kelas XI IPS I SMAN 2 Kuala Kapuas meningkat dan hipotesis dapat diterima dengan baik.

Kata Kunci : Hikmah dan Manfaat Syajaah Model Problem Based Learning

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan bagi suatu bangsa titik awalnya merupakan pandangan hidup, dan titik finisnya adalah tercapainya kepribadian hidup yang dicita- citakan (Ahmadi;2015:196). Tokoh pendidikan Nasional Indonesia, Suwardi Suryaningrat atau yang dikenal dengan Ki Hajar Dewantara mengatakan tujuan pendidikan nasional adalah untuk keperluan perikehidupan yang dapat mengangkat derajat negara dan rakyatnya agar dapat bekerja bersama- sama(Ahmadi;2015:198) menjelaskan tentang fungsi pendidikan nasional yaitu untuk mewujudkan masyarakat berbudaya, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem Based Learning (PBL) merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang dimiliki untuk melakukan konfortasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleks (Rusman, 2012). Dalam sintak PBL terdapat diskusi dan presentasi yang dapat membangun kemampuan bekerjasama diantara peserta didik. Juga akan berdampak pada prestasi belajar peserta didik terhadap materi Hikmah Dan Manfaat Syja’ah .

Peneliti tertarik untuk mengetahui Peningkatan hasil belajar dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan Kemampuan prestasi belajar peserta didik di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Kuala Kapuas dan menuangkan dalam suatu proposal penelitian tindakan kelas Laporan PTK) dengan judul“Penerapan Problem Based Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Materi Hikmah dan Manfaat Syajaah di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Kuala Kapuas Tahun 2022.Adapun masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Terdapat Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS I di SMAN 2 kuala Kapuas setelah menggunakan model Problem Based Learning.

METODOLOGI PENELITIAN

1.Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dari peneliti dalam suatu kegiatan dan adanya tujuan untuk meningkatkan kualitas suatu program atau kegiatan melalui penelitian tindakan tersebut. Mengacu pada karakteristik tersebut penelitian tindakan kelas dapat didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru

(3)

sekaligus sebagai peneliti di kelas atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas melalui suatu tindakan tertentu dalam suatu siklus .

Dimana Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan bersiklus yang terdiri dari empat tahap dalam sekali pertemuan dan jumlah semua pertemuannya ialah dua siklus.Keempat tahap tersebut terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

2. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan pendekatan

kualitatif, sebab dengan pendekatan kualitatif peneliti dapat menguraikan data yang diperoleh. Yang dimaksud dengan pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah karena orientasinya demikian, maka sifatnya naturalistik dan mendasar atau bersifat kealamiahan serta tidak bisa dilakukan dilaboratorium melainkan harus terjun di lapangan. Oleh sebab itu penelitian seperti ini disebut dengan field study (Nazir, 1986:159).

3 .Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan mengambil lokasi penelitian di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas tahun ajaran 2022/2023 dengan alamat di Jalan Pemuda No 74 Kuala Kapuas Kalimantan Tengah 73516

4. Subjek Penelitian

Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Kuala Kapuas Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 23 siswa. Penelitian dilaksanakan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

5. Instrumen Penelitian

Adapun instrument pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Rubrik,observasi dan angket penilaian melalui penerapan Problem Based Learning (PBL) siklus diberikan setelah pembelajaran berlangsung.

6.Teknik Analisis Data

Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis data hasil Penilaian Pengetahuan

(4)

Data hasil Penilaian Pengetahuan keterlaksanaan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL) dan Analisis data Penilaian Pengetahuan adalah sebagai berikut:

Menghitung skor total yang telah diperoleh setelah keterlaksanaan pembelajaran. Skor total yang telah diperoleh tersebut dihitung persentasenya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

𝑃 =𝐹𝑥 100%

𝑁

Keterangan

P = angka persentase

F = jumlah frekuensi banyaknya soal

N = Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu) HASIL PENELITIAN

Pelaksanaan Tindakan kelas ini diawali dengan pembelajaran yang bersifat alamiah, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan tindakan mengarah pada peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam penilaian pengetahuan/kognitif. Setelah semua instrumen selesai disusun, kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan kelas. Dengan demikian hasil penelitian awal ini adalah post test. Kemudian dianalisis terhadap hasil awal tersebut, penelitian ini dilaksanakan melalui siklus yang berdaur ulang serta berkelanjutan dan akan dilaksakanan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi tahapan rencana tindakan, pengamatan dan refleksi.

Berdasarkan data pada pra tindakan tersebut, akhirnya penulis merumuskan alternatif tindakan dan menunjukkan rancangan pembelajaran materi Syaja’ah dengan model Problem Based Learning (PBL).

1. Hasil Nilai Siklus 1

Tabel 4.1

NO INDUK NAMA

NILAI KETETANGAN

1 6937 Abdul Halim 100 TUNTAS

2 6908 Agita Nayli Ausyafi 100 TUNTAS

3 6915 Delina Anjar Sari 100 TUNTAS

4 6945 Hanif Damar Mukti 70 TIDAK TUNTAS 5 6883 Julian Anugerah

Ptama

80 TUNTAS

6 6885 Khoruinisa 100 TUNTAS

7 6886 Lani 100 TUNTAS

(5)

8 6887 M.Rizki Ramadhan 100 TUNTAS

9 6889 Muhammad Iqbal 70 TIDAK TUNTAS

10 6951 Muhammad Lutfhi 80 TUNTAS

11 6890 Muhammad Nabil Hariri

80 TUNTAS

12 6891 Muhammad Rafsha 100 TUNTAS

13 6953 Mutiarani Ragilia 100 TUNTAS

14 6928 Nadira Salsabila 90 TUNTAS

15 6893 Olyvia Rahma 70 TIDAK TUNTAS

16 6896 Raja Karuniawan 70 TIDAK TUNTAS

17 6899 Riandi Rahman 70 TIDAK TUNTAS

18 6902 Riska Devi Safitri 100 TUNTAS

19 6963 Siti Aisyah 90 TUNTAS

20 6904 Syifa Kalbina 100 TUNTAS

21 6932 Tiara Salsabila 100 TUNTAS

22 6933 Wahdina Safitri 80 TUNTAS

23 6957 Piya 70 TIDAK TUNTAS

JUMLAH 2020 TUNTAS

77%

RATA-RATA 87 TDK TUNTAS

23%

Tabel 4.2: Rekapitulasi Data Nilai Pre tes dan Postes siklus I

NO NILAI

POST TEST BANYAK

SISWA

RATA-RATA

POS TEST

1 >75 6

87

2 75-80 4

3 80-90 2

4 90-100 11

JUMLAH 23

Data hasil penelitian di atas menunjukan bahwa rata-rata nilai pada saat pos tes rata-rata 87 padahal KKM 75, maka menunjukan bahwa ada nilai yang dibawah KKM artinya belum semuanya siswa dapat tuntas, maka harus dilaksanakan siklus ke II, untuk mengetahui kesalahan dalam pembelajaran yang diprediksi karena kesalahan konsep dalam menerapkan langkah-langkah metode PBL.

(6)

a. Refleksi

Refleksi merupakan tahap mengkaji dan melihat hasil tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil refleksi perlu dilakukan perbaikan rencana awal, perbaikan yang perlu dilakukan antara lain:

1. Guru kurang memberikan motivasi yang lebih pada siswa untuk lebih bersemangat dalam kegiatan pembelajaran

2. Guru terlalu lama menjelaskan materi sehingga membuat pembelajaran yang berikutnya yaitu tahap mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang dan tahap melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan menjadi kurang maksimal.

3.Terdapat beberapa siswa yang masih bingung dalam mengeksplorasi ide mereka menentukan masalah yang sering dihadapi di kehidupan sehari – hari dan dipadukan dengan permasalahan yang diberikan oleh Guru.

4.Kebanyakan siswa masih pasif dan belum berani mengungkapkan pendapat saat diskusi kelas maupun saat mempresentasikan tugas diskusi mereka.

Dari hambatan-hambatan yang terjadi pada siklus 1 maka pada siklus 2 guru melakukan perbaikan-perbaikan, yaitu memberikan semangat kepada siswa yang kurang bersemangat dan kurang berusaha secara maksimal untuk memahami materi yang diajarkan, memberikan nasehat untuk tidak rendah diri harus percaya diri, yakin akan kemampuan diri sendiri pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan dan berubah untuk lebih baik, memberikan dan memperlihatkan metode semenarik mungkin agar dalam proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan, pada waktu akhir penjelasan.

2. Hasil Nilai Siklus II

Tabel 4.3

NO INDUK NAMA NILAI KETETANGAN

1 6937 Abdul Halim 100 TUNTAS

2 6908 Agita Nayli Ausyafi 100 TUNTAS

3 6915 Delina Anjar Sari 100 TUNTAS

4 6945 Hanif Damar Mukti 90 TUNTAS

5 6883 Julian Anugerah Ptama 80 TUNTAS

6 6885 Khoruinisa 100 TUNTAS

7 6886 Lani 100 TUNTAS

8 6887 M.Rizki Ramadhan 100 TUNTAS

9 6889 Muhammad Iqbal 90 TUNTAS

(7)

10 6951 Muhammad Lutfhi 90 TUNTAS

11 6890 Muhammad Nabil Hariri 90 TUNTAS

12 6891 Muhammad Rafsha 100 TUNTAS

13 6953 Mutiarani Ragilia 100 TUNTAS

14 6928 Nadira Salsabila 90 TUNTAS

15 6893 Olyvia Rahma 90 TUNTAS

16 6896 Raja Karuniawan 80 TUNTAS

17 6899 Riandi Rahman 80 TUNTAS

18 6902 Riska Devi Safitri 100 TUNTAS

19 6963 Siti Aisyah 90 TUNTAS

20 6904 Syifa Kalbina 100 TUNTAS

21 6932 Tiara Salsabila 100 TUNTAS

22 6933 Wahdina Safitri 100 TUNTAS

23 6957 Piya 80 TUNTAS

JUMLAH 2150 TUNTAS

100%

RATA-RATA 92,5 TDK TUNTAS

0%

Tabel 4.4: Rekapitulasi Data Nilai Pre tes dan Postes siklus II

NO NILAI

POST TEST

BANYAK SISWA

RATA-RATA

POS TEST

1 < 75 0

92,5

2 75-80 4

3 80-90 7

4 90-100 12

JUMLAH 23

Data hasil penelitian di atas menunjukan bahwa rata-rata nilai pada saat pos tes rata-rata 92,5 KKM 75, maka menunjukan bahwa nilai semakin meningkat dan sangat baik yang dibawah KKM 0 % artinya semua siswa tuntas.

a.Refleksi Siklus II

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis data pada siklus II yang dilaksanakan pada 12 Desember 2022 dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan sudah berjalan dengan baik. Hasil evaluasi belajar siswa telah mengalami kenaikan pada kriteria ketuntasan belajar. Jumlah siswa

(8)

yang mencapai KKM pada siklus II ini adalah 23 siswa, dengan persentase ketuntasan belajar 100%.

Hal ini dapat terlihat dari :

1. Diskusi kelas berjalan cukup lancar

2. Siswa memperhatikan penjelasan guru dalam menyampaikan materi 3. Hasil belajar siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang baik, hal ini disebabkan siswa mampu mengerjakan soal dengan baik, memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin saat mengerjakan tes.

Berdasarkan hasil refleksi siklus II, menunjukkan bahwa beberapa kekurangan yang ditemui oleh peneliti pada siklus I sudah mengalami perbaikan pada siklus II setelah penerapan model Problem Based Learning maka penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas XI IPS 1 mata pelajaran PAI-BP di SMAN 2 Kuala Kapuas dianggap sudah cukup berhasil dan dihentikan sampai pada siklus II.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan yang telah dikemukakan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam-Budi Pekerti kelas XI IPS 1 sudah berjalan lancar. Hal ini ditandai dengan peningkatan keaktifan siswa yang sebelumnya cenderung pasif setelah diterapkan model pembelajaran ini mulai mengalami peningkatan dalam keaktifannya di dalam kelas saat pembelajaran sedang berlangsung.

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam-Budi Pekerti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan setelah diadakan tindakan siklus I,dan siklus II. Setelah diadakan penelitian Siklus I nilai rata-rata siswa 87 dan sebanyak 6 siswa belum tuntas, sedangkan 17 siswa tuntas belajar. kemudian dilanjutkan ke siklus II dan mengalami peningkatan yang lebih baik lagi, yaitu dengan nilai rata- rata kelas 92,5 dan daya serap klasikal 100% dengan kriteria tuntas belajar sebanyak 23 siswa.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru,(Jakarta:PT. Rajawali Pers, 2010)Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta:Bumi Aksara, 2009)

Kunandar, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010) Madewena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional, 2009, Bumi Aksara, Jakarta,

Muhson, Peningkatan Minat Belajar dan Pemahaman Mahasiswa Melalui

Penerapan Problem-Based Learning. Jurnal Kependidikan,( Vol. 39, No. 2: 2009) Mulyadi, Evaluasi Pendidikan Pengembangan Model Evaluasi Pendidikan Agama Di Sekolah, UIN-Maliki Press

Mulyasa, Enco, 2002, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. PT Remaja. RosdakaryaKamdi, Model-Model Pembelajaran, Jakarta. PT. Grafindo, 2007Akmar, Integrating Problem-Based Learning (PBL) in Mathematics Method Course,( Spring:2010, Vol. 4, no. 2)

Hamalik Omear , Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007)Dimyati Dan Mudjiono, Belajar Dan Pembalajaran, (Jakarta: Rineka Cipta Tahun2009) Rusmono, Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu, 2012, Ghalia Indonesi, Jakarta,

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian, mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui strategi Problem Based Learning (PBL) pada siswa SMP Negeri 1 Teras

(3) Terdapat interaksi antara Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Lesson Study menggunakan media eXe- Learning dan Model Pembelajaran Expository berbasis

Berlatar dari masalah diatas, penulis hendak melakukan penelitian dengan membandingkan model pembelajaran IBL ( Inquiry Based Learning ) dan PBL ( Problem Based

Model pembelajaran berbasis masalah atau PBL (Problem Based Learning) merupakan suatu strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah atau kasus riil dalam

Jadi, setelah ditinjau dari keseluruhan aspek, dapat disimpulkan bahan ajar yang berbasis problem based learning (PBL) pada materi sistem pencernaan yang

Manfaat dari LKS ini yaitu dapatdisumbangan kepada sekolah berupa bahan ajar cetak yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi

MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Lks Berbasis Problem Based Learning Pbl Untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Sma Negeri 10 Pekanbaru.. Pengaruh Model