• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

i

(EDISI REVISI )

(2)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

i SAMBUTAN

DIREKTUR BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan ridhoNya maka Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak (DITBALNAK) Tahun 2020 dapat tersusun dengan mengacu pada PERMENPAN dan RB Nomor: 53 Tahun 2014, tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

LKIP ini dibuat dalam rangka melaporkan pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi serta pencapaian kinerja Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak. Dengan adanya LKIP ini diharapkan menjadi dasar pelaporan kinerja serta evaluasi program dan anggaran Bina Keluarga Balita dan Anak di Tahun 2020.

Penyusunan LKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak ini di harapkan menjadi bahan penyusunan LKIP Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Kelaurga. Pada Kesempatan ini pula kami menyampaiakan terima kasih kepada Tim Penyusun serta semua pihak yang telah memberikan sumbangsih pikiran dan tenaga dalam menyusun LKIP ini.

Kritik, saran dan pendapat dari berbagai pihak, terutama dari para pengguna LKIP ini kami berharap dapat menjadi bahan masukan sekaligus evaluasi guna meningkatkan kinerja dan pengembangan kegiatan-kegiatan Bina Keluarga Balita dan Anak yang akan datang.

Jakarta, 29 Januari 2021

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Direktur,

Safrina Salim, SKM, M.Kes

(3)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

ii

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

TAHUN ANGGARAN 2020

DIREKTORAT BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL TAHUN 2020

(4)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

iii DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIREKTUR BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK... i

LEMBAR JUDUL ………...……….……….………. ii

DAFTAR ISI……..……….………..………...…..………..… iii

DAFTAR GAMBAR... iv

DAFTAR TABEL…...…..……...….... vi

IKHTISAR EXECUTIVE ………...……….……….………... vii

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang………...………..……….…….. 1

B Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi…………..……..………... 1

C Mandat dan Peran Strategis.…..……...………..……….. 4

D Program dan Reformasi Birokrasi…………...………..……… 5

E Permasalahan, Tantangan, Peluang..…...……… 5

F Isu Strategis…..………….……… 7

BAB II PERENCANAAN KINERJA A Perencanaan Strategis……... 8

B Program Proritas dan Rencana Kerja Tahunan pada tahun Evaluasi (termasuk Pro PN Jika ada)…..…..………..………. 11

C Program Prioritas dan Rencana Kerja Tahun Berikutnya…... 10

D Perjanjian Kinerja…...………..………..……… 24

E Monitoring dan Evaluasi Pencapaian Sasaran Program…... 31

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A Capaian Kinerja Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak... 48

B Realisasi Anggaran….…………...…..…... 68

C Kinerja dan Capaian lain... 82

D Evaluasi Kinerja………..…….………..……... 82

E Perbaikan Perencanaan Program dan Anggaran TA 2021...………. 83

BAB IV PENUTUP Penutup…...……… 84

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Data dukung Lkj ( contoh : gambar, tabel, grafik, dll) 1. Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Tahun 2021 2. Rencana Aksi Pencapaian Kinerja Tahun 2021 3. Rencana Strategis Tahun 2020-2024 DITBALNAK 4. Balance Scorecard (BSC) DITBALNAK

5. Foto-foto kegiatan Ditbalnak

(5)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

iv DAFTAR GAMBAR

I. GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Ditbalnak…..…....………...……... 4

Gambar 2.2 Pohon Kinerja Ditbalnak... 10

Gambar 2.3 Flowchart SOP Flowchart Menyusun Rancangan Konsep atau Desain Program Pembinaan Ketahanan Keluarga Melalui BKBA... 22

Gambar 2.4 Flowchart SOP menyusun Perbaikan Konsep atau Desain Program Bina Ketahanan Keluarga melalui BKBA... 22

Gambar 2.5 Flowchart SOP Finalisasi Desain Program pembinaan pengasuhan dan tumbuh kembanganak melalui BKB... 23

Gambar 2.6 Flowchart SOP Pengembangan Kelompok BKB... 23

Gambar 2.7 Flowchart SOP Penyusunan Prototype Materi Pengasuhan 1000 HPK... 23

Gambar 2.8 Flowchart Penyusunan materi pengasuhan Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak... 23

Gambar 2.9 Flowchart SOP Pengembangan Kelompok BKB HI... 23

Gambar 2.10 Flowchart SOP Pengembangan Kelompok Rancangan Konsep Pembinaan Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak... 23

Gambar 2.11 Flowchart SOP Pengembangan Kelompok Rancangan Konsep Pembinaan Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak... 23

Gambar 2.12 Flowchart Sop Penyelenggaraan Diseminasi Desain Program Pembinaan Ketahanan Keluarga Melalui Bina Keluarga Balita..….… 23

Gambar 2.13 Flowchart Sop Penyusunan Perbaikan Desain Program Pembinaan Pengasuhan Dan Tumbuh Kembang Anak Melalui Bina Keluarga Balita Dan Anak... 23

Gambar 2.14 Flowchart SOP Melakukan Sosialisasi Desain Program Pembinaan Ketahanan Keluarga melalui Bina Keluarga Balita Dan Anak... 25

Gambar 2.15 Flowchart SOP Monev PKK melalui BKBA... 25

Gambar 2.16 Flowchart SOP Monev PPTKA melalui BKBA... 25

Gambar 2.17 Flowchart SOP Monev Perbaikan Desain PPTKA... 25

Gambar 2.18 SOP Rapat Koordinasi terkait rancangan konsep atau desain program pembinaan ketahana keluarga melalui BKBA…...………. 25

Gambar 2.19 SOP Desiminasi desain program pembinaan pengasuhan dan tumbuh kembang anak melalui BKBA...……….………. 26

Gambar 2.20 SOP Finalisasi desain Program Pembinaan Ketahanan Keluarga melalui BKBA... 26

Gambar 2.21 Perjanjian Kinerja Tahun 2020... 31

II. GRAFIK Grafik 3.1 Pencapaian Indikator Kinerja Utama……..……….……….… 54

Grafik 3.2 Pencapaian Indikator Kinerja Utama... 55

(6)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

v Grafik 3.3 Persentase Barang Inventaris Yang Tercatat Pada SIMAK

BMN... 56

Grafik 3.4 Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020…... 58

Grafik 3.5 Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Target Jangka Menengah... 66

Grafik 3.6 Realisasi Kinerja (IKU) No. 1 dengan Standar Nasional... 67

Grafik 3.7 Realisasi Kinerja (IKU) No. 2 dengan Standar Nasional... 67

Grafik 3.8 Realisasi Kinerja (IKU) No. 3 dengan Standar Nasional... 68

(7)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

vi DAFTAR TABEL

Tabel EI.1 Capaian Kinerja Tahun 2020... vii

Tabel EI.2 Skala nilai Peringkat Kinerja... vii

Tabel 2.1 Golongan dan Jenjang Pendidikan SDM... 3

Tabel 2.2 Pelatihan Yang Telah Di Ikuti SDM Ditbalnak sampai dengan tahun 2020... 3

Tabel 2.3 Rencana Strategis... 9

Tabel 2.4 Matrik Keselarasan Kinerja Dengan Anggaran... 15

Tabel 2.5 Rencana Aksi Pencapaian Kinerja Tahun 2020... 16

Tabel 2.6 Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pencapaian Kinerja... 35

Tabel 2.7 Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pencapaian Kinerja Triwulan I... 37

Tabel 2.8 Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pencapaian Kinerja Triwulan II... 40

Tabel 2.9 Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pencapaian Kinerja Triwulan III... 44

Tabel 2.10 Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pencapaian Kinerja Triwulan IV... 47

Tabel 3.1 Skala Nilai Pengukuran Kinerja... 51

Tabel 3.2 Capaian Indikator Kinerja ... 52

Tabel 3.3 Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Dengan Realisasi Anggaran Tahun 2020... 57

Tabel 3.4 Rencana Aksi Pencapaian Kienrja Tahun 2020... 59

Tabel 3.5 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2018, 2019, 2020... 62

Tabel 3.6 Perbandingan Realisasi Capaian Target, Capaian Anggaran dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2018, 2019, 2020... 64

Tabel 3.7 Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Target Jangka Menengah…... 65

Tabel 3.8 Realisasi Anggaran Tahun 2020... 72

Tabel 3.9 Analisis Anggaran Tahun 2020... 73

Tabel 3.10 Laporan Smart Tahun 2020... 76

Tabel 3.11 Capaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran... 80

Tabel 3.12 Laporan Monev Bapenas 2020 (Output Kualitatif TW I-IV)... 81

Tabel 3.13 Laporan Monev Bapenas 2020 (Kelompok Paesial TW I-IV)... 82

Tabel 3.14 Realisasi Anggaran Deputi Bidang KSPK... 83

Tabel 3.15 Capaian Anggaran dan Capaian Output... 84

Tabel 3.16 Analisa atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Tahun 2020... 85

Tabel 3.17 Nilai PMPRB Kedeputian KSPK Tahun 2019... 90

Tabel 3.18 Nilai PMPRB Kedeputian KSPK Tahun 2020... 90

Tabel 3.19 Evaluasi SAKIP Kedeputian KSPK... 91

(8)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

vii IKHTISAR EXECUTIVE

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak (Ditbalnak) yang berada di bawah lingkup Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK), mengemban amanah untuk meningkatnya kemampuan keluarga dalam penhgasuhan dan pendampingan anak dalam pembentukan karater, amanah tersebut secara otomatis menjadi sasaran strategis direktorat ini yang diukur dengan 7 (tujuh) indikator yang terdiri dari 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama (IKU) dan 4 (empat) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) sebagai berikut:

Indikator Kinerja Utama

1) Persentase anak usia 0-6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik;

2) Jumlah keluarga yang memiliki baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting;

3) Persentase keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter.

Output Indikator Kinerja Kegiatan

Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter

Indikator Kinerja Kegiatan

1. Persentase keluarga anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS;

2. Persentase keluarga anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA;

3. Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting;

4. Persentase keluarga balita dan anak yang ikut BKB.

Upaya untuk pencapaian sasaran strategis, Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan Tugas dan Fungsi Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 72/PER/B5/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, yang telah diperbarui dengan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Adapun tugas pokok dari Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak adalah melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, pemantauan dan evaluasi, serta pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan keluarga balita dan anak.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a) Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan program, pelembagaan, serta monitoring dan evaluasi pembinaan keluarga balita dan anak;

b) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan

program, pelembagaan serta monitoring dan evaluasi pembinaan keluarga balita dan

anak;

(9)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

viii c) Penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan program,

pelembagaan, serta monitoring dan evaluasi pembinaan keluarga balita dan anak;

d) Pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pengembangan program, pelembagaan, serta monitoring dan evaluasi pembinaan keluarga balita dan anak;

e) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga dan Kepala BKKBN.

Sedangkan pencapaian kinerja Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak di Tahun 2020 berdasarkan rencana kinerja yang telah di tetapkan pada tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

TABEL IE.1

CAPAIAN KINERJA TAHUN 2020 DIREKTORAT BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

Tabel IE.2 Skala Nilai Peringkat Kinerja No Gap Target vs Realisasi Kriteria Penilaian Realisasi

Kinerja Kode

1 ≤0% Baik Hijau

2 0% < X <25% Sedang Kuning

3 X ≥ 25% Buruk Merah

Sumber: Warna Status Capaian Pelaksanaan Program Bappenas

SASARAN INDIKATOR KINERJA

2020

PERSENTASE CAPAIAN

SKALA PENILAIAN

TINGKAT CAPAIAN KINERJA

SUMBER DATA

TARGET CAPAIAN

1 2 3 4 5 6 7

A.1.1 Indikator Kinerja Kegiatan (Eselon II) 2,324.22

Meningkatnya kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter

1 Persentase Anak Usia 0-6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik

63% 94,4% 149,84% Laporan

Ditbalnak 2 Jumlah Keluarga yang memiliki baduta pada lokus

prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

4.122.784 keluarga balita

3.032.677 keluarga balita

73,6% SMART

3 Persentase Keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter

38,68% 30,65% 79,24% SIGA/DALAP

Keluaran/Output : Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter

38,68% 30,65% 79,64% SIGA/DALAP

1.1 Persentase keluarga anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS

45,02% 98% 217,68% Laporan

Ditbalnak 1 Pengembangan pedoman, panduan,

materi dan media KIE program BKB

4 dokumen 4 Dokumen 100% Laporan

Ditbalnak 2 Pemantauan Tubuh Kembang Balita

dan Anak

34 Laporan 34 Laporan 100% SIGA/DALAP

1.2 Persentase keluarga anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA

22,51% 44,11% 195,96% SIGA/DALAP

1 Peningkatan Kualitas Tumbuh Kembang Balita dan Anak

34 Laporan 34 Laporan 100% SIGA/DALAP

1.3 Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 hpk dalam rangka pencegahan stunting

260 Kab/Kota 260 Kab/Kota 100% SMART

1 Penguatan Jejaring Kemitraan program pengasuhan 1000 HPK

5 Mitra 5 Mitra 100%

1.4 Persentase Keluarga Balita dan Anak yang ikut BKB

49,50% 48,62% 98,22% SIGA/DALAP

1 Peningkatan kualitas pembinaan Kelompok BKB

34 Provinsi 34 Provinsi 100% SIGA/DALAP

(10)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

ix Berdasarkan realisasi capaian kinerja tahun 2020 dari 7 (tujuh) indikator dan target tersebut (Indikator RPJMN dan Indikator Renstra) terdapat 2 (dua) Indikator Kinerja yang tidak tercapai yaitu

1) Jumlah keluarga yang memiliki baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting dari target 4.122.784 keluarga baduta dengan pencapaian sebesar 3.032.077 keluarga baduta (73,6%);

2) Persentase keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter dari target 38,68% atau sebesar 7.973.832 keluarga (angka absolut berdasarkan Dalap) dengan pencapaian sebesar 30,65% atau 2.443.972 keluarga balita yang artinya persentase capaian tahun 2020 ini baru tercapai sebesar 79,24%;

3) Persentase Keluarga Balita dan Anak yang ikut BKB, dari target 49,50% dengan capaian sebesar 48,62% yang artinya persentase capaian tahun 2020 ini baru tercapai sebesar 98,22%

Dari tabel tersebut diatas dapat kita lihat bahwa ProPN yang dimandatkan pada Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak (Ditbalnak) masih merah atau target belum tercapai sesuai target yang diharapkan. Begitu juga indikator kinerja terpenting yang dimiliki Ditbalnak yaitu Persentase keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter, juga masih dibawah target yang telah disepakati dalam Perjanjian Kinerja (PK) Ditbalnak.

Di dalam pencapaian kinerja tersebut diatas, Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak (Ditbalnak) juga tidak terlepas dari dukungan anggaran untuk melaksanakan kegiatan Pembinaan Keluarga Balita dan Anak pada tahun 2020, dengan alokasi anggaran sebesar RP.

1.928.767.000,- alokasi anggaran tersebut antara lain untuk kegiatan Promosi Pembinaan Keluarga BKB; Penguatan Jejaring Kemitraan BKB; Peningkatan Kualitas pembinaan kelompok BKB HI; dan Monitoring dan Evaluasi Program Bina Keluarga Balita dan Anak, dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 1.921.530.800,- (99,62%).

Berdasarkan capaian kinerja dan realisasi anggaran yang telah dicapai, perlu dilakukan langkah-langkah perubahan kearah yang lebih baik di masa mendatang untuk meningkatkan kinerjanya, adapun rekomendasi untuk perbaikan perencanaan kinerja dan peningkatan kinerja sebagai berikut:

1. Melaksanakan program kegiatan sesuai dengan Rencana Penarikan Dana (RPD);

2. Meningkatkan kualitas capaian output di setiap indikator kinerja kegiatan dengan melakukan evaluasi terhadap capaian output;

3. Meningkatkan pembinaan secara sistematis dan berkesinambungan melalui rapat komponen, rapat kedeputian dan rapat pengendalian program serta monitoring dan evaluasi secara berkala baik secara langsung maupun melalui video conference atau virtual meeting;

4. Meningkatkan advokasi dan KIE kepada para pemangku kepentingan di setiap tingkatan

wilayah.

(11)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

1

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak (Ditbalnak) berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 72/PER/B5/2011 yang telah diperbarui dengan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Ditbalnak berada dibawah lingkup Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemantauan dan evaluasi, pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan keluarga balita dan anak. Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut dijabarkan kedalam Indikator Kinerja dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Ditbalnak yang mencakup 3 (tiga) Indikator kinerja Kegiatan (IKK) dan 4 (empat) Indikator Output Kegiatan (IOK) yang merupakan target kinerja yang harus dicapai pada tahun 2020, dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sasaran Strategis Kedeputian Bidang KSPK tahun 2020 dalam rangka Mewujudkan Keluarga yang Mandiri, Tentram dan bahagia (keluarga berkualitas)

B. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemantauan dan evaluasi, pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan keluarga balita dan anak. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a) Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pembinaan keluarga balita dan anak;

b) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pembinaan keluarga balita dan anak;

c) Penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di pembinaan keluarga balita dan anak;

d) Pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan keluarga balita dan anak;

e) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga.

Profil Demografi Pegawai Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

Struktur Organisasi Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak terdiri atas kelompok

jabatan fungsional. Berdasarkan surat Keputusan Kepala Nomor 618/PEG/ADM/JF/2020

tentang Pengangkatan Pejabat Administrator ke dalam Jabatan Fungsional memalui

Mekanisme Penyetaraan; dan Keputusan Kepala Nomor 619/PEG/PWS/JF/2020 tentang

Pengangkatan Pejabat Pengawas ke dalam Jabatab Funsional melalui Mekanisme

(12)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

2

Penyetaraan pada tanggal 29 Desember 2020 semua jabatan administrasi/struktural dialihfungsikan menjadi berbagai jabatan fungsional. Jabatan fungsional pada Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak pada tahun 2020 ini adalah sebagai berikut:

1) Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Balita dan Anak, meliputi:

a. Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Balita; dan b. Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Anak.

2) Koordinator Bidang Pelembagaan Bina Keluarga Balita dan Anak, meliputi:

a. Sub Koordinator Bidang Pengembangan Kelompok Bina Keluarga Balita dan Anak;

dan

b. Sub Koordinator Bidang Pengembangan Kemitraan Bina Keluarga Balita dan Anak.

3) Sub Koordinator Bidang Monitoring dan Evaluasi Bina Keluarga Balita dan Anak, meliputi :

a. Sub Koordinator Bidang Monitoring Bina Keluarga Balita dan Anak; dan b. Sub Koordinator Evaluasi dan Pelaporan Bina Keluarga Balita dan Anak.

Secara keseluruhan jumlah pegawai Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak sebanyak 20 (duapuluh) pegawai terdiri dari:

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak: 1 (satu) orang

2 (dua) orang Analis Kebijakan Ahli Madya: Koordinator Bidang Pelembagaan Program BKB 1 (satu) orang dan Koordinator Bidang Monitoring dan Evaluasi Program BKB 1 (satu) orang;

1 (satu) orang Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya:

Koordinator Pengembangan Program;

1 (satu) orang Perencana Ahli Muda (Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Balita);

5 (lima) orang Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda; Sub Koordinator Bidang Pengembangan Kelompok, Sub Koordinator Pengembangan Kemitraan, Sub Koordinator Bidanga Evaluasi dan Pelaporan, Sub Koordinator Bidang Monitoring dan Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Anak;

1 (satu) orang Analis Pengembangan Program Bina Keluarga Balita

1 (satu) orang Analis Pengembangan Program Bina Keluarga Anak

1 (satu) orang Pengadministrasian Bahan Bina Keluarga Balita, Anak dan Lansia

1 (satu) orang Penyusun Bahan Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

1 (satu) orang Analis Ketahanan Keluarga

1 (satu) orang Penyusun Bahan Data Kependudukan dan Keluarga Berencana

1 (satu) orang Penyusun Kurikulum, Modul dan Bahan Ajar

1 (satu) orang Pemelihara Dokumen Monitoring da Evaluasi

1 (satu) orang Pemelihara Bahan Bina Keluarga Balita, Anak dan Lansia

1 (satu) orang Bendahara

(13)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

3

Golongan dan jenjang pendidikan pegawai

Dari keseluruhan pegawai berjumlah 19 (sembilan belas) orang terdiri dari:

- 8 (delapan) orang dengan tingkat pendidikan S2, sebanyak 8 (delapan) orang pendidikan S1 dengan 7 (tujuh) orang S1 Umum dan 1 (satu) orang pendidikan S1 Profesi. Serta 3 (tiga) orang berpendidikan SMA.

- 7 (tujuh) orang golongan IV, 9 (Sembilan) orang golongan III dan 3 (tiga) orang golongan II

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

TABEL 2.1

GOLONGAN DAN JENJANG PENDIDIKAN SDM DIREKTORAT BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

NO JABATAN GOLONGAN JENJANG PENDIDIKAN

II III IV SMA D3 S1 S2

1 DIREKTUR 1 1

2 KOORDINATOR BIDANG PENGEMBANGAN PROGRAM BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

1 1

3 Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Balita

1 1

4 Analis Pengembangan Program Bina Keluarga Anak 1 1

5 Analis Pengembangan Program Bina Keluarga Balita 1 1

6 Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Anak

1 1

7 Penyusun Bahan Evaluasi dan Pelaporan Ditbalnak 1 1

8 Pengadministrasian Bahan Bina Keluarga Balita, Anak dan Lansia 1 1 9 KOORDINATOR BIDANG PELEMBAGAAN BINA KELUARGA BALITA

DAN ANAK

1 1

10 Sub Koordinator Bidang Pengembangan Kelompok Bina Keluarga Balita dan Anak

1 1

11 Sub Koordinator Bidang Pengembangan Kemitraan Bina Keluarga Balita dan Anak

1 1

12 Penyusun Bahan Data Kependudukan dan Keluarga Berencana 1 1

13 SUB KOORDINATOR BIDANG MONITORING DAN EVALUASI BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

1 1

14 Sub Koordinasi Bidang Monitoring Bina Keluarga Balita dan Anak 1 1

15 Pemelihara Dokumentasi Monitoring dan Evaluasi BKB dan Anak 1 1 16 Sub Koordinator Evaluasi dan Pelaporan Bina Keluarga Balita dan

Anak

1 1

17 BPP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 1 1

18 Pemelihara Bahan BKB, Anak dan Lansia 1 1

19 Penyusun Kurikulum, Modul dan Bahan Ajar 1 1

J U M L A H 3 9 7 3 - 8 8

Untuk

menunjang profesionalisme dalam melaksanakan tugas di lingkungan Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak beberapa SDM Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak telah mengikuti Pelatihan sebagai berikut:

TABEL 2.2

Pelatihan yang Telah diikuti SDM DITBALNAK s.d Tahun 2020

NO. JENIS PELATIHAN JUMLAH PESERTA KETERANGAN

1 2 3 4

1 Pelatihan Bendahara 2 orang Telah Tersertifikasi

2 Pelatihan Penyusunan LAKIP 1 orang Telah Tersertifikasi

3 Pelatihan Anggaran Berbasis Kinerja (Kemenkeu) - -

4 Pelatihan Kearsipan Dinamis dan Berbasis Teknologi Informasi

- -

5 Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa 7 Orang Telah Tersertifikasi

6 Pelatihan Dasar Demografi 4 Orang Telah Tersertifikasi

7 Analis Kepegawaian (penyelenggara Premysis consulting)

- -

(14)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

4

8 Diklatpim Tk.III 4 orang Telah Tersertifikasi

9 Diklatpim Tk.IV 6 Orang Telah Tersertifikasi

10 Peningkatan Kapasitas Pengelola Kelas Ibu Balita (Kemenkes RI)

- -

10 Workshop Orangtua Hebat 17 orang -

11 Workshop BSC dan Strategy MAP 1 Orang Telah Tersertifikasi

12 Pelatihan Agents Of Change 2 orang Telah Tersertifikasi

Bagan struktur Organisasi Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak sebagai berikut:

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Ditbalnak

Berdasarkan struktur tersebut diatas, dirasakan masih dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang tumbuh kembang anak, pembentukan karakter dan pemberdayaan keluarga.

C. MANDAT DAN PERAN STRATEGIS

Mandat dan Peran Strategis Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak dalam rangka mewujudkan mandat yang diberikan oleh Kedeputian Bidang KSPK tahun 2020 untuk berkontribusi secara langsung terhadap Sasaran Strategis Kedeputian Bidang KSPK tahun 2020 dalam rangka Mewujudkan Keluarga yang Mandiri, Tentram dan bahagia (keluarga berkualitas)

Berdasarkan Peraturan BKKBN Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja

di Lingkungan BKKBN, Mandat dan Peran Strategis Direktorat Bina Keluarga Balita dan

Anak sebagai unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi di Bidang Keluarga Sejahtera

dan Pemberdayaan Keluarga. Adapun mandat/tugas Direktorat Bina Keluarga Balita dan

Anak adalah melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis, penyusunan

(15)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

5

norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemantauan dan evaluasi, pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan keluarga balita dan anak.

Sedangkan peran strategis Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak dalam rangka mendukung pencapaian Sasaran Strategis Kedeputian Bidang KSPK yaitu Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter dengan memberi edukasi/sosialisasi tentang peningkatan pemahaman orangtua mengenai pola asuh yang baik yang diukur melalui 3 (tiga) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dan 4 (empat) Indikator Output Kegiatan (IOK) sebagai berikut :

Indikator Kinerja Kegiatan

1. Persentase Anak usia 0 - 6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik;

2. Jumlah Keluarga yang memiliki baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting;

3. Persentase Keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter.

Indikator Output Kegiatan

5. Persentase keluarga anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS;

6. Persentase keluarga anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA;

7. Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting;

8. Persentase Keluarga Balita dan Anak yang ikut BKB.

D. PROGRAM DAN REFORMASI BIROKRASI

Reformasi Birokrasi pada Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak disajikan dalam Zona Integritas (ZI). Berdasarkan hasil evaluasi ZI Ditbalnak dengan skor total 77,93, dengan nilai Komponen Pengungkit sebesar 41, 63 dan nilai Komponen Hasil sebesar 36,30. Nilai komponen pengungkit adalah faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). ZI menuju WBK/WBBM ini memiliki 6 (enam) komponen yang terdiri dari Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Masing-masing komponen ini memiliki indikator tersendiri. Sedangkan komponen intinya adalah hasil dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Bersih Bebas dan Melayani yang fokusnya pada dua sasaran utama yaitu :

1. Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, jika diukur dengan

menggunakan nilai persepsi korupsi (survei eksternal) dan persentase penyelesaian

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan;

(16)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

6

2. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat yang diukur melalui nilai persepsi kualitas pelayanan (survei eksternal).

E. PERMASALAHAN, TANTANGAN, PELUANG

Permasalahan, tantangan dan peluang Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak dalam rangka mendukung pencapaian sasaran strategis Kedeputian KSPK untuk mewujudkan Keluarga yang Mandiri, Tentram dan Bahagia (keluarga berkualitas) yang dilaksanakan melalui upaya Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter dengan memberi edukasi/sosialisasi, pelaksanaannya antara lain mengacu kepada Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif ( BKB HI ); Pedoman, Panduan, Juklak dan, Juknis tentang Bina Keluarga Balita dan Anak

;

Sarana dan Prasarana yang mendukung Kegiatan Bina Keluarga Balita dan Anak; SDM Pengelola Program BKB;

dukungan anggaran dan dukungan mitra dalam pengelolaan program BKB, kesemuanya ini merupakan kekuatan yang dimiliki oleh direktorat ini. Adapun permasalahan, tantangan dan peluang sebagai berikut:

E.1 Permasalahan dan tantangan

 Permasalahan

a. Kurangnya kuantitas dan kualitas SDM pengelola program Bina Keluarga Balita dan Anak di lapangan (PLKB/PKB);

b. Promosi dan KIE belum menyentuh seluruh kalangan dalam era digitalisasi 4.0;

c. Kurangnya kualitas pemantauan dan evaluasi capaian pelaksanaan program BKB;

d. Kurangnya pendampingan pelaksanaan program BKB di Lini Lapangan;

e. Rendahnya cakupan laporan pelaksanaan program BKB.

 Tantangan

a. Bervariasinya kelembagaan dan komitmen pemangku kepentingan terhadap program BKB di kabupaten/kota;

b. Terbatasnya jumlah SDM yang menangani program BKB di kabupaten/kota;

c. Perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhi pola asuh anak usia dini;

d. Kurangnya koordinasi dan sinergitas dengan K/L terkait dalam kegiatan layanan anak usia dini.

e. Terjadinya pandemic covid 19 sehingga kegiatan yang bentuknya pertemuan menjadi tidak bisa dilaksanakan

f. Belum semua wilayah memiliki infrastruktur yang mendukung (jaringan internet) pertemuan/kegiatan dilaksanakan secara virtual/daring

E.2

Peluang

Dukungan komitmen dari stakeholder dan mitra kerja terhadap program Bina

Keluarga Balita dan Anak dengan telah dikeluarkannya Peraturan Presiden Republik

(17)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

7

Indonesia Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik- Integratif yang bertujuan antara lain untuk menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini, diperlukan upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi, dan berkesinambungan.

Dalam menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini terutama dalam hal pengasuhan sesuai dengan Perpres tersebut dilaksanakan oleh BKKBN melalui program Bina Keluarga Balita dan Anak yang diperkuat dengan dikeluarkannya Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif ( BKB HI ) sebagai acuan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program BKB HI melalui kelompok kegiatan BKB

Peluang selanjutnya adalah keterlibatan BKKBN dalam hal ini Kedeputian KSPK menjadi anggota Sub Gugus Tugas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif dibawah koordinator Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melalui Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2019, tugas dan fungsinya antara lain melakukan koordinasi, sinkronisasi kebijakan program, kegiatan dan anggaran; melakukan advokasi, sosialisasi, fasilitasi , peningkatan akses dan kualitas pelayanan serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan di tingkat kab/kota sampai dengan desa. Dalam Sub Gugus Sub Gugus Tugas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif, Kedeputian KSPK menjadi anggota dibawah koordinasi Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemko PMK

F. ISU STRATEGIS

Isu strategis merupakan permasalahan yang belum dapat terselesaikan selama tahun 2020, pemahaman terhadap isu strategis akan mendorong pelaksanaan Program Bina Keluarga Balita dan Anak secara efektif dan efisien dalam upaya optimalisasi perwujudan Sasaran Strategis Kedeputian Bidang KSPK tahun 2020 dalam rangka Mewujudkan Keluarga yang Mandiri, Tentram dan bahagia (keluarga berkualitas), adapun isu strategis Program Bina Keluarga Balita dan Anak dalam mendukung Sasaran Strategis Kedeputian Bidang KSPK tahun 2020 sebagai berikut:

1. Pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pengasuhan belum dapat dilaksanakan secara optimal di kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita dan Anak;

2. Tingginya angka anak yang gagal tumbuh yaitu 37,2 persen pada tahun 2013, walaupun angka tersebut sudah mengalami penurunan menjadi 30,8 persen pada tahun 2018, tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, serta produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

3. Tenaga Lapangan (Kader BKB, PKB/PLKB) sebagai penggerak program BKB kurang

memadai dibanding dengan jumlah Desa/Kelurahan yang ada.

(18)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

8

BAB II

PERENCANAAN KINERJA A. PERENCANAAN STRATEGIS

Perencanaan strategis program dan kegiatan Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak (Ditbalnak) mengacu kepada Rencana Strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2020-2024 yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 212/PER/B1/2015 yang telah direvisi oleh peraturan kepala BKKBN Nomor 199 Tahun 2016. RENSTRA tersebut memuat kebijakan, strategi, program dan kegiatan yang harus dicapai yang diukur melalui indikator output, indikator outcome, target capaian, pendanaan, dan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Dalam mendukung pencapaian sasaran strategis Kedeputian KSPK untuk mewujudkan Keluarga yang Mandiri, Tentram dan bahagia (keluarga berkualitas) diukur melalui 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama sebagai berikut:

1. Meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) dari baseline indeks 53,57 tahun 2020 menjadi 61 pada tahun 2024;

2. Meningkatnya angka Medium Usia Kawin Pertam Perempuan (MUKP) dari baseline 20,8 tahun 2020 menjadi 22,1 tahun pada tahun 2024;

3. Menurunnya Persentase Baduta Stunting dan baseline 29,9 persen tahun 2020 menjadi 19 persen pada tahun 2024

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak sasaran kegiatan yaitu meningkatkan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter dengan memberi edukasi/sosialisasi dalam rangka pembentukan karakter berkontribusi terhadap IKU pertama yaitu Meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) dan ke tiga yaitu Menurunnya Persentase Baduta Stunting yang diukur melalui Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) sebagi berikut:

1. Meningkatnya persentase anak usia 0-6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik dari baseline 60 persen tahun 2020 menjadi 75 persen pada tahun 2024;

2. Meningkatnya jumlah keluarga yang memiliki baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting dari baseline 2.831.614 keluarga tahun 2020 menjadi 4.122.784 keluarga pada tahun 2024;

3. Meningkatnya persentase keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter dari baseline 37,68 persen tahun 2020 menjadi 42,68 persen pada tahun 2024.

Pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) keberhasilannya di ukur dengan 4 (empat) Indikator Output Kegiatan (IOK) sebagai berikut:

1) Meningkatnya persentase anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS dari 44,02 persen tahun 2020 menjadi 49,02 persen pada tahun 2024, dengan 2 (dua) komponen output yaitu:

a) Jumlah dokumen pengembangan pedoman, panduan, materi dan media KIE

program BKB yang dihasilkan;

(19)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

9

b) Jumlah laporan pemantauan tumbuh kembang anak melalui instrument KKA dan KMS.

2) Meningkatnya persentase keluarga anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA dari baseline 22,01 persen tahun 2020 menjadi 24,51 persen pada tahun 2024. dengan komponen output yaitu jumlah laporan peningkatan kualitas Tumbuh Kembang Balita dan Anak.

3) Meningkatnya jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting dari baseline 260 kabupaten/kota tahun 2020 menjadi 514 kabupaten/kota pada tahun 2024. dengan komponen output yaitu Jumlah mitra kerja yang melaksanakan penguatan jejaring kemitraan program pengasuhan 1000 HPK.

4) Meningkatnya persentase keluarga balita dan anak yang ikut BKB dari baseline 49,01 persen tahun 2020 menjadi 51,50 persen pada tahun 2024. dengan komponen output yaitu Jumlah provinsi yang meningkat kualitas pembinaan kelompok BKB.

TABEL 2.3 RENCANA STRATEGI

DIREKTORAT BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK TAHUN 2020-2024

Satuan Target Kinerja 2020-2024 Unit

Organisasi Pelaksana

Status Prioritas

2020 2021 2022 2023 2024

1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12

A.1.1 Indikator Kinerja Kegiatan (Eselon II) 2,324.22 2,463.67 2,611.49 2,768.18 2,934.27 2,934.27

1 Persentase Anak Usia 0-6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik

Persen 63 66 69 72 75 75 Direktora

t Bina Kelaurga Balita dan Anak 2 Jumlah Keluarga yang memiliki

baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

Keluarga 4.122.784 4.122.784 4.122.784 4.122.784 4.122.784 4.122.784 Pro PN

3 Persentase Keluarga yang

melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter

Persen 38,68 39,68 40,68 41,68 42,68 42,68

Keluaran/Output : Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter

Persen 38,68 39,68 40,68 41,68 42,68 42,68

1.1 Persentase keluarga anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS

Persen 45,02 46,02 47,02 48,02 49,02 49,02

1 Pengembangan

pedoman, panduan, materi dan media KIE program BKB

Dokumen 4 4 4 4 4 4

2 Pemantauan Tubuh Kembang Balita dan Anak

Laporan 34 34 34 34 34 34

1.2 Persentase keluarga anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA

Persen 22,51 23,01 23,01 24,01 24,51 24,51

1 Peningkatan Kualitas Tumbuh Kembang Balita dan Anak

Laporan 34 34 34 34 34 34

1.3 Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 hpk dalam rangka pencegahan stunting

Kabupaten/K ota

260 360 400 460 514 514 Pro PN

1 Penguatan Jejaring Kemitraan program pengasuhan 1000 HPK

Mitra 5 5 5 5 5 5

1.4 Persentase Keluarga Balita dan Anak yang ikut BKB

Persen 49,50 50,00 50,50 51,00 51,50 51,50

1 Peningkatan kualitas pembinaan klp BKB

Persen 34 34 34 34 34 34

(20)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

10

A.1 Tujuan, Sasaran Strategis dan Indikator

Berdasarkan tabel 3 tentang Rencana Strategis Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak tersebut diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Tujuan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 pasal 47, 48 tentang Pembangunan Keluarga, maka tujuan yang harus dicapai oleh Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak antara lain:

1. Mendukung keluarga agar dapat melaksanakan fungsi keluarga secara optimal;

2. Melakukan pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui Peningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan, dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak

2) Sasaran Strategis

Untuk mencapai sasaran strategis meningkatkan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter diukur melalui delapan indikator kinerja sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak sebagai berikut:

1. Persentase Anak Usia 0-6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik 2. Jumlah Keluarga yang memiliki baduta pada lokus prioritas yang

mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

3. Persentase Keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter

4. Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter

5. Persentase keluarga anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS 6. Persentase keluarga anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA

7. Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

8. Persentase keluarga balita dan anak yang ikut BKB 3) Indikator

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak sebagai salah satu komponen di Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) memiliki Indikator Kinerja Kunci yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja tahun 2020 adalah “meningkatnya kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan

pendampingan anak dalam pembentukan karakter.”

A.2 Arah Kebijakan

Arah Kebijakan dan Strategi dalam menyelenggarakan kegiatan Pembinaan

Keluarga Balita dan Anak yaitu Peningkatan kemampuan keluarga dalam

pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan Karakter dengan

strategi sebagai berikut:

(21)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

11

1. Optimalisasi pola asuh dan pendampingan balita dan anak, serta pembentukan dan penguatan karakter sejak dini melalui penerapan 8 fungsi keluarga;

2. Optimalisasi penggunaan KKA dan KMS bagi keluarga anak usia 0-6 tahun;

3. Peningkatan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka pencegahan stunting;

4. Penguatan jejaring kemitraan dalam Pembinaan Keluarga Balita dan Anak;

5. Penguatan cakupan data capaian dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA)

B. PROGRAM PRORITAS DAN RENCANA KERJA TAHUNAN PADA TAHUN EVALUASI (termasuk Pro PN Jika ada)

B.1 Dukungan UKE II terhadap UKE I dalam mendukung Program Bangga Kencana BKKBN pada Tahun 2020

Untuk mendukung Program Bangga Kencana dan Program Prioritas, Ditbalnak mendapatkan amanah untuk melaksanakan Proyek Prioritas Nasional Promosi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam rangka Pencegahan Stunting pada lokus prioritas yang telah ditetapkan oleh Bappenas dengan sasaran ibu hamil dan keluarga yang memiliki baduta. Untuk tahun 2020 memiliki target 4.122.784 keluarga baduta pada 260 kabupaten/kota lokus prioritas dengan total anggaran Rp. 30.577.000.000,- (tiga puluh milyar lima ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah).

B.2 Rencana Kerja Tahunan pada tahun 2020

Rencana Kinerja Tahunan merupakan kinerja yang akan diukur pada tahun 2020 dan rencana kerja ini sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang ditetapkan dalam Rencana Strategis BKKBN yang akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan dan program dalam tahun yang bersangkutan.

Untuk mencapai target dalam Perjanjian Kinerja maka dijabarkan dalam program dan kegiatan sebagai berikut:

Sasaran Kinerja

“Meningatnya kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter”

Sasaran Kinerja ini dijabarkan ke dalam indicator kinerja yaitu

1. Persentase Anak usia 0 - 6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik

 Sasaran:

anak usia 0 - 6 tahun anggota BKB memiliki perkembangan yang baik dipantau dengan menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA)

 Target:

63% Anak usia 0 - 6 tahun yang memiliki perkembangan yang baik

(22)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

12

2. Jumlah Keluarga baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

 Sasaran:

Keluarga baduta pada lokus prioritas yang mendapatkan promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

 Target:

4.122.784 Keluarga baduta

3. Persentase Keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter

 Sasaran:

Keluarga balita dan anak yang hadir pertemuan BKB

 Target:

38,68% keluarga balita dan anak yang hadir pertemuan BKB

4. Peningkatan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pendampingan anak dalam rangka pembentukan karakter

 Sasaran:

Keluarga balita dan anak yang hadir pertemuan BKB

 Target:

38,68% keluarga balita dan anak yang hadir pertemuan BKB

5. Persentase keluarga yang memiliki anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS

 Sasaran:

Keluarga yang memiliki anak usia 0-5 tahun yang menggunakan KKA dan KMS

 Target:

38,68% keluarga balita dan anak yang hadir pertemuan BKB

6. Persentase keluarga yang memiliki anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA

 Sasaran:

keluarga yang memiliki anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA

 Target:

22,51 % keluarga yang memiliki anak usia 5-6 tahun yang menggunakan KKA

7. Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting

 Sasaran:

Kabupaten/Kota yang menjadi lokus prioritas pencegahan stunting

 Target:

260 Kabupaten/Kota

(23)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

13

8. Persentase keluarga balita dan anak yang ikut BKB

 Sasaran:

Keluarga yang memiliki anak usia 0 - 6 tahun menjadi anggota BKB

 Target:

49,50% keluarga yang memiliki anak usia 0 - 6 tahun Sasaran Manajemen dan Reformasi Birokrasi

1. Persentase BMN yang telah ditetapkan status penggunaannya

 Sasaran:

Tertib fisik, tertib hukum dan tertib administrasi dalam pengelolaan BMN

 Indikator Kinerja:

Persentase Inventarisasi DBR

 Target:

100% Inventarisasi DBR

 Kegiatan:

 Melakukan persiapan pelaksanaan inventarisasi BMN, pengumpulan dokumen sumber dan data awal inventarisasi.

 Malaksanakan inventarisasi BMN secara keseluruhan dengan berpedoman pada Pedoman Inventarisasi BMN di lingkungan BKKBN.

 Menyusun laporan hasil inventarisasi BMN.

2. Level Maturitas penilaian mandiri Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

 Sasaran:

Pimpinan dan seluruh pegawai dilingkungan Ditbalnak

 Indikator Kinerja:

Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pengelolaan keuangan

 Kegiatan:

Penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah di lingkungan Ditbalnak dengan menerapkan unsur-unsur:

1) Lingkungan pengendalian 2) penilaian resiko.

3) Kegiatan pengendalian.

4) Informasi dan komunikasi.

5) Pemantauan pengendalian intern.

Rencana Strategis dan Perjanjian Kinerja yang mejabarkan IKU Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak telah dipublikasikan pada web resmi BKKBN sebagai bentuk pemberian informasi kepada masyarakat.

(https://cis.bkkbn.go.id/Kspk/?p=13)

(24)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

14

Rencana Aksi

Rencana Aksi Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak yang merupakan strategi untuk menjabarkan Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Kegiatan, adapun Rencana Aksi untuk pencapaian target Perjanjian Kinerja di implementasikan ke dalam kegiatan pembinaan ketahan keluarga balita dan anak dengan komponen sebagai berikut:

1. Promosi Pembinaan Keluarga BKB 2. Penguatan Jejaring Kemitraan BKB

3. Peningkatan Kualitas Pembinaan Kelompok BKB HI 4. Monitoring dan Evaluasi Program Bina Keluarga Balita

Komponen Rencana Aksi diukur dengan indikator kinerja kegiatan:

1. Promosi Pembinaan Keluarga BKB

a. Penyempurnaan pedoman tata laksana BKB

b. Penyusunan pedoman pembentukan karakter anak usia dini c. Penyiapan media KIE berbasis IT

d. Penguatan Peran Keluarga dalam pencegahan covid 19 2. Penguatan Jejaring Kemitraan BKB

a. Sosialisasi kebijakan materi dan media menjadi orangtua hebat b. Promosi pengasuhan melalui akademi keluarga hebat Indonesia

c. Koordinasi keterpaduan pelaksanaan program BKB bersama mitra kerja d. Penguatan kemitraan dalam rangka momentum strategis

e. Penguatan penyusunan proleknas pembangunan keluarga

f. Dukungan percepatan program pencegahan stunting melaui keluarga 3. Peningkatan Kualitas Pembinaan Kelompok BKB HI

a. Evaluasi sarana penyuluhan BKB Kit

b. Evaluasi Instrumen KKA usia 0-6 tahun dan penyusunan KKA usia 6-10 tahun c. Pengembangan konsep mode keluarga keluarga bahagia dan sejahtera 4. Monitoring dan Evaluasi Program Bina Keluarga Balita

a. Monitoring dan evaluasi program BKB

b. Pembinaan dan sinkronisasi program pembangunan keluarga c. Bimbingan teknis program bina keluarga balita dan anak d. Konsolidasi perencanaan program dan anggaran KKBPK

e. SPIP, Zona Integritas Wilayah bebas dari korupsi dan reformasi birokrasi

f. Administrasi kegiatan BKB dan anak

(25)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

15

Rencana Aksi (diganti yang tahun 2020)

Tabel 2.4

Matrik Keselarasan Kinerja Dengan Anggara Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

(26)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

16

Tabel 2.5

RENCANA AKSI PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2020 DIREKTORAT BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK

(27)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

17

Implementasi Rencana Aksi sesuai Perjanjian Kinerja yang telah dijabarkan kedalam Rencana Kerja Tahunan (tabel 6) dengan menggunakan 3 (tiga) alat ukur yaitu:

1) Balance Scorecard (BSC) yang merupakan pendelegasian tanggung jawab dari level Eselon I, Eselon II, eselon III dan eselon IV dalam pencapaian target dan sasaran yang telah ditetapkan. BSC Ditbalnak telah di Publish di Web BKKBN (https://cis.bkkbn.go.id/Kspk/?p=13)

2) Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), yang merupakan pendelegasian tanggungjawab dalam pencapaian indikator kinerja secara lebih rinci dari level eselon II, III, IV sampai staf yang tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2019, sebagai berikut:

a. Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Balita dan Anak, bertanggungjawab terhadap pencapaian target dan sasaran kinerja eselon II baik indikator kinerja RPJMN dan indikator kinerja Renstra serta indikator kinerja diluar Renstra, dalam pelaksanaannya di bantu oleh 2 (dua) Sub Koordinator, untuk melaksanakan kegiatan:

1. Tata Laksana BKB;

2. Penyusunan Pedoman Pembentukan Karakter Anak Usia Dini;

3. Penyiapan Media KIE Berbasis IT (Virtual) dalam rangka kampanye pencegahan Covid-19 bersama keluarga;

4. Pengembangan Modul 8 Fungsi Keluarga dalam Rangka Pembentukan Karakter Anak;

5. Webinar Penguatan Peran Keluarga dalam Pencegahan Covid-19;

6. Dukungan Percepatan Program Pencegahan Stunting melalui Keluarga.

1) Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Balita.

Dalam mendukung pencapaian target dan sasaran kinerja eselon III, Sub Koordinator ini mempunyai tugas menyiapkan program dan kegiatan yang meliputi:

a.Penyempurnaan Pedoman Tatalaksana BKB;

b. Penyiapan Media KIE berbasis IT (Virtual) dalam rangka kampanye pencegahan Covid-19 bersama keluarga;

c. Dukungan Percepatan Program Pencegahan Stunting melalui Keluarga.

Dalam melaksanakan kegiatan seksi ini di bantu oleh 3 (tiga) Staf, antara lain:

1 Analis Pengembangan Program BKB - Sedang tugas belajar

2 Analis Pengembangan Program BKB

- Penyempurnaan Pedoman Tata Laksana BKB;

- Penyiapan Materi dan Media BKB serta Promosi Menjadi Orangtua Hebat Yang Berbasis IT;

- Workshop Peningkatan Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK.

3 Analis Pengembangan Program BKB

- Membuat Konsep Pengembangan Media BKB Menjadi Orangtua Hebat Berbasis IT;

- Mengolah Bahan Workshop Peningkatan Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan;

- Mengolah bahan Penyempurnaan Pedoman Tata Laksana BKB;

(28)

LAKIP Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak

18

- Mengumpulkan Bahan SPIP, Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Reformasi Birokrasi.

2) Sub Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Keluarga Anak.

Dalam mendukung pencapaian target dan sasaran kinerja eselon III, Sub Koordinator ini mempunyai tugas menyiapkan program dan kegiatan yang meliputi:

a. Penyusunan Pedoman Pembentukan Karakter Anak Usia Dini;

b. Pengembangan Modul 8 Fungsi Keluarga dalam Rangka Pembentukan Karakter Anak;

c. Webinar Penguatan Peran Keluarga dalam Pencegahan Covid-19.

Dalam melaksanakan kegiatan seksi ini di bantu oleh 2 (dua) Staf, antara lain:

1. Pengadministrasi Bahan Bina Keluarga Balita, Anak dan Lanjut Usia - Penyempurnaan Pedoman Tata Laksana BKB;

- Penyusunan Pedoman Pembentukan Karakter Anak Usia Dini;

- Mengumpulkan Bahan SPIP, Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Reformasi Birokrasi.

2. Analisis Pengembangan Program Bina Keluarga Anak

- Membuat konsep penyempurnaan pedoman tata laksana BKB;

- Membuat konsep pedoman pembetukan karakter anak usia dini;

- Mengumpulkan Bahan SPIP, Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Reformasi Birokrasi.

b. Koordinator Bidang Pelembagaan Bina Keluarga Balita dan Anak, bertanggung jawab terhadap pencapaian target dan sasaran kinerja eselon II baik indikator kinerja RPJMN dan indikator kinerja Renstra serta indikator kinerja diluar Renstra dalam pelaksanaannya di bantu oleh 2 (dua) Sub Koordinator, untuk melaksanakan kegiatan :

1. Sosialisasi Kebijakan, Strategi, Materi, dan dan Media Menjadi Orangtua Hebat dalam Rangka Pembentukan Karakter Anak;

2. Promosi Pengasuhan melalui Akademi Keluarga Hebat Indonesia;

3. Koordinasi Keterpaduan Pelaksanaan Program BKB Bersama Mitra Kerja dalam Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Balita dan Anak dalam Rangka Pembentukan Karakter;

4. Penguatan Kemitraan dalam Rangka Momentum Strategis (Hari Keluarga Nasional, Hari Anak Nasional, dan Hari Ibu);

5. Pengembangan Fitur dan Konten Aplikasi Mobile Menjadi Orangtua Hebat,

6. Pengembangan Konsep Model Keluarga Bahagia dan Sejahtera.

1) Sub Koordinator Bidang Pengembangan Kelompok Bina Keluarga Balita dan Anak.

Dalam mendukung pencapaian target dan sasaran kinerja eselon III, Sub

Koordinator ini mempunyai tugas menyiapkan program dan kegiatan

yang meliputi:

Gambar

TABEL IE.1
Gambar 2.1  Struktur Organisasi Ditbalnak
TABEL 2.3  RENCANA STRATEGI
Gambar  2.2   POHON KINERJA DITBALNA
+7

Referensi

Dokumen terkait

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA DENGAN METODE BERMAIN KARTU HURUF SISWA KELAS 1 MI AR-RAHMAN WIDODAREN TAHUN PELAJARAN

Kegiatan ajudikasi dalam pendaftaran tanah adalah untuk pendaftaran tanah yang pertama sekali merupakan prosedur khusus yang prosesnya dilakukan pada pemberian

Lakukan kromatografi terhadap Larutan kesesuaian sistem, rekam kromatogram dan ukur respons puncak seperti tertera pada Prosedur: waktu retensi relatif puncak utama

Pada penelitian ini Tapai Beras Ketan Hitam di tambahkan dengan bawang merah dengan konsentrasi 0,3, 0,6, 0,9 gr Bawang Merah karena bawang merah

Peneliti juga melakukan survey diwarung makan yang menjual menu masakan dengan daging bebek yang berada di beberapa warung makan(warung makan Khrismon, warung makan Tenda biru,

percaya diri para karyawan untuk menyelesaikan tugas dan kewajibannya secara sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin demi tercapainya tujuan organisasi. c) Terdapatnya suatu

Pada tahap awal penelitian, dilakukan analisis mengenai kebutuhan serta masalah- masalah yang perlu diselesaikan. Analisis kebutuhan adalah suatu tahap pengumpulan

'. %ungsi =tama hormon $sam $bsisat antara lain $B$ menginduksi penutupan stomata, $B$ melindungi terhadap keadaan raan garam dan raan dingin, $B$ menghambat  pertumbuhan