• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN ABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1 KRAMAT TEGAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN ABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1 KRAMAT TEGAL"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

i

LAPORAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN ABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1

KRAMAT TEGAL

Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Teknik Informatika S-1 pada Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Dian Nuswantoro

Disusun Oleh :

Nama

: TRIO SURYANING ADINOTO

NIM

: A11.2008.04208

Program Studi

:Teknik Informatika S-1

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

2013

(2)

ii

PERSETUJUAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Nama Pelaksana : TRIO SURYANING ADINOTO

NIM : A11.2008.04208

Program Studi : Teknik Informatika S-1

Fakultas : Ilmu Komputer

Judul Tugas Akhir : Perancangan Absensi Karyawan SMP Negeri 1

Kramat Tegal

Tugas Akhir ini telah diperiksa dan disetujui , Semarang, 23 october 2013

Menyetujui : Mengetahui :

Pembimbing Dekan Fakultas Ilmu Komputer

(3)

iii

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI

Nama Pelaksana : TRIO SURYANING ADINOTO

NIM : A11.2008.04208

Program Studi : Teknik Informatika S-1

Fakultas : Ilmu Komputer

Judul Tugas Akhir : Perancangan Absensi Karyawan SMP Negeri 1

Kramat Tegal

Tugas Akhir ini telah diujikan dan dipertahankan dihadapan Dewan Penguji pada Sidang tugas akhir tanggal 23 october 2013. Menurut pandangan kami, tugas akhir

ini memadai dari segi kualitas maupun kuantitas untuk tujuan penganugrahan gelar Sarjana Komputer (S.Kom.)

Semarang, 23 october 2013 Dewan Penguji :

(Wijanarto, M.Kom) (Setia Astuti,S,Si M.Kom)

Anggota I Anggota II

(Erna Zuni Astuti, M.Kom) Ketua Penguji

(4)

iv

PERNYATAAN

KEASLIAN TUGAS AKHIR

Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang bertanda tangan di bawah ini, saya :

Nama : TRIO SURYANING ADINOTO

NIM : A11.2008.04208

Menyatakan bahwa karya ilmiah saya yang berjudul:

PERANCANGAN ABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1 KRAMAT TEGAL

Merupakan karya asli saya (kecuali cuplikan dan ringkasan yang masing-masing telah saya jelaskan sumbernya dan perangkat pendukung seperti web cam dll). Apabila di kemudian hari, karya saya disinyalir bukan merupakan karya asli saya, yang disertai dengan bukti-bukti yang cukup, maka saya bersedia untuk dibatalkan gelar saya beserta hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Semarang

Pada tanggal : 23 october 2013 Yang menyatakan

(5)

v

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang bertanda tangan di bawah ini, saya :

Nama : TRIO SURYANING ADINOTO

NIM : A11.2008.04208

Demi mengembangkan Ilmu Pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Dian Nuswantoro Hak Bebas Royalti Non-Ekskusif (Non-exclusive

Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:

“PERANCANGANABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1 KRAMAT TEGAL

” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan Hak Bebas Royalti

Non-Eksklusif ini Universitas Dian Nuswantoro berhak untuk menyimpan, mengcopy ulang (memperbanyak), menggunakan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikannya dan menampilkan/mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta.

Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak Universitas Dian Nuswantoro, segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Semarang

Pada tanggal : 23 october 2013 Yang menyatakan

(6)

vi

UCAPAN TERIMAKASIH

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. karena telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga laporan tugas akhir dengan

judul “PERANCANGAN ABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1 KRAMAT

TEGAL

” dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Tanpa mengurangi rasa hormat, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang tidak ternilai besarnya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Ir. Edi Noersasongko,M.Kom, selaku Rektor Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

2. Bapak Dr. Drs Abdul Syukur M.M,selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer.

3. Bapak Dr.Heru Agus Santoso,M.Kom,selaku Ka. Progdi Teknik Informatika.

4. Bapak T. Sutojo, S.Si, M.Kom,selaku pembimbing tugas akhir yang memberikan ide penelitian, memberikan informasi referensi yang penulis butuhkan dan bimbingan yang berkaitan dengan penelitian penulis.

5. Dosen-dosen pengampu di Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalamannya masing-masing, sehingga penulis dapat mengimpletasikan ilmu yang telah disampaikan.

6. Bapak Pimpinan, Wakil, serta seluruh staff dan direksi pada SMP Negeri 1 Kramat Tegal yang telah memberikan data-data untuk keperluan penyusunan tugas akhir ini.

7. Kedua Orang Tua, yang telah memberikan motivasi, doa dan dukungan selama penulis menyelesaikan tugas akhir ini.

8. Teman-teman yang selalu membantu dalam penyusunan Laporan Akhir ini.

Penulis menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, demikian halnya dengan penyusunan Laporan Proyek Akhir ini. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kebaikan dan kesempurnaan Laporan Proyek Akhir ini.

(7)

vii

Akhir kata semoga penulisan Laporan Proyek Akhir ini dapat menambah pengetahuan serta berguna bagi pembaca.

Semarang, 23 october 2013

(8)

viii

ABSTRAK

Absensi merupakan sebuah cara untuk mengetahui jumlah kehadiran seseorang. Absensi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan menggunakan lembar absensi. Pegawai perlu mencatat lagi untuk membuat rekap dari lembar absensi tersebut. Metode lain untuk mencatat absensi yaitu dengan alat untuk mendeteksi sidik jari seseorang. Alat ini dapat mengetahui identitas seseorang melalui sidik jari dan menyimpan daftar hadirnya sesuai dengan waktu saat dia menempelkan sidik jari pada alat ini. Metode ini sudah sering dipakai untuk mencatat absensi. Namun masalah selanjutnya ialah pengolahan data absensi tersebut terkadang masih dilakukan secara manual dan tidak terpusat, maka diperlukan suatu sistem untuk mempermudah pengolahan data absensi tersebut. Sistem informasi absensi dibuat untuk mempermudah pengolahan data absensi dengan cara mengunggah data-data yang disimpan pada beberapa finggerprint ke sistem tersebut agar mudah dikelola.

Software ini dibuat untuk memudahkan proses input absensi. Selain itu pegawai juga dapat melihat kehadiran mereka secara online. Cara kerjanya yaitu setelah pegawai absen, data yang ada pada mesin fingerprint kemudian di importkan kedalam Sisten Informasi Absensi oleh bagian kepegawaian. Sebelumnya, bagian kepegawaian telah menginputkan tanggal-tanggal aktif kuliah, sehingga otomatis software akan menyeleksi data yang tidak sesuai. Apabila ternyata ada tanggal aktif yang belum terinput atau sebaliknya, kepegawaian dapat mengeditnya melalui menu edit. Selanjutnya data yang telah diinputkan dapat dilihat melalui menu data absensi. Karena bagian kepegawaian yang bertugas melaporkan ke atasan, maka ada menu melihat absensi bulanan yang dapat dipilih berdasarkan fakultas dan jurusan per bulan

Setelah diuji coba, software ini masih perlu dikembangkan lagi. Fitur-fitur yang ada pada program ini dirasa belum mampu menggantikan metode yang sekarang digunakan. Fitur seperti print absensi, rekap absen per bulan sangat perlu ditambahkan pada program ini. Program ini sebenarnya dapat mengurangi jumlah pegawai yang bertugas untuk mengolah absensi, karena data absensi ini sudah terpusat di satu server

(9)

ix

ABSTRACT

Absenteeism is a way to determine the amount of a person's presence . Attendance can be done in various ways , one of which is by using the attendance sheet . Employees need to record again to make a recap of the attendance sheet . Another method is to record attendance with the tools to detect a person's fingerprint . This tool can determine a person's identity through fingerprints and store the list in accordance with the presence of a time when he put a fingerprint on this tool . This method is often used to record attendance . But the next problem is that sometimes the attendance data processing is still done manually and not centralized , we need a system to facilitate the attendance data processing . Attendance information system designed to facilitate processing of attendance data by uploading the data that is stored on some finggerprint to the system to be easily managed .

This software is designed to simplify the process of absentee input. In addition employees can also view their online presence . How it works is after employee absences by using, the existing data on the fingerprint machine later in importkan into information systems of Attendance by the personnel department . Previously , the civil service has input active lecture dates , so the software will automatically select the appropriate data . If it turns out there are not active on terinput or otherwise , staffing can edit it through the edit menu . Furthermore, the data that has been entered can be viewed via the menu attendance data . Because of the civil service in charge of reporting to superiors , then look no menu to choose from monthly attendance by faculty and department per month

Once tested , this software still needs to be developed further . The features available in this program are still not able to replace the current method used . Features such as print attendance , absences per month recap so need to be added to this program . This program can actually reduce the number of employees assigned to process absences , because the attendance data is centralized on one server

(10)

x

DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN TUGAS AKHIR ... ii

HALAMAN PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ... iv

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... v

HALAMAN UCAPAN TERIMAKASIH ... vi

HALAMAN ABSTRAK ... viii

HALAMAN ABSTRACT ... ix

HALAMAN DAFTAR ISI ... x

HALAMAN DAFTAR TABEL ... xiv

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 2

1.3. Pembatasan Masalah ... 2

1.4. Tujuan Tugas Akhir ... 2

1.5. Manfaat Tugas Akhir ... 2

BAB II : LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Sistem ... 4

2.1.1. Pengertian Sistem ... 4

2.1.2. Elemen-elemen Dalam Suatu Sistem ... 4

2.1.3. Karakteristik Dalam Sistem ... 5

2.2. Konsep Dasar Informasi ... 7

2.2.1. Pengertian Informasi ... 7

2.2.2. Kualitas Informasi ... 7

2.2.3. Nilai Informasi ... 8

2.2.4. Siklus Informasi ... 8

2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi ... 9

2.3.1. Pengertian Sistem Informasi ... 9

2.3.2. Komponen Sistem Informasi ... 9

2.4. Pengertian Pengembangan Sistem Informasi ... 10

2.5. Tahap-Tahap Pengembangan Sistem ... 11

2.5.1. Tahap Analisis Sistem ... 11

2.5.1.1. Pengertian Analisis Sistem ... 11

2.5.1.2. Langkah-Langkah Analisis Sistem ... 12

2.5.1.3. Alat Bantu Analisis Sistem ... 13

2.5.2. Tahap Perancangan Sistem (Desain Sistem) ... 16

2.5.2.1. Pengertian Perancangan Sistem ... 16

(11)

xi

2.5.3. Tahap Perancangan Basis Data ... 19

2.5.3.1. Diagram Hubungan Entitas ... 19

2.5.3.2. Implementasi Table ... 20

2.5.3.3. Ketergantungan Fungsional ... 23

2.5.3.4. Agregasi ... 25

2.5.3.5. Normalisasi Data ... 26

2.5.3.6. Kardinalitas Atau Derajat Relasi ... 29

2.5.3.7. Data Dictionary ... 30

2.5.3.8. Perancangan Masukan Dan Keluaran ... 32

2.5.4. Tahapan Implementasi Sistem ... 33

2.5.5. Tahapan Perawatan Sistem ... 34

2.6. Sidik Jari ... 34

2.6.1. Sejarah Sidik Jari ... 34

2.6.2. Pola Sidik Jari ... 35

2.6.3. Sifat Sidik Jari ... 36

2.6.4. Manfaat Sidik Jari ... 36

2.7. Karyawan ... 38

2.8. Rekayasa Perangkat Lunak ... 39

2.9. Pemprograman dengan visual foXpro8.0 ... 39

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian ... 42

3.2. Jenis dan sumber Data ... 42

3.2.1. Jenis Data ... 42

3.2.2. Sumber Data ... 42

3.3. Metode Pengumpulan Data ... 43

3.4. Metode Pengembangan Sistem ... 43

3.4.1. Tahapan-Tahapan Pengembangan Sistem ... 43

3.4.1.1. Tahapan Analisis Sistem ... 43

3.4.1.2. Tahapan Perancangan Sistem ... 44

3.4.1.3. Pemprograman ... 46

3.4.1.4. Tahapan Implementasi Testing ... 46

BAB IV : PEMBAHASAN 4.1. Tinjauan Umum Perusahaan ... 48

4.1.1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 1 Kramat Tegal ... 48

4.1.2. Perkembangan SMP Negeri 1 Kramat Tegal ... 48

4.1.3. Stuktur Organisasi dan Job Discription ... 50

4.1.3.1. Stuktur Organisasi ... 50

4.1.3.2. Job Discription ... 50

4.1.3.3. Kepala Sekolah ... 51

(12)

xii

4.1.3.5. Guru ... 54

4.1.3.6. Wali Kelas ... 55

4.1.4. Bidang Objek Penelitian ... 56

4.1.5. Letak Objek Penelitian ... 56

4.1.6. Visi, Misi Dan Sasaran Mutu Instansi ... 57

4.1.6.1. Visi SMP Negeri 1 Kramat Tegal ... 57

4.1.6.2. Misi SMP Negeri 1 Kramat ... 57 4.1.6.3. Misi Sekolah terkait dengan pelaksanaan SKM 57 4.1.6.4. Sasaran Mutu SMP Negeri 1 Kramat Tegal 58

4.2. Analisa Sistem ... 58

4.2.1. Identifikasi Masalah dan Sumber Masalah ... 58

4.2.1.1. Identifikasi Masalah ... 58

4.2.1.2. Identifikasi Sumber Masalah ... 59

4.2.1.3. Prosedur pada SMP Negeri 1 Kramat Tegal 59

4.2.1.4. Prosedur absensi karyawan ... 59

4.2.1.5. Diagram Flow Document Abensi ... 60 4.2.2. Identifikasi Kebutuhan Informasi ... 60

4.2.3. Alternatif Sistem yang Diusulkan ... 61

4.2.3.1. Analisa Biaya ... 61

4.2.3.2. Analisis Manfaat ... 63

4.2.3.3. Analisis Tujuan ... 63

4.2.3.4. Kebutuhan Sumber Daya Manusia ... 63

4.2.4. Pemilihan atau Kelayakan Sistem ... 64

4.2.4.1. Perlunya Pengembangan Sistem ... 64

4.2.4.2. Sasaran Dan Keterbatasan Pengembangan Sistem ... 64

4.3. Desain Sistem ... 65

4.3.1. Model-Model Perancangan Sistem ... 65 4.3.1.1. Contex Diagram ... 66 4.3.1.2. Identifikasi Data Dan Informasi ... 66

4.3.1.3. Identifikasi Sumber Data Dan Tujuan Informasi ... 66

4.3.1.4. Dekomposition ... 68

4.3.1.5. DFD levelled ... 69

4.3.2. Perancangan Database ... 71

4.3.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 71

4.3.2.2. Implementasi ERD ke dalam Tabel ... 72

(13)

xiii

4.3.2.4. Relationship Table ... 80

4.3.2.5. Rancangan Fisik Table ... 80

4.3.2.6. Kamus Data (Data Dictionary) ... 82

4.3.3. Input Dan Output ... 85

4.3.3.1. Desain Input Data Karyawan ... 85

4.3.3.2. Desain Output Data Karyawan ... 87

4.4. Rencana Implementasis Sistem ... 89

4.4.1. Program Testing ... 89

4.4.2. Training ... 90

4.4.3. change over ... 90

4.4.4. maintenance ... 90

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 92

5.2. Saran ... 92

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 2.1 : G Table Bagan Alir Sistem ... 14

Tabel 2.2 : Simbol-Simbol Context Diagram ... 17

Tabel 2.3 : Simbol ERD (Entity Relationship Diagram) ... 19

Tabel 2.4 : Simbol – simbol kamus data ... 32

Tabel 4.1 : Struktur File Data Base Karyawan ... 81

Tabel 4.2 : Struktur File Database jam kerja ... 81

Tabel 4.3 : Struktur File Database Absensi ... 81

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 2.1 : Karakteristik Sistem ... 6

Gambar 2.2 : Kualitas Informasi ... 8

Gambar 2.3 : Siklus Informasi ... 9

Gambar 2.4 : Implementasi tabel pada ERD ... 21

Gambar 2.5 : Ketergantungan fungsional ... 24

Gambar 2.6 : Agregasi ... 25

Gambar 2.7 : Kardinalitas relasi satu ke satu ... 29

Gambar 2.8 : Kardinalitas relasi satu ke banyak ... 30

Gambar 2.9 : Kardinalitas relasi banyak ke satu ... 30

Gambar 2.10 : Kardinalitas relasi banyak ke banyak ... 31

Gambar 2.11 : Empat Kelas Dasar Sidik Jari ... 35

Gambar 2.12 : Minutia ... 36

Gambar 2.13 :Cetakan Sidik Jari Eamonn Keogh ... 37

Gambar 4.1 : Struktur Organisasi SMP Negeri 1 Keramat Tegal ... 50

Gambar 4.2 : Diagram Flow Document Absensi ... 60

Gambar 4.3 : Context Diagram Absensi ... 67

Gambar 4.4 : Decomposition Diagram Absensi ... 68

Gambar 4.5 : DFD Level 0 Absensi Finger ... 69

Gambar 4.6 : DFD Level 1 Pendataan Absensi ... 70

Gambar 4.7 : DFD Level 1 absen Sistem informasi Absensi ... 70

Gambar 4.8 : Entity Relationship Diagram (ERD) Absensi ... 71

Gambar 4.9 : Relationship Table Absensi ... 80

Gambar 4.10 : Desain Input Data Karyawan ... 85

Gambar 4.11 : Desain Input Jam Kerja ... 86

Gambar 4.12 : Desain Input Ijin ... 86

Gambar 4.13 : Desain Input Lembur ... 87

Gambar 4.14 : Desain Output Cetak Data Karyawan ... 87

Gambar 4.15 : Desain Output Cetak Laporan Absensi Per satu bulan ... 88

Gambar 4.16 :Desain Output Cetak Laporan Absensi Per satu bulan ... 88

(16)

1

1.1. Latar Belakang

Dalam 20 tahun terakhir ini kita melihat perkembangan TI yang semakin pesat. Dimulai dengan pengguna komputer yang semakin merata baik kalangan industri, perdagangan, UKM, sampai dunia pendidikanpun tidak mau kalah. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja.

Penggunaan fingerprint mulai masuk Indonesia pada awalnya digunakan sebagai salah satu alat keamanan, namun pada perkembangannya digunakan sebagai alat absensi. Hal ini dikarenakan menggunakan fingerprint lebih efektif dan efisien serta dapat lebih mudah mengontrol karyawannya.

Pada saat ini SMP Negeri 1 Kramat Tegal masih menggunakan fasilitas secara manual. Adapun kendala-kendala yang dihadapi selama menggunakan sisitem manual yaitu banyak yang titip absen, karyawan sering terlambat, ada yang pulang sebelum jam kerja dan pengolahan data absen lama. Oleh karena itu maka SMP Negeri 1 Kramat Tegal memerlukan suatu sistem Informasi Absensi menggunakan. Dengan sistem ini maka akan meningkatkan kedisiplinan karyawan SMP Negeri 1 Kramat Tegal karena data absensi langsung disimpan dalam database dan tidak dapat dimanipulasi oleh karyawan.

Adapun dengan menggunakan sistem informasi absensi ini maka akan diperoleh keuntungan-keuntungan antara lain; proses absensi menjadi lebih cepat, kedisiplinan karyawan akan meningkat, pengolahan data absensi lebih efektif dan efisien. Berdasarkan Uraian diatas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “PERANCANGAN ABSENSI KARYAWAN SMP NEGERI 1 KRAMAT TEGAL”

(17)

Adapun dengan ini maka akan diperoleh informasi yang berdasar pada guratan-guratan pada jari manusia atau lebih dikenal dengan sidik jari, yang nantinya digunakan untuk proses absensi.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam pembuatan Tugas Akhir adalah “Bagaimana merancang sistem informasi absensi yang bisa membantu informasi tentang kinerja dengan lebih baik”.

1.3. Pembatasan Masalah

Mempertimbangkan perlunya pembatasan masalah agar tidak meluas dan tetap pada sasaran yang diharapkan, sehingga hal-hal yang tidak sesuai dengan penelitian dapat dihindari. Oleh karena itu penulis membatasi Permasalahan pada:.

1. Rekap/ laporan absensi bulanan.

Berupa kedatangan, pulang, tidak masuk bekerja, ijin. 2. Lembur.

Berupa jam tambahan belajar dan ekstakurikuler.

1.4. Tujuan Tugas Akhir

Tujuan tugas akhir ini adalah dapat mengaplikasikan sebagai metode deteksi pola guratan sidik jari untuk absensi.

Finger print ini akan digunakan pada pengenalan pola sidik jari dan menjadi sebuah metode deteksi pada proses absensi.

1.5. Manfaat Tugas Akhir

Manfaat tugas akhir ini adalah

1. Bagi Universitas Dian Nuswantoro

Mengenalkan perkembangan teknologi informasi khususnya yang dapat diambil manfaatnya yaitu pengolahan data efektif dan efisien, dan kedisiplinan karyawan terpantau.

(18)

Merupakan metode baru dalam pengembangan teknologi informasi khususnya pengguna sebagai absensi sidik jari yang dapat digunakan dalam sistem identifikasi absensi.

3. Bagi Mahasiswa

Mengimplementasikan salah satu aplikasi kecerdasan buatan yaitu absensi mennggunakan dengan sidik jari yang dapat digunakan dalam memanfaatkan teknologi informasi.

(19)

4

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem 2.1.1. Pengertian Sistem

Secara umum dapat dikatakan bahwa sistem adalah suatu kelompok dari bagian-bagian tertentu yang saling berhubungan guna mencapai suatu tujuan tertentu.

Pengertian sistem menurut Wahyono, Teguh. Sistem Informasi (2004) adalah “sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan”. Suatu sistem terdiri dari bagian-bagian sistem yang dibentuk untuk mewujudkan sesuatu.

Pengertian sistem menurut Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D (2005) dalam bukunya adalah “sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur Analisis dan Desain yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

2.1.2. Elemen-elemen Sistem

Sistem dapat dijadikan sebagai perangkat-perangkat elemen yang digabungkan menjadi satu dengan yang lain untuk tujuan bersama. Menurut Andri Kristanto (2003) dalam suatu sistem diperlukan adanya keterkaitan yang terdiri dari elemen-elemen seperti dibawah ini :

1. Tujuan Sistem

Merupakan tujuan dari sistem itu sendiri yang dapat berupa tujuan organisasi, kebutuhan organisasi, permasalahan yang ada dalam organisasi dan prosedur pencapaian tujuan.

2. Batasan Sistem

Merupakan batasan-batasan yang ada dalam mencapai tujuan sistem yang dapat berupa peraturan, biaya, personil dan fasilitas atau peralatan.

(20)

Merupakan bagian dari sistem yang bertugas mengontrol data masukan yang dapat berupa kontrol pemasukan data (input) dan kontrol pengeluaran data (output).

4. Input

Merupakan bagian dari sistem yang bertugas menerima seluruh masukkan data, dimana masukkan tersebut dapat berupa jenis data frekuensi pemasukkan data.

5. Proses

Merupakan bagian yang bertugas untuk mengolah atau memproses seluruh masukkan data menjadi suatu informasi yang lebih berguna. 6. Output

Merupakan hasil dari input yang telah diproses oleh bagian pengolah dan merupakan tujuan akhir sistem.

7. Umpan Balik

Umpan balik biasanya digunakan sebagai pemelihara dari sistem baru tersebut.

2.1.3. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai :

1. Komponen

Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatauan.

2. Batas Sistem

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem

Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

(21)

Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.

5. Masukan (Input)

Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan (yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi) dan masukan sinyal.

6. Keluaran (Output)

Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain.

7. Pengolah

Merupakan bagian yang akan merubah masukan menjadi keluaran. 8. Sasaran atau Tujuan (Goal)

Adalah apa yang ingin dicapai oleh sistem.

Gambar 2.1 : Karakteristik Sistem

(22)

2.2. Konsep Dasar Informasi 2.2.1. Pengertian Informasi

Informasi menurut Raymond McLeod, Jr (2001) adalah data yang

diproses atau data yang telah memiliki arti.

Sedangkan informasi menurut Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D (2005) adalah “sebagai hasil dari data yang telah diolah menjadi bentuk

yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan”.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya untuk digunakan dalam membuat keputusan dan melakukan tindakan setelah mendapatkan informasi tersebut.

Informasi ibarat darah yang mengalir didalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi sangat penting didalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapat informasi akan menjadi luruh, kerdil, dan akhirnya berakhir.

2.2.2. Kualitas Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang tiga pilar, yaitu : 1. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan.

2. Tepat Waktu

Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Infromasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai tinggi. 3. Relevan

(23)

Gambar 2.2 : Kualitas Informasi

Sumber : Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D, Analisis dan Desain(2005)

2.2.3. Nilai Informasi

Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D (2005)

2.2.4. Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk menghasilkan informasi.

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan. Yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Bruch disebut siklus informasi.

(24)

Gambar 2.3 : Siklus Informasi

Sumber : Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D, Analisis dan Desain (2005)

2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1. Pengertian Sistem Informasi

Pengertian informasi menurut Raymond Mc. Leod, Jr (2003) adalah data yang telah diproses atau data yang telah memiliki arti.

Menurut Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D (2005) Sistem Informasi adalah “Suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan dari suatu organisasi dan menyediakan pada pihak lain dengan laporan-laporan yang diperlukan.”

2.3.2. Komponen Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D (2005) dalam bukunya Analisis dan Desain, sistem informasi terdiri dari beberapa komponen yang melengkapi yaitu :

1. Blok Masukan Dasar data Proses (model) Output (information) Penerima Input (data) Data (ditangkap) Hasil tindakan Keputusan tindakan

(25)

Meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.

3. Blok Keluaran

Berupa keluaran dokumen dan informasi yang berkualitas. 4. Blok Teknologi

Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Blok Basis Data

Merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputerdan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali

Meliputi masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan / kegagalan sistem.

2.4. Pengertian Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem atau sistem development dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang ada. Sebuah sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan beberapa hal yaitu sebagai berikut :

1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul dari sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :

a. Ketidak beresan

Ketidak beresan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai yang diharapkan sehingga dapat menimbulkan masalah yaitu :

1) Kecurangan disengaja yang akan menyebabkan tidak amannya harta kekayaan dan kebenaran dari data kurang terjamin.

(26)

2) Kesalahan yang tidak disengaja juga dapat menyebabkan kebenaran dari data tidak terjamin.

3) Tidak efisiennya operasi. b. Pertumbuhan Perusahaan

Pertumbuhan perusahaan yang menyebabkan harus disusun sistem baru. Pertumbuhan tersebut diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas dan volume pengolahan data yang semakin meningkat. 1) Untuk meraih kesempatan-kesempatan.

Teknologi informasi telah berkembang dengan pesatnya baik hardware maupun software dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Semua organisasi mulai merasa bahwa teknologi ini perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen.

2) Adanya Instruksi.

Penyusunan sistem baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi dari atasan (pimpinan) atau pihak luar, contohnya peraturan pemerintah.

( Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005 ).

2.5. Tahap-Tahap Pengembangan Sistem

Tahap pengembangan sistem yang terutama adalah analisis sistem, desain sistem dan implementasi sistem ( Jeffrey L. Whitten dalam Analisis dan Desain karangan Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D, 2005 ).

2.5.1. Tahap Analisis Sistem

2.5.1.1. Pengertian Analisis Sistem

Analisis sistem adalah “ proses menguraikan suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponen dengan maksud

untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasikan

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”. ( Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005 )

(27)

Tahap ini dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap analisis merupakan tahap paling krisis dan penting karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan ditahap selanjutnya.

2.5.1.2. Langkah-langkah Analisis Sistem

Menurut Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D. ( 2005 ), langkah-langkah dasar yang digunakan dalam analisis sistem adalah :

1. Mengidentifikasi Masalah ( Identify )

Merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam analisis sistem. Masalah dapat di definisikan sebagai suatu pertanyaan yang di inginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai, oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakukan analis adalah mengidentifikasi dahulu masalah yang terjadi.

Tahap-tahap yang harus di tempuh : a. Mengidentifikasi penyebab masalah

Mengkaji ulang terlebih dahulu subjek-subjek

permasalahan yang telah di utarakan oleh manajemen atau yang telah di temukan oleh analisis sistem di tahap perencanaan sistem. b. Mengidentifikasi titik keputusan

Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan suatu kejadian lain.

c. Mengientifikasi personil-personil kunci

Dilakukan dengan mengacu pada bagan alir documen yang ada di perusahaan.

2. Memahami kerja dari sistem yang ada (Understand)

Yaitu memahami kerja sistem dengan mempelajari secara rinci bagaimana sistem yang ada berjalan dengan cara melakukan penelitian. Tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan sistem yang berjalan dengan penekanan pada area dimana masalah tersebut timbul. Hasilnya yaitu Deskripsi sistem yang berjalan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

(28)

a. Menentukan jenis penelitian b. Merencanakan jadwal penelitian c. Membuat penugasan penelitian d. Membuat agenda wawancara e. Mengumpulkan hasil penelitian 3. Menganalisis Sistem ( Analize )

Di lakukan berdasarkan data yang telah di peroleh dari hasil penelitian yang dilakukan.

a. Menganalisis kelemahan sistem

b. Menganalisis kebutuhan informasi pegawai 4. Membuat laporan hasil analisis ( Report )

Proses pelaporan dilakukan setelah menganalisa hasil-hasil penelitian, yang meliputi :

a. Daftar masalah yang ditemukan oleh analisis sistem.

b. Suatu pernyataan asumsi penting yang dibuat oleh analis sistem selama pelaksanaan analisa sistem.

c. Alasan yang mendasari dan luas analisa sistem yang dilaksanakan.

d. Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang telah diusulkan dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang diusulkan tersebut.

e. Proyeksi sumber daya yang diperlukan dan biaya yang dibutuhkan dalam perancangan sistem yang baru.

2.5.1.3. Alat Bantu Analisis Sistem

Alat Bantu Analisa yang digunakan yaitu : Flow Of Document. Merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari formulir dan laporan termasuk tembusan–tembusannya dengan menggunakan simbol–simbol yang sama dengan yang digunakan didalam bagan alir sistem.

(29)

Tabel 2.1

GTabel Bagan Alir Sistem

Simbol Keterangan

DOKUMEN

Menunjukan dokumen input dan output baik untuk proses manual atau komputer

KEGIATAN MANUAL Menunjukkan pekerjaan manual

SIMPANAN Menunjukkan pengarsipan file

KARTU PLONG

Menunjukkan input atau output yang menggunakan kartu plong

PROSES

Menunjukkan operasi kegiatan proses dari operasi program computer

OPERASI LUAR

Menunjukakan operasi yang dilakukan di luar kmputer

PENGURUTAN OFFLINE Menunjukkan proses pengurutan data diluar proses computer

PITA MAGNETIC

Menunjukkan input atau output

(30)

Simbol Keterangan

HARDDISK

Menunjukan input atau output

menggunskan harddisk

DISKETTE

Menunjukkan input output menggunakan disket

DRUM MAGNETIC

Menunjukkan input output menggunakan drum magnetic

PITA KERTAS BERLUBANG Menunjukkan input output menggunakan pita kertas berlubang

KEYBOARD

Menunjukan input yang menggunakan on line keyboard

DISPLAY

Menunjukkan output yang ditampilkan di monitor

PENGHUBUNG

Menunjukkan penghubung ke halaman yang masih sama

Menunjukkan penghubung beda halaman

PROSES ALIH

Simbol garis alir menunjukkan arus dari proses

KOMENTATOR

Menunjukkan keterangan atau

komentator untuk memperjelas maksud isi dari simbol flow chard satu dengan

(31)

Simbol Keterangan

yang lain

Sumber : Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005

2.5.2. Tahap Perancangan Sistem ( Desain Sistem ) 2.5.2.1. Pengertian Perancangan Sistem

Menurut Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D ( 2005 ), desain sistem dapat diartikan sebagai berikut :

1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem. 2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional. 3. Persiapan untuk rancang bangun.

4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk yang berupa penggambaran, rancangan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh .

Tahap perancangan sistem ini mempunyai 2 (dua) tujuan utama, yaitu :

1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem

2. Untuk memberikan gambaran yang jelas rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komponen yang terlibat.

Tujuan kedua diatas lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya. Untuk mencapai tujuan ini, analis sistem harus dapat mencapai sasaran–sasaran sebagai berikut :

1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Ini berarti data harus mudah ditangkap, metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan.

(32)

2. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem.

2.5.2.2. Alat Bantu Perancangan Sistem

1. Contex Diagram

Context Diagram adalah Data Flow Diagram (DFD) tingkat atas, yaitu diagram yang paling tidak detail dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-alir data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas eksternal.

Context Diagram mempunyai sejumlah karakteristik dalam sistem, yaitu :

a. Kelompok pemakai, organisasi atau sistem lain dimana sistem melakukan komunikasi (sebagai terminator).

b. Data masuk, yaitu data yang diterima sistem dari lingkungan dan harus diproses dengan cara tertentu.

c. Data keluar, yaitu data yang dihasilkan sistem dan diberikan ke dunia luar.

d. Penyimpanan data (storage), yaitu digunakan secara bersama antara sistem dengan terminator. Data ini dapat dibuat oleh sistem dan digunakan oleh lingkungan atau sebaliknya dibuat oleh lingkungan dan digunakan oleh sistem. Hal ini berarti pembuatan simbol data storage dalam CD dibenarkan, dengan syarat simbol tersebut merupakan bagian dari dunia diluar sistem.

e. Batasan, antara sistem dan lingkungan. Tabel 2.2

Tabel Simbol – simbol Context Diagram

Simbol Nama Simbol dan Keterangan

Terminator

Menggambarkan asal data atau tujuan data.

(33)

Proses

Menggambarkan entitas atau proses aliran data masuk yang ditransformasikan ke aliran data keluar.

Aliran Data

Menggambarkan aliran data atau informasi dari atau ke system.

Penyimpanan

Dapat digunakan untuk mendefinisikan basis data atau seringkali mendefinisikan bagaimana penyimpanan di

implementasikan dalam sistem komputer. Sumber : Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005 2. Data Flow Diagram ( DFD )

Diagram Flow Document ( DFD ) menunjukkan alir (Flow) didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir terutama digunakan untuk alat bantu komunikasi dan dokumentasi.

Hal yang harus diperhatikan dalam menggambarkan diagram alir :

a. Bagan alir sebaiknya digunakan dari atas ke bawah mulai dari bagian kiri suatu halaman.

b. Kegiatan didalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas. c. Harus ditunjukkan dimana kegiatan dimulai dan dimana kegiatan

berakhir

d. Masing-masing kegiatan didalam suatu bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata untuk mengawali suatu kegiatan.

e. Gunakan simbol-simbol bagan alir dalam Context Diagram. Simbol yang digunakan dalam DFD Levelled sama dengan simbol dalam Context Diagram.

(34)

2.5.3. Tahap Perancangan Basis Data

Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundansasi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.( Fathansyah, Ir, Basis Data, 2002 ).

Menurut Andri Kristanto ( 2003 ), penggunaan basis data untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan yaitu :

1. Kebebasan data dan akses efisien.

2. Mereduksi waktu pengembangan aplikasi. 3. Integritas dan keamanan data.

4. Administrasi keseragaman data.

5. Akses kebersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak ).

2.5.3.1. Diagram Hubungan Entitas ( Entity Relationship Diagram / ERD )

Model entity-relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan Diagram Entity-Relationship ( Diagram E-R ).

Adapun simbol - simbol yang digunakan dalam ERD (Entity

Relationship Diagram ) adalah sebagai berikut :

Tabel 2.3

Tabel Simbol ERD (Entity Relationship Diagram).

Simbol Nama Simbol

ENTITY

Digunakan untuk menggambarkan obyek.

Yang dapat diidentifikasikan dalam

(35)

ATRIBUT

Digunakan untuk menggamabrakan

elemen – elemen dari suatu entity, yang menggambarkan karakter entity.

HUBUNGAN / RELASI

Entity dapat berhubungan satu sama lain. Hubungan ini disebut relationship.

GARIS

Diguankan untuk menghubungkan entity dan entity dengan atribut.

Sumber : Fathansyah, Ir., Basis Data, 2002

2.5.3.2. Implementasi Tabel

Aturan umum dalam pemetaan Model Data ( Level Konseptual dalam Abstraksi Data ) yang kita gambarkan dengan Diagram E-R menjadi basis data fisik adalah :

1. Setiap himpunan entitas akan diimplementasikan sebagai sebuah table (file data)

Tabel Mahasiswa

NIM Nama Alamat Tgl_lhr

Gambar 2.4 : Implementasi tabel pada ERD Sumber : Fathansyah, Ir., Basis Data, 2002

Mahasiswa

Nim Nama

Alamat

(36)

2. Relasi dengan derajat relasi 1-1 (one to one) yang menghubungkan dua buah himpunan entitas akan dipresentasikan dalam bentuk penambahan atau penyertaan atribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas.

Kode_Jur Dosen mengepalai jurusan Nama_Jur Kode_Dos Kode_Jur

Kode_Dos Nama_Dos Alm_Dos

1

1

Tabel Dosen

Kode_dos Nama_Dos Alamat_dos

Tabel Jurusan

Kode_Jur Nama_Jur Kode_dos

3. Relasi dengan derajat relasi 1-M (one to many) yang menghubungkan dua buah himpunan entitas juga akan dipresentasikan dalam bentuk

(37)

pemberian atau pencantuman atribut kunci dari himpunan entitas pertama (yang berderajat 1)ke table yang mewakili himpunan entitas kedua (yang berderajat M). Atribut kunci dari himpunan entitas pertama ini menjadi atribut tambahan bagi himpunan entitas kedua.

Dosen Kode_Dos Nama_Dos Alm_Dos Mengajar Kode_Dos Kode_Kul Kuliah Semester SKS 1 M Tempat Waktu Nama_Kul Kode_Kul Tabel Dosen

Kode_dos Nama_Dos Alamat_dos

Tabel Tabel Kuliah

Kode_Kul Nama_Kul SKS Semester Kode_dos Tempat Waktu

4. Relasi dengan derajat relasi M-M (many to many) yang menghubungkan dua buah himpunan entitas akan diwujudkan dalam bentuk table kusus memiliki field yang berasal dari kunci-kunci dari himpunan entitas yang dihubungkannya.

(38)

Dosen Kode_Dos Nama_Dos Alm_Dos Mengajar Kode_Dos Kode_Kul Kuliah Semester SKS N N Tempat Waktu Nama_Kul Kode_Kul Tabel dosen

Kode_dos Nama_Dos Alamat_dos

Tabel Mengajar

Kode_Dos Tempat Kode_kul Waktu

Tabel Kuliah

Kode_Kul Nama_Kul SKS Semester Kode_dos Tempat Waktu

2.5.3.3. Ketergantungan Fungsional

Sebuah tabel berisi paling sedikit 2 buah atribut, yaitu A dan B, notasinya A B. Yang berarti A secara fungsional menentukan B atau B secara fungsional tergantung pada A.jika dan hanya jika untuk setiap kumpulan baris data (row) yang ada pada tabel, pasti ada 2 baris (row) di

(39)

tabel dengan nilai untuk A yang sama, maka nilai untuk B pasti juga sama.

Definisinya :

Diberikan 2 row r1 dan r2 dalam tabel dimana A B

Jika r1(A) = r2(A), maka r1(B) = r2(B) ( Fathansyah.Ir, Basis Data, 2002).

Pada data siswa atribut yang digunakan, yaitu nama siswa, nomor urut, mata pelajaran, nilai. Berikut data pada tabel data siswa :

Nama_siswa No_urut Mata_pelajaran Nilai

Santy 001 Geografi A

Edi 002 Geografi B

Upik 003 Matematika A

Gambar 2.5 : Ketergantungan fungsional Sumber : Fathansyah, Ir., Basis Data, 2002

Maka Ketergantungan Fungsional yang dapat kita ajukan adalah : 1. no_urut nama_siswa

yang berarti bahwa atribut nama_siswa hanya tergantung pada atribut no_urut.

Tanpa memperhatikan pengertian ketergantungan secara alamiah terhadap tabel tersebut, kita juga dapat mengajukan sejumlah ketidaktergantungan ( non KF ) yaitu:

2. mata_pelajaran nama_siswa

Yang artinya atribut nama_siswa tidak tergantung pada atribut mata_pelajaran.

Bisa dilihat pada row 1 dan row 2 walaupun mata pelajaran sama tetapi nama siswa tidak sama.

3. nilai mata_pelajaran

Yang artinya atribut mata pelajaran tidak tergantung pada atribut nilai. Bisa dilihat pada row 1 dan row 3 walaupun nilai sama tetapi mata pelajaran tidak sama.

Row 1

Row 3 Row 2

(40)

2.5.3.4. Agregasi

Agregasi dalam basis data menggambarkan sebuah himpunan relasi yang secara langsung menghubungkan sebuah himpunan entitas dengan sebuah himpunan relasi dalam diagram E–R. Hal ini terjadi karena dalam realitas dapat dijumpai adanya relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain. Dengan kata lain sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tetapi juga mengandung unsur dari relasi lain

Gambar 2.6 : Agregasi

Sumber : Fathansyah, Ir., Basis Data, 2002

Keterangan :

1. Adanya relasi sejumlah mata kuliah yang membutuhkan kegiatan praktikum ( tapi tidak semua mata kuliah )

Mahasiswa Mepelajari Kuliah

Mengikuti Nilai Nim Kd_Kul Kd_Prak Jml_Prak Kd_Prak Nama_Prak Pratikum N N N N

(41)

2. Kegiatan praktikum ini tidak wajib diikuti mahasiswa yang mengulang.

3. Himpunan relasi “mengikuti” dalam ERD diatas menunjukkan entitas mahasiswa yang mengikuti kegiatan praktikum tertentu karena telah mempelajari suatu mata kuliah (yang memang membutuhkan praktikum).

2.5.3.5. Normalisasi Data

Proses normalisasi menurut Andri Kristanto (2003) adalah suatu proses dimana elemen-elemen data dikelompokkan menjadi tabel-tabel, dimana didalam tabel tersebut terdapat entity-entity dan relasi antar entity tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam normalisasi suatu data yaitu :

1. Field atau Atribut Kunci

Field kunci merupakan satu field atau satu set field yang terdapat dalam satu file yang merupakan kunci dan mewakili record. Field yang merupakan kunci akan menjadi penentu dalam pencarian program.

2. Macam-macam kunci :

a. Candidat Key (Kunci Calon)

Adalah satu atribut atau field yang mengidentifikasikan secara unik dari suatu kejadian yang sifatnya khusus dari suatu entity. b. Primary Key (Kunci Primer)

Adalah kunci kandidat yang dipilih untuk mewakili setiap kejadian dari suatu entity. Kunci primer ini sifatnya unik, tidak mungkin sama dan tidak mungkin ganda.

c. Alternate Key (Kunci Alternatif)

Adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci primer. d. Foreign Key (Kunci Tamu)

Adalah kunci primer yang dtempatkan pada fie lain dan biasanya menunjukkan dan melengkapi suatu hubungan antara file satu dengan file lainnya.

(42)

Tahap-tahap didalam normalisasi data adalah sebagai berikut 1) Bentuk Tidak Normal

Adalah suatu bentuk dimanaa semua data dikumpulkan apa adanya tanpa mengikuti aturan-aturan tertentu. Bisa jadi data yang ikumpulkan akan tidak lengkap dan terjadi duplikasi data.

Contoh :

File MAHASISWA ( No_mhs, Nama_mhs, Nama_PA, nama_MK1, nama_MK2 ).

Bentuk adalah bentuk tidak normal karena dalam file tersebut mahasiswa yang mempunyai nomer mahasiswa, nama mahasiswa dan nama PA mengambil 2 mata kuliah, sehingga terjadi perulangan nama mata kuliah 2 kali.

No_mhs Nama_mhs Nama_PA nama_MK1 nama_MK2

22931088 Andi Amir Kalkulus Fisika

22931090 Hanik Hanik Matematika statistik

2) Bentuk Normal Pertama

Bentuk normal pertama merupakan suatu bentuk dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field hanya mempunyai satu pengertian. Contoh :

Dari tabel mahasiswa diatas diubah menjadi bentuk normal pertama.

No_mhs Nama_mhs Nama_PA nama_MK1

22931088 Andi Amir Kalkulus

22931088 Andi Amir Fisika

22931090 Hanik Rudy Matematika

(43)

3) Bentuk Normal Kedua

Bentuk normal kedua adalah bentuk yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a) Sudah memenuhi kriteria bentuk normal pertama.

b) Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pada kunci primer.

Contoh :

Dari file mahasiswa, dapat dilihat bahwa kunci primernya adalah field No_mhs. Field Nama_mhs dan field Nama_PA tergantung pada field No_mhs. Sedangkan field nama_MK1 dan field nama_MK2 tidak tergantung pada field No_mhs sehingga bisa dipecah menjadi file yang lain misalnya file AMBILMK.

Sehingga bentuk normal keduanya adalah : MAHASISWA

No_mhs Nama_mhs Nama_PA

22931088 Andi Amir 22931090 Hanik Rudy AMBILMK No_mhs Nama_MK1 22931088 Kalkulus 22931088 Fisika 22931090 Matematika 22931090 Statistik

4) Bentuk Normal Ketiga

Bentuk normal ketiga adalah suatu bentuk yang memenuhi syarat-syarat :

a) Relasi antar file sudah merupakan bentuk normal kedua. b) Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pda kunci

(44)

Contoh :

File MAHASISWA dan file AMBILMK sudah merupakan bentuk normal ketiga karena seluruh file yang bukan kunci sudah tergantung pada field kunci yaitu kunci primernya.

2.5.3.6. Kardinalitas atau Derajat Relasi

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misal A dan B) dapat berupa :

1. Satu ke satu (One to One).

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya, setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

Gambar 2.7 : Kardinalitas relasi satu ke satu Sumber : Fathansyah, Ir. , Basis Data, 2002 2. Satu ke Banyak (One to Many).

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B

(45)

berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

Gambar 2.8 : Kardinalitas relasi satu ke banyak Sumber : Fathansyah, Ir. , Basis Data, 2002

3. Banyak ke Satu ( Many to One )

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada satu entitas himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B

Gambar 2.9 : Kardinalitas relasi banyak ke satu Sumber : Fathansyah, Ir., Basis Data, 2002

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B Entitas 1 Entitas 2 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 A Entitas 4 B

(46)

4. Banyak ke Banyak (Many to Many).

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas

Gambar 2.10 : Kardinalitas relasi banyak ke banyak Sumber : Fathansyah, Ir., Basis Data, 2002

2.5.3.7. Data Dictionary ( DD )

Kamus data atau Data Dictionary (selanjutnya disebut DD) adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. (Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005).

DD dapat mendifinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Dalam perancangan sistem kamus data di gunakan untuk merancang input, laporan-laporan dan database.

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B

(47)

Tabel 2.4

Tabel simbol-simbol kamus data

Notasi Arti

=

Terbentuk dari atau terdiri dari atau sama dengan

+ And

[]

Salah satu dari (memilih salah satu dari elemen-elemen data di dalam kurung bracket ini)

| Sama dengan simbol []

N { }M

Interasi (elemen data dalam kurung brace berinterasi mulai N kali dan maksimum M kali)

( )

Optional (elemen data di dalam kurung parenthesis sifatnya optional, dapat ada dan dapat tidak ada)

*

Keterangan setelah tanda ini adalah komentar

Sumber : Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005

2.5.3.8. Perancangan Masukan dan Keluaran (Input Output Design)

Yaitu untuk menggambarkan tampilan program input maupun output. 1. Perancangan Masukan ( Input Design ).

Dimulai dari dasar sebagai penangkap input pertama kali, karena bila dokumen dasar tidak di desain dengan baik, kemungkinan input yang tercatat dapat salah bahkan kurang. Dokumen dasar biasanya terbentuk formulir yang digunakan untuk menangkap

(capture) data yang terjadi (Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D.,

2005).

2. Perancangan Keluaran ( Output Design )

Dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru. (Jogiyanto HM., MBA., Akt., Ph.D., 2005)

(48)

2.5.4. Tahap Implementasi Sistem

Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap implementasi sistem terdiri dari langkah-langkah sebagai berikaut :

1. Menerapkan Rencana Implementasi

Merupakan kegiatan awal dari tahap implementasi sistem. Rencana implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap implementasi. Dalam rencana imlpementasi semua biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implementasi perlu dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan implementasi juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam bentuk skedul waktu. 2. Melakukan Kegiatan Implementasi

Kegiatan implementasi dilakukan dengan dasar kegiatan yang telah direncanakan dalam rencana implementasi. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah :

a. Pemilihan dan pelatihan personil

b. Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak

c. Pemrograman dan pengetesan program d. Pengetesan sistem

e. Konversi sistem

3. Tindak Lanjut Implementasi

Tindak lanjut implementasi merupakan pengetesan

penerimaan sistem ( system acceptance test ). Pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh analisis sistem bersma-sama dengan user.

(49)

2.5.5. Tahap Perawatan Sistem

Tahap pemeliharaan sistem atau maintenance mencakup seluruh proses yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan, kelancaran, dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan dengan tujuan agar sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2.6. Sidik Jari

Sidik jari adalah gurat-gurat yang terdapat di kulit ujung jari. Fungsinya

adalah untuk memberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda-benda lebih erat. Sidik jari manusia digunakan untuk keperluan identifikasi karena tidak ada dua manusia yang memiliki sidik jari persis sama.

2.6.1. Sejarah Sidik Jari

Pada tahun1858, ilmuwan Inggris, William Herschel, menelurkan ide bahwa setiap orang mempunyai sidik jari yang unik dan tidak dapat diubah. Idenya ini kemudian digunakan masyarakat India sebagai tanda bukti diri seperti halnya tanda tangan

Pada tahun 1880, Henry Fauld, ahli bedah Inggris yang bekerja di Tsukiji Hospital, Tokyo, Jepang, mempelajari pola kulit pada jari manusia. Henry Fauld meyakini bahwa pola yang ada di bagian bawah jari tangan ini akan menjadi hal yang penting dalam mengidentifikasi dan menyelidiki tindak kejahatan. Bukan hanya itu, Fauld juga mengembangkan metode pengelompokan pola sidik jari. Gagasan Fauld kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nature.

Ide Herschel dan Fauld dikembangkan lebih jauh oleh Sir Francis Galton. Pada tahun 1892. Pada tahun 1893, buku Galton ini dibaca oleh Sir Edward Henry, seorang Inspektur Jenderal di Bengal, India. Kala itu ia sedang mencari cara mengelompokan sidik jari.

Pada tahun 1894, Henry kembali ke Inggris, lalu bertemu dengan Galton. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan Galton, Henry merasa mendapat banyak informasi. Henry pun kembali ke India. Bersama timnya, Henry akhirnya berhasil membuat pengelompokan pola sidik jari. Sistem

(50)

pengelompokan pola sidik jari Henry hingga kini masih digunakan dalam dunia forensik.

2.6.2. Pola Sidik Jari

Johanes Purkinje seorang psikolog dan ahli anatomi adalah orang yang menimpulkan pertama kalinya sebuah fakta bahwa semua sidik jari

dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelas. Hal tersebut

diidentifikasikan dalam thesisnya yaitu menjadi sembilan pola berbeda, antara lain Arch, Tented Arch, Loop, dan enam tipe pola Whorl yang berbeda. Ahli sidik jari modern tetap menganggap ketiga tipe pola pertama menjadi tiga kelas sidik jari dan mengkombinasikan semua pola Whorl menjadi satu kelas.

Arch Tented Arch Whorl Loop

Gambar 2.11: Empat Kelas Dasar Sidik Jari

Gambar 2.11 memperlihatkan empat kelas sidik jari yang ada. Empat tipe pola tersebut dikenal sebagai kelas karakteristik, walaupun pola tersebut adalah yang utama dari sidik jari, tetapi kita belum dapat menggunakannya sebagai identifikasi identitas seseorang. Identifikasi dilakukan dengan menentukan minutia.

Minutia berarti detail yang kecil, di dalam sidik jari minutia adalah bermacam jalan yeng berupa alur dalam sidik jari akan terpotong. Sebagai contoh, alur yang terputus dan tidak menyambung disebut Ridge Ending, contoh lain adalah alur yang bercabang seperti pertigaan jalan yang disebut Bifurcation. Sir Francis Balton (1822-1911) merupakan orang yang pertama kali mengkategorikan minutia dan meneliti bahwa minutia tidak dapat berubah sejalan dengan waktu hidup seseorang (Keogh, 2000).

(51)

Ridge Endira Enclosure Bifurcation Island kittliii, Gambar 2.12 : Minutia

Gambar 2.12 mengidentifikasi empat macam minutia. Sebuah sidik jari dengan pola yang lebih detail dapat memiliki sampai dengan sembilanbelas macam tipe minutia. Pada umumnya sidik jari hanya memiliki dua macam tipe yaitu Ridge Ending dan Bifurcation. Terdapat dua aturan dari kesimpulan tersebut yaitu :

1. Jumlah Ridge Ending dan Bifurcation merupakan mayoritas terbesar dari seluruh minutia.

2. Seluruh minutia yang lain dapat disusun dari kombinasi dari Ridge

Ending dan Bifurcation. Contohnya tipe Enclosure, terdiri dari dua Bifurcation yang sating, berhadapan. Island terdiri dari dua Ridge

Ending yang memiliki jarak dan bagian yang sangat pendek.

2.6.3. Sifat Sidik jari

Sebelum sidik jari digunakan untuk identifikasi identitas, dibangun dua fakta dari sifat sidik jari yaitu Permanence dan Uniqueness. (Keogh, 2000)

1. Permanence

Permanen dalam hal ini adalah sidik jari tidak berubah akan waktu. Fakta ini dapat dibuktikan secara empiris, sebagai contoh pada gambar 2.11, Eamonn Keogh memiliki cetakan sidik jari kanannya

(52)

pada tahun 1987 untuk Resident Alien Card. Setelah 13 tahun kemudian, sidik jari masih terlihat identik.

Gambar 2.13 : Cetakan Sidik Jari Eamonn Keogh

Beberapa peneliti sebelumnya melakukan hal yang sama, contohnya Sir William Herskel mencetak sidik jarinya tahun 1860 dan kemudian melakukan lagi tahun 1890, dan menemukan bahwa tidak terdapat perubahan pada sidik jarinya. Mereka menemukan bahwa pola sidik jari tidak berubah meskipun besar jari berubah dan jarak antar alur pola membesar.

2. Uniqueness

Hal ini lebih sulit untuk dibuktikan daripada sifat permanen. Secara empiris tidak dapat dituliskan bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki sidik jari yang sama, akan tetapi sampai saat ini dari ribuan sidik jari yang telah dikumpulkan oleh para peneliti sidik jari tidak terdapat satu sidik jari yang identikdengan sidik jari yang lainnya. Meskipun penelitian tersebut cukup berguna, terdapat argumentasi yang lebih kuat dari ukuran statistic. Sir Francis Galton mempublkasikan bukunya yang berjudul Fingerprint pada tahun 1892, dalam bukunya Galton memberikan estimasi sejumlah kemungkinan sidik jari. Dia menunjukkan bahwa terdapat 64 X 1012 kemungkinan pola sidik jari. Hal ini merupakan pernyataan bahwa sidik jari bersifat unik.

2.6.4. Manfaat Sidik Jari

Sidik jari dapat digunakan untuk memecahkan beberapa permasalahan dua diantaranya yaitu authentication dan identification. 1. Authentication

(53)

Berfungsi untuk memastikan bahwa cetakan sidik jari milik sesorang benar-benar milik orang tersebut.

2. Identification

Berfungsi untuk mencari identifitas pemilik sidik jari. Masalah ini berbeda dengan authentication yang berfungsi untuk mencocokkan sidik jari seseorang sehingga dapat diambil keputusan apakah sidik jari tersebut milik orang yang sama atau tidak.

Permasalahan tersebut saling berhubungan, akan tetapi berbeda dalam satu aspek penting. Authentication dilakukan untuk menerima sebuah sidik jari dan kemudian mencocokkan apakah sidik jari tersebut milik seseorang yang dimaksudkan. Sebaliknya, identification dilakukan untuk mencari dari sejumlah besar kemungkinan pola sidik jari untuk menemukan identitas seseorang.

2.7. Karyawan

Karyawan adalah seseorang yang telah memenuhi syarat yang ditentukan dan diserahi tugas oleh Pemimpin serta diberikan penghasilan (gaji) sesuai peraturan perusahaan, yang terdiri dari karyawan tetap dan calon karyawan.

Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.8. Rekayasa Perangkat Lunak

Perangkat lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat

(54)

juga dikatakan sebagai 'penterjemah' perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras.

Rekayasa perangkat lunak adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan sebagainya.

2.9. Pemrograman dengan visual foXpro 8.0

Visual Fox Pro merupakan perangkat lunak yang memberikan kita kemudahan untuk menciptakan aplikasi – aplikasi database berbasis grafis atau GUI (Graphical Uses Interface ). Berbasis GUI disini berarti bahwa program database yang kita ciptakan dengan Visual FoxPro akan mempunyai tampilan seperti program – program windows.

Berbeda dengan FoxPro biasa dimana aplikasi diciptakan murni dari pemrograman, maka dalam Visual FoxPro aplikasi tidak hanya diciptakan dari pemrograman tetapi merupakan kombinasi dari pemrograman dan perancangan layar. Satu lagi kelebihan yang penting dari Visual FoxPro adalah kemampuannya untuk menciptakan program-program OOP (Object Oriented

Programming ) atau program – program berorientasi objek. Dengan Program

OOP Waktu yang dihabiskan untuk melakukan pemrograman jauh lebih berkurang sehingga produktifitas dapat meningkat.

Secara Ringkas beberapa aplikasi yang disediakan oleh Visual FoxPro adalah sebagai berikut :

1. Database Desaigner

Merupakan apliksi visual FoxPro yang berfungsi untuk membantu kita mendesain database. Dalam pengertian lama, database adalah file – file berekstensi .DBF yang digunakan untuk penyimpanan data. Dalam pengertian yang sekarang, file – file yang berekstensi .DBF disebut tabel dan database merupakan gabungan dari beberapa tabel yang berelasi / berhubungan satu sama lain dan dapat kita simpan ke file yang berekstensi

.DBC.

Gambar

Gambar 2.1 : Karakteristik Sistem
Gambar 2.2  : Kualitas Informasi
Gambar 2.3 : Siklus Informasi
Diagram  Flow  Document  (  DFD  )  menunjukkan  alir  (Flow)  didalam  program  atau  prosedur  sistem  secara  logika
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan melihat Gambar 4.8, suhu tertinggi terjadi di Bulan Agustus yaitu sebesar 31,88°C pada bulan ini sedang terjadi musim timur, suhu menurun sampai menjelang

Internal audit membantu organisasi dalam mencapai tujuan dengan cara pendekatan yang terarah dan sistematis untuk menilai dan mengevaluasi keefektifan manajemen resiko ( risk

Hakim harus diberikan perlindungan keamanan oleh aparat terkait yakni aparat kepolisian agar hakim mampu memeriksa, mengadili dan memutus perkara secara baik dan benar tanpa

Karena khasiat dari daun peppermint tersebut, seduhan daun peppermint yang diberikan secara rutin diharapkan dapat berpengaruh pada penuruhan frekuensi mual

(2) Dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan dalam ayat (1) pasal ini, maka Menteri Agraria dengan mendengar Menteri Pertanian, dapat pula mengambil tindakan-tindakan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model penemuan terbimbing berbantuan LKS dan benda manipulatif menghasilkan pemahaman konsep siswa yang lebih

Tinea unguium atau yang sering juga disebut onikomikosis adalah infeksi  jamur pada lempeng kuku, yang sebagian besar disebabkan oleh dermatofita,  berarti jamur

: Berdasarkan data yang tersedia, kriteria klasifikasi tidak dipenuhi. : Berdasarkan data yang tersedia, kriteria klasifikasi